-->

24/09/2026

Kasdim 0821/Lumajang Sosialisasikan Pembangunan Brigif TP kepada Pesanggem di Desa Salak

 


Lumajang, (DOC)
— Kepala Staf Kodim (Kasdim) 0821/Lumajang Mayor Inf Tanuri menyosialisasikan rencana pembangunan Brigif TP kepada para pesanggem di Desa Salak, Kecamatan Randuagung, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Kamis (24/9/2026).

Sosialisasi tersebut dilakukan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai rencana pembangunan serta keberadaan satuan TNI di wilayah tersebut.

Kegiatan itu sekaligus menjadi ruang komunikasi antara jajaran TNI dan masyarakat, khususnya para pesanggem yang berada di sekitar lokasi pembangunan.

Dalam kesempatan tersebut, Mayor Inf Tanuri menjelaskan sejumlah dampak yang diharapkan dari keberadaan satuan TNI di wilayah Desa Salak.

Menurut dia, pembangunan satuan TNI tidak hanya berkaitan dengan aspek pertahanan dan keamanan, tetapi juga diharapkan memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar.

“Dengan hadirnya batalyon ini, diharapkan tidak hanya mendukung aspek pertahanan dan keamanan, tetapi juga dapat menggerakkan roda perekonomian serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat di sekitar wilayah tersebut,” kata Tanuri.

Ia mengatakan, keberadaan satuan TNI di suatu wilayah juga dapat menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi antara aparat dan masyarakat.

Komunikasi yang baik antara TNI dan warga, lanjut dia, penting untuk menciptakan lingkungan yang aman, tertib dan kondusif.

Dalam sosialisasi tersebut, masyarakat juga mendapatkan penjelasan mengenai agenda lain yang berkaitan dengan TNI, yakni informasi rekrutmen prajurit.

Tanuri menyampaikan sosialisasi rekrutmen TNI sebagai pengetahuan awal bagi masyarakat yang memiliki putra-putri atau anggota keluarga yang berminat mengikuti proses penerimaan prajurit.

Informasi tersebut mencakup pentingnya memahami proses dan persyaratan penerimaan sesuai ketentuan yang berlaku.

Melalui kegiatan tersebut, masyarakat diharapkan memiliki informasi yang lebih jelas mengenai rencana pembangunan Brigif TP sekaligus memahami informasi awal terkait rekrutmen TNI.

Sosialisasi ini juga diharapkan dapat menjaga komunikasi antara jajaran TNI dengan masyarakat di sekitar wilayah pembangunan, sehingga setiap perkembangan dapat disampaikan dan dipahami bersama.(Pendim 0821)

Polisi Selidiki Truk yang Tabrak Kerumunan Hajatan hingga Tewaskan 2 Orang di Lumajang


Lumajang (Onenewsjatim)
— Polisi masih menyelidiki kecelakaan truk sembako yang menabrak sejumlah warga di depan tenda hajatan pernikahan di Desa/Kecamatan Gucialit, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur.

Kecelakaan tersebut terjadi sekitar sepekan lalu. Insiden itu mengakibatkan dua orang meninggal dunia, sedangkan sembilan korban lainnya mengalami luka-luka setelah tertabrak truk bernomor polisi N 8187 YH.

Kanit Laka Satlantas Polres Lumajang Ipda Dendy Cucu mengatakan, penyidik masih mendalami sejumlah aspek dalam kecelakaan tersebut, termasuk kondisi dan kelayakan kendaraan yang terlibat.

Menurut Dendy, pemeriksaan kelayakan truk nantinya akan melibatkan pihak yang memiliki kompetensi di bidang tersebut. Polisi berencana meminta keterangan ahli dari Dinas Perhubungan, termasuk kemungkinan melibatkan tim pengujian kendaraan bermotor atau uji KIR.

“Untuk menentukan layak atau tidaknya kendaraan, dibutuhkan keterangan dari saksi ahli Dishub atau tim uji KIR,” kata Dendy, Rabu (23/9/2026).

Ia menjelaskan, proses penyelidikan masih berlangsung. Sejauh ini, penyidik telah meminta keterangan dari sejumlah pihak yang berkaitan dengan peristiwa tersebut.

Selain para korban, polisi juga memeriksa pemilik kendaraan serta saksi-saksi yang berada di sekitar lokasi kejadian.

Dari keterangan awal yang diperoleh penyidik, truk tersebut diduga mengalami persoalan pada mesin ketika melaju di jalan yang menurun.

Kondisi itu membuat pengemudi kesulitan mengendalikan laju kendaraan. Saat kejadian, truk disebut membawa muatan sekitar satu ton yang terdiri dari beras dan minyak.

Dendy mengatakan, berdasarkan keterangan yang diterima polisi, mesin kendaraan tiba-tiba mati ketika truk sedang melaju. Upaya untuk menghidupkan kembali mesin juga tidak berhasil.

“Dari keterangan sopir, mesinnya mati saat kendaraan melaju. Ketika dicoba distarter kembali tidak bisa,” ujarnya.

Matinya mesin tersebut diduga turut memengaruhi sistem pengereman kendaraan. Sebab, truk menggunakan sistem rem angin yang dalam kondisi tertentu bergantung pada kerja mesin dan sistem pendukungnya.

“Bisa dikatakan remnya tidak berfungsi maksimal karena mesinnya mati. Kalau mesin tetap menyala, kemungkinan pengereman masih bisa bekerja,” jelas Dendy.

Dalam kondisi kendaraan terus melaju di jalan menurun, kecepatan truk semakin sulit dikendalikan. Situasi tersebut kemudian membuat pengemudi diduga mengalami kepanikan.

Polisi masih mendalami apakah kondisi kendaraan, sistem pengereman, muatan, maupun faktor pengemudi menjadi bagian yang berkontribusi terhadap kecelakaan tersebut.

Dendy mengatakan, faktor kondisi pengemudi juga masih menjadi bagian dari penyelidikan dan belum dapat disimpulkan secara sepihak.

“Kalau kendaraan sudah melaju kencang, pengemudi bisa panik dan sulit mengendalikan kendaraan. Itu masih kami dalami,” katanya.

Karena itu, polisi tidak hanya berfokus pada keterangan pengemudi, tetapi juga akan mencocokkannya dengan hasil pemeriksaan kendaraan, keterangan saksi, kondisi lokasi kejadian, serta keterangan ahli.

Hasil pemeriksaan tersebut nantinya akan menjadi bagian penting bagi penyidik untuk mengetahui secara lebih jelas penyebab kecelakaan yang menewaskan dua orang dan melukai sembilan warga tersebut.

Polisi memastikan proses penyelidikan masih berjalan untuk mengungkap rangkaian kejadian secara utuh, termasuk memastikan kondisi kendaraan sebelum kecelakaan terjadi.

15.887 Pekerja Informal di Lumajang Kini Terlindungi BPJS Ketenagakerjaan


Lumajang, (Onenewsjatim)
— Pemerintah Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, memperluas perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan bagi pekerja informal dan pekerja rentan.

Sebanyak 15.887 pekerja rentan kini tercatat mendapatkan perlindungan melalui program BPJS Ketenagakerjaan. Program tersebut secara simbolis diluncurkan di Pendopo Arya Wiraraja Lumajang, Rabu (23/9/2026).

Para penerima manfaat berasal dari berbagai kelompok pekerja informal, mulai dari buruh tembakau, pekerja tambang pasir, pedagang kaki lima (PKL), pengemudi ojek online (ojol), mlijo, hingga pegiat wisata.

Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Lumajang, Subechan, mengatakan program tersebut menyasar masyarakat pekerja rentan yang memiliki penghasilan terbatas dan bekerja secara mandiri.

Menurut dia, pemerintah daerah memberikan perlindungan agar para pekerja tersebut tetap memiliki jaminan ketika menghadapi risiko kecelakaan kerja maupun kematian.

"Jadi, di tahun 2026 ini kita cover sebanyak 15.887 masyarakat pekerja rentan. Mereka ini bekerja secara mandiri, inilah yang kita bantu," kata Subechan di Lumajang, Rabu.

Subechan menjelaskan, pada semester pertama 2026, pemerintah telah memberikan perlindungan kepada 5.027 pekerja. Mereka terdiri dari buruh tembakau dan pekerja tambang pasir.

Kemudian pada semester kedua, cakupan perlindungan diperluas kepada 10.860 pekerja informal lainnya.

Dengan demikian, total pekerja rentan yang mendapatkan perlindungan BPJS Ketenagakerjaan melalui program pemerintah daerah mencapai 15.887 orang.

Iuran kepesertaan bagi para penerima manfaat tersebut ditanggung sepenuhnya oleh Pemerintah Kabupaten Lumajang hingga akhir Desember 2026.

Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Lumajang, Delistyana Diah Vianty, mengatakan pembiayaan kepesertaan dilakukan dalam dua tahap.

Pada semester pertama, pemerintah membayarkan iuran untuk 5.027 peserta selama tujuh bulan, terhitung Juni hingga Desember 2026.

"Untuk semester pertama, pemerintah membayarkan iuran bagi 5.027 peserta selama tujuh bulan, mulai Juni sampai Desember 2026. Anggarannya mencapai Rp591.175.200," ujar Delistyana.

Sementara pada semester kedua, jumlah penerima diperluas menjadi 10.860 peserta. Untuk kelompok tersebut, pemerintah mengalokasikan anggaran sebesar Rp729.792.000.

Delistyana menjelaskan, setiap peserta seharusnya membayar iuran sebesar Rp16.800 per bulan. Namun, dalam program tersebut seluruh iuran ditanggung pemerintah.

"Jadi, bantuannya ini yang seharusnya setiap peserta itu membayar Rp16.800 untuk setiap bulan sepenuhnya ditanggung pemerintah," jelasnya.

Menurut Delistyana, program tersebut tidak hanya memberikan manfaat berupa perlindungan kepada pekerja, tetapi juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya jaminan sosial ketenagakerjaan.

Dalam program tersebut, peserta mendapatkan perlindungan melalui dua program, yakni Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM).

Perlindungan tersebut diharapkan dapat memberikan rasa aman bagi pekerja informal yang dalam menjalankan aktivitas pekerjaannya menghadapi berbagai risiko.

Delistyana berharap kepesertaan tersebut dapat terus dilanjutkan secara mandiri setelah masa pembiayaan dari pemerintah daerah berakhir.

"Tentu ke depannya bantuan ini penting untuk bisa dilanjutkan para penerima manfaat secara mandiri. Ini yang di-cover itu dua program, yaitu jaminan kecelakaan kerja dan jaminan kematian," ungkapnya. (Mam) 

119 Mahasiswa Daftar Beasiswa Pemkab Lumajang, Verifikasi Lapangan Segera Dilakukan


Lumajang (Onenewsjatim) —
Sebanyak 119 mahasiswa mendaftar program beasiswa kuliah yang disediakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang, Jawa Timur, tahun 2026.

Program beasiswa tersebut dibuka melalui Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Lumajang pada 9-18 September 2026.

Jumlah pendaftar tersebut melebihi kuota yang disediakan Pemkab Lumajang, yakni sebanyak 77 mahasiswa miskin dan berprestasi.

Kabid Pemberdayaan Sosial Dinsos P3A Lumajang, Saiful Bahri, mengatakan seluruh pendaftar yang telah masuk selanjutnya akan mengikuti sejumlah tahapan seleksi.

"Pendafaran sudah ditutup tanggal 18 September 2026. Sampai sekarang ada 119 pendaftar. Selanjutnya masuk tahap verifikasi berkas," kata Saiful Bahri.

Menurut dia, verifikasi berkas dilakukan untuk memastikan seluruh persyaratan yang diajukan calon penerima beasiswa telah sesuai dengan ketentuan program.

Petugas akan mencocokkan sejumlah dokumen yang diunggah peserta, mulai dari KTP, kartu keluarga (KK), ijazah hingga dokumen terkait perguruan tinggi dan jalur penerimaan mahasiswa.

Selain itu, Dinsos P3A juga akan memeriksa status perguruan tinggi calon penerima serta jalur masuk yang digunakan.

"Yang kami verifikasi antara lain KTP-nya, kuliahnya di mana, jalurnya apa, kemudian domisilinya. Perguruan tinggi yang dipersyaratkan adalah perguruan tinggi negeri yang terakreditasi unggul," ujarnya.

Calon penerima juga harus memenuhi ketentuan jalur penerimaan mahasiswa melalui Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) atau Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT).

Saiful menjelaskan, proses pendaftaran dilakukan secara daring sehingga peserta tidak perlu datang langsung ke kantor Dinsos P3A Lumajang.

Para pendaftar mengunggah dokumen persyaratan melalui sistem yang telah disediakan. Dokumen tersebut kemudian diperiksa satu per satu oleh petugas.

"Jadi mereka tidak perlu datang ke sini. Mereka sudah meng-upload ijazah, KTP, KK dan persyaratan lainnya. Sekarang semuanya kami verifikasi, apakah sudah sesuai dengan persyaratan," jelasnya.

Setelah verifikasi administrasi selesai, tahapan berikutnya adalah pemetaan calon penerima yang akan menjadi dasar pelaksanaan verifikasi lapangan.

Verifikasi lapangan menjadi salah satu tahapan penting dalam program tersebut. Petugas nantinya akan mendatangi rumah masing-masing calon penerima untuk mencocokkan data administrasi dengan kondisi sebenarnya.

Saiful mengatakan, terdapat tiga tahapan yang masih harus dilalui sebelum penerima beasiswa ditetapkan.

"Masih ada tiga tahapan, yaitu verifikasi berkas, kemudian pemetaan, lalu verifikasi lapangan. Setelah itu baru penetapan," katanya.

Dia memperkirakan proses verifikasi berkas hingga verifikasi lapangan membutuhkan waktu sekitar satu minggu, tergantung proses pemeriksaan terhadap seluruh calon penerima.

Dalam program beasiswa tahun 2026, Pemkab Lumajang menyediakan kuota untuk 77 mahasiswa. Masing-masing penerima akan mendapatkan bantuan biaya pendidikan sebesar Rp 6 juta.

Program tersebut diprioritaskan bagi mahasiswa yang berasal dari keluarga dengan kondisi ekonomi kurang mampu serta memiliki prestasi.

Salah satu indikator yang digunakan dalam menentukan sasaran penerima adalah Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Calon penerima yang berada pada desil 1 hingga desil 5 menjadi kelompok yang diprioritaskan.

Meski demikian, data desil tidak menjadi satu-satunya dasar dalam menentukan kondisi ekonomi calon penerima.

Dinsos P3A tetap melakukan verifikasi langsung ke lapangan untuk memastikan kondisi sosial ekonomi keluarga calon penerima sesuai dengan data yang diajukan.

Saiful mengatakan langkah tersebut diperlukan karena kondisi ekonomi sebuah keluarga tidak selalu tergambarkan secara utuh hanya melalui data desil.

"Kami perlu melakukan verifikasi lapangan karena ada kondisi data desil yang tidak selalu menggambarkan keadaan keluarga secara utuh. Ada yang tercatat pada desil tinggi, tetapi kondisi ekonominya sebenarnya kurang mampu. Hal seperti ini yang perlu kami cek agar bantuan tepat sasaran," pungkas Saiful.

Police Goes to School di Lumajang, Pelajar Diedukasi soal Keselamatan Lalu Lintas dan AI


Lumajang, (DOC)-
Kepolisian Resor (Polres) Lumajang terus mendorong pelajar untuk memiliki kesadaran terhadap keselamatan berlalu lintas sekaligus cakap dan bijak dalam memanfaatkan perkembangan teknologi.

Pesan tersebut disampaikan melalui program Police Goes to School yang digelar di Pinandita Hall SMAN 2 Lumajang, Kamis (24/9/2026).

Kegiatan yang diikuti ratusan pelajar itu tidak hanya memberikan edukasi mengenai keselamatan dan ketertiban berlalu lintas, tetapi juga mengenalkan literasi kecerdasan artifisial atau Artificial Intelligence (AI).

Materi keselamatan berlalu lintas disampaikan Kanit Kamsel Satlantas Polres Lumajang Ipda Suheri, sedangkan materi literasi AI disampaikan Kasat Binmas Polres Lumajang Iptu Irdani Isma.

Ipda Suheri mengatakan, pelajar memiliki peran penting dalam membangun budaya tertib berlalu lintas sejak dini.

"Pelajar merupakan bagian penting dalam mewujudkan budaya tertib berlalu lintas. Karena itu, edukasi keselamatan harus terus disampaikan agar kepatuhan terhadap aturan lalu lintas tumbuh menjadi kebiasaan," kata Suheri.

Dalam kegiatan tersebut, para pelajar diberikan pemahaman mengenai pentingnya mematuhi aturan lalu lintas sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

Edukasi juga mencakup cara aman dan selamat saat berangkat maupun pulang sekolah, penggunaan helm yang benar, serta keselamatan ketika menjadi penumpang sepeda motor.

Para siswa juga diperkenalkan dengan berbagai rambu lalu lintas dan diberikan pemahaman mengenai larangan penggunaan sepeda listrik di jalan yang tidak sesuai dengan ketentuan.

Selain penyampaian materi, petugas juga membagikan brosur imbauan tertib berlalu lintas kepada para pelajar.

Menurut Suheri, edukasi tersebut merupakan bagian dari upaya menekan angka pelanggaran lalu lintas sekaligus meminimalkan fatalitas korban kecelakaan.

"Kami mengajak para pelajar menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas, dimulai dari diri sendiri dengan membiasakan perilaku tertib di jalan dan turut mengingatkan lingkungan sekitar untuk mengutamakan keselamatan," ujarnya.

Pelajar dikenalkan pemanfaatan AI secara bijak

Selain keselamatan berlalu lintas, Police Goes to School kali ini juga diisi dengan program Pelajar Paham AI.

Kasat Binmas Polres Lumajang Iptu Irdani Isma mengatakan, perkembangan teknologi digital, khususnya AI, perlu diimbangi dengan pemahaman dan sikap kritis dari para penggunanya.

"Para peserta dikenalkan dengan kecerdasan artifisial atau Artificial Intelligence (AI), mulai dari pemanfaatan AI secara bijak, etika penggunaan teknologi, hingga pemanfaatannya untuk membantu melawan hoaks dan mendukung proses belajar," kata Irdani.

Menurut dia, kemampuan menggunakan teknologi perlu diikuti dengan pemahaman mengenai etika dan tanggung jawab dalam penggunaannya.

Pelajar tidak hanya diarahkan untuk mengetahui cara memanfaatkan AI, tetapi juga memahami batasan penggunaannya, terutama dalam memilah informasi yang diperoleh melalui ruang digital.

"Literasi AI juga menjadi bagian dari upaya membangun generasi muda yang tidak hanya mampu menggunakan teknologi, tetapi memahami etika, mampu menyaring informasi, dan tidak mudah terpengaruh oleh hoaks," ujarnya.

Irdani menambahkan, kecakapan digital perlu berjalan beriringan dengan karakter dan tanggung jawab.

Melalui kegiatan tersebut, Polres Lumajang berharap pelajar dapat menjadi generasi yang tertib dan sadar keselamatan di jalan sekaligus mampu memanfaatkan perkembangan teknologi secara cerdas, kritis, dan bertanggung jawab.

23/09/2026

Inovasi Pupuk dari Limbah Rumah Tangga Antar Dua Pelajar SMAN 1 Lumajang Raih Medali di Malaysia


Lumajang, (Onenewsjatim)
— Dua siswa SMA Negeri 1 Lumajang, Jawa Timur, menorehkan prestasi dalam ajang 3rd International Student Symposium (ISS) yang digelar di Malaysia.

Keduanya adalah Aisyah Putri Syahrani dan Muhammad Ilham Dwipangga. Siswa kelas X tersebut berhasil meraih juara 3 atau Bronze Medal sekaligus penghargaan Favorite Poster melalui karya ilmiah mengenai pemanfaatan limbah rumah tangga sebagai bahan pembuatan pupuk organik.

Kompetisi tersebut diselenggarakan oleh Sentosa Foundation bersama Universiti Putra Malaysia (UPM). Presentasi karya dilakukan di UPM CEM, Serdang, Selangor, Malaysia.

Karya yang dibawa Aisyah dan Ilham berangkat dari persoalan yang mereka temui di lingkungan sekitar, khususnya mengenai kebutuhan pupuk bagi tanaman dan keterbatasan ketersediaan bahan pupuk di pasaran.

Aisyah Putri Syahrani mengatakan, gagasan penelitian tersebut muncul setelah melihat keresahan petani di Lumajang yang membutuhkan pupuk untuk menunjang tanaman mereka.

"Awalnya kami melihat keresahan petani di Lumajang yang membutuhkan pupuk. Di sisi lain, ketersediaan pupuk di toko juga semakin terbatas. Dari situ kami mencoba mencari alternatif dengan memanfaatkan bahan-bahan alami," ujar Aisyah, Rabu (23/9/2026).

Menurut Aisyah, inovasi tersebut tidak menggunakan kotoran hewan sebagai bahan utama. Mereka justru memanfaatkan berbagai limbah yang mudah ditemukan dalam aktivitas rumah tangga sehari-hari.

Beberapa di antaranya berupa sisa makanan, sayuran, hingga air bekas cucian beras yang selama ini sering langsung dibuang.

"Bahan yang kami gunakan mudah ditemukan karena berasal dari limbah rumah tangga. Sisa makanan, sayuran dan air cucian beras juga bisa dimanfaatkan daripada hanya dibuang," katanya.

Dalam proses penelitian, sekam padi dan bonggol jagung terlebih dahulu diolah hingga menjadi arang. Bahan tersebut kemudian dicampurkan dengan cairan hasil pengolahan limbah rumah tangga.

Aisyah menjelaskan, cairan tersebut dikembangkan melalui proses fermentasi dengan memanfaatkan air gula. Selanjutnya, bahan yang telah tercampur difermentasi dalam wadah tertutup.

"Jadi sekam padi dan bonggol jagung kami bakar terlebih dahulu sampai menjadi arang. Setelah itu dicampur dengan cairan yang kami kembangkan dari limbah rumah tangga dan kemudian difermentasi," jelasnya.

Proses fermentasi menjadi salah satu tahapan yang membutuhkan waktu cukup lama. Menurut Aisyah, bahan tersebut harus dibiarkan selama sekitar satu bulan sebelum dapat digunakan.

Ia mengatakan, penelitian itu juga dilatarbelakangi pertimbangan biaya. Bahan tertentu yang digunakan dalam pengembangan penelitian dinilai cukup mahal apabila harus dibeli, sehingga mereka mencoba menghasilkan sendiri dengan memanfaatkan limbah yang tersedia di sekitar.

"Kalau bahan tersebut harus membeli harganya cukup mahal. Karena itu kami mencoba mengembangkan sendiri dengan memanfaatkan limbah rumah tangga," ujarnya.

Setelah melalui proses fermentasi, sekam padi dan bonggol jagung yang telah menjadi arang tersebut kemudian dapat dimanfaatkan sebagai bahan untuk membantu menyuburkan tanaman.

Hasil penelitian itu selanjutnya dipresentasikan dalam kompetisi di Malaysia. Aisyah mengaku bersyukur karena karya yang mereka kembangkan bersama Ilham berhasil mendapatkan Bronze Medal dan Favorite Poster.

"Alhamdulillah hasil penelitian kami bisa mendapatkan juara tiga. Proses yang paling lama memang fermentasinya karena membutuhkan waktu sekitar satu bulan," kata Aisyah.

Bagi Aisyah, keikutsertaan dalam kompetisi internasional tersebut bukan hanya soal penghargaan. Kesempatan mengikuti kegiatan di luar negeri juga memberinya pengalaman baru dan memperluas wawasan.

Ia dapat bertemu dengan peserta dari berbagai sekolah dan perguruan tinggi di Indonesia yang mengikuti kompetisi tersebut.

"Saya bangga bisa mengikuti lomba di kampus luar negeri. Banyak pengetahuan baru yang saya dapat karena bisa bertemu dan berinteraksi dengan peserta dari berbagai daerah," ungkapnya.

Dalam ajang tersebut, Aisyah dan Ilham juga berkesempatan bertemu peserta dari sejumlah institusi pendidikan, antara lain President University, Universitas Syiah Kuala, Universitas Teuku Umar, Universitas Gorontalo, SMA Negeri 5 Surabaya, SMA Garuda Cendekia dan MAN 2 Kota Batam.

Pengalaman tersebut menjadi bagian penting bagi kedua pelajar SMA Negeri 1 Lumajang untuk terus mengembangkan kemampuan riset dan inovasi, khususnya dalam memanfaatkan bahan yang ada di lingkungan sekitar menjadi sesuatu yang lebih bermanfaat.

Bromo Dibuka Lagi, AKP Merdhania Pravita Shanty Ingatkan Wisatawan Waspadai Karhutla


Probolinggo, (Onenewsjatim)—
Kawasan wisata Gunung Bromo kembali dibuka untuk wisatawan setelah Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB TNBTS) mengeluarkan surat edaran terkait pembukaan kawasan wisata.

Pembukaan kembali kawasan tersebut mendapat perhatian dari Polres Probolinggo, Polda Jawa Timur. Polisi meningkatkan patroli di kawasan wisata melalui Satuan Pengamanan Objek Vital (Sat Pam Obvit).

Patroli dilakukan untuk memastikan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), sekaligus memberikan rasa aman kepada wisatawan yang mulai kembali mengunjungi kawasan Gunung Bromo.

Kapolres Probolinggo AKBP Asmida Rizki Siregar melalui Kasat Pam Obvit AKP Merdhania Pravita Shanty mengatakan, patroli merupakan langkah preventif untuk mengantisipasi berbagai potensi gangguan keamanan di kawasan wisata.

"Patroli ini kami lakukan untuk memberikan rasa aman dan nyaman kepada wisatawan yang mulai memadati kawasan Bromo," kata AKP Vita di Bromo, Selasa (22/9/2026).

Menurut dia, wisatawan yang berkunjung ke kawasan Gunung Bromo juga diminta memprioritaskan keselamatan serta mematuhi seluruh ketentuan yang telah ditetapkan pengelola kawasan konservasi.

"Kami mengimbau seluruh wisatawan agar senantiasa mengutamakan keselamatan diri dan mematuhi ketentuan yang telah ditetapkan oleh pihak pengelola," ujarnya.

Cegah kebakaran hutan dan lahan

Selain menjaga keamanan wisatawan, Polres Probolinggo memberikan perhatian khusus terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Hal itu mengingat kondisi vegetasi di kawasan Bromo yang rentan terhadap kebakaran, terutama ketika terdapat sumber api yang tidak terkendali.

AKP Vita mengingatkan wisatawan agar tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran selama berada di kawasan Bromo.

"Jangan menyalakan api unggun, membuang puntung rokok sembarangan, atau melakukan aktivitas lain yang dapat memicu kebakaran," tegasnya.

Ia mengajak seluruh wisatawan ikut menjaga kelestarian kawasan Gunung Bromo dengan tidak melakukan aktivitas yang dapat merusak lingkungan.

"Kami mengajak semua pihak untuk bersama-sama menjaga keamanan sekaligus kelestarian alam Gunung Bromo," katanya.

Selain ancaman karhutla, wisatawan juga diminta menjaga kebersihan dengan tidak membuang sampah sembarangan.

Pengunjung juga diimbau untuk terus memperbarui informasi mengenai kondisi cuaca lokal sebelum maupun selama melakukan aktivitas wisata di kawasan Bromo.

"Komitmen kami adalah memastikan wisatawan dapat menikmati keindahan panorama Bromo dengan aman, tertib dan nyaman. Menjaga keselamatan serta kelestarian ekosistem ini merupakan tanggung jawab kita bersama," pungkas AKP Vita. (Imam) 



© Copyright 2024 Onenewsjatim | All Right Reserved