-->

21/02/2026

Satgas Pangan Pastikan Stok dan Harga Bahan Pokok di Lumajang Aman Jelang Ramadhan


Lumajang, (Onenewsjatim)-
Memasuki Bulan Suci Ramadhan 1417 Hijriah, Satgas Pangan bersama instansi terkait melakukan pengecekan ketersediaan stok dan pemantauan perkembangan harga Bahan Pokok Penting (Bapokting) di , Kecamatan Randuagung, Kabupaten , Jumat (20/2/2026).

Kegiatan tersebut merupakan langkah pengawasan terpadu guna menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan, memastikan kelancaran distribusi, serta mengantisipasi potensi lonjakan harga maupun kelangkaan bahan kebutuhan pokok selama bulan Ramadhan di wilayah Kabupaten Lumajang.

Sekitar pukul 08.30 WIB, tim gabungan tiba di lokasi dan langsung melakukan koordinasi awal untuk menentukan sasaran prioritas pengecekan. 

Petugas kemudian menyisir kios dan los pedagang guna memantau langsung ketersediaan stok, harga jual, serta distribusi sejumlah komoditas strategis, seperti beras, gula, minyak goreng, telur, dan daging ayam.

Selain melakukan pemantauan fisik, petugas juga berkomunikasi dan mewawancarai para pedagang serta konsumen untuk memperoleh data faktual terkait dinamika harga, pasokan barang, hingga daya beli masyarakat menjelang Ramadhan.

Kasat Reskrim Polres Lumajang AKP Pras Adinata mengatakan, hasil pemantauan sementara menunjukkan ketersediaan Bapokting di Pasar Randuagung masih dalam kondisi aman dan harga relatif stabil.

“Dari hasil pengecekan di lapangan, secara umum stok bahan pokok mencukupi dan belum ditemukan adanya lonjakan harga yang signifikan. Kami akan terus melakukan pemantauan secara berkala agar tidak terjadi praktik penimbunan maupun permainan harga,” tegasnya.

AKP Pras Adinata menambahkan, pihaknya juga melakukan pengecekan terhadap pengepul ayam, telur, serta bahan sembako lainnya di wilayah Kabupaten Lumajang. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan stabilitas harga tetap terjaga mulai dari tingkat distributor hingga pedagang eceran.

Sementara itu, Kapolres Lumajang AKBP Alex Sandy Siregar menegaskan komitmen kepolisian dalam mendukung kebijakan pemerintah terkait pengendalian harga dan ketersediaan pangan selama Ramadhan.

“Kami berkomitmen menjaga situasi kamtibmas sekaligus stabilitas pangan agar masyarakat dapat menjalankan ibadah puasa dengan tenang, tanpa terbebani oleh kenaikan harga kebutuhan pokok,” ujarnya.

AKBP Alex Sandy Siregar juga mengimbau para pelaku usaha dan pedagang agar mematuhi ketentuan yang berlaku serta tidak melakukan praktik yang merugikan masyarakat. Ia menegaskan, kepolisian tidak akan ragu mengambil tindakan tegas apabila ditemukan pelanggaran hukum di bidang pangan.

“Dengan pengawasan terpadu lintas instansi ini, diharapkan stabilitas pasokan dan harga pangan di Kabupaten Lumajang dapat terus terjaga sepanjang Bulan Suci Ramadhan,” pungkasnya. (Imam)



Polres Probolinggo Bubarkan Balap Liar di Besuk, 21 Sepeda Motor Diamankan


Probolinggo, (Onenewsjatim)–
Aksi balap liar yang meresahkan warga kembali ditertibkan aparat kepolisian. Tim Patroli membubarkan balap liar di Jalan Raya Besuk, Desa Sumberan, Kecamatan Besuk, Kabupaten , Jumat (20/2/2026) dini hari.

Dalam penindakan tersebut, sebanyak 21 unit sepeda motor berhasil diamankan dan dibawa ke Mapolres Probolinggo sebagai barang bukti.

Kapolres Probolinggo AKBP M. Wahyudin Latif melalui Kasat Samapta AKP Didik Siswanto mengatakan, penggerebekan dilakukan setelah pihaknya menerima laporan masyarakat melalui layanan darurat 110.

“Berawal dari laporan warga yang merasa resah dengan kebisingan dan potensi bahaya di jalan raya. Setelah menerima laporan melalui hotline 110, petugas langsung bergerak ke lokasi,” kata AKP Didik, Sabtu (21/2/2026).

Menurutnya, balap liar bukan sekadar pelanggaran lalu lintas biasa, tetapi perbuatan yang sangat membahayakan keselamatan pelaku maupun pengguna jalan lainnya.

“Balap liar ini berpotensi menimbulkan kecelakaan fatal. Jalan raya bukan tempat untuk ajang adu kecepatan,” tegasnya.

AKP Didik menjelaskan, dari 21 sepeda motor yang diamankan, sebagian besar tidak sesuai standar teknis, menggunakan knalpot tidak standar, serta tidak dilengkapi kelengkapan administrasi kendaraan seperti Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) dan Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB).

“Baik motor yang menggunakan pelat nomor maupun yang tidak dilengkapi TNKB kami amankan seluruhnya. Ada juga kendaraan yang tidak bisa menunjukkan surat-surat resmi,” ujarnya.

Tak hanya kendaraan, polisi juga mengamankan para pelaku balap liar beserta penonton untuk dilakukan pendataan dan pembinaan di Mapolres Probolinggo . 

Orang tua masing-masing pelaku turut dipanggil guna diberikan pemahaman dan imbauan agar lebih meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak mereka.

“Kami panggil orang tuanya. Kami ingatkan agar lebih mengawasi anak-anak di rumah. Jangan sampai masa depan mereka rusak hanya karena ikut-ikutan balap liar,” ujar AKP Didik.

Polres Probolinggo memberikan kesempatan hingga Kamis, 26 Februari 2026, bagi pemilik kendaraan untuk melengkapi surat-surat kendaraan serta mengembalikan kondisi sepeda motor sesuai standar pabrikan.

AKP Didik menegaskan, pihaknya tidak akan ragu mengambil tindakan lebih tegas jika pelanggaran serupa kembali ditemukan.

“Apabila masih mengulangi, kami akan tindak lebih tegas sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” pungkasnya.(Imam)


Polisi Bubarkan Balap Liar Jelang Berbuka Puasa di JLS Pasirian, 15 Motor Diamankan


Lumajang, (Onenewsjatim) –
Aparat kepolisian membubarkan aksi balap liar yang meresahkan masyarakat menjelang waktu berbuka puasa di Jalan Lintas Selatan (JLS), tepatnya di wilayah Desa Bago dan Desa Selok Awar-Awar, Kecamatan Pasirian, Kabupaten Lumajang, Sabtu (20/2/2026) sore.

Dalam penindakan tersebut, petugas mengamankan sebanyak 15 unit sepeda motor yang digunakan oleh para pelaku balap liar. 

Operasi ini dilakukan sebagai respons atas keluhan masyarakat yang merasa terganggu dan terancam keselamatannya akibat aktivitas balap liar di jalur tersebut.

Kapolres Lumajang AKBP Alex Sandy Siregar melalui Kasubsi PIDM Si Humas Ipda Suprapto menegaskan bahwa balap liar, terlebih dilakukan saat ngabuburit, merupakan pelanggaran hukum yang sangat membahayakan keselamatan pelaku maupun pengguna jalan lainnya.

“Balap liar ini tidak hanya melanggar aturan lalu lintas, tetapi juga sangat berisiko menimbulkan kecelakaan fatal. Apalagi dilakukan menjelang berbuka puasa, ketika mobilitas masyarakat meningkat,” ujar  Suprapto saat dikonfirmasi.

Ia menjelaskan, dari hasil pemeriksaan, kendaraan yang diamankan mayoritas tidak sesuai spesifikasi teknis. Beberapa di antaranya menggunakan knalpot tidak standar (knalpot brong), tidak dilengkapi surat-surat kendaraan, serta telah dimodifikasi secara ilegal.

Menurut Suprapto, Jalan Lintas Selatan kerap dijadikan lokasi balap liar oleh sekelompok pemuda karena kondisi jalan yang lurus dan relatif sepi. Namun, kondisi tersebut justru meningkatkan potensi kecelakaan lalu lintas yang dapat berujung fatal.

“Penertiban ini merupakan langkah preventif sekaligus penegakan hukum. Kami berkomitmen menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif selama bulan Ramadan, khususnya di wilayah Kecamatan Pasirian,” tegasnya.

Selain melakukan penindakan, kepolisian juga mengimbau peran aktif orang tua untuk lebih mengawasi aktivitas anak-anaknya, terutama pada waktu menjelang berbuka puasa. 

Para pemuda juga diajak untuk mengisi waktu ngabuburit dengan kegiatan yang positif dan bermanfaat.

“Ramadan seharusnya diisi dengan kegiatan yang bernilai ibadah dan sosial, bukan dengan aktivitas yang membahayakan diri sendiri maupun orang lain,” pungkasnya 


20/02/2026

Ngaji On The Road, Cara Kreatif Santri Lumajang Syiar Al-Qur’an di Bulan Ramadan


Lumajang, (Onenewsjatim)
– Tradisi unik dilakukan para santri Pondok Pesantren Bahrusyifa di dalam mengisi waktu menunggu berbuka puasa. 

Puluhan santri tampak khusyuk melantunkan ayat-ayat suci Al-Qur’an di trotoar sekitar , dalam kegiatan yang dikenal dengan Ngaji On The Road.

Kegiatan ini menjadi pemandangan menyejukkan di tengah aktivitas masyarakat yang sedang ngabuburit. Para santri duduk beralaskan tikar, membaca Al-Qur’an dengan tertib meski berada di ruang publik yang ramai dilalui warga.

Salah satu santri, Alisyah, mengungkapkan bahwa kegiatan Ngaji On The Road telah menjadi rutinitas yang ia ikuti selama lima tahun terakhir setiap bulan suci Ramadan.

“Ngaji On The Road ini sudah berjalan sekitar lima tahun. Perasaannya sangat menyenangkan karena mengaji di tempat keramaian memberi suasana baru. Biasanya kami mengaji di asrama saja,” ujarnya.

Namun demikian, Alisyah mengakui terdapat tantangan tersendiri saat mengaji di ruang publik.

“Kesulitannya pasti ada, karena kita harus lebih fokus dibandingkan di asrama, sebab di sini banyak orang lalu lalang. Tapi justru di situlah latihannya,” tambahnya.

Ia pun berpesan kepada generasi muda agar tetap kreatif dalam menyiarkan nilai-nilai kebaikan.

“Sebagai generasi muda, kita harus menyiarkan keberkahan dengan cara yang berbeda, tapi tetap sesuai syariat,” pesannya.

Sementara itu, Zian Fernanda, ustadzah Pondok Pesantren Bahrusyifa, menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan menjadikan Al-Qur’an lebih dekat dengan masyarakat luas.

“Ngaji On The Road ini menjadi salah satu wadah Al-Qur’an. Alun-alun bukan hanya fasilitas umum, tetapi juga bisa digunakan untuk kegiatan Islami,” jelasnya.

Menurut Zian, kegiatan ini terbuka untuk masyarakat umum.

“Kami tidak hanya mengaji sendiri, tapi juga mengajak masyarakat Lumajang untuk ikut. Masyarakat bisa menyetorkan hafalan, mengikuti talaqqi, maupun belajar tahsin bersama,” katanya.

Pengasuh Pondok Pesantren Bahrusyifa, Ahmad Fathillah, menambahkan bahwa kegiatan ini telah dilaksanakan secara konsisten sejak awal masa pandemi Covid-19.

“Alhamdulillah, Ngaji On The Road ini sudah istiqamah selama lima tahun. Awalnya terinspirasi dari arahan salah satu pembina yayasan yang saat itu juga Wakil Bupati Lumajang, , untuk menyiarkan Al-Qur’an,” ungkapnya.

Ia menjelaskan bahwa konsep Ngaji On The Road hadir sebagai alternatif positif kegiatan ngabuburit.

“Daripada hanya jalan-jalan atau menghabiskan waktu, ngabuburit bisa diisi dengan ngaji. Bukan hanya kami yang mengaji, tapi juga mengajak masyarakat sekitar untuk belajar memperbaiki bacaan Al-Qur’an,” jelasnya.

Materi yang diajarkan dalam kegiatan ini, lanjut Ahmad, meliputi tahsin, makharijul huruf, hingga menumbuhkan kecintaan terhadap Al-Qur’an.

“Dimanapun kita berada, bukan hanya di masjid, kita tidak perlu malu untuk menyiarkan dan membaca Al-Qur’an,” tegasnya.

Ia berharap kegiatan Ngaji On The Road yang digelar di jantung kota Lumajang ini dapat membawa kebaikan dan keberkahan bagi masyarakat.

“Kami mengajak seluruh masyarakat Lumajang yang ingin ngaji bareng atau belajar ngaji untuk datang bersama-sama ke depan pendopo. Semoga Al-Qur’an membawa keberkahan untuk Kota Lumajang,” pungkasnya.


Babinsa Sawaran Kulon Tadarus Bersama Warga, Pererat Silaturahmi di Bulan Penuh Berkah


Lumajang,,(Onenewsjatim)
-Dalam rangka mempererat hubungan dengan masyarakat sekaligus meningkatkan nilai keimanan dan kebersamaan, Babinsa Sawaran Kulon Pos Koramil 0821-05/Kedungjajang, Sertu Moh. Saeroji, melaksanakan kegiatan komunikasi sosial (Komsos) melalui tadarus Al Qur’an bersama warga di Masjid Nurul Yakin Dusun Makam RT 001 RW 003 Desa Sawaran Kulon Kecamatan Kedungjajang Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Jumat (20/2/2026).

Kegiatan tersebut menjadi sarana efektif bagi Babinsa untuk hadir di tengah masyarakat tidak hanya dalam kegiatan sosial kemasyarakatan, tetapi juga dalam aktivitas keagamaan yang memberikan ketenangan batin serta memperkuat ukhuwah Islamiyah.

Saat dikonfirmasi, Sertu Moh. Saeroji menyampaikan bahwa melalui Komsos yang dikemas dalam kegiatan tadarus, diharapkan terjalin komunikasi yang harmonis antara TNI dan warga sekaligus menumbuhkan semangat kebersamaan dalam menjaga kerukunan di lingkungan.

“Selain memperdalam nilai spiritual, kegiatan ini juga menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi serta membangun kebersamaan antara aparat kewilayahan dan masyarakat,” ujarnya.

Ketua Takmir Masjid Nurul Yakin, Achmad Matlap, menerangkan bahwa tadarus Al Qur’an memiliki keistimewaan besar karena selain menambah pahala, juga menjadi sarana membersihkan hati dan memperkuat keimanan. 

Menurutnya, membaca dan mendengarkan ayat-ayat suci secara bersama dapat menumbuhkan ketenangan, mempererat ukhuwah, serta membangun semangat kebersamaan di tengah masyarakat. 

Melalui kegiatan tadarus bersama ini, kami merasakan momentum kebersamaan yang sangat kuat antara warga dan Babinsa. Selain memperdalam bacaan Al Qur’an, kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat silaturahmi, menumbuhkan rasa saling peduli, serta memperkuat persatuan di lingkungan masjid. Kehadiran Babinsa memberikan semangat tersendiri bagi jamaah untuk terus menjaga kebersamaan dan kerukunan,” ungkapnya.

Melalui kegiatan tadarus bersama tersebut, diharapkan sinergi antara Babinsa dan masyarakat semakin kuat, sehingga tercipta lingkungan yang aman, religius, dan penuh kebersamaan di wilayah Desa Sawaran Kulon. (Pendim0821)

Babinsa Jogoyudan Dampingi Petani Olah Lahan 1,2 Hektare, Dukung Ketahanan Pangan di Lumajang


Lumajang, (Onenewsjatim)-
Dalam upaya mendukung program ketahanan pangan dan meningkatkan produktivitas pertanian, Babinsa Jogoyudan Koramil 0821-01/Lumajang, Serda M. Mu’ali, melaksanakan pendampingan pengolahan lahan sawah Kelompok Tani (Poktan) Tunas Makmur Kelurahan Jogoyudan, Kecamatan Lumajang, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, pada Jumat (20/2/2026).

Pengolahan lahan yang dilakukan di atas area seluas 1,2 hektare itu merupakan bagian dari komitmen TNI AD melalui Babinsa untuk terus hadir memberikan bantuan dan motivasi kepada petani, terutama dalam menghadapi tantangan sektor pertanian.

Disela kegiatannya Serda M. Mu’ali menjelaskan bahwa pendampingan tersebut adalah salah satu wujud nyata peran TNI dalam mendukung pemerintah untuk mewujudkan swasembada pangan.

“Kami selalu siap membantu para petani, baik dalam hal tenaga maupun koordinasi dengan dinas terkait. Harapannya, pendampingan ini dapat meringankan beban petani dan hasil panen nantinya bisa lebih maksimal,” ujar dia.

Ketua Poktan Tunas Makmur Muhammad Toha mengapresiasi kehadiran Babinsa dalam kegiatan tersebut. Ia menyebut bahwa pendampingan ini memberikan semangat dan rasa percaya diri kepada para petani.

“Kehadiran Babinsa tidak hanya membantu secara fisik dalam proses pengolahan lahan, tetapi juga memberikan motivasi bagi kami untuk terus berinovasi dan bekerja keras demi keberhasilan pertanian,” pungkasnya.

Pendampingan Babinsa diharapkan terus berlanjut di berbagai wilayah, sebagai bentuk sinergi antara TNI, petani, dan pemerintah daerah untuk memastikan sektor pertanian tetap menjadi andalan dalam memenuhi kebutuhan pangan masyarakat di wilayah. (Pendim0821)

Di Usia Senja dan Keterbatasan, Nenek Dapat Uluran Tangan Polisi


Lumajang, (Onenewsjatim) –
Senyum bahagia akhirnya terukir di wajah Nenek Murtimah (80), warga Desa Mojosari, Kecamatan Sumbersuko, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur. 

Di usia senjanya yang penuh keterbatasan, nenek sebatang kara tersebut mendapat perhatian dan bantuan dari Satuan Pembinaan Masyarakat (Sat Binmas) Polres Lumajang.

Pada Jumat (20/2/2026) siang, personel Sat Binmas mendatangi langsung kediaman Nenek Murtimah untuk menyerahkan bantuan sosial berupa satu unit kasur baru, paket sembako, serta uang tunai. 

Bantuan tersebut diberikan sebagai bentuk kepedulian Polri kepada masyarakat kurang mampu, khususnya di momentum Bulan Suci Ramadhan.

Selama ini, Nenek Murtimah diketahui tidur di atas kasur tipis yang langsung diletakkan di lantai semen tanpa alas. Kondisi kasur yang sudah usang dan tidak layak itu kerap membuatnya tidak nyaman saat beristirahat. 

Selain hidup seorang diri, Nenek Murtimah juga mengalami keterbatasan fisik berupa gangguan penglihatan dan pendengaran akibat kecelakaan yang pernah dialaminya di masa lalu.

Kegiatan bantuan sosial tersebut dipimpin langsung oleh PS Kasat Binmas Polres Lumajang, Iptu Irdani Isma. 

Iptu Irdani Isma mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program kepedulian sosial Polres Lumajang dalam rangka menyambut dan mengisi Bulan Suci Ramadhan.

“Alhamdulillah, hari ini kita sudah memasuki bulan Ramadhan. Kami dari Polres Lumajang berbagi sedikit rezeki untuk keluarga kita yang membutuhkan. Kebetulan yang kita kunjungi adalah Murtimah yang hidup sebatang kara dengan berbagai keterbatasan,” ujar Iptu Irdani Isma.

Ia menjelaskan, selain tidak dapat melihat dengan baik dan mengalami gangguan pendengaran, Nenek Murtimah juga sangat bergantung pada bantuan para tetangga untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, termasuk untuk makan dan perawatan ringan.

“Sehari-harinya beliau dibantu oleh tetangganya. Kondisi seperti ini tentu perlu perhatian bersama. Mudah-mudahan bantuan yang kami sampaikan ini bisa benar-benar diterima dan bermanfaat untuk beliau,” tambahnya.

Melalui kegiatan ini, Polres Lumajang berharap dapat menumbuhkan rasa empati dan kepedulian sosial di tengah masyarakat, sekaligus mempererat hubungan antara Polri dan warga.

"Bantuan tersebut diharapkan mampu meringankan beban hidup Nenek Murtimah dan memberikan kenyamanan, khususnya dalam menjalani ibadah di bulan penuh berkah ini," pungkasnya 



© Copyright 2024 Onenewsjatim | All Right Reserved