-->

01/06/2026

Tim SAR Temukan Korban Terseret Arus di Pantai Seruni Payangan Jember


Jember (Onenewsjatim)
– Tim SAR Gabungan berhasil menemukan satu dari dua korban yang terseret arus di Pantai Seruni Payangan, Desa Sumberejo, Kecamatan Ambulu, Kabupaten Jember, pada hari ketiga pelaksanaan operasi pencarian dan pertolongan, Senin (1/6/2026).

Korban yang ditemukan diketahui bernama Barokatul Hidayat (27), warga Dusun Karang Kebon, Desa Suci, Kecamatan Panti, Kabupaten Jember. Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada pukul 05.30 WIB.

Penemuan korban berawal dari laporan nelayan setempat yang melihat objek mencurigakan mengapung di sekitar perairan Payangan. Informasi tersebut segera ditindaklanjuti oleh Tim SAR Gabungan yang kemudian melakukan pengecekan dan proses evakuasi.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banyuwangi, I Made Oka Astawa, S.H., M.Si., mengatakan korban berhasil ditemukan sekitar 1,21 kilometer dari lokasi kejadian ke arah 161 derajat.

"Pada hari ketiga operasi, satu korban atas nama Barokatul Hidayat berhasil ditemukan dan dievakuasi setelah adanya informasi dari nelayan setempat yang melihat objek mencurigakan di sekitar perairan Payangan," ujar I Made Oka Astawa.

Setelah berhasil dievakuasi, jenazah korban selanjutnya diserahkan kepada pihak keluarga untuk proses pemulasaraan dan pemakaman.

I Made Oka Astawa juga menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban atas musibah yang terjadi. Menurutnya, seluruh unsur SAR akan terus mengoptimalkan upaya pencarian terhadap satu korban lainnya yang hingga kini masih belum ditemukan.

"Kami menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada keluarga korban atas musibah ini. Saat ini pencarian terhadap satu korban lainnya atas nama Rifki masih terus dilanjutkan dengan mengoptimalkan seluruh sumber daya yang ada," katanya.

Hingga saat ini, Tim SAR Gabungan masih melaksanakan pencarian terhadap korban kedua dengan memperhatikan kondisi cuaca dan keselamatan personel yang bertugas di lapangan.

Operasi pencarian didukung berbagai peralatan, di antaranya perahu karet, perlengkapan water rescue, peralatan medis, alat komunikasi, serta armada pendukung lainnya untuk memperluas area pencarian.

Adapun unsur yang terlibat dalam operasi SAR gabungan meliputi Pos SAR Jember, BPBD Kabupaten Jember, Polsek Ambulu, Koramil Ambulu, Polairud Polres Jember, Pos TNI AL Puger, SAR Rimba Laut Payangan, Destana Panti, Baret Rescue, Siluman Rescue, Senkom Jember, serta masyarakat sekitar.


BPBD Lumajang Pasang 12 CCTV dan EWS di Kawasan Semeru, Perkuat Mitigasi Bencana


Lumajang (Onenewsjatim)
- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lumajang terus memperkuat sistem mitigasi bencana menghadapi peningkatan aktivitas Gunung Semeru. 

Salah satu langkah konkret yang dilakukan adalah memasang kamera Closed Circuit Television (CCTV) dan sistem peringatan dini atau Early Warning System (EWS) di sepanjang aliran lahar.

Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kabupaten Lumajang, Isnugroho, mengungkapkan bahwa saat ini sudah ada 12 titik kamera CCTV pemantau yang terpasang di area-area krusial.

"Jadi kondisi existing sekarang untuk mitigasi aktivitas Semeru kita punya, sudah kita pasang 12 CCTV pemantau," ujar Isnugroho

Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya meningkatkan deteksi dini sekaligus mempercepat respons penanganan apabila terjadi peningkatan aktivitas vulkanik Gunung Semeru yang saat ini masih berstatus Level III (Siaga).

Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kabupaten Lumajang, Isnugroho, mengatakan seluruh CCTV tersebut telah terpasang dan berfungsi untuk memantau aktivitas di kawasan rawan bencana Semeru secara real time.

“Untuk mitigasi aktivitas Semeru, saat ini kami sudah memasang 12 CCTV pemantau di sejumlah titik strategis yang berada di jalur aliran lahar maupun kawasan yang berpotensi terdampak aktivitas vulkanik,” kata Isnugroho.

Ia menjelaskan, CCTV tersebut dipasang di beberapa lokasi, di antaranya tiga unit di Batu Padat, satu unit di Piket Nol, satu unit di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), satu unit di Watu Kobong, satu unit di Pos Curah Kobokan, satu unit di Supiturang, satu unit di Antrukan, satu unit di titik penyeberangan Curah Kobokan, satu unit di Simbar, serta satu unit di DAS Kobokan.

Selain CCTV, BPBD juga telah memasang empat unit Early Warning System (EWS) atau sistem peringatan dini di sejumlah lokasi yang dinilai memiliki tingkat kerawanan tinggi, yakni di Batu Padat, Desa Supiturang, Pos Curah Kobokan dan Antrukan.

“EWS ini menjadi alat mitigasi penting untuk mendeteksi secara dini potensi bencana yang dipicu aktivitas Semeru sehingga langkah penanganan dapat dilakukan lebih cepat,” ujarnya.

Sebagai bagian dari sistem peringatan kepada masyarakat, BPBD juga memasang empat titik sirene yang terhubung dengan mekanisme peringatan dini.

Menurut Isnugroho, masyarakat perlu memahami arti bunyi sirene yang dibunyikan petugas saat kondisi darurat.

“Kalau sirene berbunyi putus-putus, artinya masyarakat harus meningkatkan kewaspadaan atau berada dalam kondisi siaga. Namun jika sirene berbunyi dengan durasi lebih panjang dan terus-menerus, warga harus segera melakukan evakuasi ke tempat yang aman,” jelasnya.

Berharap Prioritas dari BNPB

Sebagai langkah antisipasi yang lebih luas, BPBD Lumajang juga telah mengajukan permohonan bantuan alat mitigasi tambahan kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), termasuk EWS untuk potensi tsunami. Namun, hingga saat ini pihak daerah masih menunggu tindak lanjut dari pusat.

"Kami berharap pihak BNPB bisa menjadikan Semeru prioritas utama dalam rangka mencegah terjadinya korban jiwa," tegasnya.

Terkait kondisi terkini Gunung Semeru, BPBD mencatat adanya peningkatan aktivitas vulkanik yang perlu diwaspadai. Status gunung tertinggi di Pulau Jawa tersebut masih berada pada Level III atau Siaga.

Berdasarkan rekomendasi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), masyarakat dilarang melakukan aktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan sejauh 13 kilometer dari puncak. Warga juga tidak diperbolehkan beraktivitas dalam radius lima kilometer dari kawah atau puncak Gunung Semeru.

Selain itu, masyarakat diminta menghindari area sempadan sungai yang berpotensi dilalui awan panas guguran maupun banjir lahar dengan jarak sekitar 500 meter dari tepi sungai.

Isnugroho menambahkan, pada Jumat lalu sempat terjadi awan panas guguran dengan jarak luncur mencapai sekitar 2.500 meter. Meski hingga saat ini belum terjadi erupsi yang disertai awan panas guguran susulan, pihaknya tetap meningkatkan kewaspadaan.

“Kami tetap siaga karena berdasarkan rekaman pemantauan selama 12 jam terakhir terdapat aktivitas tremor harmonik yang terdeteksi beberapa kali. Kondisi ini menjadi salah satu indikator yang terus kami pantau bersama perkembangan aktivitas Semeru,” pungkasnya.

Dua Jemaah Haji Asal Lumajang Wafat di Tanah Suci Saat Menjalankan Ibadah Haji


Lumajang, (Onenewsjatim)
- Kabar duka datang dari Tanah Suci. Dua jemaah haji asal Kabupaten Lumajang dilaporkan meninggal dunia saat menjalankan rangkaian ibadah haji 2026 di Mekkah, Arab Saudi.

Kedua jemaah yang tergabung dalam Kelompok Terbang (Kloter) 99 tersebut menghembuskan napas terakhirnya akibat penyakit tekanan darah tinggi 

Sebelumnya, kedua jemaah tersebut dilepas dan diberangkatkan langsung oleh Bupati Lumajang Indah Amperawati di Pendopo Aryawiraraja Lumajang pada 16 Mei 2026 lalu.

Kepala Kantor Kementerian Haji/Agama Lumajang, Umar Hasan, membenarkan informasi mengenai wafatnya dua jemaah asal Kabupaten Lumajang tersebut.

"Benar, ada dua jemaah kita dari Kloter 99 yang meninggal dunia di Tanah Suci karena kondisi kesehatan, tepatnya masalah tekanan darah tinggi," ujar Umar Hasan saat dikonfirmasi, Senin (1/6/2026).

Identitas Jemaah yang Wafat

Umar Hasan membeberkan identitas kedua jemaah tersebut. Jemaah pertama yang wafat diketahui bernama Yuwono Soewalidi Kelurahan Tompokersan, Kecamatan Lumajang. Yuwono dilaporkan meninggal dunia pada Jumat, 29 Mei 2026, di Mina Al Wadhi Hospital Arab Saudi.

Sementara jemaah kedua adalah Mistari Bin Kastomo, warga Desa Padang, Kecamatan Padang, Kabupaten Lumajang. Mistari meninggal dunia pada Minggu, 31 Mei 2026, di Medical Care Alharom, Mekkah, Arab Saudi setelah sempat menjalani perawatan medis.

Hasan menjelaskan, Yuwono Soewalidi meninggal dunia akibat tekanan darah tinggi yang kemudian mengganggu fungsi kerja jantungnya hingga menjadi tidak stabil. 

Sebelum wafat, Yuwono bersikeras untuk melaksanakan prosesi lontar jumrah secara fisik, meskipun kondisi fisiknya sudah tampak kelelahan.

"Jantungnya tidak stabil. Waktu itu almarhum memaksakan diri untuk melempar jumrah, padahal napasnya sudah ngos-ngosan. Perjalanan untuk lempar jumrah itu jauh, lebih dari 10 kilometer dengan berjalan kaki. Padahal oleh petugas sudah dilarang dan tidak dibolehkan berangkat karena faktor risiko, tapi Pak Yuwono tetap bersikeras," ungkap Hasan.

Yuwono kemudian jatuh pingsan dalam perjalanan menuju rumah sakit ketika masih berada di awal jalur pelontaran Jumrah Aqabah di Mina.

"Istrinya sudah merasa saat perjalanan ke rumah sakit menggunakan ambulans, suaminya seperti sudah tidak bergerak. Benar saja, tidak lama setelah sampai di rumah sakit, Yuwono dinyatakan meninggal dunia pada 29 Mei 2026 pukul 05.45 waktu Arab Saudi, atau sekitar pukul 09.45 WIB," jelasnya.

Hasan menambahkan, Yuwono diduga memiliki riwayat sakit tersembunyi yang tidak diceritakan kepada anak-anaknya sebelum berangkat.

Sementara itu, untuk jemaah kedua, Mistari Bin Kastomo, juga meninggal dunia karena masalah tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol dan tidak stabil, yang kemudian berdampak ke jantung. Berbeda dengan Yuwono, Mistari drop setelah menyelesaikan seluruh rangkaian ibadah di Mina.

"Pak Mistari ini sudah pulang dari Mina. Sebelum berangkat ke Arafah, beliau sempat marah-marah, kemungkinan karena tekanan darah tingginya naik," papar Hasan.

Secara medis, saat pemeriksaan awal di rumah sakit tidak terlihat indikasi apa-apa, tetapi kemudian kondisinya menurun. Beliau juga sempat mengalami buang air besar (diare) selama mengikuti prosesi lempar jumrah.

Mistari dinyatakan meninggal dunia pada Minggu, 31 Mei 2026 pukul 16.17 waktu Arab Saudi setelah sempat mendapatkan perawatan intensif selama satu hari di rumah sakit.

"Jadi sebelum berangkat memang kondisi fisiknya rentan penyakit untuk Pak Mistari. Kalau Pak Yuwono tidak ada gejala apa pun sebelum berangkat, tetapi mungkin ada riwayat penyakit yang tidak diceritakan," imbuhnya.

Sesuai dengan regulasi dan ketentuan hukum yang berlaku di Pemerintah Arab Saudi, jenazah jemaah haji yang meninggal dunia di Tanah Suci tidak dapat dipulangkan ke tanah air.

"Untuk kedua jemaah tersebut, semuanya dimakamkan di Makkah Al-Mukarramah. Regulasi di sana memang tidak memperbolehkan jenazah dibawa pulang. Sesuai ketentuan," pungkasnya.

Jembatan Perintis Garuda Terus Berprogres, Material Batu Dipasang Perkuat Struktur


Lumajang, (Onenewsjatim)-
Pembangunan Jembatan Perintis Garuda di Kali Asem terus menunjukkan perkembangan yang signifikan. Personel Koramil 0821-17/Pasrujambe bersama warga kembali melaksanakan kegiatan gotong royong dalam rangka pengerjaan lanjutan jembatan yang berlokasi di Dusun Krajan, Desa Karanganom, Kecamatan Pasrujambe, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, pada Senin (1/6/2026).

Kegiatan tersebut dipimpin oleh Bati Bakti TNI Koramil 0821-17/Pasrujambe, Serma Yunus Ariyanto, didampingi Babinsa Karanganom, Sertu Bejo Utomo. Pada tahap pengerjaan kali ini, personel TNI dan warga difokuskan pada pekerjaan pemindahan batu serta pemasangan batu untuk pondasi siklop, yang menjadi salah satu bagian penting dalam memperkuat struktur dasar jembatan.

Sejak pagi hari, puluhan warga bersama personel Koramil tampak bahu-membahu memindahkan material batu menuju titik pekerjaan. Batu-batu tersebut kemudian ditata dan dipasang secara bertahap sebagai pondasi siklop yang berfungsi memperkokoh konstruksi jembatan agar mampu bertahan dalam jangka waktu panjang.

Serma Yunus Ariyanto mengatakan bahwa pembangunan Jembatan Perintis Garuda merupakan hasil kerja sama berbagai elemen masyarakat yang memiliki tujuan sama, yakni menghadirkan sarana transportasi yang aman dan bermanfaat bagi warga.

“Pondasi siklop merupakan bagian penting dalam konstruksi jembatan. Oleh karena itu, pengerjaannya harus dilakukan dengan teliti dan sesuai tahapan agar menghasilkan bangunan yang kuat dan berkualitas,” ujar dia.

Menurut dia, semangat gotong royong yang ditunjukkan warga menjadi faktor utama dalam mempercepat proses pembangunan. Selain meringankan pekerjaan, kebersamaan tersebut juga mencerminkan tingginya kepedulian masyarakat terhadap pembangunan fasilitas umum di wilayahnya.

Sementara itu, Sertu Bejo Utomo menyampaikan bahwa kehadiran TNI dalam kegiatan pembangunan jembatan merupakan bentuk dukungan terhadap upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui pembangunan infrastruktur yang memadai.

“Setiap tahapan pekerjaan memiliki peran penting dalam menentukan kualitas jembatan. Karena itu kami terus mendampingi dan bekerja bersama warga agar pembangunan berjalan lancar dan sesuai harapan,” katanya.

Antusiasme warga terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Mereka secara sukarela membantu mengangkut dan memasang material batu demi mempercepat penyelesaian pekerjaan. Kebersamaan yang terjalin antara TNI dan masyarakat menjadi wujud nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat dalam mendukung pembangunan di daerah. (Pendim0821)

Hari Lahir Pancasila 2026, Dandim Lumajang Ajak Masyarakat Perkuat Semangat Gotong Royong


Lumajang, (Onenewsjatim)-
Komandan Kodim 0821/Lumajang, Letkol Arh Anton Subhandi, S.A.P., M.I.P., menghadiri Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 yang digelar di Alun-Alun Lumajang. Kegiatan tersebut berlangsung khidmat dengan mengusung tema “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia”. Senin (1/6/2026)

Upacara dihadiri oleh unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), pejabat pemerintah daerah, TNI-Polri, aparatur sipil negara, pelajar, serta berbagai elemen masyarakat. Bertindak sebagai Inspektur Upacara, Wakil Bupati Lumajang, Yudha Adji Kusuma, S.H.

Peringatan Hari Lahir Pancasila menjadi momentum penting untuk memperkuat komitmen seluruh komponen bangsa dalam mengamalkan nilai-nilai luhur Pancasila sebagai dasar negara sekaligus pedoman dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Di tengah berbagai tantangan global, Pancasila dinilai tetap relevan sebagai pemersatu keberagaman dan penuntun menuju kemajuan bangsa yang berkeadilan.

Usai kegiatan, Dandim 0821/Lumajang Letkol Arh Anton Subhandi menyampaikan bahwa Hari Lahir Pancasila bukan sekadar seremoni tahunan, tetapi menjadi pengingat bagi seluruh anak bangsa untuk terus menjaga persatuan dan memperkokoh semangat gotong royong.

"Pancasila adalah perekat yang menyatukan seluruh elemen bangsa di tengah keberagaman suku, agama, budaya, dan golongan. Melalui peringatan Hari Lahir Pancasila ini, kita diajak untuk terus menanamkan nilai-nilai kebangsaan dalam kehidupan sehari-hari sebagai modal utama menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia," ujar Dandim.

Ia menambahkan bahwa TNI bersama seluruh komponen bangsa memiliki tanggung jawab yang sama dalam menjaga stabilitas, keamanan, dan kondusivitas wilayah sebagai fondasi pembangunan nasional.

"Tema tahun ini mengandung makna yang sangat mendalam. Pancasila tidak hanya menjadi pemersatu bangsa Indonesia, tetapi juga mengajarkan nilai-nilai kemanusiaan, toleransi, dan perdamaian yang dapat menjadi kontribusi Indonesia bagi dunia. Oleh karena itu, semangat persatuan harus terus kita jaga dan wariskan kepada generasi penerus," tambahnya.

Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 di Kabupaten Lumajang menjadi simbol kuat komitmen seluruh elemen daerah untuk terus mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam mewujudkan masyarakat yang harmonis, berkarakter, dan berdaya saing. Melalui semangat persatuan yang kokoh, Lumajang diharapkan mampu berkontribusi nyata dalam mendukung pembangunan nasional menuju Indonesia yang maju, damai, dan sejahtera.(Pendim0821)

31/05/2026

Pria di Singosari Ditangkap Usai Bacok Pengunjung Warung Seafood


Malang, (Onenewsjatim)-
Seorang pria berinisial KE (51), warga Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, harus berurusan dengan hukum setelah diduga melakukan penganiayaan menggunakan senjata tajam terhadap seorang pengunjung warung seafood di kawasan Singosari.

Akibat kejadian tersebut, korban berinisial DTP (26), warga Kabupaten Ngawi, mengalami luka robek pada bagian lengan dan telinga kiri setelah disabet menggunakan golok.

Peristiwa penganiayaan itu terjadi di sebuah warung seafood yang berada di Jalan Raya Mondoroko, Kelurahan Pagentan, Kecamatan Singosari, pada Jumat (22/5/2026) malam.

Kasihumas Polres Malang AKP Bambang Subinajar mengatakan, setelah menerima laporan kejadian, petugas gabungan dari Polsek Singosari bersama Resmob Polres Malang langsung melakukan penyelidikan untuk mengungkap pelaku.

"Hasil penyelidikan mengarah kepada tersangka KE. Yang bersangkutan berhasil diamankan pada Selasa (26/5/2026) tanpa perlawanan," kata AKP Bambang Subinajar dalam keterangannya, Jumat (29/5/2026).

Selain mengamankan pelaku, polisi juga menyita barang bukti berupa satu bilah golok yang diduga digunakan saat melakukan penganiayaan.

AKP Bambang menjelaskan, berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, insiden bermula ketika korban bersama beberapa rekannya berada di lokasi kejadian. Di tengah suasana warung yang ramai, diduga terjadi kesalahpahaman yang berujung cekcok antara korban dan pelaku.

Perselisihan tersebut kemudian memuncak hingga tersangka mengambil senjata tajam dan menyerang korban.

"Dari hasil pemeriksaan sementara, motif penganiayaan dipicu perselisihan saat berada di lokasi. Tersangka kemudian menyerang korban menggunakan senjata tajam hingga menyebabkan luka robek di bagian lengan dan telinga," jelasnya.

Korban yang mengalami luka akibat sabetan senjata tajam segera mendapatkan pertolongan medis. Sementara itu, polisi melakukan serangkaian penyelidikan dengan mengumpulkan keterangan saksi-saksi serta barang bukti yang berada di lokasi kejadian.

Dari tangan tersangka, petugas mengamankan satu bilah golok dengan panjang sekitar 37 sentimeter lengkap dengan gagang berbahan kayu.

Saat ini, tersangka masih menjalani pemeriksaan intensif di Polsek Singosari guna melengkapi proses penyidikan. Polisi juga terus mendalami kronologi serta motif yang melatarbelakangi aksi penganiayaan tersebut.

Atas perbuatannya, tersangka dijerat dengan pasal tindak pidana penganiayaan sebagaimana diatur dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP). (Red)


AKP Bambang mengimbau masyarakat untuk mengedepankan penyelesaian masalah secara damai dan menghindari tindakan kekerasan yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain.


"Kami mengimbau kepada masyarakat agar tidak melakukan aksi kekerasan hanya karena emosi. Utamakan mediasi dan penyelesaian secara kekeluargaan agar tidak berujung pada tindak pidana," pungkas AKP Bambang.

30 Lansia Ikuti Posyandu di Karanganyar, Babinsa Hadir Berikan Pendampingan


Lumajang, (Onenewsjatim)
-Dalam upaya mendukung pelayanan kesehatan masyarakat, khususnya bagi warga lanjut usia (lansia), Babinsa Koramil 0821-11/Yosowilangun, Sertu Taufiq Abdul Lukito, melaksanakan pendampingan kegiatan Posyandu Lansia yang bertempat di Kantor Kepala Desa Karanganyar, Kecamatan Yosowilangun, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Minggu (30/5/2026).

Kegiatan yang diikuti oleh 30 orang lansia tersebut berlangsung dengan pendampingan dari Bidan Desa Karanganyar, Titin Sri Purwati, Amd.Keb. Berbagai pelayanan kesehatan diberikan kepada peserta, mulai dari pemeriksaan kesehatan dasar, pemantauan kondisi fisik, hingga penyuluhan mengenai pentingnya menjaga pola hidup sehat di usia lanjut.

Sertu Taufiq Abdul Lukito mengatakan bahwa kehadirannya dalam kegiatan tersebut merupakan bentuk dukungan TNI terhadap program kesehatan masyarakat yang dilaksanakan di wilayah binaan. Menurutnya, kesehatan lansia perlu mendapatkan perhatian khusus agar mereka tetap dapat menjalani aktivitas sehari-hari dengan baik dan produktif.

“Pendampingan ini merupakan bentuk kepedulian kami terhadap kesehatan warga, khususnya para lansia. Kami berharap kegiatan Posyandu Lansia dapat dimanfaatkan dengan baik untuk memantau kondisi kesehatan sehingga berbagai keluhan kesehatan dapat diketahui dan ditangani sejak dini,” ujarnya.

Sementara itu, Bidan Desa Karanganyar, Titin Sri Purwati, Amd.Keb., menjelaskan bahwa Posyandu Lansia merupakan salah satu sarana pelayanan kesehatan yang bertujuan meningkatkan kualitas hidup para lanjut usia melalui pemeriksaan rutin dan edukasi kesehatan.

“Melalui kegiatan ini, kami dapat memantau kondisi kesehatan para lansia secara berkala sekaligus memberikan edukasi mengenai pola makan sehat, aktivitas fisik yang sesuai, dan pentingnya menjaga kesehatan di usia lanjut,” jelasnya.

Ia juga mengapresiasi dukungan Babinsa yang selalu hadir mendampingi berbagai kegiatan kemasyarakatan, termasuk pelayanan kesehatan. 

Menurutnya, kehadiran Babinsa memberikan rasa aman dan meningkatkan partisipasi masyarakat dalam mengikuti program kesehatan yang diselenggarakan.

Kegiatan Posyandu Lansia berlangsung dengan tertib, aman, dan penuh keakraban. Melalui sinergi antara tenaga kesehatan, aparat kewilayahan, dan masyarakat, diharapkan pelayanan kesehatan bagi lansia dapat terus ditingkatkan sehingga terwujud masyarakat yang sehat, mandiri, dan sejahtera.

© Copyright 2024 Onenewsjatim | All Right Reserved