Probolinggo, (Onenewsjatim) – Kepolisian Daerah Jawa Timur (Polda Jatim) bersama Polres Probolinggo mengerahkan tim gabungan untuk menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Bromo.
Sebanyak 85 personel diterjunkan dalam penanganan kebakaran tersebut. Mereka terdiri dari 30 personel Polres Probolinggo, 30 personel Dit Samapta Polda Jatim, dan 25 personel Satbrimobda Polda Jatim.
Kapolres Probolinggo AKBP Asmida Rizki Siregar melalui Wakapolres Probolinggo Kompol Yanuar Rizal Ardhianto mengatakan, pengerahan personel tersebut dilakukan untuk mempercepat proses pemadaman sekaligus mencegah api meluas.
“Kami menyiapkan personel dan sarana secara maksimal untuk mendukung proses pemadaman dan penanganan karhutla di kawasan Bromo. Kondisi medan yang cukup berat membutuhkan kesiapan personel, dukungan peralatan yang memadai, serta koordinasi dan sinergi yang kuat di lapangan,” kata Yanuar.
Kerahkan Peralatan Khusus
Selain personel, kepolisian juga mengerahkan sejumlah kendaraan dan peralatan khusus yang disesuaikan dengan kondisi medan di kawasan Bromo.
Sarana yang disiapkan antara lain satu unit truk karhutla, satu unit truk rantis SAR, satu unit truk rantis Brimob, serta delapan unit kendaraan dinas transportasi.
Untuk mendukung proses pemadaman, petugas juga membawa tujuh unit pompa pemadam kebakaran Alcon, empat unit jet sprayer dan tiga unit chainsaw Stihl.
Selain itu, disiapkan pula satu unit alat ekstrikasi, dua unit SCBA (Self-Contained Breathing Apparatus), satu unit crane berkapasitas tiga ton serta satu unit Nightscan Portable.
Menurut Yanuar, penggunaan berbagai peralatan tersebut menjadi bagian dari upaya kepolisian menyesuaikan penanganan kebakaran dengan karakteristik medan di kawasan Bromo.
“Penanganan karhutla membutuhkan kerja sama dan sinergi seluruh pihak. Tidak hanya aparat, tetapi juga pengelola kawasan, masyarakat maupun wisatawan memiliki peran penting dalam mencegah terjadinya kebakaran dan menjaga kelestarian kawasan Bromo,” ujarnya.
Masyarakat dan Wisatawan Diminta Waspada
Yanuar mengimbau masyarakat maupun wisatawan agar tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran di kawasan Bromo.
Ia juga meminta masyarakat segera melaporkan apabila menemukan titik api atau kondisi yang berpotensi menimbulkan kebakaran.
“Kami mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama menjaga kawasan Bromo. Jangan melakukan aktivitas yang berpotensi memicu terjadinya kebakaran. Apabila menemukan titik api atau kondisi yang berpotensi menimbulkan kebakaran, segera laporkan agar dapat dilakukan penanganan sedini mungkin,” katanya.
Pengerahan personel dan peralatan tersebut, lanjut Yanuar, merupakan bentuk kesiapsiagaan Polri dalam menghadapi karhutla.
Petugas bersama unsur terkait terus melakukan upaya pengendalian dan pemadaman titik api serta mencegah kebakaran menyebar ke wilayah yang lebih luas.
“Keselamatan personel, masyarakat dan wisatawan serta kelestarian kawasan Bromo menjadi perhatian utama. Karena itu, kami mengajak semua pihak untuk bersama-sama menjaga Bromo agar tetap aman dan lestari,” pungkas Yanuar.(imam)


FOLLOW THE Onenewsjatim AT TWITTER TO GET THE LATEST INFORMATION OR UPDATE
Follow Onenewsjatim on Instagram to get the latest information or updates
Follow our Instagram