-->

06/05/2026

Dalam 4 Hari, Tiga Warga Jadi Korban Begal di Lumajang, Satu Meninggal Dunia


Lumajang, (Onenewsjatim)
– Aksi pencurian dengan kekerasan atau begal di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, dalam beberapa hari terakhir kian meresahkan warga. Dalam kurun waktu 96 jam atau empat hari, sedikitnya tiga orang menjadi korban kejahatan jalanan tersebut. Bahkan, satu korban dilaporkan tewas.

Peristiwa pertama terjadi pada Sabtu (2/5/2026) malam di Desa Kaliboto Kidul, Kecamatan Jatiroto. Korban bernama Meta Anugerah Ayu, warga Kabupaten Jember, saat itu berhenti di pinggir jalan untuk mengenakan mantel karena hujan.

Tak lama kemudian, dua orang pelaku datang sambil mengacungkan senjata tajam jenis celurit dan merampas sepeda motor milik korban.

Aksi serupa kembali terjadi di lokasi yang sama pada Senin (4/5/2026) sekitar pukul 04.30 WIB. Korban kali ini adalah Anisa, seorang penjual sayur asal Desa Sukosari, Kecamatan Jatiroto.

Saat itu, korban tengah dalam perjalanan menuju pasar untuk berjualan. Namun nahas, ia ditemukan warga dalam kondisi tidak bernyawa di tepi Jalan Nasional Jember-Lumajang, dengan luka bacok di bagian kepala. Sepeda motor korban juga hilang dari lokasi.

Rentetan aksi begal berlanjut di lokasi berbeda. Kali ini terjadi di kawasan Jembatan Grobokan, Kecamatan Kedungjajang. Korban bernama Saiful, warga Desa Tempeh Tengah, Kecamatan Tempeh.

Saat dalam perjalanan menuju Probolinggo, korban dipepet empat orang pelaku yang juga membawa senjata tajam jenis celurit. Pelaku sempat menyabetkan senjata ke arah korban, namun berhasil dihindari.

Meski selamat dari luka, korban harus kehilangan sepeda motor dan tas selempangnya yang dibawa kabur pelaku.

Menanggapi maraknya aksi begal tersebut, Kasi Humas Polres Lumajang Ipda Suprapto menyatakan pihak kepolisian akan meningkatkan intensitas patroli, khususnya di wilayah yang rawan kejahatan.

“Upaya kami sebagai pihak keamanan, tentu akan lebih mengintensifkan patroli di wilayah-wilayah rawan,” kata Suprapto di Mapolres Lumajang, Rabu (6/5/2026).

Selain itu, pihak kepolisian juga mengimbau masyarakat untuk lebih waspada saat melintas di jalur-jalur sepi, terutama pada malam hingga dini hari.

“Kami mengimbau kepada masyarakat, khususnya yang melintas di area rawan, sebisa mungkin tidak sendirian. Jika memungkinkan, lakukan perjalanan secara berkelompok,” ujarnya.

Polisi saat ini masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap para pelaku di balik rangkaian aksi begal tersebut, termasuk mendalami kemungkinan keterkaitan antar kejadian.

Maraknya kasus ini pun menjadi perhatian serius aparat, mengingat eskalasi kekerasan yang terjadi dalam waktu singkat dan memakan korban jiwa.

04/05/2026

Wanita Pengantar Sayur di Lumajang Ditemukan Tewas, Motor Hilang Diduga Dibegal


Lumajang, (Onenewsjatim)
- Seorang wanita bernama Anisa (46), warga Desa Sukosari, Kecamatan Jatiroto, Kabupaten Lumajang, ditemukan meninggal dunia di tepi jalan Desa Kaliboto Kidul, Kecamatan Jatiroto, Senin (4/5/2026) pagi. Korban diduga menjadi korban pembegalan karena sepeda motor miliknya hilang dari lokasi kejadian.

Korban pertama kali ditemukan warga sekitar pukul 05.00 WIB dalam kondisi tergeletak miring di bawah pohon di pinggir jalan. Warga yang mengetahui kejadian itu langsung melaporkan kepada pihak kepolisian.

Petugas Polsek Jatiroto bersama tim Satreskrim Polres Lumajang kemudian mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Kholfiah, ipar korban, mengatakan sebelum ditemukan meninggal dunia, Anisa sempat berpamitan untuk mengantar sayur ke Pasar Jatiroto usai melaksanakan salat subuh.

“Setelah salat subuh sekitar pukul 04.00 WIB, korban hendak mengantar sayur ke Pasar Jatiroto dengan mengendarai motor,” ujar Kholfiah saat ditemui di lokasi.

Menurutnya, korban sehari-hari bekerja sebagai buruh tani tebu dan rutin mengantar sayuran ke pasar bersama anaknya.

“Biasanya korban sama anaknya mengantarkan sayur. Korban diduga dibegal, sebab motor miliknya tidak ada di lokasi kejadian,” katanya.

Ia menyebut lokasi penemuan korban berjarak sekitar dua kilometer dari rumah korban di Desa Sukosari.

Sementara itu, Kasubsi PIDM Sie Humas Polres Lumajang, Ipda Suprapto membenarkan adanya penemuan mayat perempuan di wilayah Kecamatan Jatiroto tersebut.

“Sekitar pukul 05.00 WIB, Polsek Jatiroto menerima informasi ada seorang perempuan ditemukan tergeletak di tepi jalan tepatnya di Desa Kaliboto Kidul, Kecamatan Jatiroto,” ujar Suprapto.

Saat ditemukan, korban diketahui sudah meninggal dunia dan mengalami luka di bagian kepala.

“Untuk terkait begal dan yang lain masih dalam pendalaman Satreskrim Polres Lumajang. Untuk motor korban ternyata di lokasi kejadian tidak ditemukan,” katanya.

Polisi kini masih melakukan penyelidikan guna mengungkap penyebab pasti kematian korban sekaligus memburu pelaku apabila ditemukan unsur tindak kriminal.

Suprapto menambahkan, kepolisian akan meningkatkan patroli di sejumlah titik yang dianggap rawan tindak kejahatan.

“Upaya kita dari kepolisian otomatis akan lebih mengintensifkan patroli di wilayah rawan kriminalitas,” ujarnya.

Pihak kepolisian juga mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati saat melintas di jalur sepi, terutama pada dini hari atau pagi buta.

“Kalau bisa dalam perjalanan jangan sampai sendirian. Intinya jangan sampai posisi sendirian, karena di jalan tersebut memang rawan, penerangan jalan kurang, dan daerah tersebut banyak lahan kosong jauh dari permukiman warga,” pungkasnya.(Imam)

30/04/2026

79 Tersangka Diciduk, Polda Jatim Bongkar Puluhan Kasus Penyelewengan BBM Subsidi


Surabaya, (Onenewsjatim)
- Polda Jawa Timur (Jatim) melalui Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) bersama Polres yang ada di jajaran Polda Jatim berhasil mengungkap 66 kasus penyalahgunaan BBM dan LPG bersubsidi selama periode Januari hingga April 2026. 

Dari pengungkapan tersebut, Polisi menetapkan sebanyak 79 orang sebagai tersangka dan diamankan untuk proses hukum.

Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Jules Abraham Abast, menyampaikan bahwa pengungkapan kasus ini merupakan bentuk komitmen Polri dalam mengawal distribusi energi bersubsidi agar tepat sasaran.

“Kasus ini menjadi perhatian serius karena menyangkut kepentingan masyarakat luas serta keberlangsungan kebijakan subsidi energi dari negara," kata Kombes Pol Abast, Kamis (30/4/26).

Ia menegaskan, sesuai arahan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, subsidi harus dikelola secara transparan, akuntabel, dan tidak boleh disalahgunakan oleh pihak yang tidak berhak.

Kombes Abast menambahkan bahwa Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo juga menegaskan komitmen Polri dalam mengawal distribusi energi bersubsidi agar tepat guna dan tidak diselewengkan.

Menurut Kabid Humas Polda Jatim, dari perspektif ekonomi, penyalahgunaan subsidi dapat menimbulkan distorsi distribusi dan merugikan masyarakat. Sementara dari perspektif sosial, hal ini dapat memicu ketidakadilan serta menurunkan kepercayaan publik. 

"Oleh karena itu, kegiatan ini juga menjadi bentuk transparansi dan edukasi publik,”terang Kombes Abast.

Sementara itu, Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Jatim, Kombes Pol Roy H.M. Sihombing, menjelaskan bahwa pengungkapan tersebut merupakan hasil Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD) yang dilakukan secara intensif oleh jajaran Polda Jatim.

“Selama kurun waktu Januari hingga April 2026, Ditreskrimsus Polda Jatim dan Polres jajaran berhasil mengungkap 66 kasus penyalahgunaan BBM dan LPG bersubsidi yang tertuang dalam 66 laporan Polisi,” ungkapnya. 

Tidak hanya mengamankan 79 tersangka, dari hasil pengungkapan tersebut Polisi juga mengamankan barang bukti berupa 8.904 liter BBM jenis pertalite, 17.580 liter solar, serta 410 tabung LPG yang terdiri dari 227 tabung LPG 3 kilogram, 20 tabung LPG 5 kilogram, dan 171 tabung LPG 12 kilogram. 

Selain itu, turut diamankan 47 unit kendaraan roda empat dan enam serta tiga unit kendaraan roda dua yang digunakan dalam tindak pidana. 

“Perbuatan para pelaku ini mengakibatkan potensi kerugian negara kurang lebih sebesar Rp7.526.090.224,” tegasnya. 

Kombes Pol Roy menambahkan, dalam pengungkapan tersebut pihaknya menemukan sejumlah modus operandi yang dilakukan para pelaku, diantaranya pengisian BBM menggunakan kendaraan yang telah dimodifikasi, pembelian berulang di SPBU untuk kemudian ditimbun, penggunaan beberapa barcode, hingga praktik pemindahan LPG 3 kilogram ke tabung ukuran lebih besar.

“Ada juga keterlibatan oknum petugas SPBU yang memberikan barcode kepada pelaku untuk pengisian BBM bersubsidi yang kemudian diperjualbelikan kembali guna mendapatkan keuntungan,” ujarnya.

Atas perbuatannya, para tersangka dijerat Pasal 55 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi sebagaimana telah diubah dalam Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2023 tentang Cipta Kerja, dengan ancaman pidana penjara paling lama enam tahun dan denda maksimal Rp60 miliar.

Polda Jatim memastikan akan menindak tegas seluruh pelaku tanpa pandang bulu serta menelusuri aliran dana hasil kejahatan tersebut.

“Kami pastikan tidak ada toleransi bagi siapapun yang terlibat. Kami juga menelusuri aliran dana dan menerapkan tindak pidana pencucian uang. Apabila ditemukan keterlibatan pejabat, maka akan dilimpahkan ke penyidik tindak pidana korupsi,” tegas Kombes Pol Roy.

Pihak kepolisian juga mengimbau masyarakat untuk turut berperan aktif dalam mengawasi distribusi BBM dan LPG bersubsidi.

“Kami mengajak seluruh masyarakat Jawa Timur untuk melaporkan apabila mengetahui adanya penyalahgunaan BBM dan LPG bersubsidi melalui kantor polisi terdekat atau call center 110,” pungkasnya. (*)

Oknum PNS DLH Tersandung Narkoba, Bunda Indah Langsung Ambil Langkah Keras


Lumajang, (Onenewsjatim)–
Buntut penangkapan seorang oknum Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Bupati Lumajang, Indah Amperawati, yang akrab disapa Bunda Indah, langsung mengambil langkah tegas.

Didampingi Wakil Bupati Lumajang, Yudha Adji Kusuma, Bunda Indah mengumpulkan seluruh pegawai DLH di halaman kantor setempat, Kamis (30/4/2026), untuk memberikan arahan sekaligus peringatan keras terkait penyalahgunaan narkoba di kalangan aparatur sipil negara.

Dalam sambutannya, Bunda Indah menegaskan bahwa tidak ada toleransi bagi ASN yang terlibat narkoba. Ia meminta Inspektorat dan Badan Kepegawaian Daerah (BKD) segera memproses oknum yang terbukti melanggar.

“Saya tidak main-main soal narkoba. No compromise, tidak kompromi. Saya minta Inspektorat dan BKD segera memproses PNS yang terlibat narkoba,” tegasnya.

Menurutnya, ASN yang menggunakan narkoba tidak akan mampu menjalankan tugas pelayanan publik dengan baik. Ia juga menekankan bahwa penyalahgunaan narkoba dapat merusak kesehatan, khususnya sistem saraf.

“Kalau ada aparatur sipil negara yang pakai narkoba, saya pastikan dia tidak akan bisa melayani masyarakat,” imbuhnya.

Bunda Indah juga mengungkapkan bahwa sebelumnya sempat terjadi kasus serupa di lingkungan Dinas Pendidikan. Meski demikian, ia menyebut pelaku bukan ASN, melainkan pekerja yang sedang berada di lokasi.

Sebagai langkah konkret, Bunda Indah langsung memerintahkan tes urine kepada seluruh pegawai DLH tanpa terkecuali. Ia bahkan menginstruksikan agar pegawai yang tidak hadir tetap diperiksa dengan mendatangi rumah masing-masing.

“Saya kumpulkan panjenengan untuk pagi ini dites urin semua, tanpa terkecuali. Kalau hari ini ada yang tidak masuk, kasih alamatnya rumahnya, biar didatangi,” ujarnya.

Ia juga memperingatkan agar tidak ada praktik kecurangan dalam pelaksanaan tes, termasuk upaya tukar sampel urine atau perlindungan terhadap pelaku.

“Siapa yang melindungi? Siapa yang dilindungi? Siapa yang berbuat curang? Saya kasih sanksi seberat-beratnya, termasuk petugas dari rumah sakit umum dan dinas kesehatan,” tegasnya.

Sebelumnya, Satuan Reserse Narkoba Polres Lumajang mengamankan seorang oknum PNS DLH berinisial HP (44), warga Kelurahan Jogoyudan, pada Selasa (28/4/2026) malam. Penangkapan dilakukan di depan sebuah minimarket di kawasan Jalan Jenderal Sutoyo, Lumajang.


.

Usai Oknum PNS Ditangkap, 364 Pegawai DLH Lumajang Dites Urine


Lumajang (Onenewsjatim)
– Pasca tertangkapnya seorang oknum Pegawai Negeri Sipil (PNS) dalam kasus narkoba, Bupati Lumajang langsung mengambil langkah tegas dengan menggelar tes urine mendadak kepada seluruh pegawai Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Kamis (30/4/2026).

Pantauan di lapangan, ratusan pegawai DLH baik PNS maupun tenaga kontrak tampak berbaris di halaman kantor DLH Lumajang sejak pagi hari. 

Pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh untuk memastikan tidak ada aparatur yang terlibat dalam penyalahgunaan narkotika.

Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Bupati Lumajang yang akrab disapa Bunda Indah, didampingi Wakil Bupati .

Dalam keterangannya kepada awak media, Bunda Indah menegaskan bahwa seluruh pegawai tanpa terkecuali wajib mengikuti tes urine dengan metode pemeriksaan lengkap.

“Saya minta dites dengan reagen yang lengkap. Jadi satu orang satu pemeriksaan. Hari ini sekitar 364 pegawai yang kita lakukan tes,” ujar Bunda Indah di lokasi.

Ia mengaku prihatin atas adanya aparatur pemerintah yang terjerat kasus narkoba. Menurutnya, hal tersebut mencederai kepercayaan publik terhadap institusi pemerintahan.

Bunda Indah menegaskan tidak akan memberikan toleransi terhadap ASN yang terbukti terlibat, baik sebagai pengguna maupun pengedar.

“Saya tidak akan kompromi soal narkoba untuk aparatur sipil negara. Kalau dia P3K dan terbukti pemakai, apalagi pengedar, akan saya keluarkan surat pemberhentian,” tegasnya.

Langkah tes urine ini, lanjutnya, merupakan bagian dari upaya bersih-bersih internal di lingkungan Pemerintah Kabupaten Lumajang. Ke depan, pemeriksaan serupa akan dilakukan secara berkala di seluruh organisasi perangkat daerah (OPD).

“Pertama saya bersihkan di tubuh aparatur sipil negara dulu, baru kemudian di sektor-sektor lainnya,” imbuhnya.

Sebelumnya, Satuan Reserse Narkoba Polres Lumajang mengamankan seorang oknum PNS DLH berinisial HP (44), warga Kelurahan Jogoyudan, pada Selasa (28/4/2026) malam. 

Penangkapan dilakukan di depan sebuah minimarket di kawasan Jalan Jenderal Sutoyo, Lumajang.

28/04/2026

Diduga Sopir Mengantuk, Tiga Kendaraan Terlibat Kecelakaan di Lumajang


Lumajang (Onenewsjatim)
– Kecelakaan beruntun melibatkan dua truk dan satu sepeda motor terjadi di Jalan Nasional Lumajang–Jember, tepatnya di Desa Banyuputih Lor, Kecamatan Randuagung, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Selasa (27/4/2026) pagi sekitar pukul 06.00 WIB.

Peristiwa tersebut melibatkan truk box Hino nomor polisi W 9274 PB, truk colt diesel nomor polisi P 9645 UE, serta sepeda motor Honda Vario nomor polisi P 5251 NC.

Akibat kecelakaan ini, dua orang mengalami luka berat. Sopir truk colt diesel, Ahmad Faruk (38), mengalami luka di bagian kepala dan menjalani perawatan di RSUD dr. Haryoto Lumajang. Sementara kernetnya, Farhan Ega Pratama (17), mengalami luka pada kaki kiri dan dirawat di RS Jatiroto.

Selain itu, dua korban lainnya mengalami luka ringan, yakni sopir truk box Jumadi (53), warga Kecamatan Pandaan, Kabupaten Pasuruan, dan Ahmad Supriyadi (33), warga Kecamatan Bangsalsari, Kabupaten Jember.

Sopir truk box, Jumadi, mengungkapkan bahwa saat kejadian dirinya tengah melaju dari arah Probolinggo menuju Jember dengan kecepatan sedang dan kondisi jalan relatif sepi.

“Jalannya lurus dan sepi, tiba-tiba dari arah berlawanan ada truk colt diesel dengan jarak sekitar lima meter mendadak oleng ke kanan. Kemungkinan sopirnya mengantuk,” ujar Jumadi di lokasi kejadian.

Menurutnya, benturan tidak dapat dihindari karena jarak yang terlalu dekat. Setelah tabrakan terjadi, sepeda motor yang berada di belakang truk colt diesel juga ikut menabrak bagian belakang kendaraan tersebut.

“Di belakangnya ada motor, tidak sempat menghindar dan akhirnya menabrak,” tambahnya.

Sementara itu, Kanit Gakkum Satlantas Polres Lumajang, Ipda Dendy Cucu, menjelaskan bahwa berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), kecelakaan bermula saat truk colt diesel melaju dari arah Jember menuju Lumajang dan tiba-tiba oleng ke kanan.

“Diduga pengemudi truk dari arah timur mengantuk sehingga kendaraan selip ke kanan dan menabrak truk box dari arah berlawanan. Kemudian dari arah yang sama, sepeda motor tidak dapat menguasai laju kendaraannya dan menabrak bagian belakang truk colt diesel,” jelas Ipda Dendy.

Akibat kejadian tersebut, arus lalu lintas di jalur nasional Lumajang–Jember sempat mengalami kemacetan hingga kurang lebih dua kilometer. 

Petugas kepolisian yang datang ke lokasi langsung melakukan pengaturan lalu lintas dengan sistem buka-tutup untuk mengurai kepadatan kendaraan.

27/04/2026

Pemuda Sumbersuko Jadi Korban Begal di JLS Lumajang, Dikeroyok dan Dibuang ke Sungai

polisi melakukan olah tkp di Jembatan JLS

Lumajang, (Onenewsjatim)
– Aksi kejahatan jalanan kembali terjadi di wilayah Kabupaten Lumajang. Seorang pemuda bernama Mochammad Taufik Hidayat (22), warga Kecamatan Sumbersuko, menjadi korban pembegalan di kawasan Jembatan Jalan Lintas Selatan (JLS), Desa Wotgalih, Kecamatan Yosowilangun, Minggu (26/4/2026) dini hari.

Dalam peristiwa tersebut, korban kehilangan satu unit sepeda motor Honda Beat bernomor polisi B 3945 CLE serta sebuah telepon genggam miliknya yang dibawa kabur oleh pelaku.

Kasi Humas Polres Lumajang, Ipda Suprapto, menjelaskan bahwa kejadian bermula saat korban mengunjungi rumah pacarnya sekitar pukul 19.30 WIB. Keduanya kemudian pergi ke pasar malam di Lapangan Kunir.

“Sekitar pukul 23.00 WIB, korban diminta mengantarkan pacarnya ke rumah temannya di Desa Pandanarum, Kecamatan Tempeh,” ujar Suprapto saat dikonfirmasi, Senin (27/4/2026).

Setelah tiba di lokasi tujuan, korban justru diminta pulang dengan diantar oleh tiga orang laki-laki yang merupakan teman dari pacarnya. Hal itu dilakukan karena korban mengaku tidak mengetahui arah perjalanan pulang.

Namun di tengah perjalanan, korban diarahkan melewati jalur sepi di Jalan Lintas Selatan (JLS). Saat melintas di kawasan tersebut, sepeda motor korban kehabisan bahan bakar. Salah satu pelaku sempat membantu mendorong kendaraan hingga mencapai jembatan di Desa Wotgalih.

“Sesampainya di atas jembatan, para pelaku tiba-tiba menghentikan laju dan langsung melakukan aksi kekerasan terhadap korban,” jelas Suprapto.

Korban dikeroyok oleh ketiga pelaku dengan pukulan tangan yang mengenai bagian kepala hingga menyebabkan luka dan pendarahan. Tidak hanya itu, salah satu pelaku juga sempat mengancam korban menggunakan senjata tajam jenis pisau.

Beruntung, korban berhasil menghindari sabetan senjata tajam tersebut sehingga tidak mengalami luka akibat benda tajam. Namun aksi kekerasan tidak berhenti di situ.

“Korban kemudian didorong ke arah sungai. Sempat berpegangan pada pagar jembatan, tetapi akhirnya ditendang hingga terjatuh ke Sungai Bondoyudo,” ungkapnya.

Dalam kondisi terluka, korban berusaha menyelamatkan diri dengan berenang ke tepi sungai sebelah timur, kemudian naik kembali ke atas jembatan. Saat itulah korban menyadari bahwa sepeda motor dan telepon genggamnya telah hilang dibawa kabur oleh para pelaku.

Dari hasil keterangan awal, sebelum kejadian korban sempat diajak mengonsumsi minuman keras oleh teman perempuan di Desa Pandanarum.

Saat ini, kasus tersebut telah dilaporkan ke Mapolsek Yosowilangun dan masih dalam proses penyelidikan lebih lanjut oleh pihak kepolisian.

“Motif para pelaku masih dalam penyelidikan dan pendalaman. Kami juga tengah melakukan upaya identifikasi dan pengejaran terhadap para pelaku,” tegas Suprapto.

26/04/2026

Pasutri Tewas Terlindas Bus Usai Tabrak Truk Parkir di Simpang Tiga Tukum Lumajang


Lumajang, (Onenewsjatim)
-  Kecelakaan lalu lintas maut merenggut nyawa pasangan suami istri di simpang tiga Desa Tukum, Kecamatan Tekung, Kabupaten Lumajang, Minggu (26/4/2026). 

Keduanya tewas di lokasi usai sepeda motor yang ditumpangi terlibat insiden dengan bus antarkota dalam provinsi.

Korban diketahui bernama Kurnia Prasetyo (43) bersama istrinya (40), warga Desa Rowokangkung, Kecamatan Rowokangkung, Lumajang. 

Saat kejadian, keduanya berboncengan mengendarai sepeda motor Yamaha Xeon bernomor polisi P 3055 ZB dari arah Jember menuju Lumajang.

Kanit Gakkum Satlantas Polres Lumajang, Ipda Dendy Cucu, menjelaskan kecelakaan bermula saat korban berupaya mendahului sebuah bus bernomor polisi L 7184 UB yang dikemudikan Agus Sucahyo. 

Namun nahas, saat menyalip, motor korban justru menabrak bagian belakang truk tronton milik M. Agus Feriyanto yang tengah terparkir di bahu jalan.

“Setelah menabrak belakang truk, sepeda motor korban terjatuh ke arah kanan dan kemudian terlindas bus yang hendak didahului dari sisi kiri,” ujar Dendy saat dikonfirmasi.

Benturan keras membuat kedua korban mengalami luka fatal. Kurnia Prasetyo mengalami luka berat di bagian kepala, sementara istrinya mengalami luka di kepala serta patah tulang pada lengan kanan. Keduanya dinyatakan meninggal dunia di tempat kejadian perkara.

Polisi yang tiba di lokasi langsung melakukan olah TKP dan mengevakuasi korban. 

Sementara itu, sepeda motor korban mengalami kerusakan parah, terutama pada bagian setir akibat menghantam truk tronton.

Dari hasil penyelidikan awal, kecelakaan diduga terjadi akibat kelalaian pengendara sepeda motor saat mendahului kendaraan lain tidak sesuai prosedur keselamatan.

“Penyebab kecelakaan karena pengendara kurang waspada dan tidak hati-hati saat mendahului dari sebelah kiri, sehingga menabrak kendaraan di depannya dan mengakibatkan kecelakaan,” jelasnya.(Imam)



© Copyright 2024 Onenewsjatim | All Right Reserved