-->

08/04/2026

Gotong Royong Lawan Hama Tikus, Babinsa dan Petani Lumajang Jaga Produktivitas Padi


Lumajang, (Onenewsjatim)
-Koramil 0821-11/Yosowilangun melalui Babinsanya, Serda Dafit Mardianto, bersama sekitar 30 warga melaksanakan kegiatan pengendalian hama tikus di lahan pertanian milik Kelompok Tani Dewi Sri, yang berada di Dusun Bulaktal, Desa Yosowilangun Lor, Kecamatan Yosowilangun, Kabupaten Lumajang, Rabu (8/4/2026).

Kegiatan tersebut dilakukan sebagai langkah antisipatif untuk menekan serangan hama tikus yang berpotensi merusak tanaman padi dan menurunkan hasil panen petani.

Pengendalian dilakukan secara gotong royong dengan melibatkan anggota kelompok tani serta masyarakat sekitar.

Dalam keterangannya, Serda Dafit Mardianto menyampaikan bahwa peran aktif Babinsa dalam mendampingi petani merupakan bagian dari upaya mendukung ketahanan pangan nasional di wilayah binaan.

“Pengendalian hama tikus ini sangat penting untuk menjaga hasil pertanian tetap optimal. Dengan kebersamaan dan kekompakan warga, kita harapkan serangan hama dapat ditekan sehingga produktivitas pertanian tetap terjaga,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Poktan Dewi Sri, Mistarum, mengapresiasi keterlibatan Babinsa yang selalu hadir membantu petani dalam berbagai kegiatan di lapangan.
“Kami sangat terbantu dengan kehadiran Babinsa. Semoga kegiatan seperti ini terus dilakukan agar hasil panen petani semakin meningkat,” ungkapnya.

Melalui kegiatan ini, diharapkan tercipta sinergi yang kuat antara TNI dan masyarakat dalam menjaga stabilitas sektor pertanian serta meningkatkan kesejahteraan petani di wilayah Kabupaten Lumajang. (Pendim 0821)

Babinsa Tempeh Tengah Dampingi Posyandu, Perkuat Upaya Cegah Stunting di Lumajang


Lumajang, (Onenewsjatim)
– Babinsa Tempeh Tengah Koramil 0821-10/Tempeh, Serda Basuki, melaksanakan kegiatan pendampingan Posyandu Balita di Posyandu Kasih Bunda bersama tenaga kesehatan Sumihartini, A.Md.Keb., di Dusun Krajan Tengah RT 005 RW 001, Desa Tempeh Tengah, Kecamatan Tempeh, Kabupaten Lumajang, Rabu (08/04/2026).

Kegiatan yang diikuti sekitar 60 balita beserta orang tua tersebut bertujuan untuk memantau tumbuh kembang anak serta meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kesehatan ibu dan anak sejak dini.

Dalam keterangannya, Serda Basuki menyampaikan bahwa pendampingan Posyandu merupakan bagian dari peran aktif Babinsa dalam mendukung program kesehatan masyarakat, khususnya dalam upaya pencegahan stunting dan peningkatan kualitas generasi penerus bangsa.

“Kehadiran kami di Posyandu sebagai bentuk dukungan kepada tenaga kesehatan dan masyarakat, agar pelayanan kesehatan balita dapat berjalan optimal serta meningkatkan kesadaran orang tua terhadap pentingnya pemantauan tumbuh kembang anak,” ungkapnya.

Sementara itu, Bidan Sumihartini menambahkan bahwa sinergi antara tenaga kesehatan dan aparat kewilayahan sangat membantu dalam meningkatkan partisipasi masyarakat untuk rutin datang ke Posyandu.

Kegiatan berlangsung dengan tertib dan penuh antusiasme, mencerminkan kolaborasi yang kuat antara TNI, tenaga kesehatan, dan masyarakat dalam mewujudkan generasi yang sehat, kuat, dan berkualitas di wilayah Kabupaten Lumajang. (Pendim 0821).

Polisi Ringkus 3 Pelaku Curanmor, Beraksi di 7 Lokasi di Lumajang

(Keterangan foto buatan AI (GPT)

Lumajang (Onenewsjatim)
– Satreskrim Polres Lumajang bersama Satreskrim Polres Jember berhasil mengungkap kasus pencurian sepeda motor (curanmor) yang meresahkan warga. Dalam pengungkapan tersebut, tiga tersangka berhasil diamankan.

Ketiga pelaku masing-masing berinisial YSI (32), DAP (29), dan AF (31). Mereka diketahui merupakan warga Desa Kedungjajang, Kecamatan Kedungjajang, Kabupaten Lumajang.

Kasubsi PIDM Sihumas Polres Lumajang, Ipda Suprapto, menjelaskan bahwa penangkapan bermula dari pengembangan kasus daftar pencarian orang (DPO) terkait tindak pidana lain, termasuk pencurian dengan pemberatan (curat) sepeda motor.

“Tim gabungan Polres Lumajang dan Polres Jember melakukan penangkapan terhadap pelaku penadah di wilayah Kecamatan Sumberbaru, Kabupaten Jember, pada Selasa (7/4/2026). Di lokasi tersebut, petugas berhasil mengamankan tersangka YSI dan DAP,” ujar Suprapto.

Dari hasil penangkapan itu, polisi turut mengamankan barang bukti berupa dua unit sepeda motor, yakni Honda Vario warna hitam nopol N 5263 YAX dan Honda Vario warna putih nopol N 2652 YAW.

Hasil pengembangan mengungkap bahwa salah satu motor tersebut merupakan hasil curanmor di wilayah Jogoyudan, Lumajang, yang dilakukan oleh tersangka AF.

“Selanjutnya petugas melakukan pengejaran dan berhasil menangkap tersangka AF di tempat kosnya di Desa Sumbersuko, Kecamatan Sumbersuko,” jelasnya.

Dalam pemeriksaan, AF mengaku melakukan pencurian sepeda motor bersama dua pelaku lain yang saat ini masih dalam pengejaran polisi.

“Dua pelaku lainnya masih DPO dan dalam pengejaran. Kami optimistis segera tertangkap,” tambah Suprapto.

Saat ini, tersangka YSI dan DAP diamankan di Polres Jember karena keterlibatannya dalam kasus serupa di wilayah tersebut. Sementara tersangka AF ditahan di Polres Lumajang.

Berdasarkan hasil interogasi, ketiga pelaku mengaku telah beraksi di tujuh tempat kejadian perkara (TKP), antara lain di Desa Ledoktempuro (Kecamatan Randuagung), Jalan Kapuas Patian (Kelurahan Jogoyudan), Pasar Kunir, Kecamatan Yosowilangun, Jalan Veteran Lumajang, Puskesmas Sumbersuko, serta Desa Karangbendo (Kecamatan Tekung).

Selain dua unit Honda Vario, polisi juga mengamankan satu unit Honda Beat nopol N 3421 YBW serta alat yang digunakan pelaku berupa kunci T.

Polisi masih terus melakukan pengembangan untuk mengungkap jaringan pelaku lainnya serta kemungkinan adanya TKP tambahan.

Remaja Asal Sukodono Ditemukan Meninggal di Sungai Bondoyudo Setelah 4 Hari Hilang


Lumajang, (Onenewsjatim)
– Seorang remaja laki-laki berusia 14 tahun asal Desa Dawuhan Lor, Kecamatan Sukodono, Kabupaten Lumajang, ditemukan tewas setelah dilaporkan hilang selama empat hari. Korban diketahui bernama Muhammad Haikal.

Jenazah korban ditemukan mengapung di Sungai Bondoyudo, tepatnya di Desa Banyuputih Lor, Kecamatan Randuagung, pada Rabu (8/4/2026).

Kapolsek Sukodono AKP Ernowo menjelaskan, korban sebelumnya berpamitan kepada orang tuanya untuk mandi di sungai pada Minggu (5/4/2026) sekitar pukul 09.00 WIB.

“Korban berpamitan untuk mandi di sungai, namun tidak kunjung kembali ke rumah hingga tiga hari. Ibunya kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Sukodono,” ujar AKP Ernowo.

Menindaklanjuti laporan tersebut, pihak kepolisian bersama BPBD Lumajang langsung melakukan pencarian dengan menyisir aliran sungai di lokasi awal korban diduga hanyut, yakni Sungai Menjangan di Desa Dawuhan Lor.

“Kami bersama BPBD melakukan penyisiran mulai dari Sungai Menjangan hingga ke Sungai Biting di Desa Kuterenon, Kecamatan Sukodono,” jelasnya.

Di tengah proses pencarian, polisi menerima informasi dari Bhabinkamtibmas Polsek Randuagung terkait penemuan sesosok jenazah di Sungai Bondoyudo.

“Mendapat informasi tersebut, kami langsung menuju lokasi dan melakukan evakuasi. Setelah dicek, benar bahwa jenazah tersebut adalah Muhammad Haikal,” ungkap AKP Ernowo.

Identitas korban dipastikan oleh pihak keluarga berdasarkan ciri-ciri fisik, seperti bentuk jidat, rambut, dan janggut.

Dari hasil pemeriksaan luar, polisi tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

“Tidak ditemukan tanda penganiayaan. Berdasarkan keterangan keluarga, korban memiliki riwayat penyakit epilepsi,” tambahnya.

Jenazah korban kemudian dibawa ke RSUD dr. Haryoto Lumajang untuk penanganan lebih lanjut. Saat ini, pihak kepolisian masih menunggu keputusan keluarga terkait rencana autopsi.

“Kami masih menunggu keputusan keluarga apakah akan dilakukan autopsi atau tidak,” pungkas AKP Ernowo.

Polres Ngawi Amankan 2 Pelaku Pengeroyokan Viral di Paron, Dipicu Atribut Silat


Ngawi. (Onenewsjatim) 
– Kasus kekerasan secara bersama-sama yang melibatkan anggota perguruan silat yang sedang konvoi dan sempat viral di media sosial akhirnya berhasil diungkap oleh Satreskrim Polres Ngawi, Polda Jawa Timur.

Peristiwa pengeroyokan terhadap seorang pemuda tersebut terjadi pada Minggu (5/4/2026) sekitar pukul 13.30 WIB di pinggir Jalan Raya Paron–Jogorogo, tepatnya selatan Pasar Kerten, masuk Dusun Kerten, Desa Teguhan, Kecamatan Paron, Kabupaten Ngawi.

Kapolres Ngawi AKBP Prayoga Angga Widyatama, S.I.K., M.Si., melalui Wakapolres Kompol Rizki Santoso, S.I.K., menjelaskan bahwa kejadian bermula saat korban, AZ (20), warga Kecamatan Kendal, pulang dari kegiatan halal bihalal salah satu perguruan silat. 

Saat melintas di lokasi kejadian, korban dihadang oleh sekelompok pengendara motor yang kemudian melakukan pengeroyokan.

“Korban dihentikan oleh rombongan pelaku, kemudian secara bersama-sama melakukan pemukulan ke arah kepala dan wajah korban. Aksi tersebut sempat terekam video dan viral di media sosial,” terang Kompol Rizki, Selasa (7/4/26).

Menindaklanjuti kejadian tersebut, Satreskrim Polres Ngawi  dipimpin Kasat Reskrim Polres Ngawi, AKP Aris Gunadi bergerak cepat melakukan penyelidikan berdasarkan laporan Polisi dan rekaman video yang beredar.

Hasilnya, petugas berhasil mengamankan dua pelaku, yakni berinisial S (21), warga Kabupaten Madiun, serta seorang pelaku anak berinisial R (17) warga Ngawi.

Dari hasil pemeriksaan, pelaku mengakui perbuatannya melakukan kekerasan secara bersama-sama terhadap korban. 

Motif pengeroyokan diduga karena pelaku melihat korban mengenakan atribut perguruan lain, serta dipicu pengaruh minuman beralkohol.

“Pelaku melakukan aksinya secara spontan saat melihat korban menggunakan atribut perguruan lain, ditambah kondisi pelaku yang berada di bawah pengaruh alkohol,” jelasnya.

Selain mengamankan pelaku, petugas juga menyita sejumlah barang bukti, di antaranya sepeda motor, pakaian yang digunakan pelaku saat kejadian, serta beberapa helm.

Saat ini, kedua pelaku telah diamankan di Mapolres Ngawi untuk menjalani proses hukum lebih lanjut. 

"Kedua tersangka dikenakan pasal 262 ayat 1 KUHP terbaru, dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara," pungkas Wakapolres Ngawi.

Polres Ngawi mengimbau masyarakat, khususnya para anggota perguruan silat, untuk menahan diri dan tidak mudah terprovokasi, serta menjaga situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif. (red)

07/04/2026

Babinsa Pasirian Dampingi Petani Panen Padi, Hasil Capai 5 Ton


Lumajang, (Onenewsjatim)–
Babinsa Sememu Koramil 0821-08/Pasirian, Sertu Rokhibul Imam, melaksanakan pendampingan panen padi bersama petani di Dusun Kedung Supit RT 001 RW 001, Desa Sememu, Kecamatan Pasirian, Kabupaten Lumajang, Selasa (7/4/2026).

Pendampingan dilakukan di lahan seluas 1 hektare milik kelompok tani Dewi Sri yang diketuai oleh Abdul Hannan, dengan hasil panen mencapai sekitar 5 ton gabah.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari peran aktif Babinsa dalam mendukung program ketahanan pangan nasional sekaligus memberikan motivasi kepada petani agar terus meningkatkan produktivitas pertanian.

Dalam keterangannya, Sertu Rokhibul Imam menyampaikan bahwa kehadiran Babinsa di tengah petani bertujuan untuk memberikan dukungan serta memastikan proses pertanian berjalan optimal.

“Kami hadir untuk mendampingi dan memberikan semangat kepada petani, mulai dari masa tanam hingga panen, agar hasil yang diperoleh maksimal dan mampu mendukung ketahanan pangan,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa sinergi antara TNI dan petani menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas produksi pangan, khususnya di wilayah pedesaan.

Kegiatan berlangsung dengan lancar dan penuh kebersamaan, mencerminkan komitmen TNI dalam mendukung kesejahteraan petani sekaligus memperkuat ketahanan pangan di wilayah Kabupaten Lumajang. (Pendim 0821).

Kasdim Lumajang Hadiri Diskusi Kewilayahan, Dorong Sinergi Desa dan Kelurahan


Lumajang, (Onenewsjatim)
– Kasdim 0821/Lumajang, Mayor Inf Tanuri, menghadiri kegiatan Diskusi Kewilayahan Pemerintah Desa dan Kelurahan Kabupaten Lumajang yang digelar di Pendopo Arya Wiraraja, Selasa (7/4/2026).

Kegiatan tersebut menjadi forum strategis dalam memperkuat koordinasi dan sinergi antara pemerintah daerah, aparat kewilayahan, serta unsur terkait dalam rangka meningkatkan efektivitas penyelenggaraan pemerintahan di tingkat desa dan kelurahan.

Kepada Media, Kasdim 0821/Lumajang menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menjawab berbagai tantangan pembangunan di wilayah.

“Sinergi antara pemerintah desa, kelurahan, dan seluruh stakeholder sangat penting dalam menciptakan stabilitas wilayah serta mendorong percepatan pembangunan yang merata,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa peran aparat kewilayahan, termasuk TNI, sangat dibutuhkan dalam mendukung program-program pemerintah, terutama yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.

Diskusi kewilayahan ini diharapkan mampu menghasilkan solusi konkret terhadap berbagai permasalahan di tingkat desa dan kelurahan, sekaligus memperkuat koordinasi dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang lebih efektif, responsif, dan berorientasi pada pelayanan masyarakat. (Pendim 0821).

© Copyright 2024 Onenewsjatim | All Right Reserved