-->

09/05/2026

Kapolres Lumajang Kantongi Identitas Terduga Begal, Polisi Bergerak Cepat Buru Pelaku

Kapolres Lumajang Kantongi Identitas Terduga Begal, Polisi Bergerak Cepat Buru Pelaku


Lumajang, (Onenewsjatim)
– Polres Lumajang bergerak cepat menindaklanjuti maraknya aksi kriminalitas jalanan yang meresahkan masyarakat, mulai dari pencurian dengan kekerasan (begal) hingga aksi pelemparan batu terhadap pengendara.

Kapolres Lumajang AKBP Alex Sandy Siregar menegaskan, pihaknya telah mengantongi identitas sejumlah orang yang diduga terlibat dalam kasus begal yang belakangan terjadi di wilayah Lumajang.

“Insya Allah kami sudah mengantongi identitas-identitas yang kami curigai. Penyelidikan bergerak maju dan kami mohon doa serta dukungan masyarakat supaya segera terungkap,” ujar AKBP Alex Sandy Siregar usai rapat koordinasi bersama Bupati Lumajang dan para camat di Pendopo Arya Wiraraja, Jumat (8/5/2026) malam.

Menurut Alex, aksi pencurian dengan kekerasan yang terjadi diduga memanfaatkan sejumlah titik gelap atau blind spot yang minim penerangan dan pengawasan.

Karena itu, pemerintah daerah bersama aparat keamanan langsung mengambil langkah antisipatif. Dinas Perhubungan disebut telah melakukan intervensi di sedikitnya 13 titik rawan dan jumlah tersebut akan terus bertambah.

“Ini bentuk respons cepat terhadap keresahan warga. Upaya pengamanan tidak bisa dilakukan sendiri, perlu dukungan semua pihak,” katanya.

AKBP Alex juga memastikan, seluruh langkah kepolisian dilakukan secara profesional dan prosedural sesuai aturan hukum yang berlaku.

“Kita melangkah sesuai prosedur kepolisian. Upaya penyelidikan dan pengembangan kasus saat ini sudah mulai terlihat hasilnya,” tegasnya.

Selain kasus begal, polisi juga menyoroti maraknya aksi pelemparan batu terhadap pengendara yang terjadi di sejumlah wilayah, khususnya di Kecamatan Sumbersuko dan Tempeh.

Dari hasil penyelidikan sementara, aksi tersebut diduga dilakukan oleh oknum remaja yang berkendara menggunakan sepeda motor. Motifnya disebut spontan karena pelaku merasa terganggu atau terdesak saat berada di jalan.

“Sepengamatan kami, itu dilakukan oleh oknum anak-anak menggunakan sepeda motor. Mereka responsif melakukan pelemparan karena merasa takut atau terdesak saat berkendara. Namun ini masih terus kami dalami,” jelas Kapolres.

Ia menyebut, fenomena pelemparan batu ini tergolong baru dan sebelumnya belum pernah terjadi di Kabupaten Lumajang.

Karena itu, Polres Lumajang menggandeng para camat, kepala desa, hingga Forkopimca untuk memperkuat langkah preemtif dan preventif di tengah masyarakat.

“Kita perlu pengawasan bersama terhadap orang-orang yang diduga berpotensi melakukan aksi kriminal maupun pelemparan. Perlu asistensi dari keluarga dan lingkungan masyarakat,” pungkasnya. (Imam)


Baca Artikel Terkait Lainnya

Baca juga Artikel Lainnya

© Copyright 2024 Onenewsjatim | All Right Reserved