-->

12/08/2026

Kebakaran Bromo Mulai Mereda, Dari 34 Kini Tinggal Dua Titik Api

Kebakaran Bromo Mulai Mereda, Dari 34 Kini Tinggal Dua Titik Api


Probolinggo, (Onenewsjatim) —
Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Bromo, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, mulai menunjukkan perkembangan positif. Dari sebelumnya terdapat 34 titik api, kini tersisa dua titik yang masih harus segera dipadamkan.

Hal itu disampaikan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno setelah meninjau penanganan kebakaran Bromo di Pos Pantau Cemoro Lawang Desa Sukapura, Kabupaten Probolinggo, Selasa (12/8/2026).

Pratikno mengatakan, pemerintah saat ini memprioritaskan pemadaman dua titik api yang masih tersisa sekaligus melakukan langkah pencegahan agar tidak muncul titik api baru.

"Kita ingin mengecek lagi tentang kondisi yang terakhir. Ini memang masih ada dua titik api yang harus segera dipadamkan. Tapi yang sebelumnya sudah mencapai 34 titik api, sekarang masih ada dua titik api," ujar Pratikno.

Menurut dia, perhatian pemerintah pusat terhadap kebakaran di kawasan Bromo cukup serius. Presiden Prabowo Subianto, kata Pratikno, juga telah memberikan perhatian khusus terhadap penanganan kebakaran tersebut.

"Oleh karena itu kita semua bekerja keras. Ini target waktunya secepat-cepatnya," katanya.

Pratikno menjelaskan, pemerintah pusat bersama pemerintah daerah telah membahas strategi penanganan kebakaran dengan mempertimbangkan cara yang paling efektif dan efisien.

Dukungan pemerintah pusat, lanjut dia, tetap diberikan dalam proses pemadaman. Namun, peran pemerintah daerah dan masyarakat juga dinilai sangat penting.

"Dukungan masyarakat menjadi penting. Jadi sekarang ini selain memadamkan titik api yang tersisa dua ini, kita juga harus berusaha untuk mencegah munculnya titik api yang baru," ucap Pratikno.

Selain pemadaman secara langsung, pemerintah juga mempertimbangkan operasi modifikasi cuaca untuk membantu membasahi kawasan yang terdampak kebakaran.

Pratikno mengatakan, pihaknya telah berkoordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk melihat potensi pertumbuhan awan dalam beberapa hari ke depan.

"Kita juga tadi dengan BNPB menanyakan, mendeteksi apakah ada potensi awan dalam beberapa hari ke depan yang bisa diturunkan," kata dia.

Jika kondisi awan mencukupi, Kepala BNPB disebut akan melakukan operasi modifikasi cuaca. Upaya tersebut diharapkan dapat membantu menurunkan hujan sehingga kawasan yang rawan terbakar menjadi lebih basah.

"Jadi kalau ada potensi awan yang tercukupi, maka tadi Pak Kepala BNPB sudah akan melakukan operasi modifikasi cuaca," ujarnya.

Pratikno menegaskan, penanganan karhutla tidak hanya dilakukan dengan memadamkan api yang sudah muncul. Pemerintah juga berupaya mencegah munculnya titik api baru.

"Jadi kita ini bukan hanya saja memadamkan, tapi juga mencegah kebakaran berikutnya," katanya.

Pratikno mengatakan, pemerintah pusat saat ini juga harus menangani berbagai bencana di sejumlah wilayah lain. Selain kebakaran hutan dan lahan, masih terdapat daerah yang menghadapi bencana banjir.

Karena itu, pemerintah perlu mengerahkan sumber daya dan energi nasional secara efektif untuk menangani berbagai potensi bencana.

"Bencana kebakaran bukan hanya terjadi di Bromo, tapi di tempat-tempat yang lain, di provinsi-provinsi yang lain. Jadi kita juga harus bekerja keras untuk mengerahkan ke sana," ujar Pratikno.

Dia berharap seluruh kepala daerah dan pimpinan daerah dapat bergerak cepat dalam menghadapi potensi bencana, termasuk kebakaran.

"Saya harapkan para kepala daerah, pimpinan daerah semuanya bergerak cepat untuk memadamkan potensi kebakaran, potensi bencana, risiko bencana, dan sekaligus mencegah adanya bencana baru," tutur Pratikno.

Baca Artikel Terkait Lainnya

Baca juga Artikel Lainnya

© Copyright 2024 Onenewsjatim | All Right Reserved