-->

30/08/2026

555 Warga Tegalrandu Terima Bantuan Pangan, Babinsa dan Bhabinkamtibmas Kawal Penyaluran


Lumajang, (Onenewsjatim)
– Sebanyak 555 warga Desa Tegalrandu, Kecamatan Klakah, Kabupaten Lumajang, menerima bantuan pangan berupa beras untuk alokasi Juli hingga September 2026.

Penyaluran bantuan pangan tersebut mendapat pendampingan dan pengawalan dari Babinsa Tegalrandu Koramil 0821-05/Klakah, Peltu Eko Budianto, bersama Bhabinkamtibmas, Sabtu (29/8/2026).

Pendampingan dilakukan untuk memastikan proses penyaluran berjalan aman, tertib, dan lancar serta bantuan diterima oleh masyarakat yang telah terdata sebagai penerima manfaat.

Kehadiran aparat kewilayahan juga menjadi bagian dari upaya menjaga situasi tetap kondusif selama proses pembagian bantuan berlangsung.

Peltu Eko Budianto mengatakan, pendampingan dilakukan sebagai bentuk kepedulian sekaligus dukungan terhadap program bantuan pangan bagi masyarakat.

“Kami bersama Bhabinkamtibmas hadir untuk mendampingi dan mengawal proses penyaluran agar berjalan aman, tertib dan lancar. Kami berharap bantuan pangan ini benar-benar dapat dimanfaatkan oleh warga penerima untuk membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari,” kata Eko.

Menurut dia, pengawalan juga diharapkan dapat memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat selama mengikuti proses penyaluran.

Sinergi aparat dan pemerintah desa

Sementara itu, Kepala Desa Tegalrandu, Sadi, mengapresiasi pendampingan yang dilakukan Babinsa dan Bhabinkamtibmas.

Menurut Sadi, sinergi antara pemerintah desa dan aparat kewilayahan penting untuk memastikan pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan dengan baik.

“Pengawalan bersama ini merupakan bentuk sinergitas dalam memberikan pelayanan dan rasa aman kepada masyarakat. Dengan adanya pendampingan, proses penyaluran dapat berlangsung secara kondusif sehingga warga dapat menerima bantuan dengan nyaman,” ujar Sadi.

Ia berharap bantuan beras yang diterima masyarakat dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan pangan keluarga.

“Melalui kegiatan pendampingan dan pengawalan ini, merupakan wujud dalam mendukung berbagai program sosial kemasyarakatan, khususnya program bantuan pangan yang ditujukan untuk membantu masyarakat yang membutuhkan,” pungkasnya.

Penyaluran bantuan pangan tersebut berlangsung dengan tertib dan mendapat antusiasme dari masyarakat penerima.

Bantuan beras itu diharapkan dapat membantu meringankan beban pengeluaran rumah tangga sekaligus memenuhi kebutuhan pangan warga penerima manfaat.(Pendim 0821)

Komsos Bersama Warga, Babinsa Jeruk Perkuat Kebersamaan di Wilayah Binaan


Lumajang, (Onenewsjatim)–
Dalam rangka mempererat hubungan dan membangun komunikasi yang harmonis dengan masyarakat di wilayah binaan, Babinsa Jeruk Koramil 0821-04/Gucialit Serka Bohari Rahman melaksanakan kegiatan komunikasi sosial (komsos) bersama warga binaan di rumah Bapak Hariadi, tokoh masyarakat Dusun Sidorejo RT 003 RW 001, Desa Jeruk, Kecamatan Gucialit, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Minggu (30/8/2026).

Kegiatan komsos tersebut menjadi salah satu upaya Babinsa dalam menjaga kedekatan dengan masyarakat sekaligus memperkuat silaturahmi yang telah terjalin. Melalui suasana yang santai dan penuh kekeluargaan, Serka Bohari Rahman berdialog bersama Bapak Hariadi serta warga yang hadir untuk mengetahui kondisi dan perkembangan kehidupan masyarakat di wilayah binaannya.

Dalam kesempatan tersebut, Bohari juga mengajak warga untuk terus menjaga kebersamaan, kerukunan serta kepedulian terhadap lingkungan sekitar. Menurutnya, komunikasi yang baik antara Babinsa dan masyarakat sangat penting untuk menciptakan suasana wilayah yang aman, nyaman dan kondusif.

“Silaturahmi seperti ini penting untuk menjaga hubungan baik dengan masyarakat. Dengan komunikasi yang terjalin secara rutin, berbagai informasi maupun permasalahan di lingkungan dapat diketahui lebih awal sehingga dapat dicarikan solusi bersama,” ujar dia.

Sementara itu, Hariadi selaku tokoh masyarakat menyambut baik kegiatan yang dilakukan Babinsa. Menurutnya, kehadiran Babinsa di tengah masyarakat memberikan ruang bagi warga untuk menyampaikan berbagai hal yang berkaitan dengan kondisi lingkungan maupun kehidupan bermasyarakat.

Ia berharap komunikasi dan kebersamaan antara Babinsa dengan warga dapat terus ditingkatkan, sehingga tercipta hubungan yang semakin erat serta mampu mendukung terciptanya lingkungan yang aman, guyub dan saling peduli.

Kegiatan komsos tersebut mencerminkan pentingnya sinergi dan kedekatan antara aparat kewilayahan dengan masyarakat. Dengan terus membangun silaturahmi dan komunikasi, Babinsa diharapkan semakin memahami kondisi wilayah binaan sekaligus dapat mendorong masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan, ketertiban dan keharmonisan lingkungan. (Pendim0821)

Musisi Lumajang Cak Takim Bawa Cerita Sopir ke Industri Musik Lewat Single Perdana

Cak Takim saat usai promosikan lagu Sopir

Lumajang, (Onenewsjatim)
– Berawal dari kebiasaan bernyanyi dan mengarang lirik secara spontan, Muhammad Takwim (35) atau yang akrab disapa Cak Takim, akhirnya memperkenalkan karya musik perdananya.

Musisi asal Desa Denok, Kecamatan Lumajang, Kabupaten Lumajang itu merilis single berjudul “Sopir” melalui kanal YouTube GSI Entertainment, Sabtu (29/8/2026).

Lagu tersebut mengangkat kehidupan para pengemudi yang sehari-hari menghabiskan waktu di jalan. Ceritanya dikemas dengan nuansa humor, mulai dari kebiasaan mampir di warung kopi hingga berbagai tingkah usil yang kerap terjadi selama perjalanan.

Dalam lagu itu, sosok sopir digambarkan tengah menjalankan pekerjaan mengantar muatan. Namun, perjalanan yang seharusnya langsung menuju tujuan justru kerap diselingi berhenti di sejumlah tempat.

Warung kopi menjadi salah satu tempat yang digambarkan sering menggoda sang sopir untuk berhenti. Dari sekadar menikmati kopi, bercanda dengan teman, hingga munculnya berbagai celetukan dan godaan, semuanya dirangkai menjadi cerita ringan yang menghibur.

Cak Takim mengatakan ide lagu tersebut tidak lahir dari pengalaman pribadinya sebagai sopir, melainkan dari pengamatan terhadap kehidupan teman-temannya.

“Memang kebiasaan nyanyi-nyanyi sambil ngarang, jadilah musik ini,” ujar Cak Takim.

Ia mengaku sering melihat kebiasaan rekan-rekannya yang bekerja sebagai sopir. Aktivitas mereka ketika berada di perjalanan, termasuk kebiasaan mampir ke warung kopi, kemudian menjadi bahan cerita yang dituangkan dalam lagu.

“Kalau pengalaman pribadi enggak ada. Cuma sering lihat teman kanan-kiri. Setiap hari kan mampir di warung kopi. Dari situ ada cerita seperti ini, akhirnya tercetus,” katanya.

Meski judul dan ceritanya sangat dekat dengan kehidupan pengemudi, Cak Takim tidak membatasi pendengar lagu tersebut hanya dari kalangan sopir.

Ia berharap single perdananya dapat diterima oleh masyarakat secara luas.

“Inginnya semua kalangan. Memang temanya tentang sopir, tetapi targetnya semua kalangan,” tuturnya.

Tak Sekadar Lagu Jenaka

Di balik cerita yang dibuat menghibur, Cak Takim menyisipkan pesan bagi para sopir agar tetap menjalankan profesinya dengan penuh tanggung jawab.

Menurutnya, bekerja di jalan tidak boleh dilakukan sembarangan. Pengemudi harus mampu menjaga perilaku serta mengutamakan keselamatan dalam setiap perjalanan.

“Pesannya, kehidupan sopir itu jangan sampai main-main. Harus lempeng, harus lurus, jangan main-main,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan rekan sesama sopir agar tidak mengutamakan kecepatan ketika bekerja.

Cak Takim meminta para pengemudi lebih berhati-hati dan tidak memaksakan diri saat berada di jalan.

“Untuk teman-teman sopir di jalan, hati-hati. Ojok ngebut-ngebut. Yang penting alon-alon, yang penting kelakuan, yang penting selamat,” ujarnya.

Meski kini mulai masuk ke dunia musik, Cak Takim memastikan dirinya tidak akan meninggalkan pekerjaan sebagai sopir.

Ia justru ingin tetap menjalani aktivitas tersebut karena kehidupan di jalan merupakan bagian dari kesehariannya.

“Insyaallah tetap di jalan, tiap hari nyopir. Insyaallah tetap seperti itu. Sesuai kehidupan sehari-hari begini, ya begini saja,” katanya.

Respons dari komunitas sopir terhadap karya tersebut, lanjut Cak Takim, cukup beragam. Ada yang memberikan dukungan dan merasa terhibur, namun ada pula yang merespons dengan candaan.

Bagi Cak Takim, beragam tanggapan tersebut bukan menjadi persoalan. Ia memilih membuktikan kemampuannya melalui karya.

“Ada yang senang, ada yang mendukung, ada juga yang bilang, ‘Ah kamu ini apa-apaan.’ Ya ada seperti itu. Kita buktikan melalui karya ini,” ungkapnya.

Cak Takim juga mengungkapkan bahwa perjalanannya hingga dapat menghasilkan karya musik tidak lepas dari dukungan orang-orang yang berada di belakangnya.

Ia menyebut Direktur Graha Suara Publishing (GSP) Yuski Hamdan sebagai salah satu sosok yang memberikan dukungan. Sementara perkenalannya dengan Yuski terjadi berkat bantuan Mas Beri.

“Saya di sini nomor satu berkat jasa Pak Yuski. Yang mempertemukan saya dengan Pak Yuski itu Mas Beri. Berkat kedua orang inilah saya bisa seperti saat ini,” ucapnya.

Promosi Diawali dari Jawa Timur

Sementara itu, Direktur GSI Entertainment Robi Satria mengatakan pihaknya tidak langsung membidik pasar nasional untuk karya perdana Cak Takim.

Promosi akan dimulai dari wilayah Jawa Timur sebagai langkah awal untuk memperkenalkan lagu “Sopir” kepada masyarakat.

“Untuk awal ini kita fokusnya justru di Jawa Timur dulu untuk mempromosikan karya pertama tulisan Cak Takim, lagu ‘Sopir’ ini,” jelas Robi.

Menurutnya, sejumlah strategi telah disiapkan untuk memperluas jangkauan lagu tersebut. GSI Entertainment akan menggandeng influencer dan media dalam kegiatan promosi.

Selain itu, masyarakat Lumajang dan komunitas sopir yang dekat dengan Cak Takim juga akan dilibatkan dalam upaya memperkenalkan karya tersebut.

“Kita sudah mempersiapkan kerja sama dengan banyak influencer dan media-media untuk mengangkat lagu ini. Kemudian kerja sama dengan masyarakat, khususnya di Lumajang, dan teman-teman Cak Takim di komunitas sopirnya,” ungkap Robi.

GSP Dorong Musisi Lokal Tembus Nasional

Dukungan terhadap Cak Takim juga menjadi bagian dari upaya memperluas ruang bagi musisi lokal Lumajang.

Direktur Graha Suara Publishing (GSP) Yuski Hamdan mengatakan masih banyak musisi daerah yang memiliki kemampuan dan karya, tetapi membutuhkan wadah untuk mengembangkan potensinya.

Karena itu, GSI dan GSP diharapkan dapat menjadi penghubung bagi para musisi muda Lumajang agar tidak hanya berkarya di daerah, tetapi memiliki kesempatan menjangkau industri musik yang lebih luas.

“GSI sama GSP ini akan menjadi jembatan untuk anak-anak muda, khususnya musisi Lumajang, biar karyanya itu bisa sampai nasional,” kata Yuski.

Ia menambahkan, dukungan terhadap para musisi dilakukan melalui wadah perusahaan yang memiliki legalitas. Dengan demikian, para pelaku musik lokal diharapkan memiliki ruang yang lebih profesional untuk mengembangkan dan mempromosikan karya mereka.

Kehadiran single “Sopir” menjadi langkah awal Cak Takim memperkenalkan sisi lain kehidupannya melalui musik. Berangkat dari cerita sederhana di jalan, lagu tersebut diharapkan mampu menghibur masyarakat sekaligus membawa pesan agar para pengemudi tetap mengutamakan tanggung jawab dan keselamatan. (imam)

29/08/2026

211 Buruh di Lumajang Terkena PHK, Penurunan Permintaan Pasar Jadi Pemicu


Lumajang, (Onenewsjatim) -
Gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) melanda sejumlah perusahaan sektor industri pengolahan kayu dan tembakau di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur. Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Lumajang mencatat sedikitnya 211 pekerja terkena PHK sepanjang 2026.

Kepala Disnaker Lumajang, Subchan, mengatakan PHK tersebut terjadi di tiga perusahaan. Rinciannya, PT MJI yang bergerak di bidang pengolahan kayu memberhentikan 198 pekerja.

"Di PT MJI ada 198 pekerja, terdiri dari 48 karyawan tetap dan 150 tenaga outsourcing. Kemudian PT IDS sebanyak 6 orang dan PT Putra Mojo 7 orang," kata Subchan.

Menurutnya, PHK terjadi karena perusahaan mengalami penurunan omzet yang cukup signifikan. Kondisi tersebut dipengaruhi menurunnya permintaan pasar sehingga berdampak terhadap kemampuan perusahaan dalam menjalankan operasional.

"Sementara yang disampaikan perusahaan, permintaan mereka menurun," ujarnya.

Subchan menjelaskan, proses pemberhentian pekerja tidak dilakukan secara sekaligus. PHK dilakukan secara bertahap karena perusahaan masih memiliki kewajiban yang harus diselesaikan kepada pekerja.

"Bertahap, karena perusahaan harus menyiapkan hak dan kewajibannya. Masih ada kewajiban perusahaan dengan pekerjanya, jadi tidak langsung diselesaikan secara bersamaan," jelasnya.

Disnaker Lumajang, kata Subchan, terus melakukan pemantauan terhadap penyelesaian hak para pekerja yang terdampak PHK. Termasuk memastikan kewajiban perusahaan kepada pekerja tetap dipenuhi sesuai ketentuan ketenagakerjaan.

Namun, khusus pekerja outsourcing di PT MJI, Disnaker masih melakukan pendalaman terkait pihak yang memiliki kewajiban menyelesaikan hak pekerja.

"Sementara pekerja outsourcing urusannya dengan mitra MJI. Ini yang perlu kami luruskan dulu. Apakah memang kewajiban MJI dengan perusahaan outsourcing-nya sudah diselesaikan atau belum, atau perusahaan outsourcing dengan pekerjanya yang belum diselesaikan. Itu yang perlu kami gali," katanya.

Dia menegaskan Disnaker memiliki peran untuk menjembatani persoalan antara pekerja dan perusahaan sekaligus memastikan hak-hak pekerja tidak terabaikan.

"Disnaker bertugas menjembatani dan memastikan seluruh hak-hak karyawan tetap terpenuhi meskipun perusahaan sudah berhenti beroperasi," tegasnya.

Subchan menyebut pemberhentian pekerja di tiga perusahaan tersebut berlangsung secara bertahap. Langkah itu dilakukan menyesuaikan kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban kepada para pekerja.

Disnaker juga akan terus mengawal laporan mengenai sisa hak buruh yang belum terselesaikan. Perusahaan diminta segera menuntaskan kewajibannya sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan di bidang ketenagakerjaan.

Terkait status perusahaan yang mengalami penghentian operasional, Subchan menegaskan bahwa penetapan suatu perusahaan dinyatakan pailit atau bangkrut bukan menjadi kewenangan Disnaker.

"Kalau soal pailit atau bangkrut itu ranah pengadilan. Kami di Disnaker fokus memastikan hak-hak pekerja tetap dipenuhi sesuai ketentuan," pungkasnya.

Yosowilangun Tampilkan Sang Nararya Kirana, Karnaval Budaya Lumajang Banjir Tepuk Tangan


Lumajang, (Onenewsjatim)
- Ribuan warga memadati sepanjang jalur karnaval budaya di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur. Peserta nomor 4 dari Kecamatan Yosowilangun mencuri perhatian lewat penampilan bertajuk "Sang Nararya Kirana".

Gelaran Lumajang Carnival 2026 itu berlangsung di kawasan Kantor Bupati hingga Alun-Alun Lumajang, Sabtu (29/8/2026). Kegiatan dibuka oleh Bupati Lumajang Indah Amperawati bersama Wakil Bupati Yudha Adji Kusuma.

Pantauan di lokasi, rombongan Kecamatan Yosowilangun tampil dengan busana bernuansa kuning keemasan. Sejumlah dekorasi dan properti berukuran besar turut mengiringi peserta saat bergerak menuju panggung utama.

Penampilan diawali dengan tarian kolosal. Para penari bergerak secara serempak mengikuti iringan musik tradisional yang menghidupkan suasana kisah kejayaan masa lalu di Bumi Lamajang.

Sosok Sang Nararya Kirana kemudian tampil melalui tarian tunggal. Dengan busana yang didominasi warna keemasan, penampilannya menjadi salah satu bagian yang paling menyita perhatian penonton.

Konsep yang dibawakan Yosowilangun mengangkat kisah tentang perjalanan awal peradaban dan pemerintahan di Bumi Lamajang. Nuansa kerajaan diperkuat dengan busana serta properti yang menggambarkan suasana penobatan seorang putra mahkota sebagaimana dikaitkan dengan Prasasti Mula Malurung.

Sorak dan tepuk tangan terdengar dari sisi jalan ketika rombongan memasuki area panggung utama. Sejumlah penonton bahkan terlihat mengabadikan penampilan tersebut menggunakan telepon seluler.

"Benar-benar luar biasa. Kostum dan dekorasinya sangat megah. Tariannya juga bagus sekali. Penampilannya paling mengesankan hari ini," kata Ratna, salah seorang penonton.

Tak hanya menampilkan sosok kerajaan, peserta Yosowilangun juga menghadirkan tarian para prajurit. Gerakan yang lebih dinamis menggambarkan semangat perjuangan dalam perjalanan Sang Nararya Kirana mendirikan pemerintahan di Lumajang.

Perpaduan musik, koreografi, busana, dan properti membuat pertunjukan tersebut menjadi tontonan yang menarik. Unsur tradisi dipadukan dengan kemasan pertunjukan modern tanpa menghilangkan cerita sejarah dan budaya yang diangkat.

Lumajang Carnival 2026 menjadi salah satu rangkaian kegiatan untuk memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Selain menjadi hiburan bagi masyarakat, kegiatan tersebut juga menjadi ruang bagi pemerintah daerah dan masyarakat untuk mengenalkan potensi seni serta budaya Lumajang.

Melalui gelaran karnaval budaya ini, Pemerintah Kabupaten Lumajang mendorong agar kekayaan budaya lokal terus dikenalkan kepada masyarakat luas sekaligus menjadi bagian dari promosi pariwisata daerah.

Penampilan Kecamatan Yosowilangun dengan tema "Sang Nararya Kirana" pun menjadi salah satu sajian yang berhasil menghidupkan suasana Lumajang Carnival 2026 di tengah antusiasme ribuan penonton. (Imam) 



Medan Terjal, Tim Gabungan Susuri Bukit 6 Jam Pantau Bekas Karhutlah di Argosari


Lumajang, (Onenewsjatim)–
Dalam upaya memastikan kondisi wilayah tetap aman pascakebakaran hutan dan lahan (Karhutlah), Babinsa Argosari Koramil 0821-03/Senduro Sertu Edi Kuswanto bersama sejumlah stakeholder melaksanakan pemantauan dan monitoring wilayah pasca Karhutlah di Desa Argosari, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Sabtu (29/8/2026).

Kegiatan tersebut melibatkan Masyarakat Peduli Api (MPA) Argosari, personel BPBD Kabupaten Lumajang, personel Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), serta para relawan.

Monitoring dilakukan untuk mengetahui kondisi terkini kawasan yang sebelumnya terdampak kebakaran sekaligus memastikan tidak terdapat titik api baru yang berpotensi memicu kebakaran susulan.

Berdasarkan pemantauan koordinat satelit, lokasi yang menjadi sasaran monitoring berada di wilayah Ledok Bedor pada titik koordinat -7.977162, 112.980247, dengan luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai kurang lebih 20 hektare.

Untuk mencapai lokasi, tim harus menempuh jarak sekitar 2,39 kilometer (1,48 mil) dengan kondisi medan berupa perbukitan. Perjalanan menuju lokasi diperkirakan membutuhkan waktu sekitar enam jam dengan berjalan kaki menyusuri bukit.

Saat dikonfirmasi Sertu Edi Kuswanto menyampaikan bahwa monitoring pasca Karhutlah merupakan langkah penting untuk memastikan situasi di lokasi benar-benar aman, terutama dengan melakukan pengecekan terhadap kemungkinan munculnya titik api baru.

“Monitoring ini kami lakukan bersama stakeholder dan relawan untuk mengetahui kondisi terkini di lokasi bekas kebakaran. Selain memastikan tidak ada titik api baru, kegiatan ini juga sebagai langkah antisipasi agar potensi kebakaran susulan dapat segera diketahui dan ditangani,” ujarnya.

Menurutnya, medan yang cukup sulit dan perjalanan yang membutuhkan waktu panjang tidak menyurutkan semangat tim untuk melakukan pemantauan secara langsung. Sinergi antara Babinsa, BPBD, TNBTS, MPA, mahasiswa, dan relawan menjadi bagian penting dalam menjaga kawasan hutan dan lahan di wilayah Desa Argosari.

Kegiatan monitoring juga menjadi bentuk kesiapsiagaan bersama dalam menghadapi potensi Karhutlah, mengingat kondisi kawasan perbukitan membutuhkan perhatian dan pemantauan secara berkelanjutan.

Melalui kegiatan tersebut, diharapkan kondisi wilayah pasca kebakaran dapat terus terpantau dengan baik serta setiap indikasi munculnya titik api baru dapat segera diketahui, sehingga langkah penanganan dapat dilakukan secara cepat dan terpadu. (Pendim0821)

Dandim 0821/Lumajang Bersama Forkopimda Cek Rute, Semarakkan Lumajang Carnival 2026


Lumajang, (Onenewsjatim)-
Semangat kebersamaan dalam memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 terlihat dalam pelaksanaan Lumajang Carnival 2026, yang digelar di Jalan Alun-Alun Utara, Kelurahan Rogotrunan, Kecamatan Lumajang, Kabupaten Lumajang, Sabtu (29/8/2026).

Dandim 0821/Lumajang Letkol Arh. Anton Subhandi, S.A.P., M.I.P., bersama jajaran Forkopimda Kabupaten Lumajang menghadiri pembukaan kegiatan yang diikuti 32 peserta dari berbagai instansi dan gabungan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Lumajang.

Sebelum pelepasan peserta carnival, Dandim bersama Forkopimda terlebih dahulu melakukan pengecekan rute menggunakan kendaraan taktis. Kegiatan tersebut dilakukan untuk memastikan kesiapan jalur sekaligus melihat langsung kondisi di lapangan agar seluruh rangkaian carnival dapat berlangsung aman, tertib, dan lancar.

Dalam perjalanan mengecek rute, Dandim bersama Forkopimda juga menyempatkan diri menyapa masyarakat yang berada di sepanjang jalur. Interaksi tersebut mendapat sambutan antusias dari warga dan menjadi gambaran kedekatan antara unsur pimpinan daerah dengan masyarakat.

Lumajang Carnival 2026 tidak sekadar menjadi hiburan, tetapi juga menjadi ruang untuk menampilkan kreativitas, keberagaman, serta potensi daerah dalam bingkai semangat kemerdekaan. Keterlibatan berbagai instansi dan OPD menunjukkan kuatnya kolaborasi dalam menghadirkan kegiatan yang mampu menyatukan masyarakat.

Dandim 0821/Lumajang menegaskan bahwa momentum HUT RI harus diisi dengan kegiatan positif yang mampu memperkuat persatuan dan kebersamaan.

“Semangat kemerdekaan harus terus kita jaga melalui kebersamaan, kreativitas, dan gotong royong. Sinergi TNI, Polri, pemerintah daerah, serta masyarakat menjadi kekuatan penting dalam membangun Lumajang,” ujarnya.

Antusiasme masyarakat yang memadati sepanjang rute semakin menambah kemeriahan Lumajang Carnival 2026. Momentum tersebut sekaligus menjadi cerminan bahwa semangat kemerdekaan terus hidup melalui karya, kebersamaan, dan persatuan masyarakat Lumajang.(Pendim0821)

© Copyright 2024 Onenewsjatim | All Right Reserved