-->

29/09/2026

Warga Keluhkan Jalan Rusak Belasan Tahun di Lumajang, Spanduk “Aspal Bukan Janji” Terpasang

Warga Keluhkan Jalan Rusak Belasan Tahun di Lumajang, Spanduk “Aspal Bukan Janji” Terpasang


Lumajang, (Onenewsjatim) –
Kerusakan jalan penghubung Kecamatan Tempeh menuju Kecamatan Pasrujambe, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, dikeluhkan warga.

Salah satu titik kerusakan berada di Dusun Kaliputih, Desa Nguter, Kecamatan Pasirian. Kondisi jalan di lokasi tersebut disebut mengalami kerusakan parah dan telah berlangsung selama bertahun-tahun.

Sebagai bentuk protes, warga memasang spanduk di sekitar ruas jalan tersebut. Spanduk itu bertuliskan, “Aspal Bukan Janji, Kami Butuh Bukti.”

Warga berharap pemerintah segera memperbaiki jalan yang menjadi salah satu akses penghubung masyarakat dari wilayah Tempeh menuju Pasrujambe.

“Iya, spanduk dipasang dari beberapa waktu lalu. Sudah lama rusaknya jalan itu, hampir belasan tahun kondisinya kayak begitu. Makanya spanduk itu dipasang biar ada perhatian dari pemerintah daerah,” kata warga, Bambang.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Lumajang, Endah Mardiana, mengatakan pemerintah telah menyiapkan penanganan sejumlah ruas jalan di kawasan tersebut.

Salah satu ruas yang telah mendapat kepastian penanganan adalah jalan Tempeh-Gesang sepanjang 5,2 kilometer.

Menurut Endah, ruas tersebut telah diusulkan kepada pemerintah pusat dan mendapat dukungan melalui program Infrastruktur Jalan Daerah (IJD).

Pekerjaan peningkatan jalan itu direncanakan mulai dilaksanakan pada November 2026.

“Tempeh-Gesang itu 5,2 kilometer ini sudah masuk di usulan kementerian dan sudah juga sampai terakhir kemarin tersampaikan bahwa kita akan mendapatkan peningkatan jalan di ruas jalan tersebut,” ujar Endah.

Penanganan jalan, kata dia, dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kondisi dan kemampuan anggaran pemerintah.

Selain Tempeh-Gesang, Pemkab Lumajang juga mengarahkan penanganan pada ruas Gesang-Tumpeng.

Ruas Gesang-Tumpeng memiliki panjang sekitar 6 kilometer. Dari total panjang tersebut, sekitar 4 kilometer mengalami kerusakan berat.

Namun, perbaikan tidak dapat dilakukan sekaligus. Pada tahap awal, pemerintah akan menangani sekitar 1 kilometer ruas jalan.

“Gesang-Tumpeng total 6 kilometer, untuk yang rusak berat itu 4 kilometer, tapi kita akan selesaikan dulu sekitar 1 kilometer dan ini akan dilanjutkan pada 2027,” jelas Endah.

Selain dua ruas tersebut, jalan Tumpeng-Pasru yang mengalami kerusakan berat juga masuk dalam rencana penanganan pemerintah.

Endah menjelaskan, pola perbaikan secara bertahap dilakukan karena pemerintah harus menyesuaikan kemampuan fiskal daerah dengan kebijakan efisiensi anggaran.

Pemerintah Kabupaten Lumajang menargetkan penanganan sejumlah ruas jalan tersebut dapat dilakukan secara berkelanjutan.

Baca Artikel Terkait Lainnya

Baca juga Artikel Lainnya

© Copyright 2024 Onenewsjatim | All Right Reserved