-->

23/06/2026

Tim Kemhan RI Tinjau Pembangunan Yonif TP di Burno, Dinyatakan Salah Satu yang Terbaik di Jatim


Lumajang, (Onenewsjatim)
– Tim Kementerian Pertahanan (Kemhan) Republik Indonesia melakukan pengawasan dan peninjauan progres pembangunan Yonif Teritorial Pembangunan (Yonif TP) di kawasan hutan BKPH Senduro, Dusun Karanganyar, Desa Burno, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang, Senin (22/6/2026).

Kegiatan dipimpin langsung Ketua Tim Kemhan RI, Kolonel Inf Setiya Asmara, S.I.P., M.Han., dengan agenda meninjau perkembangan pembangunan, melakukan pengecekan teknis di lapangan, serta memberikan arahan kepada unsur pelaksana dan pengawas proyek.

Dalam arahannya, Kolonel Setiya Asmara menegaskan pentingnya menjaga kualitas pembangunan dengan mengedepankan legalitas administrasi, kesesuaian spesifikasi teknis, serta koordinasi yang baik antara seluruh pihak terkait.

"Seluruh proses pembangunan harus sesuai prosedur dan spesifikasi yang telah ditetapkan. Koordinasi antar unsur pelaksana, pengawas, pemerintah desa, dan masyarakat juga harus terus diperkuat agar tidak muncul kendala di kemudian hari," ujar Kolonel Setiya Asmara.

Ia juga meminta agar progres pembangunan diperbarui setiap hari dan seluruh dokumentasi kegiatan dipasang di direksi proyek sebagai bahan evaluasi dan laporan apabila terdapat koreksi dari pemerintah pusat.

Menurutnya, lokasi pembangunan Yonif TP di Desa Burno memiliki posisi yang sangat strategis dan menunjukkan perkembangan yang menggembirakan.

"Lokasi di Burno ini sangat bagus dibanding lokasi lainnya di Jawa Timur, bahkan termasuk yang paling cepat dalam proses pembangunan Yonif TP," tambahnya.

Sementara itu, Komandan Kodim 0821/Lumajang Letkol Arh Anton Subhandi, S.A.P., M.I.P., menyampaikan bahwa pihaknya terus mendukung percepatan pembangunan Yonif TP agar dapat selesai sesuai target yang telah ditetapkan.

"Pembangunan Yonif TP ini merupakan program strategis yang akan memberikan dampak positif bagi penguatan pertahanan wilayah sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat sekitar," kata Letkol Anton Subhandi.

Dalam pertemuan tersebut, turut dibahas sejumlah kendala teknis yang masih dihadapi di lapangan, di antaranya terkait lahan pembangunan dapur Yonif dan garasi alat berat yang masih menunggu proses penebangan oleh pihak Perhutani. Tim Kemhan juga meminta agar penentuan batas patok pembangunan segera dilakukan untuk memperjelas area pekerjaan.

Pengawasan yang berlangsung secara intensif ini menjadi wujud komitmen bersama antara Kemhan, TNI AD, pemerintah daerah, dan pihak terkait dalam memastikan pembangunan Yonif TP di Lumajang berjalan sesuai rencana dan segera memberikan manfaat bagi kepentingan pertahanan negara maupun kesejahteraan masyarakat.

Editor: Imam Fatoni

Berita: Pendim 0821 Lumajang 


Polda Jatim Bongkar Sindikat Love Scamming Internasional, Raup Rp1,1 Miliar dari 53 Korban


Surabaya, (Onenewsjatim)
– Direktorat Reserse Siber (Ditressiber) Polda Jawa Timur berhasil mengungkap kasus penipuan online modus percintaan (love scamming) yang melibatkan jaringan internasional.

Dalam pengungkapan tersebut, Polisi menetapkan Tiga tersangka yang terdiri dari Dua warga negara asing dan Satu warga negara Indonesia.

Hal itu seperti disampaikan oleh Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Jatim Kombes Pol Jules Abraham Abast dalam konferensi pers di Mapolda Jatim, Senin (22/6/2026).

Kombes Pol Jules Abraham Abast mengatakan pengungkapan kasus ini merupakan hasil kolaborasi antara Ditressiber Polda Jatim dengan Imigrasi Jawa Timur dan Polresta Sidoarjo.

"Keberhasilan pengungkapan kasus ini menjadi bukti kuat sinergitas antarinstansi dalam memberantas kejahatan siber yang merugikan masyarakat luas," ujar Kombes Pol Abast.

Kabid Humas Polda Jatim juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang sudah mendukung sehingga dapat mengungkap secara bersama-sama tindak pidana penipuan online modus percintaan ini.

Sementara itu, Dirressiber Polda Jatim Kombes Pol Bimo Ariyanto menerangkan, kasus ini berawal dari informasi tim gabungan Imigrasi dan Ditressiber terkait dugaan pelanggaran izin tinggal sejumlah warga negara asing di wilayah Surabaya.

Saat dilakukan pengecekan di sebuah apartemen di Surabaya, petugas menemukan Empat warga negara asing asal Afrika yang kemudian diamankan untuk pemeriksaan lebih lanjut.

"Ketika kami lakukan pemeriksaan, ditemukan beberapa device berupa handphone, kartu SIM dan perangkat elektronik lainnya yang diduga digunakan sebagai sarana melakukan penipuan online dengan modus love scamming," kata Kombes Pol Bimo Ariyanto.

Dari hasil pendalaman, penyidik menetapkan Tiga tersangka, yakni LNHA warga negara Indonesia, KKP warga negara Ghana, dan AYV warga negara Pantai Gading atau Côte d’Ivoire. 

"Sementara Dua warga negara asing lainnya masih dalam proses pengembangan bersama pihak Imigrasi," ujar Kombes Bimo.

Menurut Kombes Bimo, para pelaku menjalankan aksinya dengan menyasar korban perempuan berusia 45 hingga 60 tahun melalui media sosial seperti Facebook, TikTok, dan WhatsApp. 

Pelaku kemudian membangun hubungan emosional dengan korban dengan berpura-pura sebagai pria mapan yang tinggal di luar negeri.

"Pelaku berusaha mendekati korban, menjalin hubungan seperti orang berpacaran, lalu berpura-pura mengirim hadiah bernilai tinggi seperti jam tangan, laptop atau barang berharga lainnya," jelas Kombes Bimo.

Setelah korban percaya, pelaku mengirim pesan palsu seolah-olah paket hadiah tertahan di bea cukai atau terkendala biaya imigrasi. Korban kemudian diminta mentransfer sejumlah uang agar paket bisa dikirim.

"Padahal barang tersebut tidak pernah ada. Tidak pernah ada pengiriman dan tidak pernah diamankan pihak imigrasi. Itu seluruhnya adalah rekayasa untuk menipu korban," tegas Kombes Bimo.

Dalam jaringan ini, tersangka LNHA berperan sebagai admin sekaligus pemegang rekening penampung hasil kejahatan dan berpura-pura menjadi petugas ekspedisi yang menghubungi korban untuk meminta biaya tebusan.

Keuntungan hasil penipuan kemudian dibagi dengan skema 65 persen kepada pelaku utama dan 30 persen dibagi kepada tersangka lainnya.

Menurut Kombes Bimo, sindikat ini telah beroperasi sejak Agustus 2025 dan berhasil meraup keuntungan sekitar Rp1,1 miliar.

Adapun Korban teridentifikasi sementara ini ada 53 orang se-Indonesia dan 22 diantaranya warga Jawa Timur.

"Kami masih terus melakukan pendalaman terhadap korban-korban lain dan juga mengembangkan penyidikan terhadap jaringan lain yang terlibat. Kami bekerja sama secara intensif dengan pihak imigrasi untuk menelusuri pelaku lainnya," pungkas Kombes Bimo.

Atas perbuatannya, para tersangka dijerat dengan Pasal 45A Ayat (1) Jo Pasal 28 Ayat (1) Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) serta pasal penipuan dalam KUHP, dengan ancaman hukuman maksimal 6 tahun penjara dan denda hingga Rp1 miliar. (*)

Polsek Ranuyoso Dampingi Petani Jagung, Wujudkan Ketahanan Pangan Nasional dari Desa


Lumajang, (Onenewsjatim)-
Polsek Ranuyoso, Polres Lumajang, terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung program ketahanan pangan nasional melalui pendampingan langsung kepada masyarakat di sektor pertanian.

Sebagai bentuk implementasi program Asta Cita Presiden, Bhabinkamtibmas Desa Ranuyoso, Bripda Akbar Yudha, melakukan peninjauan pekarangan pangan bergizi sekaligus mengecek perkembangan tanaman jagung milik H. Rizal di Dusun Bulutangkur, Desa Ranuyoso, Kecamatan Ranuyoso, Kabupaten Lumajang, Senin (22/6/2026).

Kegiatan tersebut bertujuan memastikan tanaman pangan warga tumbuh optimal serta memberikan motivasi kepada masyarakat agar terus memanfaatkan lahan pekarangan secara produktif guna mendukung kemandirian pangan keluarga.

Kapolsek Ranuyoso AKP Sajito, S.H., M.H., mengatakan bahwa Polri tidak hanya berperan menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga hadir sebagai mitra masyarakat dalam mendukung program-program strategis pemerintah, termasuk ketahanan pangan.

"Kami berkomitmen mengawal program Asta Cita Presiden dengan menginstruksikan seluruh Bhabinkamtibmas untuk aktif turun ke lapangan, mendampingi masyarakat, serta memantau perkembangan sektor pertanian dan pekarangan pangan bergizi di desa binaan masing-masing," ujar AKP Sajito.

Menurutnya, ketahanan pangan nasional harus dimulai dari tingkat desa dan keluarga. Karena itu, pemanfaatan lahan pekarangan dan pengembangan komoditas pertanian seperti jagung menjadi langkah nyata yang perlu terus didorong.

"Apa yang dilakukan Pak H. Rizal merupakan contoh positif yang patut diapresiasi. Dengan menanam jagung dan mengelola pekarangan pangan bergizi, masyarakat turut berkontribusi dalam memperkuat ketahanan pangan daerah maupun nasional," katanya.

AKP Sajito menambahkan, sinergi antara Polri, pemerintah desa, kelompok tani, dan masyarakat menjadi kunci keberhasilan dalam menjaga stabilitas pangan. Kehadiran anggota Polri di tengah petani diharapkan dapat memberikan semangat dan rasa optimisme kepada warga untuk terus meningkatkan produktivitas pertanian.

"Tugas Polri saat ini tidak hanya menjaga kamtibmas, tetapi juga menjadi pendamping masyarakat dalam berbagai program pembangunan. Melalui pendampingan ini, kami berharap produktivitas pertanian semakin meningkat sehingga mampu memperkuat fondasi ketahanan pangan bangsa," pungkasnya.

Sementara itu, kegiatan pendampingan yang dilakukan Bhabinkamtibmas mendapat respons positif dari masyarakat. Warga berharap dukungan dan perhatian dari berbagai pihak dapat terus berlanjut sehingga sektor pertanian di wilayah Ranuyoso semakin berkembang dan mampu meningkatkan kesejahteraan petani.

Editor : Redaksi

22/06/2026

Gotong Royong Warga Kalibening, Babinsa Turut Kawal Pelebaran Jalan Desa Pronojiwo


Lumajang, (Onenewsjatim)–
Semangat gotong royong terus menjadi kekuatan utama dalam pembangunan di wilayah pedesaan. Hal tersebut terlihat saat Babinsa Pronojiwo Koramil 0821-14/Pronojiwo, Sertu Akhir Suhud, turut membantu warga melaksanakan kerja bakti pelebaran jalan dengan rabat beton di Dusun Kalibening RT 004 RW 002, Desa Pronojiwo, Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, pada Senin (22/6/2026).

Kegiatan yang dilaksanakan secara swadaya oleh masyarakat tersebut merupakan bentuk kepedulian bersama dalam meningkatkan kualitas infrastruktur lingkungan. Jalan yang diperbaiki memiliki panjang sekitar 100 meter dengan lebar 3 meter, sehingga diharapkan mampu menunjang kelancaran aktivitas warga sehari-hari.

Di sela kegiatan, Sertu Akhir Suhud mengatakan bahwa keterlibatan Babinsa dalam pembangunan wilayah merupakan bagian dari tugas pembinaan teritorial guna mempererat kemanunggalan TNI dengan rakyat.

“Kami selalu siap mendukung setiap kegiatan positif masyarakat. Melalui gotong royong seperti ini, selain mempercepat pembangunan, juga dapat memperkuat kebersamaan dan kepedulian antarwarga,” kata dia.

Sementara itu, Kepala Desa Pronojiwo, Murdiono, mengapresiasi semangat masyarakat yang secara sukarela menggalang swadaya demi mewujudkan pembangunan jalan yang lebih baik. Menurutnya, keberadaan Babinsa di tengah-tengah warga memberikan motivasi tersendiri sehingga kegiatan dapat berjalan dengan lancar dan penuh semangat.

“Pelebaran jalan ini sangat penting untuk mendukung mobilitas masyarakat, terutama akses transportasi warga dan distribusi hasil pertanian. Kami berterima kasih atas dukungan Babinsa yang selalu hadir dalam setiap kegiatan pembangunan desa,” ungkapnya.

Melalui kerja sama yang baik dari semua pihak, pembangunan jalan rabat beton tersebut diharapkan mampu memberikan manfaat jangka panjang bagi warga Dusun Kalibening. Selain meningkatkan kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan, infrastruktur yang memadai juga menjadi salah satu faktor pendukung pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat desa.

Kegiatan kerja bakti tersebut berlangsung dengan aman, tertib, dan penuh semangat kebersamaan, mencerminkan kuatnya budaya gotong royong yang masih terjaga di tengah masyarakat Desa Pronojiwo. (Pendim0821)

TNI AD Bangun Jembatan Perintis Garuda di Lumajang, Dorong Pertumbuhan Ekonomi Pedesaan


Lumajang, (Onenewsjatim)-
Program pembangunan Jembatan Perintis Garuda yang dilaksanakan oleh TNI Angkatan Darat melalui Kodim 0821/Lumajang terus menunjukkan hasil yang membanggakan. Dua jembatan yang dibangun di wilayah Kabupaten Lumajang, yakni di Dusun Krajan, Desa Karanganom, Kecamatan Pasrujambe dan Dusun Stinggil, Desa Kebonagung, Kecamatan Sukodono, kini memasuki tahap akhir penyelesaian. Hingga Senin (22/6/2026), progres pembangunan Jembatan Perintis Garuda di Pasrujambe telah mencapai 100 persen, sementara pembangunan jembatan di Sukodono telah mencapai 97,88 persen.

Pembangunan kedua jembatan tersebut menjadi bagian dari upaya percepatan pembangunan infrastruktur yang bertujuan meningkatkan konektivitas antarwilayah serta memperlancar mobilitas masyarakat. Kehadiran jembatan diharapkan mampu membuka akses yang lebih aman, nyaman, dan efisien bagi warga dalam menjalankan aktivitas ekonomi, pendidikan, maupun sosial kemasyarakatan.

Dandim 0821/Lumajang melalui Pasiter Kodim 0821/Lumajang, Kapten Inf Sri Haryanto, mengatakan bahwa program Jembatan Perintis Garuda merupakan wujud nyata kehadiran negara melalui TNI Angkatan Darat dalam mendukung Asta Cita Presiden RI, Prabowo Subianto, khususnya dalam mewujudkan pembangunan yang merata dan berkeadilan bagi seluruh masyarakat Indonesia.

"Program ini merupakan bentuk komitmen TNI AD dalam mendukung kebijakan pemerintah agar hasil pembangunan dapat dirasakan secara merata oleh seluruh lapisan masyarakat hingga ke wilayah pedesaan. Kehadiran jembatan ini diharapkan mampu memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah," ujar Kapten Sri Haryanto.

Ia menjelaskan bahwa Jembatan Perintis Garuda di Dusun Krajan, Desa Karanganom, Kecamatan Pasrujambe telah selesai dikerjakan sepenuhnya dan siap memberikan manfaat bagi masyarakat. Sementara itu, pembangunan jembatan di Dusun Stinggil, Desa Kebonagung, Kecamatan Sukodono, saat ini tinggal menyelesaikan beberapa pekerjaan akhir dengan progres mencapai 97,88 persen.

Keberhasilan pembangunan tersebut tidak lepas dari sinergi yang terjalin antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat yang selama ini bergotong royong mendukung setiap tahapan pekerjaan. Semangat kebersamaan tersebut menjadi modal penting dalam mewujudkan pembangunan infrastruktur yang berkualitas dan tepat sasaran.

“Dengan hampir rampungnya seluruh pekerjaan, Program Jembatan Perintis Garuda di Kabupaten Lumajang menjadi bukti nyata bahwa kolaborasi antara TNI dan masyarakat mampu menghadirkan solusi bagi kebutuhan infrastruktur di wilayah pedesaan. Kehadiran kedua jembatan tersebut diharapkan semakin memperkuat konektivitas antar wilayah serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui akses transportasi yang lebih baik dan aman. (Pendim0821)

Ribuan Warga Lumajang Datangi DPRD, Minta Program Makan Bergizi Gratis Tetap Berjalan


Lumajang (Onenewsjatim)
– Gelombang massa memadati halaman DPRD Lumajang, Senin (22/6/2026). Mereka datang bukan untuk menolak kebijakan pemerintah, melainkan menyampaikan satu pesan yang sama: Program Makan Bergizi Gratis (MBG) harus tetap dilanjutkan dengan tata kelola yang lebih baik.

Sekitar 8.000 orang yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Peduli Gizi memenuhi kawasan sekitar gedung dewan sejak pagi. Massa terdiri dari relawan, mitra dapur, pekerja, pemasok bahan pangan, hingga masyarakat yang selama ini terlibat dalam rantai pelaksanaan program MBG.

Spanduk dan poster dukungan terhadap program tersebut tampak dibentangkan di berbagai sudut lokasi aksi. Di tengah terik matahari, para peserta bergantian menyampaikan aspirasi yang menitikberatkan pada keberlanjutan program sekaligus perbaikan sistem pengelolaannya.

Koordinator aksi, Novi Sanjaya, menegaskan bahwa demonstrasi yang dilakukan merupakan bentuk aspirasi masyarakat, bukan gerakan yang ditujukan untuk menyerang pihak tertentu.

"Aksi ini tidak melawan siapa pun dan tidak menyerang siapa pun. Murni aspirasi yang muncul dari naluri kami masing-masing. Tema yang kami bawa adalah MBG tetap dilanjutkan, tata kelolanya diperbaiki, dan ekonomi rakyat kecil dilindungi," ujar Novi saat berorasi di hadapan massa.

Menurutnya, Program Makan Bergizi Gratis memiliki tujuan yang baik dan telah memberikan dampak nyata di masyarakat. Namun, sejumlah persoalan teknis di lapangan masih perlu dibenahi agar pelaksanaannya berjalan lebih efektif dan terukur.

Salah satu usulan yang disampaikan massa adalah perlunya Badan Gizi Nasional menyusun standar nasional terkait menu dan kebutuhan gizi penerima manfaat.

Novi menilai selama ini belum terdapat pedoman yang seragam sehingga setiap daerah memiliki interpretasi yang berbeda dalam menerjemahkan standar menu maupun kebutuhan gizi.

"Perlu ada bank menu nasional. Saat ini yang menjadi persoalan adalah belum adanya standar yang benar-benar baku dari Badan Gizi Nasional, baik terkait gramasi, menu maupun kandungan gizinya. Akibatnya muncul banyak interpretasi di lapangan," katanya.

Selain itu, massa juga meminta adanya petunjuk teknis yang jelas terkait tata kelola keuangan program. Menurut mereka, perbedaan persepsi dalam proses audit maupun pertanggungjawaban keuangan masih kerap terjadi karena belum adanya standar yang seragam.

"Tata kelola keuangan juga harus diperjelas. Sampai sekarang belum ada juknis baku yang mengatur standar akuntansi dan pelaporan. Akibatnya ketika dilakukan audit sering muncul perbedaan persepsi," tambah Novi.

Di sisi lain, massa menilai keberadaan program MBG telah menjadi salah satu penggerak ekonomi masyarakat di Lumajang. Mereka menyebut sedikitnya 87 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) telah aktif beroperasi di berbagai wilayah.

Berdasarkan perhitungan yang disampaikan koordinator aksi, setiap SPPG mempekerjakan sekitar 50 tenaga kerja. Artinya lebih dari 4.000 keluarga saat ini menggantungkan penghasilannya dari program tersebut.

Belum termasuk para petani, pemasok bahan pangan, distributor buah, hingga pelaku usaha kecil yang terlibat dalam rantai pasok kebutuhan dapur MBG setiap hari.

"Program ini bukan hanya soal makanan bergizi bagi anak-anak. Ada ribuan keluarga yang ekonominya bergerak karena MBG. Karena itu kami meminta pemerintah memperbaiki tata kelolanya tanpa mematikan dampak ekonomi yang sudah dirasakan masyarakat," ujarnya.

Aliansi juga mengusulkan agar perguruan tinggi dan kalangan akademisi dilibatkan dalam pengawasan, pendampingan, pelatihan, hingga penelitian terkait pelaksanaan program.

Menurut mereka, keterlibatan akademisi akan membantu pemerintah memperoleh data objektif sebagai dasar evaluasi dan penyempurnaan kebijakan.

Aspirasi ribuan peserta aksi diterima langsung oleh Ketua DPRD Lumajang, Oktafiyani. Di hadapan perwakilan massa, ia menyatakan DPRD akan menampung dan meneruskan aspirasi tersebut kepada pihak terkait.

"Kita respons dengan baik. Kita dengarkan dan kita ikuti apa yang menjadi keinginan masyarakat Kabupaten Lumajang," kata Oktafiyani.

Ia menilai tuntutan masyarakat untuk melakukan evaluasi terhadap Program MBG merupakan hal yang wajar dan bahkan diperlukan demi memperkuat pelaksanaan program ke depan.

"MBG ini sangat bermanfaat di Kabupaten Lumajang. Ketika masyarakat meminta dilakukan evaluasi untuk memperbaiki tata kelolanya, itu bagus sekali. Evaluasi memang penting untuk penataan tata kelola yang lebih baik," ujarnya.

21/06/2026

HUT Bhayangkara ke-80, Polres Lumajang Ajak 2.000 Peserta Gowes Bersama


Lumajang, (Onenewsjatim)
-– Lautan pesepeda memenuhi kawasan Alun-Alun Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Minggu (21/6/2026) pagi. Mengenakan jersey berwarna-warni khas komunitas masing-masing, ribuan peserta tampak antusias mengikuti Gowes Sepeda Gembira yang digelar Polres Lumajang dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) Bhayangkara ke-80.

Sejak matahari belum terlalu tinggi, Jalan Alun-Alun Utara di depan Kantor Pemerintah Kabupaten Lumajang telah dipadati peserta. Mereka datang tidak hanya dari berbagai wilayah di Lumajang, tetapi juga dari daerah lain seperti Probolinggo hingga Tuban.

Panitia mencatat lebih dari 2.000 peserta ambil bagian dalam kegiatan yang mengusung tema “Polri Untuk Masyarakat” tersebut. Selain menjadi ajang olahraga bersama, kegiatan ini juga menjadi ruang silaturahmi antara masyarakat, komunitas sepeda, pemerintah daerah, dan jajaran kepolisian.

Suasana semakin meriah ketika Kapolres Lumajang AKBP Alex Sandy Siregar bersama Bupati Lumajang Indah Amperawati dan Wakil Bupati Lumajang Yudha Adji Kusuma melepas peserta secara simbolis. Pelepasan ditandai dengan pelepasan balon ke udara yang disambut tepuk tangan ribuan peserta.

Tak lama kemudian, rombongan pesepeda bergerak menyusuri rute yang telah ditentukan. Di sejumlah titik jalan, warga tampak berdiri di pinggir ruas jalan untuk menyaksikan dan memberikan dukungan kepada para peserta.

Selain menghadirkan suasana kebersamaan, panitia juga menyediakan berbagai hadiah menarik. Hadiah utama berupa satu unit sepeda motor Honda Beat menjadi daya tarik tersendiri yang membuat peserta semakin bersemangat mengikuti kegiatan hingga selesai.

Kapolres Lumajang AKBP Alex Sandy Siregar mengatakan, Gowes Sepeda Gembira merupakan bagian dari rangkaian kegiatan HUT Bhayangkara ke-80 yang bertujuan mempererat hubungan antara Polri dan masyarakat.

Menurutnya, olahraga bersama menjadi sarana yang efektif untuk membangun komunikasi sekaligus memperkuat sinergi antara kepolisian, pemerintah daerah, komunitas, dan seluruh elemen masyarakat.

“Gowes Sepeda Gembira ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan dalam memperingati HUT Bhayangkara ke-80. Melalui kegiatan ini kami ingin menghadirkan Polri yang semakin dekat dengan masyarakat sesuai tema tahun ini, yakni Polri Untuk Masyarakat,” kata Alex.

Ia mengaku bersyukur melihat tingginya antusiasme masyarakat yang hadir dalam kegiatan tersebut. Kehadiran peserta dari berbagai daerah dinilai menjadi bukti bahwa semangat kebersamaan dan persaudaraan masih terjaga dengan baik.

“Kami sangat mengapresiasi antusiasme masyarakat. Peserta yang hadir tidak hanya dari Lumajang, tetapi juga dari sejumlah daerah lain. Ini menunjukkan bahwa semangat kebersamaan, persaudaraan, dan sinergitas yang selama ini terbangun dapat terus dipelihara melalui kegiatan positif seperti olahraga bersama,” ujarnya.

Lebih jauh, Alex menegaskan bahwa peringatan HUT Bhayangkara tidak semata menjadi momentum seremonial bagi institusi kepolisian. Menurut dia, peringatan tersebut harus dimaknai sebagai upaya memperkuat kolaborasi dengan seluruh komponen masyarakat dalam menjaga keamanan dan ketertiban.

“Keamanan dan kondusivitas daerah tidak bisa diwujudkan oleh Polri sendiri. Dibutuhkan dukungan seluruh elemen masyarakat. Karena itu kami terus berupaya membangun kedekatan dan komunikasi yang baik dengan masyarakat,” tuturnya.

Mantan perwira yang dikenal dekat dengan masyarakat itu menambahkan, tantangan tugas kepolisian ke depan akan semakin kompleks dan dinamis. Karena itu, sinergitas antara Polri, pemerintah daerah, TNI, komunitas, dan masyarakat menjadi modal penting dalam menjaga stabilitas keamanan wilayah.

“Sinergitas yang solid antara Polri, pemerintah daerah, dan seluruh elemen masyarakat adalah modal dasar kita. Hari ini lewat kayuhan pedal bersama, kita hilangkan sekat-sekat birokrasi. Kita berbaur menjadi satu, berkeringat bersama, dan bergembira bersama. Inilah wujud nyata bahwa Polri adalah bagian yang tidak terpisahkan dari denyut nadi masyarakat,” ungkap Alex.

Setelah seluruh peserta mencapai garis finis, kemeriahan berlanjut dengan pengundian doorprize. Ribuan peserta bertahan di lokasi untuk menantikan pengumuman pemenang hadiah utama maupun berbagai hadiah hiburan lainnya.

Kegiatan berlangsung aman, tertib, dan penuh keakraban. Momentum tersebut tidak hanya menjadi perayaan HUT Bhayangkara ke-80, tetapi juga menggambarkan kuatnya kolaborasi antara Polri dan masyarakat dalam membangun lingkungan yang aman, sehat, serta harmonis.

Melalui semangat “Polri Untuk Masyarakat”, Polres Lumajang berharap kehadiran Polri tidak hanya dirasakan dalam aspek penegakan hukum, tetapi juga dalam berbagai kegiatan sosial dan kemasyarakatan yang mempererat hubungan dengan warga.

© Copyright 2024 Onenewsjatim | All Right Reserved