-->

13/08/2026

Padamkan Karhutla Bromo, Polisi Kerahkan Pompa Alcon hingga Jet Sprayer


Probolinggo, (Onenewsjatim) –
Kepolisian Daerah Jawa Timur (Polda Jatim) bersama Polres Probolinggo mengerahkan tim gabungan untuk menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Bromo.

Sebanyak 85 personel diterjunkan dalam penanganan kebakaran tersebut. Mereka terdiri dari 30 personel Polres Probolinggo, 30 personel Dit Samapta Polda Jatim, dan 25 personel Satbrimobda Polda Jatim.

Kapolres Probolinggo AKBP Asmida Rizki Siregar melalui Wakapolres Probolinggo Kompol Yanuar Rizal Ardhianto mengatakan, pengerahan personel tersebut dilakukan untuk mempercepat proses pemadaman sekaligus mencegah api meluas.

“Kami menyiapkan personel dan sarana secara maksimal untuk mendukung proses pemadaman dan penanganan karhutla di kawasan Bromo. Kondisi medan yang cukup berat membutuhkan kesiapan personel, dukungan peralatan yang memadai, serta koordinasi dan sinergi yang kuat di lapangan,” kata Yanuar.

Kerahkan Peralatan Khusus

Selain personel, kepolisian juga mengerahkan sejumlah kendaraan dan peralatan khusus yang disesuaikan dengan kondisi medan di kawasan Bromo.

Sarana yang disiapkan antara lain satu unit truk karhutla, satu unit truk rantis SAR, satu unit truk rantis Brimob, serta delapan unit kendaraan dinas transportasi.

Untuk mendukung proses pemadaman, petugas juga membawa tujuh unit pompa pemadam kebakaran Alcon, empat unit jet sprayer dan tiga unit chainsaw Stihl.

Selain itu, disiapkan pula satu unit alat ekstrikasi, dua unit SCBA (Self-Contained Breathing Apparatus), satu unit crane berkapasitas tiga ton serta satu unit Nightscan Portable.

Menurut Yanuar, penggunaan berbagai peralatan tersebut menjadi bagian dari upaya kepolisian menyesuaikan penanganan kebakaran dengan karakteristik medan di kawasan Bromo.

“Penanganan karhutla membutuhkan kerja sama dan sinergi seluruh pihak. Tidak hanya aparat, tetapi juga pengelola kawasan, masyarakat maupun wisatawan memiliki peran penting dalam mencegah terjadinya kebakaran dan menjaga kelestarian kawasan Bromo,” ujarnya.

Masyarakat dan Wisatawan Diminta Waspada

Yanuar mengimbau masyarakat maupun wisatawan agar tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran di kawasan Bromo.

Ia juga meminta masyarakat segera melaporkan apabila menemukan titik api atau kondisi yang berpotensi menimbulkan kebakaran.

“Kami mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama menjaga kawasan Bromo. Jangan melakukan aktivitas yang berpotensi memicu terjadinya kebakaran. Apabila menemukan titik api atau kondisi yang berpotensi menimbulkan kebakaran, segera laporkan agar dapat dilakukan penanganan sedini mungkin,” katanya.

Pengerahan personel dan peralatan tersebut, lanjut Yanuar, merupakan bentuk kesiapsiagaan Polri dalam menghadapi karhutla.

Petugas bersama unsur terkait terus melakukan upaya pengendalian dan pemadaman titik api serta mencegah kebakaran menyebar ke wilayah yang lebih luas.

“Keselamatan personel, masyarakat dan wisatawan serta kelestarian kawasan Bromo menjadi perhatian utama. Karena itu, kami mengajak semua pihak untuk bersama-sama menjaga Bromo agar tetap aman dan lestari,” pungkas Yanuar.(imam) 



12/08/2026

Polda Jatim Ungkap Arisan Online Fiktif, 140 Korban dan Transaksi Rp 71 Miliar


Surabaya, (Onenewsjatim)
– Direktorat Reserse Siber (Ditresiber) Polda Jawa Timur membongkar dugaan penipuan online berkedok arisan fiktif yang menimbulkan kerugian bagi sejumlah peserta.

Dalam kasus tersebut, polisi menetapkan seorang perempuan berinisial JNK sebagai tersangka sekaligus pemilik dan pengelola arisan online. Tersangka kini telah ditahan untuk menjalani proses hukum.

Direktur Reserse Siber Polda Jatim Kombes Pol Bimo Ariyanto, S.H., S.I.K. mengatakan, tersangka menjalankan aksinya dengan menawarkan sejumlah program arisan melalui media sosial.

Menurut Bimo, promosi tersebut dibuat untuk membangun kepercayaan calon anggota. Tersangka mencantumkan berbagai klaim mengenai keamanan, legalitas dan kredibilitas arisan.

“Dalam promosi tersebut dicantumkan berbagai keterangan mengenai keamanan, kepercayaan dan legalitas arisan, seperti 100 persen bersertifikasi, arisan paling aman, terpercaya dan konsisten, owner amanah serta testimoni riil,” kata Bimo, Rabu (12/8/2026).

Calon anggota yang tertarik kemudian diarahkan masuk ke grup WhatsApp sesuai program arisan yang dipilih.

Mereka juga diwajibkan memberikan sejumlah data pribadi, termasuk foto kartu tanda penduduk (KTP) dan akun media sosial.

Program yang ditawarkan di antaranya arisan menurun dan program dengan iming-iming keuntungan tertentu.

Bimo menjelaskan, JNK memiliki kewenangan dalam menentukan program, waktu pelaksanaan hingga besaran keuntungan yang ditawarkan kepada anggota.

Dalam menjalankan aksinya, tersangka diduga menggunakan nama-nama anggota fiktif untuk mengisi slot arisan yang masih kosong.

Cara tersebut dilakukan agar calon anggota percaya bahwa seluruh slot arisan telah terisi dan program berjalan secara normal.

“Transaksi atas nama tersebut dilakukan menggunakan dana milik tersangka sendiri sehingga terlihat sebagai member yang aktif,” jelas Bimo.

Untuk menjalankan operasional arisan, JNK menggunakan sejumlah rekening miliknya. Tersangka juga dibantu tiga orang admin.

Para admin tersebut bertugas melakukan verifikasi data, membantu promosi, menjaga grup WhatsApp serta mengingatkan anggota terkait pembayaran.

140 korban tersebar di berbagai daerah

Dari hasil penyidikan dan pendalaman terhadap sejumlah grup arisan online, polisi menemukan sekitar 140 korban.

Para korban tersebar di berbagai wilayah Indonesia, mulai dari Jawa Timur, Aceh, Kepulauan Riau, Sumatera Barat, Riau, Lampung, Sumatera Selatan, Jambi, Jakarta, Banten, Jawa Barat hingga DI Yogyakarta.

Korban juga ditemukan di Sulawesi Selatan, Kalimantan Barat, Bali dan Papua.

Tidak hanya jumlah korban, polisi juga menemukan nilai transaksi yang cukup besar dalam perkara tersebut.

“Berdasarkan penelusuran transaksi keuangan periode Juni 2025 hingga Juli 2026, nilai transaksi yang berkaitan dengan arisan fiktif itu mencapai Rp 71 miliar,” ungkap Bimo.

Dalam pengungkapan kasus tersebut, penyidik menyita sejumlah barang bukti yang diduga berkaitan dengan aktivitas arisan online.

Barang bukti itu antara lain iPhone 15 Pro Max, iPhone 13 Pro Max, Samsung Galaxy Fold, sejumlah telepon seluler, laptop, rekening bank serta akun media sosial yang digunakan dalam aktivitas arisan.

Polisi juga menyita tiga unit kendaraan yang diduga berkaitan dengan hasil kejahatan, yakni BMW, Toyota Rush dan Honda Brio.

Penyidik masih melakukan penelusuran terhadap kemungkinan adanya aset lain yang berkaitan dengan perkara tersebut.

“Kami akan terus melakukan penelusuran terkait aset dan akan menyita semua aset yang berhubungan atau yang dihasilkan dari kegiatan arisan fiktif tersebut,” kata Bimo.

Terancam hukuman 6 tahun penjara

Atas perbuatannya, JNK dijerat dengan ketentuan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) serta Pasal 492 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP.

Salah satu ketentuan yang diterapkan berkaitan dengan penyebaran informasi bohong yang mengakibatkan kerugian material dalam transaksi elektronik.

Ancaman hukumannya berupa pidana penjara paling lama 6 tahun dan denda paling banyak Rp 1 miliar.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Jules Abraham Abast mengatakan, pengungkapan kasus tersebut merupakan bentuk komitmen kepolisian dalam melindungi masyarakat dari kejahatan siber dan ekonomi digital.

“Kemajuan teknologi dan media sosial tentu membawa banyak manfaat. Namun, hal ini juga kerap digunakan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab untuk melakukan penipuan online dengan berbagai modus, termasuk promosi investasi palsu dan pengelolaan arisan online fiktif,” ujar Jules.

Ia menegaskan, promosi maupun pengelolaan arisan online yang tidak sesuai dengan kesepakatan dan merugikan peserta dapat diproses secara hukum.

“Setiap tindakan penipuan online, termasuk promosi dan pengelolaan arisan online yang tidak sesuai dengan kesepakatan atau menipu peserta, adalah perbuatan melawan hukum yang dapat dikenai pidana sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku,” tegasnya.

Jules mengimbau masyarakat agar tidak mudah tergiur dengan tawaran arisan maupun investasi yang dipromosikan melalui media sosial.

Masyarakat diminta terlebih dahulu memeriksa legalitas, transparansi serta rekam jejak pengelola sebelum memutuskan bergabung.

“Pastikan terlebih dahulu legalitas, transparansi dan rekam jejak pengelola sebelum bergabung. Jangan mudah tergiur dengan keuntungan besar dalam waktu singkat,” pungkas Jules. (Red) 



Perkuat Kerukunan Umat Beragama, Kapolres Lumajang Silaturahmi ke Kantor Kemenag


Lumajang, (Onenewsjatim)–
Kapolres Lumajang AKBP Riki Yariandi, S.H., S.I.K., M.H. melakukan kunjungan silaturahmi ke Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Rabu (12/8/2026).

Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi lintas instansi, khususnya dalam menjaga keamanan, ketertiban, serta kerukunan antarumat beragama di Kabupaten Lumajang.

Dalam kunjungan itu, Kapolres Lumajang didampingi sejumlah Pejabat Utama (PJU) Polres Lumajang. Kedatangan mereka disambut Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Lumajang beserta jajaran pejabat struktural.

Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat dan kondusif. Sejumlah hal dibahas, termasuk pentingnya kolaborasi dalam menjaga stabilitas keamanan dan mengantisipasi potensi konflik sosial yang berkaitan dengan isu keagamaan.

Kapolres Lumajang AKBP Riki Yariandi mengatakan, Kemenag memiliki posisi strategis dalam membina kehidupan keagamaan sekaligus menjaga toleransi di tengah masyarakat.

“Kementerian Agama memiliki peran yang sangat strategis dalam membina umat dan menjaga toleransi. Kemitraan yang erat antara Polres dan Kemenag menjadi fondasi utama dalam menciptakan suasana daerah yang kondusif, aman, serta harmonis,” ujar Riki.

Menurut dia, sinergi antara kepolisian dan Kemenag perlu terus diperkuat. Terutama dalam menghadapi berbagai dinamika sosial dan isu keagamaan yang berkembang di masyarakat.

Riki menekankan pentingnya deteksi dini serta pendekatan dialogis untuk mencegah persoalan kecil berkembang menjadi konflik yang lebih besar.

“Kami mengedepankan pendekatan persuasif dan preventif. Melalui komunikasi yang intensif antara aparat kepolisian dan tokoh-tokoh agama di bawah naungan Kemenag, setiap potensi gesekan sosial di tengah masyarakat dapat kita deteksi dan selesaikan secara bijak sejak dini,” katanya.

Ia menambahkan, komunikasi dengan tokoh agama dan elemen masyarakat menjadi salah satu langkah penting dalam menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif.

Selain membahas keamanan dan kerukunan umat beragama, Polres Lumajang juga menyatakan kesiapannya untuk mendukung berbagai program Kemenag yang berkaitan dengan pembinaan kehidupan keagamaan dan pembangunan moral masyarakat.

“Polres Lumajang siap mendukung dan mengawal seluruh program Kemenag yang bertujuan membangun nilai-nilai keagamaan serta moralitas masyarakat. Sinergi ini akan terus kita tingkatkan demi pelayanan terbaik bagi warga Lumajang,” pungkasnya. (Mam) 



Kapolres Lumajang Silaturahmi ke Lapas Kelas IIB, Perkuat Sinergi Pengamanan


Lumajang, (Onenewsjatim)
– Kapolres Lumajang AKBP Riki Yariandi, S.H., S.I.K., M.H. melakukan kunjungan silaturahmi ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Lumajang, Jawa Timur, Rabu (12/8/2026).

Kunjungan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat sinergitas antara Polres Lumajang dan Lapas Kelas IIB Lumajang, khususnya dalam menjaga keamanan dan ketertiban serta mengantisipasi potensi gangguan kamtibmas.

Dalam kunjungan itu, Kapolres Lumajang didampingi sejumlah Pejabat Utama (PJU) Polres Lumajang. Kedatangan mereka disambut jajaran pimpinan Lapas Kelas IIB Lumajang.

Selain sebagai ajang silaturahmi dan perkenalan AKBP Riki Yariandi sebagai Kapolres Lumajang, pertemuan tersebut juga membahas penguatan koordinasi pengamanan serta deteksi dini terhadap berbagai potensi gangguan keamanan.

Perkuat koordinasi pengamanan

AKBP Riki Yariandi mengatakan, sinergitas antara kepolisian dan lembaga pemasyarakatan menjadi bagian penting dalam mendukung sistem penegakan hukum yang terpadu.

Menurut dia, komunikasi dan koordinasi yang baik diperlukan untuk memastikan informasi terkait potensi gangguan keamanan dapat ditindaklanjuti secara cepat.

"Sinergitas antara Polres dan Lapas merupakan pilar penting dalam penegakan hukum. Melalui komunikasi yang solid, kita pastikan koordinasi pengamanan dan pertukaran informasi berjalan optimal," kata Riki.

Ia menambahkan, Polres Lumajang siap memberikan dukungan terhadap sistem pengamanan di lingkungan Lapas Kelas IIB Lumajang.

Dukungan tersebut antara lain melalui patroli di sekitar area Lapas maupun kesiapsiagaan personel apabila sewaktu-waktu dibutuhkan untuk membantu penanganan kondisi darurat.

"Kami siap mendukung sistem pengamanan di Lapas, baik lewat patroli rutin maupun respons cepat (back-up) guna mengantisipasi berbagai potensi kerawanan," ujarnya.

Tak hanya soal keamanan

Selain membahas aspek keamanan, Kapolres Lumajang juga menekankan pentingnya pembinaan terhadap warga binaan selama menjalani masa pidana.

Menurutnya, proses pembinaan harus menjadi bagian penting agar warga binaan memiliki pengetahuan dan bekal positif ketika nantinya kembali ke lingkungan masyarakat.

Riki menyatakan, Polres Lumajang terbuka untuk berkolaborasi dengan pihak Lapas dalam memberikan edukasi terkait hukum dan wawasan kebangsaan kepada warga binaan.

"Polres Lumajang siap berkolaborasi dalam memberikan pembinaan hukum dan wawasan kebangsaan. Harapannya, warga binaan memiliki bekal positif saat kembali ke tengah masyarakat," pungkasnya.




Kebakaran Bromo Mulai Mereda, Dari 34 Kini Tinggal Dua Titik Api


Probolinggo, (Onenewsjatim) —
Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Bromo, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, mulai menunjukkan perkembangan positif. Dari sebelumnya terdapat 34 titik api, kini tersisa dua titik yang masih harus segera dipadamkan.

Hal itu disampaikan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno setelah meninjau penanganan kebakaran Bromo di Pos Pantau Cemoro Lawang Desa Sukapura, Kabupaten Probolinggo, Selasa (12/8/2026).

Pratikno mengatakan, pemerintah saat ini memprioritaskan pemadaman dua titik api yang masih tersisa sekaligus melakukan langkah pencegahan agar tidak muncul titik api baru.

"Kita ingin mengecek lagi tentang kondisi yang terakhir. Ini memang masih ada dua titik api yang harus segera dipadamkan. Tapi yang sebelumnya sudah mencapai 34 titik api, sekarang masih ada dua titik api," ujar Pratikno.

Menurut dia, perhatian pemerintah pusat terhadap kebakaran di kawasan Bromo cukup serius. Presiden Prabowo Subianto, kata Pratikno, juga telah memberikan perhatian khusus terhadap penanganan kebakaran tersebut.

"Oleh karena itu kita semua bekerja keras. Ini target waktunya secepat-cepatnya," katanya.

Pratikno menjelaskan, pemerintah pusat bersama pemerintah daerah telah membahas strategi penanganan kebakaran dengan mempertimbangkan cara yang paling efektif dan efisien.

Dukungan pemerintah pusat, lanjut dia, tetap diberikan dalam proses pemadaman. Namun, peran pemerintah daerah dan masyarakat juga dinilai sangat penting.

"Dukungan masyarakat menjadi penting. Jadi sekarang ini selain memadamkan titik api yang tersisa dua ini, kita juga harus berusaha untuk mencegah munculnya titik api yang baru," ucap Pratikno.

Selain pemadaman secara langsung, pemerintah juga mempertimbangkan operasi modifikasi cuaca untuk membantu membasahi kawasan yang terdampak kebakaran.

Pratikno mengatakan, pihaknya telah berkoordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk melihat potensi pertumbuhan awan dalam beberapa hari ke depan.

"Kita juga tadi dengan BNPB menanyakan, mendeteksi apakah ada potensi awan dalam beberapa hari ke depan yang bisa diturunkan," kata dia.

Jika kondisi awan mencukupi, Kepala BNPB disebut akan melakukan operasi modifikasi cuaca. Upaya tersebut diharapkan dapat membantu menurunkan hujan sehingga kawasan yang rawan terbakar menjadi lebih basah.

"Jadi kalau ada potensi awan yang tercukupi, maka tadi Pak Kepala BNPB sudah akan melakukan operasi modifikasi cuaca," ujarnya.

Pratikno menegaskan, penanganan karhutla tidak hanya dilakukan dengan memadamkan api yang sudah muncul. Pemerintah juga berupaya mencegah munculnya titik api baru.

"Jadi kita ini bukan hanya saja memadamkan, tapi juga mencegah kebakaran berikutnya," katanya.

Pratikno mengatakan, pemerintah pusat saat ini juga harus menangani berbagai bencana di sejumlah wilayah lain. Selain kebakaran hutan dan lahan, masih terdapat daerah yang menghadapi bencana banjir.

Karena itu, pemerintah perlu mengerahkan sumber daya dan energi nasional secara efektif untuk menangani berbagai potensi bencana.

"Bencana kebakaran bukan hanya terjadi di Bromo, tapi di tempat-tempat yang lain, di provinsi-provinsi yang lain. Jadi kita juga harus bekerja keras untuk mengerahkan ke sana," ujar Pratikno.

Dia berharap seluruh kepala daerah dan pimpinan daerah dapat bergerak cepat dalam menghadapi potensi bencana, termasuk kebakaran.

"Saya harapkan para kepala daerah, pimpinan daerah semuanya bergerak cepat untuk memadamkan potensi kebakaran, potensi bencana, risiko bencana, dan sekaligus mencegah adanya bencana baru," tutur Pratikno.

Kebakaran Bromo Meluas, BNPB Catat 889 Hektare Lahan Terdampak di 4 Wilayah


Probolinggo, (Onenewsjatim) —
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat luas lahan yang terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Bromo hingga saat ini mencapai sekitar 889 hektare.

Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto mengatakan, lahan terdampak tersebut tersebar di empat wilayah, yakni Kabupaten Probolinggo, Lumajang, Malang, dan Pasuruan.

"Luas lahan yang terdampak hari ini 889 hektare. Itu di empat wilayah, yakni di Probolinggo, Lumajang, Malang, Pasuruan," kata Suharyanto saat meninjau penanganan kebakaran Bromo di Pos Pantau Cemoro Lawang, Selasa (11/8/2026).

Sementara itu, BNPB masih melakukan upaya pemadaman terhadap dua titik api yang tersisa di kawasan Bromo. Suharyanto menargetkan kedua titik tersebut dapat dipadamkan pada Jumat (14/8/2026).

"Kita upayakan dua titik ini Jumat sudah selesai," ujar Suharyanto.

Menurut Suharyanto, dua titik api yang masih menyala berada di lokasi dengan medan sangat terjal. Kemiringan lereng di sekitar titik api bahkan mencapai sekitar 80 derajat.

Kondisi tersebut membuat personel pemadam dari jalur darat tidak dapat menjangkau sumber api secara langsung karena berisiko terhadap keselamatan.

"Kalau kami lihat, apinya ada di ketinggian, sudutnya sampai 80 derajat. Pasukan darat tidak bisa naik sampai ke atas. Ini juga menyangkut keselamatan jiwa," katanya.

Suharyanto menyebut terdapat tiga kendala utama dalam proses pemadaman kebakaran di kawasan Bromo.

Kendala pertama adalah kondisi medan yang terjal. Selain menyulitkan mobilisasi personel, medan tersebut juga membuat pemadaman melalui jalur darat berisiko.

"Kendala utamanya yang pertama, medan. Jelas kan kita lihat, itu apinya ada di ketinggian, sudutnya sampai 80 derajat, jadi pasukan darat kan tidak bisa naik sampai ke atas. Ini juga menyangkut keselamatan jiwa," jelasnya.

Kendala kedua adalah keterbatasan sumber air yang dapat digunakan untuk mendukung proses pemadaman.

"Yang kedua, sumber airnya tidak banyak, jadi hanya yang bisa diambil di Ranu Pani. Ya itu kendalanya," ujar Suharyanto.

Adapun kendala ketiga adalah faktor cuaca. Hujan belum dapat segera didatangkan untuk membantu proses pemadaman melalui operasi modifikasi cuaca (OMC).

BNPB masih memantau potensi pertumbuhan awan hujan berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Suharyanto mengatakan terdapat potensi awan hujan pada 14-16 Agustus atau sekitar 18 Agustus 2026.

"Penjelasan dari BMKG, ada potensi awan hujan tanggal 14 sampai 16 Agustus, atau tanggal 18. Kalau memang betul-betul ada, nanti kita akan lakukan operasi modifikasi cuaca supaya datang hujan," kata dia.

Menurut Suharyanto, hujan akan membantu proses pemadaman secara lebih efektif dan efisien.

"Kalau hujan, tentu saja lebih efektif dan lebih efisien," ujarnya.

Helikopter Water Bombing Digeser

Selain mengandalkan personel darat, proses pemadaman juga dilakukan menggunakan helikopter dengan metode water bombing.

Suharyanto mengatakan, saat ini terdapat tiga helikopter yang digunakan dalam operasi tersebut. Setelah dua titik api di Bromo berhasil dipadamkan, sebagian helikopter akan digeser ke wilayah lain yang membutuhkan penanganan kebakaran.

"Artinya kita bisa geser helikopter water bombing itu. Pokoknya sudah ada tiga bombing, dua bombing kita geser ke tempat lain, karena tempat lain juga membutuhkan untuk pemadaman kebakaran," kata Suharyanto.

BNPB memastikan penanganan tetap dilakukan hingga dua titik api yang tersisa dapat dipadamkan, sembari mengantisipasi meluasnya kebakaran ke wilayah lain. ( mam) 

Semarak HUT Kemerdekaan RI, Babinsa Kraton Bantu Warga Percantik Lingkungan Jalan Desa


Lumajang, (Onenewsjatim)–
Semangat menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia terus digaungkan di tengah masyarakat. Babinsa Kraton Koramil 0821-11/Yosowilangun turut mengambil bagian dengan membantu warga melakukan pengecatan patok serta pemasangan umbul-umbul di sepanjang jalan desa, Rabu (12/8/2026).

Babinsa Kraton, Sertu Puryatno, bersama warga melaksanakan kegiatan tersebut di Dusun Sidodadi RT 005 RW 001, Desa Kraton, Kecamatan Yosowilangun, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur.

Kegiatan dilakukan dengan menyasar sejumlah titik strategis di sepanjang jalan desa. Selain memperindah lingkungan, pemasangan umbul-umbul dan pengecatan patok menjadi bagian dari upaya masyarakat dalam memeriahkan peringatan HUT Kemerdekaan RI sekaligus menumbuhkan kembali semangat nasionalisme dan kecintaan terhadap Tanah Air.

Dalam kesempatan itu, Sertu Puryatno mengatakan, keterlibatan Babinsa dalam kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian sekaligus upaya mempererat hubungan dengan masyarakat melalui semangat gotong royong.

"Kegiatan sederhana seperti pengecatan patok dan pemasangan umbul-umbul ini memiliki makna penting. Selain membuat lingkungan lebih rapi dan semarak, kegiatan ini menjadi sarana untuk menumbuhkan rasa nasionalisme serta mengingat kembali perjuangan para pahlawan dalam merebut kemerdekaan," kata dia.

Pemasangan umbul-umbul di sepanjang jalan desa juga diharapkan dapat menciptakan suasana yang lebih semarak menjelang peringatan HUT Kemerdekaan RI, sekaligus menjadi pengingat bagi masyarakat, khususnya generasi muda, tentang pentingnya menghargai jasa para pahlawan.

"Mari kita isi kemerdekaan dengan kegiatan positif, menjaga persatuan dan kesatuan, serta terus memupuk semangat gotong royong. Kemerdekaan akan semakin bermakna ketika kita mampu memberikan manfaat bagi lingkungan dan masyarakat," pungkasnya. (Pendim0821)

© Copyright 2024 Onenewsjatim | All Right Reserved