-->

24/09/2026

119 Mahasiswa Daftar Beasiswa Pemkab Lumajang, Verifikasi Lapangan Segera Dilakukan

119 Mahasiswa Daftar Beasiswa Pemkab Lumajang, Verifikasi Lapangan Segera Dilakukan


Lumajang (Onenewsjatim) —
Sebanyak 119 mahasiswa mendaftar program beasiswa kuliah yang disediakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang, Jawa Timur, tahun 2026.

Program beasiswa tersebut dibuka melalui Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Lumajang pada 9-18 September 2026.

Jumlah pendaftar tersebut melebihi kuota yang disediakan Pemkab Lumajang, yakni sebanyak 77 mahasiswa miskin dan berprestasi.

Kabid Pemberdayaan Sosial Dinsos P3A Lumajang, Saiful Bahri, mengatakan seluruh pendaftar yang telah masuk selanjutnya akan mengikuti sejumlah tahapan seleksi.

"Pendafaran sudah ditutup tanggal 18 September 2026. Sampai sekarang ada 119 pendaftar. Selanjutnya masuk tahap verifikasi berkas," kata Saiful Bahri.

Menurut dia, verifikasi berkas dilakukan untuk memastikan seluruh persyaratan yang diajukan calon penerima beasiswa telah sesuai dengan ketentuan program.

Petugas akan mencocokkan sejumlah dokumen yang diunggah peserta, mulai dari KTP, kartu keluarga (KK), ijazah hingga dokumen terkait perguruan tinggi dan jalur penerimaan mahasiswa.

Selain itu, Dinsos P3A juga akan memeriksa status perguruan tinggi calon penerima serta jalur masuk yang digunakan.

"Yang kami verifikasi antara lain KTP-nya, kuliahnya di mana, jalurnya apa, kemudian domisilinya. Perguruan tinggi yang dipersyaratkan adalah perguruan tinggi negeri yang terakreditasi unggul," ujarnya.

Calon penerima juga harus memenuhi ketentuan jalur penerimaan mahasiswa melalui Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) atau Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT).

Saiful menjelaskan, proses pendaftaran dilakukan secara daring sehingga peserta tidak perlu datang langsung ke kantor Dinsos P3A Lumajang.

Para pendaftar mengunggah dokumen persyaratan melalui sistem yang telah disediakan. Dokumen tersebut kemudian diperiksa satu per satu oleh petugas.

"Jadi mereka tidak perlu datang ke sini. Mereka sudah meng-upload ijazah, KTP, KK dan persyaratan lainnya. Sekarang semuanya kami verifikasi, apakah sudah sesuai dengan persyaratan," jelasnya.

Setelah verifikasi administrasi selesai, tahapan berikutnya adalah pemetaan calon penerima yang akan menjadi dasar pelaksanaan verifikasi lapangan.

Verifikasi lapangan menjadi salah satu tahapan penting dalam program tersebut. Petugas nantinya akan mendatangi rumah masing-masing calon penerima untuk mencocokkan data administrasi dengan kondisi sebenarnya.

Saiful mengatakan, terdapat tiga tahapan yang masih harus dilalui sebelum penerima beasiswa ditetapkan.

"Masih ada tiga tahapan, yaitu verifikasi berkas, kemudian pemetaan, lalu verifikasi lapangan. Setelah itu baru penetapan," katanya.

Dia memperkirakan proses verifikasi berkas hingga verifikasi lapangan membutuhkan waktu sekitar satu minggu, tergantung proses pemeriksaan terhadap seluruh calon penerima.

Dalam program beasiswa tahun 2026, Pemkab Lumajang menyediakan kuota untuk 77 mahasiswa. Masing-masing penerima akan mendapatkan bantuan biaya pendidikan sebesar Rp 6 juta.

Program tersebut diprioritaskan bagi mahasiswa yang berasal dari keluarga dengan kondisi ekonomi kurang mampu serta memiliki prestasi.

Salah satu indikator yang digunakan dalam menentukan sasaran penerima adalah Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Calon penerima yang berada pada desil 1 hingga desil 5 menjadi kelompok yang diprioritaskan.

Meski demikian, data desil tidak menjadi satu-satunya dasar dalam menentukan kondisi ekonomi calon penerima.

Dinsos P3A tetap melakukan verifikasi langsung ke lapangan untuk memastikan kondisi sosial ekonomi keluarga calon penerima sesuai dengan data yang diajukan.

Saiful mengatakan langkah tersebut diperlukan karena kondisi ekonomi sebuah keluarga tidak selalu tergambarkan secara utuh hanya melalui data desil.

"Kami perlu melakukan verifikasi lapangan karena ada kondisi data desil yang tidak selalu menggambarkan keadaan keluarga secara utuh. Ada yang tercatat pada desil tinggi, tetapi kondisi ekonominya sebenarnya kurang mampu. Hal seperti ini yang perlu kami cek agar bantuan tepat sasaran," pungkas Saiful.

Baca Artikel Terkait Lainnya

Baca juga Artikel Lainnya

© Copyright 2024 Onenewsjatim | All Right Reserved