-->

01/07/2026

Hari Bhayangkara ke-80, Dandim Lumajang: Soliditas TNI-Polri Kunci Stabilitas Daerah


Lumajang, (Onenewsjatim)- Bertempat di Lapangan Alun-Alun Kabupaten Lumajang, telah dilaksanakan Upacara Peringatan Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026 dengan tema “Polri Untuk Masyarakat” yang diselenggarakan oleh Polres Lumajang, Selasa (1/7/2026).

Upacara berlangsung khidmat dan dihadiri Forkopimda Kabupaten Lumajang, jajaran TNI-Polri, instansi pemerintah, tokoh masyarakat, serta berbagai elemen masyarakat sebagai bentuk penghormatan terhadap pengabdian Polri dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

Kapolres Lumajang, AKBP Alex Sandi Siregar, S.I.K., S.H., M.H., selaku inspektur upacara membacakan amanat Presiden Republik Indonesia yang menekankan pentingnya peran Polri sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat di tengah tantangan global yang semakin kompleks.

Dalam amanat tersebut, Presiden Republik Indonesia memberikan apresiasi atas dedikasi dan pengabdian Polri dalam menjaga stabilitas keamanan nasional, mendukung program strategis pemerintah, serta menghadapi tantangan kejahatan modern yang berkembang seiring kemajuan teknologi dan dinamika geopolitik dunia.

Menanggapi hal tersebut, Komandan Kodim 0821/Lumajang, Letkol Arh Anton Subhandi, S.A.P., M.I.P., menyampaikan apresiasi atas pengabdian Polri yang selama ini terus bersinergi bersama TNI dalam menjaga keamanan dan ketertiban wilayah Kabupaten Lumajang.

“Atas nama keluarga besar Kodim 0821/Lumajang, kami mengucapkan selamat Hari Bhayangkara ke-80 kepada seluruh jajaran Polri, khususnya Polres Lumajang. Semoga Polri semakin profesional, modern, dan semakin dicintai masyarakat,” ujarnya.

Menurut Dandim, sinergitas antara TNI dan Polri menjadi kunci utama dalam menjaga stabilitas keamanan daerah, terutama menghadapi berbagai tantangan sosial, perkembangan teknologi, hingga dinamika global yang terus berkembang.

“Soliditas TNI-Polri harus terus diperkuat demi menjaga keamanan, ketertiban, dan kenyamanan masyarakat. Dengan kebersamaan dan kolaborasi yang baik, stabilitas wilayah akan tetap terjaga sehingga pembangunan daerah dapat berjalan optimal,” tambahnya.

Ia juga berharap momentum Hari Bhayangkara ke-80 dapat semakin mempererat hubungan antara aparat keamanan dan masyarakat dalam mewujudkan situasi wilayah yang aman, damai, dan kondusif di Kabupaten Lumajang. (Pendim 0821).

Kapolres Lumajang: HUT Bhayangkara ke-80 Jadi Momentum Tingkatkan Profesionalisme Polri


Lumajang , (Onenewsjatim)
– Kapolres Lumajang AKBP Alex Sandy Siregar menegaskan peringatan Hari Bhayangkara ke-80 menjadi momentum bagi seluruh personel Polri untuk terus meningkatkan profesionalisme, adaptif terhadap perkembangan zaman, serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Hal itu disampaikan AKBP Alex Sandy Siregar usai memimpin Upacara Hari Bhayangkara ke-80 yang digelar di Alun-Alun Lumajang, Rabu (1/7/2026), bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Lumajang.

Menurutnya, pesan utama yang disampaikan Presiden Republik Indonesia dalam amanat upacara menekankan pentingnya peningkatan profesionalisme Polri agar benar-benar hadir dan bermanfaat bagi masyarakat.

"Harapannya sama seperti yang disampaikan Bapak Presiden dalam amanat tadi, yang pada intinya bermuara pada peningkatan profesionalisme. Polri harus benar-benar bermanfaat bagi masyarakat," ujar AKBP Alex Sandy Siregar.

Ia mengatakan tantangan tugas kepolisian ke depan semakin kompleks sehingga seluruh anggota Polri dituntut mampu beradaptasi dengan perkembangan situasi, baik di tingkat nasional maupun global.

"Tugas-tugas kepolisian ke depan harus diimbangi dengan kemampuan beradaptasi terhadap perkembangan situasi. Perkembangan politik global juga memberikan pengaruh, sehingga kita tidak boleh hanya bersikap reaktif, tetapi harus proaktif dan adaptif," katanya.

Kapolres menambahkan, langkah tersebut penting agar masyarakat dapat memperoleh perlindungan, pengayoman, dan pelayanan yang semakin optimal.

"Kami ingin masyarakat benar-benar terlindungi dengan baik dan mendapatkan pelayanan yang maksimal," imbuhnya.

AKBP Alex juga mengungkapkan rasa syukur atas tingginya kepercayaan masyarakat kepada Polri. Namun, menurutnya kepercayaan tersebut harus dijawab dengan peningkatan tanggung jawab dan kinerja yang lebih baik.

"Kami bersyukur atas kepercayaan masyarakat kepada Polri. Namun kepercayaan itu harus diiringi dengan peningkatan tanggung jawab. Masih banyak pekerjaan rumah yang harus kami selesaikan," ujarnya.

Ia menegaskan seluruh jajaran Polres Lumajang terus didorong untuk bergerak cepat dalam menjawab harapan masyarakat terhadap pelayanan kepolisian yang profesional.

"Tidak ada lagi yang berjalan, semua harus berlari. Kita harus bergerak cepat menjawab seluruh harapan masyarakat terhadap profesionalisme Polri," tegasnya.

Sebagai tindak lanjut, Polres Lumajang telah mengambil berbagai langkah percepatan dalam pelaksanaan tugas-tugas kepolisian, terutama yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.

"Saat ini kami sudah melakukan langkah-langkah cepat dalam melaksanakan tugas kepolisian, khususnya pelayanan yang langsung bersentuhan dengan masyarakat, sejalan dengan semangat dan slogan kami, For the Future," pungkas AKBP Alex Sandy Siregar.

Becak Milik Kakek 71 Tahun Raib, Kambing Bunting Tetangga Ikut Hilang di Lumajang


Lumajang (Onenewsjatim)
– Aksi pencurian yang menyasar becak kayuh dan seekor kambing bunting terjadi di Dusun Krajan, Desa Banjarwaru, Kecamatan Lumajang, Kabupaten Lumajang. 

Peristiwa tersebut terekam kamera pengawas (CCTV) dan videonya kini beredar untuk membantu mengungkap pelaku.

Dalam rekaman CCTV, tampak seorang pria berjalan kaki sambil membawa karung pada dini hari. Sesampainya di rumah milik Supeno (71), pelaku masuk ke area garasi, kemudian menarik mundur becak kayuh milik korban hingga ke jalan desa. Setelah berhasil mengeluarkannya, pelaku mengayuh becak tersebut meninggalkan lokasi dengan tenang.

Supeno mengatakan, dirinya baru menyadari becaknya hilang saat bangun pada Senin (29/6/2026) sekitar pukul 05.00 WIB. Padahal beberapa jam sebelumnya, sekitar pukul 02.00 WIB, becak itu masih berada di tempat biasa.

"Jam dua dini hari becaknya masih ada. Setelah saya masuk rumah untuk tidur, pagi sekitar jam lima saya keluar, becaknya sudah hilang," ujar Supeno, Rabu (1/7/2026).

Ia mengaku baru menyadari bahwa malam itu dirinya lupa mengunci becak, sehingga diduga memudahkan pelaku menjalankan aksinya.

"Biasanya selalu saya kunci. Tapi malam itu saya lupa. Mungkin karena itu pelaku mudah membawanya," katanya.

Bagi Supeno, becak tersebut bukan sekadar alat transportasi, melainkan sumber mata pencaharian yang telah menemaninya sejak puluhan tahun lalu.

"Sudah saya pakai sejak sebelum menikah sampai sekarang. Sekarang becaknya hilang, saya tidak bisa narik lagi," ungkapnya.

Tak hanya becak, warga lain bernama Rohani juga kehilangan seekor kambing betina yang sedang bunting. Ia mengetahui ternaknya hilang ketika hendak memberi pakan sekitar pukul 06.00 WIB.

"Saat mau memberi makan, kambing sudah tidak ada. Anehnya pintu kandang masih dalam keadaan terkunci," tutur Rohani.

Setelah memeriksa rekaman CCTV bersama perangkat desa, Rohani menduga kambing miliknya diangkut menggunakan becak yang dicuri dari rumah Supeno.

Menurut Rohani, kambing tersebut sebelumnya sempat ditawar hingga Rp3 juta, namun tidak dijual karena sedang bunting.

Sementara itu, Kepala Desa Banjarwaru, Samsul Arifin, mengatakan pihak desa sengaja menyebarluaskan rekaman CCTV agar masyarakat dapat membantu mengenali pelaku.

"Untuk sementara belum ada laporan resmi ke kepolisian. Keinginan korban sederhana, becak dan kambingnya bisa kembali. Karena itu rekaman CCTV kami sebarkan, siapa tahu ada warga yang mengenali pelaku sehingga bisa ditindaklanjuti atau dimediasi," jelas Samsul.

Pemerintah desa juga mengimbau masyarakat agar lebih meningkatkan kewaspadaan dengan mengunci kendaraan maupun kandang ternak, terutama pada malam hari, guna mengantisipasi aksi pencurian serupa.


30/06/2026

Desa Purwosono Beri Hadiah Umrah bagi Wajib Pajak, Kepatuhan PBB Tembus 98 Persen


Lumajang (Onenewsjatim) –
Pemerintah Desa Purwosono, Kecamatan Sumbersuko, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, memiliki cara unik untuk meningkatkan kesadaran masyarakat membayar Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2). Warga yang tertib melunasi pajak berkesempatan membawa pulang hadiah utama berupa paket umrah gratis.

Program tersebut merupakan bagian dari inovasi Purwosono Berbagi Bahagia (PBB) yang telah dijalankan sejak 2017.

Melalui program itu, Desa Purwosono berhasil mencatatkan prestasi melunasi target PBB lebih awal selama sembilan tahun berturut-turut.

Kepala Desa Purwosono, Hendrik Dwi Martono, mengatakan inovasi tersebut lahir dari keinginan pemerintah desa membangun budaya sadar pajak dengan pendekatan yang lebih menarik dan melibatkan masyarakat.

"PBB kami plesetkan menjadi Purwosono Berbagi Bahagia. Harapannya, warga tidak hanya tertib membayar pajak, tetapi juga merasakan manfaat dan kebahagiaan melalui berbagai hadiah yang kami siapkan," ujar Hendrik.

Menurutnya, tingkat realisasi pembayaran PBB di Desa Purwosono setiap tahun konsisten berada pada angka 95 hingga 98 persen. Capaian tersebut menjadi salah satu indikator keberhasilan program yang dijalankan pemerintah desa bersama masyarakat.

Sebagai bentuk apresiasi kepada wajib pajak, Pemerintah Desa Purwosono kembali menggelar undian berhadiah yang akan dilaksanakan pada Jumat, 3 Juli 2026. Hadiah utamanya berupa satu paket umrah gratis khusus bagi warga Desa Purwosono yang telah melunasi kewajiban PBB.

Selain hadiah umrah, panitia juga menyiapkan berbagai hadiah menarik lainnya, seperti kambing, sepeda gunung, kulkas, televisi, hingga kipas angin. Hadiah-hadiah tersebut juga dapat diikuti oleh pemilik objek pajak dari luar Desa Purwosono.

"Hadiah umrah khusus untuk warga Purwosono, sedangkan hadiah lainnya terbuka bagi warga luar yang memiliki objek pajak di Desa Purwosono," jelas Hendrik.

Ia menerangkan, seluruh hadiah tersebut tidak berasal dari pungutan tambahan masyarakat. Pembiayaannya bersumber dari insentif Pemerintah Kabupaten Lumajang yang diberikan kepada desa karena berhasil melunasi PBB lebih awal, ditambah dukungan dari berbagai mitra.

Desa Purwosono tahun ini menerima insentif sekitar Rp59 juta, dengan pembagian 30 persen untuk jasa pungut dan 70 persen untuk mendukung operasional, termasuk penyediaan hadiah.

"Untuk hadiah kami menggunakan support system yang kami miliki dan bekerja sama dengan berbagai pihak, termasuk biro perjalanan untuk hadiah umrah," katanya.

Hendrik menegaskan, filosofi utama program tersebut adalah mengembalikan manfaat pajak kepada masyarakat sehingga mereka dapat merasakan secara langsung dampak dari kepatuhan membayar pajak.

"Prinsipnya, uang rakyat kami kembalikan lagi kepada masyarakat melalui program yang memberikan manfaat bersama," tegasnya.

Tak hanya meningkatkan kepatuhan pajak, program Purwosono Berbagi Bahagia juga memperkuat semangat gotong royong. 

Warga yang memiliki kemampuan ekonomi ikut membantu membayarkan PBB tetangganya yang mengalami kesulitan agar seluruh masyarakat dapat memenuhi kewajibannya tepat waktu.

Pemerintah desa juga memberdayakan warga sebagai petugas pemungut PBB dari rumah ke rumah. 

Setiap pembayaran yang berhasil dihimpun, petugas memperoleh insentif sebesar Rp3.000, sehingga program tersebut sekaligus membuka peluang tambahan penghasilan bagi masyarakat.

"Prinsipnya, uang rakyat kita kembalikan lagi ke warga kami untuk meningkatkan kesejahteraan," pungkas Hendrik.

Siswa SMP di Lumajang Meninggal Diduga Akibat Bullying Teman Sekelas

Bupati Lumajang takziah rumah duka korban Bullying 

Lumajang (Onenewsjatim)
– Dugaan kasus perundungan (bullying) yang berujung penganiayaan terhadap seorang siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kabupaten Lumajang menjadi perhatian serius pemerintah daerah. 

Korban berinisial MI (16), siswa kelas IX, meninggal dunia setelah menjalani perawatan di rumah sakit.

Bupati Lumajang, Indah Amperawati, turun langsung bertakziah ke rumah duka di Dusun Darungan II, Desa Jatisari, Kecamatan Kedungjajang, Selasa (30/6/2026). 

Selain menyampaikan belasungkawa, Bupati juga menyerahkan santunan kematian kepada keluarga korban.

Indah menegaskan pihaknya akan mengawal penanganan kasus tersebut hingga tuntas, meski proses hukumnya telah ditangani kepolisian.

"Pihak keluarga sudah membuat laporan ke Polres Lumajang dan ini menjadi ranah kepolisian. Namun saya akan mengawal kasus ini, apalagi menyangkut anak sekolah. Kami juga akan melakukan pendampingan melalui Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) di Dinas Sosial," kata Indah.

Menurutnya, pemerintah daerah juga akan melakukan evaluasi terhadap pihak sekolah, termasuk memanggil kepala sekolah, guru, hingga yayasan karena sekolah tersebut berstatus swasta.

"Sebagai pembinaan kelembagaan, akan segera kami panggil kepala sekolah. Karena ini sekolah swasta, tentu yayasan juga akan kami libatkan bersama guru-guru yang mengetahui peristiwa tersebut," ujarnya.

Indah menegaskan evaluasi diperlukan agar kejadian serupa tidak kembali terjadi di lingkungan pendidikan.

"Kami sangat prihatin atas musibah yang dialami korban. Ini akan segera kami evaluasi. Kepala sekolah, yayasan, dan guru akan kami panggil. Kami juga akan mengawal proses hukum yang berjalan di Polres Lumajang sampai tuntas," tegasnya.

Korban Diduga Dipukuli di Dalam Kelas

Kakak korban, Ahmad Dani, menceritakan peristiwa itu bermula saat adiknya mengikuti Tes Kemampuan Akademik (TKA) di ruang kelas.

Saat itu, kata Dani, dua teman sekelas korban berinisial S dan A mendatangi korban karena menemukan sampah di bawah meja atau loker korban. Keduanya meminta korban membersihkan sampah tersebut.

Korban menolak karena merasa tidak membuang sampah. Penolakan itu diduga memicu aksi kekerasan.

"Adik saya waktu itu di kelas sendirian. Dua pelaku mendatangi adik saya, menegur soal sampah di bawah meja, lalu langsung memukulinya," kata Dani.

Meski baru saja mengalami pemukulan, korban tetap menyelesaikan ujian hingga selesai. Keluarga pun tidak mengetahui jika korban mengalami luka serius.

Namun, hampir sebulan setelah kejadian, korban mulai mengalami pendarahan pada bagian gigi hingga akhirnya dilarikan ke rumah sakit. Kondisinya terus memburuk dan dinyatakan meninggal dunia pada Rabu (24/6/2026).

"Kalau hasil otopsi dan visum, penyebabnya ada luka benturan di kepala dan menurut keterangan dokter luka itu sudah lama terjadi pada korban," ungkap Dani.

Polisi Tetapkan Satu Anak sebagai Tersangka

Sementara itu, Kasi Humas Polres Lumajang, Ipda Suprapto, membenarkan pihaknya sedang menangani kasus dugaan penganiayaan yang diduga dipicu aksi bullying di lingkungan sekolah.

Menurut Suprapto, peristiwa tersebut terjadi di salah satu SMP di Kecamatan Sukodono pada 18 Mei 2026 dan kini ditangani Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Lumajang.

"Perkara ini ditangani Unit PPA Satreskrim. Satu terduga pelaku berinisial S telah diamankan dan saat ini sudah ditetapkan sebagai tersangka," ujarnya.

Meski demikian, polisi masih terus mendalami motif serta rangkaian kejadian yang menyebabkan korban meninggal dunia.

"Untuk motif dan penyebabnya masih didalami oleh penyidik Unit PPA. Karena pelaku merupakan anak yang berhadapan dengan hukum, maka proses penanganannya berbeda dengan pelaku dewasa," kata Suprapto. (Imam)

Kolaborasi Babinsa, Polindes, dan Kader Hadirkan Pelayanan Kesehatan Terbaik bagi Lansia


Lumajang, (Onenewsjatim)-
Upaya Babinsa dalam mendukung peningkatan kualitas kesehatan masyarakat terus diwujudkan di berbagai wilayah. Salah satunya dilakukan Babinsa Desa Selok Awar Awar Koramil 0821-08/Pasirian, Sertu Joko Purnomo, yang melaksanakan pendampingan kegiatan Posyandu Lansia di Posyandu Anggrek, Dusun Krajan 2 RT 053 RW 018, Desa Selok Awar Awar, Kecamatan Pasirian, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Selasa (30/6/2026).

Dalam pelaksanaannya, Kegiatan tersebut diikuti oleh sebanyak 25 warga lanjut usia dan langsung mendapatkan berbagai layanan kesehatan, mulai dari pemeriksaan kondisi kesehatan, pemantauan tekanan darah, konsultasi kesehatan, hingga penyuluhan mengenai pencegahan dan penanganan berbagai penyakit yang rentan dialami oleh warga lanjut usia. Kegiatan Posyandu Lansia tersebut dilaksanakan secara rutin setiap satu bulan sekali sebagai upaya menjaga kesehatan dan meningkatkan kualitas hidup para lansia di wilayah setempat.

Di sela kegiatan, Sertu Joko Purnomo mengatakan bahwa kehadirannya merupakan bentuk dukungan Babinsa terhadap program pelayanan kesehatan masyarakat, khususnya bagi para lansia yang membutuhkan perhatian lebih dalam menjaga kondisi kesehatannya.

"Pendampingan ini merupakan bagian dari tugas kami sebagai aparat kewilayahan untuk mendukung setiap program pemerintah di bidang kesehatan. Kami berharap para lansia semakin peduli terhadap kesehatannya dengan rutin mengikuti Posyandu Lansia setiap bulan, sehingga kondisi kesehatan mereka dapat terus dipantau dan berbagai penyakit dapat dideteksi sejak dini," kata dia.

Ia juga menambahkan bahwa sinergi antara Babinsa, tenaga kesehatan, dan kader posyandu menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pemeriksaan kesehatan secara berkala.

Sementara itu, Petugas Polindes Selok Awar Awar, Dwi Yulistya Kandari, Amd.Kep., mengatakan bahwa Posyandu Lansia merupakan sarana penting untuk memantau kondisi kesehatan warga lanjut usia secara berkala agar tetap sehat dan produktif.

"Melalui Posyandu Lansia, kami dapat melakukan pemeriksaan kesehatan rutin, memberikan edukasi mengenai pola hidup sehat, serta mendeteksi secara dini apabila terdapat keluhan atau penyakit yang dialami para lansia. Kami mengimbau seluruh lansia untuk rutin hadir setiap bulan agar kondisi kesehatannya terus terpantau dan penanganan dapat dilakukan sedini mungkin apabila ditemukan gangguan kesehatan," ujarnya.

Ia menambahkan, menjaga kesehatan di usia lanjut tidak hanya dilakukan melalui pemeriksaan rutin, tetapi juga dengan menerapkan pola makan bergizi seimbang, aktivitas fisik ringan sesuai kemampuan, istirahat yang cukup, mengonsumsi obat sesuai anjuran tenaga kesehatan, serta menjaga semangat dan aktivitas sosial agar kualitas hidup lansia tetap optimal.

Melalui Sinergi antara TNI, tenaga kesehatan, pemerintah desa, dan kader kesehatan pun diharapkan terus terjalin demi mewujudkan masyarakat yang sehat, mandiri, dan sejahtera, khususnya bagi warga lanjut usia di Desa Selok Awar Awar. (Pendim0821)

Gotong Royong Bangun Desa, Babinsa Kloposawit Pimpin Perbaikan Jalan Penghubung Warga


Lumajang, (Onenewsjatim)
- Semangat kebersamaan dan budaya gotong royong kembali ditunjukkan oleh Babinsa Kloposawit Pos Koramil 0821-09/Candipuro, Serda Moch. Dedik Indra Irawan, yang turun langsung membantu masyarakat melaksanakan kerja bakti perbaikan jalan sepanjang 750 meter di Dusun Selorejo RT 004 RW 005, Desa Kloposawit, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Selasa (30/6/2026).

Kegiatan tersebut merupakan wujud nyata kepedulian TNI melalui peran Babinsa dalam mendukung pembangunan di wilayah binaan. Perbaikan jalan dilakukan secara bergotong royong bersama warga guna meningkatkan kualitas infrastruktur desa yang selama ini menjadi jalur utama aktivitas masyarakat.

Dengan kondisi jalan yang lebih baik, diharapkan aksesibilitas dan mobilitas warga semakin lancar, baik untuk kegiatan ekonomi, pendidikan, maupun pelayanan sosial. Selain itu, keberadaan jalan yang layak juga akan memperkuat konektivitas antarwilayah sehingga mampu mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Di sela kegiatan, Serda Moch. Dedik Indra Irawan mengatakan bahwa keterlibatan Babinsa dalam kerja bakti merupakan bagian dari tugas pembinaan teritorial untuk terus hadir di tengah masyarakat dan menjadi penggerak semangat gotong royong.

"Perbaikan jalan ini merupakan kebutuhan bersama. Melalui kerja bakti seperti ini, pekerjaan menjadi lebih ringan sekaligus mempererat hubungan antara TNI dan masyarakat. Semoga jalan yang telah diperbaiki dapat memberikan manfaat bagi seluruh warga dalam menjalankan aktivitas sehari-hari," ujar dia.

Sementara itu, Kepala Dusun Selorejo, Sucipto, mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga dan merawat jalan yang telah diperbaiki agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka waktu yang lama.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada warga yang telah bergotong royong memperbaiki jalan ini. Setelah jalan menjadi lebih baik, kami berharap seluruh masyarakat memiliki rasa tanggung jawab untuk merawatnya, menjaga kebersihan saluran di sekitarnya, tidak membebani jalan dengan muatan berlebih, serta segera bergotong royong apabila ada kerusakan kecil. Dengan perawatan yang baik, usia jalan akan lebih panjang dan manfaatnya dapat terus dirasakan oleh seluruh warga," ungkapnya.

Melalui kegiatan tersebut, sinergi antara TNI dan masyarakat kembali menunjukkan bahwa pembangunan desa tidak hanya bergantung pada program pemerintah, tetapi juga dapat diwujudkan melalui semangat kebersamaan dan kepedulian seluruh elemen masyarakat. Kehadiran Babinsa di tengah warga menjadi bukti nyata komitmen TNI dalam mendukung percepatan pembangunan serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat di wilayah binaannya. (Pendim0821)

© Copyright 2024 Onenewsjatim | All Right Reserved