-->

19/02/2026

Modus Kunci T, Tiga Pelaku Curanmor Dibekuk Polisi


Bondowoso, (Onenewsjatim)
– Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) berhasil mengungkap kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor) dan mengamankan tiga orang tersangka beserta 11 unit sepeda motor yang diduga hasil kejahatan.

Tiga tersangka yang diamankan masing-masing berinisial T (44) dan S (49), warga Kecamatan Kalisat, Kabupaten , yang berperan sebagai eksekutor.

Sementara satu tersangka lainnya berinisial AY (40), warga Kalibaru, Kabupaten , diduga berperan sebagai penadah.

Pengungkapan kasus tersebut disampaikan langsung oleh Kapolres Bondowoso, saat menggelar konferensi pers di Mapolres Bondowoso, Rabu (18/2/2026).

“Kasus ini berawal dari laporan pencurian sepeda motor yang terjadi pada Sabtu, 14 Februari 2026, sekitar pukul 11.00 WIB di area persawahan wilayah Kecamatan Jambesari Darus Sholah, Kabupaten ,” ujar AKBP Aryo Dwi Wibowo.

Ia menjelaskan, para pelaku memanfaatkan situasi sepi ketika korban memarkirkan sepeda motornya saat mencari rumput. Pelaku kemudian merusak lubang kunci kendaraan menggunakan kunci T.

“Akibat kejadian tersebut, korban mengalami kerugian sekitar Rp3 juta,” jelasnya.

Dari hasil pengembangan penyelidikan, polisi berhasil mengamankan total 11 unit sepeda motor yang diduga hasil tindak pidana curanmor.

Rinciannya, delapan unit berasal dari wilayah Bondowoso, dua unit dari wilayah Jember, serta satu unit digunakan pelaku sebagai sarana melakukan pencurian.

Selain kendaraan bermotor, polisi juga menyita sejumlah barang bukti lain berupa STNK sepeda motor, surat bukti gadai, dua bilah pisau, dua obeng, satu kunci engkol, palu, dan satu buah kunci T.

“Atas perbuatannya, dua tersangka pelaku pencurian kami jerat dengan Pasal 477 ayat (1) huruf f dan g KUHP Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang tindak pidana pencurian dengan pemberatan, dengan ancaman pidana penjara maksimal tujuh tahun atau denda kategori V sebesar Rp500 juta,” tegas Kapolres.

Sementara itu, tersangka penadah dijerat Pasal 591 huruf a KUHP Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 dengan ancaman pidana penjara paling lama empat tahun atau denda kategori V sebesar Rp500 juta.

Kapolres Bondowoso menegaskan, pengungkapan kasus ini merupakan bentuk komitmen Polres Bondowoso dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

“Kami akan terus meningkatkan upaya penegakan hukum terhadap tindak pidana yang meresahkan masyarakat, khususnya pencurian kendaraan bermotor,” pungkasnya.(Imam)

Babinsa Grati Dampingi Petani, Pastikan Ketersediaan Pupuk Jelang Masa Tanam


Lumajang, (Onenewsjatim) –
Dalam upaya memperkuat kemitraan dengan petani sekaligus memastikan kelancaran pemenuhan sarana produksi pertanian, Bintara Pembina Desa (Babinsa) Grati Koramil 0821/19 Sumbersuko, Serda Ardiyoso, melaksanakan kegiatan komunikasi sosial (komsos) bersama anggota Kelompok Tani Rais Makmur di Kios Pupuk UD Mitra Family, Desa Grati, Kecamatan Sumbersuko, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Kamis (19/2/2026).

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari pendampingan Babinsa kepada petani untuk memantau ketersediaan pupuk sekaligus menyerap aspirasi serta kendala yang dihadapi petani di lapangan, khususnya menjelang masa tanam.

Serda Ardiyoso mengatakan, komunikasi sosial menjadi sarana penting untuk mempererat hubungan antara TNI dan masyarakat. Pendampingan yang dilakukan Babinsa merupakan bagian dari tugas pembinaan teritorial dalam rangka memperkuat sinergi antara TNI dan petani.

“Kami hadir untuk memastikan para petani tidak mengalami kesulitan dalam mendapatkan pupuk. Dengan komunikasi yang baik, setiap permasalahan di lapangan dapat segera dicarikan solusi secara bersama-sama,” ujar Ardiyoso.

Ia juga mengimbau para petani agar tidak ragu untuk terus berkoordinasi dengan Babinsa maupun pihak terkait apabila menemui kendala, baik terkait ketersediaan sarana produksi maupun kondisi pertanian di wilayah.

Sementara itu, Ketua Kelompok Tani Rais Makmur, Racik, menyampaikan apresiasi atas kehadiran Babinsa yang aktif turun langsung mendampingi petani. Menurutnya, pendampingan tersebut memberikan rasa aman sekaligus menambah semangat para petani dalam menjalankan aktivitas pertanian.

“Kami merasa sangat terbantu. Babinsa selalu hadir memberikan motivasi dan membantu menjembatani komunikasi terkait kebutuhan pupuk dan permasalahan pertanian di desa,” kata Racik.

Melalui kegiatan pendampingan tersebut, diharapkan sinergi antara TNI dan petani semakin solid dalam mendukung program ketahanan pangan nasional serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat di wilayah binaan. (Pendim 0821)

Pasar Kedawung Dibersihkan Jelang Ramadan, TNI–Forkopimcam Padang Turun Tangan


Lumajang, (Onenewsjatim)-
Dalam rangka menyambut datangnya bulan suci Ramadan 1447 H, Babinsa Kedawung Koramil 0821-20/Padang, Serda Imam Muarib, mendampingi Forkopimcam Padang melaksanakan kegiatan Karya Bhakti berupa pembersihan jalan di area pasar Desa Kedawung, Kecamatan Padang, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, pada Kamis (19/2/2026).

Kegiatan kerja bakti tersebut difokuskan pada pembersihan sampah, saluran air, serta rumput liar di sepanjang akses jalan sekitar pasar desa. Area pasar yang menjadi pusat aktivitas ekonomi masyarakat diprioritaskan agar tercipta lingkungan yang bersih, sehat, dan nyaman menjelang Ramadan, di mana aktivitas jual beli dipastikan meningkat.

Dalam arahannya Camat Padang, Jamak, mengapresiasi keterlibatan TNI-Polri dan seluruh unsur Forkopimcam dalam kegiatan tersebut. Ia menegaskan bahwa gotong royong merupakan budaya luhur bangsa yang harus terus dilestarikan, terlebih dalam momentum menyambut bulan penuh berkah.

“Pasar adalah pusat pergerakan ekonomi warga. Dengan kerja bakti ini, kita ingin menciptakan suasana yang bersih dan sehat, sehingga masyarakat dapat menjalankan ibadah Ramadan dengan tenang dan aktivitas ekonomi tetap berjalan lancar,” ungkap Jamak.

Saat dikonfirmasi Serda Imam Muarib mengatakan bahwa kegiatan karya bhakti ini merupakan wujud kepedulian TNI bersama unsur pemerintah kecamatan dalam mendukung terciptanya lingkungan yang bersih dan kondusif.

“Kegiatan ini tidak hanya untuk menjaga kebersihan, tetapi juga mempererat kebersamaan antara TNI, Forkopimcam, dan masyarakat. Menjelang Ramadan, kami ingin memastikan lingkungan pasar bersih sehingga masyarakat merasa nyaman saat berbelanja,” ujarnya.

Menurutnya, sinergitas antara TNI, Polri, pemerintah kecamatan, dan masyarakat menjadi kunci dalam membangun kesadaran kolektif akan pentingnya kebersihan lingkungan. Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan secara rutin, tidak hanya menjelang hari besar keagamaan, tetapi juga sebagai bagian dari tanggung jawab bersama menjaga fasilitas umum.

Kegiatan karya bhakti tersebut mendapat respons positif dari para pedagang dan warga sekitar. Mereka turut berpartisipasi aktif membersihkan lapak dan area sekitar pasar. Suasana kebersamaan tampak kental, mencerminkan nilai-nilai gotong royong yang masih terjaga di tengah masyarakat Desa Kedawung.

Dengan adanya kerja bakti, diharapkan area pasar Desa Kedawung semakin tertata rapi dan bersih, sehingga mampu mendukung kenyamanan masyarakat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari sekaligus menyambut bulan suci Ramadan dengan hati yang bersih dan lingkungan yang sehat. (Pendim0821)

Usai Banjir Lahar Terjang Akses Jalan, Warga Gondoruso Akhirnya Bisa Bernafas Lega


Lumajang, (Onenewsjatim)
– Jembatan penghubung Kecamatan Pasirian dan Tempursari yang sempat terputus akibat banjir lahar hujan kini kembali dapat dilintasi. 

Perbaikan akses tersebut disambut gembira warga, khususnya masyarakat di tiga dusun Desa Gondoruso yang sebelumnya terisolasi.

Banjir lahar hujan yang terjadi pada Jumat (30/1/2026) lalu menerjang aliran , tepatnya di , Kecamatan Pasirian, Kabupaten . 

Peristiwa tersebut mengakibatkan tanggul sungai sepanjang sekitar 150 meter jebol, merusak persawahan serta jalan penghubung antara Kecamatan Pasirian dan .

Akibat kerusakan tersebut, warga di Dusun Liwek, Glendangpetung, dan Kaliwelang sempat terisolasi. Untuk beraktivitas, warga terpaksa melintasi area persawahan yang tertutup pasir dan batu dengan kondisi jalan yang terjal dan berisiko.

Talip, salah satu warga Gondoruso, mengaku lega dan senang karena akses jalan kini sudah bisa dilalui kembali.

“Alhamdulillah sekarang sudah bisa dilewati. Sebelumnya kami harus lewat sawah yang tertutup pasir dan batu, jalannya terjal dan berbahaya. Kalau ibu-ibu lewat situ bisa jatuh,” ujar Talip.

Hal senada disampaikan Suheri, warga lainnya. Ia mengatakan perbaikan jalan membuat aktivitas warga kembali normal dan lebih aman.

“Sekarang sudah tenang, tidak perlu mutar jauh atau lewat jalur berbahaya lagi,” ucapnya.

Rasa syukur juga disampaikan warga lainnya yang mengaku lebih tenang saat anak-anak beraktivitas.

“Alhamdulillah lebih tenang, walaupun banjir lahar datang, anak saya tetap bisa pulang sekolah karena jalannya sudah diperbaiki,” katanya.

Sementara itu, Petugas , Supriadi, menyampaikan bahwa perbaikan infrastruktur di sekitar jembatan limpas tersebut telah tuntas sehingga akses warga kembali normal.

“Jalan sudah bisa difungsikan kembali secara normal dan aktivitas masyarakat di tiga dusun yang sebelumnya terisolasi kini berjalan lancar,” jelas Supriadi.

Ia menambahkan, pihaknya tidak hanya melakukan perbaikan jalan, tetapi juga langkah preventif guna mencegah kerusakan berulang. 

Upaya tersebut dilakukan di area Konsolidasi Dam Gondoruso dengan pemasangan bronjong dan dinding batu berlapis kawat di titik rawan.

Selain itu, normalisasi aliran sungai juga dilakukan bersama BBWS Brantas dan Dinas PU SDA Pemprov Jawa Timur untuk mengarahkan aliran air kembali ke tengah sungai agar tidak menggerus tanggul dan badan jalan.

“Sebanyak enam unit alat berat, empat dump truck, dan satu vibrator roller kami siagakan untuk memastikan kepadatan serta ketahanan jalur,” imbuhnya.

Meski akses jalan telah dibuka, Supriadi menegaskan bahwa status jalan masih dalam pengawasan ketat hingga pembangunan jalan permanen direalisasikan sepenuhnya.

“Kami akan terus menjaga dan memantau kondisi jalan sampai penanganan permanen selesai dilakukan,” pungkasnya.



18/02/2026

Ledakan Hebat di Situbondo, Satu Orang Tewas dan Enam Luka Bakar


Situbondo (Onenewsjatim)
– Suasana tenang di Dusun Mimbo, Desa Sumberanyar, Kecamatan Banyuputih, , mendadak berubah mencekam pada Rabu siang (18/2/2026). 

Sebuah ledakan keras mengguncang permukiman warga, diduga kuat berasal dari aktivitas pembuatan mercon atau bahan peledak sejenis.

Dentuman hebat tersebut terdengar hingga radius sekitar satu kilometer. Warga yang sedang beraktivitas di dalam rumah sontak berhamburan keluar setelah getaran kuat terasa di lingkungan mereka.

“Suaranya keras sekali, sampai jauh. Kami kaget dan langsung keluar rumah,” ujar Syamsul, salah satu warga sekitar, saat ditemui di lokasi kejadian.

Ledakan itu mengakibatkan seorang warga dilaporkan meninggal dunia di tempat. Korban diketahui bernama Supriyadi, yang ditemukan tertimbun reruntuhan bangunan akibat ledakan dan mengalami luka bakar berat di hampir seluruh tubuhnya.

Selain korban meninggal, sedikitnya enam orang lainnya mengalami luka bakar dan cedera serius. Para korban masing-masing berinisial SS (22), RK (25), AD (15), FI (20), dan FN (15). 

Seluruh korban luka segera dievakuasi oleh warga bersama petugas ke fasilitas kesehatan terdekat, sebagian di antaranya dirawat intensif di RSUD Asembagus.

Dampak ledakan juga merusak sedikitnya tujuh rumah warga. Satu rumah dilaporkan mengalami kerusakan berat, sementara enam rumah lainnya mengalami kerusakan ringan hingga sedang akibat tekanan ledakan.

Petugas kepolisian bersama tim gabungan dari instansi terkait langsung turun ke lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), evakuasi korban, serta mensterilkan area demi keamanan proses penyelidikan.

Hingga sore hari, aparat masih melakukan pendataan korban dan kerusakan bangunan, serta membersihkan sisa-sisa material ledakan secara bertahap untuk mencegah potensi bahaya lanjutan.

Pihak kepolisian menyatakan penyebab pasti ledakan masih dalam penyelidikan. Dugaan awal mengarah pada bahan peledak rakitan berupa mercon, namun kepastian akan menunggu hasil analisis laboratorium forensik.

Aparat keamanan mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, menjauhi lokasi kejadian, serta mendukung proses penyelidikan. 

Warga juga diminta segera melapor kepada pihak berwenang apabila mengetahui aktivitas mencurigakan yang berkaitan dengan penggunaan atau penyimpanan bahan peledak.


Babinsa dan Pemdes Gotong Royong Perbaiki Jalan Rusak di Lumajang


Lumajang, (Onenewsjatim)-
Kepedulian terhadap infrastruktur desa kembali ditunjukkan aparat teritorial. Babinsa Tempurejo Koramil 0821-18/Tempursari, Serma Khoirul Ikhwan, bersama pemerintah desa dan warga melaksanakan kerja bakti perbaikan jalan berlubang di Dusun Tempurejo, Desa Tempurejo, Kecamatan Tempursari, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Rabu (18/2/2026).

Kegiatan tambal sulam jalan tersebut menyasar sepanjang 1 kilometer di wilayah RT 002 dan RT 003 RW 001. Sebanyak 50 warga turut ambil bagian dalam aksi gotong royong yang difokuskan pada peningkatan keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan.

Disela kegiatannya Serma Khoirul Ikhwan mengatakan, peran Babinsa dalam kegiatan tersebut merupakan bentuk pendampingan sekaligus penggerak partisipasi masyarakat dalam pembangunan desa.

“Kami hadir untuk mendukung dan memotivasi warga agar tetap menjaga budaya gotong royong. Jalan yang baik akan menunjang aktivitas ekonomi, pendidikan, dan mobilitas masyarakat,” ujarnya di sela kegiatan.

Sementara itu, Kepala Desa Tempurejo, Suliadi, didampingi Kepala Dusun Tempurejo, menyampaikan bahwa perbaikan ini bersifat mendesak karena kondisi jalan berlubang kerap membahayakan pengendara, terutama saat musim hujan.

“Perbaikan ini kami lakukan secara bertahap dengan sistem tambal sulam sepanjang 1 kilometer. Alhamdulillah, antusiasme warga sangat tinggi, sekitar 50 orang terlibat langsung dalam kerja bakti,” jelasnya.

Menurut Suliadi, dukungan Babinsa menjadi energi positif dalam mempercepat proses perbaikan sekaligus memperkuat sinergi antara TNI, pemerintah desa, dan masyarakat.

Kerja bakti tersebut tidak hanya menghasilkan akses jalan yang lebih layak, tetapi juga memperkuat solidaritas sosial warga. Melalui kebersamaan dan kolaborasi, pembangunan desa dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan.

Dengan selesainya perbaikan jalan tersebut, diharapkan mobilitas masyarakat Dusun Tempurejo semakin lancar dan aman, sekaligus mendorong peningkatan roda perekonomian lokal di wilayah. (Pendim0821)

Karya Bhakti Terpadu Gerakan ASRI di Senduro, TNI–Polri dan Warga Bersatu Jaga Toleransi

Lumajang, (Onenewsjatim) – Dalam rangka menyambut Bulan Suci Ramadhan, Koramil 0821-03/Senduro menggelar Karya Bhakti Terpadu Gerakan ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah) dengan melakukan pembersihan tempat ibadah. 

Kegiatan tersebut dilaksanakan di Masjid Baitul Mukmin, Desa Burno, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang, Rabu (18/2/2026).

Karya bhakti ini melibatkan personel TNI, Polri, Pemerintah Kecamatan, Pemerintah Desa, serta masyarakat lintas agama dan unsur moderasi beragama di wilayah Senduro. 

Kolaborasi lintas sektor tersebut menjadi wujud nyata semangat gotong royong sekaligus simbol kuatnya toleransi antarumat beragama di tengah masyarakat.

Danramil 0821-03/Senduro, Kapten Inf Bambang Mulud Diarso, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi aktif dalam kegiatan tersebut.

“Kegiatan Karya Bhakti Terpadu ini merupakan bagian dari program pemerintah pusat yang secara berkelanjutan dilaksanakan oleh jajaran Forkopimca Senduro. Ini bukan sekadar kegiatan fisik, tetapi juga upaya memperkuat kebersamaan serta kepedulian sosial di tengah masyarakat,” ujar Bambang.

Ia menambahkan, pembersihan masjid menjelang Ramadhan memiliki makna khusus karena bertujuan menciptakan lingkungan ibadah yang bersih, nyaman, dan kondusif bagi jamaah dalam menjalankan ibadah puasa.

“Hari ini kita membersihkan Masjid Baitul Mukmin dengan melibatkan masyarakat lintas agama. Ini menjadi bukti bahwa toleransi, persatuan, dan kebersamaan di wilayah Senduro tetap terjaga dengan baik,” tegasnya.

Kapten Bambang juga mengajak seluruh peserta untuk melaksanakan kegiatan dengan penuh keikhlasan dan rasa tanggung jawab agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat.

Selain itu, ia menyampaikan imbauan kepada masyarakat terkait pelaksanaan tadarus selama Bulan Ramadhan agar mengikuti ketentuan dari , yakni dilaksanakan maksimal hingga pukul 22.00 WIB guna menjaga ketertiban serta kenyamanan bersama.

Kegiatan Karya Bhakti Terpadu Gerakan ASRI tersebut diharapkan dapat terus memperkuat sinergi antara TNI, Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang aman, sehat, bersih, dan harmonis, khususnya menjelang perayaan hari-hari besar keagamaan.(Pendim 0821)


© Copyright 2024 Onenewsjatim | All Right Reserved