-->

04/03/2026

Koramil 0821/04 Gucialit Tebar Keberkahan Ramadan, Ratusan Takjil Dibagikan ke Warga


Lumajang, (Onenewsjatim)
– Semangat berbagi di bulan suci Ramadan ditunjukkan jajaran Koramil 0821/04 Gucialit dengan membagikan ratusan paket takjil gratis kepada masyarakat dan pengguna jalan yang melintas di depan Makoramil, Kecamatan Gucialit, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Selasa (3/3/2026).

Kegiatan sosial tersebut dipimpin langsung Danramil 0821-04/Gucialit, Kapten Czi Heri Cahyono, bersama anggota serta Persit Kartika Chandra Kirana (KCK) Ranting 05. 

Sejak sore hari, personel TNI tampak membagikan paket makanan dan minuman berbuka puasa kepada warga yang masih dalam perjalanan menjelang azan Magrib.

Danramil 0821-04/Gucialit Kapten Czi Heri Cahyono mengatakan, aksi berbagi takjil ini merupakan bentuk kepedulian TNI kepada masyarakat, khususnya di momentum Ramadan yang identik dengan semangat kebersamaan dan saling berbagi.

“Kegiatan ini adalah wujud rasa syukur kami di bulan Ramadan. Kami ingin hadir dan berbagi kebahagiaan dengan masyarakat, terutama bagi saudara-saudara kita yang belum sempat berbuka puasa di rumah karena masih dalam perjalanan. Semoga apa yang kami berikan bisa bermanfaat dan membawa keberkahan,” ujar Heri saat dikonfirmasi, Rabu (4/3/2026).

Ia menegaskan, peran aparat teritorial tidak hanya sebatas menjaga keamanan dan ketertiban wilayah, tetapi juga aktif dalam kegiatan sosial kemasyarakatan.

Menurutnya, kedekatan emosional antara TNI dan rakyat menjadi fondasi penting dalam menjaga stabilitas dan kondusivitas daerah.

“Melalui kegiatan sederhana seperti ini, kami berharap kemanunggalan TNI dengan rakyat semakin kuat. Hubungan yang harmonis akan mendukung terciptanya wilayah yang aman dan damai, khususnya selama Ramadan hingga Idulfitri nanti,” tambahnya.

Sejumlah warga yang menerima takjil mengapresiasi kegiatan tersebut. Mereka menilai aksi berbagi itu tidak hanya membantu masyarakat yang membutuhkan, tetapi juga menunjukkan kepedulian nyata aparat kewilayahan terhadap kondisi sosial di lingkungan sekitar.

Dengan semangat pengabdian, Koramil 0821/04 Gucialit berkomitmen terus menebar manfaat bagi masyarakat. Kehadiran TNI di tengah warga diharapkan tidak hanya dirasakan dalam aspek pertahanan dan keamanan, tetapi juga dalam kepedulian sosial yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat sehari-hari.


Polres Mojokerto Tangkap 3 Debt Collector Perampas Pajero, Satu Pelaku Masih Buron


Mojokerto, (Onenewsjatim) –
Polres Mojokerto berhasil mengamankan tiga orang debt collector atau yang kerap disebut “mata elang” (matel) atas dugaan perampasan satu unit mobil Mitsubishi Pajero Sport disertai ancaman terhadap korban di wilayah Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto.

Ketiga tersangka masing-masing berinisial JA (32) warga Sidoarjo, RW (51) warga Kenjeran, Surabaya, dan MM (43) warga Wonocolo, Surabaya. 

Mereka ditangkap di lokasi berbeda, yakni di Perumahan Magersari Permai, Perumahan Istana Residence Tulangan, serta Desa Wage, Kecamatan Taman, Kabupaten Sidoarjo.

Kasat Reskrim Polres Mojokerto, AKP Aldhino Prima Wirdhan, mengatakan penangkapan dilakukan setelah pihaknya menerima laporan korban terkait aksi perampasan kendaraan bermotor.

“Setelah kami lakukan penyelidikan dan pendalaman, termasuk pemeriksaan saksi serta analisa rekaman CCTV, kami mengidentifikasi empat orang pelaku. Tiga orang sudah kami tetapkan sebagai tersangka dan satu lainnya masih dalam pengejaran (DPO),” ujar AKP Aldhino, Senin (2/3/2026).


Menurut dia, ketiga tersangka diamankan pada 26 Januari 2026 di wilayah Sidoarjo dan Surabaya. Sementara satu pelaku lain yang diduga terlibat dalam komplotan tersebut masih diburu petugas.

Peristiwa perampasan itu terjadi pada Senin, 15 September 2025, di Dusun Mengelo Selatan, Desa Mengelo, Kecamatan Sooko. Saat itu, korban diberhentikan oleh para pelaku yang mengaku sebagai perwakilan perusahaan pembiayaan (finance).

Para pelaku kemudian memaksa korban keluar dari kursi kemudi, mengambil alih kendaraan, serta mengancam korban sebelum membawa kabur mobil Mitsubishi Pajero Sport tersebut ini

“Mobil itu kemudian dijual seharga Rp80 juta dan hasilnya dibagi rata oleh para pelaku,” kata Aldhino.

Atas perbuatannya, para tersangka dijerat Pasal 482 ayat (1) dan Pasal 486 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) dengan ancaman pidana maksimal sembilan tahun penjara.

AKP Aldhino mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya kepada pihak yang mengaku sebagai debt collector tanpa dilengkapi surat tugas resmi serta putusan pengadilan.

“Kami mengingatkan masyarakat, apabila ada pihak yang melakukan penarikan kendaraan secara paksa di jalan, segera tolak dan laporkan ke kantor kepolisian terdekat atau melalui layanan 110,” tegasnya. (Red)

Ditreskrimum Polda Jawa Timur Amankan 1 Kg Bubuk Mesiu dari Transaksi Online


Surabaya  (Onenewsjatim)
- Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jawa Timur (Jatim) mengungkap kasus penjualan bahan peledak berupa bubuk petasan atau mesiu di Jalan Raya Menanggal, Gayungan, Surabaya. 

Kabid Humas Polda Jatim,Kombes Pol Jules Abraham Abast menegaskan, penjualan bahan peledak masuk kategori tindak pidana karena itu peredarannya diatur ketat oleh undang-undang.

"Perlu kami tegaskan, bahan ini bukan sekadar petasan biasa. Apabila digunakan dalam jumlah besar, dapat menimbulkan ledakan berbahaya yang berpotensi menyebabkan korban jiwa dan kerusakan serius," tegas Kombes Abast.

Ia juga menegaskan, kepolisian tidak akan mentolerir peredaran bahan peledak ilegal karena berpotensi membahayakan keselamatan masyarakat.

Apalagi disaat Bulan Ramadhan, dimana umat Muslim tengah khusuknya menjalankan Ibadah Puasa.

“Peredaran bahan peledak tanpa izin sangat berbahaya. Kami pastikan setiap informasi dari masyarakat akan segera kami tindaklanjuti secara serius,” tegas Kombes Abast saat konferensi Pers, Selasa (3/3/2026).

Masih kata Kabid Humas Polda Jatim, dari pengungkapan kasus tersebut Polisi mengamankan Dua pemuda asal Sidoarjo pada Kamis, 26 Februari 2026 dini hari, sekitar pukul 00.30 WIB di Jalan Raya Menanggal, Gayungan, Surabaya.

Ia menerangkan pengungkapan tersebut berawal dari informasi masyarakat terkait adanya transaksi mencurigakan bubuk petasan.

“Berawal dari laporan masyarakat terkait transaksi bubuk petasan, lalu tim langsung melakukan penyelidikan dan berhasil mengamankan dua orang tersangka,” ujar Kombes Abast.

Dua tersangka yang diamankan yakni MAJ (28) dan BAW (18), keduanya warga Kecamatan Waru, Kabupaten Sidoarjo. 

MAJ diketahui membeli bahan kimia melalui marketplace dan toko pupuk, kemudian meraciknya sendiri menjadi bubuk mesiu di rumah. 

Dari hasil pemeriksaan, MAJ  juga menawarkan barang tersebut melalui grup WhatsApp bernama “HURU HARA”.

Sementara itu, BAW berperan memasarkan dan menjual bubuk petasan melalui Facebook menggunakan akun atas nama “BAHAR AGUNG” dengan tujuan memperoleh keuntungan.

Dari tangan keduanya, Polisi menyita barang bukti berupa satu kilogram bubuk petasan, dua unit handphone, satu unit sepeda motor berikut STNK dan uang tunai Rp 210 ribu.

Masih kata Kombes Pol Abast, motif para tersangka murni faktor ekonomi untuk mendapatkan keuntungan. 

"Modus yang dilakukan yakni menawarkan dan menjual bubuk petasan atau mesiu melalui aplikasi Facebook,” ujar Kombes Abast.

Atas perbuatannya, para tersangka kami jerat Pasal 306 KUHP, yakni setiap orang yang tanpa hak membuat, memiliki, menyimpan, menguasai, atau memperdagangkan bahan peledak.

"Ancaman hukumannya pidana penjara paling lama 15 tahun,” kata Kombes Abast. 

Kabid Humas Polda Jatim mengimbau kepada masyarakat di seluruh Jawa Timur untuk tidak meracik, menyimpan atau menjual bahan peledak apalagi tanpa izin.

Karena sekecil apa pun bahan peledak, jika salah digunakan, dapat berakibat fatal. 

"Segera laporkan apabila mengetahui adanya transaksi bahan peledak ilegal, dan bagi orang tua, kami imbau agar lebih mengawasi aktifitas anak - anaknya di media sosial, " tutup Kombes Abast. (*)

03/03/2026

Demi Ketahanan Pangan, Babinsa Koramil 0821-02/Sukodono Sigap Tangani Irigasi Jebol


Lumajang, (Onenewsjatim) –
Kepedulian terhadap kelangsungan pertanian warga kembali ditunjukkan Babinsa Selokgondang Koramil 0821-02/Sukodono, Serma Imam Khudori, yang bersama masyarakat melaksanakan kegiatan penutupan tangkis irigasi yang jebol di Dusun Krajan Kidul RT 029 RW 009 Desa Selokgondang, Kecamatan Sukodono, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Selasa (3/3/2026).

Kegiatan tersebut dilakukan sebagai langkah cepat untuk mencegah meluasnya kerusakan saluran irigasi yang berpotensi mengganggu distribusi air ke lahan persawahan milik warga. Dengan semangat gotong royong, Babinsa dan masyarakat bahu-membahu menutup bagian tangkis yang jebol menggunakan material seadanya agar aliran air kembali stabil.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Desa Selokgondang, H. Masturi, serta Ketua Kelompok Tani Rukun Makmur 3, H. Purnomo, yang secara langsung memantau proses perbaikan darurat tersebut.

Dalam penyampaian di sela kegiatannya Serma Imam Khudori mengatakan bahwa keterlibatan dirinya dalam kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian TNI terhadap kesulitan rakyat, khususnya para petani yang sangat bergantung pada kelancaran irigasi.

“Kami hadir untuk membantu dan memastikan saluran irigasi kembali berfungsi sehingga kebutuhan air untuk sawah warga tetap tercukupi. Ini bagian dari komitmen kami mendukung ketahanan pangan di wilayah binaan,” ujar dia.

Sementara itu, Kepala Desa H. Masturi mengapresiasi respon cepat Babinsa yang selalu sigap membantu masyarakat dalam setiap permasalahan di desa. Ia berharap kebersamaan seperti ini terus terjaga demi kemajuan dan kesejahteraan warga.

Ketua Kelompok Tani Rukun Makmur 3, H. Purnomo, juga menyampaikan rasa terima kasih atas dukungan yang diberikan. Menurutnya, jika tangkis irigasi tidak segera ditangani, pasokan air ke sawah bisa terganggu dan berdampak pada pertumbuhan tanaman padi.

Melalui kegiatan tersebut, diharapkan aliran irigasi kembali normal dan para petani dapat menjalankan aktivitas pertanian dengan tenang. Sinergi antara Babinsa, pemerintah desa, dan kelompok tani menjadi bukti nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat dalam menjaga stabilitas dan ketahanan pangan di wilayah. (Pendim0821)

Perkuat Kemanunggalan, Babinsa Koramil 0821-01/Lumajang Gotong Royong Bersama Warga


Lumajang, (Onenewsjatim)
- Wujud nyata kepedulian terhadap kebersihan lingkungan dan pencegahan banjir, Babinsa Tempokersan Koramil 0821-01/Lumajang, Koptu Andi Eko B. C., bersama warga melaksanakan kegiatan kerja bakti pembersihan bantaran parit sepanjang kurang lebih 500 meter di RT 004 RW 014 Kelurahan Tompokersan, Kecamatan Lumajang, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Selasa (3/3/2026).

Kegiatan tersebut dilakukan sebagai langkah antisipasi terhadap potensi genangan air dan banjir saat musim penghujan, sekaligus untuk menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat bagi masyarakat sekitar. Dengan membawa peralatan sederhana seperti cangkul, sabit, dan sekop, Babinsa dan warga tampak kompak membersihkan sampah serta rumput liar yang menutupi aliran parit.

Dalam keterangannya, Koptu Andi Eko B. C. mengatakan bahwa kerja bakti ini merupakan bentuk sinergi antara TNI dan masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin menumbuhkan kembali semangat gotong royong di tengah masyarakat. Kebersihan lingkungan adalah tanggung jawab bersama, dan dengan parit yang bersih, aliran air menjadi lancar sehingga dapat mencegah banjir,” ujarnya.

Ketua RW 014, Nur Hidayatayah, dalam kesempatan tersebut juga menegaskan pentingnya menjaga kondisi parit agar tetap bersih dan berfungsi dengan baik. Ia mengimbau seluruh warga RT 004 RW 014 untuk tidak membuang sampah sembarangan ke saluran air serta rutin melaksanakan kerja bakti secara berkala.

“Parit ini harus kita jaga bersama. Jangan sampai setelah dibersihkan hari ini, kembali kotor karena kurangnya kesadaran. Kami berharap warga tetap peduli, tidak membuang sampah ke parit, dan siap bergotong royong apabila diperlukan pembersihan kembali,” tegasnya.

Ia juga menambahkan bahwa parit yang bersih bukan hanya mencegah banjir, tetapi juga menjaga kesehatan lingkungan dan kenyamanan masyarakat sekitar. Dengan adanya dukungan dari Babinsa, ia optimistis semangat kebersamaan dan kepedulian warga terhadap lingkungan akan terus terpelihara.

Kerja bakti tersebut tidak hanya memperlancar aliran air, tetapi juga mempererat hubungan silaturahmi antara Babinsa dan warga binaan. Kebersamaan yang terjalin diharapkan mampu terus memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat, khususnya di wilayah Kelurahan Tompokersan. (Pendim0821)

Sat Samapta Polres Lumajang Bagikan 250 Takjil Gratis, Warga Terbantu Jelang Berbuka


Lumajang, (Onenewsjatim)
– Kepedulian terhadap masyarakat di bulan suci Ramadan ditunjukkan Satuan Samapta Polres Lumajang dengan membagikan 250 paket takjil gratis kepada para pengguna jalan di kawasan Jalan Alun-Alun Utara, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Senin (2/3/2026).

Kegiatan bertajuk “Samapta Berbagi Takjil” ini menjadi bagian dari inovasi sosial yang digagas jajaran Sat Samapta sebagai wujud kehadiran Polri di tengah masyarakat, khususnya menjelang waktu berbuka puasa.

Kasat Samapta Polres Lumajang, AKP Sajito S.H., M.H., mengatakan pembagian takjil menyasar pengendara roda dua, roda empat, hingga pejalan kaki yang masih berada di perjalanan saat waktu magrib tiba.

“Di bulan suci Ramadan ini, kami ingin berbagi kebahagiaan dengan masyarakat. Melalui kegiatan Samapta Berbagi Takjil, kami berharap dapat sedikit meringankan beban warga sekaligus mempererat hubungan antara Polri dan masyarakat,” ujar Sajito 

Menurut dia, program tersebut bukan sekadar aksi sosial rutin, melainkan bentuk inovasi pelayanan yang lebih dekat dan menyentuh langsung kebutuhan masyarakat selama Ramadan.

“Kami ingin memastikan saudara-saudara kita yang masih berada di perjalanan saat azan magrib berkumandang tetap bisa membatalkan puasa dengan layak,” katanya.

Sajito menambahkan, kegiatan berbagi takjil juga menjadi sarana menumbuhkan nilai kepedulian sosial dan empati di kalangan anggota kepolisian, sekaligus menciptakan suasana Ramadan yang penuh kebersamaan di wilayah Lumajang.

Sementara itu, salah satu pengguna jalan, Ahmad, mengaku terbantu dengan adanya pembagian takjil gratis tersebut. Ia mengatakan belum sempat membeli makanan untuk berbuka karena masih dalam perjalanan.

“Alhamdulillah sangat terbantu. Tadi masih di jalan dan belum sempat beli makanan untuk berbuka. Terima kasih kepada Polres Lumajang yang sudah berbagi,” ujarnya.


Akses Pronojiwo–Tempursari Longsor, BPBD Lumajang Berlakukan Sistem Buka Tutup


Lumajang, (Onenewsjatim)
– Akses jalan penghubung Pronojiwo–Tempursari di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, terdampak longsor setelah diguyur hujan deras pada Minggu (1/3/2026) sore. 

Longsor tersebut mengikis sebagian badan jalan dan mengganggu arus lalu lintas warga.

Peristiwa longsor terjadi sekitar pukul 18.30 WIB, tepatnya di Desa Pundungsari, perbatasan Desa Kaliwuling, Kecamatan Tempursari. Akibatnya, badan jalan ambles dan kini hanya dapat dilalui secara terbatas.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Lumajang, Yudi Cahyono, mengatakan bahwa tanda-tanda kerusakan sebenarnya sudah terlihat sejak Sabtu (29/2/2026).

“Mulai Sabtu pekan lalu sudah ada retakan. Sebagai langkah antisipasi awal, perangkat desa bersama warga telah memasang pembatas di lokasi,” ujar Yudi saat dikonfirmasi, Selasa (3/3/2026).

Namun, hujan deras yang kembali mengguyur wilayah tersebut pada Minggu sore memperparah kondisi tanah hingga akhirnya longsor tidak dapat dihindari. 

Berdasarkan hasil asesmen sementara, longsor memiliki kedalaman sekitar 8 meter, dengan panjang 6 meter dan lebar sekitar 2 meter.

Hingga Selasa (3/3/2026), jalur Pronojiwo–Tempursari masih diberlakukan sistem buka tutup secara bergantian. Kendaraan roda empat masih dapat melintas, namun harus bergantian dan dengan kewaspadaan tinggi.

“Roda empat masih bisa dilalui secara bergantian. Namun jika longsor meluas, tidak menutup kemungkinan akses jalan Pronojiwo–Tempursari bisa terputus total,” tegas Yudi.

Dampak longsor ini sangat dirasakan warga, khususnya para petani di Kecamatan Tempursari. Kondisi jalan yang menyempit dan rawan membuat distribusi hasil pertanian ke luar wilayah kecamatan menjadi terhambat.

“Dampaknya sangat terasa bagi warga yang hendak mengangkut hasil pertanian keluar kecamatan,” tambahnya.

Selain menghambat mobilitas warga, BPBD juga mengingatkan adanya potensi longsor susulan apabila curah hujan masih tinggi dalam beberapa hari ke depan. 

Masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan dan menghindari melintas di lokasi rawan saat hujan deras.

Sebagai langkah penanganan darurat sementara, BPBD Kabupaten Lumajang telah melakukan pemasangan sekitar 500 karung pasir di area longsoran yang kemudian ditutup terpal untuk mencegah pergerakan tanah lebih lanjut.

“Penanganan darurat sementara dilakukan dengan pemasangan 500 sak, dan di atasnya diberi terpal,” pungkas Yudi.(Imam)

© Copyright 2024 Onenewsjatim | All Right Reserved