-->

17/10/2026

15 Orang Positif Narkoba, Polisi Bongkar Temuan Puluhan Alat Isap di Kampung Kunti


Surabaya, (Onenewsjatim) -
 Sebanyak 17 orang akan menjalani rehabilitasi medis dan sosial setelah diamankan dalam operasi pemberantasan peredaran narkoba di Kampung Kunti, Kelurahan Sidotopo, Kecamatan Semampir, Surabaya. Langkah ini diambil setelah kepolisian melakukan pemeriksaan dan tes urine terhadap 19 orang yang diamankan dari kawasan tersebut.

Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak AKBP Irwan Kurniawan mengatakan, keputusan rehabilitasi dilakukan melalui proses asesmen sesuai ketentuan yang berlaku. Sementara itu, dua orang lainnya dipulangkan karena hasil tes urine negatif dan tidak ditemukan barang bukti pada mereka.

Penjelasan tersebut disampaikan Irwan dalam konferensi pers di Surabaya, Rabu (14/10/2026).

“Berdasarkan Surat Edaran Mahkamah Agung (SEMA) Nomor 4 Tahun 2010, sebanyak 17 orang akan dilakukan Tim Asesmen Terpadu (TAT) sesuai prosedur melalui BNNK Surabaya untuk menjalani rehabilitasi,” kata Irwan.

15 Orang Positif Narkoba

Dari hasil pemeriksaan terhadap 19 orang yang diamankan, sebanyak 15 orang dinyatakan positif mengonsumsi narkoba. Adapun empat orang lainnya menunjukkan hasil tes urine negatif.

Namun, dua dari empat orang yang hasil tes urinenya negatif tersebut ditemukan menguasai sabu-sabu seberat 0,35 gram.

Sementara dua orang lainnya dipulangkan karena tidak ditemukan barang bukti dan hasil pemeriksaan urine mereka negatif.

“Dua orang lainnya dikembalikan kepada pihak keluarga karena hasil urine negatif dan tidak ditemukan barang bukti,” ujar Irwan.

Kepolisian menyatakan, penanganan terhadap warga yang diamankan dilakukan berdasarkan hasil pemeriksaan dan temuan petugas di lapangan.

Polisi Sita Puluhan Paket Sabu dan Alat Isap

Dalam operasi di kawasan Kampung Kunti, petugas gabungan turut menyita sejumlah barang yang diduga berkaitan dengan aktivitas penyalahgunaan dan peredaran narkoba.

Barang bukti yang diamankan antara lain 52 poket kecil berisi sabu-sabu, 54 alat isap atau bong, tiga timbangan digital, 26 pipet kaca, dua brankas, satu kotak penyimpanan uang atau cash box, serta dua buku catatan transaksi.

Petugas juga menyita 11 unit telepon seluler, satu mesin pres, 29 skrop plastik, 56 klip plastik bekas pakai, 39 korek api gas, satu karung klip plastik kosong, dan delapan senjata tajam.

Temuan tersebut menjadi bagian dari pengembangan penyelidikan kepolisian untuk mengungkap lebih jauh dugaan jaringan peredaran narkoba di kawasan itu.

Irwan menegaskan, penindakan tersebut tidak akan berhenti pada pengamanan warga dan penyitaan barang bukti.

“Kami tidak berhenti sampai di sini dengan melakukan penindakan dan penegakan hukum saja. Kami berkomitmen akan tetap melakukan pengembangan sampai ke akar-akarnya terkait peredaran dan penyalahgunaan narkoba tersebut,” tutur Irwan.

Dua Pos Pengawasan Didirikan

Untuk mencegah aktivitas peredaran narkoba kembali marak, Polres Pelabuhan Tanjung Perak bersama instansi terkait mendirikan dua pos pengawasan di kawasan Kampung Kunti.

Menurut Irwan, pos tersebut disiapkan sebagai langkah antisipasi sekaligus tindak lanjut dari operasi penindakan. Keberadaan pos masih bersifat situasional, tetapi tidak menutup kemungkinan akan dipermanenkan sesuai kebutuhan di lapangan.

“Kami sudah mendirikan dua pos di lokasi sebagai antisipasi dan tindak lanjut ke depannya. Pos tersebut bersifat situasional dan tidak menutup kemungkinan akan dibuat secara permanen,” jelasnya.

Pos pengawasan itu akan dijaga secara bergiliran oleh personel Polres dan Polsek Pelabuhan Tanjung Perak, Brimob Polda Jawa Timur, serta Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Surabaya.

Pengawasan juga melibatkan tokoh masyarakat dan pengurus RT/RW setempat untuk mendukung upaya menjaga keamanan lingkungan.

Selain penjagaan pos, patroli gabungan akan terus dilakukan dengan melibatkan Pemerintah Kota Surabaya dan Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Surabaya.

Upaya tersebut mencakup langkah preemtif, preventif, dan represif guna menekan penyalahgunaan serta memutus mata rantai peredaran narkoba.

Polisi berharap sinergi lintas instansi dan keterlibatan masyarakat dapat mendukung terwujudnya Kampung Bersinar atau Bersih dari Narkoba di kawasan Kampung Kunti.

18 Desa di Lumajang Dilanda Krisis Air Bersih, 19 Ribu Warga Terdampak


Lumajang, (Onenewsjatim)
— Krisis air bersih akibat kemarau panjang kian membebani warga Kabupaten Lumajang, Jawa Timur. Di Desa Bedayu Talang, Kecamatan Senduro, warga bahkan harus bergerak cepat untuk mendapatkan air dari bantuan pemerintah yang datang ke kampung mereka, Sabtu (17/10/2026).

Begitu armada pengangkut air bersih tiba di lokasi penyaluran, puluhan warga langsung bergegas membawa wadah yang mereka miliki. 

Jeriken, ember, hingga galon digunakan untuk menampung air yang menjadi kebutuhan mendesak setelah sumber air di lingkungan mereka mengering.

Bagi warga, bantuan tersebut bukan sekadar tambahan persediaan, melainkan penopang kebutuhan sehari-hari di tengah kemarau yang telah berlangsung selama berbulan-bulan.

Rifha, salah seorang warga terdampak, mengatakan krisis air bersih mulai dirasakan sejak Juli 2026. Kondisi tersebut semakin sulit setelah saluran air tidak lagi mengalir dan cadangan air hujan yang sebelumnya ditampung warga habis.

“Bersyukur banget dapat bantuan. Biasanya kalau tidak ada air untuk mencuci baju, harus mencari air ke lokasi yang jauh. Sekarang tidak ada hujan sama sekali,” kata Rifha saat ditemui di rumahnya, Sabtu (17/10/2026).

Kesulitan serupa dialami Sulastri. Ia mengaku harus menghemat penggunaan air agar persediaan yang tersedia cukup untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Bantuan dari pemerintah pun menjadi salah satu sumber air yang sangat diharapkan warga.

Menurut Sulastri, sumber air yang biasa digunakan masyarakat sudah mengering. Dalam kondisi tersebut, air bantuan terutama dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi.

“Memang dari pet sudah tidak ada air, sudah kering. Bantuan ini hanya untuk air minum saja. Kalau tidak ada bantuan ini, ya mau ke mana,” ujarnya.

Krisis Air Bersih Meluas ke 18 Desa

Dampak kemarau di Kabupaten Lumajang tidak hanya dirasakan warga Desa Bedayu Talang. Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang, krisis air bersih telah meluas ke 18 desa yang tersebar di enam kecamatan.

Jumlah warga yang terdampak diperkirakan mencapai 19.000 jiwa. Kondisi tersebut mendorong pemerintah daerah bersama sejumlah instansi dan relawan untuk terus menyalurkan bantuan air bersih ke kawasan yang mengalami kekurangan pasokan.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Lumajang, Yudhi Cahyono, mengatakan distribusi air bersih dilakukan secara rutin untuk membantu memenuhi kebutuhan masyarakat di wilayah terdampak.

Setiap hari, sekitar 210.000 liter air bersih disalurkan dengan dukungan armada dan berbagai pihak yang terlibat dalam penanganan krisis tersebut.

“Setiap hari kami mendistribusikan 210 ribu liter air dengan menggunakan tujuh armada berkapasitas 5.000 liter. Memang kondisi kekeringan di Lumajang ini sangat dramatis. Setiap tahun pasti terjadi,” ungkap Yudhi.

Gula 185 Ton dari Jember, Lumajang, dan Kediri Diduga Dialihkan, Polisi Tetapkan 11 Tersangka


Surabaya, (Onenewsjatim)
— Sebanyak 185 ton gula dari tiga pabrik gula di Jawa Timur diduga dialihkan dari tujuan pengiriman semestinya. Dalam perkara yang ditaksir merugikan perusahaan hingga Rp 3 miliar tersebut, Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jawa Timur menetapkan 11 orang sebagai tersangka.

Tiga pabrik gula yang terkait dalam perkara ini yakni Pabrik Gula (PG) Semboro di Kabupaten Jember, PG Jatiroto di Kabupaten Lumajang, dan PG Ngadirejo di Kabupaten Kediri. 

Gula yang seharusnya dikirim kepada penerima sesuai dokumen pengiriman diduga dialihkan ke sejumlah lokasi lain untuk kemudian dijual kembali.

Kabid Humas Polda Jawa Timur Kombes Pol Jules Abraham Abast mengatakan, dugaan penipuan dan penggelapan tersebut terjadi dalam rentang 27 September hingga 2 Oktober 2026.

Hal itu disampaikan Abast saat konferensi pers bersama Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jatim Kombes Pol Roy Hutton Marulamrata Sihombing di Mapolda Jatim, Jumat (16/10/2026).

“Modus yang kami dalami berkaitan dengan pengalihan pengiriman gula yang tidak sesuai dengan alamat tujuan sebagaimana tercantum dalam dokumen pengiriman atau delivery order,” kata Abast.

Menurut Abast, para tersangka diduga memanfaatkan proses pencarian armada angkutan dan komunikasi selama pengiriman untuk mengubah tujuan bongkar muatan.

Muatan yang semestinya diterima pihak sesuai dokumen pengiriman diduga justru dibawa ke lokasi lain. Polisi kemudian menyelidiki pihak-pihak yang terlibat dalam pengalihan hingga penjualan kembali gula tersebut.

Tiga perkara, total 185 ton gula

Dirreskrimum Polda Jatim Kombes Pol Roy Hutton Marulamrata Sihombing menjelaskan, penyidik mengungkap tiga rangkaian kejadian dengan total muatan gula yang diduga dialihkan mencapai 185 ton.

Perkara pertama berkaitan dengan pengiriman 110 ton gula dari PG Semboro, Jember, pada 27–28 September 2026. Muatan yang seharusnya dikirim sesuai tujuan semula diduga dialihkan ke sebuah gudang di wilayah Gunung Putri, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Dalam perkara ini, penyidik menduga tersangka berinisial RK berperan mengendalikan proses pengalihan muatan. Polisi masih mendalami peran pihak lain yang berkaitan dengan pengiriman dan penjualan kembali gula tersebut.

Perkara kedua melibatkan 35 ton gula dari PG Jatiroto, Kabupaten Lumajang, pada 28 September 2026. Gula yang semestinya dikirim ke Bandung diduga dialihkan ke wilayah Candi, Kabupaten Sidoarjo.

Penyidik mendalami dugaan keterlibatan sejumlah tersangka dalam mengalihkan tujuan pengiriman, memindahkan muatan, hingga menjual kembali gula tersebut.

Sementara itu, perkara ketiga berkaitan dengan pengiriman 40 ton gula dari PG Ngadirejo, Kabupaten Kediri, pada 28 September hingga 2 Oktober 2026. Muatan yang seharusnya dikirim ke Sukabumi diduga dialihkan dan dipasarkan di sejumlah wilayah di Jawa Timur.

Dengan demikian, total muatan dari ketiga perkara tersebut mencapai 185 ton gula.

Polisi telusuri aliran dana dan komunikasi

Roy mengatakan, penyidikan belum berhenti pada penetapan 11 tersangka. Polisi masih menelusuri peran masing-masing tersangka, termasuk pihak yang diduga mengatur perubahan tujuan pengiriman serta pihak yang menerima dan menjual kembali gula.

“Penyidik masih mendalami bagaimana muatan yang semestinya sampai kepada penerima dapat dialihkan, siapa yang mengatur perubahan tujuan pengiriman, serta pihak-pihak yang menerima maupun menjual kembali muatan tersebut,” ujar Roy.

Selain memeriksa keterangan para pihak, penyidik menelusuri aliran dana dan komunikasi antarpihak untuk memperjelas rangkaian peristiwa serta konstruksi perkara.

Sejumlah barang bukti turut diamankan, di antaranya telepon seluler, uang yang diduga berkaitan dengan hasil tindak pidana, dan satu unit mobil pikap Daihatsu Gran Max yang diduga digunakan dalam rangkaian pendistribusian muatan.

Polda Jatim menyatakan penyidikan masih dikembangkan. Polisi juga membuka kemungkinan adanya tersangka dan barang bukti tambahan apabila ditemukan bukti yang mendukung.

Dijerat pasal penipuan dan penggelapan

Atas dugaan perbuatannya, para tersangka disangkakan melanggar Pasal 492 KUHP tentang penipuan dan/atau Pasal 486 KUHP tentang penggelapan, sesuai peran serta konstruksi perbuatan masing-masing.

Roy menegaskan, penanganan perkara dilakukan secara profesional berdasarkan alat bukti yang diperoleh penyidik.

“Polda Jawa Timur akan menangani perkara ini secara profesional dan berdasarkan alat bukti. Penyidikan juga terus dikembangkan untuk mengungkap seluruh pihak yang terlibat dalam rangkaian perkara tersebut,” katanya.

Hingga kini, penyidik masih mendalami keterlibatan setiap tersangka serta alur distribusi dan penjualan gula yang diduga dialihkan tersebut.



16/10/2026

Kronologi Karhutla Bromo: Api Membesar Diterjang Angin, 4 Orang Tewas


Probolinggo, (Onenewsjatim) –
Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Bromo, tepatnya di Pusung Lingker, Desa Ngadirejo, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, menewaskan empat orang petugas dan relawan. Dua orang lainnya mengalami luka bakar serius dan dirujuk ke RSUD Dr Soetomo Surabaya.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Probolinggo, Oemar Sjarief, menjelaskan kebakaran terjadi pada Kamis (15/10/2026). Api yang awalnya terpantau di lereng Pusung Lingker sekitar pukul 09.00 WIB membesar akibat tiupan angin kencang hingga menjebak personel gabungan di lokasi.

“Pada pukul 09.00 WIB, titik api terpantau di lereng Pusung Lingker. Kemudian pukul 10.20 WIB, personel gabungan dari Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) bersama karyawan menuju lokasi kebakaran,” kata Oemar saat dikonfirmasi, Jumat (16/10/2026).

Situasi memburuk sekitar pukul 13.30 WIB. Angin kencang membuat api semakin membesar. Sejumlah petugas dan relawan yang berada di lokasi terjebak kobaran api serta kepulan asap pekat. Mereka sempat meminta pertolongan untuk menyelamatkan diri.

Sekitar pukul 14.29 WIB, sejumlah petugas berupaya menerobos api dan asap untuk mencapai lokasi. Saat itu, mereka menemukan enam korban. Tiga orang dinyatakan meninggal dunia, sedangkan tiga lainnya mengalami luka bakar.

“Pukul 14.35 WIB, tiga korban luka bakar dievakuasi menuju Puskesmas Sukapura untuk mendapatkan penanganan medis,” ujarnya.

Tim Inafis Polres Probolinggo tiba di tempat kejadian perkara (TKP) sekitar pukul 16.17 WIB untuk melakukan olah TKP. Selanjutnya, tiga jenazah korban yang meninggal di lokasi dievakuasi melalui Bukit Mentigen, Desa Ngadisari, Kecamatan Sukapura, sebelum dibawa ke RSUD Tongas untuk menjalani autopsi.

Namun, jumlah korban meninggal dunia kembali bertambah. Pada pukul 18.59 WIB, seorang korban yang sebelumnya mengalami luka bakar meninggal dunia saat menjalani perawatan di RSUD Tongas.

Sementara itu, dua korban lainnya yang mengalami luka bakar serius dirujuk ke RSUD Dr Soetomo Surabaya sekitar pukul 19.08 WIB untuk mendapatkan perawatan intensif.

Empat korban meninggal dunia terdiri atas Sefril dan Wisnu yang merupakan relawan dari karyawan hotel setempat, serta Sukaris dan Hendra Roni yang merupakan petugas TNBTS.

Adapun dua korban luka bakar serius yang dirujuk ke Surabaya adalah Munawi, petugas TNBTS, dan Suraji, relawan dari karyawan hotel setempat.

Oemar menyampaikan duka cita atas musibah tersebut. Ia berharap para korban yang meninggal dunia mendapat tempat terbaik dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan.

“Kami sangat berduka atas kejadian karhutla tersebut hingga menimbulkan korban jiwa. Mudah-mudahan husnul khotimah dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan,” tuturnya.

Hingga Jumat (16/10/2026), luas lahan yang terbakar di kawasan Pusung Lingker belum dapat dipastikan. Pendataan luasan kebakaran masih menunggu informasi dari pihak TNBTS. (Mam) 

Kapolres Lumajang AKBP Riki Yariandi Ajak Warga Aktif Cegah Kriminalitas


Lumajang, (Onenewsjatim)
– Kapolres Lumajang AKBP Riki Yariandi mengajak masyarakat berperan aktif menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Ajakan tersebut disampaikan saat melaksanakan Shalat Jumat Keliling di Masjid Asy Syuhada, Jalan Veteran, Desa Karangsari, Kecamatan Sukodono, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Jumat (16/10/2026).

Kegiatan ini menjadi sarana bagi kepolisian untuk mempererat silaturahmi dengan masyarakat sekaligus menyampaikan pesan-pesan keamanan secara langsung kepada para jamaah.

Di hadapan jamaah, Riki menegaskan bahwa terciptanya situasi yang aman dan kondusif membutuhkan kerja sama antara kepolisian dan seluruh elemen masyarakat.

Menurut dia, masyarakat memiliki peran penting dalam mencegah potensi tindak kriminalitas maupun gangguan ketertiban di lingkungan masing-masing.

“Melalui kegiatan Jumat Keliling ini, kami ingin mempererat silaturahmi dengan masyarakat sekaligus mengajak seluruh warga untuk bersama-sama menjaga kamtibmas. Keamanan lingkungan akan terwujud apabila ada kepedulian dan kerja sama antara polisi dan masyarakat,” ujar Riki.

Ia mengatakan, semangat Polisi Bersama Masyarakat menjadi salah satu upaya untuk membangun kedekatan antara aparat kepolisian dan warga.

Dengan komunikasi yang baik, masyarakat diharapkan semakin terbuka dalam menyampaikan informasi terkait potensi gangguan keamanan di lingkungannya.

Riki juga mengimbau masyarakat agar tidak ragu melaporkan kejadian mencurigakan atau permasalahan yang membutuhkan penanganan kepolisian.

“Kami membuka pintu komunikasi seluas-luasnya. Jika ada potensi gangguan keamanan atau masalah yang membutuhkan penanganan aparat, segera laporkan. Penanganan cepat sangat bergantung pada informasi awal dari masyarakat,” katanya.

Kapolres berharap, kegiatan Jumat Keliling dapat memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap kepolisian sekaligus meningkatkan partisipasi warga dalam menjaga keamanan lingkungan.

Melalui sinergi tersebut, Polres Lumajang berupaya mewujudkan situasi kamtibmas yang aman, nyaman, dan kondusif di wilayah Kabupaten Lumajang.

Panen Padi di Tekung Hasilkan 1,2 Ton, Babinsa Wonosari Hadir Dampingi Petani


Lumajang, (Onenewsjatim)
-Kehadiran TNI di tengah masyarakat petani menjadi salah satu bentuk dukungan nyata dalam memperkuat ketahanan pangan di wilayah. Seperti yang dilakukan Babinsa Wonosari Koramil 0821-15/Tekung, Serma Agus Mawardi, yang melaksanakan pendampingan dengan membantu warga dalam kegiatan panen padi di Dusun Krajan, Desa Wonosari, Kecamatan Tekung, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Jumat (16/10/2026).

Kegiatan pendampingan tersebut dilakukan di lahan sawah milik Sunaji, anggota Kelompok Tani (Poktan) Tani Makmur, dengan luas lahan mencapai 0,5 hektare. Dari lahan tersebut, hasil panen yang diperoleh mencapai 1,2 ton padi.

Di tengah aktivitas panen, Serma Agus Mawardi turut membantu petani sekaligus menjalin komunikasi dan kebersamaan dengan warga. Kehadiran Babinsa diharapkan dapat memberikan motivasi kepada petani agar terus bersemangat mengelola lahan pertanian sebagai salah satu sektor penting penopang kebutuhan pangan masyarakat.

“Pendampingan ini juga menjadi bagian dari upaya pembinaan teritorial (Binter) dalam mempererat hubungan antara TNI dan masyarakat. Melalui keterlibatan langsung di lapangan, Babinsa dapat mengetahui kondisi serta berbagai tantangan yang dihadapi petani, sekaligus mendorong tumbuhnya semangat gotong royong dalam mendukung kegiatan pertanian,” ujar dia.

Bagi petani, masa panen merupakan salah satu tahapan penting setelah melalui proses panjang pengolahan lahan, penanaman, hingga pemeliharaan tanaman. Hasil panen yang diperoleh menjadi bagian dari upaya memenuhi kebutuhan pangan sekaligus mendukung keberlangsungan usaha pertanian keluarga.

Ketua Poktan Tani Makmur, H. Simar, bersama para anggota kelompok tani diharapkan terus memperkuat kerja sama dalam mengembangkan sektor pertanian di Desa Wonosari. Sinergi antara petani, kelompok tani, pemerintah, dan aparat kewilayahan menjadi salah satu faktor pendukung dalam menjaga produktivitas pertanian.

Melalui kegiatan tersebut, Babinsa Wonosari menegaskan peran pendampingan di wilayah binaan tidak hanya berkaitan dengan keamanan dan ketertiban, tetapi juga menyentuh sektor pertanian yang menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat pedesaan.

Dengan semangat kebersamaan dan gotong royong, pendampingan panen padi ini diharapkan dapat memotivasi petani untuk terus meningkatkan produktivitas serta berkontribusi dalam mewujudkan ketahanan pangan yang berkelanjutan di wilayah. (Pendim0821)

Kodim Lumajang Kejar Target 664 Calon Prajurit TNI AD hingga Januari 2027


Lumajang, (Onenewsjatim) -
Kodim 0821/Lumajang menggelar Apel Babinsa jajaran di Halaman Makodim 0821, Jl. Alun-alun Utara No. 09, Lumajang, Jumat (16/10/2026) pagi. Apel dipimpin langsung Kasdim 0821 Lumajang, Mayor Inf Tanuri.

Apel yang diikuti sekitar 200 personel mulai dari Perwira Staf, Danramil jajaran, hingga Babinsa ini digelar menindaklanjuti Surat Telegram ST/1877/2026 tentang penerimaan CABA dan CATA PK TNI AD Gel I TA 2027.

Dalam amanatnya, Mayor Inf Tanuri menegaskan apel ini merupakan perintah langsung dari KSAD. Saat ini negara tengah membangun 700 Batalyon Teritorial Pembangunan (BTP) dan Yonif Teritorial Pembangunan (YTP) di seluruh Indonesia yang membutuhkan pemenuhan personel dalam jumlah besar.

"Untuk tahun 2027, pemerintah akan merekrut 248.000 prajurit. Target ini dibebankan kepada Babinsa di seluruh Indonesia," ujar Mayor Inf Tanuri.

Ia menjelaskan, setiap Babinsa diwajibkan mensosialisasikan dan merekrut 3 Tamtama dan 1 Bintara. Khusus untuk Kodim 0821 Lumajang, target yang harus dipenuhi sebanyak 664 orang, yang dibuka mulai Oktober 2026 hingga Januari 2027 dengan batas usia maksimal 26 tahun.

"Sosialisasikan kepada masyarakat bahwa masuk tentara itu gratis, tidak perlu membayar. Cari calon prajurit yang bersih yang benar-benar ingin mengabdi kepada negara," tegasnya.

Dalam kesempatan itu, Kasdim juga menekankan faktor keselamatan berkendara. Hal ini menyusul tingginya angka kecelakaan lalu lintas yang menjadi penyebab korban di luar operasi perang. Anggota diminta selalu berdoa sebelum tugas, memakai helm, melengkapi surat kendaraan, dan tidak memacu kecepatan.

Sementara itu, Pasilog Kodim 0821 Kapten Cba Suharsono juga memberikan penekanan terkait maraknya penipuan mengatasnamakan Dandim. Ia mengungkap adanya modus pemesanan kaca dan kursi stainless senilai Rp 280 juta dari Probolinggo yang mengatasnamakan Kodim.

"Jika ada kejadian serupa, agar dicek kebenarannya. Kodim tidak pernah memesan barang tersebut. Ini murni penipuan," ujarnya.

Apel yang berlangsung tertib dan lancar sejak pukul 07.30 WIB tersebut diakhiri pukul 08.25 WIB. Pasi Pers Kodim 0821 Kapten Caj Sri Suhartono, SE selaku penanggung jawab kegiatan menekankan, dalam proses sosialisasi dan rekrutmen tidak ada praktik percaloan atau werfing.(Pendim0821)

© Copyright 2024 Onenewsjatim | All Right Reserved