-->

23/11/2025

651 Prajurit TNI Dikerahkan Tangani Dampak Erupsi Semeru, Pangdivif 2 Kostrad Turun Langsung ke Lokasi

651 Prajurit TNI Dikerahkan Tangani Dampak Erupsi Semeru, Pangdivif 2 Kostrad Turun Langsung ke Lokasi


Lumajang, (Onenewsjatim)–
Sebanyak 651 prajurit TNI AD diterjunkan untuk memperkuat penanganan pascaerupsi Gunung Semeru yang kembali mengeluarkan awan panas guguran (APG) pada Rabu, 19 November 2025. 

Langkah ini dilakukan guna mempercepat pemulihan serta memastikan kebutuhan dasar warga terdampak terpenuhi dengan baik.

Pengerahan pasukan tersebut disampaikan langsung oleh Panglima Divisi Infanteri 2 Kostrad, Mayjen TNI Susilo, S.I.P., saat meninjau lokasi terdampak di kawasan Dua Gemuk Mas serta Dusun Sumbersari Kamar A, Desa Supiturang, Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang, Minggu (23/11/2025).

Dalam peninjauannya yang didampingi Sekretaris Daerah Lumajang, Triyono, dan Danrem 083/Baladhika Jaya Kolonel Inf Kohir, Mayjen Susilo serta Dandim 0821 Lumajang Letkol Arh Anton Subhandi melihat secara langsung kondisi permukiman warga yang rusak parah dan tertimbun material vulkanik. Banyak rumah tampak dipenuhi endapan abu tebal dan sisa aliran awan panas.

“Jajaran TNI Divisi 2 Kostrad hadir lengkap, karena di sini ada Batalyon Bekang yang memiliki kemampuan membuat dapur lapangan dan itu sudah teruji. Kemudian ada Batalyon Kesehatan untuk memberikan pelayanan kesehatan, serta Yonzipur dengan dukungan alat berat yang mereka miliki,” ujar Mayjen Susilo.

Ia memastikan bahwa seluruh elemen TNI telah bergerak cepat. Dapur lapangan telah beroperasi melayani kebutuhan makanan warga, Batalyon Kesehatan memberikan layanan medis dan pemeriksaan kesehatan, hingga tim khusus yang melakukan trauma healing bagi anak-anak terdampak.

“Ini adalah bentuk kepedulian dan kesiapsiagaan TNI sesuai perintah Panglima TNI. Ketika terjadi bencana di suatu wilayah, seluruh satuan, baik tempur maupun kewilayahan, harus segera bergerak membantu pemerintah daerah,” tegasnya.

Mayjen Susilo menambahkan bahwa hal itu sejalan dengan regulasi terbaru mengenai operasi militer selain perang, di mana TNI memiliki tugas mendukung pemerintah daerah dalam penanggulangan bencana alam.

Pada kesempatan itu, ia juga memastikan bahwa hingga hari kelima pascaerupsi, belum ada laporan korban meninggal dunia.

“Saya sudah turun langsung ke lokasi yang dampaknya paling berat. Secara kasat mata terlihat parah, tapi sampai hari ini belum ada laporan korban meninggal. Kita berdoa semoga tidak ada. Yang luka ada tiga orang dan  sudah tertangani,” ungkapnya.

Menurutnya, respons cepat warga dalam melakukan evakuasi turut berperan penting dalam meminimalkan korban.

“Ini menunjukkan masyarakat sudah terbiasa dilatih oleh BNPB dalam kesiapsiagaan menghadapi situasi darurat,” pungkasnya. (Imam)

Baca Artikel Terkait Lainnya

Baca juga Artikel Lainnya

© Copyright 2024 Onenewsjatim | All Right Reserved