-->

05/08/2026

Karhutla Bromo Meluas, BNPB Siapkan Dua Helikopter Water Bombing


Probolinggo, (Onenewsjatim)–
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menerjunkan dua unit helikopter water bombing untuk mempercepat pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS). Langkah pemadaman lewat udara ini diambil mengingat medan kebakaran yang sulit dijangkau oleh tim darat.

Kepala BNPB Suharyanto mengungkapkan, topografi kawasan Bromo yang didominasi perbukitan curam dan vegetasi kencang membuat proses pemadaman manual berjalan lambat dan berisiko bagi personel darat.

"Sementara kami akan mendukung dengan dua unit," kata Suharyanto saat dikonfirmasi, Rabu (5/8/2026).

Suharyanto menjelaskan, seluruh unsur satuan tugas (satgas) di lapangan terus bekerja keras menyekat pergerakan si jago merah. Dukungan dari udara difokuskan untuk menyasar titik-titik api yang terisolasi di lereng-lereng tebing.

"Jenis helikopternya bisa Mi maupun Sikorsky, nanti akan dilihat yang tersedia," ujarnya.

Sesuai rencana, armada udara tersebut ditargetkan mulai beroperasi pada Rabu (5/8/2026) atau paling lambat Kamis (6/8/2026) jika terdapat kendala operasional. 

Kendati demikian, BNPB akan melakukan asesmen teknis terlebih dahulu di lokasi untuk memastikan efektivitas penanganan.

"Kajian tersebut menjadi dasar untuk menentukan apakah dua unit helikopter sudah mencukupi atau diperlukan tambahan armada sesuai perkembangan kondisi di lapangan," tuturnya.

Operasi pemadaman dari udara ini mengacu pada pengalaman kebakaran Gunung Bromo pada 2023. Menurut Suharyanto, penanganan water bombing kala itu terbukti efektif menekan titik api di wilayah yang tidak tersentuh jalur darat.

Di sisi lain, opsi Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) belum bisa diterapkan dalam waktu dekat. Hasil koordinasi BNPB dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menunjukkan potensi pembentukan awan hujan di wilayah Bromo masih minim.

"Untuk beberapa hari ke depan operasi modifikasi cuaca belum bisa diselenggarakan," ucap Suharyanto.

Suharyanto menegaskan, meski BNPB saat ini juga membagi fokus penanganan karhutla di enam provinsi prioritas yaitu Sumatera Selatan, Riau, Jambi, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan—kawasan TNBTS tetap mendapat perhatian khusus.

Area yang terbakar merupakan kawasan konservasi berketinggian tinggi yang berharga secara ekologis, sekaligus menjadi penggerak perekonomian masyarakat melalui sektor pariwisata.

Kebakaran di kawasan TNBTS pertama kali terdeteksi pada Senin (3/8/2026) sekitar pukul 17.00 WIB di Blok Bantengan, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang. Embusan angin kencang dan hamparan savana yang mengering membuat kobaran api dengan cepat meluas hingga ke wilayah Watu Gede di Kabupaten Probolinggo. (Mam) 


Polres Probolinggo Kerahkan 150 Personel Bantu Padamkan Karhutla di Gunung Bromo


Probolinggo, (Onenewsjatim)–
Polres Probolinggo mengerahkan 150 personel gabungan untuk membantu proses pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Rabu (5/8/2026).

Ratusan personel tersebut berasal dari Polres Probolinggo, Balai Besar TNBTS, Koramil Sekarpuro, serta unsur relawan yang diterjunkan ke sejumlah titik kebakaran guna mempercepat penanganan sekaligus mencegah api meluas ke area lain.

Kapolres Probolinggo AKBP Asmida Rizki Siregar mengatakan, seluruh personel dibagi ke dalam beberapa sektor agar upaya pemadaman lebih efektif sesuai kondisi medan di kawasan Gunung Bromo.

"Personel kami tempatkan di beberapa sektor agar penyebaran api dapat dikendalikan secepat mungkin sekaligus melokalisir titik api agar tidak merambat ke kawasan yang lebih luas," ujar AKBP Asmida Rizki Siregar, Rabu.

Menurutnya, selain fokus memadamkan api, seluruh personel juga diminta mengutamakan keselamatan selama bertugas mengingat kondisi geografis kawasan Bromo yang cukup ekstrem.

Medan yang curam, kontur berbukit, serta embusan angin kencang menjadi tantangan tersendiri dalam proses pemadaman.

"Keselamatan personel menjadi prioritas. Upaya pemadaman dilakukan secara manual menggunakan alat pemukul api dan pembuatan sekat bakar untuk menghambat laju penyebaran api," katanya.

Sementara itu, Wakapolres Probolinggo Kompol Yanuar Rizal Ardhianto menjelaskan, penggunaan kendaraan pemadam kebakaran tidak memungkinkan menjangkau sebagian besar lokasi kebakaran karena akses yang sulit.

Akibatnya, petugas harus berjalan kaki menuju titik api sambil membawa peralatan pemadaman.

Ia mengatakan, kondisi musim kemarau yang menyebabkan vegetasi berupa rumput dan semak belukar mengering menjadi faktor utama yang mempercepat penyebaran api.

Ditambah lagi, hembusan angin di kawasan pegunungan membuat kobaran api mudah berpindah ke area lain, terutama di lereng dan kaldera Gunung Bromo.

"Hingga saat ini api telah membakar vegetasi kering yang tersebar mulai dari kawasan kaldera, lereng hingga kaki Gunung Bromo. Karena itu seluruh personel terus berupaya melakukan pemadaman dan pelokalisiran agar api tidak semakin meluas," ujar Kompol Yanuar Rizal Ardhianto.

Selain melakukan pemadaman, aparat kepolisian juga mengingatkan masyarakat dan wisatawan agar meningkatkan kewaspadaan selama beraktivitas di kawasan TNBTS.

Kompol Rizal mengimbau pengunjung tidak menyalakan api unggun, membakar sampah, maupun membuang puntung rokok sembarangan karena dapat memicu kebakaran baru.

"Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga kawasan Bromo dengan tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu kebakaran. Jika menemukan titik api, segera laporkan kepada petugas agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat," tuturnya.

Hingga Rabu sore, proses pemadaman masih terus berlangsung. Petugas gabungan tetap bersiaga di sejumlah titik rawan untuk memastikan api tidak kembali membesar maupun merembet ke kawasan konservasi lainnya.



Medan Curam Hambat Pemadaman Karhutla di Bromo, TNBTS Fokus Kendalikan Api



Lumajang, (Onenewsjatim)
– Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) belum dapat memastikan luas kawasan yang terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di kawasan Kaldera Tengger. Petugas masih memusatkan seluruh tenaga pada upaya pemadaman sebelum melakukan penghitungan luasan area yang terbakar.

"Kami masih melakukan proses penghitungan. Saat ini seluruh petugas fokus terlebih dahulu pada pemadaman. Data mengenai luas area terdampak akan kami sampaikan setelah proses tersebut selesai," kata Kepala Bagian Tata Usaha Balai Besar TNBTS, Bambang Suryono, dalam keterangannya, Rabub (5/7/2026).

Bambang menjelaskan, kebakaran pertama kali terdeteksi pada Senin (3/8/2026) sekitar pukul 17.06 WIB. Setelah menerima laporan, TNBTS langsung mengerahkan personel untuk melakukan pemadaman bersama berbagai unsur yang terlibat.

Menurutnya, operasi pemadaman melibatkan petugas Balai Besar TNBTS, pemandu wisata, masyarakat Desa Ngadas dan Desa Ranupani, unsur TNI, serta berbagai pihak lainnya yang sejak awal bahu-membahu mengendalikan kobaran api.

Ia mengakui proses pemadaman menghadapi tantangan yang cukup berat karena titik api berada di lereng Kaldera Tengger yang memiliki medan curam dan sulit dijangkau.

"Kondisi medan sangat berat sehingga membutuhkan upaya maksimal. Karena itu kami mengutamakan keselamatan seluruh personel yang bertugas dalam proses pemadaman," ujarnya.

Bambang menegaskan, keselamatan petugas menjadi prioritas utama. Terlebih pada malam hari, proses pemadaman memiliki tingkat risiko yang tinggi sehingga seluruh personel diminta bekerja sesuai prosedur keselamatan.

"Prinsip kami bukan sekadar memadamkan api secepat mungkin, tetapi memastikan seluruh personel yang bertugas tetap aman. Karena kebakaran terjadi pada malam hari, kami harus sangat berhati-hati dalam melakukan upaya pemadaman," katanya.

Sebagai langkah antisipasi untuk melindungi keselamatan wisatawan dan masyarakat, TNBTS menutup sementara akses wisata menuju kawasan Gunung Bromo melalui pintu masuk Jemplang, Kabupaten Malang, sejak Senin (3/8/2026) pukul 22.00 WIB.

Sementara itu, wisatawan yang telah merencanakan kunjungan ke kawasan Gunung Bromo masih dapat mengakses kawasan wisata melalui pintu masuk Wonokitri, Kabupaten Pasuruan, maupun pintu masuk Cemoro Lawang, Kabupaten Probolinggo.

Ia juga mengimbau seluruh wisatawan, masyarakat, dan pelaku jasa wisata agar mematuhi pembatasan akses yang telah ditetapkan serta tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran hutan.

Dalam penanganan kebakaran tersebut, Balai Besar TNBTS turut mendapat dukungan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Probolinggo dan BPBD Provinsi Jawa Timur yang mulai bergabung dalam operasi pemadaman.

Bambang berharap seluruh proses pemadaman dapat berjalan lancar dan seluruh personel dari berbagai unsur yang terlibat senantiasa diberikan keselamatan selama menjalankan tugas.

"Kami memohon dukungan seluruh masyarakat agar upaya pemadaman dapat segera membuahkan hasil. Semoga seluruh petugas diberikan keselamatan dan kemudahan dalam menjalankan tugas di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru," pungkasnya.

04/08/2026

Karhutla Gunung Bromo Meluas hingga Probolinggo, Luas Lahan Terbakar Capai 7,9 Hektare


Probolinggo, (Onenewsjatim)
– Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Bromo terus meluas. Setelah sebelumnya melanda Blok Bantengan di wilayah Kabupaten Lumajang, kobaran api kini merembet hingga kawasan Watu Gede yang berada di wilayah administratif Desa Sariwani, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo.

Hingga Selasa (4/8/2026), luas area yang terdampak kebakaran diperkirakan telah mencapai sekitar 7,9 hektare. Tim gabungan masih berjibaku melakukan pemadaman di sejumlah titik api yang berada di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS).

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Probolinggo, Oemar Sjarief, mengatakan api hingga kini belum sepenuhnya berhasil dipadamkan karena masih terdapat bara yang berpotensi kembali membesar akibat embusan angin.

"Api masih menyala dan merembet ke arah timur. Luasan yang terbakar diperkirakan mencapai 7,9 hektare, namun kemungkinan bisa bertambah karena titik api belum padam 100 persen," kata Oemar.

Menurut dia, proses pemadaman melibatkan personel gabungan dari BPBD Kabupaten Probolinggo, BPBD Provinsi Jawa Timur, Balai Besar TNBTS, Perhutani, TNI, Polri, Agen Penanggulangan Bencana Jawa Timur, serta para relawan.

Mereka memusatkan upaya pemadaman di jalur antara Blok Bantengan hingga Pusung Jantur yang menjadi salah satu lokasi penyebaran api menuju wilayah Probolinggo.

Namun, upaya pemadaman menghadapi berbagai kendala di lapangan. Medan pegunungan yang terjal, vegetasi kering, serta tiupan angin yang cukup kencang membuat api mudah merambat ke semak belukar di sekitarnya.

Petugas terpaksa menggunakan peralatan sederhana, seperti metode gepyok atau memukul kobaran api dengan ranting serta memanfaatkan backpack sprayer untuk menyemprotkan air di titik-titik yang masih memungkinkan dijangkau.

"Tim gabungan terus melakukan pemantauan, membuat sekat agar api tidak merembet, dan menyiapkan peralatan untuk melakukan upaya-upaya pencegahan kebakaran di kawasan TNBTS agar tidak semakin meluas," ujar Oemar.

Selain melakukan pemadaman langsung, tim juga membangun sekat bakar di sejumlah titik strategis untuk menghentikan laju kobaran api menuju kawasan yang masih aman. Langkah tersebut dinilai penting mengingat kondisi cuaca di kawasan Bromo masih didominasi musim kemarau yang menyebabkan vegetasi sangat mudah terbakar.

Berdasarkan hasil pemantauan terakhir, titik api yang sempat mengarah ke wilayah Kabupaten Probolinggo dilaporkan telah berhasil dipadamkan. Meski demikian, seluruh personel gabungan masih disiagakan di lokasi untuk mengantisipasi munculnya titik api baru akibat bara yang tertiup angin.

BPBD Kabupaten Probolinggo mengimbau masyarakat maupun wisatawan agar tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran di kawasan TNBTS, seperti menyalakan api unggun atau membuang puntung rokok sembarangan.

Petugas juga terus melakukan pemantauan intensif hingga kondisi dinyatakan benar-benar aman, mengingat potensi kebakaran susulan masih cukup tinggi selama musim kemarau berlangsung.

Krisis Air Bersih Meluas, BPBD Lumajang Operasikan Empat Armada Tangki Setiap Hari


Lumajang, (Onenewsjatim)
– Musim kemarau yang terus melanda Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, mulai berdampak pada krisis air bersih di sejumlah kawasan.

Guna mengatasi persoalan tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lumajang menerjunkan empat armada tangki air bersih untuk melakukan pendistribusian secara rutin ke lokasi terdampak.

Layanan tanggap darurat ini difokuskan pada tiga kecamatan yang berada di wilayah utara Lumajang, yakni Kecamatan Ranuyoso, Kedungjajang, dan Gucialit.

Langkah cepat ini diambil menyusul keputusan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang yang telah menetapkan Status Tanggap Darurat Bencana Kekeringan/Krisis Air Bersih serta Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Tahun 2026.

Masa berlaku status tanggap darurat tersebut ditetapkan selama 90 hari, terhitung sejak 10 Juli hingga 7 Oktober 2026.

Enam Desa Terdampak Krisis Air

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Lumajang, Yudi Cahyono, menyampaikan bahwa penetapan status tanggap darurat menjadi landasan operasional pendistribusian air bersih ke masyarakat.

"SK Bupati sudah menetapkan status tanggap darurat mulai tanggal 10 Juli sampai 7 Oktober 2026, jadi berlaku selama tiga bulan," ujar Yudi saat dikonfirmasi, Selasa (4/8/2026).

Yudi menjelaskan, pendistribusian air difokuskan berdasarkan laporan resmi dari pihak desa. Hingga saat ini, tercatat ada enam desa di tiga kecamatan yang mengalami kekeringan.

Di Kecamatan Ranuyoso, wilayah terdampak meliputi Desa Jenggrong dan Desa Meninjo. Sementara di Kecamatan Kedungjajang berada di Desa Jatisari dan Desa Umbul. Adapun di Kecamatan Gucialit mencakup Desa Pakel dan Desa Dadapan.

Intensifkan Penyaluran hingga 110 Titik

Untuk memenuhi kebutuhan ribuan warga, BPBD mengoperasikan empat unit mobil tangki dengan kapasitas masing-masing 5.000 liter. Setiap armada dikerjakan secara intensif dari hari Senin hingga Sabtu.

"Dalam satu hari, armada tangki bisa melakukan pengiriman hingga enam kali rait. Jumlah pengiriman itu terbagi, misalnya satu desa mendapat dua sampai tiga kali pengiriman, sisanya disalurkan ke desa lain," terang Yudi.

Hingga akhir Juli 2026, penyaluran air bersih oleh BPBD Lumajang telah menjangkau sekitar 110 titik distribusi. Pihaknya memprediksi jumlah titik dropping air bersih akan terus bertambah seiring memuncaknya musim kemarau pada Agustus ini.

Bantuan Armada Tambahan dan Potensi Perpanjangan Status

Guna mengantisipasi perluasan wilayah terdampak, BPBD Lumajang mendapat dukungan armada tambahan dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas serta program Corporate Social Responsibility (CSR).

"Kami dibantu armada tangki dari BBWS Brantas yang disiagakan untuk wilayah Desa Jenggrong (Ranuyoso) dan Desa Jatisari (Kedungjajang). Sementara bantuan dari CSR Sapu Dam Curahkobokan dipfokuskan ke Desa Dadapan (Gucialit)," ungkapnya.

Yudi menambahkan, jika dampak kekeringan masih terus berlanjut hingga melewati batas waktu SK Bupati pada 7 Oktober 2026, Pemkab Lumajang siap memperpanjang masa tanggap darurat.

"Jika kemarau masih berkepanjangan pada September hingga Oktober mendatang, tidak menutup kemungkinan masa berlaku SK Bupati akan kami tambahkan," pungkasnya.


Kebakaran Hutan di Blok Bantengan, Akses Wisata Bromo dari Lumajang dan Malang Ditutup Sementara


Lumajang, (Onenewsjatim)
– Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terjadi di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), tepatnya di Blok Bantengan, Senin (3/8/2026) sore. 

Insiden tersebut menyebabkan Balai Besar TNBTS menutup sementara akses wisata menuju Gunung Bromo melalui pintu masuk Kabupaten Lumajang dan Kabupaten Malang demi mendukung proses pemadaman serta menjamin keselamatan pengunjung.

Kepala Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BBTNBTS), Rudijanta Tjahja Nugraha, mengatakan kebakaran diketahui terjadi sekitar pukul 17.00 WIB. Hingga kini, petugas masih melakukan penanganan di lokasi, sementara luas area yang terdampak masih dalam proses pendataan.

"Terjadi kebakaran hutan di kawasan Blok Bantengan sekitar pukul 17.00 WIB. Untuk mendukung proses pemadaman dan mengutamakan keselamatan pengunjung, kunjungan wisata Bromo dari pintu masuk Jemplang, Coban Trisula, dan Senduro ditutup sementara," ujar Rudijanta dalam keterangan tertulis, Selasa (4/8/2026).

Penutupan tersebut mulai diberlakukan sejak Senin (3/8/2026) pukul 22.00 WIB dan akan berlangsung hingga batas waktu yang belum dapat ditentukan. 

Kebijakan itu diambil sebagai langkah antisipasi agar proses pemadaman tidak terganggu sekaligus menghindari risiko bagi wisatawan yang berada di kawasan TNBTS.

Dengan penutupan tersebut, wisatawan yang berencana mengunjungi Gunung Bromo melalui jalur Kabupaten Lumajang maupun Kabupaten Malang diminta menunda perjalanan atau menggunakan jalur alternatif yang masih dibuka.

Meski demikian, Balai Besar TNBTS masih membuka akses kunjungan melalui pintu masuk Cemoro Lawang, Kabupaten Probolinggo, dan Wonokitri, Kabupaten Pasuruan. Namun, aktivitas wisata dibatasi hanya sampai kawasan Lautan Pasir.

Sementara itu, kawasan Savana atau Bukit Teletubbies ditutup sementara karena berada di area yang berpotensi terdampak kebakaran dan demi mendukung upaya pengamanan kawasan.

"Penutupan dilakukan mulai Senin, 3 Agustus 2026, sampai batas waktu yang belum bisa ditentukan. Informasi pembukaan kembali akan kami sampaikan setelah kondisi dinyatakan aman," kata Rudijanta.

BBTNBTS juga mengimbau seluruh pengunjung, pelaku jasa wisata, masyarakat sekitar, maupun pihak lain yang beraktivitas di kawasan taman nasional agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan, terutama selama musim kemarau.

Hingga berita ini diturunkan, proses penanganan kebakaran masih berlangsung. Petugas Balai Besar TNBTS bersama pihak terkait terus melakukan pemantauan dan upaya pemadaman agar api tidak meluas ke kawasan konservasi lainnya.

03/08/2026

Pacuan Bupati Cup Lumajang Diwarnai Insiden, Seorang Penonton Tertabrak Kuda


Lumajang, (Onenewsjatim)
– Insiden tragis mewarnai gelaran kejuaraan pacuan kuda Bupati Cup 2026 yang berlangsung di Lapangan Dusun Krajan, Desa Babakan, Kecamatan Padang, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Minggu (2/8/2026).

​Seorang penonton bernama Diban (65), warga desa setempat, terpental dan terinjak kuda setelah nekad menyeberang lintasan saat balapan sedang berlangsung.

​Salah seorang saksi mata di lokasi kejadian, Sofyan, menceritakan bahwa insiden tersebut terjadi akibat padatnya penonton yang membludak hingga menerobos batas pengaman. Menurutnya, sistem pengaman di sekitar lintasan pacu terbilang minim.

​"Penontonnya banyak sekali, tapi sayang jalur pacunya cuma dikasih pembatas tali rafia. Meski ada pagar, penonton banyak yang berada di dalam pagar," ujar Sofyan saat ditemui di lokasi. 

​Kejadian bermula saat korban berniat menyeberang di lintasan pacu sisi dalam. Di saat yang bersamaan, rombongan kuda pacu yang baru dilepaskan dari garis start meluncur deras dari arah barat. 

Korban yang tak sempat menyelamatkan diri akhirnya dihantam kuda hingga terpental. 

​Korban sempat dilarikan ke fasilitas kesehatan untuk mendapatkan penanganan medis secara intensif.

Hal senada disampaikan Camat Padang, Jamak Nurwanto. Berdasarkan laporan panitia, petugas sebenarnya sudah mengimbau penonton untuk minggir karena masih ada satu kuda yang harus menyelesaikan satu putaran.

"Informasi dari panitia, penonton sudah dihimbau untuk minggir karena ada satu kuda yang masih berpacu memenuhi satu putaran. Akan tetapi korban tetap tidak mau minggir," kata Jamak. 

Korban langsung ditangani Tim Medis Puskesmas Padang dan dilarikan ke rumah sakit umum. Petugas kesehatan menyebut Diban tidak mengalami patah tulang maupun pendarahan.

"Hasil pemeriksaan penanganan kesehatan hanya luka lecet saja, tidak mengalami sakit atau luka yang parah. Korban alami luka lecet pada dahi dan bibir atas dan sudah diberikan obat antibiotik dan anti nyeri," jelas petugas kesehatan Puskesmas Padang.

Jamak mengimbau warga lebih berhati-hati dan memperhatikan jumlah putaran kuda saat berpacu. 

"Ke depan dihimbau warga atau penonton untuk lebih berhati-hati dan bisa menghitung jumlah putaran kuda berpacu. Kami juga akan mengoptimalkan aparat keamanan dan panitia untuk mengedukasi dan mengatur penonton agar mematuhi aturan dan memahami bahaya pacuan kuda," pungkasnya.

02/08/2026

Sopir Mengantuk dan Jalan Berkabut, Elf Peziarah Asal Jember Masuk Sungai di Lumajang



Lumajang, (Onenewsjatim) –
Sebuah minibus Isuzu Elf yang mengangkut rombongan peziarah Wali Lima asal Kabupaten Jember mengalami kecelakaan tunggal hingga terjun ke Sungai Bondoyudo di Jalan Mayjen Sukartiyo, Desa Kalipepe, Kecamatan Yosowilangun, Kabupaten Lumajang, Minggu (2/8/2026) sekitar pukul 05.00 WIB.

Tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan tersebut. Namun, sopir minibus, Saiful Bahri (46), sempat menjalani pemeriksaan dan perawatan di puskesmas setempat akibat mengalami luka ringan.

Minibus bernomor polisi KT-7668-K itu diketahui membawa 19 orang yang baru pulang dari rangkaian ziarah Wali Lima di sejumlah wilayah Jawa Timur dan Madura. 

Saat melintas di Jalan Mayjen Sukartiyo, kendaraan tiba-tiba keluar jalur, menabrak pohon di tepi jalan, lalu terjun ke dasar Sungai Bondoyudo.

Hartono, warga yang menyaksikan langsung kejadian itu, mengatakan kendaraan melaju dari arah Lumajang menuju Jember. Menurutnya, berdasarkan pengakuan sopir, kecelakaan diduga dipicu rasa kantuk saat mengemudi.

"Kata sopirnya mau mengantar rombongan pulang ke Jember. Dari arah Lumajang tiba-tiba mobil belok ke kanan, menabrak pohon, lalu jatuh ke sungai. Kemungkinan sopirnya mengantuk," ujar Hartono di lokasi kejadian.

Hartono mengaku sempat panik karena tidak ada satu pun penumpang yang keluar dari dalam kendaraan setelah minibus masuk ke sungai. Warga kemudian berinisiatif melakukan penyelamatan dengan mendobrak pintu kendaraan.

"Saya sempat kaget karena tidak ada yang keluar dari mobil. Pintunya tidak bisa dibuka, akhirnya didobrak warga supaya penumpang bisa keluar," katanya.

Berkat bantuan warga, seluruh penumpang berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat. Proses penyelamatan berlangsung cepat sebelum petugas kepolisian tiba di lokasi.

Sementara itu, Saiful Bahri mengakui dirinya mengantuk saat mengemudikan kendaraan. Selain itu, kondisi cuaca berkabut membuat jarak pandang menjadi terbatas.

"Saya mengantuk, ditambah kondisi jalan berkabut sehingga jarak pandang juga terganggu," kata Saiful.

Petugas Unit Laka Satlantas Polres Lumajang yang datang ke lokasi langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). 

Anggota Unit Laka Satlantas Polres Lumajang, Brigpol Fendyk, mengatakan hasil pemeriksaan sementara menunjukkan kecelakaan terjadi karena sopir kehilangan konsentrasi saat berkendara.

"Sopir diduga mengantuk dan kondisi jalan saat itu berkabut. Akibatnya konsentrasi berkurang sehingga kendaraan keluar jalur dan masuk ke Sungai Bondoyudo," ujar Brigpol Fendyk.


Menurut Fendyk, peristiwa tersebut merupakan kecelakaan tunggal dan tidak melibatkan kendaraan lain. 


Setelah proses evakuasi selesai dan seluruh penumpang dipastikan dalam kondisi aman, rombongan kembali melanjutkan perjalanan menuju Kecamatan Kencong, Kabupaten Jember.

© Copyright 2024 Onenewsjatim | All Right Reserved