-->

23/05/2026

264 Kasus Jantung Bawaan Anak di Lumajang, Belum Ada Dokter Spesialis


Lumajang, (Onenewsjatim) –
Kebutuhan layanan kesehatan jantung anak di Kabupaten Lumajang masih menjadi pekerjaan rumah besar. 

Hingga kini, seluruh rumah sakit di wilayah tersebut belum memiliki dokter spesialis jantung anak, sehingga banyak pasien harus dirujuk ke luar daerah untuk mendapatkan penanganan medis.

Kondisi itu diungkapkan Bupati Lumajang saat menghadiri kegiatan bakti sosial layanan jantung anak yang digelar Yayasan Adventure Makelar Surga (AMS), Sabtu (23/5/2026).

Menurut perempuan yang akrab disapa Bunda Indah itu, keterbatasan tenaga dokter spesialis membuat pemerintah daerah harus mencari langkah strategis agar pelayanan kesehatan anak, khususnya penderita kelainan jantung bawaan, bisa lebih mudah diakses masyarakat.

“Mahasiswa-mahasiswa yang sedang menjalani PPDS nanti akan kami upayakan bisa bekerja sama dengan RSUD dr Haryoto Lumajang, terutama untuk spesialis yang saat ini belum kami miliki, khususnya dokter spesialis jantung anak,” ujar Bunda Indah.

Pemkab Lumajang, lanjutnya, kini mulai menjajaki kerja sama dengan Universitas Airlangga sebagai salah satu institusi pendidikan kedokteran yang memiliki program pendidikan dokter spesialis.

Ia menegaskan, apabila kerja sama tersebut telah terealisasi, pemerintah daerah siap melengkapi kebutuhan sarana penunjang pelayanan medis.

“Kalau kerja sama ini sudah clear, alat-alat pendukungnya juga akan kami siapkan dan lengkapi,” katanya.

Selama ini, pasien anak penderita jantung bawaan asal Lumajang banyak menjalani pengobatan di Surabaya hingga Jakarta. Untuk membantu keluarga pasien, Pemkab Lumajang telah menyediakan rumah singgah di Surabaya yang dapat dimanfaatkan warga selama proses pengobatan berlangsung.

“Sekarang sudah cukup banyak masyarakat yang memanfaatkan rumah singgah itu. Bahkan kami juga sedang mencari lokasi rumah singgah di Malang yang dekat dengan RSSA,” jelasnya.

Bunda Indah menilai, penanganan kasus jantung bawaan pada anak tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah semata. Dibutuhkan kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk lembaga sosial dan rumah sakit.

“Saya pikir pemerintah tidak bisa bekerja sendiri karena jumlahnya cukup banyak. Jadi memang perlu kolaborasi untuk membantu anak-anak yang terindikasi kelainan jantung agar bisa segera mendapat penanganan,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua Yayasan AMS Lumajang mengungkapkan, saat ini pihaknya telah mendata sedikitnya 264 anak penderita kelainan jantung bawaan di Lumajang. Dari jumlah itu, terdapat 41 kasus baru yang baru teridentifikasi.

“Ada 264 anak yang sudah terdata di kami. Sedangkan kasus baru ada 41 anak. Data itu kami peroleh dari rekomendasi dokter anak, kemudian kami tindak lanjuti dan validasi,” ungkap dr Niken.

Ia menjelaskan, proses validasi dilakukan bersama tim medis dari RS Siti Khodijah Sidoarjo yang aktif melakukan penjangkauan pemeriksaan pasien dari daerah.

Menurutnya, hampir setiap minggu pihaknya harus mendampingi pasien asal Lumajang ke rumah sakit tersebut untuk memastikan kondisi kesehatan anak-anak yang diduga mengalami kelainan jantung bawaan.

“Sekarang RS Siti Khodijah sudah jemput bola, jadi sangat membantu kami. Dalam satu kali keberangkatan biasanya ada tiga pasien dari Lumajang yang menjalani pemeriksaan,” paparnya.

Meski demikian, dr Niken menilai jumlah penderita sebenarnya diperkirakan lebih banyak dari data yang ada saat ini. Sebab, masih ada orang tua pasien yang memilih menolak pengobatan karena takut anaknya menjalani operasi.

“Sebetulnya masih banyak yang belum terdata. Ada orang tua yang takut anaknya dioperasi sehingga memilih tidak melanjutkan pengobatan,” pungkasnya.(Imam)

11/05/2026

Kasus DBD di Lumajang Didominasi Usia Produktif, Satu Orang Meninggal


Lumajang, (Onenewsjatim)
– Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Kabupaten Lumajang mencatat sebanyak 79 kasus demam berdarah dengue (DBD) selama Januari hingga April 2026. Dari jumlah tersebut, satu pasien dilaporkan meninggal dunia.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes P2KB Lumajang, Marshall mengatakan, kasus DBD tertinggi terjadi pada Januari 2026 dengan total 34 kasus.

“Kasus DBD dari Januari sampai April 2026 total 79 kasus,” ujar Marshall melalui pesan singkat WhatsApp, Senin (11/5/2026).

Ia menjelaskan, pada Februari jumlah kasus turun menjadi 13 kasus, kemudian kembali turun pada Maret sebanyak sembilan kasus. Namun pada April kasus kembali meningkat menjadi 23 orang.

“Januari 34 kasus, Februari 13 kasus, Maret sembilan kasus dan April 23 kasus,” katanya.

Marshall mengungkapkan, dari 23 kasus yang ditemukan pada April, satu pasien meninggal dunia akibat mengalami syok berat karena DBD.

“Jadi dari 23 kasus bulan April, satu di antaranya meninggal dunia. Benar, kondisinya sampai terjadi syok akibat DBD,” ungkapnya.

Menurutnya, penyakit DBD sulit diprediksi karena dapat berkembang cepat dan menyebabkan kondisi syok yang membahayakan nyawa pasien.

“Tergantung dari kondisi kekebalan pasien dan tingkat virulensi virus DBD-nya,” jelas Marshall.

Kasus DBD di Lumajang menyerang berbagai kelompok usia, mulai balita hingga dewasa. Rinciannya, usia 1-4 tahun satu kasus, usia 5-14 tahun enam kasus, usia 15-44 tahun sebanyak 11 kasus, dan usia di atas 44 tahun lima kasus.

Marshall mengimbau masyarakat segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami demam selama tiga hari atau muncul gejala berat seperti nyeri perut dan muntah.

“Atau belum tiga hari demam tapi disertai tambahan gejala yang berat seperti nyeri perut muntah, segera periksa ke fasyankes tanpa harus menunggu tiga hari,” bebernya.

Ia menambahkan, gejala DBD umumnya berupa demam yang disertai nyeri otot dan sendi, bahkan dapat memicu perdarahan ringan seperti mimisan dan gusi berdarah.

Sementara malaria memiliki pola demam periodik dan biasanya berkaitan dengan riwayat aktivitas di wilayah endemis malaria seperti Papua dan Kalimantan.

“Tergantung jenis malarianya. Dan malaria lebih mudah diketahui apabila pasien ada riwayat pernah berada atau bekerja di daerah endemis malaria,” pungkasnya. (Imam)

06/05/2026

Cegah Gangguan Kesehatan, Santri di Wonokerto Jalani Pemeriksaan Medis


Lumajang, (Onenewsjatim)-
Wujud kepedulian terhadap kesehatan generasi muda terus ditunjukkan aparat kewilayahan. Babinsa Wonokerto Koramil 0821-04/Gucialit, Serma Sugianto, melaksanakan pendampingan kegiatan pengecekan kesehatan bagi para santri di Pondok Pesantren Darul Muhajirin, Dusun Wonorejo, Desa Wonokerto, Kecamatan Gucialit, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Rabu (6/5/2026).

Kegiatan tersebut melibatkan tenaga kesehatan dari Puskesmas Gucialit dan bidan desa setempat sebagai upaya memastikan kondisi kesehatan para santri tetap terjaga. Tercatat sebanyak 109 santri mengikuti pemeriksaan, terdiri dari 52 santri putra dan 57 santri putri.

Dalam pelaksanaannya, para santri menjalani serangkaian pemeriksaan dasar, mulai dari pengecekan kondisi fisik, tekanan darah, hingga konsultasi kesehatan. Pendampingan Babinsa dilakukan guna memastikan kegiatan berjalan tertib, lancar, serta memberikan rasa aman dan nyaman bagi para santri.

Dalam kesempatan itu, Serma Sugianto menyampaikan bahwa keterlibatan Babinsa dalam kegiatan tersebut merupakan bentuk dukungan terhadap program kesehatan masyarakat, khususnya di lingkungan pendidikan keagamaan.


“Kami hadir untuk mendampingi dan memastikan kegiatan berjalan dengan baik. Kesehatan santri sangat penting karena mereka merupakan generasi penerus yang harus dijaga sejak dini,” ucap dia.


Pimpinan Pondok Pesantren Darul Muhajirin Wonokerto, Ustadz Samsul Muarif, S.Pd.I., menyampaikan apresiasi dan perhatian pemerintah terhadap kesehatan masyarakat, termasuk para santri di lingkungan pesantren. Melalui peran aktif Puskesmas Gucialit yang rutin melakukan pemeriksaan kesehatan, kami merasakan langsung manfaatnya, terutama dalam mendeteksi kondisi kesehatan santri sejak dini.


“Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut secara berkala, sehingga sinergi antara pemerintah, tenaga kesehatan, dan pondok pesantren semakin kuat dalam mewujudkan masyarakat yang sehat dan berkualitas,” ujarnya.

Sementara itu, Bidan Desa Wonokerto, Iis Erina, A.Md. Keb., bersama tenaga kesehatan dari Puskesmas Gucialit, Agustian Hermono, A.Md.Kep., menjelaskan bahwa pemeriksaan kesehatan rutin sangat penting untuk mencegah serta mendeteksi dini potensi gangguan kesehatan di lingkungan pondok pesantren.

Melalui kegiatan tersebut, diharapkan para santri dapat terus menjaga kesehatan, sehingga proses belajar dan pembinaan di Pondok Pesantren Darul Muhajirin dapat berjalan optimal, serta tercipta lingkungan yang sehat dan produktif. (Pendim0821)

02/05/2026

Posyandu Gerbangmas Melati Dipadati Balita, Babinsa Turut Dampingi Imunisasi


Lumajang, (Onenewsjatim)-
Wujud kepedulian terhadap kesehatan masyarakat, Babinsa Rowokangkung Koramil 0821-16/Rowokangkung, Sertu Suwardi, dengan melaksanakan pendampingan kegiatan imunisasi balita di Posyandu Gerbangmas Melati, Dusun Krajan Timur RT 003 RW 002, Desa Rowokangkung, Kecamatan Rowokangkung, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, pada Sabtu (2/5/2026).

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya peningkatan pelayanan kesehatan dasar bagi balita, sekaligus langkah preventif untuk mencegah penyakit yang dapat mengganggu tumbuh kembang anak sejak dini.

Dalam pelaksanaannya, kegiatan imunisasi dipimpin oleh Bidan Desa Rowokangkung, Yeni Andriani, S.ST, dengan jumlah peserta yang hadir sebanyak 30 balita dari wilayah sekitar.

Sertu Suwardi mengatakan bahwa pendampingan ini merupakan bentuk dukungan TNI, khususnya Babinsa, dalam membantu kelancaran pelayanan kesehatan masyarakat, serta memperkuat sinergi bersama tenaga kesehatan dan perangkat desa.

“Kegiatan Posyandu seperti ini sangat penting untuk memastikan balita mendapatkan imunisasi lengkap, sehingga dapat tumbuh sehat dan terhindar dari berbagai penyakit,” ujar Sertu Suwardi di sela kegiatan.

Selain membantu pengamanan dan kelancaran jalannya pelayanan, Babinsa juga turut memberikan imbauan kepada para orang tua agar rutin membawa anak-anak mereka mengikuti kegiatan Posyandu, baik imunisasi maupun pemeriksaan kesehatan lainnya.

Sementara itu, Bidan Desa Yeni Andriani, S.ST menyampaikan bahwa kegiatan imunisasi yang dilakukan bertujuan untuk meningkatkan daya tahan tubuh balita, sekaligus memastikan cakupan imunisasi di wilayah Desa Rowokangkung tetap optimal.

“Kami mengajak para orang tua untuk terus aktif datang ke Posyandu, karena imunisasi merupakan salah satu langkah penting untuk mencegah penyakit menular yang berbahaya bagi anak,” jelasnya.

Kegiatan imunisasi berlangsung dengan tertib dan lancar, disambut antusias oleh para ibu yang membawa balitanya. Kehadiran Babinsa di tengah masyarakat menjadi motivasi tersendiri, sekaligus menunjukkan komitmen TNI dalam mendukung program kesehatan pemerintah.

Dengan adanya pendampingan tersebut, diharapkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya imunisasi dan pemantauan kesehatan balita semakin meningkat, sehingga dapat menciptakan generasi yang sehat, kuat, dan berkualitas di masa depan. (Pendim0821)

16/03/2026

Stok Darah O di Lumajang Menipis Jelang Idulfitri, PMI Ajak Warga Segera Donor


Lumajang (Onenewsjatim)
– Persediaan darah golongan O di Kabupaten Lumajang dilaporkan menipis menjelang Hari Raya Idulfitri 2026. Saat ini stok darah O di Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Lumajang hanya tersisa sekitar 52 kantong, jauh di bawah standar stok aman yang seharusnya mencapai 100 hingga 120 kantong.

Kabag Humas dan Pelayanan PMI Lumajang, Trio Abdul Wahab, mengatakan penurunan stok tersebut dipicu meningkatnya kebutuhan darah dari sejumlah rumah sakit dalam beberapa waktu terakhir.

“Untuk stok saat ini, golongan darah A ada 80 kantong, golongan B 120 kantong, golongan AB 40 kantong, sedangkan golongan darah O tinggal 52 kantong. Padahal standar stok aman untuk golongan darah O minimal sekitar 100 kantong,” ujarnya.

Menurut Trio, PMI Lumajang sebenarnya telah mengantisipasi kebutuhan darah menjelang Lebaran sejak sebelum memasuki bulan Ramadan. Namun lonjakan permintaan dari rumah sakit membuat stok darah O mengalami penurunan cukup signifikan.

“Memang ada peningkatan kebutuhan dari rumah sakit, khususnya untuk golongan darah O. Di sisi lain, kebutuhan darah yang paling banyak memang golongan O, meskipun jumlah pendonornya juga paling banyak,” jelasnya.

Ia mengingatkan bahwa kondisi tersebut berpotensi mengganggu pelayanan pasien di rumah sakit apabila stok darah tidak segera ditambah.

“Kalau kita tidak terus mengupayakan penambahan stok, tentu akan sangat mengganggu pelayanan. Karena ketika ada pasien yang membutuhkan, darahnya tidak tersedia,” katanya.

Untuk mengatasi kondisi tersebut, PMI Lumajang melakukan berbagai langkah, salah satunya dengan memanfaatkan database pendonor melalui sistem SIM Donor yang dimiliki PMI.

Melalui sistem tersebut, PMI secara otomatis mengirimkan pesan melalui WhatsApp kepada para pendonor yang sudah waktunya kembali mendonorkan darahnya, terutama bagi pendonor dengan golongan darah O.

“Kami memiliki database pendonor di seluruh Lumajang. Dari sistem itu secara otomatis akan mengirimkan informasi melalui WhatsApp bahwa stok darah O dalam kondisi kritis, sehingga kami mengimbau pendonor yang sudah waktunya donor untuk segera melakukan donor darah,” jelas Trio.

Selain itu, PMI Lumajang juga menambah pelayanan dan fasilitas bagi para pendonor selama Ramadan sebagai bentuk apresiasi.

“Untuk edisi Ramadan, kami menambah servis donor serta souvenir bagi pendonor. Biasanya pendonor mendapatkan susu, biskuit, roti, dan air mineral. Pada Ramadan ini ada tambahan sebagai bentuk apresiasi kepada para pendonor,” ujarnya.

PMI juga menyiapkan kegiatan donor darah melalui mobil unit di sejumlah titik keramaian, seperti masjid, kecamatan, maupun lokasi kegiatan masyarakat.

“Kami juga menambah kegiatan mobil unit donor darah di masjid, kecamatan, atau tempat keramaian. Biasanya kegiatan ini dilakukan setelah salat tarawih atau setelah buka puasa,” tambahnya.

PMI Lumajang berharap masyarakat, khususnya yang memiliki golongan darah O, dapat berpartisipasi aktif dalam kegiatan donor darah agar kebutuhan darah bagi pasien di rumah sakit tetap terpenuhi selama Ramadan hingga Idulfitri.(Fat)

12/02/2026

Babinsa Tukum Dampingi Kegiatan Posyandu Balita dan Lansia di Dusun Pandanwangi


Lumajang, (Onenewsjatim)
– Bintara Pembina Desa (Babinsa) Desa Tukum, Koramil 0821-15/Tekung, Serda Haeruddin melaksanakan pendampingan kegiatan Posyandu Manggis bagi balita dan lansia di Dusun Pandanwangi, Desa Tukum, Kabupaten Lumajang, Kamis (12/6/2026).

Kegiatan posyandu tersebut diikuti oleh puluhan balita dan warga lanjut usia yang datang untuk memeriksakan kondisi kesehatan mereka secara rutin. Petugas kesehatan dibantu para kader posyandu tampak melakukan penimbangan, pengukuran tinggi badan, pemeriksaan tekanan darah, serta pemberian vitamin dan makanan tambahan bagi peserta.

Kehadiran Babinsa dalam kegiatan tersebut merupakan bentuk dukungan TNI terhadap program kesehatan masyarakat, khususnya dalam upaya meningkatkan kualitas kesehatan balita dan lansia di wilayah binaan.

Serda Haeruddin mengatakan, pendampingan yang dilakukan merupakan bagian dari tugas pembinaan teritorial Babinsa untuk selalu hadir dan membantu setiap kegiatan masyarakat, termasuk di bidang kesehatan.

“Kegiatan posyandu ini sangat penting untuk memantau tumbuh kembang balita serta kondisi kesehatan para lansia. Kami sebagai Babinsa selalu siap mendukung dan mendampingi agar kegiatan berjalan tertib, aman, dan lancar,” ujarnya.

Ia menambahkan, posyandu juga berperan besar dalam memberikan edukasi kepada masyarakat terkait pola hidup sehat, gizi seimbang, serta pencegahan penyakit sejak dini.

“Melalui posyandu, para orang tua bisa mengetahui perkembangan anaknya, sementara lansia dapat memeriksakan kesehatannya secara rutin. Ini sangat membantu dalam upaya pencegahan penyakit dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat,” kata Haeruddin.

Selain melakukan pendampingan, Babinsa juga turut berinteraksi dengan warga, memberikan motivasi kepada para orang tua agar rutin membawa anaknya ke posyandu, serta mengajak masyarakat menjaga kebersihan lingkungan.

Sementara itu, salah satu kader posyandu setempat mengapresiasi kehadiran Babinsa yang dinilai selalu aktif mendukung kegiatan di desa.

“Kami merasa terbantu dengan kehadiran Babinsa. Selain membantu kelancaran kegiatan, beliau juga sering memberikan semangat kepada warga untuk aktif datang ke posyandu,” ungkapnya.

Dengan adanya sinergi antara tenaga kesehatan, kader posyandu, aparat desa, dan Babinsa, diharapkan pelayanan kesehatan di tingkat desa dapat berjalan optimal serta mampu menekan angka stunting dan penyakit pada lansia.

Kegiatan berlangsung dengan tertib dan lancar, serta mendapat sambutan positif dari masyarakat yang berharap kegiatan posyandu terus berjalan rutin sebagai sarana pelayanan kesehatan dasar di lingkungan mereka.

Penulis: Imam 

Editor: Redaksi

26/01/2026

Babinsa Oro Oro Ombo Dampingi Posyandu Harapan Jaya, Perkuat Layanan Kesehatan Warga


Lumajang, (Onenewsjatim)-
Babinsa Oro Oro Ombo Koramil 0821-14/Pronojiwo, Serda Yayat Sugiat, melakukan pendampingan kegiatan Posyandu Harapan Jaya di Dusun Kampung Renteng RT 002 RW 005, Desa Oro Oro Ombo, Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Senin (26/1/2026).

Pendampingan dilakukan sebagai wujud komitmen TNI AD dalam mendukung peningkatan kualitas kesehatan masyarakat di wilayah binaan. Kehadiran Babinsa juga bertujuan memastikan kegiatan Posyandu berjalan tertib, aman, dan lancar.

Kegiatan Posyandu meliputi pelayanan kesehatan ibu dan anak, penimbangan balita, imunisasi, serta pemberian vitamin guna menunjang tumbuh kembang anak secara optimal. 

Babinsa turut memberikan dukungan moril kepada tenaga kesehatan dan kader Posyandu yang menjadi garda terdepan pelayanan kesehatan di tingkat desa.

Serda Yayat mengatakan, pendampingan Posyandu merupakan bagian dari tugas pembinaan teritorial Babinsa dalam mendukung program pemerintah di bidang kesehatan.

“Sebagai aparat kewilayahan, kami siap membantu dan mendampingi kegiatan masyarakat, termasuk Posyandu, agar benar-benar memberikan manfaat bagi warga,” kata Serda Yayat.

Sementara itu, Bidan Desa Oro Oro Ombo, Ari Peristiwana, A.Md.Keb., menjelaskan bahwa Posyandu memiliki peran strategis dalam menjaga kesehatan ibu hamil, balita, dan lansia. 

Pelayanan rutin seperti penimbangan, imunisasi, pemberian vitamin, serta edukasi kesehatan menjadi upaya pencegahan stunting dan deteksi dini gangguan kesehatan.

“Posyandu menjadi sarana penting pemantauan tumbuh kembang anak dan edukasi pola hidup sehat bagi masyarakat,” ujarnya.

Ketua Tim Penggerak PKK Desa Oro Oro Ombo, Ny. Suwarno, menegaskan komitmen pihaknya dalam mendukung keberlangsungan Posyandu sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan di desa.

“Melalui Posyandu, kami terus mendorong kesadaran masyarakat, khususnya para ibu dan lansia, agar rutin memeriksakan kesehatan. Ini sejalan dengan upaya mewujudkan masyarakat yang sehat dan sejahtera,” kata Ny. Suwarno.

Melalui pendampingan tersebut, diharapkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kesehatan ibu, balita, dan lansia semakin meningkat, sekaligus memperkuat sinergi antara TNI dan masyarakat dalam mendukung program Indonesia Sehat.(Pendim 0821)


15/01/2026

Perkuat Nilai Kemanusiaan, Babinsa Kunir Kidul Dampingi Kegiatan Donor Darah


Lumajang, (Onenewsjatim)-
Wujud nyata kepedulian terhadap kemanusiaan kembali ditunjukkan oleh Babinsa Kunir Kidul Koramil 0821-13/Kunir, Serda Eko Susanto, dengan turut serta mendampingi dan berpartisipasi dalam kegiatan donor darah yang digelar di Balai Desa Kunir Kidul, Kecamatan Kunir, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Kamis (15/1/2026).

Kegiatan sosial tersebut merupakan hasil sinergi antara Pemerintah Desa Kunir Kidul, Palang Merah Indonesia (PMI), serta dukungan aktif TNI melalui peran Babinsa di wilayah binaan. Antusiasme warga terlihat tinggi sejak pagi hari, mencerminkan kesadaran kolektif masyarakat akan pentingnya donor darah sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama.

Babinsa Kunir Kidul, Serda Eko Susanto, menyampaikan bahwa kehadirannya dalam kegiatan tersebut merupakan bagian dari tugas pembinaan teritorial sekaligus upaya mempererat hubungan antara TNI dan masyarakat. 

Menurutnya, kegiatan donor darah tidak hanya bernilai kemanusiaan, tetapi juga menjadi sarana memperkuat kebersamaan dan solidaritas sosial di tengah masyarakat.

“Kami selalu siap mendukung kegiatan positif di wilayah binaan, terlebih yang berkaitan dengan kemanusiaan. Donor darah ini sangat bermanfaat dan semoga dapat membantu masyarakat yang membutuhkan,” ungkap dia.

Kepala Desa Kunir Kidul, Drajat Ali Fatoni, menjelaskan partisipasi masyarakat dalam kegiatan donor darah tersebut menjadi cerminan kepedulian sosial warga yang terus tumbuh dan terjaga. 

Ia menuturkan bahwa warga dari berbagai kalangan secara sukarela hadir dan mengikuti seluruh tahapan donor darah dengan penuh kesadaran dan semangat kebersamaan.

“Alhamdulillah, partisipasi masyarakat sangat baik. Warga datang dengan kesadaran sendiri untuk mendonorkan darahnya demi membantu sesama. Ini menunjukkan bahwa rasa empati dan kepedulian sosial masyarakat Kunir Kidul semakin kuat,” ujarnya.

Melalui kegiatan donor darah, diharapkan semangat gotong royong dan kepedulian sosial masyarakat Desa Kunir Kidul terus terjaga. Kehadiran Babinsa di tengah-tengah warga tidak hanya memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat, tetapi juga menjadi teladan dalam menumbuhkan nilai-nilai kemanusiaan dan kebersamaan. (Pendim0821)

10/01/2026

Sekitar 30 Balita Ikuti Posyandu Pelangi, Babinsa Beri Pendampingan Penuh


Lumajang, (Onenewsjatim)-
Wujud nyata kepedulian TNI terhadap peningkatan kualitas kesehatan masyarakat, Babinsa Kutorenon Koramil 0821-02/Sukodono, Serda Muhammad Yani, yang melaksanakan pendampingan pelayanan kesehatan di Posyandu Pelangi, Dusun Kepuh RT 001 RW 003, Desa Kutorenon, Kecamatan Sukodono, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Sabtu (10/1/2026).

Kegiatan Posyandu yang rutin digelar tersebut menjadi garda terdepan dalam upaya pemantauan tumbuh kembang balita serta pencegahan dini berbagai permasalahan kesehatan. Kehadiran Babinsa tidak hanya memberikan rasa aman, tetapi juga menjadi motivasi bagi masyarakat untuk aktif mengikuti layanan kesehatan, khususnya bagi ibu dan anak.

Pendampingan dilakukan sejak awal kegiatan hingga selesai, mulai dari penimbangan balita, pencatatan perkembangan berat dan tinggi badan, hingga pemberian vitamin dan imunisasi sesuai jadwal. Tercatat sekitar 30 balita mengikuti pelayanan kesehatan yang dilaksanakan dengan penuh antusias oleh para orang tua.

Serda Muhammad Yani menegaskan bahwa pendampingan Posyandu merupakan bagian dari tugas Babinsa dalam mendukung program pemerintah di bidang kesehatan masyarakat. Menurutnya, kesehatan balita merupakan investasi jangka panjang bagi bangsa. 

“Kami siap bersinergi dengan tenaga kesehatan dan pemerintah desa untuk memastikan pelayanan kesehatan berjalan lancar dan tepat sasaran,” ujar dia.

Bidan Desa Kutorenon, Desie Lilavati Vijaganita, S.ST, menjelaskan bahwa Posyandu memiliki peran strategis dalam menjaga kualitas kesehatan generasi muda sejak dini. 

“Melalui Posyandu, kami dapat memantau pertumbuhan balita secara berkala, mendeteksi dini stunting, serta memberikan edukasi kesehatan dan tentunya partisipasi orang tua untuk terus melakukan pemantauan tumbuh kembang Balitanya," pungkasnya. (Pendim0821)

30/12/2025

Babinsa Koramil 0821-01/Lumajang Kawal PSN Puskesmas di Kelurahan Citrodiwangsan


Lumajang, (Onenewsjatim)-
Upaya pencegahan penyakit berbasis lingkungan terus diperkuat melalui sinergi lintas sektor. Babinsa Citrodiwangsan Koramil 0821-01/Lumajang, Sertu Hari Suyono, melaksanakan pendampingan kegiatan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) yang digelar oleh Puskesmas Lumajang di kawasan permukiman warga RW 12, Kelurahan Citrodiwangsan, Kecamatan Lumajang, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Selasa (30/12/2025).

Kegiatan PSN tersebut menyasar langsung rumah-rumah warga dan lingkungan sekitar sebagai langkah antisipatif terhadap berkembangnya nyamuk Aedes aegypti, vektor utama penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD). Dengan metode pemeriksaan tempat penampungan air, selokan, hingga sudut-sudut rawan genangan, tim gabungan memastikan lingkungan warga tetap bersih dan sehat.

Babinsa Citrodiwangsan, Sertu Hari Suyono, menyampaikan bahwa keterlibatan TNI dalam kegiatan PSN merupakan bentuk kepedulian terhadap kesehatan masyarakat. 

Menurutnya, pencegahan penyakit tidak bisa hanya mengandalkan tenaga kesehatan, tetapi membutuhkan peran aktif seluruh elemen, termasuk aparat kewilayahan dan masyarakat itu sendiri.

“Pendampingan ini bertujuan memberikan rasa aman sekaligus mendorong kesadaran warga agar rutin menjaga kebersihan lingkungan. Pencegahan sejak dini jauh lebih efektif dibandingkan penanganan saat penyakit sudah merebak,” ujar dia.

Sementara itu, Bidan Kelurahan Citrodiwangsan, Septin Murdyastuti, Amd.Keb., menjelaskan bahwa kegiatan PSN merupakan agenda rutin yang terus digalakkan, terutama saat kondisi cuaca yang tidak menentu. Ia menekankan pentingnya penerapan 3M Plus sebagai langkah sederhana namun berdampak besar dalam memutus siklus hidup nyamuk.

“Melalui PSN ini, kami juga memberikan edukasi langsung kepada warga agar lebih peduli terhadap lingkungan rumah masing-masing. Jika dilakukan secara konsisten, risiko DBD dapat ditekan secara signifikan,” jelasnya.

Plt Lurah Citrodiwangsan, Wisnu Nur Rochman, S.STP., M.A.P., mengapresiasi kolaborasi bersama tenaga kesehatan, dan masyarakat. Ia menilai kegiatan PSN bukan sekadar rutinitas, tetapi investasi jangka panjang untuk menciptakan lingkungan yang sehat dan produktif.

“Kami berharap kesadaran warga terus meningkat. PSN ini bukan hanya tanggung jawab pemerintah atau petugas, melainkan gerakan bersama demi kualitas hidup masyarakat Citrodiwangsan yang lebih baik,” pungkasnya.

Dengan adanya pendampingan Babinsa dalam kegiatan PSN, diharapkan sinergi lintas sektor semakin solid dan mampu menjadi benteng awal dalam menjaga kesehatan masyarakat dari ancaman penyakit menular berbasis lingkungan. (Pendim0821)

16/12/2025

Musim Hujan dan Perubahan Iklim Picu Ancaman DBD, Masyarakat Diminta Waspada


Foto ilustrasi (pakai Ai)

Lampung, (Onenewsjatim) – Musim hujan yang semakin tidak menentu akibat perubahan iklim menjadi perhatian serius di sektor kesehatan. 

Salah satu dampak yang paling dirasakan masyarakat adalah meningkatnya ancaman Demam Berdarah Dengue (DBD), penyakit yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti.

Sejumlah penelitian menunjukkan adanya keterkaitan erat antara perubahan iklim dan peningkatan kasus DBD. Studi yang dipublikasikan dalam jurnal PLoS Neglected Tropical Diseases oleh Ryan et al. (2021) mengungkapkan bahwa curah hujan tinggi yang disertai peningkatan suhu dan kelembapan menciptakan kondisi ideal bagi nyamuk untuk berkembang biak.

Hal senada juga disampaikan dalam penelitian The Association Between Dengue Case and Climate: A Systematic Review and Meta-analysis yang menyebutkan bahwa perubahan iklim berpengaruh signifikan terhadap peningkatan kasus DBD. 

Kasus DBD umumnya meningkat saat dan setelah puncak musim hujan, terutama akibat banyaknya genangan air di lingkungan sekitar.

Genangan air di sekitar rumah, selokan yang tersumbat, serta tempat penampungan air yang tidak tertutup rapat menjadi lokasi favorit nyamuk untuk bertelur. 

Selain itu, perubahan iklim global menyebabkan musim hujan berlangsung lebih lama, sehingga risiko penularan DBD semakin besar.

Tak hanya meningkatkan jumlah kasus, perubahan iklim juga memperluas wilayah penyebaran nyamuk pembawa virus dengue, termasuk ke daerah yang sebelumnya jarang terdampak. Suhu yang lebih hangat membuat siklus hidup nyamuk berlangsung lebih cepat dan meningkatkan potensi penularan penyakit ke manusia.

Di tingkat nasional, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia mencatat lonjakan signifikan kasus DBD. Berdasarkan Profil Kesehatan Indonesia 2024, sepanjang tahun 2024 tercatat sebanyak 257.271 kasus DBD dengan 1.461 kematian. Angka tersebut meningkat tajam dibandingkan tahun 2023 yang mencatat 114.720 kasus dengan 894 kematian.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa DBD masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang perlu diwaspadai setiap tahun, terutama saat musim hujan. Oleh karena itu, upaya pencegahan terus digencarkan melalui pengendalian berbasis lingkungan.

Pengendalian DBD dilakukan melalui pemberantasan sarang nyamuk (PSN) dengan gerakan 3M Plus, yakni menguras tempat penampungan air, menutup rapat wadah air, serta memanfaatkan atau mendaur ulang barang bekas. Langkah tambahan meliputi penggunaan larvasida dan perbaikan sistem drainase agar tidak menimbulkan genangan air.

Larvasida berfungsi membasmi jentik nyamuk pada tempat air yang sulit dikuras, seperti bak mandi atau toren air, sehingga mencegah jentik berkembang menjadi nyamuk dewasa. 

Sementara itu, perbaikan drainase bertujuan menjaga saluran air tetap bersih dan lancar.

Selain menjaga kebersihan lingkungan, masyarakat juga disarankan menggunakan perlindungan tambahan seperti kelambu saat tidur, obat anti nyamuk, serta alat pengusir nyamuk elektrik. 

Langkah ini dinilai efektif mengurangi risiko gigitan nyamuk, terutama pada pagi dan sore hari saat nyamuk Aedes paling aktif, sebagaimana direkomendasikan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Partisipasi aktif masyarakat menjadi kunci utama dalam pencegahan DBD. Kementerian Kesehatan RI terus menggalakkan Gerakan Satu Rumah Satu Juru Pemantau Jentik (G1R1J) agar pemantauan jentik nyamuk dapat dilakukan secara mandiri di setiap rumah.

Dengan menjaga kebersihan lingkungan dan menerapkan langkah-langkah pencegahan secara rutin, risiko penularan DBD diharapkan dapat ditekan. Masyarakat diimbau untuk lebih waspada selama musim hujan demi melindungi diri dan keluarga dari ancaman penyakit DBD.

Daftar Pustaka:

Abdulah, et all. 2025. The association between dengue case and climate: A systematic review and meta-analysis. journal homepage: www.elsevier.com/locate/onehlt 

Ebi, K. L., & Hess, J. J. (2023). Health risks due to climate change: Inequity in causes and consequences.Health Affairs, 42(12), 1812–1819. https://www.healthaffairs.org/doi/10.1377/hlthaff.2023.00778

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2024, 14 November). Waspada Penyakit di Musim Hujan. Diakses melalui: https://kemkes.go.id/id/waspada-penyakit-di-musim-hujan

Kementerian Kesehatan RI. (2024). 5 Langkah Sehat Terhindar dari DBD selama Musim Hujan. Portal Ayosehat. Diakses melalui: https://ayosehat.kemkes.go.id/5-langkah-sehat-terhindar-dari-dbd-selama-musim-hujan

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2025).

Profil Kesehatan Indonesia 2024. Diakses melaui: https://kemkes.go.id/id/profil-kesehatan-indonesia-2024

Ryan, S. J., Carlson, C. J., Mordecai, E. A., & Johnson, L. R. (2021).

Global expansion and redistribution of Aedes-borne virus transmission risk with climate change. PLoS Neglected Tropical Diseases, 15(3), e0009130.

https://doi.org/10.1371/journal.pntd.0009130World Health Organization. (2023).

Dengue and severe dengue – Fact sheet. https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/dengue-and-severe-dengue


Penulis: Audria Octa A.W.L, Amd.Keb., S.KM.

Editor: Imam 



15/12/2025

Sinergi TNI dan Puskesmas, Penyuluhan Kesehatan Ibu dan Anak Digelar di Pronojiwo


Lumajang, (Onenewsjatim)-
Upaya meningkatkan kualitas kesehatan ibu dan anak terus digalakkan di wilayah. Babinsa Pronojiwo Koramil 0821-14/Pronojiwo, Sertu Akhir Suhud melaksanakan kegiatan pendampingan penyuluhan kesehatan dari Puskesmas Pronojiwo di Posyandu Bougenville, Dusun Kalibening, Desa Pronojiwo, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Senin (15/12/2025).

Kegiatan tersebut menyasar kelompok rentan kesehatan, dengan memberikan edukasi seputar pentingnya pemenuhan gizi seimbang, perawatan kehamilan, ASI eksklusif, serta pemantauan tumbuh kembang balita secara rutin.

Dalam kegiatan itu, tercatat sebanyak 8 ibu hamil, 14 ibu menyusui, dan 17 balita mengikuti penyuluhan dengan penuh antusias. Selain menerima materi, para peserta juga mendapatkan kesempatan konsultasi langsung terkait kondisi kesehatan yang dialami, sehingga penyuluhan berlangsung interaktif dan komunikatif.

Sertu Akhir Suhud menyampaikan bahwa pendampingan yang dilakukan Babinsa merupakan bentuk dukungan TNI terhadap program kesehatan masyarakat, khususnya dalam menekan angka stunting dan meningkatkan kesadaran keluarga akan pentingnya kesehatan ibu dan anak sejak dini. 

“Pendampingan ini merupakan bagian dari tugas kami sebagai Babinsa untuk selalu hadir dan mendukung kegiatan masyarakat, khususnya di bidang kesehatan. Melalui penyuluhan ini, kami berharap para ibu hamil, ibu menyusui, dan orang tua balita semakin memahami pentingnya menjaga kesehatan, asupan gizi, serta rutin memeriksakan kondisi ke Posyandu, sehingga dapat mencegah stunting dan menciptakan generasi yang sehat dan berkualitas.” kata dia.

Sementara itu, Bidan Ika Rini Puspitasari menegaskan bahwa peran lintas sektor, termasuk Babinsa, sangat membantu kelancaran kegiatan Posyandu. Sinergi ini diharapkan mampu meningkatkan pemahaman masyarakat sehingga ibu hamil, ibu menyusui, dan orang tua balita lebih peduli terhadap pola hidup sehat dan rutin memanfaatkan layanan kesehatan.

“Penyuluhan ini bertujuan memberikan edukasi tentang perawatan kehamilan, pentingnya ASI eksklusif, serta pemantauan tumbuh kembang balita. Dengan adanya dukungan dan pendampingan dari Babinsa, kegiatan Posyandu berjalan lebih tertib dan lancar, serta partisipasi ibu-ibu semakin meningkat. Kami berharap pengetahuan yang diberikan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari demi kesehatan ibu dan anak.”

Melalui kegiatan penyuluhan yang berkelanjutan dan pendampingan yang optimal, Posyandu Bougenville diharapkan dapat menjadi garda terdepan dalam mencetak generasi sehat, cerdas, dan berkualitas di Desa Pronojiwo. (Pendim0821)

14/12/2025

Sinergi TNI dan Tenaga Kesehatan, Posyandu Karanganyar Layani Puluhan Balita


Lumajang, (Onenewsjatim)-
Komitmen TNI AD dalam mendukung peningkatan kualitas kesehatan masyarakat kembali ditunjukkan melalui peran aktif Babinsa di wilayah binaan. Babinsa Karanganyar Koramil 0821-11/Yosowilangun, Sertu Taufiq Abdul Lukito, melaksanakan pendampingan sekaligus monitoring kegiatan Posyandu yang digelar di Kantor Desa Karanganyar, Kecamatan Yosowilangun, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, pada Minggu (14/12/2025).

Kegiatan Posyandu tersebut diikuti oleh 36 balita, yang mendapatkan pelayanan kesehatan rutin berupa penimbangan berat badan, pengukuran tinggi badan, serta pemantauan tumbuh kembang anak. 

Pendampingan Babinsa dilakukan untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan tertib, aman, dan sesuai dengan prosedur pelayanan kesehatan masyarakat.

Dalam pelaksanaannya, kegiatan Posyandu oleh Bidan Desa Karanganyar, Titin Sri Purwati, Amd.Keb, yang memberikan pelayanan kesehatan sekaligus edukasi kepada para orang tua mengenai pentingnya gizi seimbang dan pemantauan kesehatan balita secara berkala.

Saat dikonfirmasi Sertu Taufiq Abdul Lukito menyampaikan bahwa kehadiran Babinsa dalam kegiatan Posyandu merupakan bentuk dukungan TNI terhadap program pemerintah di bidang kesehatan, khususnya dalam upaya pencegahan stunting dan peningkatan kualitas generasi penerus bangsa. 

Menurutnya, kesehatan anak merupakan pondasi utama dalam membangun sumber daya manusia yang unggul di masa depan.

“Pendampingan ini adalah wujud kepedulian kami terhadap kesehatan balita. Dengan Posyandu yang rutin dan tertib, diharapkan tumbuh kembang anak dapat terpantau dengan baik sejak dini,” ujarnya.

Sementara itu, Bidan Desa Titin Sri Purwati mengapresiasi keterlibatan Babinsa yang dinilai mampu meningkatkan kesadaran serta kehadiran masyarakat dalam setiap kegiatan Posyandu. Sinergi lintas sektor ini dinilai sangat membantu kelancaran pelayanan kesehatan di tingkat desa.

Melalui kegiatan pendampingan Posyandu tersebut, Babinsa Karanganyar tidak hanya menjalankan tugas kewilayahan, tetapi juga berperan aktif dalam mendukung terciptanya masyarakat yang sehat, sejahtera, dan berdaya, sejalan dengan semangat kemanunggalan TNI dan rakyat. (Pendim0821)

12/11/2025

Babinsa Pandanarum Dampingi Posyandu, Wujud Kepedulian TNI terhadap Kesehatan Balita


Lumajang, (Onenewsjatim)
-Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) bukan sekadar tempat penimbangan berat badan anak, melainkan wadah penting bagi masyarakat desa untuk memastikan generasi penerus tumbuh sehat dan cerdas. 

Hal tersebut disampaikan Babinsa Pandanarum Koramil 0821-10/Tempeh Serda M. Irfan Mashuri dalam kegiatan pendampingan pelayanan kesehatan balita di Posyandu Kamboja, Dusun Sumbergentong RT 004 RW 006, Desa Pandanarum, Kecamatan Tempeh, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, pada Rabu (12/11/2025).

Kegiatan tersebut diikuti oleh 16 anak baduta dan 37 anak balita, dapat terlayanani dari Puskesmas Tempeh yakni Bidan Desa Pandanarum, Ifa Ariska Dewi, A.Md.Keb. dan tenaga kesehatan lainnya bersama kader Posyandu.

Dalam kesempatan itu, para ibu tampak antusias membawa anak-anak mereka untuk mendapatkan layanan rutin seperti penimbangan, pengukuran tinggi badan, imunisasi, pemberian vitamin serta makanan tambahan.

Menurut Serda M. Irfan Mashuri, kehadirannya di posyandu merupakan bentuk dukungan Babinsa terhadap program kesehatan masyarakat yang digagas pemerintah. Warga bisa mendapatkan informasi langsung tentang gizi, pola asuh, serta upaya pencegahan penyakit melalui posyandu.

“Posyandu memiliki peran strategis dalam menjaga kesehatan anak-anak di desa. Kami dari Koramil berupaya terus mendampingi kegiatan seperti ini agar masyarakat semakin sadar pentingnya datang ke posyandu secara rutin. Kesadaran masyarakat untuk memanfaatkan posyandu harus terus ditumbuhkan, karena dari sinilah upaya pencegahan stunting dan masalah gizi bisa dimulai,” jelas dia.

Sementara itu, Bidan Desa Pandanarum, Ifa Ariska Dewi, A.Md.Keb., menuturkan bahwa kegiatan posyandu menjadi wadah utama pelayanan kesehatan ibu dan anak di tingkat desa.

“Dari kegiatan posyandu, kami bisa mengetahui apakah anak mengalami kekurangan gizi, berat badan tidak naik, atau perlu intervensi lanjutan. Jadi, posyandu bukan hanya kegiatan rutin, tetapi kunci awal membangun generasi sehat, kami juga menekankan pentingnya posyandu sebagai sarana deteksi dini terhadap gangguan pertumbuhan anak,” pungkasnya.

Sinergi antara Babinsa, bidan desa, dan kader posyandu di Desa Pandanarum menjadi contoh nyata bagaimana pemanfaatan posyandu dapat mendorong terciptanya masyarakat yang lebih sehat dan sadar gizi. (Pendim0821)

06/09/2025

Babinsa Dawuhan Lor Ikut Donor Darah, Warga Makin Antusias


Lumajang, (Onenewsjatim)-
Bentuk kepedulian terhadap sesama kembali ditunjukkan oleh Babinsa Dawuhan Lor Koramil 0821-02/Sukodono, Serka Heri Lesmono. Ia turut serta dalam kegiatan donor darah yang digelar di rumah Kepala Desa Dawuhan Lor, Kecamatan Sukodono, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, pada Sabtu (6/9/2025).

Kegiatan sosial tersebut melibatkan masyarakat setempat dengan tujuan untuk membantu ketersediaan stok darah di Palang Merah Indonesia (PMI) serta menumbuhkan kesadaran akan pentingnya donor darah sebagai aksi kemanusiaan.

Dalam kesempatan itu, Serka Heri Lesmono mengatakan bahwa keikutsertaannya dalam kegiatan donor darah merupakan bagian dari tugas pembinaan teritorial, sekaligus wujud nyata kepedulian TNI kepada masyarakat.

“Setetes darah yang kita sumbangkan sangat berarti bagi orang lain. Kami berharap kegiatan seperti ini terus digalakkan, karena selain menolong sesama juga menyehatkan bagi pendonor,” ungkap dia.

Kepala Desa Dawuhan Lor, Andy Rohman, menyampaikan apresiasinya atas keikutsertaan Babinsa dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, kehadiran TNI di tengah masyarakat menjadi dorongan moral tersendiri bagi warga untuk berpartisipasi aktif.

“Dengan hadirnya Pak Babinsa, masyarakat semakin semangat mengikuti kegiatan donor darah ini. Semoga apa yang kita lakukan hari ini bisa menjadi amal kebaikan dan bermanfaat bagi saudara-saudara kita yang membutuhkan,” ujarnya.

Kegiatan donor darah tersebut berlangsung dengan antusias. Warga tampak bersemangat ikut serta, baik sebagai pendonor maupun sebagai pendukung jalannya acara. Hal ini menunjukkan kuatnya rasa kebersamaan serta semangat gotong royong di Desa Dawuhan Lor. (Pendim0821)

13/08/2025

FIFGROUP Lumajang Gelar Posyandu, Dukung Kesehatan Balita di Kelurahan Kepuharjo


Lumajang, (Onenewsjatim) – PT Federal International Finance (FIFGROUP) Cabang Lumajang bekerja sama dengan Posyandu Cempaka menggelar kegiatan imunisasi atau vaksinasi gratis bagi balita di RW 002 Kelurahan Kepuharjo, Kecamatan Lumajang, Senin (11/8/2025). 

Kegiatan ini menjadi bagian dari pilar FIFGROUP Sehat, salah satu program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) untuk meningkatkan kesehatan masyarakat.

Kegiatan ini merupakan bagian dari pilar FIFGROUP Sehat yang bertujuan untuk membawa kehidupan yang lebih baik bagi masyarakat, sekaligus sejalan dengan Environment, Social, and Governance (ESG) Goals perusahaan dan mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) ke-3, yaitu Good Health & Well-Being.

Dalam acara tersebut, FIFGROUP memberikan bantuan berupa imunisasi dan vaksinasi gratis serta makanan sehat bagi balita. Kegiatan ini disambut antusias oleh warga dan para kader Posyandu Cempaka.

Kepala Cabang FIFGROUP Lumajang, Moch Viros Putra Jaya, mengatakan bahwa kegiatan ini sejalan dengan misi perusahaan untuk memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar. 

"Sesuai dengan misi perusahaan, FIFGROUP ingin terus berkomitmen menjadi perusahaan yang dapat selalu memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar," tuturnya.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada para kader Posyandu Cempaka yang telah bersedia berkolaborasi dalam program ini.

"Semoga kegiatan ini dapat berguna buat ibu dan anak bayinya dan semoga kita semua diberikan kesehatan dari Tuhan Yang Maha Esa,"

Kegiatan imunisasi ini diikuti 40 balita dan anak yang rutin mendapat layanan di Posyandu Cempaka. Selain vaksinasi, FIFGROUP juga memberikan dukungan berupa makanan sehat untuk anak-anak.

Ketua Posyandu Cempaka, Hj. Andri Setyawati, menyampaikan rasa syukurnya atas dukungan tersebut.

“Kami bersyukur atas dukungan ini. Bantuan untuk kegiatan posyandu ini sangat berarti bagi balita di wilayah RW 002 Kepuharjo. Semoga kerja sama seperti ini terus berlanjut demi kesehatan anak-anak kita,” ungkapnya.

Program Posyandu ini merupakan bagian dari kegiatan CSR 2025 FIFGROUP yang digelar di berbagai cabang seluruh Indonesia. Melalui FIFGROUP Sehat, perusahaan yang merupakan anak usaha PT Astra International Tbk ini berkomitmen mendukung target Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya poin ke-2 Zero Hunger dan poin ke-3 Good Health & Well-Being.

Tepat 1 Mei 2013 Perseroan melakukan proses rebranding dengan meluncurkan new identity berupa logo baru berbentuk sidik jari dan penyebutan nama perseroan menjadi FIFGROUP yang merupakan grup manajemen dari FIFASTRA untuk pembiayaan sepeda motor, SPEKTRA untuk pembiayaan elektronik dan perabot rumah tangga, DANASTRA melayani pembiayaan multiguna, FINATRA layanan pembiayaan produktif, dan AMITRA merupakan Unit Usaha Syariah (UUS) FIFGROUP yang melayani pembiayaan syariah. 

FIFGROUP merupakan perusahaan pembiayaan sepeda motor dan elektronik terbesar di Indonesia dengan lebih dari 250 kantor cabang dan 394 Point of Service (POS), serta lebih dari 1.000 kios. (Imam)

23/07/2025

Lumajang Perkuat Status Bebas Rabies dengan Vaksinasi Massal Hewan Peliharaan


Lumajang, (Onenewsjatim)
– Dalam rangka mempertahankan status bebas rabies, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Lumajang menggelar vaksinasi rabies gratis bagi hewan peliharaan, seperti anjing, kucing, dan kera. Kegiatan ini berlangsung di halaman Kantor DKPP Lumajang pada Selasa (23/7/2025) dan mendapat sambutan antusias dari masyarakat.

Subkoordinator Substantif Kesehatan Hewan DKPP Lumajang, drh Kusuma Wardani, menjelaskan bahwa vaksinasi rabies merupakan agenda tahunan yang rutin digelar. 

“Vaksinasi rabies ini memang sudah jadi agenda tahunan dengan sasaran anjing, kucing, kera, dan monyet sebagai hewan-hewan rentan rabies. Ini adalah upaya kami untuk tetap mempertahankan status bebas rabies di Provinsi Jawa Timur,” ungkapnya.

Ia menambahkan bahwa meski kuota awal hanya 100 dosis, pihaknya menyiapkan lebih banyak vaksin untuk mengantisipasi lonjakan peserta.

 “Kuota sebenarnya hanya 100 dosis, tapi kami menyediakan lebih. Hari ini saja sudah ada 140 pendaftar dari masyarakat yang ingin memvaksin hewan peliharaan mereka,” terangnya.

Sejauh ini, Kabupaten Lumajang masih mempertahankan status nol kasus rabies. Oleh karena itu, langkah preventif melalui vaksinasi terus digencarkan. 

“Vaksinasi sekarang juga merupakan bentuk antisipasi kami agar status bebas rabies bisa terus dipertahankan,” imbuh Kusuma.

Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Lumajang, Ir. Retno Wulan Andari, menyampaikan bahwa program ini juga menggandeng mahasiswa untuk turut serta dalam pelaksanaannya.

“Ini kegiatan dari DKPP bekerja sama dengan mahasiswa untuk mengadakan vaksinasi rabies kepada hewan peliharaan masyarakat. Kami sudah umumkan beberapa waktu lalu, dan alhamdulillah hari ini tercatat ada 140 pendaftar yang sebagian besar membawa kucing dan anjing,” jelas Retno.

Hingga pukul 11.00 WIB, tercatat sekitar 20 ekor hewan telah mendapatkan vaksinasi. Selain vaksinasi, dilakukan pula pemeriksaan kesehatan terlebih dahulu guna memastikan hewan dalam kondisi layak untuk divaksin.

“Kalau hewannya sakit, tentu tidak bisa langsung divaksin. Kami periksa dulu kesehatannya, kalau perlu diberi vitamin agar kondisinya pulih. Jadi layanan ini bukan cuma vaksinasi, tapi juga edukasi dan perawatan dasar,” tambahnya.

Retno mengapresiasi respon positif dari masyarakat atas kegiatan ini. 

“Antusias masyarakat sangat bagus. Tadi saya tanya beberapa warga, mereka merasa senang dan sangat terbantu. Kadang-kadang mereka bingung harus ke mana untuk vaksinasi hewan, dan dengan adanya layanan gratis ini mereka merasa lebih mudah,” pungkasnya. (Imam)


05/07/2025

Babinsa Lumajang Aktif Dukung Kesehatan Lansia di Ditotrunan


Lumajang, (Onenewsjatim)-
Dalam upaya meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat lanjut usia, Babinsa Ditotrunan Koramil 0821-01/Lumajang, Koptu Aan Pidianto, melaksanakan pendampingan dan monitoring kegiatan Posyandu Lansia yang bertempat di RT 005 RW 006, Kelurahan Ditotrunan, Kecamatan Lumajang, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Sabtu (5/7/2025).

Kegiatan pelayanan kesehatan yang rutin digelar tersebut menyasar sebanyak 47 lansia yang tergabung dalam Posyandu Lansia “Sekarsari”. Kegiatan dipimpin langsung oleh Bidan Kelurahan Ditotrunan, Tri Rejeki, S.ST. Bd, bersama tim kesehatan dari Puskesmas dan kader Posyandu setempat.

Dalam kegiatan tersebut, para lansia mendapatkan layanan pemeriksaan kesehatan rutin seperti pengecekan tekanan darah, pengukuran berat dan tinggi badan, serta konsultasi kesehatan. 

Selain itu, penyuluhan tentang pentingnya pola hidup sehat dan konsumsi gizi seimbang juga diberikan guna meningkatkan kesadaran lansia terhadap pentingnya menjaga kesehatan di usia senja.

Dalam kesempatan itu Koptu Aan Pidianto menyampaikan bahwa kehadirannya sebagai Babinsa bertujuan untuk memberikan dukungan moril dan memastikan kegiatan berjalan lancar serta tertib. Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara aparat kewilayahan dan tenaga kesehatan dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

"Kami sebagai Babinsa hadir untuk memberikan dukungan, tidak hanya dalam bidang keamanan, tetapi juga dalam hal sosial dan kesehatan. Lansia adalah aset keluarga dan masyarakat, sudah sepatutnya kita semua peduli akan kesehatan mereka," ujar dia.

Sementara itu, Bidan Tri Rejeki mengapresiasi keterlibatan Babinsa dalam setiap kegiatan Posyandu. Menurutnya, sinergi lintas sektor sangat diperlukan untuk menjangkau dan melayani masyarakat dengan maksimal, khususnya lansia yang membutuhkan perhatian lebih

“Dengan adanya pendampingan dari Babinsa, masyarakat menjadi lebih semangat untuk datang ke Posyandu. Kehadiran aparat sangat membantu menciptakan suasana aman dan nyaman dalam pelayanan,” ujarnya.

Kegiatan tersebut diharapkan dapat terus berjalan secara berkelanjutan guna menjaga kondisi kesehatan para lansia, serta meningkatkan kualitas hidup mereka melalui pendekatan pelayanan yang humanis dan terintegrasi. (Pendim0821)

04/07/2025

Dokter Muter Dinkes Lumajang Sambangi Lereng Semeru, Warga Antusias Nikmati Layanan Kesehatan Gratis


Lumajang,(Onenewsjatim)–
Warga Dusun Bakah, Desa Sawaran Lor, Kecamatan Klakah, Kabupaten Lumajang, menyambut antusias layanan kesehatan gratis melalui program Dokter Muter yang digelar Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Kabupaten Lumajang.

Mobil layanan kesehatan yang dilengkapi peralatan medis dasar menyasar wilayah terpencil di lereng Gunung Semeru yang dihuni sekitar 300 kepala keluarga. Kali ini, Dusun Bakah menjadi titik layanan dengan berbagai fasilitas medis seperti pemeriksaan umum, pemeriksaan gigi, USG untuk ibu hamil, laboratorium sederhana, konsultasi gizi, serta pemeriksaan kesehatan ibu dan anak (KIA).

Untuk menjangkau lokasi, tim medis yang terdiri dari dokter, perawat, dan bidan harus menempuh perjalanan sejauh 12 kilometer dari Puskesmas Klakah melalui jalan terjal dan sempit yang hanya selebar kendaraan. Sesampainya di lokasi, tim segera menyiapkan peralatan, termasuk genset untuk menghidupkan alat medis serta mendirikan pos layanan.

Ibu Siti, salah satu warga Desa Sawaran Lor, mengaku bersyukur atas hadirnya layanan kesehatan keliling tersebut. Selama ini, dirinya harus menempuh perjalanan jauh jika ingin berobat.

“Saya periksa karena kepala pusing, tadi ditensi dan dikasih obat, katanya suruh kurangi makan yang asin. Dulu, kalau sakit harus jalan jauh ke Puskesmas, kadang tidak punya ongkos,” ujarnya, Kamis (3/7/2025).

Hal serupa disampaikan oleh Sulistiawati, warga yang sedang hamil tujuh bulan. Ia merasa sangat terbantu dengan kehadiran layanan medis gratis di desanya.

“Periksa kandungan, USG juga tadi. Kalau biasanya di Puskesmas jauh, untung ada Dokter Muter, dikasih obat sama vitamin juga gratis,” katanya.

Ketua Tim Kelompok Kerja (Pokja) Pelayanan Kesehatan Primer Dinkes P2KB, Marfuah, menjelaskan bahwa layanan kali ini melayani sekitar 50 orang. Program Dokter Muter, kata dia, memang difokuskan untuk menjangkau masyarakat yang tinggal di daerah sulit akses.

“Layanan Dokter Muter langsung disambut antusias oleh warga. Program ini sudah ada sejak 2020. Warga merasakan manfaatnya, khususnya yang berada di pelosok dan kesulitan menjangkau fasilitas kesehatan,” ungkap Marfuah.

Ia menambahkan, dalam satu tahun program ini menyasar sekitar 50 titik lokasi yang tergolong paling sulit dijangkau di Kabupaten Lumajang.

“Ini bagian dari komitmen kami untuk memastikan tidak ada warga yang tertinggal dalam pelayanan kesehatan, meski mereka tinggal di daerah terpencil,” pungkasnya.(Imam)

02/07/2025

11 Balita Ikuti Pemeriksaan Kesehatan di Posyandu Sidomulyo, Babinsa Turut Dampingi


Lumajang, (Onenewsjatim)
-Dalam upaya meningkatkan kesehatan ibu dan anak di wilayah binaan, Babinsa Pagowan Koramil 0821-17/Pasrujambe, Serda Khamim Tohari Muslih, melaksanakan pendampingan kegiatan Posyandu Balita yang digelar di Balai Posyandu Harapan Sejahtera Dusun Sidomulyo, Desa Pagowan, Kecamatan Pasrujambe, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Rabu (2/7/2025).

Kegiatan Posyandu Balita tersebut diikuti oleh 11 anak balita yang mendapatkan pelayanan kesehatan dasar berupa penimbangan berat badan, pengukuran tinggi badan, pemberian vitamin, imunisasi, serta penyuluhan gizi bagi orang tua balita.

Dalam kesempatan tersebut, Serda Khamim Tohari Muslih mengatakan bahwa kehadirannya sebagai Babinsa merupakan wujud dukungan TNI terhadap program pemerintah di bidang kesehatan masyarakat. 

Menurutnya, kegiatan Posyandu menjadi bagian dari upaya bersama untuk menciptakan generasi yang sehat, cerdas, dan berkualitas.

“Kami selalu siap mendampingi dan membantu kelancaran setiap kegiatan Posyandu maupun program kesehatan lainnya. Kehadiran kami juga untuk memotivasi warga agar semakin peduli terhadap kesehatan anak-anaknya,” ungkap dia.

Bidan Desa Pagowan, Septin Purwanti, S.Kep., menyampaikan bahwa Posyandu merupakan salah satu sarana penting untuk memantau pertumbuhan dan perkembangan anak sejak dini, sekaligus memberikan edukasi kepada orang tua terkait pola asuh dan pemenuhan gizi seimbang.

“Dengan adanya Posyandu, diharapkan tumbuh kembang balita di Desa Pagowan bisa terpantau secara berkala. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada Babinsa yang selalu hadir mendampingi kegiatan dan membantu memberikan pemahaman kepada warga tentang pentingnya kesehatan anak,” ujarnya.

Selain pemeriksaan kesehatan, kegiatan Posyandu juga menjadi ajang silaturahmi antar warga dan kader kesehatan desa, sehingga tercipta kebersamaan dalam mendukung tumbuh kembang balita.

Dengan semangat kebersamaan antara tenaga kesehatan, aparat desa, Babinsa, dan masyarakat, diharapkan angka kesakitan dan gizi buruk di wilayah Desa Pagowan dapat terus ditekan, sehingga anak-anak tumbuh sehat sesuai tahap perkembangannya. (Pendim0821)

© Copyright 2024 Onenewsjatim | All Right Reserved