-->

28/11/2025

Satu Rumah Ajaib Selamat dari Terjangan Erupsi Gunung Semeru

Satu Rumah Ajaib Selamat dari Terjangan Erupsi Gunung Semeru


Lumajang, (Onenewsjatim)
– Sebuah rumah warga di Dusun Sumbersari, Desa Supiturang, Kecamatan Pronojiwo, menjadi sorotan publik setelah tetap berdiri utuh pascaerupsi Gunung Semeru pada 19 November 2025 lalu. 

Di saat rumah-rumah lain hancur disapu Awan Panas Guguran (APG) dan banjir lahar dingin, bangunan milik Nurhasan (65) ini justru tidak tersentuh sedikit pun.

Dalam video yang beredar di media sosial, rumah tersebut tampak kokoh dengan cat yang masih bersih. Tanaman di sekitar rumah pun tetap hidup, tidak seperti area sekitarnya yang porak-poranda dan dipenuhi material vulkanik.

“Ini ada rumah, satu rumah ini tidak terkena sama sekali. Padahal di samping-sampingnya ini wis kependem sak mene, yang itu kependem sak mono. Lah ini di depannya persis, nggak kenek blas, sitik ae nggak kenek!” ujar perekam video dengan nada takjub.

Perekam video juga mempertanyakan amalan atau kebiasaan baik yang dilakukan pemilik rumah, sehingga tempat tinggal itu seolah mendapatkan perlindungan dari Tuhan.

“Masih gagah berdiri, sama sekali nggak kena. Padahal yang lainnya hancur semua. Tanamannya juga aman. (Pemilik) rumah ini, amalane opo iki ngene iki ya?” tambahnya.

Keluarga Selamat, Rumah Tak Tersentuh

Diketahui, pada saat kejadian erupsi, Nurhasan bersama istrinya dan seorang anaknya sempat mengungsi di SD Negeri 4 Supiturang.

Kasi Humas Polres Lumajang, Ipda Untoro, yang meninjau langsung kondisi bangunan, menyampaikan rasa syukur atas keselamatan keluarga tersebut.

“Alhamdulillah rumah masih berdiri tegak. Bersyukur, Pak,” ujarnya saat berbincang dengan Nurhasan di depan rumahnya.

Doa Setiap Malam

Ketika ditanya mengenai kebiasaan atau amalan yang dilakukan hingga rumahnya tetap selamat, Nurhasan menjawab dengan sederhana. Ia mengaku setiap malam rutin berdoa bersama istrinya sebelum tidur.

“Ya meminta doa setiap malam, mau tidur juga minta kepada Yang Maha Kuasa. Karena saya bekerja, ya cuma bisa memohon perlindungan. Semua karena kuasa yang punya,” ungkapnya.

Nurhasan juga menyebutkan bahwa ia dan istrinya terbiasa melantunkan sholawat di malam hari sebagai bentuk ketenangan batin dan upaya mendekatkan diri kepada Tuhan

Fenomena rumah yang tetap utuh di tengah kawasan yang luluh lantak akibat APG dan lahar dingin ini memicu beragam reaksi masyarakat. 

Sebagian menganggapnya sebagai bukti kekuasaan Tuhan, sebagian lain menilai sebagai fenomena alam yang kebetulan menyisakan satu titik aman.

Namun bagi Nurhasan, keselamatan keluarganya adalah anugerah terbesar.

“Yang penting keluarga selamat. Rumah ini cuma titipan,” ujarnya lirih. (Imam)


Baca Artikel Terkait Lainnya

Baca juga Artikel Lainnya

© Copyright 2024 Onenewsjatim | All Right Reserved