-->

16/09/2026

Polres Gresik Sita 10,8 Kg Ganja yang Disembunyikan di Vespa, Hendak Dikirim ke Sulawesi Tengah


Gresik, (Onenewsjatim)–
Satresnarkoba Polres Gresik, Polda Jawa Timur, menggagalkan pengiriman narkotika jenis ganja seberat 10,858 kilogram yang disembunyikan di dalam komponen sepeda motor Piaggio Vespa.

Ganja tersebut ditemukan di sebuah gudang ekspedisi di Jalan Raya Banjarsari, Kecamatan Cerme, Kabupaten Gresik.

Wakapolres Gresik Kompol Rizki Santoso mengatakan, pengungkapan kasus tersebut bermula dari laporan karyawan ekspedisi yang mencurigai sebuah paket sepeda motor.

Laporan itu disampaikan melalui layanan Call Center 110 pada Rabu (9/9/2026).

"Berawal dari kecurigaan karyawan terhadap paket motor yang akan dikirim, lalu dilaporkan melalui Call Center 110 yang segera kami tindaklanjuti," kata Rizki saat memberikan keterangan, Rabu (16/9/2026).

Menindaklanjuti laporan tersebut, polisi melakukan pemeriksaan terhadap sepeda motor yang akan dikirim melalui jasa ekspedisi.

Saat dibongkar, petugas menemukan puluhan kantong plastik berisi batang, daun, dan biji tanaman kering yang diduga merupakan ganja.

Total terdapat 30 kantong plastik dengan berat bruto sekitar 10,858 kilogram.

"Barang bukti tersebut kini kami amankan, yaitu sebanyak 30 kantong plastik berisi tanaman kering diduga ganja dengan berat total bruto sekitar 10,858 kilogram," ujar Rizki.

Selain ganja, polisi juga mengamankan satu unit Piaggio Vespa warna cokelat tanpa nomor polisi.

Kasatresnarkoba Polres Gresik AKP Ahmad Yani menjelaskan, pelaku menggunakan sepeda motor tersebut untuk menyamarkan narkotika agar tidak mudah diketahui saat dikirim melalui ekspedisi.

Ganja disembunyikan di dalam tangki bahan bakar minyak (BBM) dan bagasi bagian depan Vespa.

Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, sepeda motor yang berisi ganja tersebut rencananya dikirim ke Provinsi Sulawesi Tengah.

Polisi telah mengantongi identitas orang yang diduga sebagai pengirim. Saat ini, yang bersangkutan telah masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).

Penyidik Satresnarkoba Polres Gresik masih melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi dan melengkapi proses penyidikan.

Sementara itu, barang bukti tanaman kering tersebut dikirim ke Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Jawa Timur untuk memastikan kandungan narkotikanya.

"Barang bukti tanaman kering kami kirim ke Laboratorium Forensik Polda Jawa Timur guna memastikan kandungannya," kata Ahmad Yani.

Apabila hasil pemeriksaan laboratorium memastikan barang tersebut merupakan ganja, penyidik akan menerapkan pasal sesuai ketentuan Undang-Undang Narkotika.

Pelaku terancam dijerat Pasal 114 ayat (2) dan Pasal 111 ayat (2) UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika juncto UU Nomor 1 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Pidana.

Dengan jumlah barang bukti yang mencapai lebih dari 1 kilogram, pelaku dapat terancam pidana berat sebagaimana ketentuan yang berlaku.

Polres Gresik mengimbau masyarakat, khususnya pelaku usaha jasa ekspedisi dan logistik, meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan penyalahgunaan layanan pengiriman untuk mengedarkan narkotika.

Polisi juga mengingatkan agar setiap paket yang dinilai mencurigakan segera dilaporkan kepada aparat kepolisian melalui layanan yang tersedia.

14/09/2026

Polda Jatim Siagakan Posko DVI di RS Bhayangkara, Antisipasi Perkembangan KM Virgo Transport 8


Surabaya, (Onenewsjatim)
– Polda Jawa Timur menyiagakan Posko Disaster Victim Identification (DVI) di Rumah Sakit Bhayangkara H. Samsoeri Mertojoso, Surabaya, untuk mendukung penanganan insiden hilang kontak KM Virgo Transport 8.

Posko tersebut disiapkan sebagai langkah antisipasi sekaligus memastikan kesiapan personel apabila sewaktu-waktu dibutuhkan dalam perkembangan operasi pencarian dan pertolongan (SAR).

Kabid Dokkes Polda Jatim Kombes Pol dr Wahono Edi Prastowo mengatakan, sekitar 20 personel disiagakan di Posko DVI. Mereka terdiri dari tim DVI, tenaga medis, dan personel pendukung.

"Posko DVI kami siagakan sebagai bagian dari kesiapan penanganan terpadu. Personel dan sarana pendukung telah disiapkan sehingga apabila sewaktu-waktu dibutuhkan, tim dapat segera melaksanakan tugas sesuai prosedur," kata Wahono, Senin (14/9/2026).

Menurut dia, penyiagaan Posko DVI bukan berarti proses pencarian telah dihentikan atau sudah ada kepastian mengenai kondisi penumpang dan kru KM Virgo Transport 8.

Polda Jatim tetap menempatkan operasi pencarian dan pertolongan sebagai prioritas utama.

Terintegrasi dengan Posko Ante Mortem

Selain Posko DVI di RS Bhayangkara, Bidokkes Polda Jatim juga telah menyiapkan Posko Ante Mortem di Terminal Gapura Surya Nusantara (GSN), Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya.

Posko tersebut menjadi tempat pendataan informasi dari keluarga penumpang yang diduga berada di dalam KM Virgo Transport 8.

Data yang dihimpun meliputi informasi identitas serta data pendukung lainnya. Seluruh informasi tersebut akan dikelola secara terkoordinasi untuk mendukung proses identifikasi apabila nantinya diperlukan.

"Data dari keluarga akan dihimpun secara terkoordinasi sebagai bagian dari kesiapan proses identifikasi. Namun, fokus utama saat ini tetap mendukung operasi pencarian dan pertolongan," ujar Wahono.

Koordinasi penanganan juga dilakukan dengan Polresta Sumenep. Kepolisian setempat telah menyiagakan tiga Posko Terpadu Tanggap Darurat, yakni di Mapolresta Sumenep, Pelabuhan Kalianget, dan Polsek Masalembu.

Posko tersebut disiapkan untuk mendukung operasi SAR, termasuk mengantisipasi kemungkinan lokasi penerimaan maupun evakuasi apabila terdapat perkembangan dalam proses pencarian.

Polda Jatim Minta Keluarga Percaya Informasi Resmi

Wahono menegaskan, penyiagaan Posko DVI merupakan bagian dari prosedur kesiapsiagaan dalam operasi kemanusiaan.

Langkah tersebut dilakukan agar seluruh unsur yang terlibat dapat bergerak cepat apabila terjadi perkembangan situasi.

"Fokus utama saat ini tetap mendukung operasi pencarian dan pertolongan. Kami berharap seluruh penumpang dan kru KM Virgo Transport 8 dapat segera ditemukan dalam kondisi selamat," katanya.

Di sisi lain, Polda Jatim memastikan koordinasi terus dilakukan bersama Basarnas, TNI, KSOP, pemerintah daerah, otoritas pelabuhan, fasilitas kesehatan, serta instansi terkait lainnya.

Kepolisian juga mengimbau masyarakat, khususnya keluarga penumpang, agar mendapatkan informasi melalui sumber resmi.

Masyarakat diminta tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi, terutama terkait jumlah maupun kondisi penumpang dan kru KM Virgo Transport 8.

Langkah tersebut dinilai penting untuk mencegah munculnya informasi keliru yang dapat menimbulkan keresahan di tengah keluarga maupun masyarakat. (Imam) 

12/09/2026

Api Karhutla Bromo Merembet ke Jemplang, Wisata Ditutup dari 4 Akses


Probolinggo, (DOC) –
Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) kembali meluas. Api membakar vegetasi kering di kawasan Savana Watangan atau yang dikenal sebagai Bukit Teletubbies.

Kondisi tersebut membuat aktivitas wisata Gunung Bromo ditutup total dari empat pintu masuk wilayah kabupaten. Penutupan dilakukan untuk memberikan ruang bagi petugas gabungan yang tengah berjibaku memadamkan kobaran api.

Video kebakaran yang beredar di media sosial memperlihatkan kobaran api di kawasan Jemplang, yang berada di perbatasan Kabupaten Malang dan Lumajang.

Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kabupaten Probolinggo, Oemar Sjarief, mengatakan kebakaran pada Sabtu (12/9/2026) terpantau berada di dua titik.

"Kebakaran sore hari ini terpantau ada di dua titik. Yang pertama di Blok Penggol Gunung Kursi Probolinggo, satunya di Jemplang masuk Kabupaten Malang," kata Oemar.

Menurutnya, api di kawasan Watangan bahkan telah mengarah ke Jemplang. Sementara kebakaran di Blok Penggol Gunung Kursi mengarah ke bagian atas kawasan.

"Untuk saat ini sedang diupayakan pemadaman oleh teman-teman gabungan. Angin yang sangat kencang menyebabkan penyebaran api sangat cepat. Medannya juga sangat sulit untuk dilakukan pemadaman," ujarnya.

Petugas gabungan kini melakukan berbagai upaya untuk membatasi pergerakan api. Salah satunya dengan membuat penyekatan agar kobaran tidak semakin meluas.

"Upaya yang dapat kami lakukan adalah penyekatan-penyekatan dan juga pemadaman baruan yang memang bisa dijangkau," jelas Oemar.

Ia menyebut upaya pemadaman dari udara juga sempat dilakukan menggunakan water bombing. Namun, operasi tersebut terkendala kondisi kabut tebal yang mengganggu faktor keselamatan penerbangan.

"Tadi pada hari ini sudah dilakukan water bombing, namun memang kabut yang sangat tebal menjadi salah satu kendala faktor keamanan bagi helikopter itu sendiri sehingga tidak bisa dilakukan," katanya.

Kencangnya angin ditambah kondisi vegetasi yang kering membuat api dengan cepat menjalar. Padahal, kobaran api sebelumnya sempat berhasil dipadamkan pada Jumat malam.

Penutupan total kawasan wisata Bromo dilakukan untuk mendukung proses pemadaman. Selain menjaga keselamatan wisatawan, langkah tersebut juga memberikan ruang bagi petugas untuk bergerak membawa logistik dan peralatan pemadaman.

Hingga kini, belum diketahui secara pasti luasan kawasan yang terbakar. Petugas gabungan masih berfokus melakukan pemadaman dan penyekatan agar api tidak menjalar ke kawasan maupun objek vital di sekitar TNBTS.

09/09/2026

Polisi Tangkap Pengedar Tembakau Sintetis di Kos Surabaya, 148,7 Gram Disita


Surabaya, (Onenewsjatim)–
Satuan Reserse Narkoba Polres Pelabuhan Tanjung Perak, Polda Jawa Timur, mengungkap peredaran narkotika jenis tembakau sintetis di sebuah kamar kos di Jalan Jojoran, Kelurahan Mojo, Kecamatan Gubeng, Surabaya.

Dalam pengungkapan tersebut, polisi menangkap seorang pria berinisial Z (26), warga Surabaya. Dari tangan tersangka, polisi menyita tembakau sintetis dengan berat bersih total 148,732 gram.

Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak AKBP Irwan Kurniawan melalui Kasat Resnarkoba Polres Pelabuhan Tanjung Perak AKP Adik Agus Putrawan mengatakan, tersangka ditangkap pada Rabu (12/8/2026) sekitar pukul 17.00 WIB.

"Petugas menangkap Z di dalam kamar kosnya setelah ditemukan narkotika jenis tembakau sintetis yang disimpan dalam tas dan siap diedarkan," kata AKP Adik, Rabu (9/9/2026).

Polisi temukan puluhan klip tembakau sintetis

Menurut Adik, polisi melakukan penggeledahan setelah menangkap tersangka di kamar kos tersebut.

Petugas kemudian menemukan sebuah tas berwarna hitam yang disimpan di dalam bufet kamar.

Di dalam tas itu terdapat 39 klip berisi tembakau sintetis dengan berat bersih sekitar 58,372 gram.

Selain itu, polisi menemukan satu plastik berukuran besar yang berisi tembakau sintetis dengan berat bersih 90,360 gram.

"Keseluruhan barang yang diamankan memiliki berat bersih kurang lebih 148,732 gram," ujar Adik.

Tersangka disebut menunggu pembeli

Adik menjelaskan, tembakau sintetis tersebut diperoleh Z dari seorang pria berinisial F yang kini masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).

Barang tersebut dititipkan kepada Z untuk dijual kembali kepada pembeli.

"Saat kita sergap, tersangka sedang menunggu pembeli di kamar kosnya," kata Adik.

Polisi menduga Z telah menjalankan aktivitas tersebut selama sekitar satu bulan sebelum akhirnya ditangkap.

Dalam sehari, tersangka disebut mampu menjual hingga tujuh klip tembakau sintetis.

Dapat upah Rp 15.000 per klip

Adik mengatakan, tembakau sintetis tersebut dijual dengan beberapa pilihan harga, yakni Rp 100.000, Rp 250.000, hingga Rp 350.000 per paket.

Namun, sebelum barang tersebut sempat terjual pada hari penangkapan, polisi lebih dulu mengamankan Z.

Atas setiap klip yang berhasil dijual, tersangka mendapat upah Rp 15.000 dari pemasok.

Selain mendapatkan uang, Z juga memperoleh tembakau sintetis secara cuma-cuma untuk digunakan sendiri.

"Selain mendapatkan upah, tersangka juga mendapatkan kesempatan menggunakan tembakau sintetis secara gratis dari pemasoknya," ujar Adik.

Saat ini, tersangka beserta barang bukti telah diamankan untuk menjalani proses hukum lebih lanjut. Polisi juga masih memburu F yang telah ditetapkan sebagai DPO.

Z disangkakan melanggar Pasal 114 ayat (1), subsider Pasal 111 ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika juncto Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Pidana.

Jaringan Uang Palsu Lintas Provinsi Dibongkar Polresta Sidoarjo, Rp 298,5 Juta Disita


Sidoarjo, (Onenewsjatim) –
Polresta Sidoarjo, membongkar jaringan peredaran uang palsu (upal) lintas provinsi.

Dalam pengungkapan tersebut, polisi menangkap tiga tersangka berinisial MS (38), DBS (33), dan ES (42).

Dari tangan para tersangka, polisi menyita uang palsu dengan total nilai mencapai Rp 298,52 juta.

Wakapolresta Sidoarjo AKBP M. Zainur Rofik mengatakan, kasus tersebut terungkap setelah polisi menerima laporan dari pemilik toko sembako di Desa Tanjungsari, Kecamatan Taman, Sidoarjo.

"Pengungkapan ini bermula dari laporan pemilik toko yang curiga setelah menerima uang yang diduga palsu dari salah satu pelaku pada Minggu (2/8/2026)," kata Rofik dalam konferensi pers, Selasa (8/9/2026).

Pelaku tepergok saat belanja

Kasus ini bermula ketika tersangka MS mencoba membelanjakan uang palsu pecahan Rp 50.000 untuk membeli kebutuhan sembako.

Aksi tersebut diketahui warga hingga MS berhasil diamankan.

Berdasarkan catatan kepolisian, MS sebelumnya juga pernah melakukan aksi serupa di toko yang sama. Saat itu, dia membeli rokok senilai sekitar Rp 700.000 menggunakan uang palsu.

Polisi kemudian melakukan pemeriksaan terhadap MS untuk mengungkap asal-usul uang palsu tersebut.

Dari hasil pemeriksaan, MS mengaku memperoleh uang palsu itu dengan cara memesan secara daring melalui media sosial Facebook.

Uang palsu tersebut dipesan dari dua tersangka lainnya, yakni DBS dan ES, yang diketahui berdomisili di Karanganyar, Jawa Tengah.

Pengiriman uang palsu dilakukan menggunakan jasa ekspedisi.

"Motif tersangka MS adalah membeli uang palsu untuk dibelanjakan kembali demi mendapatkan keuntungan. Sementara DBS dan ES berperan memproduksi uang palsu berdasarkan pesanan untuk mencari keuntungan finansial," ujar Rofik.

Polisi kembangkan kasus ke Jawa Tengah

Berbekal keterangan MS, Tim Opsnal Polresta Sidoarjo kemudian melakukan pengembangan ke wilayah Jawa Tengah.

Hasilnya, polisi berhasil menangkap DBS dan ES pada Rabu (5/8/2026) dini hari.

Dalam penangkapan tersebut, polisi menemukan uang palsu dengan total nilai mencapai Rp 298.520.000.

Tak hanya uang palsu, petugas juga mengamankan sejumlah peralatan yang diduga digunakan untuk memproduksi uang palsu.

Barang bukti tersebut antara lain mesin printer, alat pres, tinta, bahan kertas, serta hologram.

Polisi masih melakukan pendalaman untuk mengungkap jaringan peredaran uang palsu tersebut, termasuk kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat.

Atas perbuatannya, ketiga tersangka dijerat dengan Pasal 374 dan Pasal 375 ayat (1) dan ayat (2) UU RI Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP terkait pemalsuan, penyimpanan, dan pengedaran uang palsu.

Ketiganya terancam hukuman pidana penjara.(red) 



06/09/2026

Dojo Dvija Fighting Club Lumajang Raih 4 Medali di Kejurda Ju-Jitsu Piala Gubernur Jatim 2026


Gresik, (Onenewsjatim) –
Prestasi membanggakan ditorehkan Dojo Dvija Fighting Club asal Kabupaten Lumajang dalam ajang Kejuaraan Daerah/Kejuaraan Provinsi (Kejurda/Kejurprov) Ju-Jitsu Piala Gubernur Jawa Timur 2026.

Kejuaraan tersebut berlangsung di Wahana Ekspresi Poesponegoro (WEP), Kabupaten Gresik, pada 29–30 Agustus 2026.

Dalam kejuaraan tingkat Provinsi Jawa Timur tersebut, Dojo Dvija Fighting Club mengirimkan tiga atlet. Meski dengan jumlah atlet yang terbatas, mereka mampu menunjukkan performa kompetitif dengan meraih total empat medali.

Keempat medali tersebut terdiri dari satu medali emas dan tiga medali perunggu.

Medali emas diraih Amelia Candra Dewi setelah menjadi juara pertama Fighting System Putri U21 kelas -48 kilogram.

Sementara itu, tiga medali perunggu masing-masing diraih Eristia Fatmawati pada kategori Fighting System Putri 21+ kelas -57 kilogram, Aulia Fitri Indana Zulva pada Fighting System Putri U18 kelas +63 kilogram, serta Kurniawan Adi Wijaya yang meraih juara ketiga kategori Antar Master Sabuk Hitam kelas A.

Pelatih Ju-Jitsu Dojo Dvija Fighting Club  Lumajang Kurniawan Adi Wijaya mengatakan, capaian tersebut menjadi hasil positif dari proses latihan yang selama ini dijalani para atlet.

Menurut dia, keberhasilan para atlet tidak hanya ditentukan saat pertandingan, tetapi juga melalui kedisiplinan dan konsistensi dalam menjalani latihan.

“Alhamdulillah, kami bersyukur atas hasil yang diraih para atlet. Dengan tiga atlet yang kami kirim, semuanya berhasil membawa pulang medali,” ujar Kurniawan

Ia mengatakan, persaingan dalam Kejurda/Kejurprov Ju-Jitsu Piala Gubernur Jawa Timur 2026 cukup ketat karena mempertemukan atlet-atlet dari berbagai daerah di Jawa Timur.

Karena itu, raihan empat medali tersebut dinilai menjadi motivasi bagi Dojo Dvija Fighting Club untuk terus meningkatkan kualitas atlet, terutama menghadapi kejuaraan-kejuaraan berikutnya.

“Masih banyak yang harus dievaluasi, baik dari teknik, fisik maupun mental bertanding. Hasil ini akan menjadi bahan bagi kami untuk memperbaiki kekurangan dan meningkatkan prestasi ke depan,” katanya.

Ia berharap prestasi tersebut dapat menjadi pemacu semangat bagi para atlet muda di Lumajang untuk menekuni olahraga Ju-Jitsu secara serius.

Selain itu, dukungan dari berbagai pihak juga dinilai penting agar pembinaan atlet Ju-Jitsu di Kabupaten Lumajang dapat terus berkembang.

“Harapan kami, prestasi ini bisa menjadi motivasi bagi atlet-atlet lainnya. Kami ingin pembinaan di Dojo Dvija Fighting Club terus berjalan dan mampu melahirkan atlet berprestasi yang dapat membawa nama baik Lumajang,” pungkas Kurniawan

Adapun daftar atlet Dojo Dvija Fighting Club Lumajang yang meraih medali dalam Kejurda/Kejurprov Ju-Jitsu Piala Gubernur Jawa Timur 2026 yakni:

1.. Amelia Candra Dewi – Juara 1 Fighting System Putri U21 kelas -48 Kg.

2. Eristia Fatmawati – Juara 3 Fighting System Putri 21+ kelas -57 Kg.

3. Aulia Fitri Indana Zulva – Juara 3 Fighting System Putri U18 kelas +63 Kg.

4. Kurniawan Adi Wijaya – Juara 3 Antar Master Sabuk Hitam kelas A. (Nur) 

02/09/2026

600 Hektare Hutan TNBTS Terbakar, Polisi: Belum Ditemukan Dugaan Pembakaran

Kapolres Lumajang AKBP Riki Yariandi saat di konfirmasi

Lumajang, (Onenewsjatim)
– Kepolisian Resor (Polres) Lumajang masih menyelidiki penyebab kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan lereng Gunung Semeru, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur.

Kebakaran yang terjadi di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) tersebut mulai terpantau pada Rabu (26/8/2026).

Titik awal kebakaran dilaporkan muncul di Blok Gunung Kembar, Desa Ranupani, Kecamatan Senduro.

Hingga memasuki hari kedelapan, kebakaran telah menghanguskan sekitar 600 hektare kawasan hutan TNBTS di wilayah Lumajang.

Kapolres Lumajang AKBP Riki Yariandi mengatakan, pihaknya masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab munculnya api.

Penyelidikan tersebut dilakukan untuk memastikan apakah kebakaran terjadi akibat kelalaian manusia atau terdapat unsur kesengajaan.

"Kami sudah melakukan beberapa tahapan penyelidikan untuk melihat apakah ada human error atau ada pelaku pembakaran," kata Riki di Mapolres Lumajang, Rabu (2/9/2026).

Menurut Riki, penyelidikan juga mendapat dukungan dari Polda Jawa Timur.

Namun, proses penyelidikan menghadapi kendala karena lokasi kebakaran berada di kawasan jalur pendakian menuju Ranu Kumbolo yang memiliki medan cukup sulit dijangkau.

"Dari mulai pos 1, 2, 3, 4 dan 5 di jalur pendakian Ranu Kumbolo, kami hanya bisa memantau dari bawah," ujarnya.

Polres Lumajang sebelumnya juga sempat berupaya melakukan pendakian dengan melibatkan personel Satuan Samapta untuk melihat langsung kondisi di lokasi.

Namun, hingga saat ini petugas belum menemukan indikasi yang mengarah pada dugaan tindak pidana pembakaran hutan.

"Kami sempat juga melakukan pendakian bersama Samapta, tapi sampai saat ini belum ditemukan dugaan tindak pidana pembakaran," kata Riki.

Meski demikian, penyelidikan akan terus dilakukan. Setelah seluruh titik api berhasil dipadamkan, polisi akan melakukan pemeriksaan lebih mendalam di lokasi.

Riki mengatakan, pemeriksaan nantinya akan melibatkan Laboratorium Forensik (Labfor) bersama tim Indonesia Automatic Fingerprint Identification System (Inafis).

"Biasanya nanti dilakukan Labfor bersama Inafis di titik yang diduga rawan adanya human error atau tindak pidana pembakaran. Tapi sampai saat ini masih belum, kami masih melakukan upaya pemadaman," jelasnya.

Api Mulai Mereda

Sementara itu, Riki menyebut kondisi kebakaran di wilayah Senduro mulai berangsur mereda.

Sejumlah titik api masih ditemukan, tetapi berdasarkan pemantauan petugas, pergerakan api cenderung mengarah ke wilayah Kabupaten Malang.

"Alhamdulillah masih aman. Memang ada beberapa titik api, tapi saya lihat mengarah ke Kabupaten Malang. Untuk wilayah Senduro sendiri perlahan-lahan api mulai padam. Mohon doanya," ungkapnya.

Untuk mendukung proses pemadaman dan penanganan karhutla, Polres Lumajang mengerahkan sekitar 50 personel.

Personel tersebut diperkuat anggota Polsek Senduro  bersama petugas gabungan untuk membantu upaya pemadaman, pemantauan, serta pengamanan kawasan terdampak.

Karhutla Semeru Berdampak pada Satwa Liar, TNBTS Temukan Kijang dan Teledu Mati


Lumajang, (Onenewsjatim)-
Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di lereng Gunung Semeru, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, berdampak terhadap satwa liar. 

Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB-TNBTS) menemukan dua satwa mati di kawasan terdampak kebakaran.

Kabag TU BB-TNBTS Bambang Suriyono mengatakan dua satwa yang ditemukan mati tersebut yakni kijang dan teledu. Keduanya ditemukan di sekitar Pos 2 dan kawasan Ranu Kumbolo.

"Di situ ada satwa yang mati satu jenis teledu satu ekor. Kemudian tengkorak satwa kijang, belum dipastikan apakah dampak kebakaran atau sudah lama mati," kata Bambang di Lumajang, Rabu (1/9/2026).

Untuk satwa kijang, petugas hanya menemukan bagian tengkorak atau kerangkanya. Karena itu, BB-TNBTS belum dapat memastikan apakah kematian kijang tersebut disebabkan langsung oleh kebakaran.

Sementara itu, petugas menemukan satu ekor teledu dalam kondisi mati di kawasan yang terdampak karhutla

Selain menemukan satwa mati, petugas juga mendapati jejak keberadaan macan tutul di kawasan terdampak kebakaran. Bambang menduga macan tutul tersebut masih hidup dan telah berpindah ke lokasi lain yang lebih aman.

"Ada juga jejak macan tutul yang ini kemungkinan masih hidup dan kemungkinan besar dia bermigrasi ke tempat lain yang lebih aman," ujarnya.

Karhutla Meluas di Lereng Semeru

Bambang mengatakan kebakaran saat ini meluas ke sejumlah titik di kawasan TNBTS. Beberapa di antaranya Pos 1, Pos 2, Watu Rejeng, Sentong, hingga Gunung Kepolo.

"Untuk titik kebakaran saat ini ada di Pos 1, Pos 2, Watu Rejeng, Sentong, Gunung Kepolo dan ada satu titik yang merembet ke Ngadas, Kabupaten Malang," kata Bambang.

Diketahui, Kebakaran hutan tersebut mulai terjadi sejak Rabu (26/8/2026). Titik api pertama kali diketahui muncul dari Blok Gunung Kembang, Desa Ranupani, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang.

Lokasi tersebut berada di jalur pendakian Gunung Semeru. Api kemudian dilaporkan masih membara di sejumlah kawasan, termasuk Blok Ayak-Ayak, Kalimati, Gunung Kolong hingga pertigaan Trisula di wilayah Kabupaten Malang.

Luas lahan hutan yang terbakar diperkirakan telah mencapai sekitar 600 hektare. 

Namun, angka tersebut masih fluktuatif dan diperkirakan dapat bertambah karena api hingga kini belum sepenuhnya berhasil dipadamkan.

© Copyright 2024 Onenewsjatim | All Right Reserved