Lumajang, (Onenewsjatim) — Krisis air bersih akibat kemarau panjang kian membebani warga Kabupaten Lumajang, Jawa Timur. Di Desa Bedayu Talang, Kecamatan Senduro, warga bahkan harus bergerak cepat untuk mendapatkan air dari bantuan pemerintah yang datang ke kampung mereka, Sabtu (17/10/2026).
Begitu armada pengangkut air bersih tiba di lokasi penyaluran, puluhan warga langsung bergegas membawa wadah yang mereka miliki.
Jeriken, ember, hingga galon digunakan untuk menampung air yang menjadi kebutuhan mendesak setelah sumber air di lingkungan mereka mengering.
Bagi warga, bantuan tersebut bukan sekadar tambahan persediaan, melainkan penopang kebutuhan sehari-hari di tengah kemarau yang telah berlangsung selama berbulan-bulan.
Rifha, salah seorang warga terdampak, mengatakan krisis air bersih mulai dirasakan sejak Juli 2026. Kondisi tersebut semakin sulit setelah saluran air tidak lagi mengalir dan cadangan air hujan yang sebelumnya ditampung warga habis.
“Bersyukur banget dapat bantuan. Biasanya kalau tidak ada air untuk mencuci baju, harus mencari air ke lokasi yang jauh. Sekarang tidak ada hujan sama sekali,” kata Rifha saat ditemui di rumahnya, Sabtu (17/10/2026).
Kesulitan serupa dialami Sulastri. Ia mengaku harus menghemat penggunaan air agar persediaan yang tersedia cukup untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Bantuan dari pemerintah pun menjadi salah satu sumber air yang sangat diharapkan warga.
Menurut Sulastri, sumber air yang biasa digunakan masyarakat sudah mengering. Dalam kondisi tersebut, air bantuan terutama dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi.
“Memang dari pet sudah tidak ada air, sudah kering. Bantuan ini hanya untuk air minum saja. Kalau tidak ada bantuan ini, ya mau ke mana,” ujarnya.
Krisis Air Bersih Meluas ke 18 Desa
Dampak kemarau di Kabupaten Lumajang tidak hanya dirasakan warga Desa Bedayu Talang. Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang, krisis air bersih telah meluas ke 18 desa yang tersebar di enam kecamatan.
Jumlah warga yang terdampak diperkirakan mencapai 19.000 jiwa. Kondisi tersebut mendorong pemerintah daerah bersama sejumlah instansi dan relawan untuk terus menyalurkan bantuan air bersih ke kawasan yang mengalami kekurangan pasokan.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Lumajang, Yudhi Cahyono, mengatakan distribusi air bersih dilakukan secara rutin untuk membantu memenuhi kebutuhan masyarakat di wilayah terdampak.
Setiap hari, sekitar 210.000 liter air bersih disalurkan dengan dukungan armada dan berbagai pihak yang terlibat dalam penanganan krisis tersebut.
“Setiap hari kami mendistribusikan 210 ribu liter air dengan menggunakan tujuh armada berkapasitas 5.000 liter. Memang kondisi kekeringan di Lumajang ini sangat dramatis. Setiap tahun pasti terjadi,” ungkap Yudhi.


FOLLOW THE Onenewsjatim AT TWITTER TO GET THE LATEST INFORMATION OR UPDATE
Follow Onenewsjatim on Instagram to get the latest information or updates
Follow our Instagram