-->

03/09/2026

Dua Pengedar Sabu Ditangkap di Pajarakan, Polisi Sita Barang Bukti 53,14 Gram


Probolinggo, (Onenewsjatim)–
Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Probolinggo, Polda Jawa Timur, membongkar dugaan peredaran narkotika jenis sabu di Kecamatan Pajarakan, Kabupaten Probolinggo.

Dalam pengungkapan tersebut, polisi menangkap dua pria berinisial AP dan H. Dari tangan kedua tersangka, petugas menyita sejumlah barang bukti, termasuk puluhan gram sabu yang diduga siap diedarkan.

Kasatresnarkoba Polres Probolinggo Iptu Darmawan mengatakan, kasus tersebut terungkap setelah polisi menerima informasi dari masyarakat mengenai dugaan transaksi narkotika di wilayah Pajarakan.

Informasi itu kemudian ditindaklanjuti dengan penyelidikan oleh tim Opsnal Satresnarkoba Polres Probolinggo.

"Tersangka pertama berinisial AP kami amankan di depan rumahnya di wilayah Pajarakan pada Rabu (26/8/2026) sekitar pukul 10.30 WIB," kata Darmawan saat ditemui di Mapolres Probolinggo, Selasa (1/9/2026).

Dari hasil penggeledahan, polisi menemukan lima paket plastik klip berisi kristal yang diduga sabu. Total berat kotor barang bukti tersebut mencapai 50,71 gram.

Selain itu, petugas juga menemukan satu pipet kaca yang diduga masih berisi sabu dengan berat kotor 2,43 gram.

Pengembangan kemudian dilakukan untuk mengungkap asal-usul barang haram tersebut sekaligus jaringan yang terlibat.

Sehari setelah AP ditangkap, polisi kembali mengamankan seorang pria berinisial H. Tersangka ditangkap pada Kamis (27/8/2026) sekitar pukul 12.00 WIB di kawasan jalan raya Kecamatan Pajarakan.

Dari tangan H, petugas menyita uang tunai sebesar Rp 2,2 juta. Uang tersebut diduga merupakan sisa hasil penjualan narkotika.

Polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti lain yang diduga berkaitan dengan aktivitas peredaran narkotika tersebut.

Barang bukti itu antara lain timbangan digital, alat isap sabu atau bong, sejumlah kantong plastik klip kosong, telepon seluler, serta kendaraan yang diduga digunakan untuk mendukung aktivitas para tersangka.

Darmawan menegaskan, pengungkapan kasus tersebut merupakan bagian dari komitmen Polres Probolinggo dalam memberantas peredaran narkotika di wilayah hukumnya.

Menurut dia, pemberantasan narkoba menjadi salah satu perhatian utama kepolisian karena dampaknya dapat merusak generasi muda.

"Ini menjadi atensi kami. Kami masih terus melakukan pemeriksaan dan pengembangan untuk mengungkap kemungkinan adanya pelaku maupun jaringan lain yang lebih besar," ujarnya.

Ia juga mengajak masyarakat untuk berperan aktif dalam membantu kepolisian mengungkap peredaran narkotika.

"Kami mengimbau masyarakat untuk tidak ragu melapor. Sekecil apa pun informasi yang diberikan akan sangat membantu kami dalam memberantas peredaran narkoba," kata Darmawan.

Pengungkapan kasus di Pajarakan tersebut sekaligus menambah capaian jajaran Polres Probolinggo dalam Operasi Tumpas Narkoba Semeru 2026.

Saat ini, kedua tersangka AP dan H telah ditahan di Rutan Polres Probolinggo. Keduanya masih menjalani proses penyidikan untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya secara hukum.

Atas dugaan perbuatannya, para tersangka dijerat Pasal 114 ayat (2) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika juncto Undang-Undang RI Nomor 1 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Pidana.

Keduanya juga dijerat secara subsider dengan Pasal 609 ayat (2) huruf (a) Undang-Undang RI Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP).

Para tersangka terancam hukuman maksimal 20 tahun penjara hingga seumur hidup serta denda maksimal Rp 2 miliar. (Imam) 



Dorong Warga Makin Tertib, Polda Jatim Asistensi Kampung Tertib Lalu Lintas di Lumajang


Lumajang, (Onenewsjatim)
– Upaya membangun budaya tertib berlalu lintas tidak hanya dilakukan melalui penindakan terhadap pelanggar.

Edukasi dan pembinaan hingga tingkat lingkungan permukiman juga dinilai penting untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat dalam menjaga keamanan dan keselamatan saat berkendara.

Hal tersebut menjadi perhatian dalam kegiatan asistensi Kampung Tertib Lalu Lintas yang digelar Tim Subdit Keamanan dan Keselamatan (Kamsel) Ditlantas Polda Jawa Timur di Perumahan Amanda Regency, Kabupaten Lumajang, Kamis (3/9/2026).

Kegiatan tersebut dipimpin AKP Yulita Rakhmawati, SH., MM., bersama Ba Subdit Kamsel Ditlantas Polda Jatim.

Tim Polda Jatim melakukan edukasi sekaligus evaluasi terhadap pelaksanaan Kampung Tertib Lalu Lintas di lingkungan Perumahan Amanda Regency.

Kegiatan itu turut dihadiri jajaran Satlantas Polres Lumajang, Ketua RT Perumahan Amanda Regency, serta petugas keamanan perumahan.

Kasat Lantas Polres Lumajang AKP Bayu Pratama Sudirno mengatakan, Kampung Tertib Lalu Lintas diharapkan tidak berhenti sebagai program seremonial.

Menurutnya, program tersebut harus mampu mendorong terbentuknya kebiasaan masyarakat untuk tertib dan mengutamakan keselamatan dalam berlalu lintas.

"Melalui kegiatan asistensi ini, kami melakukan edukasi sekaligus evaluasi bersama agar Kampung Tertib Lalu Lintas dapat berjalan secara optimal dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat," kata Bayu.

Kesadaran Lalu Lintas Dimulai dari Lingkungan

Bayu menilai, kesadaran masyarakat untuk tertib berlalu lintas perlu dibangun secara bersama-sama.

Kepolisian, kata dia, tidak dapat bekerja sendiri. Peran pengurus lingkungan, petugas keamanan, hingga warga sangat dibutuhkan untuk menciptakan lingkungan yang aman dan tertib.

"Edukasi lalu lintas sejak dari lingkungan permukiman menjadi salah satu langkah preventif untuk menekan angka pelanggaran lalu lintas sekaligus meminimalisir risiko kecelakaan," ujarnya.

Ia berharap keberadaan Kampung Tertib Lalu Lintas dapat menjadi sarana untuk membiasakan masyarakat menerapkan aturan lalu lintas dalam kehidupan sehari-hari.

Mulai dari menggunakan helm saat mengendarai sepeda motor, mematuhi rambu dan marka jalan, hingga mengutamakan keselamatan ketika berkendara.

"Harapannya masyarakat semakin disiplin dalam berlalu lintas, mulai dari penggunaan helm, mematuhi rambu dan marka, hingga mengutamakan keselamatan saat berkendara," kata Bayu.

Dievaluasi agar Berjalan Optimal

Dalam asistensi tersebut, Tim Subdit Kamsel Ditlantas Polda Jatim juga melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan Kampung Tertib Lalu Lintas di Perumahan Amanda Regency.

Evaluasi dilakukan sebagai bahan perbaikan agar penerapan tertib lalu lintas di lingkungan perumahan dapat berjalan lebih optimal.

Bayu mengatakan, pembinaan semacam ini menjadi bagian dari langkah preventif kepolisian untuk meningkatkan kesadaran masyarakat sekaligus menciptakan kondisi keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas) di Kabupaten Lumajang.

Satlantas Polres Lumajang, lanjut dia, akan terus mendorong kegiatan edukasi dan pembinaan lalu lintas yang melibatkan masyarakat.

"Yang paling penting adalah bagaimana kesadaran masyarakat tumbuh dan menjadi kebiasaan. Dengan tertib berlalu lintas, kita bersama-sama dapat menekan pelanggaran dan mengurangi fatalitas korban kecelakaan lalu lintas," pungkasnya.(imam) 

Kawal Program Desa, Babinsa Jatimulyo Dampingi Pembangunan Drainase Sepanjang 950 Meter


Lumajang, (Onenewsjatim)-
Dalam upaya mendukung pembangunan infrastruktur desa sekaligus memastikan pelaksanaannya berjalan tertib dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat, Babinsa Desa Jatimulyo Koramil 0821-13/Kunir Serda Ary Agus Wulandono melaksanakan pendampingan pembangunan drainase kanan dan kiri jalan sepanjang 950 meter di Dusun Pandansari RT 004 RW 002, Desa Jatimulyo, Kecamatan Kunir, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Kamis (3/9/2026).

Pembangunan drainase tersebut merupakan bagian dari program pembangunan desa yang diarahkan untuk meningkatkan kualitas infrastruktur lingkungan serta mendukung kelancaran sistem pembuangan air di sepanjang jalan permukiman warga.

Dalam kegiatan tersebut, Serda Ary Agus Wulandono turun langsung ke lokasi untuk memantau sekaligus mendampingi proses pembangunan. Kehadiran Babinsa menjadi bentuk dukungan terhadap program pemerintah desa, khususnya pembangunan yang manfaatnya dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat.

Menurut Serda Ary Agus Wulandono, pembangunan drainase memiliki peran penting dalam menjaga kondisi jalan dan lingkungan, terutama dalam mengatur aliran air agar tidak menggenangi badan jalan maupun permukiman warga.

“Pendampingan ini merupakan bentuk dukungan kami terhadap program pembangunan desa. Kami berharap pembangunan drainase sepanjang 950 meter ini dapat dikerjakan dengan baik dan memberikan manfaat bagi masyarakat, terutama dalam mengurangi genangan serta menjaga kondisi jalan agar tetap baik,” ungkap dia.

Ia menambahkan, melalui komunikasi dan koordinasi yang baik dengan pemerintah desa maupun masyarakat, pembangunan infrastruktur di wilayah binaan diharapkan dapat berjalan lancar. Babinsa juga terus mendorong masyarakat untuk ikut menjaga dan merawat hasil pembangunan setelah selesai dikerjakan.

Sementara itu, Kepala Desa Jatimulyo H. Rasad menyampaikan bahwa pembangunan drainase tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah desa dalam meningkatkan kualitas infrastruktur dan memberikan pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat.

“Pembangunan drainase ini sangat penting untuk mendukung kelancaran pembuangan air, sehingga diharapkan tidak terjadi genangan yang dapat mengganggu aktivitas warga maupun merusak badan jalan. Kami juga mengapresiasi pendampingan Babinsa yang turut mengawal pelaksanaan pembangunan di lapangan,” pungkasnya.

H. Rasad berharap pembangunan drainase kanan dan kiri jalan tersebut dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat Dusun Pandansari. Ia juga mengajak warga untuk bersama-sama menjaga kebersihan dan merawat drainase agar fungsinya tetap optimal.

Pendampingan yang dilakukan Babinsa tersebut menjadi salah satu wujud sinergi antara TNI dan pemerintah desa dalam mendukung percepatan pembangunan di wilayah. Dengan adanya koordinasi dan kebersamaan antara aparat kewilayahan, pemerintah desa dan masyarakat, diharapkan pembangunan infrastruktur dapat memberikan manfaat nyata serta meningkatkan kenyamanan warga Desa Jatimulyo. (Pendim0821)

Latihan Menembak Semester II, Dandim 0821/Lumajang Tekankan Profesionalisme Prajurit


Lumajang, (Onenewsjatim)-
Komandan Kodim 0821/Lumajang Letkol Arh. Anton Subhandi memimpin latihan menembak senjata ringan (Latbakjatri) Semester II Tahun 2026.

Latihan tersebut digelar di Lapangan Tembak Batalyon Infanteri 527/Baladibya Yudha, Kabupaten Lumajang, Kamis (3/9/2026).

Kegiatan diikuti personel militer Kodim 0821/Lumajang. Dalam latihan itu, prajurit mengasah kemampuan menggunakan senjata ringan, di antaranya senapan FNC dan pistol.

Pelaksanaan latihan dilakukan dengan mengutamakan keselamatan, kedisiplinan, ketepatan serta kepatuhan terhadap prosedur penggunaan senjata.

Dandim 0821/Lumajang Letkol Arh. Anton Subhandi mengatakan, latihan menembak merupakan bagian dari pembinaan kemampuan dasar prajurit.

Menurut dia, kemampuan menggunakan senjata harus terus dipelihara dan ditingkatkan melalui latihan yang dilakukan secara terukur dan berkesinambungan.

"Latihan harus dilaksanakan dengan serius, disiplin dan penuh tanggung jawab. Kemampuan prajurit harus terus dipelihara dan ditingkatkan, sehingga setiap personel senantiasa siap melaksanakan tugas secara profesional," kata Anton.

Ia menjelaskan, latihan tidak hanya bertujuan meningkatkan kemampuan teknis dalam menggunakan senjata.

Lebih dari itu, latihan juga diperlukan untuk membentuk konsentrasi, ketenangan, kedisiplinan dan kesiapsiagaan prajurit ketika menghadapi tuntutan tugas di lapangan.

Kapolres Lumajang ikut latihan menembak pistol

Dalam kegiatan tersebut, Kapolres Lumajang AKBP Riki Yariandi turut hadir dan mengikuti latihan menembak pistol.

Kapolres mengikuti rangkaian latihan dengan didampingi langsung oleh Dandim 0821/Lumajang.

Kehadiran Kapolres dalam latihan tersebut sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat sinergitas antara TNI dan Polri di Kabupaten Lumajang.

Anton mengatakan, koordinasi dan komunikasi yang baik antara TNI dan Polri menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga keamanan dan kondusivitas wilayah.

"Sinergitas TNI dan Polri harus terus diperkuat. Dengan komunikasi dan kerja sama yang baik, kita dapat bersama-sama memberikan pengabdian terbaik kepada masyarakat," ujarnya.

Latihan menembak Semester II Tahun 2026 tersebut diharapkan dapat menjaga kesiapan personel Kodim 0821/Lumajang dalam menjalankan berbagai tugas.

Kodim 0821/Lumajang juga berkomitmen melaksanakan pembinaan kemampuan prajurit secara terprogram dan berkelanjutan sebagai bagian dari upaya membentuk personel yang profesional, disiplin dan tangguh.

Dengan kemampuan prajurit yang terus terpelihara serta sinergitas TNI-Polri yang semakin kuat, diharapkan pelaksanaan tugas pengamanan dan pelayanan kepada masyarakat di Kabupaten Lumajang dapat berjalan optimal.

Satlantas Lumajang Sosialisasikan Jam Operasional Truk, Dilarang Melintas Pukul 06.00-08.00 WIB


Lumajang, (Onenewsjatim) -
Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Lumajang mengintensifkan sosialisasi tertib berlalu lintas sekaligus pembatasan jam operasional kendaraan angkutan barang di sejumlah ruas jalan di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur. Sosialisasi tersebut salah satunya dilakukan di wilayah Kecamatan Candipuro dan Pasirian.

Petugas menyampaikan imbauan kepada para pengemudi truk roda enam (R6), dump truck, maupun kendaraan dengan muatan besar agar tidak beroperasi pada pukul 06.00-08.00 WIB.

Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (kamseltibcarlantas), terutama saat aktivitas masyarakat dan pelajar meningkat pada pagi hari.

Kasat Lantas Polres Lumajang AKP Bayu Pratama Sudirno mengatakan, pembatasan tersebut diberlakukan karena pukul 06.00-08.00 WIB merupakan waktu padat aktivitas masyarakat di jalan raya.

"Jam 06.00 sampai 08.00 kami mengharapkan kendaraan angkutan barang untuk tidak beroperasional," kata Bayu, Kamis (3/9/2026).

Menurutnya, pada jam tersebut masyarakat mulai berangkat bekerja, sedangkan para pelajar juga melakukan perjalanan menuju sekolah. Kondisi itu membuat arus lalu lintas menjadi lebih ramai.

"Karena pada pukul 06.00-08.00 itu ramai-ramainya masyarakat berada di tempat kerja maupun sekolah, berangkat bekerja, atau kegiatan-kegiatan yang sekiranya menggunakan jalur lalu lintas," ujarnya.

Bayu mengatakan, kendaraan angkutan barang dengan ukuran dan muatan besar membutuhkan ruang gerak lebih luas sehingga berpotensi menghambat arus lalu lintas ketika beroperasi pada jam sibuk.

Oleh sebab itu, pihaknya meminta para pengemudi untuk mengatur waktu perjalanan. Kendaraan angkutan barang diharapkan baru kembali beroperasi setelah pukul 08.00 WIB.

"Kemarin kami imbau untuk di luar, di atas jam 08.00 pagi, baru bisa beroperasional," jelasnya.

Satlantas Polres Lumajang telah memberikan sosialisasi kepada para pengemudi sebagai langkah awal sebelum pemberlakuan penindakan. Imbauan tersebut juga dilakukan di wilayah hukum Polsek Candipuro dan Pasirian.

Bayu menegaskan, Rabu (2/9/2026) menjadi kesempatan terakhir bagi para pengemudi untuk mendapatkan imbauan sebelum petugas melakukan penindakan terhadap pelanggar.

"Untuk kemarin Rabu, kami terakhir memberikan imbauan kepada teman-teman driver, baik driver muatan yang besar roda enam maupun dump truck. Hari ini terakhir imbauan," ungkapnya.

Ia menegaskan, apabila setelah sosialisasi masih ditemukan kendaraan angkutan barang yang beroperasi pada pukul 06.00-08.00 WIB, petugas akan melakukan tindakan sesuai prosedur.

"Apabila besok masih melaksanakan kegiatan operasional kendaraan muatan di jam 06.00 sampai jam 08.00, kami akan tindak di tempat atau kita melaksanakan penindakan sesuai SOP, yakni diberikan tindakan tilang," tegas Bayu.

Bayu mengimbau seluruh pengemudi dan pemilik kendaraan angkutan barang untuk mematuhi pembatasan jam operasional tersebut. Pengusaha angkutan juga diminta mengatur jadwal perjalanan agar kendaraan tidak melintas pada waktu yang telah ditentukan.

"Yang kami harapkan kepada sopir truk, baik R6, dump truck maupun kendaraan bermuatan besar, untuk tidak beroperasional pada pukul 06.00 sampai 08.00 WIB," pungkasnya.

Satlantas Polres Lumajang berharap sosialisasi dan pembatasan jam operasional tersebut dapat menciptakan kondisi lalu lintas yang lebih aman dan lancar, khususnya pada jam keberangkatan masyarakat dan pelajar.

9 Hari Karhutla TNBTS, Luasan Area Terbakar Capai 3.072 Hektare


Lumajang, (Onenewsjatim) -
Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) di lereng Gunung Semeru hingga hari ke-9 masih terus ditangani. Data sementara BPBD Kabupaten Lumajang mencatat total luasan hutan dan lahan yang terbakar mencapai sekitar 3.072 hektare.

Kebakaran tidak hanya terjadi di wilayah Kabupaten Lumajang. Pergerakan api juga meluas ke kawasan TNBTS yang berada di wilayah Kabupaten Pasuruan dan Probolinggo.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Lumajang, Yudi Cahyono, mengatakan luasan tersebut tersebar di sejumlah blok kawasan TNBTS.

"Luasan terbakar sampai saat ini sekitar 3.072 hektare," kata Yudi, Kamis (3/9/2026).

Yudi merinci, kebakaran di kawasan TNBTS wilayah Pasuruan yang meliputi Blok Dingklik, Pacis Bincil, Kedaluh, dan Penanjakan mencapai sekitar 211,24 hektare.

Sementara di wilayah Probolinggo, kebakaran terjadi di Blok Argowulan dengan luasan sekitar 86,23 hektare. Kemudian kebakaran di sekitar kawasan Jembatan Kaca tercatat sekitar 3,84 hektare.

"Begitu juga di Blok Bantengan, Watangan, Jantur serta B29 ada sekitar 881,78 hektare terbakar," ujarnya.

Untuk wilayah Kabupaten Lumajang, kebakaran terjadi di Blok Ledok Tirem, Ranupani, Kecamatan Senduro, dengan luas sekitar 1,84 hektare.

Sedangkan kawasan Ranu Kumbolo dan sekitarnya menjadi lokasi dengan luasan terbakar paling besar. BPBD Lumajang mencatat sekitar 1.887,07 hektare kawasan tersebut terdampak karhutla.

"Di Blok Ranu Kumbolo dan sekitarnya ada sekitar 1.887,07 hektare terbakar," beber Yudi.

Dengan demikian, total luasan karhutla yang terdata BPBD Lumajang di sejumlah blok kawasan TNBTS mencapai sekitar 3.072 hektare.

Water Bombing 21 Kali

Upaya pemadaman dilakukan melalui jalur darat dan udara. Pada Rabu (2/9), operasi water bombing dilakukan menggunakan helikopter milik BPBD Provinsi Jawa Timur.

Dalam operasi tersebut, helikopter dengan nomor PK-DAP melakukan pengeboman air sebanyak 21 kali. Total air yang dijatuhkan mencapai 21.000 liter dengan kapasitas angkut sekitar 1.000 liter dalam sekali operasi.

"Water bombing dilakukan sebanyak 21 kali (21.000 liter) menggunakan Helikopter PK-DAP kapasitas 1.000 liter dari BPBD Provinsi Jawa Timur," ungkap Yudi.

Selain melalui udara, pemadaman juga dilakukan secara manual oleh tim gabungan. Petugas melakukan pembasahan di sejumlah titik menggunakan peralatan seperti gepyok, jet shooter, dan blower.

Beberapa lokasi yang menjadi sasaran pemadaman manual berada di balik Bukit Landengan Dowo hingga kawasan sebelum Pos 1 jalur pendakian Ranu Kumbolo.

Namun, proses pemadaman tidak mudah. Sejumlah titik api hanya dapat dijangkau dengan berjalan kaki. Kondisi medan yang sulit, ditambah kabut tebal dan angin cukup kencang, turut menghambat pergerakan petugas maupun pelaksanaan water bombing.

"Lokasi titik api hanya dapat ditempuh dengan jalan kaki. Selain itu, kabut dan angin yang cukup kencang menghambat pergerakan tim, terutama pelaksanaan water bombing oleh helikopter," jelasnya.

Jalur Pendakian Jadi Perhatian

Memasuki hari ke-9 penanganan karhutla, tim gabungan masih berupaya melakukan pemadaman di sejumlah titik.

Yudi mengatakan, untuk jalur 1 pendakian Semeru, pemadaman dilakukan secara manual. Sementara jalur 2 dan kawasan Ayak-Ayak memiliki medan yang lebih sulit sehingga penanganannya membutuhkan dukungan pemadaman dari udara.

"Untuk kondisi hari ini, terutama di jalur 1 pendakian Semeru, itu memang sudah dilakukan secara manual. Untuk jalur 2 sama daerah Ayak-Ayak memang kondisinya atau medannya sulit untuk diakses secara manual," katanya.

Karena kondisi medan tersebut, pemadaman di jalur 2 dan kawasan Ayak-Ayak berpotensi kembali dibantu dengan operasi water bombing.

Tim gabungan yang terdiri dari BPBD, TNBTS, masyarakat peduli api, TNI, dan Polri terus melakukan upaya pemadaman agar api tidak merembet dan menjalar ke titik lainnya.

"Teman-teman BPBD bersama TNBTS, masyarakat peduli api, TNI dan Polri berupaya secara maksimal untuk pemadaman, sekiranya tidak merembet ataupun menjalar ke titik-titik api yang lain," tutur Yudi.

BPBD Lumajang masih mewaspadai kemungkinan bertambahnya luasan area terbakar. Sebab, kondisi di lapangan masih dinamis dan sejumlah titik api berada di kawasan yang sulit dijangkau.

"Untuk luasnya, sementara ini tidak menutup kemungkinan akan bertambah seperti hari kemarin. Semoga tidak ada tambahan lagi di daerah ataupun perluasan hektare," pungkasnya.

Karhutla Kembali Terjadi di Lumajang, 3 Hektare Lahan di Gunung Fuji Terbakar


Lumajang, (DOC)-
Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali terjadi di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur. Kali ini, api membakar kawasan hutan milik Perhutani di Blok Gunung Fuji, Petak 19D, Desa Papringan, Kecamatan Klakah.

Lokasi kebakaran tersebut berada tidak jauh dari jalur pendakian menuju puncak Gunung Lamongan. Api membakar ilalang dan tumbuhan liar dengan luas lahan yang terdampak diperkirakan mencapai 3 hektare.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Lumajang, Yudi Cahyono, mengatakan pihaknya menerima laporan kebakaran pada Rabu (2/9/2026) malam.

"Kalau api pertama kali muncul menurut aplikasi Sipongi sekitar pukul 13.30 WIB, tapi laporan ke kami malam harinya sekitar jam 6," kata Yudi di Lumajang, Kamis (3/9/2026).

Yudi mengatakan, berdasarkan hasil pemantauan di lokasi, vegetasi yang terbakar berupa ilalang dan tumbuhan liar. Luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 3 hektare.

"Tanaman yang terbakar adalah ilalang dan tumbuhan liar seluas 3 hektare," ujarnya.

Meski kebakaran telah berhasil dipadamkan, petugas masih disiagakan di sekitar lokasi. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan tidak ada titik api yang kembali muncul.

"Api sudah berhasil dipadamkan. Namun, tim tetap disiagakan di sekitar lokasi untuk melakukan pendinginan agar tidak muncul kebakaran lagi," jelasnya.

Yudi menambahkan, tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa tersebut. Kondisi di sekitar jalur pendakian Gunung Lamongan juga dipastikan aman.

Ia memastikan tidak ada pendaki yang terjebak maupun berada di puncak Gunung Lamongan saat kebakaran terjadi.

"Saat kebakaran tidak ada pendaki di puncak, jadi aman hanya kerugian materil saja," pungkasnya.

Berdasarkan perkiraan BPBD Lumajang, kerugian akibat kebakaran tersebut relatif kecil, yakni sekitar Rp 450 ribu.

Karhutla di kawasan Gunung Fuji ini menjadi perhatian petugas mengingat lokasi kebakaran berada di kawasan hutan dan berdekatan dengan jalur pendakian Gunung Lamongan. Petugas tetap melakukan pemantauan dan pendinginan guna mengantisipasi munculnya kembali titik api. (mam)

02/09/2026

Dukung Ketahanan Pangan, Babinsa Kaliwungu Bersama Petani Siapkan Lahan Tanam


Lumajang, (Onenewsjatim)-
Dalam upaya mendukung program ketahanan pangan sekaligus meningkatkan produktivitas pertanian di wilayah binaan, Babinsa Kaliwungu Koramil 0821-10/Tempeh Sertu Abdul Haris melaksanakan pendampingan pengolahan lahan sawah milik Bapak Anwar, anggota Kelompok Tani (Poktan) Sumberjaya, di Dusun Karangrejo RT 002 RW 004, Desa Kaliwungu, Kecamatan Tempeh, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Rabu (2/9/2026).

Kegiatan tersebut dilakukan pada lahan persawahan seluas kurang lebih 1,5 hektare. Dalam pendampingannya, Sertu Abdul Haris turut membantu petani dalam proses pengolahan lahan sebagai tahap awal sebelum memasuki masa tanam.

Pendampingan tersebut merupakan salah satu bentuk kepedulian Babinsa terhadap aktivitas pertanian masyarakat. Kehadiran Babinsa di tengah petani diharapkan dapat memberikan motivasi sekaligus mempererat komunikasi dan kebersamaan antara TNI dengan masyarakat, khususnya para petani di wilayah binaan.

Sertu Abdul Haris menyampaikan bahwa pengolahan lahan menjadi bagian penting dalam menentukan keberhasilan budidaya tanaman. Karena itu, proses tersebut perlu dilakukan secara baik agar kondisi tanah siap digunakan untuk mendukung pertumbuhan tanaman secara optimal.

“Pendampingan ini merupakan bentuk kepedulian kami kepada para petani. Kami ingin membantu dan memberikan motivasi agar setiap tahapan kegiatan pertanian dapat berjalan dengan baik, sehingga diharapkan hasil produksi nantinya juga dapat meningkat,” ujar dia.

Menurutnya, keterlibatan Babinsa dalam kegiatan pertanian tidak hanya sebatas membantu pekerjaan di lapangan, tetapi juga menjadi sarana untuk mengetahui secara langsung berbagai kondisi dan kendala yang dihadapi petani.

Sementara itu, Ketua Poktan Sumberjaya, Jumiadi, menyampaikan bahwa pengolahan lahan merupakan tahapan penting yang harus dipersiapkan dengan baik sebelum memasuki masa tanam. Kondisi tanah yang diolah secara optimal diharapkan dapat mendukung pertumbuhan tanaman dan memberikan hasil produksi yang lebih baik.

“Pengolahan lahan ini kami lakukan untuk mempersiapkan kondisi tanah agar lebih siap untuk ditanami. Dengan lahan yang diolah dengan baik, diharapkan proses tanam nantinya dapat berjalan lancar dan tanaman bisa tumbuh secara maksimal,” pungkasnya.

Kegiatan pendampingan tersebut sekaligus mencerminkan sinergi antara Babinsa dan masyarakat dalam mendukung sektor pertanian. Melalui pendampingan yang dilakukan secara berkelanjutan, diharapkan produktivitas lahan pertanian di Desa Kaliwungu dapat terus ditingkatkan serta turut berkontribusi dalam mewujudkan ketahanan pangan di wilayah binaan. (Pendim0821)

Dandim Lumajang Tinjau Karhutla TNBTS Ranupani, Pastikan Kesiapan Penanganan di Lapangan


Lumajang, (Onenewsjatim)
– Dandim 0821/Lumajang Letkol Arh Anton Subhandi meninjau langsung lokasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Desa Ranupani, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Rabu (2/9/2026).

Peninjauan dilakukan untuk melihat kondisi terkini karhutla di Blok Landengan Dowo, yang berada di antara Pos 1 dan Pos 2 jalur pendakian menuju Ranu Kumbolo.

Setibanya di Posko Penanganan Karhutla di Kantor TNBTS Resort Ranupani, Anton menerima laporan mengenai perkembangan kondisi kebakaran dari sejumlah unsur yang terlibat dalam penanganan.

Dalam kegiatan tersebut, Dandim didampingi Pjs. Danramil 0821/03 Senduro Kapten Czi Suharsono, Kapolsek Senduro AKP Wahono Puji S., S.H., Kepala TNBTS Resort Ranupani Rianto Arhie, Babinsa Ranupani Serda Zainal Arifin, Bhabinkamtibmas Aipda David, personel TNBTS serta BPBD Kabupaten Lumajang.

Cek peralatan pemadaman

Sebelum menuju lokasi, Anton terlebih dahulu mengecek kesiapan peralatan yang digunakan untuk penanganan karhutla.

Salah satunya peralatan pemadam api dan blower milik TNBTS yang digunakan untuk membantu menghalau asap di lokasi terdampak.

Pengecekan dilakukan untuk memastikan seluruh sarana dalam kondisi siap digunakan apabila diperlukan dalam proses penanganan di lapangan.

Setelah itu, Anton bersama jajaran TNI, Polri, TNBTS dan BPBD bergerak menuju kawasan Landengan Dowo untuk memantau titik kepulan asap.

Rombongan kemudian tiba di Pos 1 jalur pendakian Ranu Kumbolo. Dari lokasi tersebut, mereka melakukan pemantauan langsung terhadap kondisi kawasan dan kepulan asap yang masih terlihat.

Keselamatan personel jadi prioritas

Anton mengatakan, pemantauan langsung diperlukan untuk mengetahui perkembangan kondisi karhutla sekaligus menentukan langkah penanganan yang sesuai dengan situasi di lapangan.

Menurut dia, penanganan karhutla di kawasan konservasi membutuhkan koordinasi lintas instansi, mengingat kondisi medan yang tidak mudah dijangkau.

"Kami bersama unsur terkait terus melakukan pemantauan dan koordinasi untuk mengetahui perkembangan kondisi di lapangan," kata Anton.

Ia menegaskan, keselamatan personel menjadi perhatian utama dalam setiap upaya penanganan karhutla.

"Keselamatan personel tetap menjadi prioritas, sementara upaya penanganan dilakukan secara bersama-sama sesuai kondisi dan situasi di lokasi," ujarnya.

Peninjauan tersebut sekaligus menjadi bentuk dukungan Kodim 0821/Lumajang terhadap upaya penanganan karhutla di kawasan TNBTS.

Koordinasi antara TNI, Polri, TNBTS dan BPBD terus dilakukan untuk memantau perkembangan kondisi serta menentukan langkah penanganan yang diperlukan.




600 Hektare Hutan TNBTS Terbakar, Polisi: Belum Ditemukan Dugaan Pembakaran

Kapolres Lumajang AKBP Riki Yariandi saat di konfirmasi

Lumajang, (Onenewsjatim)
– Kepolisian Resor (Polres) Lumajang masih menyelidiki penyebab kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan lereng Gunung Semeru, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur.

Kebakaran yang terjadi di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) tersebut mulai terpantau pada Rabu (26/8/2026).

Titik awal kebakaran dilaporkan muncul di Blok Gunung Kembar, Desa Ranupani, Kecamatan Senduro.

Hingga memasuki hari kedelapan, kebakaran telah menghanguskan sekitar 600 hektare kawasan hutan TNBTS di wilayah Lumajang.

Kapolres Lumajang AKBP Riki Yariandi mengatakan, pihaknya masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab munculnya api.

Penyelidikan tersebut dilakukan untuk memastikan apakah kebakaran terjadi akibat kelalaian manusia atau terdapat unsur kesengajaan.

"Kami sudah melakukan beberapa tahapan penyelidikan untuk melihat apakah ada human error atau ada pelaku pembakaran," kata Riki di Mapolres Lumajang, Rabu (2/9/2026).

Menurut Riki, penyelidikan juga mendapat dukungan dari Polda Jawa Timur.

Namun, proses penyelidikan menghadapi kendala karena lokasi kebakaran berada di kawasan jalur pendakian menuju Ranu Kumbolo yang memiliki medan cukup sulit dijangkau.

"Dari mulai pos 1, 2, 3, 4 dan 5 di jalur pendakian Ranu Kumbolo, kami hanya bisa memantau dari bawah," ujarnya.

Polres Lumajang sebelumnya juga sempat berupaya melakukan pendakian dengan melibatkan personel Satuan Samapta untuk melihat langsung kondisi di lokasi.

Namun, hingga saat ini petugas belum menemukan indikasi yang mengarah pada dugaan tindak pidana pembakaran hutan.

"Kami sempat juga melakukan pendakian bersama Samapta, tapi sampai saat ini belum ditemukan dugaan tindak pidana pembakaran," kata Riki.

Meski demikian, penyelidikan akan terus dilakukan. Setelah seluruh titik api berhasil dipadamkan, polisi akan melakukan pemeriksaan lebih mendalam di lokasi.

Riki mengatakan, pemeriksaan nantinya akan melibatkan Laboratorium Forensik (Labfor) bersama tim Indonesia Automatic Fingerprint Identification System (Inafis).

"Biasanya nanti dilakukan Labfor bersama Inafis di titik yang diduga rawan adanya human error atau tindak pidana pembakaran. Tapi sampai saat ini masih belum, kami masih melakukan upaya pemadaman," jelasnya.

Api Mulai Mereda

Sementara itu, Riki menyebut kondisi kebakaran di wilayah Senduro mulai berangsur mereda.

Sejumlah titik api masih ditemukan, tetapi berdasarkan pemantauan petugas, pergerakan api cenderung mengarah ke wilayah Kabupaten Malang.

"Alhamdulillah masih aman. Memang ada beberapa titik api, tapi saya lihat mengarah ke Kabupaten Malang. Untuk wilayah Senduro sendiri perlahan-lahan api mulai padam. Mohon doanya," ungkapnya.

Untuk mendukung proses pemadaman dan penanganan karhutla, Polres Lumajang mengerahkan sekitar 50 personel.

Personel tersebut diperkuat anggota Polsek Senduro  bersama petugas gabungan untuk membantu upaya pemadaman, pemantauan, serta pengamanan kawasan terdampak.

Karhutla Semeru Berdampak pada Satwa Liar, TNBTS Temukan Kijang dan Teledu Mati


Lumajang, (Onenewsjatim)-
Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di lereng Gunung Semeru, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, berdampak terhadap satwa liar. 

Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB-TNBTS) menemukan dua satwa mati di kawasan terdampak kebakaran.

Kabag TU BB-TNBTS Bambang Suriyono mengatakan dua satwa yang ditemukan mati tersebut yakni kijang dan teledu. Keduanya ditemukan di sekitar Pos 2 dan kawasan Ranu Kumbolo.

"Di situ ada satwa yang mati satu jenis teledu satu ekor. Kemudian tengkorak satwa kijang, belum dipastikan apakah dampak kebakaran atau sudah lama mati," kata Bambang di Lumajang, Rabu (1/9/2026).

Untuk satwa kijang, petugas hanya menemukan bagian tengkorak atau kerangkanya. Karena itu, BB-TNBTS belum dapat memastikan apakah kematian kijang tersebut disebabkan langsung oleh kebakaran.

Sementara itu, petugas menemukan satu ekor teledu dalam kondisi mati di kawasan yang terdampak karhutla

Selain menemukan satwa mati, petugas juga mendapati jejak keberadaan macan tutul di kawasan terdampak kebakaran. Bambang menduga macan tutul tersebut masih hidup dan telah berpindah ke lokasi lain yang lebih aman.

"Ada juga jejak macan tutul yang ini kemungkinan masih hidup dan kemungkinan besar dia bermigrasi ke tempat lain yang lebih aman," ujarnya.

Karhutla Meluas di Lereng Semeru

Bambang mengatakan kebakaran saat ini meluas ke sejumlah titik di kawasan TNBTS. Beberapa di antaranya Pos 1, Pos 2, Watu Rejeng, Sentong, hingga Gunung Kepolo.

"Untuk titik kebakaran saat ini ada di Pos 1, Pos 2, Watu Rejeng, Sentong, Gunung Kepolo dan ada satu titik yang merembet ke Ngadas, Kabupaten Malang," kata Bambang.

Diketahui, Kebakaran hutan tersebut mulai terjadi sejak Rabu (26/8/2026). Titik api pertama kali diketahui muncul dari Blok Gunung Kembang, Desa Ranupani, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang.

Lokasi tersebut berada di jalur pendakian Gunung Semeru. Api kemudian dilaporkan masih membara di sejumlah kawasan, termasuk Blok Ayak-Ayak, Kalimati, Gunung Kolong hingga pertigaan Trisula di wilayah Kabupaten Malang.

Luas lahan hutan yang terbakar diperkirakan telah mencapai sekitar 600 hektare. 

Namun, angka tersebut masih fluktuatif dan diperkirakan dapat bertambah karena api hingga kini belum sepenuhnya berhasil dipadamkan.

Narkoba di Lumajang Diedarkan via Online dan Sistem Ranjau, 29 Tersangka Ditangkap


Lumajang, (Onenewsjatim) –
Peredaran narkoba di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, dilakukan dengan berbagai modus, mulai dari transaksi secara online, menggunakan jasa kurir hingga sistem ranjau. Modus tersebut terungkap dalam Operasi Tumpas Narkoba Semeru 2026 yang digelar Polres Lumajang.

Selama operasi yang berlangsung selama 12 hari, mulai 12 hingga 23 Agustus 2026, Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Lumajang mengungkap 23 kasus dan menangkap 29 tersangka.

Dari 29 tersangka tersebut, sebanyak 28 orang merupakan laki-laki dan satu orang perempuan.

Kapolres Lumajang AKBP Riki Yariandi mengatakan, pengungkapan kasus dilakukan di sejumlah lokasi di wilayah Kabupaten Lumajang.

"Dari hasil Operasi Tumpas Narkoba 2026, Satresnarkoba Polres Lumajang berhasil mengungkap sebanyak 23 kasus di beberapa tempat kejadian perkara," kata Riki saat memberikan keterangan di Lumajang.

Dari pengungkapan tersebut, polisi menyita 172,62 gram sabu dan 4.505 butir pil obat keras berbahaya (okerbaya).

Selain itu, polisi juga mengamankan uang tunai Rp 29,8 juta, 27 unit telepon seluler, 11 sepeda motor milik pelaku, empat timbangan, serta empat alat hisap sabu.

Modus Online hingga Sistem Ranjau

Riki menjelaskan, pengungkapan kasus tersebut dilakukan setelah penyidik melakukan serangkaian penyelidikan dan pengintaian terhadap para pelaku maupun pengguna narkoba.

Petugas juga menggunakan metode counter delivery untuk mengungkap jaringan peredaran narkoba.

"Satresnarkoba telah melakukan serangkaian penyelidikan, pengintaian berupa counter delivery terhadap para tersangka dan pengguna narkoba di Kabupaten Lumajang," ujar Riki.

Menurut Riki, para pelaku menggunakan sejumlah modus dalam menjalankan aksinya. Salah satunya dengan memanfaatkan transaksi secara online dan jasa kurir.

Selain itu, polisi menemukan modus sistem ranjau. Dalam modus ini, transaksi diawali dengan pembayaran melalui transfer dana.

Setelah pembayaran diterima, pelaku kemudian mengirimkan titik lokasi kepada pembeli. Barang narkoba selanjutnya ditinggalkan di lokasi yang telah ditentukan untuk diambil oleh pembeli.

"Modus operandinya bermacam-macam, baik penjualan secara online melalui kurir maupun melalui modus ranjau. Pelaku melakukan transaksi menggunakan transfer dana, kemudian memberikan titik lokasi dan meninggalkan barang untuk diambil pembeli," jelasnya.

Riki mengatakan, sebagian besar pelaku yang diamankan merupakan masyarakat Kabupaten Lumajang.

Dia mengajak masyarakat untuk bersama-sama memutus mata rantai peredaran narkoba. Masyarakat dan rekan-rekan media juga diminta segera melaporkan apabila mengetahui adanya dugaan peredaran narkotika.

"Masyarakat kami imbau untuk terus bersinergi dan berkolaborasi dalam menekan angka peredaran narkotika. Apabila mendapatkan informasi peredaran narkoba, silakan informasikan ke Polres Lumajang atau melalui layanan 110," katanya.

21 Pengedar dan 8 Pengguna

Sementara itu, Kasat Narkoba Polres Lumajang Iptu Dwi Sugiyanto mengatakan, dari 29 tersangka yang ditangkap, sebanyak 21 orang merupakan pengedar dan delapan lainnya pengguna.

"Untuk yang terlibat dalam Operasi Tumpas Narkoba, kami menangkap 21 pengedar dan delapan pengguna," kata Dwi.

Menurut Dwi, rata-rata para tersangka masih berusia muda. Sebagian di antaranya sudah bekerja dan berkeluarga.

Dia mengatakan, modus transaksi yang digunakan para pelaku sebagian besar melalui sistem ranjau dan secara online.

Polisi juga mengungkap adanya seorang bandar yang beroperasi di wilayah Kalipepe, Kabupaten Lumajang.

"Sementara ini ada satu bandar yang kemarin di daerah Kalipepe," ujarnya.

Terhadap tersangka yang berperan sebagai pengedar, penyidik menerapkan Pasal 114 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman pidana penjara paling singkat lima tahun dan paling lama 20 tahun.

Sementara terhadap tersangka pengguna, polisi menerapkan Pasal 127 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman pidana penjara paling lama empat tahun. (Mam9



01/09/2026

Emak-emak Laporkan Dugaan Arisan Bodong di Lumajang, Kerugian Belasan Juta Rupiah


Lumajang, (Onenewsjatim)-
Sejumlah perempuan mendatangi Mapolres Lumajang, Jawa Timur, Selasa (1/9/2026). Mereka mengadukan dugaan penipuan berkedok arisan yang disebut menyebabkan sejumlah anggota mengalami kerugian hingga belasan juta rupiah.

Para korban tiba di ruang Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Lumajang sekitar pukul 14.30 WIB

Mereka mengaku mengikuti arisan yang dikoordinatori perempuan berinisial H, warga Kecamatan Kedungjajang, Lumajang.

Salah satu peserta, Indah, mengatakan arisan tersebut telah berjalan sejak 2020 dan diikuti sekitar 68 anggota. Setiap peserta diwajibkan membayar iuran Rp 200.000 setiap bulan.

Menurut Indah, arisan tersebut memiliki dua skema, yakni uang dan barang. Namun, selama sekitar empat bulan terakhir, pengundian disebut tidak lagi dilakukan.

Padahal, sejumlah nama peserta disebut telah keluar dalam undian dan seharusnya menerima uang arisan.

"Sudah sekitar empat bulan arisan tidak dikopyok. Terus banyak lot yang sudah keluar, tapi uangnya tidak dikasihkan," kata Indah saat ditemui di Mapolres Lumajang, Selasa.

Indah mengatakan pengundian terakhir dilakukan pada Mei 2026. Namun, uang arisan untuk sejumlah anggota yang namanya telah keluar dalam undian hingga kini belum diterima.

"Ada sembilan orang yang namanya keluar saat undian arisan, tetapi uang tersebut tidak diberikan oleh bandar arisan sampai sekarang," ujarnya.

Dia menyebut masih terdapat sekitar lima anggota yang belum mendapatkan haknya.

Kondisi tersebut membuat para peserta mencari keberadaan koordinator arisan. Mereka menduga koordinator tersebut telah meninggalkan rumah.

"Sementara yang masih ada di lot sekitar lima orang. Dugaan penipuan ini sudah gempar di kalangan anggota dan orangnya (koordinator arisan) lari dan hilang," kata Indah.

Setor Rp 200.000 per Bulan

Indah menjelaskan, setiap anggota membayar iuran Rp 200.000 setiap bulan. Besaran uang yang diterima peserta ketika mendapatkan giliran berbeda-beda, tergantung jenis arisan.

"Ada arisan barang, ada uang. Jadi setiap bulan bayar arisan Rp 200 ribu. Untuk mendapatkan arisan Rp 13,6 juta dan ada yang dapat Rp 15 juta," jelasnya.

Indah mengaku telah menyetorkan uang sekitar Rp 12,4 juta selama mengikuti arisan.

Namanya, kata dia, sudah keluar dalam undian. Namun, uang yang menjadi haknya belum diterima.

"Saya belum dapat, tapi nama saya sudah keluar (dalam undian), katanya sudah lama. Tapi saya tidak menerima uangnya sampai sekarang," katanya.

"Harusnya saya dapat Rp 13,6 juta. Tapi uang saya yang sudah masuk (di arisan) itu Rp 12,4 juta," imbuhnya.

Menurut Indah, arisan tersebut seharusnya telah berakhir pada Agustus 2026. Namun, hingga kini masih terdapat anggota yang mengaku belum menerima haknya.

Datangi Rumah Koordinator

Para peserta sebelumnya juga sempat mendatangi rumah koordinator arisan untuk meminta penjelasan.

Namun, mereka mengaku tidak menemukan koordinator tersebut di rumah.

Upaya komunikasi melalui aplikasi WhatsApp juga disebut tidak membuahkan hasil. Indah mengatakan koordinator justru merespons dengan kemarahan ketika dihubungi.

"Kalau di WA itu orangnya marah-marah, katanya tidak usah banyak bantah," ungkapnya.

Indah menyebut sekitar delapan korban datang ke Mapolres Lumajang untuk mengadukan persoalan tersebut.

Nilai kerugian yang dialami masing-masing peserta berbeda-beda.

Polisi Minta Bukti Dilengkapi

Kasubsi Humas Polres Lumajang IPDA Suprapto membenarkan adanya sejumlah peserta arisan yang datang ke SPKT untuk mengadukan dugaan penipuan.

Namun, polisi menyebut bukti yang dibawa para pelapor masih belum lengkap.

Karena itu, para korban diminta melengkapi dokumen dan bukti yang berkaitan dengan dugaan penipuan tersebut sebelum laporan diproses lebih lanjut.

"Kalau bukti-bukti itu sudah terkumpul, silakan kembali ke SPKT Polres Lumajang," kata IPDA Suprapto.


Karhutla TNBTS Mereda, Babinsa Argosari Pastikan Empat Titik Rawan Bebas Api



Lumajang, (Onenewsjatim)-paya pencegahan dan mitigasi kebakaran hutan dan lahan terus dilakukan jajaran Kodim 0821/Lumajang. Babinsa Desa Argosari Koramil 0821/03 Senduro, Sertu Edi Kuswanto, melaksanakan pemantauan kondisi kawasan hutan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) Resort Senduro, khususnya di wilayah Desa Argosari, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang, Senin (31/8/2026).

Pemantauan dilakukan sebagai langkah antisipatif untuk memastikan tidak adanya titik api maupun potensi munculnya kembali kebakaran di sejumlah lokasi yang sebelumnya menjadi perhatian. Adapun titik yang dipantau meliputi Blok Ledok Bedor, Pusung Jantur, Pusung Tengah, dan Pusung Dowo.

Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, kondisi seluruh titik tersebut terpantau aman. Tidak ditemukan adanya titik api aktif maupun kepulan asap, sementara api yang sebelumnya muncul di kawasan tersebut dipastikan telah padam.

Kegiatan pemantauan menjadi bagian penting dalam upaya mitigasi Karhutla, khususnya pada musim kemarau ketika kondisi vegetasi yang mengering berpotensi meningkatkan risiko terjadinya kebakaran. Kondisi medan pegunungan dan kawasan hutan yang luas juga menuntut adanya pengawasan secara berkelanjutan agar setiap perkembangan di lapangan dapat segera diketahui dan ditangani.

Sertu Edi Kuswanto menyampaikan bahwa pemantauan akan terus dilakukan bersama unsur terkait sebagai bentuk kesiapsiagaan dalam menjaga kawasan hutan dari ancaman kebakaran.

“Pemantauan dilakukan untuk memastikan kondisi kawasan tetap aman dan tidak ada lagi titik api. Kami akan terus meningkatkan kewaspadaan, terutama di titik-titik yang memiliki potensi rawan kebakaran,” ujarnya.

Selain pemantauan, peran aktif seluruh pihak dan masyarakat sekitar kawasan hutan juga sangat diperlukan. Kesadaran untuk tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu kebakaran menjadi salah satu langkah penting dalam menjaga kelestarian lingkungan dan mencegah kerusakan ekosistem.

Melalui pemantauan yang intensif dan sinergi seluruh unsur, diharapkan potensi kebakaran hutan dan lahan di kawasan TNBTS Resort Senduro dapat terus ditekan. Kondisi titik-titik rawan yang saat ini telah padam menjadi perhatian bersama agar tidak kembali muncul akibat kondisi cuaca dan lingkungan yang masih kering. (Pendim 0821)

Babinsa Nguter Dampingi Panen Padi, 8.200 Meter Persegi Hasilkan 3 Ton Gabah


Lumajang, (Onenewsjatim)-
Dalam upaya mendukung ketahanan pangan sekaligus memberikan motivasi kepada para petani, Babinsa Nguter Koramil 0821-08/Pasirian Serka Faisol Akhmadi melaksanakan pendampingan panen padi di lahan milik H. Aliman, anggota Poktan Tani Makmur, Dusun Umengan RT 001 RW 002, Desa Nguter, Kecamatan Pasirian, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Selasa (1/9/2026).

Kegiatan pendampingan tersebut menjadi bagian dari upaya Babinsa untuk terus hadir di tengah masyarakat, khususnya para petani, mulai dari proses pengolahan lahan, penanaman, perawatan hingga saat memasuki masa panen. 

Kehadiran Babinsa diharapkan dapat mempererat komunikasi dengan petani sekaligus mendorong semangat dalam meningkatkan produktivitas pertanian.

Pada panen kali ini, lahan sawah milik H. Aliman memiliki luas sekitar 8.200 meter persegi dan menghasilkan kurang lebih 3 ton gabah. Hasil tersebut menjadi gambaran kerja keras petani dalam mengelola lahan secara optimal dengan dukungan pendampingan dari berbagai pihak.

Dalam kesempatan itu Serka Faisol Akhmadi menyampaikan bahwa pendampingan panen merupakan bentuk kepedulian Babinsa terhadap sektor pertanian yang memiliki peran penting dalam menjaga ketersediaan pangan masyarakat. 

Menurutnya, hasil panen yang baik diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan petani sekaligus memberikan motivasi agar produktivitas pertanian terus dipertahankan dan ditingkatkan.

“Pendampingan ini merupakan bentuk dukungan kami kepada para petani. Kami berharap hasil panen yang diperoleh dapat memberikan manfaat bagi keluarga petani dan menjadi motivasi untuk terus meningkatkan hasil produksi pada musim tanam berikutnya,” ujar Faisol.

Sementara itu, Ketua Poktan Tani Makmur, Anas, mengapresiasi kehadiran Babinsa yang secara aktif mendampingi kegiatan pertanian di wilayah Desa Nguter. Menurutnya, pendampingan tersebut memberikan semangat tersendiri bagi petani karena mereka merasa mendapatkan perhatian dan dukungan dalam menjalankan usaha pertanian.

Anas berharap sinergi antara petani, pemerintah desa, penyuluh pertanian dan Babinsa dapat terus terjalin, sehingga berbagai kendala yang dihadapi petani dapat dicarikan solusi bersama. Dengan kerja sama tersebut, produktivitas pertanian di Desa Nguter diharapkan semakin meningkat dan mampu mendukung terwujudnya ketahanan pangan di wilayah.

Kegiatan panen berlangsung dengan penuh kebersamaan. Babinsa bersama petani turut memantau proses pemanenan sekaligus berdiskusi mengenai kondisi tanaman dan hasil produksi. Kehadiran Babinsa di tengah kegiatan tersebut menunjukkan komitmen untuk terus membangun kedekatan dengan masyarakat serta mendukung program ketahanan pangan melalui sektor pertanian. (Pendim0821)

31/08/2026

Komsos Babinsa Wates Kulon Bersama Pengelola Bumdes Perkuat Usaha Ternak Bebek


Lumajang, (Onenewsjatim)-
Dalam upaya mempererat kemanunggalan TNI dengan rakyat sekaligus mendukung pengembangan ekonomi desa, Babinsa Wates Kulon Koramil 0821-06/Ranuyoso Kopka Sudarmono melaksanakan kegiatan Komunikasi Sosial (Komsos) dengan pengelola peternakan bebek yang dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) di Dusun Curah Kates, RT 002 RW 002 Desa Wates Kulon, Kecamatan Ranuyoso, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Senin (31/8/2026).

Kegiatan Komsos tersebut dilakukan dengan meninjau langsung lokasi pemeliharaan bebek. Peternakan tersebut dikoordinatori oleh Ebit bersama warga setempat sebagai bagian dari upaya pemberdayaan ekonomi masyarakat desa melalui pengelolaan usaha peternakan.

Dalam kesempatan tersebut, Kopka Sudarmono menyampaikan bahwa kegiatan Komsos merupakan sarana untuk mempererat hubungan antara Babinsa dengan masyarakat sekaligus memberikan motivasi kepada para peternak agar terus mengembangkan usaha yang dikelola.

“Melalui komunikasi yang baik dan kebersamaan, kami berharap usaha peternakan bebek pedaging yang dikelola Bumdes ini dapat berkembang dengan baik sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa,” ujar dia.

Ia juga menambahkan bahwa keberadaan peternakan tersebut menjadi salah satu potensi ekonomi desa yang perlu dijaga dan dikembangkan secara berkelanjutan. Selain itu, Babinsa juga mendorong agar para pengelola tetap memperhatikan kebersihan kandang, kesehatan ternak, serta manajemen pemeliharaan agar hasil yang diperoleh bisa maksimal.

Koordinator pengelola peternakan itik pedaging Bumdes Desa Wates Kulon, Ebit, menjelaskan bahwa dalam mengembangkan usaha ternak bebek tidak lepas dari berbagai tantangan yang harus dihadapi para peternak. Beberapa di antaranya seperti perubahan cuaca yang dapat mempengaruhi kesehatan ternak, ketersediaan pakan yang stabil, serta menjaga kebersihan dan manajemen kandang agar itik dapat tumbuh dengan baik hingga masa panen.

Ia menuturkan bahwa keberhasilan usaha peternakan tidak hanya bergantung pada pengelola saja, tetapi juga membutuhkan dukungan dan kerja sama dari berbagai pihak. Mulai dari pemerintah desa, Bumdes, pendamping peternakan, hingga peran Babinsa yang selalu hadir memberikan motivasi dan pendampingan kepada masyarakat.

“Dengan adanya dukungan dari semua pihak, kami merasa lebih semangat dalam mengembangkan usaha ternak bebek ini. Harapannya ke depan usaha ini bisa terus berkembang, meningkatkan hasil produksi, serta memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat Desa Wates Kulon,” pungkasnya. (Pendim0821)

Maulid Nabi di Mushola At-Taqwa Kodim 0821/Lumajang, Kasdim Ajak Teladani Akhlak Rasulullah


Lumajang, (Onenewsjatim) -
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW digelar di Mushola At-Taqwa Kodim 0821/Lumajang, Senin (31/8/2026). Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk meningkatkan kecintaan kepada Rasulullah SAW sekaligus meneladani akhlak beliau dalam kehidupan sehari-hari.

Suasana religius dan khidmat terasa selama kegiatan berlangsung. Lantunan shalawat dan doa mengiringi rangkaian peringatan Maulid Nabi yang diikuti para jamaah.

Kasdim 0821/Lumajang Mayor Inf Tanuri mengatakan, kecintaan kepada Rasulullah SAW harus diwujudkan melalui tindakan nyata. Menurutnya, peringatan Maulid Nabi menjadi salah satu sarana untuk mengingat kembali keteladanan Rasulullah.

"Kita cinta kepada Rasulullah SAW. Rasulullah adalah panutan kita. Bukti nyata kecintaan kita kepada Rasulullah salah satunya dengan memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW," kata Tanuri.

Ia menegaskan, peringatan Maulid Nabi tidak seharusnya hanya menjadi kegiatan seremonial. Nilai-nilai yang diajarkan Rasulullah perlu diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

" Kita wajib meneladani akhlak mulia Rasulullah SAW. Sikap jujur, sabar, penuh kasih sayang dan kepedulian kepada sesama harus menjadi bagian dari kehidupan kita," ujarnya.

Selain menekankan keteladanan Rasulullah, Tanuri mengajak jamaah untuk menjaga hubungan baik dan mempererat silaturahmi dengan sesama.

Menurutnya, silaturahmi memiliki peran penting dalam membangun kehidupan bermasyarakat yang harmonis. Dengan menjaga persaudaraan, masyarakat dapat saling membantu, mendoakan dan menguatkan.

"Mari kita menjaga silaturahmi antara sesama. Saling mendoakan, saling menyayangi dan menjaga kebersamaan. Insyaallah dengan silaturahmi Allah akan memanjangkan umur dan memperbanyak rezeki kita," tuturnya.

Tanuri juga mengingatkan pentingnya mempertahankan nilai-nilai Islami di tengah perkembangan zaman. Ia berharap umat Islam tetap berpegang teguh pada ajaran agama serta norma-norma yang telah dicontohkan Rasulullah SAW.

"Kita harus menjaga nilai-nilai Islami. Jangan sampai orang Islam keluar dari norma-norma Islam yang telah diajarkan oleh Rasulullah SAW," tegasnya.

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Mushola At-Taqwa Kodim 0821/Lumajang tersebut diharapkan tidak berhenti pada kegiatan peringatan semata.

Pesan yang disampaikan menjadi pengingat agar kecintaan kepada Rasulullah SAW diwujudkan dengan meneladani akhlaknya, menjaga silaturahmi, serta mengamalkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari.

(Pendim 0821)


Editor Imam



592 Hektare Kawasan TNBTS Terbakar, Titik Api Muncul di Pos 1 hingga Pos 4 Semeru


Lumajang, (Onenewsjatim) –
Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, terus meluas.

Hingga Senin (31/8/2026), luas kawasan yang terdampak kebakaran diperkirakan mencapai sekitar 592 hektare.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lumajang, Isnugroho, mengatakan titik api berada di sejumlah lokasi di jalur pendakian Gunung Semeru.

“Luasannya sebagaimana informasi dari TNBTS kurang lebih 592 hektare,” kata Isnugroho, Senin.

Api Berada di Jalur Pendakian

Menurut Isnugroho, titik api terpantau mulai dari Pos 1 hingga Pos 4 jalur pendakian Gunung Semeru.

Kondisi tersebut membuat api berpotensi bergerak ke arah Kalimati apabila tidak segera dilakukan upaya penyekatan.

“Pagi ini titik api berada di jalur pendakian mulai Pos 1 hingga Pos 4. Sangat dimungkinkan mengarah ke Kalimati,” ujarnya.

Petugas saat ini terus melakukan pemantauan dan berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk mencegah kobaran api meluas hingga mendekati permukiman dan lahan pertanian milik warga.

Isnugroho menjelaskan, upaya pemadaman dari darat menghadapi kendala medan yang cukup berat. Selain kondisi kawasan yang curam, keterbatasan peralatan juga menjadi salah satu hambatan petugas.

“Sementara karena kondisi medan yang curam dan peralatan terbatas, pasukan darat tidak mampu melakukan pemadaman secara signifikan,” katanya.

BPBD Lumajang Bantu Penyekatan Api

BPBD Kabupaten Lumajang turut menerjunkan personel untuk membantu petugas TNBTS dalam penangani kebakaran.

Personel BPBD bersama petugas TNBTS melakukan pemantauan sekaligus upaya penyekatan agar api tidak semakin meluas.

“Kita menerjunkan personel untuk membantu melakukan upaya penyekatan api bersama petugas TNBTS,” kata Isnugroho.

Sementara itu, Kepala Bagian Tata Usaha Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BBTNBTS) menyebut terdapat tiga titik api yang terpantau di kawasan jalur pendakian Gunung Semeru.

"Ketiga lokasi tersebut berada di Blok Cemorokandang, sekitar Pos 1 jalur pendakian, serta kawasan Gunung Kukusan," katanya

Petugas TNBTS bersama unsur terkait masih melakukan pemantauan dan penanganan terhadap titik-titik api tersebut.  (Imam) 

Kebakaran TNBTS Didalami, Ahli IPB Ambil Sampel Tanah dan Arang di Probolinggo



Probolinggo, (Onenewsjatim) - Kementerian Kehutanan melalui Balai Penegakan Hukum Kehutanan (Gakkum Kehutanan) Wilayah Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara mendalami peristiwa kebakaran di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Jawa Timur.

Untuk mengungkap kondisi kawasan dan dampak kebakaran terhadap tanah serta lingkungan, penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Balai Gakkum Kehutanan menggandeng dua ahli dari IPB University. Pengambilan sampel dilakukan di Desa Sariwani, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo, pada Sabtu (29/8/2026).

Dua ahli yang dilibatkan yakni Prof Dr Ir Bambang Hero Saharjo, M.Agr., ahli kebakaran hutan dan lahan, serta Prof Dr Ir Basuki Wasis, M.Si., ahli kerusakan tanah dan lingkungan.

Keduanya didampingi PPNS Balai Gakkum Kehutanan Wilayah Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara bersama Polisi Kehutanan TNBTS saat mengambil sampel di lokasi terdampak kebakaran.

Pengambilan sampel dilakukan pada lima plot. Sampel yang diambil meliputi tanah komposit, tanah utuh, tumbuhan bawah yang tumbuh di atas tanah terbakar, hingga arang sisa kebakaran.

Pada salah satu plot, tim juga mengambil sampel tanah dari area yang tidak terbakar. Sampel tersebut digunakan sebagai kontrol atau pembanding.

Seluruh sampel selanjutnya akan menjalani pemeriksaan secara laboratoris untuk mengetahui kondisi serta dampak kebakaran terhadap tanah dan lingkungan.

Kepala Balai Penegakan Hukum Kehutanan Wilayah Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara, Aswin Bangun, mengatakan keterlibatan ahli diperlukan untuk mendapatkan data yang dapat mendukung proses penyelidikan.

"Pengambilan sampel ini merupakan bagian dari proses penyelidikan. Penyidik mendampingi ahli dalam mengambil sampel tanah, tumbuhan, dan material sisa kebakaran dari beberapa titik di lokasi terdampak," ujar Aswin.

Menurutnya, hasil pemeriksaan laboratorium nantinya akan menjadi bagian penting dalam proses penanganan perkara.

"Sampel tersebut akan diperiksa di laboratorium untuk memperoleh data yang diperlukan dalam membuat terang peristiwa kebakaran. Hasil pemeriksaan akan menjadi bagian dari pembuktian untuk membuat terang perkara dan menentukan langkah hukum selanjutnya," sambungnya.

Dimulai Sejak Awal Agustus

Aswin menjelaskan, penanganan perkara kebakaran tersebut telah dimulai sejak 3 Agustus 2026. Saat itu, penyidik menerbitkan Surat Perintah Tugas Pengumpulan Bahan dan Keterangan.

Selanjutnya, pada 18 Agustus 2026, penyidik mengajukan penunjukan ahli kebakaran hutan dan kerusakan lingkungan. Penugasan ahli dari Fakultas Kehutanan dan Lingkungan IPB University kemudian ditindaklanjuti pada 19 Agustus 2026.

Pengambilan sampel oleh para ahli dilaksanakan pada 29 Agustus 2026.

Direktur Jenderal Penegakan Hukum Kehutanan, Dwi Januanto Nugroho, mengatakan kebakaran di kawasan konservasi tidak hanya berdampak terhadap vegetasi. Menurutnya, kelestarian TNBTS berkaitan erat dengan kepentingan masyarakat dan aktivitas wisata.

"Taman Nasional Bromo Tengger Semeru merupakan kawasan konservasi yang memiliki nilai ekologis, sosial, dan ekonomi yang penting. Dampak kebakaran tidak hanya menyangkut vegetasi yang terbakar, tetapi juga fungsi lingkungan, kehidupan masyarakat, dan aktivitas wisata yang bergantung pada kelestarian kawasan," kata Januanto.

Karena itu, dia menegaskan dampak dan kerugian akibat kebakaran perlu diketahui secara jelas melalui pemeriksaan yang dapat dipertanggungjawabkan.

"Apabila terdapat perbuatan pidana, hasil pemeriksaan tersebut akan menjadi bagian dari proses penegakan hukum agar pihak yang terbukti bertanggung jawab dapat mempertanggungjawabkan perbuatannya sesuai ketentuan hukum," tegasnya.

Kegiatan pengambilan sampel tersebut disaksikan unsur Balai Besar TNBTS dan Polisi Kehutanan. Seluruh proses dituangkan dalam Berita Acara Pengambilan Sampel yang ditandatangani ahli, penyidik, serta saksi yang hadir.

Kementerian Kehutanan memastikan proses penyelidikan terus dilakukan berdasarkan fakta dan bukti yang ditemukan di lapangan. Hasil pemeriksaan ahli dan uji laboratorium akan menjadi bahan untuk mengetahui dampak kebakaran terhadap tanah dan lingkungan sekaligus menentukan langkah hukum selanjutnya.

30/08/2026

555 Warga Tegalrandu Terima Bantuan Pangan, Babinsa dan Bhabinkamtibmas Kawal Penyaluran


Lumajang, (Onenewsjatim)
– Sebanyak 555 warga Desa Tegalrandu, Kecamatan Klakah, Kabupaten Lumajang, menerima bantuan pangan berupa beras untuk alokasi Juli hingga September 2026.

Penyaluran bantuan pangan tersebut mendapat pendampingan dan pengawalan dari Babinsa Tegalrandu Koramil 0821-05/Klakah, Peltu Eko Budianto, bersama Bhabinkamtibmas, Sabtu (29/8/2026).

Pendampingan dilakukan untuk memastikan proses penyaluran berjalan aman, tertib, dan lancar serta bantuan diterima oleh masyarakat yang telah terdata sebagai penerima manfaat.

Kehadiran aparat kewilayahan juga menjadi bagian dari upaya menjaga situasi tetap kondusif selama proses pembagian bantuan berlangsung.

Peltu Eko Budianto mengatakan, pendampingan dilakukan sebagai bentuk kepedulian sekaligus dukungan terhadap program bantuan pangan bagi masyarakat.

“Kami bersama Bhabinkamtibmas hadir untuk mendampingi dan mengawal proses penyaluran agar berjalan aman, tertib dan lancar. Kami berharap bantuan pangan ini benar-benar dapat dimanfaatkan oleh warga penerima untuk membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari,” kata Eko.

Menurut dia, pengawalan juga diharapkan dapat memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat selama mengikuti proses penyaluran.

Sinergi aparat dan pemerintah desa

Sementara itu, Kepala Desa Tegalrandu, Sadi, mengapresiasi pendampingan yang dilakukan Babinsa dan Bhabinkamtibmas.

Menurut Sadi, sinergi antara pemerintah desa dan aparat kewilayahan penting untuk memastikan pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan dengan baik.

“Pengawalan bersama ini merupakan bentuk sinergitas dalam memberikan pelayanan dan rasa aman kepada masyarakat. Dengan adanya pendampingan, proses penyaluran dapat berlangsung secara kondusif sehingga warga dapat menerima bantuan dengan nyaman,” ujar Sadi.

Ia berharap bantuan beras yang diterima masyarakat dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan pangan keluarga.

“Melalui kegiatan pendampingan dan pengawalan ini, merupakan wujud dalam mendukung berbagai program sosial kemasyarakatan, khususnya program bantuan pangan yang ditujukan untuk membantu masyarakat yang membutuhkan,” pungkasnya.

Penyaluran bantuan pangan tersebut berlangsung dengan tertib dan mendapat antusiasme dari masyarakat penerima.

Bantuan beras itu diharapkan dapat membantu meringankan beban pengeluaran rumah tangga sekaligus memenuhi kebutuhan pangan warga penerima manfaat.(Pendim 0821)

© Copyright 2024 Onenewsjatim | All Right Reserved