-->

03/03/2026

Sat Samapta Polres Lumajang Bagikan 250 Takjil Gratis, Warga Terbantu Jelang Berbuka


Lumajang, (Onenewsjatim)
– Kepedulian terhadap masyarakat di bulan suci Ramadan ditunjukkan Satuan Samapta Polres Lumajang dengan membagikan 250 paket takjil gratis kepada para pengguna jalan di kawasan Jalan Alun-Alun Utara, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Senin (2/3/2026).

Kegiatan bertajuk “Samapta Berbagi Takjil” ini menjadi bagian dari inovasi sosial yang digagas jajaran Sat Samapta sebagai wujud kehadiran Polri di tengah masyarakat, khususnya menjelang waktu berbuka puasa.

Kasat Samapta Polres Lumajang, AKP Sajito S.H., M.H., mengatakan pembagian takjil menyasar pengendara roda dua, roda empat, hingga pejalan kaki yang masih berada di perjalanan saat waktu magrib tiba.

“Di bulan suci Ramadan ini, kami ingin berbagi kebahagiaan dengan masyarakat. Melalui kegiatan Samapta Berbagi Takjil, kami berharap dapat sedikit meringankan beban warga sekaligus mempererat hubungan antara Polri dan masyarakat,” ujar Sajito 

Menurut dia, program tersebut bukan sekadar aksi sosial rutin, melainkan bentuk inovasi pelayanan yang lebih dekat dan menyentuh langsung kebutuhan masyarakat selama Ramadan.

“Kami ingin memastikan saudara-saudara kita yang masih berada di perjalanan saat azan magrib berkumandang tetap bisa membatalkan puasa dengan layak,” katanya.

Sajito menambahkan, kegiatan berbagi takjil juga menjadi sarana menumbuhkan nilai kepedulian sosial dan empati di kalangan anggota kepolisian, sekaligus menciptakan suasana Ramadan yang penuh kebersamaan di wilayah Lumajang.

Sementara itu, salah satu pengguna jalan, Ahmad, mengaku terbantu dengan adanya pembagian takjil gratis tersebut. Ia mengatakan belum sempat membeli makanan untuk berbuka karena masih dalam perjalanan.

“Alhamdulillah sangat terbantu. Tadi masih di jalan dan belum sempat beli makanan untuk berbuka. Terima kasih kepada Polres Lumajang yang sudah berbagi,” ujarnya.


Akses Pronojiwo–Tempursari Longsor, BPBD Lumajang Berlakukan Sistem Buka Tutup


Lumajang, (Onenewsjatim)
– Akses jalan penghubung Pronojiwo–Tempursari di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, terdampak longsor setelah diguyur hujan deras pada Minggu (1/3/2026) sore. 

Longsor tersebut mengikis sebagian badan jalan dan mengganggu arus lalu lintas warga.

Peristiwa longsor terjadi sekitar pukul 18.30 WIB, tepatnya di Desa Pundungsari, perbatasan Desa Kaliwuling, Kecamatan Tempursari. Akibatnya, badan jalan ambles dan kini hanya dapat dilalui secara terbatas.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Lumajang, Yudi Cahyono, mengatakan bahwa tanda-tanda kerusakan sebenarnya sudah terlihat sejak Sabtu (29/2/2026).

“Mulai Sabtu pekan lalu sudah ada retakan. Sebagai langkah antisipasi awal, perangkat desa bersama warga telah memasang pembatas di lokasi,” ujar Yudi saat dikonfirmasi, Selasa (3/3/2026).

Namun, hujan deras yang kembali mengguyur wilayah tersebut pada Minggu sore memperparah kondisi tanah hingga akhirnya longsor tidak dapat dihindari. 

Berdasarkan hasil asesmen sementara, longsor memiliki kedalaman sekitar 8 meter, dengan panjang 6 meter dan lebar sekitar 2 meter.

Hingga Selasa (3/3/2026), jalur Pronojiwo–Tempursari masih diberlakukan sistem buka tutup secara bergantian. Kendaraan roda empat masih dapat melintas, namun harus bergantian dan dengan kewaspadaan tinggi.

“Roda empat masih bisa dilalui secara bergantian. Namun jika longsor meluas, tidak menutup kemungkinan akses jalan Pronojiwo–Tempursari bisa terputus total,” tegas Yudi.

Dampak longsor ini sangat dirasakan warga, khususnya para petani di Kecamatan Tempursari. Kondisi jalan yang menyempit dan rawan membuat distribusi hasil pertanian ke luar wilayah kecamatan menjadi terhambat.

“Dampaknya sangat terasa bagi warga yang hendak mengangkut hasil pertanian keluar kecamatan,” tambahnya.

Selain menghambat mobilitas warga, BPBD juga mengingatkan adanya potensi longsor susulan apabila curah hujan masih tinggi dalam beberapa hari ke depan. 

Masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan dan menghindari melintas di lokasi rawan saat hujan deras.

Sebagai langkah penanganan darurat sementara, BPBD Kabupaten Lumajang telah melakukan pemasangan sekitar 500 karung pasir di area longsoran yang kemudian ditutup terpal untuk mencegah pergerakan tanah lebih lanjut.

“Penanganan darurat sementara dilakukan dengan pemasangan 500 sak, dan di atasnya diberi terpal,” pungkas Yudi.(Imam)

02/03/2026

Kasdim 0821/Lumajang Hadiri Pembukaan Pasar Ramadan, UMKM Jadi Motor Ekonomi Ramadan


Lumajang, (Onenewsjatim)
-Kasdim 0821/Lumajang, Mayor Inf Tanuri, menghadiri kegiatan Pembukaan Pasar Ramadan 1447 H / 2026 M yang diselenggarakan oleh Forkopimda Kabupaten Lumajang, bertempat di kawasan Timur Alun-Alun Lumajang, Senin (3/3/2026).

Kegiatan pembukaan Pasar Ramadan tersebut menjadi momentum penting dalam mendorong perputaran ekonomi masyarakat, khususnya bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) selama bulan suci Ramadan. Sejumlah stand kuliner, produk makanan dan minuman khas berbuka puasa, serta berbagai kebutuhan Ramadan turut meramaikan area pasar.

Kehadiran unsur Forkopimda, termasuk Kasdim 0821/Lumajang, menunjukkan sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan instansi terkait dalam mendukung stabilitas ekonomi serta menjaga kondusivitas wilayah selama bulan Ramadan.

Mayor Inf Tanuri menyampaikan bahwa Pasar Ramadan tidak hanya menjadi pusat transaksi ekonomi, tetapi juga menjadi ruang interaksi sosial yang mempererat kebersamaan masyarakat.

“Momentum Ramadan harus kita manfaatkan untuk menguatkan ekonomi rakyat. Kegiatan seperti ini memberi ruang bagi UMKM untuk berkembang sekaligus membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan berbuka puasa dengan harga yang terjangkau,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa Kodim 0821/Lumajang siap mendukung setiap kegiatan yang berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat serta menjaga keamanan dan ketertiban selama berlangsungnya kegiatan.

Pasar Ramadan 1447 H diharapkan mampu menjadi penggerak ekonomi musiman yang positif, meningkatkan pendapatan pelaku usaha kecil, serta memperkuat semangat kebersamaan di tengah masyarakat Kabupaten Lumajang. (Pendim 0821).

Kodim 0821/Lumajang Gelar Apel Siaga, Dandim Tekankan Kesiapsiagaan Hadapi Dinamika Global


Lumajang, (Onenewsjatim)
–Kodim 0821/Lumajang menggelar Apel Siaga Perkembangan Situasi di halaman Makodim 0821, Kabupaten , Senin (3/3/2026). 

Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya peningkatan kesiapsiagaan prajurit dalam menghadapi dinamika situasi global dan nasional yang terus berkembang.

Apel siaga diikuti oleh tiga Satuan Setingkat Kompi (SSK), terdiri dari SSK 1 sebanyak 102 personel, SSK 2 sebanyak 102 personel, serta 82 personel sebagai pasukan cadangan.

Apel dipimpin langsung oleh Dandim 0821/Lumajang, , S.A.P., M.I.P. Dalam arahannya, Dandim menekankan pentingnya pemahaman prajurit terhadap perkembangan situasi internasional, khususnya meningkatnya tensi geopolitik di kawasan Timur Tengah.

“Saat ini dinamika global terus berkembang, termasuk ketegangan antara dengan dan . Seluruh prajurit harus mengetahui dan memahami perkembangan ini sebagai bagian dari kesiapsiagaan satuan,” ujar Anton dalam amanatnya.

Ia menegaskan, sebagai bagian dari , setiap prajurit dituntut untuk selalu siap digerakkan kapan pun dibutuhkan. Kesiapan personel, perlengkapan, serta mental dinilai menjadi faktor utama dalam menjaga stabilitas dan keutuhan .

“Kita harus selalu dalam kondisi siap. Ketika negara membutuhkan, kita tidak boleh ragu dan harus mampu melaksanakan tugas secara profesional,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Dandim juga mengingatkan prajurit untuk tetap menjaga disiplin dan semangat pengabdian, khususnya di bulan suci Ramadhan. Ia meminta seluruh anggota tetap menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab, tanpa mengurangi kualitas pelaksanaan tugas pokok.

“Manfaatkan bulan Ramadhan untuk meningkatkan kualitas diri dan ibadah. Namun, profesionalisme dan semangat tugas tetap harus dijaga,” tambahnya.

Apel siaga ini menjadi bentuk komitmen Kodim 0821/Lumajang dalam memastikan seluruh personel berada dalam kondisi siap operasional, sekaligus sebagai langkah antisipatif menghadapi berbagai kemungkinan situasi ke depan.


Tekan Kenaikan Harga, Pasar Murah Ramadan Lumajang Disambut Antusias Warga


Lumajang, (Onenewsjatim)
– Pemerintah Kabupaten Lumajang kembali menggelar Pasar Murah Ramadan untuk menjaga daya beli masyarakat selama bulan suci Ramadan 1447 Hijriah. 

Kegiatan ini berlangsung mulai 2 hingga 7 Maret 2026 dan dipusatkan di Alun-Alun Lumajang.

Program yang digelar melalui Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perindustrian dan Perdagangan tersebut disambut antusias warga. 

Sejak hari pertama, pasar murah ramai dikunjungi masyarakat yang ingin mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga di bawah pasaran.

Tak hanya pembeli yang merasakan manfaat, para pedagang pun mengaku diuntungkan. Salah satunya Iswantoro, pedagang sayuran yang menjual berbagai komoditas segar langsung dari petani di lereng Gunung Semeru.

“Sayurannya dari wilayah Tengger, langsung dari petani,” kata Iswantoro saat ditemui di lokasi, Senin (2/3/2026).

Ia menyebut, harga sayur yang ditawarkan bisa lebih rendah dibanding pasar umum karena tidak melalui perantara. Selisih harga mencapai Rp2.000 hingga Rp4.000 per jenis sayuran.

Menurut Iswantoro, tingginya minat warga tidak lepas dari kenaikan harga bahan pokok yang biasa terjadi menjelang dan selama Ramadan. Karena itu, ia tak ragu menurunkan harga demi menarik pembeli.

“Ini hari pertama saja sudah ramai. Tidak masalah banting harga, yang penting dagangan cepat habis,” ujarnya.

Sementara itu, Bupati Lumajang Indah Amperawati mengatakan, pasar murah merupakan agenda rutin tahunan Pemerintah Kabupaten Lumajang untuk membantu masyarakat memenuhi kebutuhan rumah tangga dengan harga terjangkau.

“Kegiatan ini memang kami gelar untuk membantu ibu-ibu rumah tangga agar bisa berbelanja kebutuhan pokok dengan harga yang lebih ringan selama Ramadan,” kata perempuan yang akrab disapa Bunda Indah itu.

Ia mengakui, sejumlah komoditas seperti beras, telur, daging ayam, dan cabai mengalami kenaikan harga di awal Ramadan. Oleh sebab itu, pasar murah menjadi salah satu langkah untuk menekan gejolak harga.

Berbagai kebutuhan pokok tersedia di pasar murah tersebut, mulai dari sayuran segar hingga sembako seperti beras, minyak goreng, gula pasir, telur, dan cabai. 

Harga yang ditawarkan pun relatif lebih rendah dibandingkan pasar umum.

Sebagai contoh, beras dijual seharga Rp55.000 per kilogram, telur ayam Rp29.000 per kilogram, gula pasir Rp15.500 per kilogram, serta minyak goreng Rp14.500 per liter.

Bunda Indah menjelaskan, harga murah tersebut dapat dicapai berkat kerja sama dengan berbagai asosiasi dan produsen yang menjual produk dengan harga pokok.

“Untuk gula langsung dari pabrik gula, beras dari penggilingan. Jadi dijual sesuai harga dasar,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia memastikan ketersediaan bahan pokok di Lumajang hingga menjelang Idul Fitri masih dalam kondisi aman. Pemerintah daerah akan terus menggencarkan pasar murah untuk menjaga stabilitas harga.

“Stok aman. Yang perlu kita jaga sekarang adalah kestabilan harga, salah satunya lewat pasar murah ini,” pungkasnya. (Imam)

Jemaah Umrah Asal Lumajang Tertahan di Arab Saudi, Imbas Konflik Iran–Amerika Serikat


Lumajang (Onenewsjatim)
– Ketegangan konflik bersenjata antara dan berdampak pada mobilitas penerbangan internasional. Situasi tersebut turut memengaruhi kepulangan jemaah umrah asal Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, yang hingga kini sebagian masih berada di Arab Saudi.

Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kabupaten Lumajang, Umar Hasan, membenarkan bahwa sejumlah jemaah asal Lumajang belum dapat kembali ke tanah air. Berdasarkan informasi terakhir yang diterima, para jemaah tersebut masih berada di hingga Senin (2/3/2026).

Meski demikian, Hasan mengaku belum memperoleh data pasti terkait jumlah jemaah yang masih tertahan. Hingga kini, laporan resmi dari penyelenggara perjalanan ibadah umrah (PPIU) belum sepenuhnya diterima pihaknya.

“Kami mendapatkan informasi dari PPIU bahwa memang masih ada jemaah yang belum bisa pulang, namun sebagian lainnya sudah kembali ke Indonesia dalam kondisi aman,” ujar Hasan saat dikonfirmasi, Senin (2/3/2026).

Ia menjelaskan, saat ini terdapat 15 PPIU yang memiliki izin resmi beroperasi di wilayah . Dari jumlah tersebut, sembilan PPIU merupakan cabang dari biro pusat, sementara enam lainnya merupakan PPIU yang izinnya diterbitkan langsung dari Lumajang.

Menurut Hasan, hingga saat ini belum ada laporan rinci dari masing-masing PPIU terkait jumlah jemaah yang masih berada di Mekkah maupun yang telah dipulangkan ke Indonesia.

Oleh karena itu, pihak Kemenhaj Lumajang mengimbau seluruh PPIU agar lebih tertib dan transparan dalam menyampaikan laporan keberangkatan serta kepulangan jemaah umrah yang mereka tangani.

“Setiap PPIU sebenarnya memiliki data lengkap jemaahnya. Kami berharap data tersebut segera dilaporkan, baik jumlah yang masih berada di Arab Saudi maupun yang sudah kembali ke tanah air,” tegas Hasan.

Kemenag Lumajang memastikan akan terus berkoordinasi dengan para PPIU guna memantau kondisi jemaah serta memastikan keamanan dan kepastian kepulangan mereka di tengah situasi geopolitik yang belum stabil

Pencurian Emas di Jatiroto Terungkap, Pelaku Ternyata Paman Korban


Lumajang, (Onenewsjatim)
– Kepolisian Resor (Polres Lumajang) berhasil mengungkap kasus pencurian emas bernilai ratusan juta rupiah yang terjadi di rumah kosong di Desa Kaliboto Lor, Kecamatan Jatiroto, Kabupaten Lumajang. Fakta mengejutkan terungkap, pelaku pencurian tersebut merupakan paman kandung korban.

Kasus ini terjadi pada Jumat (28/2/2026) sekitar pukul 14.00 WIB. Korban berinisial Afinah (18), warga setempat, mendapati rumah yang selama ini kosong dalam kondisi berantakan saat ia datang untuk mengecek dan mengambil barang berupa koper.

Kasat Reskrim Polres Lumajang, AKP Pras Adinata, menjelaskan bahwa korban menemukan kamar dalam kondisi porak-poranda. Bahkan, bagian bawah ranjang tempat penyimpanan emas diketahui telah dibongkar dengan cara mencongkel lantai.

“Emas tersebut merupakan milik ibu korban yang bekerja sebagai TKI di Malaysia. Karena rumah dalam kondisi kosong, perhiasan itu dititipkan kepada anaknya dan disimpan di bawah ranjang,” jelas AKP Pras Adinata.

Adapun perhiasan yang hilang meliputi leontin, cincin, gelang, kalung, koin, hingga emas batangan dengan total berat sekitar 173,794 gram. Kerugian materiil ditaksir mencapai Rp503.947.423.

Setelah mengetahui kejadian tersebut, korban langsung menghubungi bibinya dan memberitahu ibunya yang berada di Malaysia, kemudian melaporkan peristiwa itu ke Polsek Jatiroto. 

Tim gabungan Polres Lumajang dan Polsek Jatiroto selanjutnya melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta memeriksa sejumlah saksi.

“Hasil olah TKP dan keterangan saksi mengarah pada satu orang, yakni paman korban yang merupakan adik kandung dari ibu korban,” ungkapnya.

Tak butuh waktu lama, dalam kurun waktu kurang dari 1x24 jam, polisi berhasil mengamankan terduga pelaku berinisial AS di wilayah Gresik. Setelah dilakukan pemeriksaan intensif, AS mengakui perbuatannya.

“Pelaku mengakui bahwa dirinya yang mengambil seluruh perhiasan emas milik ibu korban,” tegas AKP Pras Adinata.

Saat ini, penyidik masih melakukan pendalaman terkait motif pencurian tersebut. Terduga pelaku dijerat Pasal 477 ayat (1) KUHP Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 juncto Pasal 481 ayat (2) KUHP dengan ancaman hukuman maksimal tujuh tahun penjara.

© Copyright 2024 Onenewsjatim | All Right Reserved