Lumajang, (Onenewsjatim) – Jembatan penghubung Kecamatan Pasirian dan Tempursari yang sempat terputus akibat banjir lahar hujan kini kembali dapat dilintasi.
Perbaikan akses tersebut disambut gembira warga, khususnya masyarakat di tiga dusun Desa Gondoruso yang sebelumnya terisolasi.
Banjir lahar hujan yang terjadi pada Jumat (30/1/2026) lalu menerjang aliran , tepatnya di , Kecamatan Pasirian, Kabupaten .
Peristiwa tersebut mengakibatkan tanggul sungai sepanjang sekitar 150 meter jebol, merusak persawahan serta jalan penghubung antara Kecamatan Pasirian dan .
Akibat kerusakan tersebut, warga di Dusun Liwek, Glendangpetung, dan Kaliwelang sempat terisolasi. Untuk beraktivitas, warga terpaksa melintasi area persawahan yang tertutup pasir dan batu dengan kondisi jalan yang terjal dan berisiko.
Talip, salah satu warga Gondoruso, mengaku lega dan senang karena akses jalan kini sudah bisa dilalui kembali.
“Alhamdulillah sekarang sudah bisa dilewati. Sebelumnya kami harus lewat sawah yang tertutup pasir dan batu, jalannya terjal dan berbahaya. Kalau ibu-ibu lewat situ bisa jatuh,” ujar Talip.
Hal senada disampaikan Suheri, warga lainnya. Ia mengatakan perbaikan jalan membuat aktivitas warga kembali normal dan lebih aman.
“Sekarang sudah tenang, tidak perlu mutar jauh atau lewat jalur berbahaya lagi,” ucapnya.
Rasa syukur juga disampaikan warga lainnya yang mengaku lebih tenang saat anak-anak beraktivitas.
“Alhamdulillah lebih tenang, walaupun banjir lahar datang, anak saya tetap bisa pulang sekolah karena jalannya sudah diperbaiki,” katanya.
Sementara itu, Petugas , Supriadi, menyampaikan bahwa perbaikan infrastruktur di sekitar jembatan limpas tersebut telah tuntas sehingga akses warga kembali normal.
“Jalan sudah bisa difungsikan kembali secara normal dan aktivitas masyarakat di tiga dusun yang sebelumnya terisolasi kini berjalan lancar,” jelas Supriadi.
Ia menambahkan, pihaknya tidak hanya melakukan perbaikan jalan, tetapi juga langkah preventif guna mencegah kerusakan berulang.
Upaya tersebut dilakukan di area Konsolidasi Dam Gondoruso dengan pemasangan bronjong dan dinding batu berlapis kawat di titik rawan.
Selain itu, normalisasi aliran sungai juga dilakukan bersama BBWS Brantas dan Dinas PU SDA Pemprov Jawa Timur untuk mengarahkan aliran air kembali ke tengah sungai agar tidak menggerus tanggul dan badan jalan.
“Sebanyak enam unit alat berat, empat dump truck, dan satu vibrator roller kami siagakan untuk memastikan kepadatan serta ketahanan jalur,” imbuhnya.
Meski akses jalan telah dibuka, Supriadi menegaskan bahwa status jalan masih dalam pengawasan ketat hingga pembangunan jalan permanen direalisasikan sepenuhnya.
“Kami akan terus menjaga dan memantau kondisi jalan sampai penanganan permanen selesai dilakukan,” pungkasnya.


FOLLOW THE Onenewsjatim AT TWITTER TO GET THE LATEST INFORMATION OR UPDATE
Follow Onenewsjatim on Instagram to get the latest information or updates
Follow our Instagram