-->

10/05/2026

Polres Lumajang Ringkus Pelaku Curanmor yang Sembunyi di Rumah Istri di Jombang


Lumajang, (Onenewsjatim)
-Tim Resmob Satreskrim Polres Lumajang berhasil membekuk komplotan pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang selama ini meresahkan masyarakat di Kabupaten Lumajang. Tiga pelaku yang terlibat dalam aksi tersebut kini telah diamankan polisi.

Pelaku terakhir yang ditangkap yakni JW (31), warga Desa Jokarto, Kecamatan Tempeh, Kabupaten Lumajang. Ia diringkus saat berada di rumah istrinya di Desa Sentul, Kecamatan Tembelang, Kabupaten Jombang, Jawa Timur.

Kasubsi PIDM Sihumas Polres Lumajang, Ipda Suprapto mengatakan, penangkapan JW dilakukan setelah tim Resmob melakukan pengejaran hingga ke luar daerah.

“Pelaku ditangkap di Kecamatan Tembelang, Kabupaten Jombang, tepatnya di rumah istri dari terduga pelaku,” ujar Ipda Suprapto, Minggu (10/5/2026).

Menurut Suprapto, berdasarkan hasil penyelidikan, aksi pencurian kendaraan bermotor tersebut dilakukan oleh tiga orang pelaku yang memiliki peran masing-masing saat beraksi.

“Dari hasil penyelidikan terkait pencurian kendaraan sepeda motor, ada tiga pelaku. Dua pelaku sebelumnya sudah berhasil kami amankan,” katanya.

Sebelumnya, polisi lebih dulu menangkap AF (31), warga Desa Krasak, Kecamatan Kedungjajang, saat berada di rumah kos di Desa Sumbersuko, Kecamatan Sumbersuko. Sementara pelaku lainnya, NM alias Bolu (36), warga Desa Pulo, Kecamatan Tempeh, ditangkap tim Resmob saat berada di wilayah Balung, Bali.

“Dua tersangka AF dan NM ini terlebih dahulu ditangkap polisi dan sudah ditahan di Polres Lumajang,” jelasnya.

Dalam menjalankan aksinya, ketiga pelaku disebut berboncengan menggunakan satu sepeda motor untuk mengincar kendaraan milik korban yang terparkir.

“Hasil pencurian sepeda motor kemudian dijual. Para pelaku mendapatkan bagian sekitar Rp1 juta hingga Rp2 juta,” ungkap Suprapto.

Dari hasil pemeriksaan sementara, tersangka JW mengakui terlibat dalam pencurian sepeda motor Honda Vario di kawasan Jalan Kapuas, dekat warung makan di Kelurahan Jogoyudan, Kecamatan Lumajang, serta pencurian Honda Vario di wilayah Tukum Kidul, Kecamatan Tekung.

Kasus pencurian di Jalan Kapuas sebelumnya sempat menjadi perhatian warga karena aksi pelaku terekam kamera CCTV.

“Yang terekam CCTV itu berkaitan dengan pencurian di wilayah Jalan Kapuas, Kelurahan Jogoyudan,” katanya.

Dalam pengungkapan kasus tersebut, polisi turut mengamankan dua unit sepeda motor Honda Vario milik korban sebagai barang bukti.

Saat ini ketiga tersangka telah diamankan di Mapolres Lumajang guna menjalani pemeriksaan dan proses hukum lebih lanjut. (Imam)

Pemkab Lumajang Bangun Sistem Keamanan Terintegrasi, CCTV Dipasang di 825 Dusun


Lumajang, (Onenewsjatim)
– Pemerintah Kabupaten Lumajang mempercepat pemasangan kamera pengawas (CCTV) di seluruh dusun sebagai langkah memperkuat sistem keamanan lingkungan berbasis teknologi. Program tersebut ditargetkan rampung dalam waktu dekat dengan dukungan percepatan pencairan dana dusun.

Kabupaten Lumajang sendiri memiliki 825 dusun yang tersebar di 198 desa dan 21 kecamatan. Untuk mendukung program itu, Pemkab Lumajang mengalokasikan dana dusun sebesar Rp 50 juta per dusun yang salah satunya diprioritaskan untuk penguatan keamanan lingkungan melalui pemasangan CCTV.

Bupati Lumajang, yang akrab disapa Bunda Indah menegaskan, percepatan pemasangan CCTV menjadi prioritas pemerintah daerah dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat hingga tingkat dusun.

“Saya minta minggu depan seluruh dusun sudah terpasang CCTV. Tadi juga saya perintahkan agar pencairan dana dusun dipercepat,” ujar Bunda Indah.

Menurutnya, keberadaan CCTV bukan sekadar fasilitas pengawasan, tetapi menjadi bagian dari sistem keamanan yang lebih preventif dan terintegrasi. Dengan pengawasan yang lebih luas, aparat keamanan diharapkan lebih mudah melakukan penelusuran apabila terjadi gangguan kamtibmas.

“Keamanan masyarakat harus dibangun dengan langkah yang nyata dan terukur. Kehadiran CCTV diharapkan dapat membantu menciptakan lingkungan yang lebih aman dan membuat masyarakat merasa lebih terlindungi,” katanya.

Pemkab Lumajang juga memastikan akan memberikan pendampingan teknis apabila terdapat kendala di lapangan, termasuk terkait jaringan internet dan fasilitas penunjang lainnya agar sistem pengawasan dapat berjalan optimal.

“Apabila ada kendala terkait wifi maupun jaringan lainnya, pemerintah kabupaten akan melakukan pengawalan dan pendampingan agar pemasangan dapat berjalan optimal,” tambahnya.

Program pemasangan CCTV tersebut menjadi bagian dari penguatan sistem keamanan daerah yang dilakukan secara bertahap melalui kolaborasi pemerintah daerah, aparat keamanan, pemerintah desa hingga masyarakat.

Selain memperkuat pengawasan wilayah, langkah itu juga menunjukkan transformasi pendekatan keamanan yang mulai memadukan partisipasi masyarakat dengan dukungan teknologi.

Dengan pengawasan yang semakin terintegrasi hingga tingkat dusun, Pemerintah Kabupaten Lumajang berharap upaya pencegahan gangguan keamanan dapat dilakukan lebih cepat, sekaligus menciptakan lingkungan yang lebih tertib, aman, nyaman dan kondusif bagi masyarakat.


09/05/2026

Pria Misterius Tewas Tertabrak KA Supaspro di Probolinggo


Probolinggo, (Onenewsjatim) -
Seorang pria tanpa identitas ditemukan tewas di jalur rel kereta api kawasan Desa Lemah Kembar, Kecamatan Sumberasih, Kabupaten Probolinggo, Sabtu (9/5/2026) pagi. Korban diduga tertabrak kereta api pada Jumat (8/5) malam.

Jasad korban pertama kali ditemukan warga sekitar pukul 08.50 WIB di area rel antara Stasiun Probolinggo dan Stasiun Bayeman.

Insiden tersebut melibatkan KA PLB 460B (CL Supaspro) relasi Probolinggo-Surabaya di KM 93+800 hingga 94+300.

Manager Hukum dan Humas Daop 9 Jember,  Cahyo Widiantoro mengatakan laporan kejadian diterima dari masinis KA Supaspro pada Jumat malam sekitar pukul 21.30 WIB.

"Kami menerima laporan dari masinis bahwa terdapat orang tidak dikenal yang menemper rangkaian kereta api saat melintas di lokasi kejadian," ujar Cahyo, Sabtu (9/5/2026).

Menurutnya, sebelum kejadian masinis telah berupaya memberikan peringatan dengan membunyikan semboyan 35 atau klakson lokomotif secara berulang.

"Masinis sudah berkali-kali membunyikan semboyan 35, namun karena jarak sudah sangat dekat, insiden tersebut tidak dapat dihindarkan," katanya.

Berdasarkan informasi di lapangan, korban diketahui berada di jalur rel saat kereta melintas dari arah timur. Korban diduga tidak sempat menghindar meski peringatan suara telah diberikan.

Usai menerima laporan, tim keamanan jalur dari Polsuska Daop 9 Jember bersama petugas keamanan Stasiun Bayeman langsung menuju lokasi untuk melakukan pengamanan area dan proses evakuasi.

Pihak KAI juga berkoordinasi dengan Polsek Sumberasih dan Koramil Sumberasih untuk penanganan lebih lanjut.

Cahyo menambahkan kereta api tidak dapat berhenti secara mendadak karena membutuhkan jarak pengereman cukup panjang yang dipengaruhi kecepatan, berat rangkaian, dan kondisi lintasan.

"Kami mengimbau masyarakat untuk tidak beraktivitas di jalur rel kereta api, tidak berjalan di atas rel, serta selalu memastikan kondisi aman sebelum melintasi perlintasan sebidang," pungkasnya.(Imam)

TNI dan Pemuda Candi Lor Kompak, Gotong Royong Revitalisasi Aliran Sungai Kedawung


Lumajang, (Onenewsjatim)
-Kepedulian terhadap kebersihan lingkungan terus digelorakan oleh Babinsa Sumberrejo Koramil 0821-09/Candipuro, Sertu Yuliantono, bersama Forkopimdes Desa Sumberrejo dengan menggandeng Pemuda Candi Lor dalam kegiatan kerja bakti pembersihan Sungai Kedawung, bertempat di Dusun Candilor RT 005 RW 004, Desa Sumberrejo, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Sabtu (9/5/2026).

Kegiatan kerja bakti tersebut diikuti oleh puluhan pemuda Candi Lor yang dengan penuh semangat turun langsung membersihkan aliran sungai dari sampah, rumput liar, serta material yang berpotensi menghambat kelancaran arus air. Gotong royong dilakukan sebagai langkah nyata menjaga kebersihan lingkungan sekaligus mengantisipasi terjadinya pencemaran sungai.

Dalam kesempatan itu, Babinsa Sumberrejo Sertu Yuliantono mengatakan bahwa kerja bakti tersebut bukan hanya sekadar membersihkan sungai, tetapi juga menjadi sarana menumbuhkan kesadaran generasi muda agar terus peduli terhadap lingkungan sekitar.

“Kegiatan ini bertujuan memupuk semangat kebersamaan pemuda Candi Lor agar tetap peduli lingkungan. Sungai merupakan sumber kehidupan masyarakat, sehingga harus dijaga kebersihannya agar tidak menimbulkan dampak negatif bagi ekosistem air,” ujarnya.

Ia menambahkan, pembersihan Sungai Kedawung juga penting untuk menjaga kualitas air agar tetap layak digunakan oleh masyarakat, baik untuk kebutuhan rumah tangga maupun pertanian. Selain itu, kegiatan ini menjadi langkah pencegahan terhadap banjir akibat aliran sungai yang tersumbat.

Sementara itu, Kepala Dusun Candilor, Boby Sandi Juliawan, menyampaikan apresiasi atas kekompakan para pemuda serta dukungan Babinsa dan Forkopimdes yang selalu hadir dalam kegiatan sosial kemasyarakatan. Menurutnya, keterlibatan pemuda menjadi kekuatan utama dalam menjaga lingkungan tetap bersih dan sehat.

“Kami sangat berterima kasih kepada Babinsa dan seluruh pemuda yang ikut kerja bakti. Dengan gotong royong, sungai menjadi bersih dan masyarakat bisa merasakan manfaatnya. Semoga kegiatan ini terus berlanjut sebagai budaya peduli lingkungan,” ungkapnya.

Melalui kegiatan kerja bakti pembersihan Sungai Kedawung tersebut, diharapkan kesadaran masyarakat, khususnya generasi muda, semakin meningkat dalam menjaga kelestarian alam. 

Selain menciptakan lingkungan yang bersih, kegiatan itu juga menjadi wujud nyata sinergitas antara TNI, pemerintah desa, dan pemuda dalam mendukung pembangunan wilayah yang sehat dan berkelanjutan. (Pendim0821)

Satgas Yonif 527/BY Siap Jalankan Misi Pamtas RI-PNG di Papua


Lumajang, (Onenewsjatim)-
Komandan Korem 083/BDJ, Kolonel Inf Wahyu Ramadhanus Suryawan, S.Sos., M.M.S., M.Han., memimpin Upacara Pelepasan Satgas Pamtas RI-PNG Kewilayahan Papua Yonif 527/By Tahun 2026, bertempat di Lapangan Pratu Natra Yonif 527/BY Lumajang, Sabtu (9/5/2026).

Upacara berlangsung khidmat dan penuh semangat patriotisme sebagai bentuk penghormatan kepada prajurit yang akan melaksanakan tugas negara di wilayah perbatasan Papua.

Dalam amanatnya, Danrem 083/BDJ menyampaikan bahwa penugasan operasi merupakan kehormatan sekaligus kepercayaan besar dari bangsa dan negara yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab.

“Atas nama Komando dan selaku Danrem 083/BDJ, saya mengucapkan selamat atas kepercayaan yang diberikan negara di pundak kalian untuk melaksanakan tugas Pamtas RI-PNG kewilayahan,” tegasnya.

Ia menekankan bahwa tugas operasi bukan sekadar penugasan militer, namun bentuk pengabdian nyata prajurit dalam menjaga stabilitas keamanan dan mendukung pemerintah daerah bersama seluruh pemangku kepentingan di wilayah penugasan.

“Pada dasarnya tugas operasi merupakan kehormatan dan kebanggaan bagi setiap prajurit sejati,” ujarnya.

Danrem juga mengingatkan seluruh personel Satgas agar melaksanakan tugas secara profesional, humanis, dan mengedepankan pendekatan persuasif kepada masyarakat.

“Jangan sekali-kali bertindak arogan, main hakim sendiri, atau melakukan tindakan yang dapat menyakiti hati rakyat. Bangun kerja sama yang baik dengan TNI, Polri, dan masyarakat di daerah penugasan,” pesannya.

Dalam kesempatan tersebut, Danrem memberikan sejumlah penekanan penting kepada prajurit Satgas Yonif 527/By, di antaranya meningkatkan keimanan dan ketakwaan, memahami tugas dengan baik, menjaga kekompakan antar personel, menjalin hubungan dengan tokoh adat, tokoh agama, serta tokoh masyarakat, hingga menjaga keamanan diri dan perlengkapan selama bertugas.

Selain kepada prajurit, perhatian khusus juga diberikan kepada anggota Persit yang ditinggal tugas operasi. Danrem meminta agar para istri prajurit memberikan dukungan moril dan menjaga keharmonisan keluarga selama suami menjalankan tugas negara.

“Tugas operasi adalah kehormatan bagi prajurit, sehingga keluarga juga harus turut mendukung dengan penuh kebanggaan dan keikhlasan,” ungkapnya.

Ia juga menekankan pentingnya disiplin dan menjaga nama baik satuan, termasuk bagi anggota Persit selama ditinggal penugasan, guna menghindari hal-hal yang dapat merugikan keluarga maupun institusi. (Pendim 0821).

Teror Lempar Batu di Lumajang Kembali Terjadi, Mobil Box J&T Jadi Sasaran


Lumajang, (Onenewsjatim) –
Aksi teror pelemparan batu terhadap kendaraan yang melintas di sejumlah ruas jalan di Kabupaten Lumajang kembali terjadi. 

Dalam beberapa hari terakhir, sedikitnya enam kendaraan dilaporkan menjadi sasaran orang tak dikenal (OTK), mulai dari mobil box ekspedisi, ambulans hingga truk.

Peristiwa terbaru menimpa mobil box milik jasa ekspedisi J&T di jalur Randuagung–Jember, tepatnya di Dusun Krajan, Desa Gedangmas, Kecamatan Randuagung, Jumat (8/5/2026) sekitar pukul 03.54 WIB.

Kasi Humas Polres Lumajang, mengatakan, korban bernama Faidir Rohman (32), warga Kecamatan Mayangan, Kabupaten Jember, saat itu sedang mengemudikan mobil box Isuzu Giga bernopol L-8193-GH dari arah Jember menuju Klakah.

“Korban melintas di Jalan Raya Desa Gedangmas Randuagung. Tiba-tiba dari arah depan muncul sepeda motor jenis bebek yang dikendarai dua orang tidak dikenal,” ujar Suprapto saat dikonfirmasi, Sabtu (9/5/2026).

Menurutnya, pelaku langsung melempar batu ke arah kendaraan hingga mengenai kaca depan sebelah kanan mobil.

“Akibat lemparan tersebut, kaca depan kendaraan pecah,” katanya.

Meski tidak menimbulkan korban jiwa maupun luka, insiden itu menyebabkan kerusakan pada kendaraan korban. Usai kejadian, korban langsung melapor ke Polsek Randuagung dan petugas melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Suprapto menjelaskan, aksi serupa sebelumnya juga terjadi di sejumlah titik di wilayah Lumajang. Pada Kamis (7/5/2026) malam, satu unit truk dan satu mobil pikap dilempari batu di Jalan Lintas Selatan, Desa Pandanwangi, Kecamatan Tempeh.

Selain itu, sebuah truk juga mengalami pecah kaca setelah dilempar batu di Jalan Desa Banyuputih pada Jumat dini hari.

Tak hanya itu, sebelumnya pada Rabu (6/5/2026) malam, tiga kendaraan juga menjadi korban pelemparan batu oleh OTK. Ketiga kendaraan tersebut yakni mobil ambulans, mobil pribadi dan truk.

“Untuk kejadian sebelumnya, mobil ambulans dan mobil pribadi sudah melapor ke Polres Lumajang,” ungkap Suprapto.

Ia menyebut, dari enam kejadian pelemparan batu yang beredar di masyarakat, baru dua laporan resmi yang diterima polisi.

“Informasi yang beredar memang ada enam kejadian pelemparan batu. Namun yang melapor secara resmi ke polisi baru dua korban,” jelasnya.

Polisi mengimbau masyarakat yang menjadi korban aksi pelemparan batu agar segera melapor supaya proses penyelidikan bisa dilakukan secara maksimal.

“Kami meminta para korban untuk segera melapor supaya bisa kami tindak lanjuti,” tegasnya.

Saat ini, kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap pelaku pelemparan batu yang meresahkan pengguna jalan. Aparat juga meningkatkan patroli di sejumlah ruas jalan yang dianggap rawan guna mencegah aksi serupa kembali terjadi.

Kapolres Lumajang Kantongi Identitas Terduga Begal, Polisi Bergerak Cepat Buru Pelaku


Lumajang, (Onenewsjatim)
– Polres Lumajang bergerak cepat menindaklanjuti maraknya aksi kriminalitas jalanan yang meresahkan masyarakat, mulai dari pencurian dengan kekerasan (begal) hingga aksi pelemparan batu terhadap pengendara.

Kapolres Lumajang AKBP Alex Sandy Siregar menegaskan, pihaknya telah mengantongi identitas sejumlah orang yang diduga terlibat dalam kasus begal yang belakangan terjadi di wilayah Lumajang.

“Insya Allah kami sudah mengantongi identitas-identitas yang kami curigai. Penyelidikan bergerak maju dan kami mohon doa serta dukungan masyarakat supaya segera terungkap,” ujar AKBP Alex Sandy Siregar usai rapat koordinasi bersama Bupati Lumajang dan para camat di Pendopo Arya Wiraraja, Jumat (8/5/2026) malam.

Menurut Alex, aksi pencurian dengan kekerasan yang terjadi diduga memanfaatkan sejumlah titik gelap atau blind spot yang minim penerangan dan pengawasan.

Karena itu, pemerintah daerah bersama aparat keamanan langsung mengambil langkah antisipatif. Dinas Perhubungan disebut telah melakukan intervensi di sedikitnya 13 titik rawan dan jumlah tersebut akan terus bertambah.

“Ini bentuk respons cepat terhadap keresahan warga. Upaya pengamanan tidak bisa dilakukan sendiri, perlu dukungan semua pihak,” katanya.

AKBP Alex juga memastikan, seluruh langkah kepolisian dilakukan secara profesional dan prosedural sesuai aturan hukum yang berlaku.

“Kita melangkah sesuai prosedur kepolisian. Upaya penyelidikan dan pengembangan kasus saat ini sudah mulai terlihat hasilnya,” tegasnya.

Selain kasus begal, polisi juga menyoroti maraknya aksi pelemparan batu terhadap pengendara yang terjadi di sejumlah wilayah, khususnya di Kecamatan Sumbersuko dan Tempeh.

Dari hasil penyelidikan sementara, aksi tersebut diduga dilakukan oleh oknum remaja yang berkendara menggunakan sepeda motor. Motifnya disebut spontan karena pelaku merasa terganggu atau terdesak saat berada di jalan.

“Sepengamatan kami, itu dilakukan oleh oknum anak-anak menggunakan sepeda motor. Mereka responsif melakukan pelemparan karena merasa takut atau terdesak saat berkendara. Namun ini masih terus kami dalami,” jelas Kapolres.

Ia menyebut, fenomena pelemparan batu ini tergolong baru dan sebelumnya belum pernah terjadi di Kabupaten Lumajang.

Karena itu, Polres Lumajang menggandeng para camat, kepala desa, hingga Forkopimca untuk memperkuat langkah preemtif dan preventif di tengah masyarakat.

“Kita perlu pengawasan bersama terhadap orang-orang yang diduga berpotensi melakukan aksi kriminal maupun pelemparan. Perlu asistensi dari keluarga dan lingkungan masyarakat,” pungkasnya. (Imam)


© Copyright 2024 Onenewsjatim | All Right Reserved