Lumajang, (Onenewsjatim) – Puluhan personel gabungan dari Brimob Polda Jatim dan Polres Lumajang membantu warga mengevakuasi barang-barang berharga pasca erupsi Gunung Semeru di Dusun Sumbersari, Desa Supiturang, Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang, Senin (24/11/2025).
Personel menyisir rumah-rumah yang tertimbun material vulkanik untuk menyelamatkan barang yang masih bisa diambil, seperti kasur, selimut, pakaian, hingga perlengkapan rumah tangga lainnya.
Barang-barang tersebut langsung diangkut menggunakan mobil patroli untuk dibawa menuju lokasi pengungsian dan hunian tetap (Huntap) di Desa Sumbermujur, Kecamatan Candipuro.
Pantauan di lokasi menunjukkan kondisi permukiman warga yang rusak parah akibat diterjang awan panas guguran (APG).
Personel kepolisian menggunakan perlengkapan lengkap seperti masker, sarung tangan, hingga sepatu boot dalam proses evakuasi.
Selain mengamankan barang, petugas juga melakukan penyemprotan air ke bagian dalam rumah yang dipenuhi endapan abu guna memudahkan proses pencarian.
Danyon B Brimob Polda Jatim, Kompol Toni Agus Salim, mengatakan seluruh personel Brimob yang diterjunkan bekerja mengikuti arahan Kapolres Lumajang dalam penanganan darurat pascaerupsi.
“Untuk yang dilakukan Brimob Polda Jatim saat ini, kami selalu mengikuti perintah dari Bapak Kapolres Lumajang. Apa pun yang menjadi atensi Kapolres terkait penanganan korban bencana, kami selalu siap. Mau siang atau malam, kami tetap bergerak, tetapi tetap memperhatikan situasi dan keselamatan personel,” ujarnya.
Kompol Toni Agus Salim menjelaskan bahwa penguatan personel juga sudah disiapkan, mulai dari anggota Polsek, Polres Lumajang, Sat Brimob, hingga personel dari Sabhara Polda Jatim. Penggunaan kendaraan dari tiap Polsek turut ditarik ke lokasi untuk mempercepat proses evakuasi.
“Personel Brimob kurang lebih 50 orang, terdiri dari tim SAR dan dapur umum. Untuk Sabhara Polda Jatim juga kurang lebih 50 personel. Jadi kekuatan yang diterjunkan di sini cukup besar untuk percepatan evakuasi,” jelasnya.
Ia juga menambahkan bahwa aparat turut melakukan monitoring di titik-titik pengungsian, baik di sekolah dasar maupun sekolah menengah, untuk memastikan kebutuhan warga terpenuhi.
“Brimob juga melakukan deteksi dan pengawasan di tempat pengungsian, baik di SD maupun SMP. Banyak warga lansia dan anak-anak yang perlu perhatian khusus. Kami cek kebutuhan mereka, termasuk memberikan hiburan agar anak-anak tidak trauma,” pungkasnya. (Imam)


FOLLOW THE Onenewsjatim AT TWITTER TO GET THE LATEST INFORMATION OR UPDATE
Follow Onenewsjatim on Instagram to get the latest information or updates
Follow our Instagram