-->

04/06/2026

Cegah Longsor, Babinsa Koramil Padang Turun Langsung Bantu Pembangunan Pondasi Jalan


Lumajang, (Onenewsjatim)-
Kehadiran TNI di tengah masyarakat kembali ditunjukkan melalui aksi nyata yang memberikan manfaat langsung bagi lingkungan dan keselamatan warga. Babinsa Tanggung Koramil 0821-20/Padang, Sertu Mohammad Sholeh Ridwan, turut membantu warga melaksanakan kerja bakti pembangunan pondasi penahan tanah di bibir jalan Dusun Krajan RT 004 RW 002, Desa Tanggung, Kecamatan Padang, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Kamis (4/6/2026).

Pembangunan pondasi tersebut dilakukan sebagai langkah antisipatif untuk memperkuat struktur tanah di sepanjang tepi jalan yang rawan mengalami pergeseran, terutama saat musim hujan. Selain berfungsi sebagai penahan tanah, pondasi itu juga diharapkan mampu mencegah terjadinya longsor yang dapat membahayakan pengguna jalan dan mengganggu aktivitas masyarakat.

Dalam kegiatan tersebut, Sertu Mohammad Sholeh Ridwan tampak membaur bersama warga, mengangkat material bangunan serta membantu proses pengerjaan pondasi. Kehadirannya menjadi wujud nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat dalam mendukung pembangunan infrastruktur desa yang aman dan berkelanjutan.

Sertu Mohammad Sholeh Ridwan mengatakan bahwa keterlibatan Babinsa dalam kegiatan gotong royong merupakan bagian dari upaya membantu masyarakat sekaligus memperkuat kebersamaan dalam menjaga lingkungan.

“Pembangunan pondasi ini sangat penting untuk menjaga stabilitas tanah di tepi jalan agar tidak mudah longsor. Kami hadir untuk membantu warga sehingga pekerjaan dapat diselesaikan lebih cepat dan manfaatnya segera dirasakan oleh masyarakat,” ungkap dia.

Sementara itu, Kepala Dusun Krajan, Mualim, mengatakan bahwa pembangunan pondasi penahan tanah tersebut merupakan bagian dari upaya perbaikan infrastruktur desa yang sangat dibutuhkan masyarakat. 

Menurutnya, kondisi bibir jalan yang rawan terkikis dan longsor memerlukan penanganan segera agar tidak membahayakan pengguna jalan maupun menghambat aktivitas warga.

"Perbaikan infrastruktur ini menjadi kebutuhan penting bagi masyarakat karena jalan merupakan akses utama yang digunakan setiap hari. Dengan adanya pembangunan pondasi penahan tanah ini, kami berharap kondisi jalan menjadi lebih aman, kuat, dan mampu bertahan dari potensi longsor," pungkasnya.

Melalui kerja sama yang solid antara Babinsa dan masyarakat, pembangunan pondasi penahan tanah tersebut diharapkan mampu meningkatkan keamanan akses transportasi warga serta menjadi contoh nyata bahwa semangat gotong royong tetap menjadi kekuatan utama dalam membangun desa. (Pendim0821)

Babinsa dan Warga Kebonagung Gotong Royong Percantik Jembatan Perintis Garuda


Lumajang, (Onenewsjatim)-
Semangat kebersamaan dan kepedulian terhadap fasilitas umum terus ditunjukkan oleh warga Dusun Sitiinggil, Desa Kebonagung, Kecamatan Sukodono, Kabupaten Lumajang. Bersama Babinsa Kebonagung Koramil 0821-02/Sukodono, Sertu Hery Wahyudi, masyarakat setempat melaksanakan kegiatan pengecatan pagar sisi utara Jembatan Perintis Garuda, Kamis (4/6/2026).

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya penyempurnaan pembangunan Jembatan Perintis Garuda yang selama ini menjadi akses vital bagi mobilitas warga. Dengan penuh semangat, Babinsa dan masyarakat bahu-membahu melakukan pengecatan guna memperindah tampilan jembatan sekaligus melindungi konstruksi pagar dari kerusakan akibat cuaca.

Sertu Hery Wahyudi mengatakan bahwa keterlibatan dirinya dalam kegiatan tersebut merupakan bentuk pendampingan dan dukungan kepada masyarakat dalam menjaga serta merawat hasil pembangunan yang telah dilaksanakan secara gotong royong.

“Jembatan ini bukan hanya sarana penghubung antarwilayah, tetapi juga simbol kebersamaan warga dalam membangun desa. Karena itu, sudah menjadi tanggung jawab bersama untuk merawatnya agar tetap kokoh, aman, dan nyaman digunakan masyarakat,” kata dia.

Menurutnya, keberhasilan pembangunan infrastruktur desa tidak hanya diukur dari selesainya pekerjaan fisik, tetapi juga dari kepedulian masyarakat dalam menjaga dan memeliharanya secara berkelanjutan.

Sementara itu, warga yang turut serta dalam kegiatan tersebut mengaku senang dapat berpartisipasi langsung dalam proses penyempurnaan Jembatan Perintis Garuda. Masyarakat menilai mampu menumbuhkan semangat gotong royong dan mempererat hubungan antara TNI dan rakyat.

Melalui kegiatan pengecatan pagar sisi utara jembatan tersebut, diharapkan keberadaan Jembatan Perintis Garuda semakin memberikan manfaat bagi masyarakat serta menjadi ikon kebanggaan warga Desa Kebonagung. Semangat kebersamaan yang terus terpelihara menjadi modal penting dalam mendukung pembangunan desa yang maju, mandiri, dan berkelanjutan. (Pendim0821)

Polisi Ungkap Dugaan Pembegalan Nakes di Probolinggo Ternyata Rekayasa, Motif karena Masalah Ekonomi


Probolinggo, (Onenewsjatim) –
Kasus dugaan pembegalan yang dilaporkan menimpa seorang tenaga kesehatan (nakes) di Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, akhirnya terungkap.

Setelah melakukan penyelidikan mendalam, kepolisian memastikan bahwa peristiwa tersebut tidak pernah terjadi dan merupakan rekayasa yang dibuat oleh pelapor sendiri.

Kabar dugaan pembegalan yang sempat beredar luas sebelumnya sempat menimbulkan keresahan di tengah masyarakat. Peristiwa itu disebut menimpa seorang tenaga kesehatan yang bertugas di RSUD Waluyo Jati Kraksaan.

Kapolres Probolinggo AKBP M. Wahyudin Latif melalui Kapolsek Kraksaan Kompol Masykur mengatakan, pihaknya melakukan serangkaian penyelidikan, pemeriksaan saksi, serta observasi lapangan untuk mengungkap fakta sebenarnya terkait laporan tersebut.

"Dari hasil pemeriksaan dan observasi di lapangan ditemukan sejumlah kejanggalan. Luka yang dialami yang bersangkutan tidak sesuai dengan kronologi pembegalan yang disampaikan," kata Kompol Masykur, Rabu (3/6/2026).

Menurutnya, setelah dilakukan pendalaman lebih lanjut, pelapor akhirnya mengakui bahwa cerita pembegalan tersebut dibuat sendiri dan tidak pernah terjadi.

"Yang bersangkutan mengakui secara sadar dan tanpa adanya tekanan dari pihak mana pun bahwa kejadian tersebut direkayasa karena adanya permasalahan ekonomi dalam keluarga," ujarnya.

Dengan pengakuan tersebut, polisi memastikan bahwa informasi mengenai aksi pembegalan yang sempat beredar di masyarakat tidak benar.

"Jadi peristiwa pembegalan itu tidak ada dan hanya rekayasa," tegas Kompol Masykur.

Sebelumnya, kabar dugaan pembegalan terhadap tenaga kesehatan itu sempat menjadi perhatian masyarakat Kabupaten Probolinggo. Informasi yang beredar luas melalui berbagai saluran komunikasi membuat sebagian warga merasa khawatir terhadap kondisi keamanan di wilayah tersebut.

Polisi pun mengimbau masyarakat untuk lebih bijak dalam menerima maupun menyebarluaskan informasi yang belum terverifikasi kebenarannya.

"Kami berharap kejadian seperti ini tidak terulang kembali. Informasi yang tidak benar dapat membuat masyarakat resah serta berpotensi mengganggu situasi keamanan dan ketertiban masyarakat," tutur Kompol Masykur.

Ia menambahkan, masyarakat diharapkan selalu memberikan keterangan yang jujur kepada aparat penegak hukum. Selain itu, warga juga diminta tidak mudah menyebarkan informasi yang belum dipastikan kebenarannya.

Menurut polisi, langkah tersebut penting untuk menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap kondusif.

Sementara itu, pelapor telah menyampaikan permohonan maaf kepada pihak kepolisian maupun masyarakat Kabupaten Probolinggo atas informasi yang sempat menimbulkan keresahan.

Dari hasil pemeriksaan diketahui bahwa sepeda motor milik pelapor telah dijual, dan hasil penjualannya digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.(Imam)

Incar Motor Korban yang Lengah, Empat Residivis Curanmor Diciduk Polisi


Kota Madiun, (Onenewsjatim)
– Polres Madiun Kota Polda Jawa Timur berhasil mengungkap tiga kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang terjadi di wilayah hukumnya. Dalam pengungkapan tersebut, polisi berhasil mengamankan empat tersangka yang diketahui merupakan residivis kasus serupa.

Kapolres Madiun Kota, Wiwin Junianto, mengatakan para tersangka ditangkap dari lokasi dan kasus yang berbeda setelah dilakukan serangkaian penyelidikan oleh petugas.

“Berdasarkan hasil pemeriksaan, para tersangka ini merupakan residivis kasus yang sama,” ujar AKBP Wiwin Junianto saat konferensi pers di Mapolres Madiun Kota, Rabu (3/6/2026).

Tersangka pertama berinisial R.I.S. (25), warga Kecamatan Manguharjo, diamankan atas dugaan pencurian sepeda motor jenis Honda GL-Pro di wilayah Kecamatan Kartoharjo, Kota Madiun.

Sementara itu, tersangka M.A.G. (36), warga Kecamatan Wilangan, Kabupaten Nganjuk, ditangkap terkait kasus pencurian sepeda motor Honda Vario yang terjadi di area parkir Masjid Agung Kota Madiun.

Sedangkan dua tersangka lainnya, yakni D.M.F., warga Kecamatan Bendo, Kabupaten Magetan, dan D.P., warga Kabupaten Tulungagung, diamankan atas kasus pencurian sepeda motor Honda Beat warna silver hitam di sebuah rumah kos di Jalan Ciliwung, Kecamatan Taman, Kota Madiun.

Pelaku Manfaatkan Kelengahan Korban

Kapolres Madiun Kota menjelaskan, berdasarkan hasil penyidikan, para pelaku umumnya memanfaatkan kelengahan korban untuk melancarkan aksinya.

Menurutnya, sejumlah kasus curanmor yang terjadi di wilayah hukum Polres Madiun Kota melibatkan modus pendekatan terhadap korban yang baru dikenal, terutama perempuan, sebelum pelaku membawa kabur kendaraan milik korban.

Selain itu, pelaku juga kerap mengincar sepeda motor yang ditinggalkan dalam kondisi kurang aman, seperti kunci kontak yang masih menancap atau kendaraan yang tidak dilengkapi kunci pengaman tambahan.

“Pelaku memanfaatkan kesempatan saat korban lengah. Karena itu kami mengimbau masyarakat agar selalu meningkatkan kewaspadaan dan memastikan kendaraan dalam kondisi terkunci dengan aman,” kata AKBP Wiwin Junianto.

Barang Bukti Diamankan

Dalam pengungkapan kasus tersebut, polisi turut mengamankan sejumlah barang bukti berupa dokumen kendaraan, antara lain STNK dan BPKB, tiga unit sepeda motor hasil curian, serta barang bukti lain yang berkaitan dengan tindak pidana tersebut.

Atas perbuatannya, para tersangka dijerat Pasal 476 ayat (1) KUHP tentang pencurian dengan ancaman hukuman maksimal lima tahun penjara.

Polres Madiun Kota menegaskan akan terus meningkatkan patroli dan kegiatan preventif guna menekan angka pencurian kendaraan bermotor di wilayah Kota Madiun dan sekitarnya. (Red)

Polresta Sidoarjo Gagalkan Peredaran Narkotika Jaringan Internasional, Dua WNA Malaysia Ditangkap


Sidoarjo, (Onenewsjatim)
– Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polresta Sidoarjo berhasil mengungkap kasus peredaran narkotika jaringan internasional yang melibatkan dua warga negara asing (WNA) asal Malaysia. Kedua tersangka berinisial M.H.H. dan M.R. diamankan karena membawa cairan Etomidate yang tergolong narkotika Golongan II.

Kapolresta Sidoarjo, Christian Tobing, menjelaskan bahwa pengungkapan kasus tersebut bermula dari penangkapan tersangka M.H.H. di Bandara Internasional Juanda pada 4 Mei 2026.

"Hasil pengembangan kemudian mengarah pada penangkapan tersangka M.R. di Jakarta," ujar Kombes Pol. Christian Tobing saat konferensi pers, Rabu (3/6/2026).

Berdasarkan hasil pemeriksaan laboratorium forensik, cairan yang dikemas dalam tiga botol dengan total volume 1.290 mililiter tersebut terbukti mengandung Etomidate, obat anestesi yang masuk dalam kategori narkotika Golongan II dan memiliki efek menghilangkan kesadaran.

"Dari tiga botol seberat 1.290 ml itu dapat menghasilkan sekitar 6.500 dosis dengan nilai jual diperkirakan mencapai Rp45 miliar," ungkap Christian Tobing.

Selain barang bukti narkotika, petugas juga mengamankan satu koper berwarna hijau, dua paspor milik warga negara asing, dua unit telepon seluler, satu tas berwarna cokelat, dompet, serta sejumlah dokumen identitas milik tersangka.

Menurut Christian Tobing, keberhasilan pengungkapan kasus ini tidak hanya menghentikan peredaran narkotika lintas negara, tetapi juga mencegah dampak yang lebih luas terhadap masyarakat.

"Pengungkapan ini berhasil menyelamatkan sekitar 32 ribu jiwa dari bahaya narkoba," tegasnya.

Saat ini, penyidik masih melakukan pengembangan dan memburu seorang pelaku lain berinisial R yang diduga sebagai pengendali jaringan internasional tersebut. Berdasarkan informasi yang diperoleh, R diketahui berada di Thailand.

Ungkap 33 Kasus Narkoba Selama Mei 2026

Selain pengungkapan kasus jaringan internasional tersebut, Satresnarkoba Polresta Sidoarjo juga mencatat keberhasilan dalam penanganan kasus narkotika sepanjang Mei 2026.

Sebanyak 33 kasus tindak pidana narkoba berhasil diungkap dengan total 44 tersangka laki-laki yang diamankan.

Adapun barang bukti yang disita meliputi 1.223,29 gram sabu-sabu, 24,53 gram ganja, lima butir ekstasi, 34 unit telepon genggam, empat unit sepeda motor, dan satu unit mobil.

Polresta Sidoarjo menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan upaya pemberantasan narkoba guna melindungi masyarakat dari ancaman penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika, khususnya di wilayah Kabupaten Sidoarjo. (Red)

03/06/2026

Motor Tanpa Pelat Nomor Dihentikan Polisi, 1.245 Pil Logo Y Ditemukan di Dalam Jok


Lumajang, (Onenewsjatim)-
Satlantas Polres Lumajang berhasil menggagalkan dugaan peredaran obat keras berbahaya (okerbaya) berupa 1.245 butir pil berlogo Y dalam operasi gabungan yang digelar di kawasan Kantor Uji KIR Dinas Perhubungan, Desa Kedungjajang, Kecamatan Kedungjajang, Kabupaten Lumajang.

Pengungkapan tersebut terjadi saat petugas melaksanakan Operasi Patuh dan Operasi Keselamatan dan Ketertiban Lalu Lintas yang melibatkan personel Satlantas Polres Lumajang, Polisi Militer, serta Dinas Perhubungan Kabupaten Lumajang.

KBO Satlantas Polres Lumajang, Ipda Eko Budi Laksono menjelaskan, awalnya petugas mencurigai sebuah sepeda motor Honda Vario yang berusaha menghindari pemeriksaan dengan berbalik arah saat hendak dihentikan.

“Pada saat kami melaksanakan kegiatan, ada sepeda motor Vario yang hendak kami hentikan. Namun pengendaranya justru berbalik arah. Untungnya di belakang masih ada anggota yang sedang bertugas sehingga kendaraan tersebut dapat dikejar dan dihentikan,” ujar Ipda Eko, Selasa (2/6/2026).

Setelah berhasil dihentikan, petugas menemukan sejumlah pelanggaran lalu lintas pada kendaraan tersebut. Sepeda motor diketahui tidak dilengkapi pelat nomor kendaraan, tidak memiliki spion, dan pengendaranya tidak mengenakan helm.

“Setelah kami hentikan dan lakukan pemeriksaan, ternyata kendaraan tersebut memang tidak dilengkapi pelat nomor maupun spion. Selanjutnya kami melakukan pemeriksaan lebih lanjut terhadap kendaraan,” katanya.

Kecurigaan petugas akhirnya terbukti saat melakukan pemeriksaan pada bagian jok sepeda motor. Di dalamnya ditemukan dua bungkusan plastik kresek berwarna hitam.

“Di dalam jok terdapat dua bungkusan kresek hitam. Yang pertama berisi sandal, sedangkan bungkusan kedua setelah dibuka ternyata berisi pil. Setelah dilakukan penghitungan jumlahnya sekitar 1.245 butir pil berlogo Y,” ungkap Ipda Eko.

Menurutnya, keberhasilan menggagalkan peredaran pil berlogo Y tersebut merupakan bentuk komitmen kepolisian dalam menjaga keamanan masyarakat sekaligus menyelamatkan generasi muda dari bahaya penyalahgunaan obat-obatan terlarang.

“Alhamdulillah kami dari kepolisian bisa menggagalkan peredaran pil berlogo Y. Mudah-mudahan apa yang kami lakukan bisa bermanfaat dan mengurangi rusaknya generasi muda yang ada di Lumajang,” ujarnya.

Ipda Eko menambahkan, operasi gabungan yang dilaksanakan tidak hanya berfokus pada penindakan pelanggaran lalu lintas, tetapi juga menjadi sarana untuk mendeteksi berbagai potensi tindak pidana lainnya.

“Kami menghentikan kendaraan yang tidak memenuhi ketentuan, seperti tidak memakai helm atau tidak dilengkapi surat-surat kendaraan. Jika setelah diperiksa kendaraan dinyatakan lengkap dan sesuai, maka pengendara kami persilakan melanjutkan perjalanan,” jelasnya.

Sementara itu, Kasubsi PIDM Si Humas Polres Lumajang, Ipda Suprapto mengatakan, dari hasil pemeriksaan lebih lanjut, polisi menetapkan dua orang pria sebagai tersangka kasus peredaran pil berlogo Y.

Kedua tersangka masing-masing berinisial IC (24), warga Desa Sentul, Kecamatan Sumbersuko, dan RBS (20), warga Desa Jarit, Kecamatan Candipuro.

Dari tangan tersangka IC, polisi mengamankan 11 plastik yang masing-masing berisi 10 plastik klip berisi 10 butir pil warna putih berlogo Y, satu plastik klip berisi 10 butir pil, serta satu plastik klip berisi lima butir pil.

Sedangkan dari tersangka RBS, petugas mengamankan satu plastik bening berisi 10 plastik klip yang masing-masing berisi 10 butir pil warna putih berlogo Y, satu plastik klip berisi 19 butir pil, dan satu plastik klip berisi 11 butir pil.

“Total barang bukti yang berhasil diamankan dari kedua tersangka sebanyak 1.245 butir pil warna putih berlogo Y,” kata Ipda Suprapto.

Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, kedua tersangka mengaku pil-pil tersebut akan dijual kepada seseorang. Namun identitas calon pembeli masih dalam proses penyelidikan oleh penyidik.

Akibat perbuatannya, kedua tersangka dijerat dengan Pasal 435 jo Pasal 138 ayat (2) dan (3) Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan jo Lampiran I Nomor 181 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Pidana atau Pasal 436 ayat (1) dan (2) jo Pasal 145 ayat (1) Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan jo Lampiran I Nomor 181 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Pidana.

“Saat ini kedua tersangka telah ditahan di Mapolres Lumajang untuk menjalani proses hukum lebih lanjut,” pungkas Ipda Suprapto.(Imam)

Pangdam Rudy Saladin Pastikan Progres Yonif TP Lumajang, Warga Terima Bantuan Sembako


Lumajang, (Onenewsjatim)
– Pangdam V/Brawijaya, Mayjen TNI Rudy Saladin, M.A., melaksanakan kunjungan kerja dalam rangka meninjau lokasi rencana pembangunan Yonif Teritorial Pembangunan (Yonif TP) Tahap IV di Desa Burno, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang, Rabu (3/6/2026).

Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya percepatan pembangunan satuan strategis Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat yang diproyeksikan mampu mendukung ketahanan wilayah sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat di kawasan sekitar.

Dalam agenda tersebut, Pangdam V/Brawijaya juga menyerahkan bantuan paket sembako dari Kodam V/Brawijaya kepada 10 perwakilan warga Desa Burno sebagai bentuk kepedulian sosial TNI terhadap masyarakat. Kegiatan dilanjutkan dengan sesi foto bersama warga yang berlangsung penuh keakraban dan antusiasme.

Peninjauan dilakukan untuk melihat secara langsung kondisi lahan serta kelanjutan progres pembangunan Yonif TP Tahap IV yang nantinya akan menjadi salah satu satuan teritorial strategis di wilayah Kabupaten Lumajang.

Mayjen TNI Rudy Saladin menyampaikan bahwa pembangunan Yonif TP tidak hanya bertujuan memperkuat sistem pertahanan negara, tetapi juga menjadi bagian dari upaya mendukung pembangunan wilayah dan kesejahteraan masyarakat.

“Keberadaan Yonif TP diharapkan mampu memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitar, baik dari sisi pembangunan infrastruktur, peningkatan ekonomi, maupun pembinaan teritorial di wilayah,” ujarnya.

Ia menambahkan, pembangunan satuan tersebut juga diharapkan mampu membuka peluang usaha dan meningkatkan perputaran ekonomi masyarakat, seiring berkembangnya aktivitas pembangunan di kawasan Senduro.

Kehadiran Pangdam V/Brawijaya di tengah masyarakat Desa Burno mendapat sambutan hangat dari warga. Selain menjadi momentum peninjauan pembangunan strategis, kegiatan tersebut juga memperkuat kedekatan antara TNI dan masyarakat dalam mendukung kemajuan wilayah Kabupaten Lumajang. (Pendim 0821).

Pangdam V/Brawijaya: Kehadiran Yonif TP di Lumajang Akan Dongkrak Ekonomi Warga


Lumajang, (Onenewsjatim)-
Pangdam V/Brawijaya, Mayjen TNI Rudy Saladin, M.A., melaksanakan kunjungan kerja dalam rangka meninjau lokasi rencana pembangunan Yonif Teritorial Pembangunan (Yonif TP) tahap IV di Desa Burno, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang, Rabu (3/6/2026).

Kunjungan tersebut turut dihadiri jajaran Forkopimda Lumajang, Forkopimca Senduro, pemerintah desa, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta instansi terkait sebagai bentuk dukungan bersama terhadap kelanjutan pembangunan satuan strategis Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat di wilayah Kabupaten Lumajang.

Dalam arahannya, Pangdam V/Brawijaya menegaskan bahwa kedatangannya bertujuan untuk melihat langsung kesiapan lokasi pembangunan sekaligus mengetahui berbagai kendala dan persoalan di lapangan, khususnya terkait lahan masyarakat yang terdampak pembangunan Yonif TP.

“Kedatangan kami di sini untuk meninjau langsung rencana pembangunan Yonif TP Desa Burno, sekaligus mengetahui berbagai kendala di lapangan, khususnya terkait lahan masyarakat yang terdampak pembangunan,” ujarnya.

Ia menekankan agar seluruh persoalan terkait status lahan dapat segera diselesaikan dan disosialisasikan secara terbuka kepada masyarakat demi menjaga kondusivitas wilayah.

“Terkait status lahan yang sudah direncanakan, mohon agar segera diselesaikan dan disosialisasikan kepada masyarakat, karena bagaimanapun wilayah ini adalah rumah kita bersama,” tegasnya.

Menurut Pangdam, pembangunan Yonif TP bukan hanya memperkuat pertahanan negara, tetapi juga diyakini mampu membawa dampak ekonomi yang besar bagi masyarakat sekitar. Kehadiran satuan baru nantinya diproyeksikan akan mendorong pertumbuhan usaha masyarakat, pembangunan infrastruktur, hingga membuka peluang ekonomi baru di kawasan pedesaan.

“Di Kodam V/Brawijaya saat ini sudah berjalan empat tahap pembangunan Yonif TP, dan sesuai rencana akan ada 17 Yonif TP di Jawa Timur, termasuk di Kabupaten Lumajang. Dampak ekonomi yang dirasakan masyarakat tentunya akan sangat luar biasa,” ungkapnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung proses pembangunan Yonif TP tahap IV di Desa Burno, mulai dari pemerintah daerah, TNI-Polri, Perhutani, hingga tokoh masyarakat dan tokoh agama.

“Terima kasih kepada Forkopimda, Forkopimca, bapak Dandim 0821/Lumajang, pemerintah desa, Perhutani, tokoh agama dan tokoh adat atas dukungan yang diberikan demi kelancaran pembangunan Yonif TP ini,” pungkasnya.

Pembangunan Yonif TP di wilayah Senduro diharapkan menjadi tonggak baru penguatan ketahanan wilayah sekaligus motor penggerak pertumbuhan ekonomi masyarakat di Kabupaten Lumajang. (Pendim 0821).

Begal Bersenjata Sajam di Lumajang, Uang Rp25 Juta dan Laptop Milik Warga Jember Raib


Lumajang, (Onenewsjatim)–
Aksi pencurian dengan kekerasan (begal) kembali terjadi di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur. Seorang pria asal Kabupaten Jember menjadi korban pembegalan saat melintas di jalur nasional Lumajang–Jember, Selasa (2/6/2026) malam.

Korban diketahui bernama Edi Santoso, warga Desa Yosorati, Kecamatan Sumberbaru, Kabupaten Jember.

Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 20.15 WIB di Dusun Pondorejo, Desa Kaliboto Kidul, Kecamatan Jatiroto, Kabupaten Lumajang.

Kasi Humas Polres Lumajang, Ipda Suprapto, menjelaskan bahwa saat kejadian korban sedang dalam perjalanan pulang dari tempat kerjanya menuju rumah.

"Korban melintas di Jalan Nasional Lumajang–Jember. Saat perjalanan, ada pengendara sepeda motor dari belakang yang menanyakan lokasi SPBU Sumberbaru," kata Suprapto, Rabu (3/6/2026).

Namun, sesaat setelah itu, korban justru menjadi sasaran aksi kejahatan. Dari arah belakang muncul sepeda motor Honda Vario yang ditumpangi dua orang tidak dikenal.

Menurut Suprapto, salah satu pelaku yang dibonceng langsung menyerang korban menggunakan senjata tajam dan membacok bagian punggung kanan korban.

"Ada motor dari arah belakang korban kemudian menanyakan SPBU Sumberbaru itu di mana. Seketika dari arah belakang datang lagi motor berboncengan dua orang. Salah satu pelaku membacok punggung korban sebelah kanan," ujarnya.

Tak hanya itu, pelaku juga menendang sepeda motor korban hingga terjatuh ke badan jalan. Saat korban berusaha mempertahankan barang bawaannya, pelaku kembali menyerang dengan senjata tajam dan melukai lengan kiri korban.

Pelaku kemudian merampas tas punggung milik korban dan langsung melarikan diri.

Dalam tas tersebut terdapat uang tunai sekitar Rp25 juta, satu unit laptop, dua telepon genggam, serta dompet berisi dokumen pribadi milik korban.

"Pelaku mengambil tas milik korban dengan cara merampas paksa dan menggores lengan tangan kiri korban menggunakan senjata tajam, kemudian membawa kabur barang-barang tersebut," kata Suprapto.

Meski mengalami luka akibat serangan senjata tajam, korban selamat. Sementara sepeda motor yang dikendarainya tidak dibawa oleh pelaku.

Saat ini, Satreskrim Polres Lumajang masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap identitas dan keberadaan para pelaku.

"Kami masih melakukan upaya penyelidikan. Mohon doanya semoga kasus ini segera terungkap," pungkas Suprapto.

Usai Yadnya Kasada, Polres Probolinggo Gelar Bakti Bersih di Kawasan Gunung Bromo


Probolinggo , (Onenewsjatim)–
Sebagai wujud kepedulian terhadap kelestarian lingkungan sekaligus mendukung kebersihan kawasan wisata nasional, Polres Probolinggo Polda Jatim menggelar kegiatan bakti bersih di kawasan Gunung Bromo, Selasa (2/6/2026).

Kapolres Probolinggo AKBP M. Wahyudin Latif mengatakan Bakti Bersih memiliki nilai penting karena dilaksanakan usai kegiatan Yadnya Kasada, tradisi sakral masyarakat Suku Tengger yang setiap tahunnya menarik ribuan warga maupun wisatawan dari berbagai daerah. 

Setelah rangkaian upacara adat berlangsung, aktivitas masyarakat dan pengunjung berpotensi meninggalkan sampah di sejumlah titik kawasan wisata.

"Kita perlukan upaya bersama untuk menjaga kebersihan dan keasrian lingkungan," ujar AKBP Latif.

Ia menyampaikan bahwa kegiatan bakti bersih di kawasan Gunung Bromo merupakan wujud nyata kepedulian Polri terhadap pelestarian lingkungan sekaligus bagian dari rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke-80.

“Bakti bersih ini merupakan bentuk kepedulian kami terhadap kebersihan dan kelestarian Gunung Bromo, terlebih dilaksanakan setelah perayaan Yadnya Kasada yang melibatkan banyak masyarakat dan wisatawan,” ujar  AKBP Latif.

Menurutnya, menjaga kebersihan kawasan Bromo merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan kolaborasi seluruh elemen masyarakat.

AKBP Latif berharap kegiatan ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan. 

"Gunung Bromo merupakan warisan alam dan budaya yang harus kita jaga bersama agar tetap bersih dan lestari,” tambah AKBP Latif.

Lebih lanjut, Kapolres Probolinggo menegaskan bahwa peringatan Hari Bhayangkara ke-80 menjadi momentum bagi Polri untuk semakin dekat dengan masyarakat melalui berbagai kegiatan yang memberikan manfaat nyata.

“Kami ingin terus memperkuat kedekatan dengan masyarakat melalui kegiatan-kegiatan yang bermanfaat, termasuk aksi kepedulian terhadap lingkungan seperti bakti bersih di kawasan Gunung Bromo ini,” tegasnya.

Kegiatan bakti bersih tersebut melibatkan personel Polres Probolinggo Polda Jatim bersama berbagai unsur terkait, termasuk masyarakat setempat. 

Para petugas menyisir sejumlah titik di kawasan Gunung Bromo untuk mengumpulkan sampah dan menjaga kebersihan lingkungan demi menciptakan kawasan wisata yang nyaman, bersih, dan lestari.

Melalui semangat kebersamaan dan gotong royong, diharapkan kelestarian kawasan Gunung Bromo dapat terus terjaga sehingga tetap menjadi destinasi wisata unggulan. (*)

319 Tersangka Diamankan, Polda Jatim Sikat Ratusan Pelaku Kejahatan Jalanan


Surabaya, (Onenewsjatim) –
Kepolisian Daerah Jawa Timur (Polda Jatim) mengungkap sebanyak 320 kasus kejahatan jalanan dan tindak pidana 3C (pencurian dengan kekerasan, pencurian dengan pemberatan, dan pencurian kendaraan bermotor) sepanjang Mei 2026. Dari ratusan kasus tersebut, polisi mengamankan 319 tersangka yang kini menjalani proses hukum lebih lanjut.

Kapolda Jawa Timur Irjen Pol. Drs. Nanang Avianto, M.Si mengatakan pengungkapan itu merupakan hasil kerja gabungan Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jatim bersama 39 polres jajaran dalam upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Harkamtibmas) di seluruh wilayah Jawa Timur.

“Seluruh jajaran kami, baik Ditreskrimum maupun polres di wilayah hukum Polda Jatim, telah kami instruksikan untuk melakukan tindakan cepat dalam mengungkap berbagai kasus 3C dan kejahatan jalanan yang meresahkan masyarakat,” ujar Nanang saat konferensi pers di Gedung Mahameru Polda Jatim, Surabaya, Selasa (2/6/2026).

Berdasarkan data yang dipaparkan Polda Jatim, 320 kasus yang berhasil diungkap terdiri atas 219 kasus pencurian, 46 kasus penganiayaan, 35 kasus pengeroyokan, 11 kasus penyalahgunaan senjata api, senjata tajam dan bahan peledak, enam kasus pemerasan, serta tiga kasus premanisme.

Menurut Nanang, pengungkapan tersebut merupakan bagian dari strategi kepolisian dalam menekan angka kriminalitas sekaligus memburu jaringan pelaku kejahatan yang selama ini beroperasi di berbagai daerah di Jawa Timur.

“Target utama kami adalah menangkap para pelaku maupun sindikat curas, curat, curanmor, street crime, termasuk penyalahgunaan senjata tajam, senjata api, dan bahan peledak yang mengganggu rasa aman masyarakat,” katanya.

Selain menangkap tersangka, polisi juga menyita sejumlah barang bukti hasil kejahatan maupun alat yang digunakan pelaku. Barang bukti yang diamankan meliputi 100 unit sepeda motor, 12 unit mobil, 72 barang elektronik, uang tunai senilai Rp46,1 juta, emas seberat 10 gram, 25 senjata tajam, satu pucuk senjata api, dan delapan butir amunisi.

Daerah Rawan Terus Dipetakan

Kapolda menjelaskan, pihaknya terus melakukan pemetaan terhadap wilayah yang dinilai rawan tindak kriminal. Langkah tersebut dilakukan untuk mendukung upaya pencegahan sekaligus mempercepat respons aparat apabila terjadi gangguan keamanan.

Hasil evaluasi selama Mei 2026 menunjukkan bahwa wilayah dengan jumlah pengungkapan kasus terbanyak berada di Kabupaten Malang, Kota Surabaya, dan kawasan Pelabuhan Tanjung Perak.

“Pemetaan daerah rawan terus kami lakukan sebagai dasar pengambilan langkah-langkah preventif maupun represif. Dengan begitu, kehadiran polisi di lapangan dapat lebih efektif dalam menjaga keamanan masyarakat,” ujarnya.

Masyarakat Diminta Aktif Melapor

Dalam kesempatan itu, Nanang juga mengimbau masyarakat untuk memanfaatkan layanan Call Center Polri 110 guna melaporkan setiap tindak kriminal maupun gangguan keamanan yang terjadi di lingkungan sekitar.

Menurutnya, partisipasi masyarakat menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung keberhasilan pengungkapan kasus kejahatan.

“Semakin cepat informasi yang kami terima, maka semakin cepat pula anggota di lapangan dapat melakukan tindakan. Karena itu kami mengajak masyarakat untuk memanfaatkan layanan 110 dan terus bersinergi dengan kepolisian dalam menjaga keamanan lingkungan,” katanya.

Kapolda turut menyampaikan apresiasi kepada masyarakat dan insan pers yang selama ini aktif memberikan informasi kepada kepolisian. Dukungan tersebut dinilai berkontribusi besar dalam mempercepat proses pengungkapan berbagai tindak pidana.

“Terima kasih kepada seluruh masyarakat dan rekan-rekan media yang terus mendukung upaya kepolisian. Informasi yang diberikan sangat membantu kami dalam mengungkap kasus-kasus kejahatan secara cepat dan tepat,” tutur Nanang.

Polda Jatim menegaskan akan terus mengintensifkan operasi penindakan terhadap pelaku kejahatan jalanan dan jaringan kriminal lainnya guna menciptakan situasi keamanan yang kondusif di seluruh wilayah Jawa Timur.(Red)

Buru Maling Sapi, Polisi Temukan Senjata Api Rakitan dan Celuri


Lumajang, (Onenewsjatim)
– Polisi menemukan senjata api (senpi) rakitan saat memburu dua terduga pelaku pencurian sapi yang masih buron di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur.

Penemuan tersebut terjadi ketika Tim Resmob Polres Lumajang melakukan penggeledahan di rumah salah satu terduga pelaku berinisial BK di Desa Papringan, Kecamatan Klakah.

Saat petugas mendatangi rumah BK, yang bersangkutan tidak berada di lokasi. Polisi hanya ditemui oleh nenek pelaku sebelum melakukan penggeledahan di kamar BK.

Dari hasil penggeledahan, petugas menemukan satu pucuk senjata api rakitan lengkap dengan tiga butir amunisi beserta proyektil yang masih berada di dalam lubang silinder, serta sebilah celurit.

Kasi Humas Polres Lumajang Ipda Suprapto mengatakan, pengungkapan kasus ini bermula dari penangkapan seorang penadah sapi curian berinisial AG (34), warga Desa Batu Urip, Kecamatan Sumberbaru, Kabupaten Jember.

“Petugas berhasil mengamankan AG yang diduga sebagai penadah sapi hasil curian. Dari hasil pemeriksaan, sapi tersebut diperoleh dari pelaku BK dengan harga Rp 10 juta,” kata Suprapto, Rabu (3/6/2026).

Ia menjelaskan, sebelumnya polisi menerima informasi dari masyarakat terkait sebuah mobil pikap Mitsubishi L-300 yang melintas di wilayah Kecamatan Randuagung dengan membawa seekor sapi yang diduga hasil tindak pidana pencurian.

Menindaklanjuti laporan tersebut, petugas langsung melakukan pengejaran hingga wilayah Kecamatan Jatiroto.

“Sekitar pukul 19.00 WIB kendaraan berhasil dihentikan dan dilakukan pemeriksaan. Dari hasil interogasi, AG mengaku mendapatkan sapi tersebut dari BK,” ujarnya.

Selain mengamankan AG, polisi juga menyita barang bukti berupa satu ekor sapi induk blasteran warna hitam dan satu unit mobil pikap L-300 yang digunakan untuk mengangkut ternak hasil curian.

Saat ini, dua terduga pelaku utama yakni BK dan MHF (23), warga Desa Sumberwringin, Kecamatan Klakah, masih dalam pengejaran petugas.

“Dua pelaku utama masih dalam pengejaran anggota. Kami terus melakukan pengembangan untuk mengungkap jaringan pencurian ternak ini,” ujar Suprapto.

Sapi Dicuri dari Kandang

Kasus pencurian tersebut sebelumnya menimpa Nami (66), warga Desa Pajarakan, Kecamatan Randuagung, pada Selasa (26/5/2026).

Korban baru mengetahui sapinya hilang sekitar pukul 06.00 WIB setelah diberitahu oleh tetangganya untuk memeriksa kandang.

Saat dilakukan pengecekan, seekor sapi blasteran milik korban sudah tidak berada di dalam kandang.

Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, pelaku diduga berjumlah lebih dari satu orang. Mereka masuk melalui pintu belakang kandang yang hanya ditutup menggunakan tabung bambu.

Pelaku kemudian melepaskan tali tambang yang mengikat sapi pada palungan dan membawa ternak tersebut keluar melalui jalur yang sama sebelum melarikan diri ke arah barat melewati area perkebunan tebu di belakang kandang.

Atas perbuatannya, AG dijerat Pasal 591 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) baru atau Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang tindak pidana penadahan.


.

02/06/2026

Gotong Royong Warga dan Babinsa Percepat Pembangunan Mushola Al-Ikhlas di Krajan Barat


Lumajang, (Onenewsjatim)-
Semangat kebersamaan dan kepedulian terhadap sarana ibadah kembali ditunjukkan Babinsa Rowokangkung Koramil 0821-16/Rowokangkung, Serka Suwardi, saat turut serta dalam kegiatan kerja bakti pengecoran atap Mushola Al-Ikhlas di Dusun Krajan Barat, Desa Rowokangkung, Kecamatan Rowokangkung, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Selasa (2/6/2026).

Kegiatan kerja bakti tersebut melibatkan warga sekitar yang secara bergotong royong melaksanakan pembangunan mushola demi menyediakan tempat ibadah yang lebih layak dan nyaman bagi masyarakat. 

Kehadiran Babinsa di tengah masyarakat menjadi wujud nyata kepedulian TNI dalam mendukung pembangunan fasilitas umum dan mempererat hubungan dengan warga binaan.

Di sela kegiatan, Serka Suwardi mengatakan bahwa keterlibatan dirinya dalam kerja bakti merupakan bagian dari upaya membangun kebersamaan serta memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat.

“Melalui kegiatan gotong royong seperti ini, selain membantu mempercepat pembangunan mushola, juga dapat mempererat silaturahmi dan menumbuhkan semangat kebersamaan antarwarga,” kata dia.

Sementara itu, Kepala Dusun Krajan Barat, Rudi Hartono, menyampaikan bahwa pembangunan Mushola Al-Ikhlas dapat berjalan berkat kekompakan dan swadaya masyarakat yang secara sukarela turut membantu, baik tenaga maupun material.

“Pembangunan mushola ini murni dari semangat gotong royong dan swadaya warga. Alhamdulillah masyarakat sangat kompak, baik dalam membantu tenaga, material, maupun konsumsi. Kami juga berterima kasih kepada Babinsa yang selalu hadir memberi semangat dan membantu warga di lapangan,” pungkasnya.

Menurutnya, budaya gotong royong yang masih terjaga di tengah masyarakat menjadi kekuatan utama dalam mewujudkan fasilitas ibadah yang nyaman bagi warga sekitar. Ia juga mengapresiasi kehadiran Babinsa yang selalu aktif mendampingi dan memberikan motivasi kepada masyarakat dalam setiap kegiatan sosial kemasyarakatan.

Pembangunan Mushola Al-Ikhlas diharapkan dapat segera selesai sehingga dapat dimanfaatkan warga untuk beribadah dengan lebih nyaman. Selain itu, kegiatan kerja bakti tersebut juga menjadi sarana memperkuat nilai kebersamaan, kekeluargaan, dan budaya gotong royong yang terus dijaga oleh masyarakat Dusun Krajan Barat. (Pendim0821)

Dandim Lumajang Tinjau Pembangunan Yonif TP, Siap Dorong Ekonomi dan Ketahanan Wilayah


Lumajang, (Onenewsjatim) - 
Komandan Kodim (Dandim) 0821/Lumajang, Letkol Arh Anton Subhandi, S.A.P., M.I.P., bersama Kepala Staf Korem (Kasrem) 083/Baladhika Jaya, Letkol Inf Rahmat Cahyo Dinarso, S.Hub.Int., M.M., meninjau langsung lokasi pembangunan Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP) di Dusun Karanganyar, Desa Burno, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang, Selasa (2/6/2026).

Peninjauan tersebut dilakukan untuk memastikan kesiapan lahan dan sarana pendukung pembangunan Yonif TP yang menjadi salah satu program strategis TNI Angkatan Darat dalam memperkuat sistem pertahanan wilayah sekaligus mendukung percepatan pembangunan nasional berbasis teritorial.

Berada di kawasan strategis perbukitan Senduro, pembangunan Yonif TP diproyeksikan tidak hanya memperkuat aspek pertahanan negara, tetapi juga menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru yang mampu memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitar.

Dandim 0821/Lumajang Letkol Arh Anton Subhandi mengatakan, keberadaan Yonif TP nantinya diharapkan mampu menciptakan efek berganda (multiplier effect) bagi pembangunan daerah dan kesejahteraan masyarakat.

“Pembangunan Yonif Teritorial Pembangunan ini bukan hanya memperkuat pertahanan wilayah, tetapi juga diharapkan mampu membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat sekitar melalui peningkatan aktivitas pembangunan dan perputaran ekonomi,” ujar Anton saat meninjau lokasi pembangunan.

Menurutnya, kehadiran satuan baru tersebut akan mendorong tumbuhnya berbagai sektor ekonomi, mulai dari perdagangan, jasa, pertanian hingga usaha mikro yang dapat menopang kebutuhan personel maupun aktivitas satuan di masa mendatang.

“Program ini menjadi bentuk nyata kehadiran negara melalui TNI AD untuk membantu mempercepat pembangunan wilayah. Kami berharap keberadaan Yonif TP nantinya dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat Lumajang,” tambahnya.

Sementara itu, Kasrem 083/Baladhika Jaya Letkol Inf Rahmat Cahyo Dinarso menegaskan pentingnya sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam mendukung kelancaran pembangunan satuan tersebut.

Menurutnya, kolaborasi seluruh elemen menjadi faktor utama agar pembangunan Yonif TP dapat berjalan sesuai target dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.

Dalam kegiatan tersebut, rombongan juga melakukan pengecekan kondisi lahan serta fasilitas pendukung lainnya guna memastikan seluruh tahapan pembangunan berjalan sesuai rencana yang telah ditetapkan.

Pembangunan Yonif Teritorial Pembangunan di Kabupaten Lumajang merupakan bagian dari upaya TNI AD dalam memperkuat ketahanan wilayah berbasis teritorial. Selain menjalankan fungsi pertahanan, satuan ini nantinya juga diharapkan mampu berkontribusi terhadap penguatan ketahanan pangan, percepatan pembangunan kawasan, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Dengan hadirnya Yonif TP di Kecamatan Senduro, kawasan tersebut diproyeksikan berkembang menjadi pusat aktivitas ekonomi baru yang mampu mendukung pertumbuhan daerah sekaligus memperkuat ketahanan nasional dari tingkat wilayah.

Editor: Redaksi
Sumber: Pendim 0821/Lumajang

Ketahanan Pangan di Lapas Lumajang, Warga Binaan Kelola Ayam Petelur dan Lele


Lumajang, (Onenewsjatim)
– Di balik dinding pembatas yang dingin dan protokol ketat Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Lumajang, Jawa Timur, sebuah transformasi sosial tengah berlangsung. 

Sebanyak 50 warga binaan asimilasi kini memiliki kesibukan baru yang jauh dari kesan monoton: mereka menjadi garda depan dalam program ketahanan pangan mandiri.

Lahan seluas 250 meter persegi di area lapas telah disulap menjadi pusat produktivitas. 

Mulai dari budidaya ikan lele, peternakan ayam petelur, hingga ladang sayur-mayur menjadi "ruang kelas" bagi para narapidana untuk belajar tentang ketekunan dan kemandirian.

Kepala Lapas Kelas IIB Lumajang, Agus Salim mengatakan saat ini sekitar 50 warga binaan asimilasi dilibatkan dalam berbagai sektor ketahanan pangan setelah memenuhi syarat dan mengikuti proses pembinaan.

“Mereka kami libatkan langsung sesuai bidangnya masing-masing. Ada yang menangani peternakan ayam petelur, budidaya ikan lele, hingga perkebunan sayuran. Harapannya ketika kembali ke masyarakat mereka sudah memiliki keterampilan yang bisa dimanfaatkan untuk bekerja maupun berwirausaha,” kata Agus Salim, Selasa (2/6/2026).

Menurutnya, pembinaan berbasis kemandirian menjadi salah satu fokus utama dalam sistem pemasyarakatan modern. 

Warga binaan tidak hanya menjalani masa pidana, tetapi juga dibekali kemampuan yang dapat membantu mereka membangun kehidupan baru setelah bebas.

Saat ini, peternakan ayam petelur yang dikelola Lapas Lumajang memiliki sekitar 100 ekor ayam produktif. Dari jumlah tersebut dihasilkan rata-rata sekitar 5 kilogram telur per hari atau setara dengan 100 butir telur.

“Produksi telur saat ini masih kami manfaatkan untuk memenuhi kebutuhan dapur Lapas Lumajang. Dalam satu minggu hasilnya bisa mencapai sekitar 45 kilogram,” jelas Agus.

Selain peternakan ayam, sektor perikanan juga menjadi andalan. Setiap siklus budidaya diawali dengan penebaran sekitar 13 ribu bibit lele yang dirawat bersama oleh petugas dan warga binaan hingga masa panen.

Sementara itu, lahan perkebunan dimanfaatkan untuk menanam berbagai jenis sayuran seperti kangkung dan bayam yang hasilnya turut mendukung kebutuhan konsumsi warga binaan.

Agus menilai program tersebut memberikan manfaat ganda. Di satu sisi membantu mewujudkan ketahanan pangan di lingkungan lapas, sementara di sisi lain menjadi media pembelajaran yang memberikan pengalaman kerja nyata bagi warga binaan.

“Yang paling penting bukan hanya hasil panennya, tetapi ilmu dan pengalaman yang mereka dapatkan selama mengikuti kegiatan ini. Itu yang nantinya menjadi bekal saat mereka kembali ke masyarakat,” ujarnya.

Meski berjalan di lahan yang relatif terbatas, Lapas Lumajang berupaya terus mengembangkan program tersebut. Agus berharap ke depan tersedia lahan yang lebih luas sehingga berbagai kegiatan produktif dapat diperluas dan menjangkau lebih banyak warga binaan.

“Kalau memiliki lahan yang lebih memadai, program ketahanan pangan bisa berkembang lebih besar. Selain meningkatkan produksi, tentu juga membuka kesempatan lebih banyak bagi warga binaan untuk mengikuti program kemandirian,” ungkapnya. (Imam)

Korban Kedua Pantai Payangan Jember Ditemukan Meninggal, Operasi SAR Ditutup


Jember, (Onenewsjatim) –
Tim SAR Gabungan akhirnya berhasil menemukan korban kedua yang sebelumnya dilaporkan terseret arus di Pantai Seruni Payangan, Desa Sumberejo, Kecamatan Ambulu, Kabupaten Jember, Senin (1/6/2026) malam.

Korban diketahui bernama Rifki (22), warga Dusun Karang Kebon, Desa Suci, Kecamatan Panti, Kabupaten Jember. 

Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia sekitar pukul 21.35 WIB setelah sebelumnya tim SAR menerima informasi dari warga terkait adanya sesosok tubuh yang mengapung di sekitar perairan Pantai Payangan.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banyuwangi, I Made Oka Astawa, mengatakan pihaknya langsung menindaklanjuti laporan masyarakat dengan mengerahkan tim menuju lokasi penemuan.

“Sekitar pukul 21.00 WIB kami menerima informasi dari masyarakat terkait adanya tubuh korban yang terlihat mengapung di sekitar perairan Pantai Payangan. Tim SAR Gabungan kemudian bergerak cepat melakukan pengecekan dan evakuasi,” ujarnya.

Ia menjelaskan, korban ditemukan pada posisi radial 160,13 derajat dengan jarak kurang lebih 1,24 kilometer dari lokasi kejadian awal. 

Setelah berhasil dievakuasi, jenazah korban langsung dibawa ke Puskesmas Ambulu untuk penanganan lebih lanjut sebelum diserahkan kepada pihak keluarga.

Sebelumnya, korban pertama bernama Barokatul Hidayat (27), warga Dusun Karang Kebon, Desa Suci, Kecamatan Panti, juga ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Senin pagi sekitar pukul 05.30 WIB.

Dengan ditemukannya Rifki, seluruh korban dalam insiden terseret arus di Pantai Payangan telah ditemukan.

“Atas nama Basarnas, kami menyampaikan duka cita yang mendalam kepada keluarga korban. Pada malam hari ini korban kedua atas nama Rifki berhasil ditemukan dan dievakuasi oleh Tim SAR Gabungan,” kata I Made Oka Astawa.

Ia menambahkan, operasi pencarian yang telah berlangsung selama tiga hari resmi diusulkan untuk ditutup dan seluruh unsur SAR yang terlibat dikembalikan ke kesatuan masing-masing.

“Dengan ditemukannya seluruh korban, Operasi SAR yang telah berlangsung selama tiga hari ditutup. Kami mengucapkan terima kasih atas sinergi, kerja sama, dan dedikasi seluruh unsur SAR Gabungan serta masyarakat yang telah membantu selama pelaksanaan operasi,” pungkasnya. (Imam)

Viral Ancam Sopir Truk di Perak Barat, Pria Asal Semampir Diamankan Polisi


Surabaya , (Onenewsjatim)–
Satreskrim Polres Pelabuhan Tanjungperak bergerak cepat menindaklanjuti kasus dugaan pemerasan dan pengancaman terhadap seorang sopir truk yang viral di media sosial. Seorang pria berinisial S, warga Semampir, Surabaya, berhasil diamankan untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Kasatreskrim Polres Pelabuhan Tanjungperak, AKP M. Prasetyo, mengatakan penangkapan dilakukan setelah pihaknya menerima informasi terkait video yang memperlihatkan aksi pemerasan terhadap seorang sopir truk di kawasan Jalan Perak Barat, Surabaya.

“Setelah mendapatkan informasi dan video yang beredar di media sosial, kami langsung melakukan penyelidikan melalui Patroli Siber Unit Reaksi Cepat Satreskrim. Terduga pelaku telah berhasil kami amankan dan saat ini masih menjalani pemeriksaan,” ujar AKP M. Prasetyo, Minggu (31/5).

Peristiwa tersebut diketahui terjadi pada Sabtu (30/5) di Jalan Perak Barat, Surabaya. Korban berinisial AI, seorang sopir truk asal Lombok, saat itu sedang menunggu antrean untuk masuk ke kapal.

Saat berada di lokasi, korban didatangi oleh terduga pelaku yang meminta sejumlah uang dengan alasan untuk membeli minuman keras. Namun permintaan tersebut ditolak oleh korban.

Diduga karena tidak mendapatkan uang yang diminta, pelaku kemudian melakukan pengancaman terhadap korban. Aksi tersebut sempat direkam dan videonya beredar luas di media sosial hingga menuai perhatian masyarakat.

Menindaklanjuti viralnya video tersebut, jajaran Satreskrim Polres Pelabuhan Tanjungperak melakukan serangkaian penyelidikan hingga berhasil mengidentifikasi pelaku.

Petugas kemudian melakukan penangkapan di kediaman terduga pelaku pada Minggu siang. Saat diamankan, pelaku ditemukan berada di dalam kamar rumahnya dan masih mengenakan pakaian yang sama seperti yang terlihat dalam video viral.

“Kami bergerak cepat setelah memperoleh informasi dan melakukan identifikasi. Terduga pelaku berhasil diamankan di rumahnya untuk kepentingan penyidikan lebih lanjut,” kata AKP Prasetyo.

Saat ini penyidik masih mendalami motif pelaku serta menelusuri kemungkinan adanya tindakan serupa yang pernah dilakukan sebelumnya. Polisi juga mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi guna melengkapi proses penyidikan.

Polres Pelabuhan Tanjungperak mengimbau masyarakat untuk segera melaporkan apabila mengalami atau mengetahui tindakan premanisme, pemerasan, maupun bentuk gangguan keamanan lainnya agar dapat segera ditindaklanjuti oleh pihak kepolisian.

Kasus tersebut kini masih dalam penanganan Satreskrim Polres Pelabuhan Tanjungperak dan perkembangan hasil penyidikan akan disampaikan setelah proses pemeriksaan selesai dilakukan.

Dua Tersangka Curanmor Lintas Daerah Dibekuk, Polisi Sita Lima Sepeda Motor


Ponorogo, (Onenewsjatim)
– Aksi dua pelaku pencurian kendaraan bermotor (curanmor) lintas kota akhirnya terhenti di tangan Unit Reaksi Cepat (URC) Satreskrim Polres Ponorogo. 

Dua pelaku asal Brebes, Jawa Tengah, dibekuk usai beraksi di wilayah Kecamatan Slahung.

Dari pengungkapan kasus tersebut, Polisi berhasil mengamankan sedikitnya Lima unit sepeda motor hasil curian yang sebagian besar dijual secara online melalui sistem cash on delivery (COD) di wilayah Brebes.

Kasat Reskrim Polres Ponorogo, AKP Imam Mujali mengatakan, kasus itu terungkap setelah korban kehilangan sepeda motor Honda Beat saat diparkir di depan Bengkel Mitra Remaja Motor, Jalan Raya Ponorogo–Pacitan, Dukuh Karang, Desa Tugurejo, Kecamatan Slahung.

“Saat korban sedang beristirahat di dalam bengkel, tiba-tiba mendengar suara mesin motornya menyala. Ketika keluar, korban melihat motornya sudah dibawa kabur pelaku,” ujar AKP Imam Mujali, Senin (1/6/2026).

Korban sempat melakukan pengejaran dan berhasil menghentikan salah satu pelaku. Namun satu pelaku lainnya melarikan diri ke area semak-semak.

Berbekal laporan cepat warga dan hasil pengembangan Tim URC Satreskrim Polres Ponorogo, akhirnya berhasil menangkap pelaku lain berikut sejumlah barang bukti.

Kedua pelaku diketahui berinisial A.R.A (33) dan M.A (37). Meski berasal dari Brebes, Jawa Tengah, keduanya diketahui tinggal di wilayah Ponorogo dan Pacitan mengikuti domisili istrinya.

Hasil pemeriksaan mengungkap, komplotan ini telah beraksi di sedikitnya delapan tempat kejadian perkara (TKP) di wilayah Ponorogo sejak Januari hingga Mei 2026.

Rinciannya, lima kali beraksi di Kecamatan Slahung, serta masing-masing satu kali di Kecamatan Sambit, Balong, dan Jetis.

“Pelaku juga diduga terlibat kasus pencurian sepeda motor di wilayah Kebumen, Jawa Tengah,” imbuh AKP Imam Mujali.

Dalam menjalankan aksinya, pelaku berkeliling mencari sepeda motor yang diparkir di luar rumah maupun tempat terbuka dengan kondisi kunci masih menempel.

Setelah berhasil membawa kabur kendaraan, motor curian langsung dijual secara online dan transaksi dilakukan melalui sistem COD.

“Motor hasil curian rata-rata dijual sekitar Rp. 4 juta. Uangnya dibagi berdua dan digunakan untuk kebutuhan sehari-hari,” jelasnya.

Atas perbuatannya, kedua tersangka dijerat Pasal 363 ayat (1) huruf g KUHP tentang pencurian dengan pemberatan dengan ancaman hukuman maksimal tujuh tahun penjara.

Sementara itu, Kapolres Ponorogo AKBP Andin Wisnu Sudibyo mengimbau masyarakat agar lebih waspada dan tidak meninggalkan kendaraan dalam kondisi kunci masih menempel. 

“ Kepolisian telah menyediakan kontak 110, bagi warga yang membutuhkan bantuan. Bahkan tim URC satreskrim Polres Ponorogo siap melaksanakan tugasnya setiap saat, termasuk untuk kejahatan begal dan lain lain,” pungkas Kapolres AKBP Andin. (*)

Korban Disekap di Blora dan Hotel Semarang, Dua Pelaku Baru Berhasil Diamankan


Surabaya, (Onenewsjatim) –
Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polrestabes Surabaya kembali mengembangkan kasus dugaan penculikan, penyekapan, dan perampasan yang sebelumnya telah diungkap. 

Dari hasil penyidikan lanjutan, polisi berhasil mengamankan dua tersangka baru yang diduga berperan dalam menyembunyikan serta mengawasi korban selama masa penyekapan.

Kedua tersangka tersebut masing-masing berinisial A.J.S. (31) dan U.M.T.S. (38), warga Kecamatan Kedungtuban, Kabupaten Blora, Jawa Tengah.

Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Edy Herwiyanto, mengatakan penangkapan kedua tersangka merupakan hasil pengembangan dari kasus yang sebelumnya menjerat tersangka utama berinisial L.A. dan N.

“Pengungkapan ini merupakan pengembangan dari penyidikan yang telah kami lakukan sebelumnya. Dari hasil pemeriksaan dan alat bukti yang diperoleh, ditemukan keterlibatan dua tersangka baru yang membantu pelaku utama dalam menyembunyikan korban,” ujar AKBP Edy Herwiyanto kepada wartawan, Selasa (2/6/2026).

Menurut AKBP Edy, korban berinisial K.C., warga Tambaksari, Surabaya, sempat disekap di sebuah rumah kontrakan di wilayah Blora, Jawa Tengah. Selama berada di lokasi tersebut, korban tidak memiliki akses komunikasi dengan pihak luar dan aktivitasnya dibatasi secara ketat.

“Korban tidak diperbolehkan keluar rumah secara bebas. Bahkan pintu rumah kontrakan dalam kondisi terkunci dari luar sehingga korban tidak dapat meninggalkan lokasi,” jelasnya.

Polisi mengungkap, aksi penyekapan tersebut dilakukan atas arahan tersangka utama L.A. dengan melibatkan A.J.S. dan U.M.T.S. yang bertugas mengawasi korban serta memenuhi kebutuhan sehari-hari selama masa penyembunyian.

Selain itu, penyidik juga menemukan fakta bahwa kedua tersangka diduga ikut membantu menjalankan skenario yang dirancang oleh pelaku utama untuk menekan keluarga korban.

“Tidak hanya membantu menyembunyikan korban, keduanya juga diduga turut berperan dalam menjalankan skenario yang telah disusun pelaku utama untuk memperoleh keuntungan dari keluarga korban,” kata AKBP Edy.

Dalam skenario tersebut, L.A. berpura-pura menjadi penagih utang yang mengklaim anak korban memiliki kewajiban finansial yang harus segera dibayarkan. Modus itu digunakan untuk memberikan tekanan psikologis kepada keluarga korban agar menyerahkan sejumlah uang.

Polisi juga mengungkap bahwa korban sempat dipindahkan dan disekap di sebuah hotel di Kota Semarang sebagai bagian dari upaya memperkuat skenario yang telah dirancang.

“Korban sempat dibawa ke sebuah hotel di Semarang. Hal itu dilakukan untuk mendukung skenario yang telah disusun oleh para pelaku,” ungkap AKBP Edy.

Dalam proses penangkapan, penyidik mengamankan sejumlah barang bukti berupa perangkat komunikasi yang diduga digunakan para tersangka selama menjalankan aksinya. Barang bukti tersebut meliputi satu unit telepon seluler Realme C35 warna hijau metalik milik U.M.T.S. dan satu unit telepon seluler Infinix Smart 20 warna oranye milik A.J.S.

Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, kedua tersangka diketahui bekerja atas perintah L.A. yang diduga memiliki peran sentral sebagai pengendali sekaligus perancang utama rangkaian tindak pidana tersebut.

“Kami masih terus melakukan pendalaman terhadap kemungkinan keterlibatan pihak lain serta mengungkap seluruh rangkaian peristiwa secara utuh dan menyeluruh,” tegas AKBP Edy.

Saat ini kedua tersangka telah diamankan di Polrestabes Surabaya untuk menjalani proses hukum lebih lanjut. Penyidik juga terus mengembangkan kasus tersebut guna memastikan seluruh pihak yang terlibat dapat dimintai pertanggungjawaban sesuai ketentuan hukum yang berlaku. (Red)

01/06/2026

Tim SAR Temukan Korban Terseret Arus di Pantai Seruni Payangan Jember


Jember (Onenewsjatim)
– Tim SAR Gabungan berhasil menemukan satu dari dua korban yang terseret arus di Pantai Seruni Payangan, Desa Sumberejo, Kecamatan Ambulu, Kabupaten Jember, pada hari ketiga pelaksanaan operasi pencarian dan pertolongan, Senin (1/6/2026).

Korban yang ditemukan diketahui bernama Barokatul Hidayat (27), warga Dusun Karang Kebon, Desa Suci, Kecamatan Panti, Kabupaten Jember. Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada pukul 05.30 WIB.

Penemuan korban berawal dari laporan nelayan setempat yang melihat objek mencurigakan mengapung di sekitar perairan Payangan. Informasi tersebut segera ditindaklanjuti oleh Tim SAR Gabungan yang kemudian melakukan pengecekan dan proses evakuasi.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banyuwangi, I Made Oka Astawa, S.H., M.Si., mengatakan korban berhasil ditemukan sekitar 1,21 kilometer dari lokasi kejadian ke arah 161 derajat.

"Pada hari ketiga operasi, satu korban atas nama Barokatul Hidayat berhasil ditemukan dan dievakuasi setelah adanya informasi dari nelayan setempat yang melihat objek mencurigakan di sekitar perairan Payangan," ujar I Made Oka Astawa.

Setelah berhasil dievakuasi, jenazah korban selanjutnya diserahkan kepada pihak keluarga untuk proses pemulasaraan dan pemakaman.

I Made Oka Astawa juga menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban atas musibah yang terjadi. Menurutnya, seluruh unsur SAR akan terus mengoptimalkan upaya pencarian terhadap satu korban lainnya yang hingga kini masih belum ditemukan.

"Kami menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada keluarga korban atas musibah ini. Saat ini pencarian terhadap satu korban lainnya atas nama Rifki masih terus dilanjutkan dengan mengoptimalkan seluruh sumber daya yang ada," katanya.

Hingga saat ini, Tim SAR Gabungan masih melaksanakan pencarian terhadap korban kedua dengan memperhatikan kondisi cuaca dan keselamatan personel yang bertugas di lapangan.

Operasi pencarian didukung berbagai peralatan, di antaranya perahu karet, perlengkapan water rescue, peralatan medis, alat komunikasi, serta armada pendukung lainnya untuk memperluas area pencarian.

Adapun unsur yang terlibat dalam operasi SAR gabungan meliputi Pos SAR Jember, BPBD Kabupaten Jember, Polsek Ambulu, Koramil Ambulu, Polairud Polres Jember, Pos TNI AL Puger, SAR Rimba Laut Payangan, Destana Panti, Baret Rescue, Siluman Rescue, Senkom Jember, serta masyarakat sekitar.


© Copyright 2024 Onenewsjatim | All Right Reserved