-->

19/06/2026

Di Tengah Pemadaman Bergilir, Empat Pegawai Outsourcing PLN Ditangkap Curi Kabel Listrik di Lumajang

Di Tengah Pemadaman Bergilir, Empat Pegawai Outsourcing PLN Ditangkap Curi Kabel Listrik di Lumajang


Lumajang, (Onenewsjatim)–
Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Lumajang mengamankan empat pegawai outsourcing Pembangkit Listrik Negara (PLN) yang diduga terlibat pencurian kabel listrik tegangan tinggi di wilayah Kecamatan Pasrujambe, Kabupaten Lumajang.

Keempat tersangka memanfaatkan status mereka sebagai teknisi untuk melancarkan aksi pencurian saat menjalankan tugas di lapangan.

Kapolres Lumajang AKBP Alex Sandy Siregar mengungkapkan, para tersangka masing-masing berinisial MR (41) warga Desa Kalisemut, Kecamatan Padang, EE (45) warga Desa Pasrujambe, Kecamatan Pasrujambe, MS (38) warga Desa Tempeh Tengah, Kecamatan Tempeh, serta SP (36) warga Desa Karang Tengah, Kecamatan Pasrujambe.

"Empat orang tersangka ini melakukan pencurian terhadap kabel listrik milik PLN dengan berbagai ukuran. Kabel yang dicuri merupakan kabel tembaga aktif yang digunakan untuk jaringan distribusi listrik," kata AKBP Alex Sandy Siregar saat konferensi pers di Mapolres Lumajang, Jumat (19/6/2026).

Peristiwa pencurian terjadi di Dusun Tesirejo, Desa Kertosari, Kecamatan Pasrujambe, pada Kamis (11/6/2026) dini hari. 

Para pelaku diduga mencuri kabel tembaga jaringan listrik sepanjang sekitar 25 meter saat berlangsung pemadaman listrik bergilir.

Menurut Alex, kabel yang dicuri terdiri dari kabel ukuran 4x150 milimeter sepanjang 9 meter dan kabel ukuran 4x70 milimeter sepanjang 16 meter. Aksi tersebut dilakukan secara terorganisir dengan pembagian tugas yang jelas di antara para pelaku.

EE berperan memutus aliran listrik dengan melepas NH fuse pada panel trafo agar jaringan tidak bertegangan saat kabel dipotong. 

Sementara MR dan MS bertugas memotong kabel, sedangkan pelaku lainnya membantu proses pelepasan dan pengangkutan hasil curian.

"Tersangka mengetahui prosedur teknis jaringan listrik karena mereka merupakan tenaga outsourcing yang bertugas sebagai teknisi. Mereka memanfaatkan pengetahuan tersebut untuk melakukan pencurian secara aman," ujar Alex.

Dalam menjalankan aksinya, para tersangka juga memanfaatkan mobil operasional PLN. 

Modus yang digunakan adalah berpura-pura melakukan pengecekan rutin jaringan listrik, kemudian mengambil kabel tembaga yang berada di lokasi pekerjaan.

"Mobil operasional digunakan karena yang bersangkutan merupakan tenaga outsourcing. Modusnya melakukan pengecekan jaringan, namun di sela kegiatan itu mereka melakukan pencurian kabel," jelasnya.

Kasus ini terungkap setelah para pelaku berupaya menjual kabel tembaga hasil curian. Calon pembeli merasa curiga karena ukuran kabel yang ditawarkan tidak lazim dimiliki perorangan dan diduga merupakan aset milik PLN.

Kecurigaan tersebut kemudian dilaporkan kepada pihak kepolisian. Setelah berkoordinasi dengan PLN dan melakukan penyelidikan, petugas memastikan adanya kehilangan kabel di lokasi kejadian sebelum akhirnya menangkap keempat tersangka.

"Calon pembeli melaporkan karena melihat ukuran kabel terlalu besar dan diduga milik PLN. Setelah kami konfirmasi kepada PLN, ternyata memang ada laporan kehilangan kabel di area tersebut. Dari hasil penyelidikan, empat tersangka berhasil diamankan," terang Alex.

Polisi turut menyita sejumlah barang bukti berupa satu set tang press, gunting kabel, kunci shock, cutter, serta kabel tembaga hasil pencurian yang belum sempat dijual.

Kapolres menyayangkan tindakan para tersangka yang justru memanfaatkan pekerjaannya untuk mengambil keuntungan pribadi di tengah upaya PLN melakukan pembenahan jaringan demi memenuhi kebutuhan listrik masyarakat.

"Kami sangat menyayangkan kejadian ini. Di tengah proses pembenahan yang dilakukan PLN untuk memenuhi kebutuhan listrik masyarakat, ada oknum yang justru mengambil keuntungan dengan melakukan pencurian aset perusahaan," tegasnya.

Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, para tersangka mengaku baru satu kali melakukan aksi pencurian tersebut. Namun polisi masih mendalami kemungkinan adanya tindak pidana serupa di lokasi lain.

Atas perbuatannya, keempat tersangka dijerat Pasal 477 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan dengan ancaman hukuman maksimal tujuh tahun penjara. (Imam)

Baca Artikel Terkait Lainnya

Baca juga Artikel Lainnya

© Copyright 2024 Onenewsjatim | All Right Reserved