-->

08/05/2026

Kejari Jember Naikkan Dugaan Korupsi Klaim JKN Sejumlah RS ke Tahap Penyidikan


Jember, (Onenewsjatim) 
- Kejaksaan Negeri (Kejari) Jember meningkatkan status penanganan dugaan korupsi klaim dana Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di sejumlah rumah sakit di Kabupaten Jember dari penyelidikan ke tahap penyidikan.

Kasus tersebut diduga berkaitan dengan manipulasi tagihan BPJS Kesehatan oleh sejumlah rumah sakit dalam kurun waktu 2019 hingga 2025.

Kepala Kejaksaan Negeri Jember, mengatakan peningkatan status perkara dilakukan setelah penyidik melakukan serangkaian pemeriksaan dan pengumpulan dokumen.

“Kami telah meningkatkan status dugaan korupsi manipulasi tagihan BPJS Kesehatan oleh sejumlah rumah sakit di Kabupaten Jember ke tahap penyidikan,” kata Yadyn saat konferensi pers dalam kegiatan media gathering di Jember, Kamis (8/5/2026) malam.

Menurutnya, tim penyidik sebelumnya telah melakukan ekspose atau gelar perkara dan menemukan adanya dugaan praktik fraud dalam klaim program JKN.

“Tim penyidik kemudian melakukan ekspose atau gelar perkara dan menyimpulkan dugaan korupsi fraud upcoding dan atau phantom billing oleh sejumlah rumah sakit tahun 2019 hingga 2025 ditingkatkan ke tahap penyidikan,” ujarnya.

Yadyn menjelaskan, modus yang diduga dilakukan dalam perkara tersebut antara lain phantom billing dan upcoding.

Phantom billing merupakan pengajuan klaim atas layanan kesehatan maupun obat-obatan yang sebenarnya tidak pernah diberikan kepada pasien.

Sementara upcoding dilakukan dengan cara memanipulasi kode diagnosis atau tindakan medis menjadi lebih berat agar nilai klaim yang dibayarkan BPJS Kesehatan lebih tinggi dari seharusnya.

"Penyimpangan yang dilakukan berupa upcoding, yakni memanipulasi kode diagnosa atau prosedur menjadi lebih berat agar mendapatkan klaim yang lebih tinggi,” katanya.

Ia menambahkan, peningkatan status perkara tersebut berdasarkan Surat Perintah Penyidikan Nomor: Print-658/M.5.12/Fd.2/05/2026 tertanggal 7 Mei 2026.

Dalam proses penyidikan, Kejari Jember telah memanggil sedikitnya 12 saksi untuk dimintai keterangan.

“Penyidik telah melakukan panggilan kepada 12 saksi-saksi dalam perkara tersebut,” ujar Yadyn.

Meski demikian, hingga kini penyidik belum menetapkan tersangka karena masih mendalami alat bukti dan menunggu hasil penghitungan kerugian negara.

Penghitungan kerugian negara dalam perkara tersebut saat ini masih dilakukan oleh Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).

“Kami masih mendalami alat bukti untuk penetapan tersangka dan penghitungan kerugian negara masih dilakukan oleh BPKP,” pungkasnya.

07/05/2026

Bupati Lumajang Lantik 3 Pj Kades, Kandidat dari Ranuyoso Mendadak Hilang


Lumajang, (DOC) –
Bupati atau yang akrab disapa Bunda Indah resmi melantik tiga Penjabat (Pj) Kepala Desa untuk mengisi kekosongan jabatan di sejumlah wilayah di Kabupaten Lumajang, Kamis (7/5/2026).

Pelantikan yang berlangsung di Gedung PKK Lumajang itu sekaligus diwarnai kejadian tak biasa. Satu calon Pj Kepala Desa untuk Desa Wates Kulon, Kecamatan Ranuyoso, mendadak tidak hadir dan tidak dapat dihubungi menjelang prosesi dimulai.

Tiga pejabat yang resmi dilantik yakni Samsul Hadi sebagai Pj Kepala Desa Yosowilangun Kidul, Kecamatan Yosowilangun, Oke Suprihatmanko sebagai Pj Kepala Desa Dawuhan Wetan, Kecamatan Rowokangkung, serta Muhamad Irwin Abdul Gofur sebagai Pj Kepala Desa Banyuputih Lor, Kecamatan Randuagung.

Dalam keterangannya Bunda Indah mengaku sempat terkejut karena calon Pj Kepala Desa asal Ranuyoso tersebut mendadak menghilang tanpa kabar.

“Sejak pagi tidak bisa dihubungi sama sekali. Padahal sebelumnya sudah dipersiapkan untuk dilantik hari ini. Saya juga heran kenapa tiba-tiba menghilang,” kata Bunda Indah.

Menurutnya, kandidat tersebut sebelumnya dipilih karena dinilai memahami kondisi wilayah Ranuyoso. Selain berstatus aparatur sipil negara, yang bersangkutan juga merupakan putra daerah setempat sehingga dianggap memiliki kedekatan dengan masyarakat.

Pemkab Lumajang, lanjut dia, kini akan kembali melakukan pencarian kandidat baru untuk mengisi posisi Pj Kepala Desa Wates Kulon agar roda pemerintahan desa tetap berjalan optimal.

“Kalau memang belum berkenan ya tidak bisa dipaksakan. Nanti akan kami carikan calon lain yang siap menjalankan amanah,” ujarnya.

Bunda Indah menjelaskan, penunjukan Pj Kepala Desa dilakukan untuk menjaga stabilitas pemerintahan desa hingga pelaksanaan pemilihan kepala desa definitif. Masa jabatan penjabat kali ini diperkirakan berlangsung cukup panjang, yakni sekitar satu setengah tahun.

Karena itu, ia meminta para pejabat yang baru dilantik bekerja profesional serta mampu menjaga integritas sebagai aparatur negara.

“Saya minta menjalankan tugas dengan penuh amanah. Sebagai ASN harus memberi contoh, baik dalam administrasi pemerintahan maupun perilaku di tengah masyarakat,” tegasnya.

Ia juga menekankan pentingnya membangun komunikasi dengan seluruh unsur desa, mulai dari Badan Permusyawaratan Desa (BPD), tokoh masyarakat, hingga pengurus RT dan RW.

Menurutnya, sinergi yang baik akan menentukan kelancaran pelayanan publik dan menjaga kondusivitas desa selama masa transisi kepemimpinan.

“Jangan bekerja sendiri. Rangkul semua elemen masyarakat agar pelayanan kepada warga tetap berjalan baik,” pungkas Bunda Indah.

MBG di Lumajang Diwarnai Dugaan Belatung pada Lauk Ayam, SPPG Beri Penjelasan



Lumajang, (Onenewsjatim)
– Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, diwarnai temuan diduga ulat belatung pada salah satu menu makanan siswa di SD Negeri 02 Madurejo, Kecamatan Pasirian, Kamis (7/5/2026).

Temuan tersebut diketahui berada pada lauk ayam goreng tepung yang dibagikan kepada siswa. Video penemuan ulat belatung itu kemudian beredar luas.

Dalam video yang beredar, terdengar seorang guru meminta seluruh makanan segera ditarik kembali setelah ditemukan dugaan ulat pada lauk ayam.

Temuan pertama kali diketahui saat makanan dibagikan kepada siswa kelas 4 yang tengah mengikuti kegiatan olahraga di luar ruangan. Sementara siswa lainnya belum menerima makanan tersebut.

Mamat, siswa kelas 5 SDN Madurejo 02, mengatakan menu MBG hari itu berupa ayam goreng tepung. Namun makanan tersebut tidak jadi disantap setelah ditemukan ulat di salah satu ompreng.

“Menu MBG hari ini ayam, tapi tidak sempat dimakan, ada ulatnya,” ujar Mamat.

Menurutnya, hanya siswa kelas 4 yang sempat menerima makanan sebelum akhirnya distribusi dihentikan.

“Cuma kelas 4 yang dibagikan, terus ada belatungnya. Yang lain belum dibagikan,” katanya.

Ia mengaku kejadian tersebut baru pertama kali terjadi sejak program MBG berjalan di sekolahnya.

“Baru kali ini,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala SPPG Yayasan Berkah Berlian Jaya Jessica membenarkan adanya laporan terkait temuan ulat dalam salah satu ompreng makanan yang didistribusikan ke SDN Madurejo 02.

“Di salah satu ompreng yang kami distribusikan di SDN 02 Madurejo ditemukan ada ulat di ayamnya,” kata Jessica.

Menurut Jessica, temuan tersebut hanya terdapat pada satu ompreng milik seorang siswa. Sedangkan menu lainnya dipastikan dalam kondisi aman.

“Kami langsung ke lokasi untuk memastikan. Dan kami juga sudah berkoordinasi dengan pihak sekolah bahwa cuma ompreng itu saja yang ditemukan ada ulat di ayam tersebut,” jelasnya.

Sebagai langkah antisipasi, pihak SPPG langsung menarik seluruh makanan yang telah dikirim ke sekolah untuk dilakukan pemeriksaan ulang.

“Menu yang kami distribusikan itu sudah kami tarik kembali. Dan kami juga mengecek kembali semua menu yang kami tarik itu ternyata memang tidak ada sama sekali,” ungkapnya.

Jessica menambahkan, sebagian siswa diketahui sudah sempat mengonsumsi makanan tersebut dan tidak mengalami keluhan kesehatan.

“Beberapa siswa juga sudah memakan menu tersebut. Dan dari pengakuan siswa pun tidak ada masalah. Hanya satu ompreng itu saja,” tambahnya.

Pihaknya menduga ulat tersebut kemungkinan berasal dari faktor eksternal karena saat kejadian siswa makan di luar ruangan usai olahraga.

“Kalau di video yang beredar itu siswanya sedang olahraga, terus makannya di bawah pohon di luar sekolah,” ujarnya.

Meski demikian, pihak dapur MBG memastikan akan meningkatkan pengawasan dan quality control dalam proses pengolahan makanan.

“Kami sebagai dapur tetap terus meningkatkan quality control. Kami memastikan bahan yang kami beli dan kami olah itu diolah dengan baik,” pungkas Jessica.(Imam)

Aksi Begal Resahkan Probolinggo, Pedagang Tempe Kehilangan Motor Saat Menuju Pasar


Probolinggo, (Onenewsjatim) -
Aksi begal kembali meresahkan warga Kota Probolinggo. Seorang pedagang tempe menjadi korban pembegalan saat melintas di Jalan Sunan Muria, Kelurahan Kebonsari Wetan, Kecamatan Kanigaran, Kamis (7/5/2026) dini hari.

Korban diketahui bernama Agustin (36), warga Kelurahan Sumbertaman, Kecamatan Wonoasih. Sepeda motor Honda Beat bernopol N 5516 RD miliknya dirampas dua pelaku bersenjata celurit saat korban hendak menuju Pasar Niaga untuk berjualan.

Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 04.41 WIB. Saat kondisi jalan masih sepi usai salat subuh, korban merasa ada sepeda motor yang terus mengikuti dari belakang.

Dalam rekaman CCTV di sekitar lokasi, terlihat dua pria berboncengan diduga menggunakan sepeda motor Honda Vario membuntuti korban dari arah belakang.

Merasa curiga menjadi target kejahatan, Agustin sempat berusaha melarikan diri dengan memacu kendaraannya lebih cepat. Namun sesaat setelah melewati tikungan, laju motor korban dipotong hingga terpaksa berhenti.

“Saya lihat dari kaca spion motor itu terus mengikuti. Saya tambah kecepatan, tapi setelah tikungan langsung dipepet,” ujar Agustin kepada wartawan, Kamis (7/5/2026).

Saat berhenti, korban berusaha menggagalkan aksi pelaku dengan mencabut kunci motornya sambil berteriak meminta pertolongan. Namun kedua pelaku justru bertindak semakin agresif.

Salah satu pelaku langsung mengacungkan celurit ke arah korban. Dalam kondisi terancam, korban tidak mampu mempertahankan kendaraannya.

“Saya sempat melawan dan teriak minta tolong,” katanya.

Pelaku kemudian merebut kunci motor dari tangan korban sebelum membawa kabur sepeda motor ke arah barat.

Aksi pembegalan tersebut juga disaksikan seorang pedagang nasi kuning bernama Sutrisno (55) yang berada tidak jauh dari lokasi kejadian. Ia mengaku sempat berniat membantu korban dengan menghadang pelaku menggunakan gerobaknya.

Namun niat itu diurungkan setelah salah satu pelaku menghampirinya sambil mengayunkan celurit.

“Saya sebenarnya mau nolong korban. Mau saya tabrak pakai gerobak, tapi pelaku malah mendekat sambil bawa celurit,” ungkap Sutrisno.

Menurutnya, kedua pelaku sama-sama membawa senjata tajam sehingga warga sekitar memilih tidak bertindak nekat.

“Kalau tidak bawa senjata mungkin masih berani dilawan. Tapi mereka sama-sama bawa celurit,” ujarnya.

Sebelum kejadian, Agustin diketahui sempat pulang dari Pasar Niaga usai salat subuh melalui Jalan Panglima Sudirman dan Jalan KH Hasan. Tak lama kemudian ia kembali menuju pasar untuk membawa dagangan tempe.

Namun di tengah perjalanan, motor yang menjadi alat transportasi sekaligus penunjang aktivitas berdagangnya justru raib dibawa kabur kawanan begal bersenjata.

Kasus pembegalan tersebut kini menjadi perhatian warga sekitar. Hingga saat ini, korban telah melaporkan kejadian itu kepada pihak kepolisian untuk ditindaklanjuti. (Imam)




Cegah Penyakit Tidak Menular, Babinsa dan Nakes Bersinergi Berdayakan Kader Desa


Lumajang, (Onenewsjatim)
-Sebagai bentuk dukungan terhadap peningkatan kualitas kesehatan masyarakat, Babinsa Sumberwringin Koramil 0821-05/Klakah, Sertu Yudiono, melaksanakan pendampingan kegiatan pemberdayaan kader Posyandu dalam program Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular (P2PTM) serta penilaian kapasitas kader oleh Puskesmas Klakah di Balai Desa Sumberwringin, Kecamatan Klakah, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Kamis (7/5/2026).

Kegiatan tersebut diikuti oleh 20 kader desa dan melibatkan tenaga kesehatan setempat, yakni Bidan Desa Nina Pratama Kurnia Putri, S.Keb., serta Perawat Desa Faizah Hartinah, A.Md.Kep. Program itu bertujuan meningkatkan kemampuan kader Posyandu dalam melakukan deteksi dini serta edukasi kepada masyarakat terkait pencegahan penyakit tidak menular.

Dalam pendampingannya, Sertu Yudiono menyampaikan bahwa peran kader Posyandu sangat penting sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan di tingkat desa. Karena itu, peningkatan kapasitas kader perlu terus dilakukan agar pelayanan kepada masyarakat semakin optimal.

“Babinsa siap mendukung setiap program kesehatan di wilayah binaan, termasuk kegiatan pemberdayaan kader Posyandu. Dengan kader yang aktif dan memiliki kemampuan baik, maka upaya pencegahan penyakit di masyarakat akan lebih efektif,” ujar dia.

Sementara itu, Bidan Desa Sumberwringin, Nina Pratama Kurnia Putri, S.Keb., menjelaskan bahwa kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat pemahaman kader terkait pola hidup sehat, deteksi faktor risiko penyakit tidak menular, hingga tata cara pelayanan kesehatan dasar kepada masyarakat.

“Kader Posyandu memiliki peran strategis dalam memberikan edukasi kesehatan kepada warga. Melalui kegiatan ini, kami berharap kapasitas kader semakin meningkat sehingga mampu membantu menekan risiko penyakit tidak menular di lingkungan masyarakat,” pungkasnya.

Kegiatan berlangsung dengan suasana interaktif, di mana para kader mendapatkan materi, diskusi, serta penilaian kemampuan dalam pelaksanaan pelayanan Posyandu. Kehadiran Babinsa dalam kegiatan tersebut juga memberikan motivasi tersendiri bagi para kader untuk terus aktif mendukung program kesehatan desa.

Melalui sinergi antara TNI, tenaga kesehatan, dan kader Posyandu, diharapkan upaya pencegahan dan pengendalian penyakit tidak menular di wilayah Desa Sumberwringin dapat berjalan maksimal, sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kesehatan sejak dini. (Pendim0821)

TNI dan Warga Gotong Royong Bangun Jembatan Perintis Garuda di Pasrujambe


Lumajang, (Onenewsjatim) –
Semangat gotong royong kembali ditunjukkan TNI bersama masyarakat dalam upaya mempercepat pembangunan infrastruktur desa. Babinsa Karanganom Koramil 0821-17/Pasrujambe Sertu Bejo Utomo dan anggota Koramil bersama warga melaksanakan kegiatan pemasangan rangka cakar ayam dilanjutkan pengecoran Jembatan Perintis Garuda di Kali Asem, Dusun Krajan, Desa Karanganom, Kecamatan Pasrujambe, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Kamis (7/5/2026).

Kegiatan tersebut menjadi bagian penting dalam mendukung akses transportasi masyarakat sekaligus memperkuat konektivitas antarwilayah di pedesaan. 

Dengan penuh semangat, Babinsa bersama warga bahu-membahu menyelesaikan tahapan pembangunan jembatan yang nantinya diharapkan mampu meningkatkan aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat setempat.

Dalam kesempatan itu, Sertu Bejo Utomo mengatakan bahwa keterlibatan Babinsa dalam pembangunan desa merupakan bentuk pengabdian TNI kepada rakyat sekaligus mempererat kemanunggalan TNI dengan masyarakat dalam mengawal pembangunan jembatan perintis Garuda.

“Melalui kerja bakti seperti ini, kami ingin terus hadir membantu dan mengawal pembangunan jembatan perintis garuda. Pembangunan jembatan ini sangat penting karena nantinnya akan mempermudah akses warga, terutama dalam menunjang aktivitas sehari-hari dan perekonomian masyarakat dalam jangka panjang,” ujarnya.

Menurutnya, semangat kebersamaan yang ditunjukkan warga menjadi kekuatan utama dalam mempercepat pembangunan infrastruktur desa secara mandiri dan berkelanjutan.

Sementara itu, Kepala Dusun Krajan, Reza, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas keterlibatan Babinsa serta seluruh warga dalam pembangunan Jembatan Perintis Garuda tersebut.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada TNI, khususnya Babinsa Karanganom, yang selalu hadir bersama masyarakat. Pembangunan Jembatan Perintis Garuda ini merupakan bagian dari semangat mendukung program Hasta Cita Presiden RI Bapak Prabowo Subianto dalam pemerataan pembangunan hingga pelosok desa,” pungkasnya.

Ia berharap keberadaan jembatan tersebut nantinya dapat memberikan manfaat besar bagi masyarakat, terutama dalam memperlancar akses pertanian, pendidikan, maupun kegiatan sosial warga Dusun Krajan dan sekitarnya.

Dengan semangat gotong royong antara TNI dan masyarakat, pembangunan Jembatan Perintis Garuda diharapkan menjadi simbol kebersamaan serta kepedulian terhadap kemajuan desa demi terwujudnya kesejahteraan masyarakat secara merata. (Pendim0821)

Dua Pengedar Sabu di Ngawi Ditangkap, Polisi Sita 223,842 Gram Narkotika


Ngawi, (Onenewsjatim)
– Polres Ngawi Polda Jatim terus berkomitmen dalam memberantas peredaran gelap narkotika.

Kali ini Polres Ngawi Polda Jatim melalui Satresnarkoba mengungkap peredaran gelap Narkoba dan menangkap Dua tersangka pengedar.

Pengungkapan ini berawal dari laporan masyarakat melalui call center 110 yang langsung ditindaklanjuti secara cepat oleh Polres Ngawi. 

Adapun Dua tersangka yang diamankan Polisi adalah pria berinisial ND (30) warga Pangkur - Ngawi dan seorang perempuan berinisial OST (31) warga Wonogiri Jateng.

Tersangka ND (30) ditangkap Polisi Sabtu, 25 April 2026. Dari hasil interogasi awal dan pengembangan, petugas kemudian melakukan penggeledahan di rumah tersangka di Desa Ngompro, Kecamatan Pangkur.

Dalam pengembangan tersebut, petugas juga mengamankan tersangka OST (31).

Dari hasil penggeledahan, petugas menemukan barang bukti narkotika jenis sabu dengan total berat netto 223,842 gram.

Selain itu, turut diamankan barang bukti lainnya berupa handphone, sepeda motor, timbangan elektrik, plastik klip, serta sedotan plastik yang diduga digunakan untuk aktivitas peredaran narkotika.

Selanjutnya, kedua tersangka beserta seluruh barang bukti diamankan ke Mapolres Ngawi guna proses penyidikan lebih lanjut.

Keduanya dijerat dengan Pasal 114 ayat (2) jo Pasal 132 ayat (1) Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Kapolres Ngawi AKBP Prayoga Angga Widyatama, S.I.K., M.Si., menyampaikan apresiasi kepada masyarakat yang telah berperan aktif dalam memberikan informasi.

Ia mengaku pengungkapan kasus ini tidak lepas dari peran serta masyarakat yang peduli terhadap lingkungannya. 

"Kami mengucapkan terima kasih atas informasi yang disampaikan melalui call center 110 sehingga dapat segera kami tindak lanjuti,” ujar AKBP Prayoga, saat memimpin konferensi pers, Selasa (5/5/2026).

Kapolres Ngawi yang didampingi Bupati Ngawi H Ony Anwar Harsono dan Ketua DPRD Kab. Ngawi Yuwono Kartiko saat konferensi pers menegaskan bahwa pihaknya akan terus meningkatkan upaya pemberantasan narkoba di wilayah Ngawi.

“Kami tidak akan memberikan ruang bagi pelaku peredaran narkotika. Kami juga akan terus mengembangkan kasus ini untuk mengungkap jaringan yang lebih luas,” tegasnya.

Polres Ngawi mengimbau masyarakat untuk tidak ragu melaporkan segala bentuk aktivitas mencurigakan, khususnya yang berkaitan dengan penyalahgunaan narkotika, demi terciptanya situasi kamtibmas yang aman dan kondusif. (Red)

© Copyright 2024 Onenewsjatim | All Right Reserved