-->

11/08/2026

Danau Ranupane Dangkal, Pilot BNPB Pastikan Air Masih Cukup untuk Padamkan Bromo

Danau Ranupane Dangkal, Pilot BNPB Pastikan Air Masih Cukup untuk Padamkan Bromo


Lumajang, (Onenewsjatim)
– Kondisi Danau Ranupane di Desa Ranupani, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, mengalami pendangkalan akibat endapan lumpur. Meski debit air disebut menurun, danau tersebut masih dapat dimanfaatkan sebagai sumber air untuk operasi pemadaman kebakaran Gunung Bromo melalui udara.

Danau Ranupane menjadi salah satu lokasi yang digunakan helikopter BNPB untuk mengambil air dalam operasi water bombing. Pengambilan air dilakukan dari bagian tengah danau karena tepian danau telah dipenuhi material lumpur.

Pilot Helikopter BNPB, Kapten Janji Tambunan, mengatakan kondisi tersebut membuat pengambilan air tidak bisa dilakukan sembarangan. Helikopter harus mencari bagian danau yang masih memiliki kedalaman air cukup.

"Walaupun debit air sudah berkurang, tapi masih bisa diambil di bagian tengah. Masih banyak airnya, masih bisa ambil full 1.000 liter. Kalau untuk pemadaman masih cukup," kata Tambunan di Ranupani, Selasa (11/8/2026).

Menurut Tambunan, endapan lumpur lebih banyak ditemukan di bagian pinggir Danau Ranupane. Kondisi itu menjadi salah satu pertimbangan dalam menentukan titik pengambilan air oleh helikopter.

Dalam pelaksanaannya, proses pengambilan air dari danau juga sempat dilakukan beberapa kali. Hal tersebut karena air yang berada di sekitar tepian berpotensi bercampur dengan lumpur.

"Pengambilan air dilakukan di tengah danau karena di bagian pinggir terdapat lumpur," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Resort PTN Ranupani Ariyanto membenarkan adanya pendangkalan di Danau Ranupane. Namun, kondisi tersebut dinilai belum mengganggu kebutuhan air untuk operasi pemadaman dari udara.

Ariyanto mengatakan bagian tengah danau masih memiliki air yang dapat diambil oleh helikopter.

"Memang benar ada pendangkalan, tapi di bagian tengah danau air masih bisa diambil. Kalau di pinggir sudah bercampur lumpur," katanya.

Selain Danau Ranupane, Ranu Regulo juga digunakan sebagai sumber air untuk mendukung operasi water bombing. Ariyanto memastikan ketersediaan air di lokasi tersebut masih mencukupi selama proses pemadaman berlangsung.

"Begitu juga di Regulo, kebutuhan air masih cukup sampai nanti proses pemadaman berakhir," pungkasnya.

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) hingga kini masih dalam penanganan petugas gabungan.

Berdasarkan data yang disampaikan, luas lahan yang terdampak kebakaran mencapai 742,7 hektare. Kebakaran tersebut pertama kali dilaporkan terjadi pada Senin (3/8/2026).

Sejumlah titik api masih terpantau di kawasan P30 Kabupaten Probolinggo. Selain itu, titik api juga masih ditemukan di wilayah Penanjakan dan Blok Dingklik, Kabupaten Pasuruan.(mam) 

Baca Artikel Terkait Lainnya

Baca juga Artikel Lainnya

© Copyright 2024 Onenewsjatim | All Right Reserved