-->

12/08/2026

Dukung Ketahanan Pangan, Babinsa Pandanarum Dampingi Optimasi Irigasi Poktan Tani Jaya


Lumajang, (Onenewsjatim)–
Upaya meningkatkan produktivitas pertanian terus dilakukan melalui sinergi antara TNI, penyuluh pertanian dan kelompok tani. Salah satunya diwujudkan Babinsa Pandanarum Koramil 0821-10/Tempeh dengan mendampingi optimasi pembangunan jaringan irigasi di wilayah Desa Pandanarum, Kecamatan Tempeh, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Rabu (12/8/2026). 

Babinsa Pandanarum, Serda M. Irfan Masruri, melaksanakan pendampingan pembangunan jaringan irigasi sepanjang kurang lebih 200 meter yang berlokasi di lahan Poktan Tani Jaya, Dusun Parasgowang RT 004 RW 009, Desa Pandanarum.

Kegiatan tersebut turut melibatkan Katimker Penyuluh Pertanian Juwariyah, S.P., M.M., PPL Kecamatan Tempeh Mahlul Akbar, serta Ketua Poktan Tani Jaya Moh. Vanalli bersama para anggota kelompok tani.

Dalam pendampingannya, Serda M. Irfan Masruri memberikan pemahaman kepada petani mengenai pentingnya menjaga kualitas dan keberlanjutan jaringan irigasi. Infrastruktur tersebut diharapkan mampu membantu memperlancar distribusi air menuju lahan pertanian sehingga kebutuhan air tanaman dapat terpenuhi secara lebih optimal.

Menurutnya, keberadaan jaringan irigasi memiliki peran penting dalam mendukung keberhasilan sektor pertanian, khususnya bagi petani yang sangat bergantung pada ketersediaan air untuk mengolah dan meningkatkan hasil produksi pertanian.

"Pendampingan ini merupakan bentuk kepedulian Babinsa terhadap kebutuhan masyarakat, khususnya para petani. Dengan jaringan irigasi yang baik, distribusi air ke lahan dapat lebih optimal sehingga diharapkan mampu mendukung peningkatan produktivitas dan kesejahteraan petani," ujar dia.

Ia juga mengajak para petani untuk bersama-sama menjaga dan merawat jaringan irigasi setelah pembangunan selesai. Menurutnya, pemeliharaan secara berkelanjutan menjadi kunci agar manfaat jaringan irigasi dapat dirasakan dalam jangka panjang.

Sementara itu, Katimker Penyuluh Pertanian Juwariyah, S.P., M.M., bersama PPL Kecamatan Tempeh Mahlul Akbar terus memberikan pendampingan teknis kepada kelompok tani agar pembangunan jaringan irigasi dapat berjalan sesuai kebutuhan di lapangan.

Pembangunan jaringan irigasi sepanjang sekitar 200 meter tersebut diharapkan tidak hanya memperlancar pengairan lahan pertanian, tetapi juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan efisiensi pengelolaan air, menjaga keberlangsungan produksi pertanian, dan mendukung ketahanan pangan di wilayah Kecamatan Tempeh. (Pendim0821)

Diduga Tipu Puluhan Orang, Makelar Motor di Lumajang Dilaporkan ke Polisi


Lumajang, (Onenewsjatim
)– Dugaan penipuan dengan modus jual beli sepeda motor menyeret seorang makelar kendaraan berinisial AS, warga Desa Jarit, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur.

Sedikitnya empat korban mendatangi Mapolres Lumajang pada Rabu (12/8/2026) untuk melaporkan dugaan penipuan tersebut. Sementara berdasarkan informasi yang dihimpun para korban, jumlah orang yang merasa dirugikan diduga mencapai puluhan.

Total kerugian yang dialami para korban dalam sebuah grup komunikasi khusus korban ditaksir mencapai sekitar Rp 200 juta. Nilai kerugian masing-masing korban bervariasi, mulai dari jutaan hingga puluhan juta rupiah.

Salah satu korban, Fina, warga Desa Jarit, mengaku awalnya mengenal AS melalui suaminya. Ia bahkan sebelumnya pernah melakukan transaksi pembelian sepeda motor Honda Stylo bekas dengan terlapor senilai Rp 25,5 juta.

Namun, saat kendaraan tersebut diterima, Fina mengaku hanya memperoleh STNK dan kunci. BPKB kendaraan belum diserahkan kepadanya.

"Saat membeli Stylo itu saya memang tidak dapat BPKB. Saya dapat sepeda itu cuma STNK sama kunci saja," kata Fina.

Persoalan tersebut kemudian berlanjut ketika Fina meminta agar sepeda motor tersebut ditukar dengan unit Honda Stylo dengan warna berbeda sekaligus menggunakan nama pribadinya.

Menurut Fina, karena BPKB kendaraan sebelumnya tidak kunjung jelas, ia akhirnya meminta kepada AS untuk mengganti dengan unit baru melalui mekanisme inden.

Selain meminta unit baru, Fina juga menyerahkan sepeda motor Honda Stylo miliknya kepada AS agar dijualkan.

"Karena BPKB-nya tidak jelas, akhirnya saya minta ganti inden atas nama saya sendiri. Motor Stylo saya juga saya minta untuk dijualkan," ujarnya.

Fina kemudian menyerahkan sepeda motor lengkap dengan STNK dan kunci cadangan kepada AS.

Ia mengaku saat itu tidak menaruh kecurigaan karena AS mengaku sebagai sales dealer.

Namun, setelah kendaraan dibawa oleh AS, komunikasi mulai sulit dilakukan.

"Kamis itu motor dibawa. Jumat, Sabtu sampai Minggu sudah susah dihubungi. Saya percaya karena waktu itu dia mengaku sales dealer," tutur Fina.

Merasa tidak mendapatkan kejelasan, Fina kemudian mengunggah persoalan tersebut melalui media sosial. Ia awalnya berharap unggahan itu dapat membuat terlapor segera memberikan penjelasan dan menyelesaikan persoalan.

Di luar dugaan, unggahan tersebut justru memunculkan sejumlah orang lain yang mengaku mengalami persoalan serupa.

Fina kemudian mengetahui adanya grup WhatsApp yang beranggotakan sekitar 20 orang. Menurut dia, anggota grup tersebut merupakan orang-orang yang mengaku menjadi korban AS.

"Saya kira cuma saya korbannya, ternyata banyak. Setelah itu ada korban yang membuat grup WhatsApp, anggotanya sekitar 20 orang dan semuanya korban," ungkap Fina.

Dari komunikasi para korban, kata Fina, sebagian korban disebut telah lebih dahulu melaporkan persoalan tersebut ke Polsek Candipuro. Sementara korban lainnya memilih membuat laporan ke Polres Lumajang.

"Sebetulnya banyak yang mau melapor, tetapi yang datang sekarang baru empat orang. Mungkin karena jaraknya jauh," jelasnya.

Pengalaman serupa juga dialami Yoga, warga Desa Kaliwungu, Kecamatan Tempeh. Ia mengaku menjadi korban setelah berniat membeli Honda Vario 125 terbaru melalui AS.

Yoga mengatakan dirinya telah menyerahkan uang muka atau DP sebesar Rp 10 juta kepada AS untuk proses pemesanan sepeda motor tersebut.

Namun, ketika Yoga melakukan pengecekan langsung ke dealer yang disebut oleh AS, dirinya justru mendapatkan informasi bahwa proses inden kendaraan atas namanya belum tercatat.

"Setelah saya cek ke dealer, ternyata inden atas nama saya belum masuk. Dari pihak dealer juga menjelaskan kalau AS bukan karyawan mereka, melainkan hanya makelar," kata Yoga.

Menurut Yoga, pihak dealer juga menyampaikan bahwa AS belakangan ini memang bermasalah. Bahkan, kata dia, terdapat korban lain yang sebelumnya menyampaikan keluhan mengenai transaksi dengan orang yang sama.

Yoga mengaku dirinya sempat percaya karena sebelumnya AS memiliki reputasi yang cukup baik dalam melakukan transaksi kendaraan.

"Kalau uang saya, sempat dikembalikan Rp 7,5 juta. Jadi tinggal Rp 2,5 juta. Saya percaya karena dia pernah memakai seragam dealer, tetapi ternyata foto itu foto lama," ungkapnya.

Menurut Yoga, kepercayaan para korban terhadap AS salah satunya muncul karena sebelumnya terlapor dikenal pernah melakukan transaksi kendaraan dan beberapa di antaranya berjalan lancar.

Namun, kondisi tersebut berubah ketika sejumlah korban mulai mengalami persoalan terkait kendaraan maupun uang yang telah diserahkan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari grup para korban, nilai kerugian secara keseluruhan diperkirakan telah mencapai sekitar Rp 200 juta. Bahkan, terdapat korban yang disebut menyerahkan uang muka hingga Rp 40 juta.

Polisi Masih Selidiki Laporan Korban

Kasubsi Pidm Sie Humas Polres Lumajang, Ipda Suprapto, SH, membenarkan adanya laporan dari sejumlah warga yang mengaku menjadi korban dugaan penipuan tersebut.

Menurut dia, laporan tersebut masih dalam tahap penyelidikan. Polisi juga mulai mengumpulkan keterangan dan bukti yang diperlukan untuk mendalami perkara tersebut.

"Sementara masih kita selidiki karena baru dilaporkan," kata Ipda Suprapto.

11/08/2026

Danau Ranupane Dangkal, Pilot BNPB Pastikan Air Masih Cukup untuk Padamkan Bromo


Lumajang, (Onenewsjatim)
– Kondisi Danau Ranupane di Desa Ranupani, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, mengalami pendangkalan akibat endapan lumpur. Meski debit air disebut menurun, danau tersebut masih dapat dimanfaatkan sebagai sumber air untuk operasi pemadaman kebakaran Gunung Bromo melalui udara.

Danau Ranupane menjadi salah satu lokasi yang digunakan helikopter BNPB untuk mengambil air dalam operasi water bombing. Pengambilan air dilakukan dari bagian tengah danau karena tepian danau telah dipenuhi material lumpur.

Pilot Helikopter BNPB, Kapten Janji Tambunan, mengatakan kondisi tersebut membuat pengambilan air tidak bisa dilakukan sembarangan. Helikopter harus mencari bagian danau yang masih memiliki kedalaman air cukup.

"Walaupun debit air sudah berkurang, tapi masih bisa diambil di bagian tengah. Masih banyak airnya, masih bisa ambil full 1.000 liter. Kalau untuk pemadaman masih cukup," kata Tambunan di Ranupani, Selasa (11/8/2026).

Menurut Tambunan, endapan lumpur lebih banyak ditemukan di bagian pinggir Danau Ranupane. Kondisi itu menjadi salah satu pertimbangan dalam menentukan titik pengambilan air oleh helikopter.

Dalam pelaksanaannya, proses pengambilan air dari danau juga sempat dilakukan beberapa kali. Hal tersebut karena air yang berada di sekitar tepian berpotensi bercampur dengan lumpur.

"Pengambilan air dilakukan di tengah danau karena di bagian pinggir terdapat lumpur," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Resort PTN Ranupani Ariyanto membenarkan adanya pendangkalan di Danau Ranupane. Namun, kondisi tersebut dinilai belum mengganggu kebutuhan air untuk operasi pemadaman dari udara.

Ariyanto mengatakan bagian tengah danau masih memiliki air yang dapat diambil oleh helikopter.

"Memang benar ada pendangkalan, tapi di bagian tengah danau air masih bisa diambil. Kalau di pinggir sudah bercampur lumpur," katanya.

Selain Danau Ranupane, Ranu Regulo juga digunakan sebagai sumber air untuk mendukung operasi water bombing. Ariyanto memastikan ketersediaan air di lokasi tersebut masih mencukupi selama proses pemadaman berlangsung.

"Begitu juga di Regulo, kebutuhan air masih cukup sampai nanti proses pemadaman berakhir," pungkasnya.

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) hingga kini masih dalam penanganan petugas gabungan.

Berdasarkan data yang disampaikan, luas lahan yang terdampak kebakaran mencapai 742,7 hektare. Kebakaran tersebut pertama kali dilaporkan terjadi pada Senin (3/8/2026).

Sejumlah titik api masih terpantau di kawasan P30 Kabupaten Probolinggo. Selain itu, titik api juga masih ditemukan di wilayah Penanjakan dan Blok Dingklik, Kabupaten Pasuruan.(mam) 

Babinsa Tumpeng Bersama Warga Gotong Royong Perlebar Jalan Setapak Sepanjang 650 Meter


Lumajang, (Onenewsjatim)-
Semangat kebersamaan dan gotong royong kembali ditunjukkan Babinsa Tumpeng Koramil 0821-09/Candipuro, Sertu Antok Sujarwo, dengan turun langsung bahu membahu bersama warga dalam kegiatan kerja bakti pelebaran jalan setapak sepanjang 650 meter di Dusun Krajan RT 002 RW 001, Desa Tumpeng, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Selasa (11/7/2026).

Kegiatan tersebut menjadi bentuk kepedulian Babinsa terhadap kebutuhan masyarakat sekaligus upaya mendorong partisipasi warga dalam pembangunan fasilitas umum di wilayah desa. Pelebaran jalan setapak dilakukan secara gotong royong agar akses masyarakat menjadi lebih nyaman dan memudahkan mobilitas warga dalam menjalankan berbagai aktivitas sehari-hari.

Disela kegiatannya, Sertu Antok Sujarwo mengatakan, keterlibatan Babinsa dalam kerja bakti merupakan bagian dari upaya mempererat hubungan dengan masyarakat sekaligus menumbuhkan semangat kebersamaan dalam menyelesaikan berbagai kebutuhan di lingkungan.

"Kami bersama warga bahu membahu melaksanakan pelebaran jalan ini agar akses masyarakat menjadi lebih nyaman dan mudah dilalui. Kegiatan seperti ini juga menjadi sarana untuk mempererat kebersamaan serta menjaga budaya gotong royong yang sudah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat," ujar dia.

Menurutnya, pembangunan fasilitas umum tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi membutuhkan dukungan dan kepedulian masyarakat. Dengan dikerjakan secara bersama-sama, pekerjaan yang menjadi kebutuhan warga dapat diselesaikan dengan lebih cepat dan memberikan manfaat bagi kepentingan bersama.

Sementara itu, Kepala Dusun Krajan, Misnadi, menyampaikan bahwa pelebaran jalan setapak sepanjang 650 meter tersebut memberikan manfaat besar bagi masyarakat, terutama dalam memperlancar akses dan mobilitas warga dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.

"Pelebaran jalan ini sangat bermanfaat bagi warga karena akses menjadi lebih lebar dan nyaman untuk dilalui. Selain memudahkan masyarakat dalam beraktivitas, jalan ini juga menjadi akses penting bagi warga menuju lahan pertanian. Dengan kondisi jalan yang lebih baik, kami berharap mobilitas petani dalam membawa hasil pertanian maupun kebutuhan ke lahan menjadi lebih mudah dan lancar," ungkapnya.

Ia menambahkan, pembangunan secara gotong royong tersebut juga menjadi bentuk kepedulian bersama dalam meningkatkan fasilitas umum yang manfaatnya dapat dirasakan oleh seluruh masyarakat Dusun Krajan.

Melalui kegiatan kerja bakti tersebut, pelebaran jalan setapak sepanjang 650 meter diharapkan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya dalam mendukung kelancaran akses dan aktivitas sehari-hari. Kebersamaan Babinsa dan warga sekaligus menjadi wujud nyata sinergi dalam membangun lingkungan yang lebih baik dan nyaman. (Pendim0821)

Babinsa Dampingi Petani Bangun Plengsengan, Dukung Penguatan Infrastruktur Pertanian di Kalibendo


Lumajang, (Onenewsjatim) –
Babinsa Kalibendo Koramil 0821-08/Pasirian, Sertu Saiful Hak, mendampingi Kelompok Tani (Poktan) Sumber Makmur dalam kegiatan kerja bakti pembangunan plengsengan di Dusun Karang Anyar RT 006 RW 001, Desa Kalibendo, Kecamatan Pasirian, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Selasa (11/8/2026).

Kegiatan tersebut dilakukan secara gotong royong bersama anggota kelompok tani sebagai bagian dari upaya memperkuat infrastruktur pendukung pertanian sekaligus menjaga kondisi lahan dari potensi erosi dan kerusakan akibat aliran air.

Sertu Saiful Hak mengatakan, keterlibatan Babinsa dalam kegiatan tersebut merupakan bentuk pendampingan kepada masyarakat, khususnya para petani di wilayah binaannya.

"Kami hadir untuk mendampingi sekaligus membantu masyarakat dalam pembangunan plengsengan ini. Dengan dikerjakan secara bersama-sama, pekerjaan menjadi lebih ringan dan pembangunan dapat berjalan lebih cepat," kata Sertu Saiful Hak.

Menurut dia, keberadaan infrastruktur pertanian yang memadai penting untuk menunjang aktivitas petani. Karena itu, semangat gotong royong antara masyarakat dan aparat perlu terus dipertahankan.

"Yang terpenting, hasilnya nanti dapat mendukung aktivitas para petani," ujarnya.

Sementara itu, Ketua Poktan Sumber Makmur, Nur Tejo, mengatakan pembangunan plengsengan tersebut memberikan manfaat bagi keberlangsungan lahan pertanian yang dikelola para anggota kelompok tani.

Menurutnya, plengsengan berfungsi memperkuat sisi lahan sekaligus membantu mengurangi risiko erosi maupun longsoran yang dapat terjadi akibat aliran air.

"Pembangunan plengsengan ini sangat penting bagi kami karena dapat membantu melindungi lahan pertanian dari erosi dan kerusakan akibat aliran air," kata Nur Tejo.

Dia berharap keberadaan plengsengan tersebut dapat memberikan manfaat dalam jangka panjang sehingga petani lebih mudah mengelola lahan pertanian.

"Dengan kondisi lahan yang lebih kuat dan aman, petani akan lebih mudah dalam mengelola sawah maupun tanaman pertanian. Kami berharap plengsengan ini dapat memberikan manfaat jangka panjang dan mendukung peningkatan produktivitas pertanian anggota kelompok tani," pungkasnya.

Kegiatan kerja bakti tersebut sekaligus menjadi sarana memperkuat komunikasi dan kebersamaan antara Babinsa dengan masyarakat. Sinergi tersebut diharapkan dapat terus terjaga untuk mendukung berbagai kebutuhan masyarakat, khususnya dalam pengembangan sektor pertanian di wilayah Desa Kalibendo. (Pendim0821)


Rehab Pasar Klojen Lumajang Habiskan Rp 288,9 Juta, Pedagang Tak Perlu Direlokasi


Lumajang, (Onenewsjatim) –
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang melakukan rehabilitasi sejumlah fasilitas di Pasar Klojen, Kelurahan Citrodiwangsan, Kecamatan Lumajang, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur.

Rehabilitasi pasar tersebut menelan anggaran sekitar Rp 288,9 juta yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Lumajang 2026.

Proyek yang melekat pada Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perindustrian dan Perdagangan (Diskopindag) Kabupaten Lumajang itu dilaksanakan melalui mekanisme pengadaan langsung (PL).

Kepala Diskopindag Kabupaten Lumajang, Muhammad Ridha, mengatakan rehabilitasi dilakukan pada sejumlah bagian fasilitas pasar yang dinilai membutuhkan penanganan dan berpengaruh terhadap kenyamanan aktivitas perdagangan.

"Pemeliharaan pasar itu, lokasi yang mengganggu transaksi dan kenyamanan, menjadi prioritas," kata Ridha, Senin (10/8/2026).

Rehabilitasi Atap hingga Drainase


Ridha menjelaskan, salah satu bagian yang direhabilitasi adalah atap sisi selatan Pasar Klojen dengan panjang sekitar 40 meter.

Selain atap, pekerjaan juga mencakup perbaikan drainase serta akses jalan di dalam kawasan pasar.

"Ada sekitar 40 meter atap yang kami rehab, kemudian drainase serta jalan di pasar juga kami perbaiki. Totalnya kisaran Rp 288 juta," ujarnya.

Menurut Ridha, rehabilitasi tersebut sebenarnya telah direncanakan pada tahun sebelumnya. Namun, keterbatasan anggaran membuat pelaksanaan pekerjaan baru dapat direalisasikan pada 2026.

Ia berharap perbaikan sejumlah fasilitas tersebut dapat menyelesaikan persoalan yang selama ini mengganggu aktivitas pedagang maupun masyarakat yang berbelanja di Pasar Klojen.

Ridha mengatakan proyek rehabilitasi tersebut tidak dilaksanakan melalui tender atau lelang karena menggunakan mekanisme pengadaan langsung.

Meski demikian, pihaknya memastikan pelaksana pekerjaan tetap dipilih dengan mempertimbangkan kemampuan serta pemenuhan persyaratan yang telah ditentukan.

"Minimal secara kriteria memenuhi syarat. Yang penting tiga pekerjaan tersebut dapat menyelesaikan masalah masyarakat, khususnya pedagang pasar," jelasnya.

Menurut dia, mekanisme tersebut bukan berarti proses penentuan pelaksana dilakukan tanpa pertimbangan.

Pemkab Lumajang tetap menginginkan pekerjaan rehabilitasi dapat dilaksanakan secara maksimal sehingga fasilitas pasar yang diperbaiki benar-benar memberikan manfaat bagi pedagang dan masyarakat.

Dalam pelaksanaan rehabilitasi, Diskopindag juga mempertimbangkan keberlangsungan aktivitas perdagangan di Pasar Klojen.

Ridha memastikan pedagang tidak perlu direlokasi karena lokasi pekerjaan hanya berada di sebagian kawasan pasar dan pengerjaannya ditargetkan berlangsung dalam waktu relatif singkat.

"Ketika pengerjaan bagian atas atau atap pasar, paling kami cuma komunikasi sama pedagang. Pastinya mereka terganggu, tetapi tidak sampai relokasi," tuturnya.

Komunikasi dengan pedagang, kata Ridha, menjadi bagian penting agar proses pengerjaan tidak mengganggu aktivitas jual beli secara keseluruhan.

Pedagang tetap dapat menjalankan aktivitas usahanya sembari pekerjaan rehabilitasi dilakukan pada bagian pasar yang menjadi sasaran perbaikan.

Dengan rehabilitasi tersebut, Pemkab Lumajang berharap kondisi Pasar Klojen menjadi lebih nyaman dan aman bagi pedagang maupun masyarakat.

Perbaikan atap diharapkan mengatasi persoalan pada bagian bangunan, sedangkan pembenahan drainase dan akses jalan ditujukan untuk meningkatkan kualitas fasilitas pendukung aktivitas perdagangan di dalam pasar.

CCTV Dimatikan, Maling Bobol SMPN 2 Kunir Lumajang dan Bawa Kabur Elektronik


Lumajang, (Onenewsjatim) -
SMP Negeri 2 Kunir Lumajang, Desa Kabuaran, Kecamatan Kunir, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, dibobol maling. Sejumlah barang elektronik milik sekolah raib digondol pelaku.

Aksi pencurian tersebut diperkirakan terjadi pada Kamis (6/8/2026) dini hari, dalam rentang waktu sekitar pukul 21.00 WIB hingga 03.00 WIB.

Akibat kejadian itu, pihak sekolah diperkirakan mengalami kerugian sekitar Rp20 juta.

Kasubsi Pidm Sie Humas Polres Lumajang Ipda Suprapto, SH, mengatakan aksi pencurian pertama kali diketahui oleh tukang kebun sekolah sekitar pukul 03.40 WIB.

"Tukang kebun mengetahui pencurian itu ketika hendak membersihkan ruang TU, setelah melihat bekas congkelan di bagian pintu," kata Suprapto, Senin (10/8/2026).

Menurut Suprapto, tukang kebun kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada penjaga malam. Keduanya lantas memeriksa kondisi sejumlah ruangan di sekolah.

Saat dilakukan pemeriksaan, kondisi ruang tata usaha (TU) sudah berantakan. Sejumlah barang elektronik yang sebelumnya berada di dalam ruangan juga telah hilang.

Pelaku Matikan CCTV

Suprapto menjelaskan, berdasarkan hasil pemeriksaan awal, pelaku diduga lebih dari satu orang. Mereka terlebih dahulu berupaya memutus sistem keamanan sekolah sebelum menggasak barang-barang berharga.

Pelaku mematikan perangkat CCTV dan router internet. Mereka juga memotong serta membawa perangkat Network Video Recorder (NVR) yang berfungsi menyimpan rekaman kamera pengawas.

"Modusnya, setelah berada di dalam, pelaku langsung mematikan CCTV serta router internet, kemudian memotong dan membawa perangkat NVR untuk menghilangkan jejak," ujarnya.

Setelah menguasai area sekolah, pelaku kemudian menyisir ruang guru dan menemukan kunci Laboratorium 1.

Kunci tersebut digunakan untuk membuka laboratorium. Pelaku kemudian mengambil sejumlah barang elektronik di dalam ruangan tersebut sebelum meninggalkan lokasi melalui pintu depan.

Adapun barang yang dilaporkan hilang di antaranya empat unit laptop merek HP, dua unit laptop merek Acer, satu unit amplifier sound system merek Crimson, serta satu unit kamera digital merek Canon.

Selain barang elektronik tersebut, perangkat CCTV dan NVR sekolah juga turut dibawa pelaku.

"Anggota langsung melakukan olah TKP dan mengamankan barang bukti berupa gembok rusak, dusbook laptop HP, serta sisa unit sound system," jelas Suprapto.

Polisi hingga kini masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap identitas para pelaku.

Petugas juga melakukan pemeriksaan terhadap lokasi kejadian dan mengumpulkan sejumlah barang bukti serta informasi yang dapat membantu proses penyelidikan.

"Kasusnya sedang ditangani dan masih dalam proses penyelidikan," pungkasnya.

© Copyright 2024 Onenewsjatim | All Right Reserved