-->

30/07/2026

Inspiratif! Putri Petani di Lumajang Raih Beasiswa Kuliah Berkat Hafal 30 Juz Al-Qur'an


Lumajang, (Onenewsjatim) –
Senyum bahagia terpancar dari wajah Sharifatul Ummah Kirdausi saat menerima beasiswa pendidikan dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang. 

Mahasiswi Universitas Jember (UNEJ) asal Desa Selok Besuki, Kecamatan Sukodono itu menjadi salah satu penerima bantuan pendidikan yang diserahkan langsung oleh Bupati Lumajang, Indah Amperawati, di Gedung Panti PKK Lumajang, Kamis (30/7/2026).

Sharifatul bukan penerima beasiswa biasa. Mahasiswi yang kini tengah menyusun skripsi tersebut merupakan seorang hafizah Al-Qur'an 30 juz. 

Prestasi akademik dan kemampuan menghafal Al-Qur'an menjadi salah satu syarat yang mengantarkannya memperoleh bantuan pendidikan dari Pemkab Lumajang.

Putri dari pasangan seorang petani dan ibu rumah tangga itu mengaku beasiswa yang diterimanya sangat membantu meringankan beban ekonomi keluarga selama menempuh pendidikan di perguruan tinggi.

"Alhamdulillah beasiswa ini bisa terus berlanjut karena saya memenuhi kriteria. Selama kuliah di Jember, orang tua saya sudah tidak perlu mengirim uang lagi. Semua kebutuhan utama sudah tercukupi dari beasiswa ini. Kalau ada kebutuhan mendesak saja, orang tua membantu sedikit-sedikit," ujar Sharifatul.

Ia menjelaskan, setiap semester menerima bantuan sebesar Rp7.200.000. Dana tersebut digunakan untuk membayar Uang Kuliah Tunggal (UKT) sebesar Rp2.500.000, sedangkan sisanya dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan hidup selama menjalani perkuliahan.

Saat ini Sharifatul memasuki semester akhir dan sedang menyusun skripsi sebagai tahap akhir sebelum menyelesaikan pendidikan S1 di Universitas Jember.

Menurutnya, kesempatan memperoleh beasiswa menjadi motivasi besar untuk terus mempertahankan prestasi akademik. Ia berharap program serupa dapat terus dilanjutkan agar semakin banyak mahasiswa berprestasi dari keluarga kurang mampu dapat mengenyam pendidikan tinggi.

"Semoga beasiswa ini tetap berlanjut untuk adik-adik berikutnya, terutama yang kurang mampu tetapi berprestasi. Mereka bisa kuliah di mana pun dan mengejar cita-citanya tanpa terbebani kondisi ekonomi orang tua," katanya.

Sharifatul menceritakan, dirinya memperoleh beasiswa setelah mengikuti seleksi kemampuan hafalan Al-Qur'an yang dilaksanakan oleh para kiai hafiz. Tes tersebut menjadi penentu kelayakan penerima beasiswa tanpa harus melalui proses pendaftaran khusus maupun survei ekonomi.

"Waktu itu kami dites langsung oleh para kiai yang juga hafiz Al-Qur'an. Kalau memenuhi kriteria dari hasil tes, langsung masuk sebagai penerima beasiswa," ujarnya.

Sementara itu, Bupati Lumajang Indah Amperawati mengatakan para penerima beasiswa yang hadir saat ini merupakan mahasiswa semester akhir yang hampir menyelesaikan masa studi selama empat tahun.

Menurutnya, mahasiswa penerima beasiswa seharusnya termotivasi untuk dapat menyelesaikan pendidikan lebih cepat.

"Mereka ini sudah hampir selesai kuliah selama empat tahun. Saya berharap ke depan semakin banyak mahasiswa yang mampu lulus dalam waktu 3,5 tahun. Itu harus menjadi penyemangat bagi anak-anak yang sedang kuliah sekarang," kata Indah.

Bupati yang akrab disapa Bunda Indah itu menilai peluang memperoleh beasiswa saat ini sangat terbuka lebar. Selain dari pemerintah daerah, pemerintah pusat maupun berbagai perusahaan juga menyediakan banyak program bantuan pendidikan.

"Modalnya hanya satu, belajar yang rajin, pintar, dan punya semangat. Sekarang banyak sekali peluang beasiswa, mulai dari Kartu Indonesia Pintar sampai beasiswa dari berbagai perusahaan," ujarnya.

Pada tahun ajaran baru ini, Pemkab Lumajang kembali membuka program beasiswa bagi mahasiswa baru dari keluarga kurang mampu. Kuota yang disiapkan mencapai maksimal 100 mahasiswa.

Program tersebut diprioritaskan bagi mahasiswa yang menempuh pendidikan di perguruan tinggi negeri, khususnya Politeknik Negeri Malang (Polinema) Kampus Lumajang serta perguruan tinggi negeri bidang keperawatan di Kabupaten Lumajang.

"Kami memprioritaskan mahasiswa di kampus negeri, termasuk Polinema Kampus Lumajang dan perguruan tinggi negeri bidang keperawatan. Tetapi semuanya tetap melalui proses seleksi," jelasnya.

Untuk mahasiswa baru, Pemkab Lumajang mengalokasikan bantuan sebesar Rp6 juta setiap semester dengan masa pembiayaan maksimal delapan semester.

"Karena keterbatasan anggaran daerah, bantuan diberikan sebesar Rp6 juta per semester sampai maksimal delapan semester," tambah Indah.

Di tempat yang sama, Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Kabupaten Lumajang, Indriono Krishna Murti, AP., mengatakan minat masyarakat terhadap program beasiswa daerah terus meningkat.

Pada periode seleksi tahun ini tercatat sebanyak 184 mahasiswa mendaftar. Setelah melalui proses verifikasi dan seleksi sesuai kuota yang tersedia, sebanyak 114 mahasiswa ditetapkan sebagai penerima bantuan.

"Jumlah pendaftar sebanyak 184 orang, sedangkan yang dapat menerima beasiswa pada periode ini sebanyak 114 mahasiswa," ujar Indriono.

Ia menegaskan, program tersebut merupakan bentuk komitmen Pemkab Lumajang dalam memperluas akses pendidikan tinggi bagi mahasiswa dari keluarga kurang mampu agar tidak terhambat masalah ekonomi.

"Program ini ditujukan untuk membantu mahasiswa dari keluarga kurang mampu agar dapat menyelesaikan pendidikan tinggi. Pembiayaan diberikan sesuai ketentuan program dengan masa bantuan maksimal delapan semester," pungkasnya.

Dua Armada Angkutan Pelajar Gratis Diluncurkan, Pemkab Lumajang Buka Rute Baru


Lumajang, (Onenewsjatim)
– Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang menambah dua armada angkutan pelajar gratis yang melayani rute Pasirian-Lumajang dan Tempeh-Lumajang. 

Penambahan layanan tersebut diharapkan mempermudah akses transportasi bagi pelajar sekaligus menekan angka kecelakaan lalu lintas yang melibatkan usia sekolah.

Peluncuran dua armada baru itu dilakukan di halaman Kantor Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Lumajang, Kamis (30/7/2026). 

Program ini juga menjadi upaya pemerintah daerah mengurangi beban biaya transportasi yang ditanggung orang tua serta mengurangi kemacetan akibat penggunaan kendaraan pribadi oleh pelajar.

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Lumajang, Hari Susiati, mengatakan tingginya antusiasme masyarakat terhadap layanan angkutan pelajar menjadi dasar pemerintah menambah armada.

"Program ini merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah untuk memberikan pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat, khususnya para pelajar. Antusiasme masyarakat sangat tinggi sehingga ke depan kami berharap jumlah armada dapat terus bertambah," kata Susi

Menurut dia, dukungan terhadap sektor pendidikan tidak hanya diwujudkan melalui peningkatan kualitas pembelajaran, tetapi juga penyediaan sarana penunjang, termasuk transportasi yang aman, nyaman, dan mudah dijangkau.

Pemerintah daerah, lanjut Susi akan terus berupaya memperluas layanan angkutan pelajar agar semakin banyak siswa yang memperoleh akses transportasi menuju sekolah tanpa terkendala biaya maupun keselamatan.

"Semoga ke depan kemampuan APBD memungkinkan untuk terus meningkatkan pelayanan ini sehingga semakin banyak pelajar yang bisa merasakan manfaatnya," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Lumajang, Rasmin, menjelaskan sebelum penambahan dua armada tersebut, Dishub telah mengoperasikan dua unit angkutan pelajar gratis yang melayani rute Rowokangkung-Lumajang. Rute itu dipilih karena belum tersedia layanan angkutan umum.

Menurut Rasmin, hasil survei yang dilakukan Dishub kepada pelajar dan orang tua menunjukkan kebutuhan terhadap transportasi sekolah yang aman dan gratis terus meningkat. Temuan tersebut kemudian disampaikan kepada Bupati Lumajang dan mendapat persetujuan untuk menambah armada.

"Hasil survei menunjukkan antusiasme masyarakat sangat besar. Kondisi ini kemudian kami laporkan kepada Ibu Bupati dan Alhamdulillah langsung mendapat respons dengan penambahan dua armada baru," ujarnya.

Dengan tambahan tersebut, kini angkutan pelajar gratis di Kabupaten Lumajang melayani tiga koridor, yakni Rowokangkung-Lumajang, Pasirian-Lumajang, dan Tempeh-Lumajang.

Meski demikian, Rasmin mengakui kapasitas armada yang tersedia masih belum mampu memenuhi seluruh kebutuhan masyarakat. Pada salah satu rute, dari sekitar 80 pelajar yang mendaftar, baru sekitar 32 siswa yang dapat terlayani.

"Artinya kebutuhan masyarakat memang masih sangat tinggi. Kehadiran dua armada baru ini setidaknya dapat membantu meringankan beban orang tua sekaligus memberikan transportasi yang aman bagi para pelajar," katanya.

Dishub berharap program angkutan pelajar gratis dapat mengurangi penggunaan kendaraan pribadi oleh siswa sehingga berkontribusi menekan angka kecelakaan lalu lintas. Ke depan, pemerintah daerah akan terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat untuk memperoleh tambahan armada agar jangkauan layanan semakin luas.

"Kami tidak berhenti sampai di sini. Kami terus berkomunikasi dengan kementerian agar ke depan bisa mendapatkan tambahan armada sehingga semakin banyak masyarakat yang dapat terlayani," pungkas Rasmin.(fat) 



18/07/2026

Babinsa Selokgondang Tanamkan Wawasan Kebangsaan kepada Siswa Baru SMK Ryo Yuwaraja


Lumajang, (Onenewsjatim)-
Dalam rangka membentuk karakter generasi muda yang berjiwa nasionalis sejak dini, Babinsa Selokgondang Koramil 0821-02/Sukodono, Serka Cahyo Pranowo, memberikan materi Wawasan Kebangsaan (Wasbang) kepada peserta Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SMK Ryo Yuwaraja, Kecamatan Sukodono, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Jumat (17/7/2026).

Kegiatan tersebut diikuti oleh 23 siswa mengikuti penyampaian materi. Dalam kesempatan itu, Serka Cahyo Pranowo mengajak para pelajar untuk memahami pentingnya nilai-nilai Pancasila, cinta tanah air, kedisiplinan, semangat persatuan, serta tanggung jawab sebagai generasi penerus bangsa di tengah berbagai tantangan perkembangan zaman.

Menurutnya, pembekalan Wawasan Kebangsaan pada masa MPLS menjadi langkah strategis dalam membangun karakter siswa agar tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga memiliki sikap disiplin, berintegritas, serta mampu menyaring berbagai pengaruh negatif yang dapat mengikis rasa nasionalisme.

"Melalui materi Wawasan Kebangsaan ini, kami ingin menanamkan rasa cinta tanah air, semangat persatuan, dan kepedulian terhadap bangsa sejak para siswa mengawali jenjang pendidikan di sekolah ini. Dengan karakter yang kuat, mereka akan menjadi generasi yang mampu menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia," ujar Cahyo.

Suasana penyampaian materi berlangsung interaktif. Para siswa diberikan pemahaman mengenai pentingnya menjaga persatuan dalam keberagaman, menghormati sesama, serta membangun sikap disiplin sebagai bekal dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan sekolah maupun masyarakat.

Kepala SMK Ryo Yuwaraja, Masduki, S.Si, mengatakan bahwa pemberian materi Wawasan Kebangsaan oleh Babinsa menjadi bekal yang sangat berharga bagi siswa baru dalam membentuk karakter, kedisiplinan, serta rasa cinta tanah air sejak awal memasuki dunia pendidikan di tingkat menengah kejuruan.

"Melalui materi Wawasan Kebangsaan yang disampaikan oleh Babinsa, para siswa mendapatkan pemahaman yang lebih luas tentang pentingnya menjaga persatuan, menghargai keberagaman, serta menumbuhkan rasa cinta kepada bangsa dan negara. Kami meyakini pembekalan ini akan memberikan dampak positif terhadap pembentukan karakter peserta didik, sehingga mereka tidak hanya unggul dalam kompetensi akademik dan keterampilan, tetapi juga memiliki integritas, disiplin, serta tanggung jawab sebagai generasi penerus bangsa. Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut sebagai wujud sinergi antara sekolah dan TNI dalam mencetak generasi muda yang berkarakter Pancasila dan berwawasan kebangsaan," pungkasnya.

Melalui kegiatan tersebut, Koramil turut andil dalam mendukung pembinaan karakter generasi muda melalui edukasi kebangsaan di lingkungan sekolah. Sinergi antara TNI dan dunia pendidikan diharapkan mampu melahirkan generasi yang cerdas, berakhlak mulia, serta memiliki semangat bela negara demi mewujudkan Indonesia yang semakin maju. (Pendim0821)

22/05/2026

Komisi X DPR RI Dorong Guru Honorer Diprioritaskan dalam Rekrutmen CASN


Jakarta, (Onenewsjatim) –
Anggota H. Muhamad Nur Purnamasidi mendorong pemerintah agar memberikan prioritas kepada guru honorer atau non-Aparatur Sipil Negara (non-ASN) dalam skema rekrutmen Calon Aparatur Sipil Negara (CASN) mendatang.

Usulan tersebut disampaikan dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) antara Komisi X DPR RI bersama Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, yang membahas berbagai isu strategis di sektor pendidikan, termasuk pemerataan dan pemenuhan kebutuhan tenaga pendidik di seluruh Indonesia.

Menurut pria yang akrab disapa Bang Pur tersebut, kebijakan afirmatif perlu diterapkan sebagai bentuk penghargaan atas pengabdian panjang para guru honorer yang selama ini tetap menjalankan tugas mengajar di tengah keterbatasan status kepegawaian dan kesejahteraan.

“Dalam RDPU kemarin saya sampaikan, teman-teman guru non-ASN yang sudah memenuhi syarat S1/D4 harus diprioritaskan apabila nanti ada rekrutmen ASN berikutnya,” ujar Muhamad Nur Purnamasidi saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Jumat (22/5/2026).

Ia menegaskan bahwa negara harus hadir memberikan kepastian karier bagi tenaga pendidik yang telah lama mengabdi di dunia pendidikan, khususnya mereka yang telah memenuhi kualifikasi akademik minimal sarjana (S1) atau diploma empat (D4).

Politisi Partai Golkar itu juga menilai, tanpa adanya keberpihakan kebijakan, guru honorer yang telah bertahun-tahun mengabdi berpotensi kalah bersaing dalam sistem seleksi terbuka CASN.

“Jangan sampai mereka yang sudah lama mengabdi justru kalah bersaing tanpa ada keberpihakan kebijakan dari pemerintah. Negara harus hadir memberikan kepastian dan penghargaan terhadap dedikasi para guru,” tegasnya.

Lebih lanjut, Bang Pur menyoroti masih besarnya jumlah tenaga pendidik non-ASN di Indonesia. Berdasarkan data Kementerian Pendidikan Dasar dan 

Menengah per 31 Desember 2024, jumlah guru non-ASN tercatat mencapai 237.196 orang yang tersebar di berbagai daerah.

Ia menilai keberadaan guru honorer selama ini menjadi tulang punggung proses belajar mengajar, terutama di daerah yang masih mengalami kekurangan tenaga pendidik. Tanpa kontribusi mereka, proses pendidikan di banyak wilayah dinilai akan terganggu.

Selain itu, ia juga menyinggung kebutuhan regenerasi tenaga pendidik nasional. Mengacu pada siaran pers Badan Kepegawaian Negara, rekrutmen CASN formasi guru terakhir dilakukan pada tahun 2024.

Kondisi tersebut, menurutnya, berpotensi menimbulkan tantangan baru dalam beberapa tahun ke depan seiring banyaknya guru yang memasuki masa purna tugas, sehingga kebutuhan tenaga pendidik baru akan semakin meningkat.

“Ke depan, pemerintah harus benar-benar menyiapkan skema rekrutmen yang adil sekaligus menjawab kebutuhan riil di lapangan, agar tidak terjadi kekosongan tenaga pendidik di sekolah-sekolah,” pungkasnya. (Imam)

23/04/2026

Kisah Semangat Siswa SDN Supiturang 2 Lumajang, Ujian TKA Digelar Bergantian


Lumajang (Onenewsjatim)
– Sebanyak 21 siswa kelas 6 SDN Supiturang 2, Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang, mengikuti Tes Kemampuan Akademik (TKA) berbasis komputer secara bergantian, Kamis (23/4/2026).

Ujian tersebut digelar dengan segala keterbatasan pasca sekolah mereka hancur akibat erupsi Gunung Semeru pada 2025 lalu.

Pelaksanaan TKA terpaksa dilakukan di Madrasah Diniyah Takmiliyah Ula Raudlatul Ulum, Dusun Sumbersari, Desa Supiturang. 

Sementara itu, total 70 siswa dari kelas 1 hingga kelas 6 saat ini masih menumpang belajar di ruang kelas madrasah tersebut.

Guru SDN Supiturang 2, Hariono, mengatakan keterbatasan fasilitas menjadi tantangan utama dalam pelaksanaan ujian berbasis komputer tersebut. Pasalnya, seluruh inventaris sekolah hilang saat diterjang erupsi Semeru pada 19 November 2025.

“Untuk TKA dari 21 siswa kami serba keterbatasan. Perangkat kami hilang saat erupsi tahun lalu,” ujar Hariono.

Ia menjelaskan, dari total 21 peserta TKA, terdiri dari 17 siswa perempuan dan 4 siswa laki-laki. Karena minimnya perangkat, pelaksanaan ujian harus dibagi menjadi empat gelombang dengan dua sesi.

“Pertimbangannya karena keterbatasan peralatan. Kami hanya memiliki beberapa komputer dan laptop, jadi harus dibagi dalam beberapa gelombang,” jelasnya.

Selain itu, faktor jaringan internet di wilayah tersebut juga menjadi pertimbangan. Pihak sekolah khawatir jika peserta terlalu banyak dalam satu sesi, koneksi tidak akan mampu menampung.

“Kami juga berada di daerah pinggiran. Kalau dipaksakan satu sesi banyak peserta, kami khawatir jaringan tidak kuat,” tambahnya.

Hariono mengungkapkan, saat ini pihak sekolah hanya memiliki empat perangkat yang digunakan untuk TKA. Tiga unit digunakan siswa, sementara satu unit lainnya berfungsi sebagai komputer proktor atau pengendali ujian.

Perangkat tersebut berasal dari bantuan pemerintah, pinjaman guru, serta upaya swadaya sekolah. Sebelumnya, seluruh peralatan seperti komputer, laptop, printer hingga perangkat pembelajaran lainnya hilang terbawa lahar dingin.

“Total ada empat perangkat yang kami pakai. Tiga untuk siswa, satu untuk proktor. Itu pun hasil bantuan dan pinjaman,” ungkapnya.

Meski dalam kondisi serba terbatas, para siswa tetap menunjukkan semangat mengikuti ujian. Pihak sekolah juga terus memberikan motivasi agar siswa tetap optimistis melanjutkan pendidikan.

“Kami selalu memberikan motivasi kepada anak-anak, bahwa meskipun berada di daerah bencana, pendidikan harus tetap berjalan seperti di sekolah lain,” kata Hariono.

Ia menambahkan, sebelum pelaksanaan TKA, para siswa juga telah diberikan latihan, baik terkait materi ujian maupun penggunaan perangkat komputer.

“Alhamdulillah anak-anak sudah ada persiapan. Meskipun terbatas, mereka tetap semangat mengikuti ujian,” pungkasnya.

18/04/2026

Ratusan Peserta Antusias Ikuti Jalan Sehat Dies Natalis ke-10 SMK WYSN Lumajang

Kasek SMK WYSN lakukan Pelepasan 10 balon udara 

Lumajang, (Onenewsjatim) –
Ratusan peserta tampak antusias mengikuti kegiatan jalan sehat dalam rangka Dies Natalis ke-10 SMK Wira Yudha Sakti Nusantara (WYSN) Lumajang yang digelar di Desa Bondoyudo, Kecamatan Sukodono, Sabtu (18/4/2026).

Sejak pagi hari, halaman sekolah sudah dipadati peserta yang terdiri dari siswa SMK WYSN, calon siswa, orang tua, hingga masyarakat sekitar. 

Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan hari jadi sekolah yang ke-10 tahun.

Sebelum kegiatan dimulai, acara diawali dengan pelepasan 10 balon udara sebagai simbol peringatan satu dekade berdirinya SMK WYSN Lumajang.

Pelepasan dilakukan oleh Kepala Sekolah Dr. Sri Diana, S.Kep., Ners., MM, bersama jajaran pengawas, komite sekolah, wakil kepala sekolah, perwakilan yayasan, serta mendapat pengawalan dari Polisi Militer.

Jalan sehat mengusung tema “Menggapai Mimpi, Menggali Potensi, Berjuta Prestasi Menuju WYSN Gemilang.”

pelajar ikuti jalan sehat melintas di depan sekolah 

Rute yang ditempuh peserta dimulai dari halaman SMK WYSN, melintasi Jalan Raya Sukodono, kawasan Wonorejo Terpadu (WYSN), dan kembali finis di halaman sekolah.

Kepala Sekolah SMK WYSN, Dr. Sri Diana, S.Kep., Ners., MM,  menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya sebagai ajang perayaan, tetapi juga sarana membangun kesehatan dan kebersamaan.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin menumbuhkan semangat kebersamaan, hidup sehat, serta memperkuat hubungan antara keluarga besar SMK WYSN dengan masyarakat sekitar,” ujarnya.

Ia menambahkan, kegiatan jalan sehat juga menjadi upaya memperkenalkan sekolah kepada masyarakat sekaligus memberikan gambaran kepada calon siswa mengenai lingkungan dan semangat pendidikan di SMK WYSN.

Menurutnya, kesehatan menjadi faktor penting dalam menunjang prestasi siswa. 

“Dengan jiwa yang sehat, akan lahir prestasi-prestasi yang hebat. Karena itu, kegiatan seperti ini penting untuk terus dilakukan,” imbuhnya.

Dalam kegiatan ini, panitia juga melibatkan sekitar 120 calon siswa dari tingkat SMP yang telah mendaftar, sekitar 200 warga sekitar, serta orang tua siswa. Secara keseluruhan, jumlah peserta diperkirakan mencapai sekitar 700 orang.

Selain jalan sehat, panitia juga menyiapkan berbagai doorprize menarik untuk peserta, di antaranya dua ekor kambing, mesin cuci, kompor gas, hingga kulkas.

Dr. Sri Diana berharap, di usia ke-10 tahun ini, SMK WYSN semakin berkembang dan mampu mencetak lulusan yang unggul serta berdaya saing.

“Harapannya SMK WYSN semakin jaya dan mampu menyalurkan siswa-siswi yang kompeten,” pungkasnya. (Imam)

12/03/2026

Tiga Siswi SMK WYSN Lumajang Raih Juara 1 Jatim Lomba Video Edukasi Hari Gizi Nasional 2026

Tiga siswa SMK WYSN meraih juara 1 Lomba Video Edukasi Kreatif Hari Gizi Nasional Tahun 2026

Lumajang, (Onenewsjatim) – Prestasi membanggakan kembali diraih siswa SMK Wira Yudha Sakti Nusantara (WYSN) Kabupaten Lumajang. Tiga siswi kelas X Asisten Keperawatan 1 (AKP 1) berhasil meraih Juara 1 tingkat Provinsi Jawa Timur dalam ajang Lomba Video Edukasi Kreatif Hari Gizi Nasional Tahun 2026.

Ketiga siswi tersebut adalah Angel Amelia Dwi Aprillia, Putri Dwi Cahyani, dan Naura Prisya Ramadhani. Mereka berhasil mengungguli peserta dari berbagai kabupaten dan kota di Jawa Timur melalui karya video edukatif yang mengangkat tema pentingnya pola makan bergizi seimbang.

Kompetisi tersebut digelar secara daring, dengan proses pengumpulan karya dimulai pada 29 Januari 2026 dan pengumuman pemenang dilakukan pada 3 Februari 2026.

Salah satu anggota tim, Angel Amelia Dwi Aprillia, mengaku bangga atas capaian yang diraih bersama rekan satu timnya. Ia mengatakan video yang mereka buat bertujuan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya menjaga pola makan sehat.

“Kami ingin memberikan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya menjaga pola makan dan gizi seimbang. Kami bisa menang karena berusaha kompak. Walaupun proses pembuatan video dilakukan di sela-sela kegiatan sekolah, kami tetap berusaha menyeimbangkan antara belajar dan proses pengambilan video,” ujar Angel saat ditemui di sekolah.

Ia juga menambahkan bahwa sebelum membuat video, timnya terlebih dahulu mempelajari berbagai referensi agar materi yang disampaikan benar dan mudah dipahami masyarakat.

“Kami juga membaca berbagai artikel agar bisa menjelaskan dengan cara yang menarik sehingga masyarakat tertarik untuk menjaga pola makan yang sehat,” tambahnya.

 Bukan Sekadar Estetika, Tapi Konten Edukatif

Sementara itu, Guru SMK Wira Yudha Sakti Nusantara Lumajang, Nur Indah Agus Setiawati, menjelaskan bahwa lomba tersebut diikuti oleh peserta dari berbagai daerah di Jawa Timur dan seluruh proses penilaian dilakukan secara daring.

Menurutnya, aspek utama yang dinilai dalam lomba tersebut bukan hanya tampilan video, tetapi juga pesan edukasi yang disampaikan kepada masyarakat.

“Untuk kriteria penilaian itu dilihat dari cara penyampaian, pembuatan video, kreativitas siswa, dan yang paling penting adalah nilai edukasinya. Jadi kalau videonya hanya menarik tetapi tidak memberikan edukasi, itu tidak menjadi kriteria utama kemenangan,” jelas Nur Indah.


Ia mengatakan karya video yang dibuat oleh para siswa mengangkat tema “Isi Piringku”, yakni konsep gizi seimbang yang dianjurkan dalam pola makan sehari-hari.

“Dalam video tersebut dijelaskan bahwa dalam satu piring makanan harus memenuhi gizi seimbang, seperti karbohidrat, protein, serta serat dari sayur dan buah. Itu penting untuk memenuhi kebutuhan energi tubuh dalam aktivitas sehari-hari,” katanya.

Menurut Nur Indah, video yang dibuat para siswi tersebut dinilai mampu menyampaikan pesan kesehatan secara sederhana namun menarik, sehingga dapat dipahami oleh masyarakat luas.

Tim SMK WYSN memilih tema "Isi Piringku" sebagai materi utama. Konsep ini menekankan pada komposisi gizi seimbang dalam satu porsi makan. 

"Anak-anak mengedukasi bahwa dalam satu piring harus ada karbohidrat, protein, dan serat untuk pemenuhan energi harian. Video tersebut diunggah di media sosial sekolah dan akun pribadi siswa sesuai arahan panitia," lanjutnya.

Pesan Kepala Sekolah: Prestasi Harus Bermanfaat

Sementara itu, Kepala Sekolah SMK Wira Yudha Sakti Nusantara, Dr. Sri Diana S.Kep., Ners., MM, mengatakan bahwa prestasi tersebut menjadi bukti bahwa siswa tidak hanya mampu berkreasi, tetapi juga mampu memberikan manfaat melalui karya yang edukatif.

“Menang atau tidaknya siswa dalam lomba ini bukan hanya soal kemampuan mengedit video atau membuat video yang menarik. Yang paling penting adalah bagaimana mereka bisa menyampaikan edukasi kepada masyarakat tentang pola hidup sehat,” ujar Sri Diana.

Ia berharap ilmu yang diperoleh para siswa melalui kegiatan tersebut tidak berhenti pada kompetisi saja, tetapi dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

“Harapannya anak-anak ini benar-benar memahami apa itu pola hidup sehat dan bisa mengimplementasikannya, minimal dimulai dari diri sendiri, kemudian keluarga, lingkungan sekitar, hingga masyarakat,” jelasnya.

Sri Diana menambahkan bahwa keberhasilan siswa dalam lomba ini juga menjadi bagian dari upaya sekolah dalam mendorong siswa agar tidak hanya berprestasi secara akademik, tetapi juga mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.

“Karena keberhasilan seseorang tidak hanya dilihat dari prestasinya saja, tetapi dari seberapa besar manfaat yang bisa diberikan kepada orang lain. Jika berprestasi tetapi tidak memberikan manfaat bagi masyarakat, tentu itu menjadi kurang berarti,” pungkasnya. (Imam)

Siswa SMK WYSN Lumajang Bagikan 700 Takjil, Implementasikan Program “Ramadhan Pendidikan Berdampak”

Guru dan Siswa WYSN Usai bagikan takjil

Lumajang, (Onenewsjatim)
– Suasana sore menjelang waktu berbuka puasa di kawasan Lampu Merah Adipura, Jalan Letjen S. Parman, Kabupaten Lumajang, tampak berbeda pada Kamis (12/3/2026). Puluhan siswa dari SMK Wira Yudha Sakti Nusantara turun langsung ke jalan membagikan ratusan paket takjil kepada masyarakat dan para pengguna jalan yang melintas.

Kegiatan sosial yang mengusung tema “Ramadhan Pendidikan Berdampak” tersebut menjadi salah satu bentuk kepedulian sekaligus upaya menanamkan nilai-nilai karakter kepada para siswa di bulan suci Ramadan 1447 Hijriah.

Sebanyak 700 paket takjil gratis dibagikan kepada pengendara sepeda motor, pengemudi kendaraan, hingga masyarakat sekitar yang melintas di kawasan tersebut. Para siswa yang tergabung dalam organisasi OSIS bersama guru tampak antusias menyapa dan memberikan takjil kepada pengguna jalan menjelang waktu berbuka puasa.

Aksi berbagi ini pun mendapat sambutan hangat dari masyarakat. Dalam waktu singkat, ratusan paket takjil yang dibagikan para siswa langsung habis diserbu pengendara yang melintas.

Kepala Sekolah SMK Wira Yudha Sakti Nusantara, Dr. Sri Diana S.Kep., Ners., MM, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari implementasi program Ramadhan Pendidikan Berdampak yang dicanangkan Kadis pendidikan Provinsi Jawa Timur 

warga antusias berebut takjil

Menurutnya, kegiatan berbagi takjil dan buka puasa bersama tidak sekadar menjadi kegiatan seremonial di bulan Ramadan, tetapi juga menjadi sarana pendidikan karakter bagi para siswa.

“Di SMK Wira Yudha Sakti Nusantara, khususnya OSIS, seluruh warga sekolah terlibat dalam kegiatan pembagian takjil ini. Kurang lebih ada 700 takjil yang kami bagikan di kawasan Adipura karena lokasi tersebut merupakan pusat akses jalan yang ramai dilalui masyarakat,” ujar Sri Diana .

Ia menjelaskan, selain berbagi takjil, kegiatan juga dilanjutkan dengan buka puasa bersama yang diikuti oleh siswa, guru, staf sekolah, serta sejumlah tamu undangan.

Menurutnya, kegiatan tersebut memiliki tujuan lebih besar, yakni menanamkan nilai-nilai karakter kepada para siswa agar memiliki kepribadian yang positif, religius, dan berprestasi.

“Buka puasa bersama ini bukan sekadar untuk berkumpul atau makan bersama, tetapi lebih kepada upaya mengimplementasikan program Ramadhan Pendidikan Berdampak. Harapannya, siswa-siswi kami memiliki karakter yang kuat, berakhlak baik, religius, sehat, dan berprestasi,” jelasnya.

Sri Diana menegaskan bahwa pendidikan tidak hanya berfokus pada kecerdasan akademik, tetapi juga harus membentuk karakter siswa agar mampu menjadi generasi yang berakhlak mulia.

“Karena walaupun siswa itu pintar, tetapi kalau tidak memiliki karakter yang baik, maka tidak akan memberikan manfaat yang besar bagi dirinya maupun masyarakat. Melalui kegiatan ini kami berharap siswa semakin meningkatkan keimanan dan ketakwaannya kepada Tuhan Yang Maha Esa,” tambahnya.

Sementara itu, salah satu pengguna jalan yang menerima takjil, Sofie, mengaku senang dan mengapresiasi kegiatan yang dilakukan para siswa tersebut.

Menurutnya, aksi berbagi seperti ini sangat bermanfaat bagi masyarakat, terutama bagi para pengendara yang masih berada di jalan saat waktu berbuka puasa tiba.

“Alhamdulillah sangat membantu. Tadi kebetulan saya masih di perjalanan menjelang buka puasa, jadi bisa langsung berbuka dengan takjil yang diberikan adik-adik siswa. Kegiatannya sangat positif,” ujar Sofie.

Setelah kegiatan pembagian takjil selesai, seluruh siswa dan guru kembali ke lingkungan sekolah untuk melaksanakan buka puasa bersama. Suasana kebersamaan dan kekeluargaan pun terasa hangat dalam kegiatan tersebut.

Melalui kegiatan sosial di bulan Ramadan ini, SMK Wira Yudha Sakti Nusantara berharap para siswa tidak hanya berkembang secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian sosial dan karakter yang kuat sebagai generasi penerus bangsa. (Imam)

© Copyright 2024 Onenewsjatim | All Right Reserved