Lumajang, (Onenewsjatim) – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Jember bersama Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), Bank Indonesia (BI) Jember, serta Forum Komunikasi Lembaga Jasa Keuangan Daerah (FKLJKD) Jember yang beranggotakan Lembaga Jasa Keuangan di wilayah Sekarkijang menyalurkan bantuan senilai Rp531 juta dalam bentuk barang untuk masyarakat terdampak erupsi Gunung Semeru, Selasa (25/11/2025).
Bantuan tersebut diserahkan langsung kepada Sekretaris Daerah (Sekda) Lumajang, Agus Triyono, di Posko Penanganan Tanggap Bencana Erupsi Gunung Semeru di Kantor Kecamatan Pronojiwo.
Komitmen Sektor Jasa Keuangan untuk Masyarakat Lumajang
Kepala OJK Jember, Mohammad Mufid, mengatakan bahwa seluruh institusi sektor keuangan bergerak bersama untuk memberikan dukungan nyata kepada korban erupsi.
"Kami keluarga besar sektor keuangan—OJK, LPS, Bank Indonesia, dan forum komunikasi lembaga jasa keuangan—memberikan support dan bantuan kepada masyarakat korban erupsi Semeru di Lumajang," ujar Mufid.
Ia menjelaskan bahwa nilai bantuan yang diserahkan mencapai Rp 531 juta, dan proses penyaluran telah dilakukan sejak awal masa darurat.
"Alhamdulillah, ini sambil bergerak tadi Rp531 juta yang bisa kami support. Bantuan ini sudah berjalan sejak awal dan akan terus bertahap ke depan," katanya.
Selain memberikan bantuan barang, Mufid menegaskan bahwa pihaknya juga tengah memetakan dampak erupsi terhadap nasabah lembaga keuangan, khususnya yang memiliki kredit di wilayah terdampak.
"Kami menerima laporan bahwa ada satu lembaga keuangan, PNM, yang memiliki sekitar 300 nasabah terdampak. Kami meminta seluruh lembaga keuangan memetakan dampaknya agar dapat diberi dukungan, termasuk kemungkinan restrukturisasi kredit," jelasnya.
Ke depan, OJK juga mendorong penguatan literasi dan edukasi keuangan untuk mendukung UMKM dan pelaku usaha di wilayah terdampak.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BI Cabang Jember, Ahmad, menegaskan bahwa keterlibatan BI merupakan bentuk kebersamaan dan kepedulian sektor jasa keuangan terhadap masyarakat Lumajang.
"Kami dari Bank Indonesia ikut berpartisipasi mendukung penyaluran bantuan ini. Ini merupakan wujud kepedulian sekaligus bentuk bahwa sektor jasa keuangan guyub rukun membantu korban erupsi Semeru," ujar Ahmad.
Ahmad menyampaikan bahwa BI akan menyesuaikan dukungan lanjutan sesuai perkembangan situasi di lapangan.
LPS: Ingin Lebih Dekat dengan Masyarakat
Sementara itu, Fitri Rosi Sapdiana, Kepala Edukasi Humas dan Hubungan Kelembagaan HPW II LPS, menyampaikan bahwa LPS hadir untuk menyampaikan amanah pimpinan agar turut membantu meringankan beban masyarakat terdampak.
"Harapannya kami dapat membantu masyarakat yang terdampak erupsi Semeru dan semakin dekat dengan masyarakat. Selama ini LPS berkantor di Jakarta, tetapi dalam dua tahun terakhir kami membuka kantor perwakilan di Medan, Surabaya, dan Makassar," jelas Fitri.
Ia juga menegaskan peran LPS sebagai lembaga penjamin simpanan masyarakat di perbankan.
"LPS menjamin simpanan seluruh nasabah perbankan. Jadi terkait warga yang terdampak dan memiliki pinjaman, mekanisme pemulihannya kembali pada kebijakan lembaga keuangan dan OJK. LPS sendiri fokus pada penjaminan simpanan," tegasnya.
Sinergi Lembaga Keuangan untuk Pemulihan Semeru
Dengan adanya sinergi OJK, LPS, BI dan FKLJKD Jember, pemerintah daerah berharap proses pemulihan pasca-erupsi Semeru dapat berjalan lebih cepat dan efektif. Bantuan akan terus berlangsung secara bertahap menyesuaikan kebutuhan masyarakat di wilayah terdampak.(Imam)








FOLLOW THE Onenewsjatim AT TWITTER TO GET THE LATEST INFORMATION OR UPDATE
Follow Onenewsjatim on Instagram to get the latest information or updates
Follow our Instagram