-->

20/06/2026

Ratusan Warga Jember Gelar Aksi Damai, Dukung Program MBG dan Minta Evaluasi BGN


Jember, (Onenewsjatim) –
Ratusan warga yang tergabung dalam Forum Masyarakat Jember Maju (FMJM) menggelar aksi damai di depan Gedung DPRD Jember, Sabtu (20/6/2026). Dalam aksi tersebut, massa menyatakan dukungan terhadap program strategis pemerintah, khususnya Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), dan Sekolah Rakyat.

Sebelum berorasi di depan gedung legislatif, peserta aksi melakukan long march dari kawasan double way Universitas Jember (Unej) menuju bundaran DPRD Jember. Setibanya di lokasi, massa membentangkan poster dan spanduk berisi dukungan terhadap program-program pemerintah yang dinilai berdampak langsung bagi masyarakat.

Dari atas mobil komando, Koordinator Aksi FMJM, Agus Nur Yasin, menegaskan bahwa aksi yang digelar merupakan bentuk dukungan masyarakat terhadap keberlanjutan program MBG yang menjadi salah satu program prioritas nasional.

"Kami mendukung dan mengawal program strategis pemerintah, terutama Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), dan Sekolah Rakyat," kata Agus saat menyampaikan orasi di depan DPRD Jember.

Meski memberikan dukungan terhadap program tersebut, massa juga meminta Presiden RI untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem dan tata kelola Badan Gizi Nasional (BGN) sebagai lembaga yang bertanggung jawab dalam pelaksanaan program MBG.

Menurut Agus, evaluasi diperlukan agar program yang menyasar peningkatan kualitas gizi masyarakat itu dapat berjalan lebih efektif, transparan, dan tepat sasaran.

"Kami mendesak kepada Bapak Presiden Republik Indonesia untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem dan tata kelola Badan Gizi Nasional. Kami juga meminta BGN memperbaiki sistem dan tata kelola yang bersih dan transparan serta melakukan evaluasi internal secara menyeluruh hingga ke level bawah," ujarnya.

Dalam pernyataannya, Agus menilai program MBG tidak hanya berdampak pada pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat, tetapi juga mampu menggerakkan perekonomian desa. Program tersebut dinilai memberikan manfaat bagi petani, peternak, hingga pelaku usaha lokal yang menjadi bagian dari rantai pasok kebutuhan pangan.

"Perputaran ekonomi yang terjadi di pedesaan sangat besar. Dampaknya dirasakan petani padi, petani buah dan sayur, peternak telur, hingga pelaku usaha lokal desa yang terlibat dalam program MBG," katanya.

Ia menambahkan, pihaknya siap menjadi bagian dari masyarakat yang mengawal pelaksanaan program-program strategis pemerintah dalam rangka mewujudkan kesejahteraan masyarakat dan menyongsong Indonesia Emas 2045.

"Kami siap menjadi garda terdepan dalam komitmen memutus rantai kemiskinan, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan mewujudkan Indonesia Emas 2045," ucap Agus.

Dalam aksi tersebut, FMJM juga menyampaikan delapan poin pernyataan sikap yang pada intinya berisi dukungan terhadap program MBG, KDMP, dan Sekolah Rakyat, sekaligus dorongan agar pemerintah melakukan perbaikan tata kelola pelaksanaannya.

Aspirasi massa kemudian diterima langsung oleh Ketua DPRD Jember, Ahmad Halim. Di hadapan peserta aksi, ia menyampaikan bahwa seluruh tuntutan dan masukan yang disampaikan akan diteruskan kepada pemerintah pusat sesuai mekanisme yang berlaku.

Aksi berlangsung tertib dengan pengawalan aparat keamanan. Setelah penyampaian aspirasi dan dialog dengan perwakilan DPRD Jember, massa membubarkan diri secara damai.

Tertimbun Material Panas Semeru, Penambang Pasir di Lumajang Alami Luka Bakar 80 Persen


Lumajang , (Onenewsjatim) –
Aktivitas penambangan pasir di kawasan aliran lahar Gunung Semeru memakan korban. 

Seorang penambang pasir bernama Veri Irawan (33), warga Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang, mengalami luka bakar serius setelah tertimbun material panas sisa awan panas guguran (APG) Gunung Semeru di sekitar Jembatan Gladak Perak, Sabtu (20/6/2026) dini hari.

Korban diketahui berangkat menambang bersama belasan rekannya pada malam hari. Saat melakukan aktivitas penambangan manual di bawah kawasan Gladak Perak, tumpukan material pasir yang masih menyimpan suhu panas tinggi tiba-tiba longsor dan menimpa tubuh korban.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lumajang, Isnugroho, mengatakan peristiwa itu terjadi ketika korban sedang bekerja di area penambangan yang berada di jalur material vulkanik Semeru.

"Korban bersama sekitar 16 rekannya melakukan aktivitas penambangan pasir secara manual. Saat aktivitas berlangsung, tebing pasir di dekat lokasi korban bekerja tiba-tiba ambrol dan menimpa tubuhnya," kata Isnugroho.

Menurutnya, rekan-rekan korban segera melakukan pertolongan dan mengevakuasi Veri ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis.

Sementara itu, Bupati Lumajang Indah Amperawati yang bersama Wakil Bupati Lumajang Yudha Adji Kusuma menjenguk korban di RSUD dr Haryoto Lumajang menyebut kondisi korban sangat memprihatinkan.

Awalnya, laporan yang diterimanya menyebut korban mengalami luka bakar sekitar 43 persen. Namun setelah dilakukan pemeriksaan dan tindakan operasi, luas luka bakar yang dialami korban ternyata mencapai sekitar 80 persen dari tubuhnya.

"Artinya hampir seluruh tubuhnya mengalami luka bakar. Penanganan terbaik sudah dilakukan oleh tim medis, termasuk pembersihan luka di ruang operasi. Sekarang yang harus dijaga adalah kondisi pasien agar tetap stabil dan tidak terjadi infeksi," ujar Indah.

Ia menegaskan, kejadian tersebut harus menjadi pelajaran bagi masyarakat, khususnya para penambang yang beraktivitas di kawasan rawan bencana Gunung Semeru.

Pemerintah Kabupaten Lumajang, lanjutnya, telah berulang kali mengeluarkan surat edaran yang melarang aktivitas masyarakat di sektor tenggara sepanjang aliran Besuk Kobokan dalam radius tertentu dari puncak Semeru, termasuk larangan beraktivitas di sempadan sungai yang berpotensi dilalui material panas maupun banjir lahar.

"Kami juga selalu mengingatkan agar tidak ada aktivitas penambangan setelah pukul 18.00 WIB. Namun masih ditemukan beberapa penambang yang bekerja pada malam hari. Padahal risiko di kawasan ini sangat tinggi karena masih banyak material vulkanik panas yang dapat terbawa hujan maupun mengalami longsoran," katanya.

Di sisi lain, Wakil Direktur RSUD dr Haryoto Lumajang, dr Wawan Arwijanto, menjelaskan korban saat ini menjalani perawatan intensif karena mengalami luka bakar sangat luas dan berpotensi menimbulkan komplikasi serius.

"Korban sudah mendapatkan penanganan awal, operasi pembersihan luka bakar, pemasangan akses cairan, serta tindakan untuk membantu pernapasan. Luka bakar yang dialami mencapai lebih dari 80 persen, sehingga kondisi pasien saat ini sangat kritis," ujar Wawan.

Menurut dia, risiko yang dihadapi korban tidak hanya pada kerusakan kulit, tetapi juga kemungkinan gangguan pada saluran pernapasan akibat menghirup udara panas, gangguan fungsi ginjal karena kehilangan cairan, serta infeksi.

"Kami akan memberikan penanganan maksimal. Mohon doa dari masyarakat agar kondisi pasien bisa bertahan dan membaik," katanya.

Pemerintah Kabupaten Lumajang memastikan seluruh biaya perawatan korban ditanggung pemerintah melalui program bantuan kesehatan bagi korban bencana.

19/06/2026

Adu Banteng Dua Truk di Tikungan Rowokangkung Lumajang, Sopir Tronton Tewas


Lumajang, (Onenewsjatim)
– Kecelakaan lalu lintas maut terjadi di Jalan Raya Desa Nogosari, Kecamatan Rowokangkung, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Jumat (19/6/2026) sekitar pukul 02.00 WIB.

Insiden yang terjadi di jalan yang menikung  itu melibatkan dua kendaraan truk yang bertabrakan dari arah berlawanan. 

Akibat kecelakaan tersebut, satu orang sopir meninggal dunia, sementara dua orang lainnya mengalami luka-luka.

Korban meninggal diketahui bernama Ferdian (25), warga Kecamatan Tongas, Kabupaten Probolinggo. 

Saat kejadian, ia mengemudikan truk tronton Hino bernomor polisi S-8384-SE yang mengangkut batu bara.

Sementara kendaraan lainnya adalah truk Mitsubishi bernomor polisi G-8190-DC yang dikemudikan Bimo Saputro (24), warga Desa Subah, Kecamatan Subah, Kabupaten Batang, Jawa Tengah. Truk tersebut mengangkut muatan cabai merah, tomat, dan jeruk.

Kanit Gakkum Satlantas Polres Lumajang, Ipda Dendy Cucu, menjelaskan berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara, kecelakaan bermula saat truk Mitsubishi melaju dari arah selatan atau Jember menuju utara atau Lumajang.

"Truk Mitsubishi yang dikemudikan Bimo Saputro melaju dari arah Jember menuju Lumajang. Sesampainya di tikungan Letter S, kendaraan diduga berjalan terlalu ke kanan saat menikung sehingga menabrak bagian depan sebelah kanan truk tronton Hino yang datang dari arah berlawanan," kata Ipda Dendy Cucu, Jumat (19/6/2026).

Menurut Dendy, faktor utama penyebab kecelakaan diduga karena pengemudi truk Mitsubishi kurang waspada saat melintas di jalan menikung.

"Untuk penyebab kecelakaan, pengemudi truk Mitsubishi diduga kurang waspada saat melintas di jalan menikung sehingga masuk ke jalur lawan dan menabrak kendaraan yang datang dari arah berlawanan," ujarnya.

Benturan keras menyebabkan kedua kendaraan mengalami kerusakan parah pada bagian depan. Sopir truk tronton sempat dievakuasi dari dalam kabin yang ringsek sebelum akhirnya dilarikan ke RSUD dr. Haryoto Lumajang.

Namun nyawanya tidak tertolong akibat luka berat yang dialami di bagian kepala.

"Korban atas nama Ferdian mengalami luka di bagian kepala dan meninggal dunia di RSUD dr. Haryoto Lumajang," tutur Dendy.

Sementara itu, pengemudi truk Mitsubishi, Bimo Saputro, mengalami luka pada bagian kaki. Sedangkan penumpangnya, Ferry Aldiansyah (27), yang juga warga Kecamatan Subah, Kabupaten Batang, mengalami luka di bagian kepala.

Kedua korban luka saat ini telah mendapatkan penanganan medis. Sementara petugas Satlantas Polres Lumajang masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait kecelakaan tersebut. (Imam)

Semeru Erupsi dan Luncurkan Awan Panas 4,5 Kilometer, BPBD: Permukiman Warga Aman


Lumajang, (Onenewsjatim) 
– Aktivitas vulkanik Gunung Semeru kembali menunjukkan peningkatan pada Jumat pagi (19/6/2026). Gunung tertinggi di Pulau Jawa itu mengalami erupsi yang disertai awan panas guguran (APG) dengan jarak luncur mencapai 4,5 kilometer ke arah Besuk Kobokan.

Berdasarkan data Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Semeru dan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), erupsi terjadi pada pukul 07.21 WIB.

Kolom abu teramati membumbung sekitar 1.000 meter di atas puncak kawah dengan warna putih hingga kelabu pekat yang bergerak ke arah utara dan barat laut.

Selain lontaran material vulkanik, erupsi juga memicu awan panas guguran yang meluncur mengikuti alur Besuk Kobokan. Fenomena tersebut terekam pada seismograf dengan amplitudo maksimum 22 milimeter dan durasi sekitar 5 menit 33 detik.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Lumajang, Isnugroho, mengatakan pihaknya terus melakukan pemantauan bersama petugas Pos Pantau Gunung Semeru untuk memastikan kondisi di lapangan tetap terkendali.

"Terjadi awan panas guguran dengan jarak luncur sekitar 4,5 kilometer ke arah Besuk Kobokan. Namun berdasarkan laporan petugas pemantauan, luncuran awan panas sudah berhenti dan hingga saat ini kondisi di wilayah permukiman warga masih aman," kata Isnugroho.

Ia menegaskan, tidak ada laporan dampak langsung terhadap masyarakat akibat kejadian tersebut. Aktivitas warga di kawasan yang berada di luar zona bahaya masih berjalan normal seperti biasa.

"Kami memastikan kawasan permukiman yang terdekat dengan Gunung Semeru dalam kondisi aman. Masyarakat tidak perlu panik, namun tetap harus meningkatkan kewaspadaan dan mengikuti informasi resmi dari petugas pengamatan gunung api," ujarnya.

Meski tidak menimbulkan dampak langsung, erupsi tersebut menambah volume material vulkanik yang tersimpan di lereng Semeru.

Kondisi itu menjadi perhatian serius BPBD mengingat curah hujan di kawasan puncak dan lereng gunung dalam beberapa waktu terakhir cukup tinggi.

Menurut Isnugroho, ancaman yang perlu diwaspadai saat ini bukan hanya erupsi, tetapi juga potensi banjir lahar hujan yang dapat membawa material pasir, batu, dan lumpur melalui sungai-sungai berhulu di Gunung Semeru.

"Setiap erupsi akan menambah material vulkanik di lereng. Jika turun hujan dengan intensitas tinggi, material tersebut bisa terbawa aliran lahar. Ini yang harus menjadi perhatian masyarakat yang beraktivitas di sekitar aliran sungai berhulu ke Semeru," jelasnya.

BPBD Lumajang mengimbau warga tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi. Masyarakat juga diminta mematuhi rekomendasi PVMBG yang melarang aktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan sejauh 13 kilometer dari puncak Gunung Semeru.

Selain itu, warga diminta tidak beraktivitas dalam radius 500 meter dari tepi sungai sepanjang aliran Besuk Kobokan karena berpotensi terdampak perluasan awan panas maupun aliran lahar hujan.

Saat ini tatus aktivitas Gunung Semeru masih berada pada Level III (Siaga).

Petugas gabungan terus melakukan pemantauan dan siap menyampaikan perkembangan terbaru kepada masyarakat apabila terjadi perubahan aktivitas vulkanik yang signifikan.(Imam)

18/06/2026

Demo di DPRD Lumajang, Mahasiswa Tolak Kenaikan Harga BBM Pertamax


Lumajang, (Onenewsjatim
)– Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam berbagai organisasi kemahasiswaan menggelar aksi demonstrasi bertajuk “Lumajang Menggugat” di depan Kantor DPRD Lumajang, Jawa Timur, Kamis (18/6/2026). 

Massa aksi menyuarakan penolakan terhadap kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) non-subsidi jenis Pertamax serta mendesak evaluasi sejumlah kebijakan dan program pemerintah.

Aksi yang diikuti kader Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), dan Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Lumajang berlangsung tertib. 

Massa membawa sebuah mobil pikap yang dilengkapi pengeras suara untuk menyampaikan orasi dan tuntutan.

Setibanya di depan gedung DPRD, para mahasiswa meminta pimpinan dewan menemui mereka secara langsung. 

Tak berselang lama, Ketua DPRD Lumajang, Oktafiyani, keluar dan berdialog dengan massa aksi di tepi jalan bersama para peserta demonstrasi.

Dalam pernyataannya, mahasiswa menilai kenaikan harga BBM non-subsidi berpotensi memperberat beban masyarakat di tengah kondisi ekonomi yang masih menghadapi berbagai tantangan.

Ketua Pimpinan Cabang (PC) PMII Lumajang, Saiful Hadi, mengatakan aksi tersebut merupakan bentuk kontrol sosial mahasiswa terhadap berbagai kebijakan yang dinilai berdampak langsung pada masyarakat.

“Kami mengawal aspirasi terkait kebijakan BBM, khususnya penolakan kenaikan harga BBM non-subsidi yang berpotensi berdampak terhadap kondisi ekonomi masyarakat dan harga BBM subsidi,” ujar Saiful Hadi di sela aksi.

Selain isu BBM, massa juga mendesak pemerintah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Menurut mereka, program yang semula diharapkan menjadi solusi peningkatan gizi masyarakat perlu diawasi secara ketat agar pelaksanaannya berjalan transparan dan bebas dari penyimpangan.

Mahasiswa juga meminta penegakan hukum yang tegas terhadap pihak-pihak yang terlibat dalam dugaan penyalahgunaan program tersebut.

Tak hanya itu, mereka turut menyoroti pelaksanaan Program Koperasi Desa Merah Putih (KDMP). Massa menilai perlu dilakukan evaluasi terhadap tata kelola, pendanaan, transparansi, hingga efektivitas program bagi masyarakat desa.

Dalam tuntutannya, mahasiswa juga menyampaikan aspirasi terkait revisi Undang-Undang Polri dan evaluasi Undang-Undang TNI. Mereka menilai kebijakan tersebut perlu dikaji secara cermat guna menjaga supremasi sipil, profesionalitas institusi, serta semangat reformasi.

Di tingkat daerah, mahasiswa meminta percepatan pembangunan dan pemerataan infrastruktur di Kabupaten Lumajang agar sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Menanggapi berbagai tuntutan tersebut, Ketua DPRD Lumajang, Oktafiyani, menyatakan pihaknya menghormati aksi yang dilakukan mahasiswa sebagai bagian dari proses demokrasi.

“Ini kan bentuk demokrasi. Jadi apabila ada isu-isu yang menurut masyarakat tidak benar, harus dievaluasi dan diawasi bersama,” kata Oktafiyani di hadapan peserta aksi.

Ia menilai mahasiswa dan DPRD memiliki tujuan yang sama dalam menjalankan fungsi pengawasan terhadap kebijakan publik.

“Kita sambut dengan baik. Berarti mahasiswa dan aliansi memiliki respons yang sama dengan kami, yaitu sama-sama mengawasi kebijakan yang ada,” ujarnya.

Terkait tuntutan yang disampaikan, Oktafiyani menegaskan DPRD Lumajang akan menindaklanjutinya melalui mekanisme kelembagaan dengan mengirimkan rekomendasi kepada pemerintah pusat dan lembaga terkait.

“Tindak lanjutnya akan kami kirimkan dalam bentuk rekomendasi karena ini bukan kebijakan kami, melainkan kewenangan pemerintah pusat. Aspirasi dan tuntutan mahasiswa akan kami teruskan kepada DPR RI, kementerian terkait, serta lembaga yang berwenang,” katanya. (Imam)


15/06/2026

Pencurian Siang Bolong di Lumajang, Pelaku Gondol Emas Batangan 175 Gram dan Perhiasan


Lumajang, (Onenewsjatim)
– Aksi pencurian dengan sasaran perhiasan emas kembali terjadi di Kabupaten Lumajang. Kali ini, seorang pemilik salon bernama Lilik (70), warga Kelurahan Rogotrunan, Kecamatan Lumajang, menjadi korban pencurian yang mengakibatkan kerugian mencapai sekitar Rp400 juta.

Peristiwa tersebut terjadi pada Sabtu (13/6/2026) pagi di rumah korban yang berada di Jalan Prof. Moh. Yamin, Kelurahan Rogotrunan, Kecamatan Lumajang. Ironisnya, aksi pencurian berlangsung saat aktivitas masyarakat di sekitar lokasi cukup ramai.

Aksi pelaku sempat terekam kamera pengawas (CCTV). Dalam rekaman tersebut terlihat seorang pria mengenakan topi hitam berjalan kaki menyeberang jalan, kemudian berhenti di sebuah gang sebelum akhirnya masuk ke rumah korban.

Kasi Humas Polres Lumajang Ipda Suprapto membenarkan adanya laporan pencurian tersebut. Menurutnya, kejadian berlangsung saat korban meninggalkan rumah untuk berbelanja.

"Untuk kejadian pencurian emas ini terjadi pada hari Sabtu (13/6/2026) pagi. Saat itu korban sedang keluar rumah untuk berbelanja sekitar 10 menit," ujar Ipda Suprapto, Minggu (15/6/2026).

Saat kembali ke rumah, korban mendapati sejumlah barang berharganya sudah hilang dari tempat penyimpanan.

"Setelah pulang, korban mengetahui barang-barang miliknya sudah tidak berada di tempat. Barang yang diambil berupa perhiasan emas sekitar 57 gram, emas batangan sekitar 175 gram, serta uang tunai kurang lebih Rp28 juta," jelasnya.

Polisi masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap identitas dan jumlah pelaku yang terlibat dalam aksi pencurian tersebut. Dari rekaman CCTV yang telah diperiksa, sementara terlihat satu orang masuk ke dalam rumah korban.

"Untuk jumlah pelaku masih dalam pendalaman. Yang terlihat di CCTV masuk ke dalam rumah ada satu orang," kata Suprapto.

Ia menjelaskan, pelaku diduga memanfaatkan kondisi rumah yang sedang kosong saat korban keluar berbelanja.

"Modusnya, pelaku masuk ke rumah ketika korban tidak berada di dalam rumah," tambahnya.

Akibat kejadian tersebut, korban diperkirakan mengalami kerugian total sekitar Rp400 juta.

Saat ini Satreskrim Polres Lumajang masih melakukan penyelidikan lebih lanjut dan mengumpulkan sejumlah barang bukti, termasuk rekaman CCTV di sekitar lokasi kejadian.

10/06/2026

Diduga Kelebihan Muatan, Kapal Pengangkut 14 Ton Sembako Terbalik di Probolinggo


Probolinggo, (Onenewsjatim) –
Kapal pengangkut sembako milik Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Gili Ketapang, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, terbalik di perairan Probolinggo, Selasa (9/6/2026). Akibat insiden tersebut, sekitar 14 ton bahan pokok berupa beras dan minyak goreng yang diangkut kapal tumpah dan tenggelam ke laut.

Meski menyebabkan kerugian besar, tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan laut tersebut. Seluruh awak kapal berhasil menyelamatkan diri sebelum kapal tenggelam.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, kapal bernama Bahari Makmur itu mengangkut sekitar 8 ton beras dan 6.000 liter minyak goreng atau setara 6 ton. Seluruh muatan yang dibawa dilaporkan hanyut dan tenggelam setelah kapal kehilangan keseimbangan dan terbalik.

Rekaman video amatir yang beredar di media sosial memperlihatkan kondisi kapal sesaat setelah kecelakaan terjadi. Karung beras dan sejumlah kemasan minyak goreng tampak mengapung serta berserakan di sekitar lokasi kejadian.

Kasatpolairud Polres Probolinggo, AKP Wayan, mengatakan kapal yang dinakhodai Imam (36) itu berangkat dari Dermaga Utara Pelabuhan Tanjung Tembaga, Kota Probolinggo, sekitar pukul 12.00 WIB.

"Sekitar pukul 13.00 WIB kapal melintasi perairan di sekitar Pulau Gili Ketapang. Diduga kapal dihantam gelombang cukup besar hingga kehilangan keseimbangan dan akhirnya terbalik," kata AKP Wayan saat dikonfirmasi, Selasa.

Menurut dia, pihaknya menerima laporan kejadian sekitar pukul 14.15 WIB dari masyarakat dan nelayan yang berada di sekitar lokasi.

"Kami mendapatkan laporan bahwa ada kapal pengangkut sembako yang tenggelam di perairan Pulau Gili Ketapang. Setelah menerima informasi tersebut, petugas langsung melakukan pengecekan dan pendataan di lokasi kejadian," ujarnya

Sebelum insiden terjadi, terdapat empat kapal yang berangkat dari Pelabuhan Tanjung Tembaga menuju Pulau Gili Ketapang untuk mengangkut kebutuhan pokok masyarakat. Namun kapal Bahari Makmur yang berada di urutan terakhir mengalami kecelakaan sekitar dua mil laut dari dermaga.

Sementara itu, Kepala Seksi Humas KSOP Tanjung Tembaga, Hendra Yulispriyanto, mengatakan pihaknya masih melakukan penyelidikan guna memastikan penyebab pasti kecelakaan tersebut.

"Kami masih melakukan pendalaman dan pengumpulan keterangan dari sejumlah pihak untuk mengetahui penyebab pasti insiden ini," kata Hendra.

Ia menambahkan, dugaan sementara mengarah pada faktor cuaca dan kondisi muatan kapal. Namun, seluruh aspek keselamatan pelayaran masih akan diperiksa lebih lanjut.

"Kami mengimbau seluruh pemilik maupun operator kapal agar selalu memperhatikan kapasitas muatan, kondisi kapal, serta cuaca sebelum berlayar demi mencegah kejadian serupa," ujarnya.

Informasi yang beredar menyebutkan kapal tersebut memiliki kapasitas sekitar 7 Gross Tonnage (GT), sedangkan muatan yang diangkut mencapai sekitar 14 ton. Dugaan kelebihan muatan pun menjadi salah satu faktor yang tengah diselidiki petugas.

Hingga saat ini petugas KSOP Tanjung Tembaga bersama aparat terkait masih melakukan pendataan kerugian serta penyelidikan lebih lanjut mengenai kecelakaan laut yang menyebabkan hilangnya belasan ton sembako tersebut.


08/06/2026

Kabur Setelah Tabrak Pedagang Sayur, Sopir Elf Mengaku Takut Dimassa


Lumajang (Onenewsjatim) –
Sopir minibus Isuzu Elf yang terlibat kecelakaan maut hingga menewaskan seorang pedagang sayur keliling (mlijo) di Jalan Raya Klettek, Dusun Kidul Sawah, Desa Tunjung, Kecamatan Randuagung, Kabupaten Lumajang, mengaku meninggalkan korban di tepi jalan dan melarikan diri karena takut menjadi sasaran amuk massa.

Keterangan tersebut disampaikan KBO Satlantas Polres Lumajang, Ipda Eko Budi Laksono, berdasarkan hasil pemeriksaan terhadap Imam Safi'i pengemudi Elf yang kini telah mengamankan diri di Unit Gakkum Satlantas Polres Lumajang.

"Berdasarkan keterangan pengemudi, saat kejadian melihat situasi di wilayah Randuagung. Mungkin dalam pemikirannya takut dimassa sehingga pengemudi memilih melarikan diri," kata Ek saat dikonfirmasi, Senin (8/6/2026).

Menurut Eko, setelah meninggalkan lokasi kejadian, pengemudi langsung pulang ke rumahnya di Kecamatan Ajung, Kabupaten Jember. 

Setibanya di rumah, yang bersangkutan kemudian mendapat saran dari keluarganya untuk segera menyerahkan diri demi keamanan dan kelancaran proses hukum.

"Sampai di rumah di Jember dikasih tahu oleh saudara-saudaranya bahwa demi keamanannya lebih baik mengamankan diri ke kantor Unit Laka Lantas Satlantas Polres Lumajang," ujarnya.

Saat ini, lanjut Eko, pengemudi berada di Satlantas Polres Lumajang dan masih menjalani pemeriksaan. Penyidik juga terus melakukan pendalaman terkait kronologi kecelakaan maupun status pengemudi tersebut.

"Kasus kecelakaan ini masih dalam proses penyelidikan dan pendalaman. Kami juga masih menunggu kondisi kedua belah pihak. Saat ini keluarga korban masih dalam suasana berduka," jelasnya.

Ia menambahkan, keluarga pengemudi juga telah beberapa kali mendatangi rumah duka untuk bersilaturahmi sekaligus menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya korban.

Sementara itu, terkait informasi yang beredar mengenai profesi pengemudi apakah merupakan sopir travel atau sopir biasa, pihak kepolisian menyebut hal tersebut masih dalam tahap penyelidikan.

"Saat ini masih kami dalami, termasuk status pengemudinya," tegas Eko.

Sebelumnya, kecelakaan maut terjadi di Jalan Raya Klettek, Dusun Kidul Sawah, Desa Tunjung, Kecamatan Randuagung, Sabtu (6/6/2026) dini hari. Korban diketahui bernama Khusnul Khotimah (43), warga Desa Tunjung yang sehari-hari berprofesi sebagai pedagang sayur keliling.

Peristiwa tersebut menjadi sorotan publik setelah rekaman kamera pengawas (CCTV) beredar luas di media sosial. Dalam video itu terlihat sebuah minibus Isuzu Elf menyeret sepeda motor Honda Supra X milik korban yang saat itu membawa dagangan sayur.

Rekaman juga memperlihatkan pengemudi bersama beberapa penumpang turun dari kendaraan setelah berhenti. Mereka kemudian mengevakuasi korban beserta sepeda motornya ke tepi jalan sebelum meninggalkan lokasi kejadian.

Satlantas Polres Lumajang memastikan penanganan perkara masih terus berjalan guna mengungkap secara utuh kronologi kecelakaan serta menentukan unsur hukum dalam peristiwa yang merenggut nyawa pedagang sayur tersebut. (Imam)

© Copyright 2024 Onenewsjatim | All Right Reserved