-->

30/06/2026

Siswa SMP di Lumajang Meninggal Diduga Akibat Bullying Teman Sekelas

Bupati Lumajang takziah rumah duka korban Bullying 

Lumajang (Onenewsjatim)
– Dugaan kasus perundungan (bullying) yang berujung penganiayaan terhadap seorang siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kabupaten Lumajang menjadi perhatian serius pemerintah daerah. 

Korban berinisial MI (16), siswa kelas IX, meninggal dunia setelah menjalani perawatan di rumah sakit.

Bupati Lumajang, Indah Amperawati, turun langsung bertakziah ke rumah duka di Dusun Darungan II, Desa Jatisari, Kecamatan Kedungjajang, Selasa (30/6/2026). 

Selain menyampaikan belasungkawa, Bupati juga menyerahkan santunan kematian kepada keluarga korban.

Indah menegaskan pihaknya akan mengawal penanganan kasus tersebut hingga tuntas, meski proses hukumnya telah ditangani kepolisian.

"Pihak keluarga sudah membuat laporan ke Polres Lumajang dan ini menjadi ranah kepolisian. Namun saya akan mengawal kasus ini, apalagi menyangkut anak sekolah. Kami juga akan melakukan pendampingan melalui Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) di Dinas Sosial," kata Indah.

Menurutnya, pemerintah daerah juga akan melakukan evaluasi terhadap pihak sekolah, termasuk memanggil kepala sekolah, guru, hingga yayasan karena sekolah tersebut berstatus swasta.

"Sebagai pembinaan kelembagaan, akan segera kami panggil kepala sekolah. Karena ini sekolah swasta, tentu yayasan juga akan kami libatkan bersama guru-guru yang mengetahui peristiwa tersebut," ujarnya.

Indah menegaskan evaluasi diperlukan agar kejadian serupa tidak kembali terjadi di lingkungan pendidikan.

"Kami sangat prihatin atas musibah yang dialami korban. Ini akan segera kami evaluasi. Kepala sekolah, yayasan, dan guru akan kami panggil. Kami juga akan mengawal proses hukum yang berjalan di Polres Lumajang sampai tuntas," tegasnya.

Korban Diduga Dipukuli di Dalam Kelas

Kakak korban, Ahmad Dani, menceritakan peristiwa itu bermula saat adiknya mengikuti Tes Kemampuan Akademik (TKA) di ruang kelas.

Saat itu, kata Dani, dua teman sekelas korban berinisial S dan A mendatangi korban karena menemukan sampah di bawah meja atau loker korban. Keduanya meminta korban membersihkan sampah tersebut.

Korban menolak karena merasa tidak membuang sampah. Penolakan itu diduga memicu aksi kekerasan.

"Adik saya waktu itu di kelas sendirian. Dua pelaku mendatangi adik saya, menegur soal sampah di bawah meja, lalu langsung memukulinya," kata Dani.

Meski baru saja mengalami pemukulan, korban tetap menyelesaikan ujian hingga selesai. Keluarga pun tidak mengetahui jika korban mengalami luka serius.

Namun, hampir sebulan setelah kejadian, korban mulai mengalami pendarahan pada bagian gigi hingga akhirnya dilarikan ke rumah sakit. Kondisinya terus memburuk dan dinyatakan meninggal dunia pada Rabu (24/6/2026).

"Kalau hasil otopsi dan visum, penyebabnya ada luka benturan di kepala dan menurut keterangan dokter luka itu sudah lama terjadi pada korban," ungkap Dani.

Polisi Tetapkan Satu Anak sebagai Tersangka

Sementara itu, Kasi Humas Polres Lumajang, Ipda Suprapto, membenarkan pihaknya sedang menangani kasus dugaan penganiayaan yang diduga dipicu aksi bullying di lingkungan sekolah.

Menurut Suprapto, peristiwa tersebut terjadi di salah satu SMP di Kecamatan Sukodono pada 18 Mei 2026 dan kini ditangani Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Lumajang.

"Perkara ini ditangani Unit PPA Satreskrim. Satu terduga pelaku berinisial S telah diamankan dan saat ini sudah ditetapkan sebagai tersangka," ujarnya.

Meski demikian, polisi masih terus mendalami motif serta rangkaian kejadian yang menyebabkan korban meninggal dunia.

"Untuk motif dan penyebabnya masih didalami oleh penyidik Unit PPA. Karena pelaku merupakan anak yang berhadapan dengan hukum, maka proses penanganannya berbeda dengan pelaku dewasa," kata Suprapto. (Imam)

Kolaborasi Babinsa, Polindes, dan Kader Hadirkan Pelayanan Kesehatan Terbaik bagi Lansia


Lumajang, (Onenewsjatim)-
Upaya Babinsa dalam mendukung peningkatan kualitas kesehatan masyarakat terus diwujudkan di berbagai wilayah. Salah satunya dilakukan Babinsa Desa Selok Awar Awar Koramil 0821-08/Pasirian, Sertu Joko Purnomo, yang melaksanakan pendampingan kegiatan Posyandu Lansia di Posyandu Anggrek, Dusun Krajan 2 RT 053 RW 018, Desa Selok Awar Awar, Kecamatan Pasirian, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Selasa (30/6/2026).

Dalam pelaksanaannya, Kegiatan tersebut diikuti oleh sebanyak 25 warga lanjut usia dan langsung mendapatkan berbagai layanan kesehatan, mulai dari pemeriksaan kondisi kesehatan, pemantauan tekanan darah, konsultasi kesehatan, hingga penyuluhan mengenai pencegahan dan penanganan berbagai penyakit yang rentan dialami oleh warga lanjut usia. Kegiatan Posyandu Lansia tersebut dilaksanakan secara rutin setiap satu bulan sekali sebagai upaya menjaga kesehatan dan meningkatkan kualitas hidup para lansia di wilayah setempat.

Di sela kegiatan, Sertu Joko Purnomo mengatakan bahwa kehadirannya merupakan bentuk dukungan Babinsa terhadap program pelayanan kesehatan masyarakat, khususnya bagi para lansia yang membutuhkan perhatian lebih dalam menjaga kondisi kesehatannya.

"Pendampingan ini merupakan bagian dari tugas kami sebagai aparat kewilayahan untuk mendukung setiap program pemerintah di bidang kesehatan. Kami berharap para lansia semakin peduli terhadap kesehatannya dengan rutin mengikuti Posyandu Lansia setiap bulan, sehingga kondisi kesehatan mereka dapat terus dipantau dan berbagai penyakit dapat dideteksi sejak dini," kata dia.

Ia juga menambahkan bahwa sinergi antara Babinsa, tenaga kesehatan, dan kader posyandu menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pemeriksaan kesehatan secara berkala.

Sementara itu, Petugas Polindes Selok Awar Awar, Dwi Yulistya Kandari, Amd.Kep., mengatakan bahwa Posyandu Lansia merupakan sarana penting untuk memantau kondisi kesehatan warga lanjut usia secara berkala agar tetap sehat dan produktif.

"Melalui Posyandu Lansia, kami dapat melakukan pemeriksaan kesehatan rutin, memberikan edukasi mengenai pola hidup sehat, serta mendeteksi secara dini apabila terdapat keluhan atau penyakit yang dialami para lansia. Kami mengimbau seluruh lansia untuk rutin hadir setiap bulan agar kondisi kesehatannya terus terpantau dan penanganan dapat dilakukan sedini mungkin apabila ditemukan gangguan kesehatan," ujarnya.

Ia menambahkan, menjaga kesehatan di usia lanjut tidak hanya dilakukan melalui pemeriksaan rutin, tetapi juga dengan menerapkan pola makan bergizi seimbang, aktivitas fisik ringan sesuai kemampuan, istirahat yang cukup, mengonsumsi obat sesuai anjuran tenaga kesehatan, serta menjaga semangat dan aktivitas sosial agar kualitas hidup lansia tetap optimal.

Melalui Sinergi antara TNI, tenaga kesehatan, pemerintah desa, dan kader kesehatan pun diharapkan terus terjalin demi mewujudkan masyarakat yang sehat, mandiri, dan sejahtera, khususnya bagi warga lanjut usia di Desa Selok Awar Awar. (Pendim0821)

Gotong Royong Bangun Desa, Babinsa Kloposawit Pimpin Perbaikan Jalan Penghubung Warga


Lumajang, (Onenewsjatim)
- Semangat kebersamaan dan budaya gotong royong kembali ditunjukkan oleh Babinsa Kloposawit Pos Koramil 0821-09/Candipuro, Serda Moch. Dedik Indra Irawan, yang turun langsung membantu masyarakat melaksanakan kerja bakti perbaikan jalan sepanjang 750 meter di Dusun Selorejo RT 004 RW 005, Desa Kloposawit, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Selasa (30/6/2026).

Kegiatan tersebut merupakan wujud nyata kepedulian TNI melalui peran Babinsa dalam mendukung pembangunan di wilayah binaan. Perbaikan jalan dilakukan secara bergotong royong bersama warga guna meningkatkan kualitas infrastruktur desa yang selama ini menjadi jalur utama aktivitas masyarakat.

Dengan kondisi jalan yang lebih baik, diharapkan aksesibilitas dan mobilitas warga semakin lancar, baik untuk kegiatan ekonomi, pendidikan, maupun pelayanan sosial. Selain itu, keberadaan jalan yang layak juga akan memperkuat konektivitas antarwilayah sehingga mampu mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Di sela kegiatan, Serda Moch. Dedik Indra Irawan mengatakan bahwa keterlibatan Babinsa dalam kerja bakti merupakan bagian dari tugas pembinaan teritorial untuk terus hadir di tengah masyarakat dan menjadi penggerak semangat gotong royong.

"Perbaikan jalan ini merupakan kebutuhan bersama. Melalui kerja bakti seperti ini, pekerjaan menjadi lebih ringan sekaligus mempererat hubungan antara TNI dan masyarakat. Semoga jalan yang telah diperbaiki dapat memberikan manfaat bagi seluruh warga dalam menjalankan aktivitas sehari-hari," ujar dia.

Sementara itu, Kepala Dusun Selorejo, Sucipto, mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga dan merawat jalan yang telah diperbaiki agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka waktu yang lama.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada warga yang telah bergotong royong memperbaiki jalan ini. Setelah jalan menjadi lebih baik, kami berharap seluruh masyarakat memiliki rasa tanggung jawab untuk merawatnya, menjaga kebersihan saluran di sekitarnya, tidak membebani jalan dengan muatan berlebih, serta segera bergotong royong apabila ada kerusakan kecil. Dengan perawatan yang baik, usia jalan akan lebih panjang dan manfaatnya dapat terus dirasakan oleh seluruh warga," ungkapnya.

Melalui kegiatan tersebut, sinergi antara TNI dan masyarakat kembali menunjukkan bahwa pembangunan desa tidak hanya bergantung pada program pemerintah, tetapi juga dapat diwujudkan melalui semangat kebersamaan dan kepedulian seluruh elemen masyarakat. Kehadiran Babinsa di tengah warga menjadi bukti nyata komitmen TNI dalam mendukung percepatan pembangunan serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat di wilayah binaannya. (Pendim0821)

Polda Jatim Bongkar Tiga Kasus Kejahatan SDA, Empat Tersangka Diamankan


Surabaya , (Onenewsjatim) – Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jawa Timur mengungkap tiga kasus dugaan kejahatan yang berkaitan dengan sumber daya alam hayati dan ekosistem. 

Dari pengungkapan tersebut, polisi mengamankan empat orang tersangka yang diduga terlibat dalam pengiriman ilegal gading gajah, perdagangan kupu-kupu dilindungi, dan penyelundupan benih bening lobster (BBL).

Pengungkapan kasus tersebut disampaikan dalam konferensi pers di Mapolda Jawa Timur, Selasa (30/6/2026).

Kabid Humas Polda Jawa Timur, Kombes Pol Jules Abraham Abast, mengatakan keberhasilan pengungkapan tiga perkara itu merupakan bentuk komitmen kepolisian dalam menegakkan hukum sekaligus menjaga kelestarian sumber daya alam Indonesia.

"Pengungkapan tiga perkara ini merupakan bagian dari upaya Polda Jawa Timur dalam menindak tegas setiap bentuk pelanggaran yang berkaitan dengan konservasi sumber daya alam hayati, ekosistem, serta pemanfaatan sumber daya perikanan yang bertentangan dengan ketentuan hukum," ujar Kombes Pol Jules Abraham Abast.

Menurutnya, kejahatan terhadap satwa dilindungi maupun sumber daya perikanan tidak hanya merugikan negara secara ekonomi, tetapi juga mengancam keseimbangan ekosistem dan kelestarian lingkungan.

Sementara itu, Dirreskrimsus Polda Jawa Timur, Kombes Pol Roy H.M. Sihombing, menjelaskan perkara pertama berkaitan dengan dugaan pengiriman ilegal 53 potong gading gajah yang melibatkan tersangka berinisial HAJ. Modus yang digunakan yakni menitipkan gading kepada sembilan jamaah umrah yang baru kembali dari Arab Saudi melalui Bandara Internasional Juanda.

"Pelaku diduga memanfaatkan para jamaah umrah sebagai pembawa barang tanpa mengetahui isi sebenarnya. Gading tersebut dikemas sedemikian rupa agar tidak mudah terdeteksi," jelas Kombes Roy.

Kasus kedua menyangkut dugaan penyelundupan 39.927 ekor benih bening lobster (BBL) dengan dua tersangka berinisial FN dan JSK. Polisi mengamankan keduanya saat hendak mengirimkan BBL ke Singapura melalui Bandara Juanda dengan cara menyimpan benih lobster di dalam koper yang dibungkus handuk basah.

Selain ribuan BBL, penyidik juga menyita koper, paspor, telepon genggam, kartu ATM, dan boarding pass sebagai barang bukti.

Adapun perkara ketiga adalah dugaan perdagangan ilegal 2.113 ekor kupu-kupu dilindungi dengan tersangka berinisial LL. Satwa yang telah diawetkan itu diduga akan diekspor ke sejumlah negara seperti China, Prancis, Amerika Serikat, Kanada, Republik Ceko, dan Jerman melalui jalur kargo Bandara Juanda.

"Penyidik menemukan sepuluh paket ekspor berisi kupu-kupu langka yang termasuk satwa dilindungi. Pengiriman diduga menggunakan dokumen yang tidak sah," ungkap Kombes Roy.

Polda Jawa Timur menegaskan pengungkapan ketiga perkara tersebut merupakan hasil sinergi Ditreskrimsus bersama Bandara Juanda, Bea Cukai, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA), Balai Besar Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan, serta Kejaksaan Tinggi Jawa Timur.

Kombes Roy memastikan pihaknya akan terus menindak tegas setiap bentuk perdagangan ilegal satwa dilindungi maupun penyalahgunaan sumber daya perikanan.

"Kami mengimbau masyarakat agar segera melaporkan apabila mengetahui adanya dugaan aktivitas serupa melalui Call Center Polri 110 atau kantor kepolisian terdekat. Sinergi dengan masyarakat sangat penting untuk menjaga kelestarian sumber daya alam Indonesia," tegasnya.

Saat ini keempat tersangka masih menjalani proses penyidikan. Polda Jawa Timur menegaskan seluruh proses hukum dilakukan secara profesional, transparan, dan menjunjung tinggi asas praduga tak bersalah. (*)


29/06/2026

Peletakan Batu Pertama Resmi Awali Pra TMMD Ke-129 di Desa Ledok Tempuro


Lumajang , (Onenewsjatim)-
Komitmen mempercepat pembangunan desa melalui kolaborasi lintas sektor kembali diwujudkan dalam pelaksanaan Pra TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 Tahun Anggaran 2026 di Desa Ledok Tempuro, Kecamatan Randuagung, Kabupaten Lumajang. 

Kegiatan yang dihadiri langsung oleh Komandan Kodim 0821/Lumajang, Letkol Arh Anton Subhandi, S.A.P., M.I.P., diawali dengan peletakan batu pertama secara simbolis oleh Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Lumajang bersama Camat Randuagung sebagai penanda dimulainya pekerjaan fisik TMMD. Senin(29/6/2026)

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kasdim 0821/Lumajang, unsur Forkopimcam Randuagung, Kepala Desa Ledok Tempuro beserta perangkat desa, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan warga yang menyambut dimulainya program dengan penuh antusias.

Prosesi peletakan batu pertama menjadi simbol dimulainya pembangunan yang tidak hanya berorientasi pada penyediaan infrastruktur, tetapi juga memperkuat sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam mewujudkan pembangunan yang merata hingga pelosok desa.

Dalam keterangannya, Dandim 0821/Lumajang Letkol Arh Anton Subhandi menegaskan bahwa TMMD merupakan program strategis yang mengedepankan semangat gotong royong sebagai kekuatan utama dalam mempercepat pembangunan wilayah.

"Pra TMMD menjadi awal dari pengabdian bersama untuk menghadirkan pembangunan yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Kami berharap seluruh unsur, baik pemerintah daerah maupun masyarakat, terus bersinergi sehingga setiap sasaran program dapat diselesaikan tepat waktu dan berkualitas," ungkapnya.

Pada TMMD ke-129 Tahun Anggaran 2026, salah satu sasaran fisik utama adalah pembangunan jalan rabat beton sepanjang 840 meter dengan lebar 3,5 meter dan ketebalan 20 sentimeter. Infrastruktur tersebut diharapkan mampu meningkatkan konektivitas antarwilayah, memperlancar akses transportasi warga, serta mendukung distribusi hasil pertanian yang menjadi penopang perekonomian masyarakat Desa Ledok Tempuro.

Melalui peletakan batu pertama tersebut, Pra TMMD ke-129 resmi dimulai dengan semangat kebersamaan dan pengabdian. Kehadiran seluruh unsur pemerintah, TNI, dan masyarakat menjadi bukti bahwa pembangunan akan lebih cepat terwujud ketika dilaksanakan secara kolaboratif, demi menciptakan desa yang semakin maju, mandiri, dan sejahtera.(Pendim0821)

TMMD Ke-129 Perkuat Kemanunggalan TNI-Rakyat, Dandim Lumajang: Gotong Royong adalah Kekuatan Utama


Lumajang, (Onenewsjatim) –
Pelaksanaan Pra TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 Tahun Anggaran 2026 di Desa Ledok Tempuro, Kecamatan Randuagung, Kabupaten Lumajang, resmi diawali dengan doa bersama, Senin (29/6/2026). 

Kegiatan tersebut menjadi penanda dimulainya rangkaian program pembangunan yang melibatkan sinergi TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat.

Doa bersama berlangsung khidmat dengan dihadiri Komandan Kodim (Dandim) 0821/Lumajang Letkol Arh Anton Subhandi, S.A.P., M.I.P., didampingi Kasdim 0821/Lumajang, jajaran Koramil, unsur Forkopimcam Randuagung, tokoh agama, tokoh masyarakat, perangkat desa, serta warga setempat.

Program TMMD ke-129 diawali dengan pembangunan jalan rabat beton sepanjang 840 meter, lebar 3,5 meter, dan ketebalan 20 sentimeter. 

Pembangunan infrastruktur tersebut diharapkan mampu meningkatkan akses transportasi warga, memperlancar distribusi hasil pertanian, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat Desa Ledok Tempuro.

Komandan Kodim 0821/Lumajang Letkol Arh Anton Subhandi mengatakan, doa bersama menjadi momentum untuk memohon kelancaran seluruh rangkaian kegiatan Pra TMMD hingga pelaksanaan TMMD selesai sesuai target.

"Pra TMMD ini menjadi langkah awal yang sangat penting. Kami memohon doa dan dukungan seluruh masyarakat agar setiap tahapan pekerjaan dapat berjalan sesuai rencana. Melalui semangat gotong royong, kami optimistis pembangunan jalan ini akan memberikan manfaat jangka panjang bagi warga Desa Ledok Tempuro," ujar Letkol Arh Anton Subhandi.

Ia menegaskan, TMMD tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga menjadi wujud nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat dalam mempercepat pembangunan di wilayah pedesaan.

Menurutnya, keberhasilan TMMD sangat bergantung pada partisipasi aktif masyarakat. Karena itu, ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama mendukung dan terlibat dalam setiap tahapan kegiatan agar hasil pembangunan dapat dijaga dan dimanfaatkan secara berkelanjutan.

"Dengan kebersamaan dan semangat gotong royong, kami yakin program TMMD ke-129 akan berjalan sukses serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, sekaligus memperkuat kemanunggalan TNI dan rakyat dalam mewujudkan desa yang maju, mandiri, dan sejahtera," pungkasnya.


Pantau Lahan Pertanian Warga, Polsek Pasrujambe Pastikan Produktivitas Tetap Terjaga


Lumajang, (Onenewsjatim) –
Kepolisian Sektor (Polsek) Pasrujambe terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung program Ketahanan Pangan Nasional melalui pendampingan terhadap sektor pertanian di wilayah hukumnya.

Salah satu upaya tersebut dilakukan dengan memantau langsung perkembangan tanaman jagung dan padi di Dusun Pakurejo, Desa Pagowan, Kecamatan Pasrujambe, Kabupaten Lumajang.

Personel Polsek Pasrujambe turun ke lahan pertanian untuk memastikan kondisi tanaman tetap produktif sekaligus menjalin komunikasi dengan para petani guna mengetahui berbagai kendala yang dihadapi selama masa tanam.

Kapolsek Pasrujambe, AKP Sujianto, S.H., mengatakan bahwa keterlibatan kepolisian dalam sektor pertanian merupakan bentuk dukungan nyata terhadap program pemerintah dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional.

"Kami menginstruksikan seluruh jajaran untuk aktif menyambangi lahan pertanian warga. Polsek Pasrujambe berkomitmen penuh mengawal program ketahanan pangan nasional dari level paling dasar, yakni mendampingi para petani agar masa tanam hingga panen berjalan optimal tanpa kendala kamtibmas," ujar AKP Sujianto.

Menurutnya, komoditas jagung menjadi salah satu potensi unggulan di wilayah Pasrujambe yang perlu terus dijaga produktivitasnya. Karena itu, pengecekan rutin dilakukan agar setiap persoalan yang dihadapi petani dapat segera ditindaklanjuti melalui koordinasi dengan pihak terkait.

"Melalui pengecekan rutin dan komunikasi langsung dengan petani, kami dapat mendeteksi lebih dini berbagai kendala seperti pengairan, ketersediaan pupuk, maupun serangan hama, sehingga koordinasi dengan penyuluh pertanian bisa segera dilakukan," jelasnya.

Selain melakukan pemantauan, Polsek Pasrujambe juga mengimbau masyarakat agar memanfaatkan lahan produktif secara maksimal serta segera melaporkan apabila terdapat gangguan keamanan yang berpotensi menghambat aktivitas pertanian.

AKP Sujianto menegaskan, keberhasilan program ketahanan pangan tidak hanya bergantung pada petani, tetapi juga membutuhkan sinergi seluruh pihak.

"Ketahanan pangan yang kuat merupakan pondasi terciptanya keamanan wilayah yang kondusif. Kami berharap sinergi antara TNI, Polri, pemerintah desa, penyuluh pertanian, dan kelompok tani semakin erat sehingga swasembada pangan dapat terwujud," pungkasnya.

© Copyright 2024 Onenewsjatim | All Right Reserved