Lumajang, (Onenewsjatim) — Ratusan peternak antusias mengikuti Kontes dan Pameran Ternak Kabupaten Lumajang 2026 yang digelar di Kawasan Wonorejo Terpadu (KWT), Desa Wonorejo, Kecamatan Kedungjajang, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur.
Kegiatan yang berlangsung pada 26-27 September 2026 tersebut diselenggarakan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Lumajang.
Sebanyak 583 ternak mengikuti kontes yang terdiri dari tiga jenis, yakni sapi, kambing dan domba.
Kepala DKPP Kabupaten Lumajang, Retno Wulan Andari mengatakan, jumlah peserta tersebut terdiri dari 115 sapi, 324 kambing dan 144 domba.
"Untuk kontes ini ada 583 peserta. Ada tiga jenis ternak, yakni sapi, kambing dan domba. Sapi 115 peserta, kambing 324 peserta dan domba 144 peserta," kata Retno, Sabtu (26/9/2026).
Menurut dia, setiap jenis ternak terbagi dalam sejumlah kelas. Penilaian dilakukan oleh juri berdasarkan indikator yang telah ditentukan.
Beberapa aspek yang dinilai antara lain berat badan, kesehatan serta postur atau bentuk tubuh ternak.
"Penilaiannya ada jurinya dan sudah ada indikator penilaiannya. Mulai dari berat badan, kemudian kesehatannya, kemudian juga postur atau bodinya. Jadi kuantitatif dan kualitatif," jelasnya.
Khusus untuk sapi, terdapat kelas ekstrem yang memiliki kriteria penilaian berbeda. Pada kelas tersebut, penilaian hanya didasarkan pada bobot atau berat badan sapi.
Retno menyebut, terdapat 14 ekor sapi yang mengikuti kelas ekstrem. Pesertanya tidak hanya berasal dari Lumajang, tetapi juga dari luar daerah, di antaranya Kediri dan Malang.
"Kalau sapi ekstrem hanya dinilai beratnya saja, jadi yang paling berat. Pesertanya dari luar kota juga. Dari Kediri, Malang dan Lumajang. Untuk sapi ekstrem ada 14 ekor," ujarnya.
Retno menjelaskan, kegiatan tersebut tidak hanya bertujuan mencari ternak terbaik. Kontes juga menjadi bentuk apresiasi pemerintah daerah kepada para peternak sekaligus mendorong semangat masyarakat untuk terus mengembangkan usaha peternakan.
Menurutnya, sektor peternakan sempat mengalami penurunan populasi setelah wabah penyakit mulut dan kuku (PMK).
"Tujuannya pertama untuk mengapresiasi para peternak. Kemudian juga mendorong semangat para peternak dari Kabupaten Lumajang," katanya.
"Karena setelah PMK, populasi ternak sapi dan kambing memang menurun. Jadi kita mendorong agar semangat para peternak tetap berternak, bahkan mungkin meningkatkan jumlah ternaknya," lanjut Retno.
Selain menjadi ajang kompetisi, kegiatan tersebut juga menjadi sarana untuk memperkenalkan potensi peternakan Lumajang kepada masyarakat luas.
Salah satu potensi yang menjadi perhatian adalah kambing Senduro yang dikenal sebagai salah satu ternak khas dari Kabupaten Lumajang.
"Untuk mengenalkan kepada masyarakat luas bahwa di Kabupaten Lumajang ini ada banyak potensi, khususnya yang khas itu kambing Senduro. Demikian juga untuk domba dan sapi, di Lumajang ini potensinya sangat bagus dan perlu dikembangkan," tuturnya.
Rangkaian kegiatan tidak berhenti pada kontes dan pameran ternak. DKPP Lumajang juga menggelar festival kuliner serta lomba olahan daging kambing dan domba.
Kegiatan tersebut diarahkan untuk mendorong pertumbuhan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM), khususnya yang bergerak di bidang pengolahan produk berbahan dasar daging kambing dan domba.
Retno mengatakan, peningkatan produk olahan daging diharapkan ikut mendorong permintaan terhadap kambing dan domba yang diternakkan masyarakat.
"Festival kuliner ini tujuannya untuk mendorong UMKM di Kabupaten Lumajang, khususnya yang olahan daging kambing dan domba," katanya.
Menurut dia, semakin berkembang kuliner berbahan kambing dan domba, maka kebutuhan terhadap ternak tersebut juga berpotensi meningkat.
"Kalau kulinernya meningkat, kambing dan dombanya permintaannya juga meningkat," ujarnya.
Selain itu, lomba olahan daging juga diharapkan dapat membuka peluang usaha baru bagi masyarakat.
DKPP mendorong peserta tidak hanya mengikuti lomba untuk mendapatkan juara, tetapi juga mengembangkan keterampilan yang dimiliki menjadi usaha yang dapat memberikan nilai ekonomi.
"Kalau sudah menang, mungkin mereka nanti bisa buka usaha. Jadi tidak hanya dimakan sendiri untuk keluarga, tapi mendorong untuk itu," pungkas Retno.


FOLLOW THE Onenewsjatim AT TWITTER TO GET THE LATEST INFORMATION OR UPDATE
Follow Onenewsjatim on Instagram to get the latest information or updates
Follow our Instagram