-->

01/10/2026

Upacara Hari Kesaktian Pancasila di Lumajang, Semangat Persatuan Jadi Pesan Utama


Lumajang, (Onenewsjatim)
-Semangat persatuan dan kebangsaan menjadi pesan utama dalam Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila Tahun 2026 yang digelar di Alun-Alun Kota Lumajang. Kegiatan tersebut dihadiri Komandan Kodim 0821/Lumajang Letkol Arh Anton Subhandi, S.A.P., M.I.P., bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Lumajang.Kamis(1/10/2026)

Peringatan Hari Kesaktian Pancasila tahun ini mengusung tema “Pancasila Pemersatu Bangsa Menuju Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur”. Tema tersebut menjadi pengingat bahwa Pancasila memiliki peran penting sebagai dasar negara sekaligus pemersatu bangsa di tengah keberagaman masyarakat Indonesia.

Kehadiran unsur Forkopimda dalam upacara tersebut mencerminkan kuatnya sinergi antarkomponen pemerintahan dan masyarakat dalam menjaga persatuan, stabilitas serta nilai-nilai kebangsaan di wilayah Kabupaten Lumajang. 

Momentum peringatan ini juga menjadi ruang untuk memperkuat komitmen bersama dalam mengamalkan Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

Bagi TNI, nilai-nilai Pancasila menjadi bagian penting dalam pelaksanaan tugas menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Melalui kedekatan dengan masyarakat, semangat gotong royong dan penguatan komunikasi sosial, Kodim 0821/Lumajang terus berupaya berkontribusi dalam menciptakan kehidupan masyarakat yang harmonis dan kondusif.

Peringatan Hari Kesaktian Pancasila diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi menjadi momentum untuk menghidupkan kembali nilai persatuan, toleransi, gotong royong dan kepedulian sosial dalam kehidupan sehari-hari. Dengan semangat tersebut, seluruh elemen bangsa dapat bergerak bersama mewujudkan Indonesia yang berdaulat, adil dan makmur.(Pendim 0821)

Nenek 79 Tahun Hilang di Yosowilangun Lumajang, Warga Temukan Sandal dan Kerudung di Pinggir Sungai


Lumajang, (Onenewsjatim)
– Tim gabungan kembali melakukan pencarian terhadap Asni (79), warga Dusun Kebonsari, Desa Yosowilangun Kidul, Kecamatan Yosowilangun, Kabupaten Lumajang, yang diduga tenggelam di Sungai Bondoyudo.

Asni dilaporkan hilang sejak Rabu (30/9/2026). Hingga Kamis (1/10/2026), keberadaan nenek tersebut masih belum diketahui.

Kepala Pelaksana BPBD Lumajang Isnugroho mengatakan, laporan mengenai hilangnya Asni diterima Pusdalops BPBD Lumajang sekitar pukul 16.00 WIB.

Laporan tersebut disampaikan setelah pemerintah desa meminta bantuan untuk melakukan pencarian terhadap korban.

"Sebelumnya korban diketahui meninggalkan rumah sekitar pukul 07.30 WIB. Saat itu keluarga dan warga sekitar tidak mengetahui tujuan korban," kata Isnugroho, Kamis (1/10/2026).

Menurut Isnugroho, sekitar pukul 10.00 WIB, seorang warga sempat melihat Asni berada di sekitar area makam yang lokasinya berada di sebelah barat Sungai Bondoyudo.

Namun, sekitar pukul 15.30 WIB, warga bernama Haris menemukan sejumlah barang di tepi sungai. Barang tersebut berupa sandal, kerudung dan sarung yang diduga milik Asni.

Temuan itu kemudian memicu pencarian oleh warga di sekitar lokasi. Namun, Asni tidak ditemukan sehingga informasi tersebut diteruskan kepada pemerintah desa dan Babinsa.

"Setelah menerima informasi tersebut, warga melakukan pencarian dengan menyusuri tepian Sungai Bondoyudo," ujarnya.

Tim awal BPBD Lumajang kemudian tiba di lokasi sekitar pukul 16.10 WIB untuk melakukan asesmen. Selanjutnya, sekitar pukul 16.40 WIB, personel BPBD bersama anggota Polsek Yosowilangun tiba dan melanjutkan asesmen serta pencarian awal.

Memasuki hari kedua, Kamis (1/10/2026), pencarian kembali dilakukan oleh tim gabungan dengan menyisir aliran Sungai Bondoyudo.

Operasi pencarian melibatkan BPBD Lumajang, Babinsa Koramil 0821/11 Yosowilangun, Polsek Yosowilangun, Pemerintah Desa Yosowilangun Kidul, Bankom 737 Yosowilangun dan warga setempat.

"Hingga saat ini Asni masih belum ditemukan. Tim gabungan terus melakukan penyisiran di sepanjang aliran Sungai Bondoyudo," jelas Isnugroho.

BPBD Lumajang mengimbau masyarakat yang tinggal atau beraktivitas di sekitar sungai agar meningkatkan kewaspadaan selama proses pencarian berlangsung.

Warga yang mengetahui informasi mengenai keberadaan Asni juga diminta segera menyampaikannya kepada petugas agar dapat membantu proses pencarian.

"Masyarakat juga diminta segera melaporkan informasi yang berkaitan dengan keberadaan Asni kepada petugas," pungkasnya. (Mam) 

30/09/2026

Polda Jatim Ungkap 1.870 Kasus Narkoba, 2.382 Tersangka Diamankan


Surabaya, (Onenewsjatim)–
Polda Jawa Timur (Jatim) bersama Polres jajaran mengungkap 1.870 kasus tindak pidana narkoba selama Juli-September 2026. Sebanyak 2.382 orang ditetapkan sebagai tersangka dalam pengungkapan tersebut.

Pengungkapan itu dilakukan selama periode Triwulan III 2026. Polisi menyita berbagai jenis narkotika, termasuk lebih dari 86 kilogram sabu dan puluhan ribu butir ekstasi.

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Jules Abraham Abast mengatakan pengungkapan kasus tersebut menjadi bagian dari upaya pemberantasan peredaran gelap narkoba di Jawa Timur.

"Ditresnarkoba Polda Jatim bersama Polres jajaran terus berkomitmen melakukan pemberantasan peredaran gelap narkoba, baik melalui upaya pencegahan maupun penegakan hukum," kata Abast dalam konferensi pers, Rabu (30/9/2026).

Barang Bukti Narkoba

Direktur Reserse Narkoba Polda Jatim Kombes Pol Muhammad Kurniawan merinci barang bukti yang diamankan dari 1.870 kasus tersebut.

Polisi menyita 86.544,25 gram sabu, 1.014,06 gram ganja kering, dan 148 batang tanaman ganja.

Selain itu, ada 27.571 butir ekstasi, 118,28 gram serbuk ekstasi, 2.592 cartridge etomidate, 406,28 gram ketamine, serta 1.079.746 butir obat keras.

"Berdasarkan perhitungan terhadap barang bukti yang berhasil diamankan, pengungkapan tersebut diperkirakan telah mencegah sekitar 1,45 juta jiwa dari potensi penyalahgunaan narkotika," ujar Kurniawan.

Kurniawan mengatakan penanganan terhadap penyalahguna narkotika dilakukan melalui asesmen sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

Sedangkan terhadap jaringan dan pengedar, polisi melakukan proses penegakan hukum.

7 Kasus Menonjol

Selain ribuan kasus tersebut, Ditresnarkoba Polda Jatim mengungkap tujuh kasus menonjol selama Triwulan III 2026.

Dari tujuh kasus itu, polisi mengamankan 11 tersangka. Barang bukti yang disita terdiri dari 64 kilogram sabu, 10.694 butir ekstasi, 148 batang tanaman ganja, 2.393 cartridge etomidate, 6,16 gram ketamine, dan 3.900 butir Happy Five.

Salah satu kasus melibatkan tiga tersangka berinisial FS, DA, dan JA. Ketiganya ditangkap di dua lokasi berbeda di Surabaya.

Polisi menyita 44,662 kilogram sabu dari pengungkapan tersebut.

Hasil penyidikan sementara menunjukkan FS diduga berperan sebagai pemilik sekaligus pengendali peredaran sabu. Sedangkan JA dan DA diduga berperan menyiapkan dan mencatat transaksi ekstasi serta etomidate.

Penyidik masih mengembangkan kasus tersebut. Polisi juga memburu pihak lain yang diduga terlibat dan telah masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).

Temukan Greenhouse Ganja di Malang

Kasus menonjol lainnya diungkap di Kabupaten Malang.

Polisi menangkap tersangka berinisial RI. Dari lokasi tersebut, petugas menemukan sebuah greenhouse yang diduga digunakan untuk membudidayakan tanaman ganja.

Sebanyak 148 batang tanaman ganja ditemukan di greenhouse tersebut.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, RI mengaku mendapatkan bibit ganja dari seseorang berinisial SL.

SL kini berstatus DPO dan masih diburu polisi.

1.932 Cartridge Vape Mengandung Etomidate

Polisi juga mengungkap peredaran cairan mengandung etomidate yang digunakan dalam liquid rokok elektrik.

Dalam kasus ini, tersangka IA ditangkap di sekitar Stasiun Pasar Turi, Surabaya.

Dari tangan IA, polisi mengamankan 1.932 cartridge vape yang berisi cairan mengandung etomidate dengan total 842,5 mililiter.

Kurniawan mengatakan modus tersebut menjadi perhatian kepolisian.

"Modus yang kami temukan adalah penggunaan cairan yang mengandung etomidate dalam liquid rokok elektrik. Temuan ini menjadi perhatian kami dan perlu diwaspadai masyarakat," katanya.

Menurut Kurniawan, pemberantasan narkoba dilakukan melalui tiga pendekatan, yakni preemtif, preventif, dan represif.

Langkah preemtif dilakukan melalui sosialisasi dan edukasi. Upaya preventif dilakukan dengan berbagai kegiatan pencegahan, sedangkan langkah represif ditempuh melalui penegakan hukum terhadap jaringan peredaran gelap narkoba.(red) 

Polres Malang Gagalkan Peredaran 1,1 Kg Sabu dan Ribuan Ekstasi Asal Jakarta


Malang, (Onenewsjatim)
– Polres Malang Polda Jawa Timur menggagalkan peredaran narkotika dalam jumlah besar yang diduga dibawa dari Jakarta menuju Kabupaten Malang.

Dalam pengungkapan tersebut, polisi menangkap seorang pria berinisial RM (30) di wilayah Dengkol, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang.

Dari tangan RM, polisi menyita tiga paket sabu dengan berat total 1.159,49 gram atau sekitar 1,1 kilogram. Selain itu, petugas mengamankan 2.122 butir ekstasi dan 168 cartridge vape berisi cairan yang diduga mengandung narkotika jenis etomidate.

Kapolres Malang AKBP Rulian Syauri mengatakan, RM diduga berperan sebagai kurir dalam jaringan peredaran narkotika lintas provinsi.

Menurutnya, tersangka diduga mengambil langsung paket narkotika tersebut dari Jakarta untuk kemudian dibawa ke wilayah Malang Raya.

"Hasil penyelidikan dan pemeriksaan sementara menunjukkan RM berperan menjemput paket dari Jakarta. Rencananya, barang ini akan dibawa ke Malang lalu disebarkan ke sejumlah kabupaten di Provinsi Jawa Timur," ujar Rulian saat konferensi pers di Mapolres Malang, Senin (28/9/2026).

Polisi kini masih mengembangkan kasus tersebut untuk mengungkap pihak yang memasok narkotika dan orang yang diduga memerintahkan RM.

Dari pemeriksaan awal, RM mengaku telah tiga sampai empat kali melakukan pengiriman narkotika dengan bayaran sekitar Rp10 juta untuk setiap pengiriman.

Namun, polisi masih mendalami pengakuan tersebut dengan mencocokkannya dengan alat bukti dan hasil penyelidikan lainnya.

"Tersangka mengaku sudah tiga sampai empat kali mengirim paket. Namun, keterangan ini masih kami dalami dan sinkronkan dengan alat bukti lainnya. Pengiriman terakhir inilah yang berhasil kami gagalkan," kata Rulian.

Dalam pengungkapan tersebut, polisi memperkirakan barang bukti narkotika yang diamankan dapat mencegah penyalahgunaan terhadap sedikitnya 14.564 jiwa.

Rulian mengajak masyarakat ikut berperan dalam mencegah peredaran narkotika dengan melaporkan aktivitas yang mencurigakan kepada kepolisian.

"Jika masyarakat menemukan indikasi peredaran narkoba atau tindak pidana lain, silakan hubungi hotline 110. Layanan ini siaga 24 jam dan akan kami respons dengan cepat," ujarnya.

Saat ini RM ditahan di Polres Malang untuk menjalani proses penyidikan.

Atas perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 114 ayat (2) UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika juncto UU Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP juncto UU Nomor 1 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Pidana. (Red) 

Tol Prosiwangi Gending-Kraksaan-Paiton Resmi Dibuka, Gratis 14 Hari


Probolinggo, (DOC)
– Ruas Tol Probolinggo-Situbondo-Banyuwangi (Prosiwangi) segmen Gending-Kraksaan-Paiton mulai beroperasi, Rabu (30/9/2026). Pada hari pertama pengoperasian, kendaraan langsung memadati jalur tol tersebut.

Antrean kendaraan terlihat di Gerbang Tol Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur. Pengguna jalan mulai melintas setelah ruas tol tersebut resmi dibuka sekitar pukul 10.00 WIB.

Pengoperasian perdana itu dipimpin langsung Direktur Utama PT Jasa Marga (Persero) Tbk, Rivan Achmad Purwantono. Sebelum gerbang dibuka, petugas terlebih dahulu memastikan seluruh fasilitas pendukung telah siap digunakan.

Pengecekan dilakukan mulai dari rambu-rambu lalu lintas, sistem gerbang tol hingga sejumlah sarana penunjang keselamatan dan pelayanan pengguna jalan.

Setelah dinyatakan siap, kendaraan mulai memasuki Gerbang Tol Kraksaan secara bertahap. Tidak hanya kendaraan pribadi, sejumlah kendaraan umum dan angkutan logistik juga terlihat menggunakan ruas tol tersebut.

Ruas Tol Prosiwangi segmen Gending-Kraksaan-Paiton memiliki panjang sekitar 23,5 kilometer. Pengoperasian awal ini sekaligus menjadi masa sosialisasi kepada masyarakat sebelum tarif tol diberlakukan.

Selama 14 hari pertama, pengguna jalan masih dapat melintasi ruas tol tersebut tanpa dikenakan tarif. Meski gratis, pengendara tetap diwajibkan menggunakan kartu uang elektronik dengan saldo yang mencukupi.

Salah seorang pengguna tol, Imam, mengaku keberadaan ruas tersebut cukup membantu perjalanan dari wilayah Probolinggo menuju kawasan timur.

Menurutnya, akses tol dapat menjadi pilihan bagi masyarakat untuk memangkas waktu perjalanan sekaligus menghindari kepadatan kendaraan di jalur arteri.

“Sangat terbantu dengan dibukanya tol ini karena bisa mempersingkat perjalanan dan terhindar dari kemacetan. Semoga yang arah Besuki-Situbondo juga segera dibuka, sehingga lebih mempercepat perjalanan,” kata Imam.


Segmen Besuki Masih Tunggu Izin

Direktur Utama PT Jasa Marga (Persero) Tbk Rivan Achmad Purwantono mengatakan, ruas yang dibuka saat ini merupakan bagian dari Tol Prosiwangi yang menghubungkan Gending, Kraksaan hingga Paiton.

Ruas tersebut memiliki panjang sekitar 23,5 kilometer dan terdiri dari seksi yang telah menyelesaikan pembangunan.

“Jadi ruas Tol Prosiwangi dari Gending, Kraksaan, hingga Paiton ini ada 23,5 kilometer. Dan saat ini, untuk seksi 1 dan 2 yang sudah selesai,” ujar Rivan.

Sementara itu, pembangunan Tol Prosiwangi yang mengarah hingga Besuki, Kabupaten Situbondo, masih menunggu tahapan lanjutan. Segmen tersebut saat ini menjalani uji laik fungsi sebelum memperoleh keputusan dari Kementerian Pekerjaan Umum.

Rivan berharap proses tersebut segera selesai sehingga ruas tol dari Gending hingga Besuki dapat dimanfaatkan masyarakat.

“Mudah-mudahan juga segera mendapatkan izin, di mana akan disosialisasikan kembali. Sehingga masyarakat bisa menikmati ruas Tol Prosiwangi dari Gending atau Surabaya hingga Besuki,” jelasnya.

Rivan menyebut secara konstruksi, pembangunan ruas Tol Prosiwangi telah mencapai 100 persen. Namun, masih terdapat sejumlah fasilitas yang masuk dalam tahap fungsional, terutama berkaitan dengan kesiapan rest area.

Dia berharap uji laik fungsi untuk segmen menuju Besuki dapat segera diterbitkan pada November atau Desember 2026.

“Semoga November-Desember mendatang, uji laik fungsi juga segera keluar untuk ruas tol segmen 3, sehingga juga bisa mendukung pelayanan arus mudik Nataru,” tuturnya.

Gratis hingga 13 Oktober

Berdasarkan keputusan Menteri mengenai pengoperasian jalan tol, ruas Gending-Kraksaan-Paiton sepanjang 23,515 kilometer telah dinyatakan memenuhi persyaratan laik fungsi.

Persyaratan tersebut mencakup aspek teknis, administratif hingga kesiapan sistem operasi jalan tol.

Masa pengoperasian tanpa tarif diberlakukan sebagai bagian dari sosialisasi kepada masyarakat. Pengguna jalan dapat menikmati perjalanan gratis selama 14 hari sejak ruas tersebut mulai dibuka.

Setelah masa sosialisasi berakhir, tarif tol akan mulai diberlakukan pada 14 Oktober 2026 sekitar pukul 00.00 WIB.

Dengan demikian, masyarakat masih memiliki kesempatan menggunakan Tol Prosiwangi segmen Gending-Kraksaan-Paiton tanpa membayar tarif hingga sebelum pemberlakuan tarif tersebut.

Pembangunan Gedung Polinema Lumajang Tahap III Telan Rp2,1 Miliar, Ditarget Rampung Desember

Sekretaris Dinas PUTR Lumajang, Rudy Purbo

Lumajang, (Onenewsjatim)
– Pembangunan gedung kampus Politeknik Negeri Malang (Polinema) di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, kembali dilanjutkan. Memasuki tahap III, proyek tersebut menelan anggaran sekitar Rp2,1 miliar yang bersumber dari APBD Kabupaten Lumajang 2026.

Proyek pembangunan tersebut melekat pada Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Lumajang. Berdasarkan data LPSE Inaproc Pemkab Lumajang, pekerjaan pembangunan gedung dilaksanakan oleh CV Kamandanu yang beralamat di Kecamatan Jatiroto.

Sekretaris Dinas PUTR Lumajang, Rudy Purbo, mengatakan pembangunan tahap III merupakan kelanjutan dari pekerjaan sebelumnya. Pada tahap II, pembangunan difokuskan pada struktur utama gedung.

"Tahap II kemarin pembangunan pada struktur bangunannya. Tahap ini kami bangun dari sisi arsitekturnya, mulai dinding, instalasi pipa air, listrik dan sebagainya," kata Rudy, Rabu (30/9/2026).

Menurutnya, setelah pekerjaan tahap III selesai, gedung tersebut diharapkan sudah dapat difungsikan. Bangunan kampus itu dirancang memiliki tiga lantai.

Rudy menyebut tahap III ini kemungkinan menjadi tahap terakhir pembangunan gedung. Namun, kepastian mengenai pengembangan berikutnya masih menunggu pembahasan antara Pemerintah Kabupaten Lumajang dengan pihak Polinema.

"Ini sepertinya sudah terakhir. Nanti tinggal menunggu tindak lanjut dengan pihak Polinema, apakah masih dibutuhkan pengembangan lagi atau seperti apa. Itu tergantung pembahasan antara Pemerintah Kabupaten dengan pihak Polinema," ujarnya.

Ia menjelaskan, pembangunan gedung tersebut diarahkan untuk menambah kapasitas ruang perkuliahan Polinema di Lumajang. Dengan bertambahnya ruang kelas, diharapkan perguruan tinggi negeri asal Malang itu dapat mengembangkan program pendidikan hingga jenjang sarjana di Lumajang.

Saat ini, program pendidikan Polinema yang tersedia di Lumajang masih berada pada jenjang Diploma 4 (D-4).

"Tujuannya untuk memperbanyak kelas di Polinema. Ke depan, ketika gedung ini terbangun, Insyaallah pihak Polinema bisa menghadirkan S-1 di sini. Sementara ini masih D-4," jelas Rudy.

Rudy menilai keberadaan program sarjana di Lumajang dapat memberikan alternatif pendidikan tinggi bagi lulusan SMA dan sederajat. Pelajar Lumajang juga diharapkan tidak harus meninggalkan daerah untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang sarjana.

"Harapannya anak-anak muda di Lumajang tidak perlu jauh-jauh kuliah di luar kota," katanya.

Rangkaian pembangunan kampus tersebut sebelumnya telah dimulai sejak keberadaan Akademi Komunitas Negeri Lumajang (AKNL). Pembangunan tahap awal dilakukan sekitar 2015, kemudian dilanjutkan dengan tahap II sekitar dua hingga tiga tahun lalu.

Pada tahap II, pekerjaan lebih banyak menyasar struktur bangunan. Tahun ini, pembangunan dilanjutkan dengan pekerjaan arsitektural dan berbagai instalasi pendukung agar bangunan dapat digunakan.

Terkait aspek perencanaan strategis, Rudy menyebutkan bahwa muasal konsep proyek berada di bawah kewenangan Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Lumajang, sedangkan Dinas PUTR bertindak sebatas pelaksana teknis di lapangan.

​"Perencanaannya ada di Bapperida. Kami di Dinas PUTR murni menjalankan fungsi teknis konstruksi," paparnya.

​Proses penandatanganan kontrak kerja telah dilaksanakan sejak 22 September 2026 dengan masa pengerjaan dialokasikan selama 90 hari kalender. Proyek ini diproyeksikan tuntas sebelum pergantian tahun.

​"Jika sesuai dengan linimasa, target penyelesaiannya pada akhir November atau paling lambat pertengahan Desember 2026," tuturnya.

Untuk tahap III, nilai pagu proyek tercatat sekitar Rp2,8 miliar. Setelah proses pengadaan, nilai kontraknya berada di kisaran Rp2,1 miliar.

"Pemkab berharap keberadaan kampus Polinema yang semakin berkembang dapat memperluas akses pendidikan tinggi bagi masyarakat sekaligus mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Lumajang, " Pungkasnya. (Mam) 



Sinergi Babinsa dan Masyarakat Burno, Kerja Bakti Bersih Lapangan


Lumajang, (Onenewsjatim)-
Babinsa Burno Koramil 0821-03/Senduro, Sertu Jumali, bersama masyarakat setempat, menggelar kerja bakti pembersihan lapangan kegiatan pertandingan sepak bola U-40 Turnamen Cik Mumum di Dusun Krajan 2, Desa Burno, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, pada Rabu (30/9/2026).

Dalam kesempatan itu. Jumali mengatakan, bahwa kegiatan semacam itu diharapkan akan rutin dilaksanakan sebagai bagian dari kenyamanan peserta dan masyarakat dalam pertandingan sepak bola. 

“Kegiatan pembersihan dan perawatan lapangan sebagai wujud kolaborasi dengan melibatkan berbagai elemen masyarakat yang bersama-sama membersihkan, merapikan, dan menata ruang publik demi menciptakan lingkungan area lapangan dan sekitarnya lebih nyaman dan asri,” kata dia.

Warga Dusun Krajan 2, Handrian, mengungkapkan kebanggaannya atas partisipasi aktif masyarakat dalam mendukung open turnamen Cik Mumun. Menurutnya, kegiatan serupa memperkuat rasa tanggung jawab bersama dan mendorong terciptanya pertandingan yang aman dan nyaman.

“Sinergi yang terjalin antara aparat dan masyarakat diharapkan dapat menjadi contoh positif dalam upaya meningkatkan kualitas lapangan serta nantinya menjaga keharmonisan dan keamanan peserta dan masyarakat. Kerja bakti ini tidak hanya meningkatkan keindahan lingkungan, tetapi juga mempererat hubungan antarwarga,” ujarnya. (Pendim0821)

© Copyright 2024 Onenewsjatim | All Right Reserved