-->

11/02/2026

Polantas Menyapa Ojol Lumajang, Polisi Ajak Maju Bersama Jaga Kamseltibcarlantas


Lumajang, (Onenewsjatim)
– Subdit Keamanan dan Keselamatan (Kamsel) Ditlantas Polda Jawa Timur bersama Satuan Lalu Lintas Polres Lumajang bersilaturahmi dengan komunitas ojek online (Ojol) di Kabupaten Lumajang. Kegiatan berlangsung di Warkop Ojol Kamtibmas, Jalan Panglima Besar Sudirman, Lumajang, Rabu (11/2/2026).

Kunjungan tersebut merupakan bagian dari program Polantas Menyapa, yang bertujuan mendekatkan Polri dengan masyarakat, khususnya para pengemudi ojol, melalui dialog santai dan terbuka.

Warkop Ojol Kamtibmas sendiri disiapkan sebagai ruang komunikasi antara kepolisian dan komunitas ojol, sekaligus menjadi sarana penyampaian pesan-pesan kamtibmas dan keselamatan berlalu lintas.

Kanit Sie Dikmas Subdit Kamsel Ditlantas Polda Jatim, AKP Harrio Bobyans Saputra, S.T., M.H., mengatakan bahwa kegiatan Polantas Menyapa ini bertujuan untuk menyerap aspirasi masyarakat secara langsung, terutama terkait ketertiban berlalu lintas.

“Hari ini kami dari Dikmas Ditlantas Polda Jatim melaksanakan Polantas Menyapa. Tujuannya ingin langsung menanyakan aspirasi masyarakat, khususnya terkait tertib berlalu lintas di jalan raya,” ujar AKP Harrio.

Ia menjelaskan, saat ini jajaran kepolisian tengah melaksanakan Operasi Keselamatan yang berlangsung sejak 2 Februari hingga 15 Februari 2026. Operasi tersebut merupakan pra-operasi sebelum pelaksanaan Operasi Ketupat menjelang Ramadan dan Idulfitri.

“Operasi keselamatan ini untuk mengecek kesiapan menjelang Operasi Ketupat. Minggu depan sudah memasuki bulan Ramadan dan pertengahan Maret nanti akan dilaksanakan Operasi Ketupat,” jelasnya.

AKP Harrio menambahkan, kegiatan Polantas Menyapa di Lumajang dilaksanakan di dua titik, yakni Warkop Ojol Kamtibmas dan Masjid Agung Alun-alun Lumajang. Ia juga menegaskan bahwa masyarakat tidak bersifat terkoersif dalam kegiatan pembinaan dan penyuluhan lalu lintas.

“Kami mengajak komunitas ojol untuk maju bersama pihak kepolisian. Ojol kami harapkan bisa menjadi representasi dan perpanjangan tangan kepolisian di lapangan. Jika ada kejadian kemacetan maupun indikasi kriminalitas, mohon segera disampaikan kepada kami,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua POOL Lumajang, Yony Febrianto, S.Sos, menyambut baik kegiatan tersebut dan mengapresiasi kehadiran Ditlantas Polda Jatim dan Satlantas Polres Lumajang.

“Alhamdulillah hari ini kami kedatangan dari Polda Jatim, khususnya dari Dikmas yang memberikan edukasi kepada kami para pengemudi ojol,” ujar Yony.

Menurutnya, komunitas ojol di Lumajang siap bersinergi dengan kepolisian dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, terutama karena aktivitas ojol kerap dilakukan hingga malam hari.

“Aspirasi yang kami sampaikan terkait keamanan di lapangan, karena ojol bekerja on beat, termasuk malam hari. Kami berharap ada dukungan dan sinergi yang berkelanjutan,” katanya.

Yony juga berharap komunitas ojol dapat menjadi agen keselamatan berlalu lintas sekaligus teladan bagi masyarakat.

“Mudah-mudahan ojol bisa menjadi pioner dan contoh dalam hal kedisiplinan, ketertiban, dan keamanan berlalu lintas di Lumajang,” pungkasnya.(Imam)

Polantas Menyapa, Satlantas Lumajang Pasang Banner Warkop Ojol Kamtibmas


Lumajang, (Onenewsjatim) 
– Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Lumajang memasang banner Warkop Ojol Kamtibmas di Jalan Panglima Besar Sudirman, Kabupaten Lumajang, Selasa (10/2/2026). 

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Polantas Menyapa dalam rangka Operasi Keselamatan Semeru 2026.

Warkop Ojol Kamtibmas disiapkan sebagai ruang komunikasi santai antara polisi dan para pengemudi ojek online (ojol), sekaligus sarana penyampaian pesan keselamatan berlalu lintas.

Kanit Kamsel Satlantas Polres Lumajang Ipda Suheri mengatakan, keberadaan Warkop Ojol Kamtibmas merupakan upaya pendekatan humanis kepada komunitas ojol yang setiap hari beraktivitas di jalan raya.

“Tempat ini kami siapkan sebagai ruang diskusi ringan terkait kamtibmas, khususnya keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas. Imbauan bisa disampaikan secara santai, namun tetap efektif,” ujarnya.

Menurutnya, komunitas ojol memiliki peran penting sebagai pengguna jalan yang aktif berinteraksi dengan masyarakat. Karena itu, komunikasi yang baik antara polisi dan pengemudi ojol dinilai penting untuk menciptakan situasi lalu lintas yang aman dan tertib.

Selain sebagai tempat diskusi, Warkop Ojol Kamtibmas juga berfungsi sebagai titik komunikasi cepat antara Polantas dan komunitas ojol di Kabupaten Lumajang. Melalui lokasi tersebut, para pengemudi dapat menyampaikan informasi terkait kondisi lalu lintas maupun potensi gangguan kamtibmas di lapangan.

Sementara itu, Kasat Lantas Polres Lumajang, AKP Yulian Putra Prasviawan, mengatakan kegiatan ini merupakan bagian dari strategi preventif dalam Operasi Keselamatan Semeru 2026.

“Kami mengedepankan langkah preemtif dan preventif melalui pendekatan persuasif kepada masyarakat, khususnya komunitas ojol. Harapannya, kesadaran berlalu lintas meningkat sehingga angka pelanggaran dan kecelakaan dapat ditekan,” katanya.

Ia menambahkan, sinergi antara kepolisian dan komunitas ojol diharapkan mampu menciptakan budaya tertib berlalu lintas serta mendukung situasi kamtibmas yang kondusif di wilayah Kabupaten Lumajang.

"Kami berharap komunikasi antara polisi dan masyarakat semakin terbuka, sehingga setiap permasalahan di lapangan dapat ditangani secara cepat dan tepat. Program ini juga menjadi wujud kehadiran Polantas di tengah masyarakat melalui pendekatan yang humanis dan komunikatif," pungkasnya 


10/02/2026

Pengendara Tertib Dapat Bunga dan Cokelat dari Satlantas Lumajang


Lumajang, (Onenewsjatim)
– Memasuki hari kesepuluh pelaksanaan Operasi Keselamatan Semeru 2026, Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Lumajang menggelar aksi simpatik dengan membagikan bunga dan cokelat kepada pengendara yang tertib berlalu lintas.

Kegiatan tersebut berlangsung di Kawasan Tertib Lalu Lintas Jalan S. Parman, Kabupaten Lumajang, Selasa (10/2/2026). 

Aksi humanis ini dipimpin langsung oleh Kanit Regident Satlantas Polres Lumajang Iptu Robertus Evan Devanto bersama KBO Satlantas Ipda Eko Budi Laksono.

Bunga dan cokelat dibagikan kepada pengendara sepeda motor yang dinilai patuh terhadap aturan lalu lintas, seperti menggunakan helm standar, membawa kelengkapan surat kendaraan, serta mematuhi rambu dan marka jalan.

Iptu Robertus Evan Devanto mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bentuk apresiasi kepada masyarakat yang telah sadar akan pentingnya keselamatan berlalu lintas.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin memberikan penghargaan kepada pengendara yang sudah tertib. Harapannya, budaya tertib berlalu lintas dapat terus meningkat dan menjadi kebiasaan di masyarakat,” kata Iptu Robertus.

Selain pembagian bunga dan cokelat, petugas Satlantas juga memberikan imbauan langsung kepada pengguna jalan terkait pentingnya keselamatan berkendara. Sosialisasi tersebut bertujuan menekan angka pelanggaran serta meminimalkan risiko kecelakaan lalu lintas di wilayah Kabupaten Lumajang.

Sementara itu, Kasat Lantas Polres Lumajang AKP Yulian Putra Prasviawan menegaskan bahwa Operasi Keselamatan Semeru 2026 mengedepankan langkah preemtif dan preventif.

“Operasi Keselamatan ini tidak semata-mata penindakan. Kami lebih mengedepankan edukasi dan pendekatan persuasif kepada masyarakat untuk mewujudkan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas,” jelas AKP Yulian.

Menurutnya, kepatuhan pengguna jalan menjadi kunci utama dalam menekan angka kecelakaan lalu lintas. Oleh karena itu, Satlantas Polres Lumajang akan terus menggelar kegiatan edukatif dan humanis selama Operasi Keselamatan Semeru 2026 berlangsung.

"Dengan adanya kegiatan tersebut, diharapkan kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas semakin meningkat sehingga tercipta situasi lalu lintas yang aman dan kondusif di Kabupaten Lumajang," pungkasnya 


03/02/2026

Operasi Keselamatan Semeru 2026 Digelar, Polres Lumajang Utamakan Edukasi Lalu Lintas


Lumajang, (Onenewsjatim)
– Polres Lumajang mulai melaksanakan Operasi Keselamatan Semeru 2026 sebagai upaya menekan angka kecelakaan lalu lintas sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas.

Operasi ini dilaksanakan selama 14 hari, terhitung mulai 2 Februari hingga 15 Februari 2026, sebagai langkah persiapan menjelang bulan suci Ramadan.

KBO Satlantas Polres Lumajang Ipda Eko Budi Laksono, menjelaskan bahwa dalam Operasi Keselamatan Semeru 2026, pihak kepolisian lebih mengedepankan pendekatan edukatif kepada masyarakat.

“Target pelaksanaan operasi ini terdiri dari 40 persen preemtif, 40 persen preventif, dan 20 persen penegakan hukum. Artinya, edukasi menjadi prioritas utama,” ujar Eko.

Menurutnya, masyarakat membutuhkan pemahaman yang baik agar patuh terhadap aturan lalu lintas bukan karena adanya petugas, melainkan karena kesadaran diri sendiri.

“Masih banyak masyarakat yang tertib hanya ketika ada petugas. Saat tidak ada petugas, justru melanggar. Ini yang tidak baik dan harus kita ubah bersama,” katanya.

Ia mengajak seluruh masyarakat Lumajang untuk mendukung dan menyukseskan Operasi Keselamatan Semeru 2026 demi terciptanya keamanan dan keselamatan berlalu lintas, terutama menjelang Ramadan.

“Mudah-mudahan saat bulan suci Ramadan nanti, masyarakat sudah tidak ada lagi yang melakukan pelanggaran-pelanggaran dan sudah patuh terhadap aturan yang berlaku, khususnya di jalan raya,” tambahnya.

Adapun sasaran utama operasi ini meliputi endaraan roda dua, roda empat, serta kendaraan over dimensi dan over loading (ODOL).

Eko menegaskan bahwa Operasi Keselamatan Semeru merupakan bagian dari upaya kepolisian dalam membangun budaya tertib berlalu lintas di tengah masyarakat.

“Keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama dalam pelaksanaan tugas. Oleh karena itu, keselamatan berlalu lintas harus dijadikan sebagai kebutuhan pokok,” tegasnya.

Ia juga menyampaikan harapannya agar melalui operasi ini, masyarakat dapat beraktivitas dengan aman tanpa menjadi korban kecelakaan lalu lintas.

“Setiap kecelakaan pasti didahului oleh pelanggaran. Pelanggaran itu biasanya disebabkan oleh ketidaksiapan kendaraan atau kelengkapan yang tidak sesuai,” jelasnya.

Terkait penindakan hukum, Eko menegaskan bahwa langkah tersebut merupakan upaya terakhir.

“Penindakan hanya 20 persen. Kami lakukan bertahap, mulai dari edukasi, kemudian teguran, baik lisan maupun tertulis, baru penindakan hukum,” ujarnya.

Ia mencontohkan pelanggaran kasat mata seperti pengendara yang membawa helm namun diletakkan di jok, spion dilepas dan dimasukkan ke jok, atau pelat nomor yang hampir terlepas.

“Kami ingatkan, kami bantu pasangkan kembali. Kami buatkan surat teguran. Penindakan tidak serta-merta dilakukan,” pungkasnya.


Cegah Curanmor, Polsek Wonocolo Sediakan 100 Alarm Kendaraan Gratis untuk Warga


Surabaya, (Onenewsjatim)
– Upaya preventif untuk menekan angka pencurian kendaraan bermotor terus dilakukan jajaran Polrestabes Surabaya Polda Jawa Timur.

Kali ini, Polsek Wonocolo yang juga merupakan jajaran Polrestabes Surabaya menghadirkan layanan pemasangan alarm kendaraan bermotor secara gratis bagi masyarakat. 

Program ini disambut hangat warga yang sejak pagi mendatangi halaman Mapolsek Wonocolo, Jalan Margorejo Indah XIX Nomor 1 Surabaya, yang dimulai hari Senin (2/2/26).

Kegiatan tersebut menjadi wujud nyata komitmen Polri dalam hal ini Polrestabes Surabaya bersama Polsek jajarannya untuk memberikan rasa aman sekaligus pelayanan langsung yang menyentuh kebutuhan masyarakat sehari-hari.

Kapolsek Wonocolo Surabaya, Kompol Haryoko Widhi, S.H., M.H., menjelaskan bahwa kegiatan pemasangan alarm kendaraan gratis ini dilaksanakan sebagai tindak lanjut dari arahan Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Luthfi Sulistiawan. 

"Program tersebut difokuskan pada langkah pencegahan dini terhadap maraknya kasus pencurian kendaraan bermotor di wilayah hukum Polsek Wonocolo," tutur Kompol Haryoko, pada Senin (02/02/2026).

Kapolsek Wonocolo menyebut “sedia payung sebelum hujan" menjadi landasan utama kegiatan ini. 

"Dengan memasang alarm pada kendaraan, masyarakat diharapkan memiliki perlindungan tambahan sehingga potensi terjadinya tindak kejahatan dapat diminimalkan sejak awal," ungkap Kompol Haryoko.

Mantan Kasi Humas Polrestabes Surabaya tersebut juga menyampaikan, dalam kegiatan ini, Polsek Wonocolo menyiapkan sebanyak 100 unit alarm yang dipasang langsung oleh petugas kepada kendaraan milik warga.

Selain memberikan layanan gratis, Polsek Wonocolo juga menghadirkan suasana keakraban sebagai bentuk apresiasi kepada masyarakat. 

Kompol Haryoko Widhi mengatakan bahwa sepuluh warga pertama yang mendaftar dan memasang alarm mendapatkan sajian buah durian secara gratis.

Langkah ini, menurutnya, bukan sekadar bentuk hiburan, tetapi juga sarana mempererat hubungan emosional antara Polri dengan masyarakat. 

Dengan pendekatan yang humanis dan penuh keakraban, diharapkan kepercayaan publik terhadap Polri semakin kuat, sekaligus menumbuhkan kesadaran bersama untuk menjaga keamanan lingkungan.

Antusiasme warga terlihat dari jumlah pendaftar yang terus berdatangan, mencerminkan tingginya kepedulian masyarakat terhadap keamanan kendaraan mereka.

Hingga siang hari, kegiatan pemasangan alarm kendaraan gratis di halaman Polsek Wonocolo masih berlangsung. (*)

22/01/2026

Isra Mi’raj 1447 H, Polda Jatim Tekankan Penguatan Iman dan Kepedulian Sosial


Surabaya, (Onenewsjatim)
– Polda Jawa Timur menggelar peringatan Isra Mi'raj Nabi Besar Muhammad SAW 1447 Hijriah/2026 M di masjid Polda Jatim, Kamis (22/1/2026).

Dalam peringatan kali ini, Polda Jatim mengambil tema “Isra Mi'raj Nabi Besar Muhammad SAW Memperteguh Keimanan dan Ketakwaan Personel Polri untuk Masyarakat dalam Aksi Kemanusiaan dan Kepedulian Sosial.”

Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Drs. Nanang Avianto, M.Si dalam sambutannya yang diwakilkan Karo SDM Kombes Pol Sih Harno, S.H, M.H mengatakan, peringatan Isra' Mi'raj menjadi momentum penting untuk memperkuat keimanan, ketakwaan, serta pembinaan mental dan spiritual anggota Polri dalam menjalankan tugas.

“Isra' Mi'raj bukan sekadar peristiwa sejarah, namun sarat nilai dan hikmah yang harus kita implementasikan dalam kehidupan sehari-hari, baik sebagai insan Bhayangkara maupun sebagai anggota masyarakat,” ujar Kombes Sih Harno.

Kombes Sih Harno mengatakan semangat Isra Mi'raj tetap relevan dalam mendukung transformasi Polri menuju Polri yang Presisi. 

Menurutnya, nilai-nilai spiritual yang terkandung di dalamnya diharapkan mampu membentuk karakter personel Polri yang berintegritas, humanis, dan berorientasi pada pelayanan masyarakat.

“Kegiatan keagamaan seperti ini bertujuan untuk mempertebal iman dan takwa sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia Polri agar mampu memberikan pengabdian terbaik bagi masyarakat, bangsa, dan negara,” tegas Kombes Sih Harno.

Ia juga mengajak seluruh personel Polda Jatim menjadikan peringatan Isra Miraj sebagai sarana introspeksi diri serta memperkuat kepedulian sosial dan aksi kemanusiaan dalam pelaksanaan tugas kepolisian.

Peringatan Isra Miraj tersebut diisi dengan tausiah oleh Ir. K.H. Misbahul Huda, MBA, Pengasuh Yayasan Mambaul Huda Surabaya, yang mengulas hikmah perjalanan spiritual Nabi Muhammad SAW serta relevansinya dalam kehidupan dan pengabdian aparat negara. (*)

© Copyright 2024 Onenewsjatim | All Right Reserved