-->

14/08/2026

Istri di Lumajang Potong Kemaluan Suami Pakai Celurit saat Tidur, Diduga Dipicu Cemburu

Istri di Lumajang Potong Kemaluan Suami Pakai Celurit saat Tidur, Diduga Dipicu Cemburu

Pelaku saat diamankan Polisi

Lumajang, (Onenewsjatim) -
Seorang perempuan berinisial AA (25), warga Desa Kunir Lor, Kecamatan Kunir, Kabupaten Lumajang, nekat melukai alat kelamin suaminya, AF (24), menggunakan celurit. Aksi tersebut dilakukan saat korban sedang tertidur di kamar.

Peristiwa kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) itu terjadi sekitar pukul 08.30 WIB di Dusun Sumbersari, Desa Kunir Lor, Kecamatan Kunir, Lumajang.

Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka berat pada bagian alat kelaminnya dan harus mendapatkan perawatan medis.

Kasi Humas Polres Lumajang Ipda Suprapto mengatakan, peristiwa bermula saat korban sedang tidur di dalam kamar. Pelaku kemudian masuk ke kamar sambil membawa celurit yang sebelumnya diambil dari belakang rumah.

"Pelaku masuk ke kamar saat korban sedang tidur. Kemudian pelaku memegang alat kelamin korban dan melukainya menggunakan celurit," kata Suprapto.

Setelah melakukan aksinya, pelaku kemudian keluar rumah sambil membawa celurit. Warga yang mengetahui kejadian tersebut kemudian mengamankan pelaku.

"Pelaku berhasil diamankan warga dan dibawa ke Polsek Kunir. Selanjutnya dilimpahkan ke Unit PPA Satreskrim Polres Lumajang untuk proses penyidikan," ujarnya.

Sementara korban langsung dievakuasi ke UGD Puskesmas Kunir. Karena mengalami luka cukup serius, korban kemudian dirujuk ke RSU Dr. Haryoto Lumajang untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Diduga Dipicu Cemburu

Suprapto menjelaskan, aksi penganiayaan tersebut diduga dipicu rasa cemburu pelaku terhadap suaminya. Pelaku disebut mencurigai korban memiliki hubungan dengan perempuan lain.

Selain itu, korban juga disebut beberapa kali mengancam akan menceraikan pelaku.

"Motif sementara karena rasa cemburu. Pelaku merasa korban sering berselingkuh dengan perempuan lain dan mengancam akan menceraikannya," jelas Suprapto.

Meski demikian, polisi masih melakukan pendalaman untuk mengetahui secara pasti motif dan rangkaian kejadian tersebut.

Pelaku Sempat Kabur Bawa Celurit

Bibi korban, Bu Muslim, mengatakan setelah melukai suaminya, pelaku sempat berlari meninggalkan rumah sambil membawa celurit.

"Istrinya lari bawa clurit, lalu dibuang ke tebu. Pelaku niat kabur," ujar Muslim.

Namun, pelarian tersebut tidak berlangsung lama. Warga kemudian berhasil mengamankan pelaku dan membawanya ke Polsek Kunir.

Menurut Muslim, korban kemudian segera dibawa ke rumah sakit. Saat ini kondisi korban disebut sudah sadar dan dapat duduk, tetapi masih menjalani perawatan serta tindakan operasi.

"Suaminya pas tidur. Kalau kondisi korban sekarang sudah tidak apa-apa, tapi masih operasi. Korban sudah sadar dan bisa duduk di rumah sakit," katanya.

Muslim memastikan luka tersebut tidak sampai menyebabkan alat kelamin korban terputus.

"Enggak sampai hilang alat vitalnya," ujarnya.

Muslim menyebut hubungan rumah tangga korban dan pelaku memang sempat mengalami masalah. Keduanya disebut sering terlibat cekcok dalam sekitar dua pekan terakhir.

Menurut dia, pelaku dikenal jarang keluar rumah dan tidak banyak berkomunikasi dengan tetangga.

"Permasalahannya istrinya cemburu dan selalu curiga kepada suaminya," kata Muslim.

Korban dan pelaku diketahui telah memiliki seorang anak yang kini berusia sekitar tujuh tahun. Korban sehari-hari bekerja di sebuah toko, sedangkan istrinya merupakan ibu rumah tangga.

Muslim mengaku sebelumnya pernah mendengar cerita bahwa korban beberapa kali pulang larut malam. Bahkan, beberapa hari sebelum kejadian, korban disebut sempat tidak pulang selama dua hari.

"Sebelumnya pernah cerita suaminya pulang malam. Sudah dua hari. Enggak tahu ke mana, katanya ke rumah temannya," tuturnya.

Muslim sendiri mengaku tidak mengetahui secara langsung kronologi saat penganiayaan terjadi. Ketika kejadian berlangsung, dia berada di rumah bagian depan, sedangkan nenek korban sedang berada di sawah untuk mencari rumput.

"Saya ada di rumah depan, neneknya sedang ngerumput di sawah. Anak mereka sekolah," katanya.

Saat ini, pelaku telah diamankan dan kasus tersebut ditangani Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Lumajang untuk proses hukum lebih lanjut.

Baca Artikel Terkait Lainnya

Baca juga Artikel Lainnya

© Copyright 2024 Onenewsjatim | All Right Reserved