-->

23/04/2026

Kisah Semangat Siswa SDN Supiturang 2 Lumajang, Ujian TKA Digelar Bergantian

Kisah Semangat Siswa SDN Supiturang 2 Lumajang, Ujian TKA Digelar Bergantian


Lumajang (Onenewsjatim)
– Sebanyak 21 siswa kelas 6 SDN Supiturang 2, Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang, mengikuti Tes Kemampuan Akademik (TKA) berbasis komputer secara bergantian, Kamis (23/4/2026).

Ujian tersebut digelar dengan segala keterbatasan pasca sekolah mereka hancur akibat erupsi Gunung Semeru pada 2025 lalu.

Pelaksanaan TKA terpaksa dilakukan di Madrasah Diniyah Takmiliyah Ula Raudlatul Ulum, Dusun Sumbersari, Desa Supiturang. 

Sementara itu, total 70 siswa dari kelas 1 hingga kelas 6 saat ini masih menumpang belajar di ruang kelas madrasah tersebut.

Guru SDN Supiturang 2, Hariono, mengatakan keterbatasan fasilitas menjadi tantangan utama dalam pelaksanaan ujian berbasis komputer tersebut. Pasalnya, seluruh inventaris sekolah hilang saat diterjang erupsi Semeru pada 19 November 2025.

“Untuk TKA dari 21 siswa kami serba keterbatasan. Perangkat kami hilang saat erupsi tahun lalu,” ujar Hariono.

Ia menjelaskan, dari total 21 peserta TKA, terdiri dari 17 siswa perempuan dan 4 siswa laki-laki. Karena minimnya perangkat, pelaksanaan ujian harus dibagi menjadi empat gelombang dengan dua sesi.

“Pertimbangannya karena keterbatasan peralatan. Kami hanya memiliki beberapa komputer dan laptop, jadi harus dibagi dalam beberapa gelombang,” jelasnya.

Selain itu, faktor jaringan internet di wilayah tersebut juga menjadi pertimbangan. Pihak sekolah khawatir jika peserta terlalu banyak dalam satu sesi, koneksi tidak akan mampu menampung.

“Kami juga berada di daerah pinggiran. Kalau dipaksakan satu sesi banyak peserta, kami khawatir jaringan tidak kuat,” tambahnya.

Hariono mengungkapkan, saat ini pihak sekolah hanya memiliki empat perangkat yang digunakan untuk TKA. Tiga unit digunakan siswa, sementara satu unit lainnya berfungsi sebagai komputer proktor atau pengendali ujian.

Perangkat tersebut berasal dari bantuan pemerintah, pinjaman guru, serta upaya swadaya sekolah. Sebelumnya, seluruh peralatan seperti komputer, laptop, printer hingga perangkat pembelajaran lainnya hilang terbawa lahar dingin.

“Total ada empat perangkat yang kami pakai. Tiga untuk siswa, satu untuk proktor. Itu pun hasil bantuan dan pinjaman,” ungkapnya.

Meski dalam kondisi serba terbatas, para siswa tetap menunjukkan semangat mengikuti ujian. Pihak sekolah juga terus memberikan motivasi agar siswa tetap optimistis melanjutkan pendidikan.

“Kami selalu memberikan motivasi kepada anak-anak, bahwa meskipun berada di daerah bencana, pendidikan harus tetap berjalan seperti di sekolah lain,” kata Hariono.

Ia menambahkan, sebelum pelaksanaan TKA, para siswa juga telah diberikan latihan, baik terkait materi ujian maupun penggunaan perangkat komputer.

“Alhamdulillah anak-anak sudah ada persiapan. Meskipun terbatas, mereka tetap semangat mengikuti ujian,” pungkasnya.

Baca Artikel Terkait Lainnya

Baca juga Artikel Lainnya

© Copyright 2024 Onenewsjatim | All Right Reserved