Lumajang (Onenewsjatim) — Polisi masih menyelidiki kecelakaan truk sembako yang menabrak sejumlah warga di depan tenda hajatan pernikahan di Desa/Kecamatan Gucialit, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur.
Kecelakaan tersebut terjadi sekitar sepekan lalu. Insiden itu mengakibatkan dua orang meninggal dunia, sedangkan sembilan korban lainnya mengalami luka-luka setelah tertabrak truk bernomor polisi N 8187 YH.
Kanit Laka Satlantas Polres Lumajang Ipda Dendy Cucu mengatakan, penyidik masih mendalami sejumlah aspek dalam kecelakaan tersebut, termasuk kondisi dan kelayakan kendaraan yang terlibat.
Menurut Dendy, pemeriksaan kelayakan truk nantinya akan melibatkan pihak yang memiliki kompetensi di bidang tersebut. Polisi berencana meminta keterangan ahli dari Dinas Perhubungan, termasuk kemungkinan melibatkan tim pengujian kendaraan bermotor atau uji KIR.
“Untuk menentukan layak atau tidaknya kendaraan, dibutuhkan keterangan dari saksi ahli Dishub atau tim uji KIR,” kata Dendy, Rabu (23/9/2026).
Ia menjelaskan, proses penyelidikan masih berlangsung. Sejauh ini, penyidik telah meminta keterangan dari sejumlah pihak yang berkaitan dengan peristiwa tersebut.
Selain para korban, polisi juga memeriksa pemilik kendaraan serta saksi-saksi yang berada di sekitar lokasi kejadian.
Dari keterangan awal yang diperoleh penyidik, truk tersebut diduga mengalami persoalan pada mesin ketika melaju di jalan yang menurun.
Kondisi itu membuat pengemudi kesulitan mengendalikan laju kendaraan. Saat kejadian, truk disebut membawa muatan sekitar satu ton yang terdiri dari beras dan minyak.
Dendy mengatakan, berdasarkan keterangan yang diterima polisi, mesin kendaraan tiba-tiba mati ketika truk sedang melaju. Upaya untuk menghidupkan kembali mesin juga tidak berhasil.
“Dari keterangan sopir, mesinnya mati saat kendaraan melaju. Ketika dicoba distarter kembali tidak bisa,” ujarnya.
Matinya mesin tersebut diduga turut memengaruhi sistem pengereman kendaraan. Sebab, truk menggunakan sistem rem angin yang dalam kondisi tertentu bergantung pada kerja mesin dan sistem pendukungnya.
“Bisa dikatakan remnya tidak berfungsi maksimal karena mesinnya mati. Kalau mesin tetap menyala, kemungkinan pengereman masih bisa bekerja,” jelas Dendy.
Dalam kondisi kendaraan terus melaju di jalan menurun, kecepatan truk semakin sulit dikendalikan. Situasi tersebut kemudian membuat pengemudi diduga mengalami kepanikan.
Polisi masih mendalami apakah kondisi kendaraan, sistem pengereman, muatan, maupun faktor pengemudi menjadi bagian yang berkontribusi terhadap kecelakaan tersebut.
Dendy mengatakan, faktor kondisi pengemudi juga masih menjadi bagian dari penyelidikan dan belum dapat disimpulkan secara sepihak.
“Kalau kendaraan sudah melaju kencang, pengemudi bisa panik dan sulit mengendalikan kendaraan. Itu masih kami dalami,” katanya.
Karena itu, polisi tidak hanya berfokus pada keterangan pengemudi, tetapi juga akan mencocokkannya dengan hasil pemeriksaan kendaraan, keterangan saksi, kondisi lokasi kejadian, serta keterangan ahli.
Hasil pemeriksaan tersebut nantinya akan menjadi bagian penting bagi penyidik untuk mengetahui secara lebih jelas penyebab kecelakaan yang menewaskan dua orang dan melukai sembilan warga tersebut.
Polisi memastikan proses penyelidikan masih berjalan untuk mengungkap rangkaian kejadian secara utuh, termasuk memastikan kondisi kendaraan sebelum kecelakaan terjadi.


FOLLOW THE Onenewsjatim AT TWITTER TO GET THE LATEST INFORMATION OR UPDATE
Follow Onenewsjatim on Instagram to get the latest information or updates
Follow our Instagram