-->

16/09/2026

Polres Gresik Sita 10,8 Kg Ganja yang Disembunyikan di Vespa, Hendak Dikirim ke Sulawesi Tengah


Gresik, (Onenewsjatim)–
Satresnarkoba Polres Gresik, Polda Jawa Timur, menggagalkan pengiriman narkotika jenis ganja seberat 10,858 kilogram yang disembunyikan di dalam komponen sepeda motor Piaggio Vespa.

Ganja tersebut ditemukan di sebuah gudang ekspedisi di Jalan Raya Banjarsari, Kecamatan Cerme, Kabupaten Gresik.

Wakapolres Gresik Kompol Rizki Santoso mengatakan, pengungkapan kasus tersebut bermula dari laporan karyawan ekspedisi yang mencurigai sebuah paket sepeda motor.

Laporan itu disampaikan melalui layanan Call Center 110 pada Rabu (9/9/2026).

"Berawal dari kecurigaan karyawan terhadap paket motor yang akan dikirim, lalu dilaporkan melalui Call Center 110 yang segera kami tindaklanjuti," kata Rizki saat memberikan keterangan, Rabu (16/9/2026).

Menindaklanjuti laporan tersebut, polisi melakukan pemeriksaan terhadap sepeda motor yang akan dikirim melalui jasa ekspedisi.

Saat dibongkar, petugas menemukan puluhan kantong plastik berisi batang, daun, dan biji tanaman kering yang diduga merupakan ganja.

Total terdapat 30 kantong plastik dengan berat bruto sekitar 10,858 kilogram.

"Barang bukti tersebut kini kami amankan, yaitu sebanyak 30 kantong plastik berisi tanaman kering diduga ganja dengan berat total bruto sekitar 10,858 kilogram," ujar Rizki.

Selain ganja, polisi juga mengamankan satu unit Piaggio Vespa warna cokelat tanpa nomor polisi.

Kasatresnarkoba Polres Gresik AKP Ahmad Yani menjelaskan, pelaku menggunakan sepeda motor tersebut untuk menyamarkan narkotika agar tidak mudah diketahui saat dikirim melalui ekspedisi.

Ganja disembunyikan di dalam tangki bahan bakar minyak (BBM) dan bagasi bagian depan Vespa.

Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, sepeda motor yang berisi ganja tersebut rencananya dikirim ke Provinsi Sulawesi Tengah.

Polisi telah mengantongi identitas orang yang diduga sebagai pengirim. Saat ini, yang bersangkutan telah masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).

Penyidik Satresnarkoba Polres Gresik masih melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi dan melengkapi proses penyidikan.

Sementara itu, barang bukti tanaman kering tersebut dikirim ke Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Jawa Timur untuk memastikan kandungan narkotikanya.

"Barang bukti tanaman kering kami kirim ke Laboratorium Forensik Polda Jawa Timur guna memastikan kandungannya," kata Ahmad Yani.

Apabila hasil pemeriksaan laboratorium memastikan barang tersebut merupakan ganja, penyidik akan menerapkan pasal sesuai ketentuan Undang-Undang Narkotika.

Pelaku terancam dijerat Pasal 114 ayat (2) dan Pasal 111 ayat (2) UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika juncto UU Nomor 1 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Pidana.

Dengan jumlah barang bukti yang mencapai lebih dari 1 kilogram, pelaku dapat terancam pidana berat sebagaimana ketentuan yang berlaku.

Polres Gresik mengimbau masyarakat, khususnya pelaku usaha jasa ekspedisi dan logistik, meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan penyalahgunaan layanan pengiriman untuk mengedarkan narkotika.

Polisi juga mengingatkan agar setiap paket yang dinilai mencurigakan segera dilaporkan kepada aparat kepolisian melalui layanan yang tersedia.

Dugaan Korupsi PPKT Senduro Lumajang, Jaksa Periksa 94 Penerima Manfaat


Lumajang, (Onenewsjatim)
- Kejaksaan Negeri (Kejari) Lumajang masih melakukan penyidikan kasus dugaan korupsi Program Pengentasan Pemukiman Kumuh Terpadu (PPKT) di Desa/Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur.

Program tersebut bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) pada Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP) Kabupaten Lumajang tahun anggaran 2025.

Dalam proses penyidikan, jaksa telah memeriksa hampir 100 orang saksi. Sebagian besar saksi merupakan masyarakat yang tercatat sebagai penerima manfaat program tersebut.

Kasi Intel Kejari Lumajang Lukman Akbar Bastiar mengatakan, sedikitnya 94 penerima manfaat telah dimintai keterangan oleh penyidik.

"Penerima manfaat saja ada 94, kurang lebih hampir 100 orang saksi," kata Lukman kepada wartawan, Rabu (16/9/2026).

Lukman menjelaskan, pemeriksaan terhadap banyak penerima manfaat dilakukan karena penyidik mendalami dugaan penyalahgunaan dalam pelaksanaan program.

Menurutnya, PPKT tersebut dilaksanakan dengan skema swakelola yang seharusnya melibatkan masyarakat sebagai pelaksana. Namun, berdasarkan hasil penyidikan sementara, pekerjaan diduga tidak sepenuhnya dikerjakan oleh masyarakat penerima manfaat.

"Itu kan swakelola yang diberikan negara kepada masyarakat langsung. Namun swakelola ini dikelola bukan masyarakat langsung. Ada pihak-pihak yang terlibat dan nanti akan kami umumkan saat jumpa pers," ujarnya.

Penyidik juga menemukan dugaan ketidaksesuaian antara Rencana Anggaran Biaya (RAB) dengan apa yang diterima masyarakat penerima manfaat.

"RAB yang ada tidak sesuai dengan apa yang diterima oleh masyarakat. Intinya ada di situ. Jadi apa yang seharusnya diterima ternyata tidak sepenuhnya diterima oleh masyarakat," jelasnya.

Kondisi tersebut menjadi salah satu fokus penyidikan karena diduga terdapat penyalahgunaan dana yang bersumber dari negara.

"Modusnya, dugaannya memang ada penyalahgunaan dana yang diberikan oleh negara kepada masyarakat langsung. Namun swakelola ini ternyata dikelola bukan oleh masyarakat langsung," ungkap Lukman.

Terkait kerugian negara, Kejari Lumajang telah menerima hasil perhitungan kerugian keuangan negara dari Inspektorat Pemerintah Kabupaten Lumajang.

Lukman mengatakan hasil perhitungan tersebut selanjutnya akan menjadi bagian dari proses penyidikan sebelum penetapan tersangka.

"Tim penyidik akan melakukan ekspose internal, selanjutnya kami akan ekspose di Kejaksaan Tinggi. Setelah hasil ekspose Kejaksaan Tinggi keluar, baru kami akan lakukan penetapan tersangka," pungkasnya.

Satlantas Polres Lumajang Gelar Bakti Kesehatan untuk Driver Ojol


Lumajang, (Onenewsjatim)–
Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Lumajang menggelar bakti kesehatan bagi para pengemudi ojek online (ojol) di Klinik Dokkes Polres Lumajang, Rabu (16/9/2026).

Kegiatan tersebut digelar dalam rangka memperingati Hari Lalu Lintas Bhayangkara ke-71 tahun 2026. Selain memberikan pelayanan kesehatan, kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya kepolisian membangun komunikasi dan kemitraan dengan komunitas pengemudi ojol.

Kegiatan dipimpin langsung Kasat Lantas Polres Lumajang AKP Bayu Pratama Sudirno. Para pengemudi ojol mendapatkan fasilitas pemeriksaan kesehatan secara gratis.

Pemeriksaan kesehatan tersebut ditujukan untuk memastikan kondisi fisik para pengemudi tetap prima saat menjalankan aktivitas dan melayani masyarakat di jalan raya.

AKP Bayu mengatakan, kesehatan pengemudi menjadi salah satu hal penting yang perlu diperhatikan karena mereka memiliki mobilitas tinggi dan menghabiskan banyak waktu di jalan.

“Kami ingin memastikan para driver ojol dalam kondisi sehat dan prima ketika beraktivitas di jalan. Kegiatan ini juga sebagai bentuk kepedulian kami terhadap para pengemudi yang setiap hari membantu memberikan pelayanan kepada masyarakat,” kata Bayu.

Menurut dia, kondisi fisik pengemudi dapat berpengaruh terhadap keselamatan selama berkendara. Karena itu, pemeriksaan kesehatan diharapkan dapat membantu pengemudi mengetahui kondisi tubuhnya sekaligus meningkatkan kesadaran untuk menjaga kesehatan.

Selain pemeriksaan kesehatan, para driver ojol juga mendapatkan edukasi mengenai keselamatan berlalu lintas. Edukasi tersebut mencakup pentingnya menjaga kondisi tubuh, berkendara dengan tertib serta mengutamakan keselamatan selama berada di jalan.

“Keselamatan berlalu lintas bukan hanya tanggung jawab polisi, tetapi menjadi tanggung jawab bersama. Kami berharap para driver ojol dapat menjadi contoh dalam tertib berlalu lintas dan selalu mengutamakan keselamatan,” ujar Bayu.

Ia menambahkan, kegiatan tersebut juga menjadi sarana untuk mempererat hubungan antara Polri dan komunitas ojek online.

Komunitas ojol dinilai memiliki peran penting karena aktivitas mereka bersentuhan langsung dengan masyarakat dan kondisi lalu lintas setiap hari.

“Melalui kegiatan seperti ini, kami ingin membangun hubungan kemitraan yang semakin harmonis dan humanis antara Polri dengan komunitas ojol,” katanya.

Bayu berharap kegiatan bakti kesehatan tersebut dapat memberikan manfaat bagi para pengemudi ojol sekaligus meningkatkan kesadaran mengenai pentingnya kesehatan dan keselamatan berkendara.

Kegiatan bakti kesehatan dalam rangka Hari Lalu Lintas Bhayangkara ke-71 tersebut berlangsung aman, tertib dan lancar. Para driver ojol juga terlihat antusias mengikuti rangkaian kegiatan yang digelar Satlantas Polres Lumajang.

Momentum Hari Lalu Lintas Bhayangkara tahun ini pun dimanfaatkan Satlantas Polres Lumajang untuk terus memperkuat pelayanan kepada masyarakat, termasuk kelompok pekerja yang memiliki aktivitas tinggi di jalan raya.

Kenang Jasa Pahlawan, Satlantas Polres Lumajang Ziarah ke TMP Kusuma Bangsa



Lumajang, (Onenewsjatim)
– Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Lumajang melaksanakan ziarah makam pahlawan di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kusuma Bangsa, Jalan Ahmad Yani, Kelurahan Kepuharjo, Kecamatan Lumajang, Rabu (16/9/2026) sore.

Kegiatan bertajuk Polantas Ziarah tersebut digelar dalam rangka memperingati Hari Lalu Lintas Bhayangkara ke-71. Ziarah menjadi salah satu rangkaian kegiatan untuk mengenang jasa para pahlawan sekaligus menumbuhkan semangat pengabdian bagi anggota kepolisian.

Kegiatan diawali dengan penghormatan kepada arwah para pahlawan. Selanjutnya, peserta ziarah melaksanakan upacara dan doa bersama sebagai bentuk penghormatan kepada para pahlawan yang telah gugur dalam perjuangan.

Kasat Lantas Polres Lumajang AKP Bayu Pratama Sudirno mengatakan, kegiatan ziarah tidak hanya menjadi agenda seremonial dalam rangka memperingati Hari Lalu Lintas Bhayangkara.

Menurut dia, momentum tersebut menjadi pengingat bagi seluruh personel Satlantas untuk meneruskan semangat perjuangan para pahlawan melalui pelaksanaan tugas dan pelayanan kepada masyarakat.

“Ziarah ini menjadi momentum untuk mengenang dan menghormati jasa para pahlawan. Semangat pengabdian mereka menjadi teladan bagi kami dalam menjalankan tugas sebagai anggota Polri,” kata Bayu.

Ia menambahkan, peringatan Hari Lalu Lintas Bhayangkara ke-71 juga menjadi momentum untuk memperkuat komitmen personel dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, khususnya di bidang lalu lintas.

“Semangat Hari Lalu Lintas Bhayangkara ke-71 kami jadikan motivasi untuk terus meningkatkan pelayanan, menjaga keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran lalu lintas di wilayah Kabupaten Lumajang,” ujarnya.

Bayu berharap, semangat penghormatan kepada para pahlawan tidak berhenti dalam kegiatan ziarah. Nilai-nilai perjuangan tersebut diharapkan dapat diwujudkan melalui kerja nyata dan pengabdian kepada masyarakat.

“Harapannya seluruh personel semakin meningkatkan dedikasi dan profesionalisme dalam melaksanakan tugas, sehingga keberadaan Polantas benar-benar dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” pungkasnya.

Kegiatan ziarah berlangsung dengan khidmat dan diikuti personel Satlantas Polres Lumajang. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Lalu Lintas Bhayangkara ke-71 di Kabupaten Lumajang.

15/09/2026

Jembatan Perintis Garuda Penghubung Dua Wilayah Dipantau Babinsa Kebonagung


Lumajang, (Onenewsjatim)-
Dalam upaya memastikan keberadaan sarana penghubung antarwilayah tetap terpantau dan dapat dimanfaatkan masyarakat, Babinsa Kebonagung Koramil 0821-02/Sukodono Sertu Hery Wahyudi melaksanakan pemantauan kondisi Jembatan Perintis Garuda yang menghubungkan Dusun Sitiinggil, Desa Kebonagung dengan Dusun Plosorejo, Desa Dawuhan Lor, Kecamatan Sukodono, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Selasa (15/9/2026).

Kegiatan pemantauan tersebut dilakukan sebagai bagian dari kepedulian Babinsa terhadap kondisi fasilitas umum yang memiliki peran penting dalam mendukung aktivitas masyarakat.

Jembatan Perintis Garuda menjadi salah satu akses penghubung yang memudahkan mobilitas warga dari kedua wilayah dalam menjalankan berbagai kegiatan sehari-hari.

Dalam pelaksanaannya, Sertu Hery Wahyudi meyampaikan bahwa dengan melakukan pemantauan secara langsung terhadap kondisi jembatan serta lingkungan di sekitarnya. Langkah tersebut sekaligus menjadi upaya untuk mengetahui kondisi sarana penghubung tersebut secara berkala, sehingga apabila ditemukan hal-hal yang perlu mendapatkan perhatian, dapat segera dikoordinasikan dengan pihak terkait.

“Pemantauan ini merupakan bagian dari upaya kami untuk mengetahui kondisi jembatan secara langsung. Keberadaan Jembatan Perintis Garuda sangat membantu mobilitas masyarakat, sehingga kondisinya perlu terus diperhatikan agar tetap dapat menunjang aktivitas warga,” ujarnya.

Lebih lanjut, pemantauan fasilitas umum tersebut juga menjadi bagian dari tugas kewilayahan Babinsa dalam membangun komunikasi dan kepedulian terhadap berbagai sarana yang digunakan masyarakat. Dengan pemantauan secara berkala, kondisi fasilitas dapat diketahui lebih dini dan menjadi bahan koordinasi apabila diperlukan penanganan lebih lanjut.

Keberadaan Jembatan Perintis Garuda diharapkan terus memberikan manfaat dalam memperlancar akses masyarakat antara Dusun Sitiinggil Desa Kebonagung dan Dusun Plosorejo Desa Dawuhan Lor, sekaligus mendukung kelancaran aktivitas sosial maupun ekonomi warga di kedua wilayah. (Pendim0821)

Babinsa Tekung Dampingi Petani Kecipir, Dorong Potensi Lokal Jadi Penggerak Ekonomi


Lumajang, (Onenewsjatim)-
Upaya mendukung peningkatan perekonomian masyarakat terus dilakukan Babinsa Klampokarum Koramil 0821-15/Tekung melalui kegiatan komunikasi sosial (Komsos) bersama warga petani. Kegiatan tersebut menjadi sarana untuk mengetahui secara langsung kondisi usaha pertanian sekaligus mendorong pemanfaatan potensi lokal sebagai sumber pendapatan keluarga.

Komsos dilaksanakan Babinsa Klampokarum Koramil 0821-15/Tekung Serka Wawan Efendi bersama petani sayur kecipir, Ibu Sunarya, di Dusun Darungan RT 008 RW 002, Desa Klampokarum, Kecamatan Tekung, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Selasa (15/9/2026).

Dalam kegiatan tersebut, Serka Wawan Efendi berdialog secara langsung dengan Ibu Sunarya mengenai aktivitas budidaya sayur kecipir yang dijalankan sebagai salah satu usaha pertanian warga. Komunikasi tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya Babinsa dalam memberikan dorongan kepada masyarakat agar potensi pertanian di wilayah dapat terus dikembangkan.

Dalam kesempatan itu, Serka Wawan Efendi menyampaikan bahwa tanaman sayur kecipir memiliki peluang untuk dikembangkan tidak hanya sebagai hasil pertanian, tetapi juga sebagai bagian dari kegiatan usaha masyarakat yang dapat mendukung perekonomian keluarga.

“Melalui Komsos ini, kami ingin terus mendorong warga agar mengembangkan potensi pertanian yang dimiliki. Sayur kecipir dapat menjadi salah satu komoditas yang memberikan nilai ekonomi apabila dikelola dan dipasarkan dengan baik,” ujar dia.

Menurutnya, pendampingan melalui komunikasi secara langsung dengan petani juga penting untuk membangun kedekatan sekaligus mengetahui berbagai kendala yang dihadapi warga dalam menjalankan usaha pertaniannya.

Ia berharap, kegiatan pertanian yang dilakukan warga dapat berkembang secara berkelanjutan sehingga mampu memberikan kontribusi terhadap pendapatan ekonomi keluarga. Selain itu, potensi hasil pertanian lokal di Desa Klampokarum diharapkan dapat menjadi bagian dari penguatan UMKM di wilayah.

Melalui Komsos tersebut, sinergi Babinsa dengan warga petani diharapkan mampu memperkuat pemanfaatan potensi pertanian lokal, sekaligus membuka peluang pengembangan usaha masyarakat dan meningkatkan kontribusi sektor pertanian terhadap ekonomi keluarga. (Pendim0821)

14/09/2026

Tumpukan Limbah Kayu Terbakar di Lumajang, Rumah Warga Hanya Berjarak 100 Meter


Lumajang, (Onenewsjatim)
– Kebakaran melanda lahan penampungan limbah kayu seluas sekitar 1 hektare di Desa Dawuhan Lor, Kecamatan Sukodono, Kabupaten Lumajang, Senin (7/9/2026).

Api membakar tumpukan limbah kayu yang berada di lokasi penampungan. Banyaknya material mudah terbakar membuat kobaran api sulit dipadamkan.

Dari pantauan di lokasi, asap tebal terlihat membubung dari area penampungan. Kobaran api juga beberapa kali membesar saat tertiup angin.

Lokasi kebakaran berada cukup dekat dengan permukiman warga. Jarak titik api dengan rumah penduduk diperkirakan hanya sekitar 100 meter.

Petugas pemadam kebakaran kemudian berupaya melakukan pembasahan sekaligus melokalisir kobaran api. Langkah tersebut dilakukan untuk mencegah api merembet ke lahan pertanian dan permukiman warga.

Kabid Damkar Lumajang Mohammad Asro mengatakan, kondisi kebakaran sudah cukup besar ketika petugas tiba di lokasi.

"Melihat posisi seperti ini, kebakarannya sudah terlalu besar," kata Asro saat ditemui di lokasi kebakaran.

Menurut dia, prioritas petugas saat ini bukan hanya memadamkan api, tetapi juga mencegah kobaran api meluas ke area di sekitarnya.

"Kami mengantisipasi agar tidak merambat meluas kepada permukiman dan tidak merambat ke lahan pertanian yang lain," ujarnya.

Damkar Lumajang mengerahkan dua armada untuk menangani kebakaran tersebut. Namun, proses pemadaman menghadapi sejumlah kendala.

Salah satunya adalah tumpukan limbah kayu yang cukup tebal. Material tersebut membuat api mudah kembali menyala meski telah dilakukan pembasahan.

"Namun demikian, sampah ini sudah terlalu tebal, limbah kayunya. Kami Damkar Lumajang mengerahkan dua armada. Tapi kesulitannya mungkin karena sudah terlalu luas penyebarannya. Terus ditambah angin," kata Asro.

Kondisi di lapangan juga diperparah dengan hembusan angin yang cukup kencang. Asap tebal membuat petugas kesulitan mendekati titik api secara langsung.

Karena itu, dua armada pemadam yang dikerahkan lebih banyak digunakan untuk melakukan pembasahan pada area sekitar lokasi kebakaran.

Salah satu area yang menjadi perhatian petugas adalah lahan tebu milik warga yang berada tepat di samping penampungan limbah kayu.

Pembasahan dilakukan untuk membuat area tersebut tetap basah sehingga api tidak mudah merambat apabila kobaran api terdorong angin.

Petugas juga melakukan penyekatan dan pelokalisiran api. Upaya ini menjadi langkah penting mengingat jarak lokasi kebakaran dengan permukiman warga hanya sekitar 100 meter.

Selain permukiman, terdapat pula lahan pertanian warga yang berada di sekitar lokasi penampungan.

Petugas masih disiagakan di lokasi untuk memantau perkembangan titik api dan memastikan kobaran tidak meluas.

Sementara itu, akses jalan yang menghubungkan Desa Dawuhan Lor, Kecamatan Sukodono, menuju Desa Bodang, Kecamatan Padang, juga ditutup sementara.

Hingga saat ini, penyebab pasti kebakaran masih belum diketahui. Petugas masih melakukan penanganan di lokasi.

© Copyright 2024 Onenewsjatim | All Right Reserved