-->

19/10/2026

TNI dan Warga Kompak Bangun Jembatan Garuda Tahap VII di Wonokerto Lumajang


Lumajang, (Onenewsjatim)
- Pemandangan penuh kebersamaan terlihat di lokasi pembangunan Jembatan Garuda Tahap VII di Dusun Wonoasih, Desa Wonokerto, Kecamatan Gucialit, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Senin (19/10/2026).

Personel TNI bersama warga setempat bahu-membahu mempercepat pembangunan jembatan yang menjadi urat nadi konektivitas antar dusun tersebut. Pembangunan infrastruktur ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan konektivitas wilayah sekaligus mendukung kelancaran aktivitas dan perekonomian masyarakat.

Danramil 0821/04 Gucialit Kapten Czi Heri Cahyono mengatakan, kekompakan TNI dan warga menjadi modal utama dalam pembangunan ini. Tanpa adanya kebersamaan, pembangunan jembatan yang berada di medan cukup menantang tersebut akan sulit terselesaikan.

"Hari ini kita lanjutkan pembangunan Jembatan Garuda Tahap VII. Alhamdulillah, kebersamaan TNI dan warga sangat luar biasa. Semua bekerja dengan ikhlas dan semangat gotong royong," ujar Kapten Czi Heri Cahyono.

Ia menjelaskan, Jembatan Garuda nantinya akan sangat membantu aktivitas warga, terutama petani dalam mengangkut hasil bumi serta anak-anak sekolah yang setiap hari melintasi jalur tersebut.

"Jembatan ini adalah harapan warga. Jika sudah jadi, akses akan jauh lebih aman dan lancar, tidak lagi khawatir saat musim hujan. Inilah wujud nyata TNI hadir untuk rakyat," tegasnya.

Sementara itu, salah satu warga Dusun Wonoasih mengaku senang dan berterima kasih atas bantuan TNI. Menurutnya, kehadiran TNI tidak hanya membantu tenaga, tetapi juga membangkitkan kembali semangat gotong royong yang mulai luntur.

Pembangunan Jembatan Garuda Tahap VII terus dikebut dan ditargetkan segera rampung agar manfaatnya bisa segera dirasakan oleh seluruh warga Desa Wonokerto.(Pendim0821)

Dari Kerja Bakti untuk Desa, Babinsa Bodang Dukung Pembangunan Jalan Rabat Beton


Lumajang, (Onenewsjatim)-
Wujud kepedulian terhadap pembangunan infrastruktur desa ditunjukkan Babinsa Bodang Koramil 0821-20/Padang, Kopka Suparjo, dengan membantu warga melaksanakan kerja bakti pembangunan jalan rabat beton di Dusun Belimbing RT 004 RW 006, Desa Bodang, Kecamatan Padang, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Minggu (18/10/2026).

Kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk nyata keterlibatan Babinsa dalam mendukung pembangunan di wilayah binaan sekaligus memperkuat semangat gotong royong masyarakat. Melalui kerja bersama, proses pembangunan jalan diharapkan dapat berjalan dengan baik dan memberikan manfaat bagi kelancaran aktivitas warga sehari-hari.

Dalam kegiatan itu, Kopka Suparjo turut membantu warga di lokasi pembangunan, menyampaikan kehadirannya tidak hanya menjadi bentuk dukungan terhadap pengerjaan infrastruktur desa, tetapi juga mempererat hubungan antara TNI dan masyarakat melalui kebersamaan dalam kegiatan yang menyentuh kebutuhan lingkungan.

"Keikutsertaan kami dalam kerja bakti merupakan bagian dari tugas Babinsa untuk senantiasa hadir di tengah masyarakat, membantu mengatasi kesulitan warga, serta mendukung kegiatan pembangunan yang bermanfaat bagi kepentingan bersama," kata dia.

Menurutnya, semangat gotong royong perlu terus dipelihara karena menjadi kekuatan masyarakat dalam mewujudkan lingkungan desa yang lebih baik. Sinergi antara warga, perangkat desa, dan Babinsa juga diharapkan mampu menumbuhkan rasa memiliki serta kepedulian terhadap fasilitas umum yang dibangun.

Sementara itu, Kepala Dusun Belimbing, Munaji, menyampaikan bahwa pembangunan jalan rabat beton merupakan bagian penting dalam meningkatkan kenyamanan akses masyarakat. Menurutnya, keterlibatan warga melalui kerja bakti menjadi modal penting agar pembangunan dapat terlaksana dengan semangat kebersamaan.

“Kerja bakti ini menjadi wujud kepedulian bersama terhadap kondisi lingkungan. Dengan saling membantu dan bergotong royong, kami berharap pembangunan jalan rabat beton ini dapat memberikan manfaat bagi masyarakat dalam menunjang aktivitas sehari-hari,” pungkasnya.

Melalui kegiatan tersebut, pembangunan jalan rabat beton di Dusun Belimbing diharapkan dapat mendukung mobilitas warga sekaligus memperkuat budaya gotong royong sebagai bagian dari kehidupan bermasyarakat. Kehadiran Babinsa di tengah kegiatan pembangunan menjadi wujud kemanunggalan TNI dengan rakyat dalam mendukung kemajuan desa. (Pendim0821)

Antrean BBM Berdampak pada ASN, Pemkab Jember Terapkan WFH 16 dan 19 Oktober


Jember, (DOC) –
Antrean bahan bakar minyak (BBM) di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Kabupaten Jember, Jawa Timur, berdampak pada kebijakan kerja aparatur sipil negara (ASN). Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember kembali memberlakukan kebijakan bekerja dari rumah atau work from home (WFH) selama dua hari, yakni Jumat (16/10/2026) dan Senin (19/10/2026).

Kebijakan tersebut diambil menyusul distribusi BBM di wilayah Jember yang belum kembali normal. Namun, penerapannya hanya berlaku bagi ASN yang bertugas di perangkat daerah yang tidak berkaitan langsung dengan pelayanan publik.

Penjabat Sekretaris Daerah (Pj Sekda) Jember, Achmad Imam Fauzi, mengatakan kebijakan itu merupakan langkah pemerintah daerah untuk menyikapi kondisi distribusi BBM yang masih terganggu.

"Dalam rangka menyikapi belum normalnya distribusi BBM di Jember maka kembali diterapkan WFH untuk ASN yang bekerja di perangkat daerah tidak bersentuhan langsung di pelayanan publik," kata Achmad Imam Fauzi, Senin (19/10/2026).

Ketentuan tersebut dituangkan dalam surat edaran tentang Transformasi Budaya Kerja ASN Pemerintah Kabupaten Jember yang ditandatangani oleh Pj Sekda Jember.

Meski demikian, Pemkab Jember tidak menerapkan WFH kepada seluruh pegawai. ASN yang bertugas pada unit kerja dengan fungsi pelayanan langsung kepada masyarakat tetap diwajibkan masuk kantor seperti biasa.

Unit kerja yang dikecualikan dari kebijakan tersebut meliputi satuan pendidikan di bawah naungan Pemkab Jember, layanan kedaruratan dan kesiapsiagaan bencana, serta layanan ketenteraman, ketertiban umum, dan perlindungan masyarakat.

Selain itu, pegawai pada layanan kebersihan dan persampahan, administrasi kependudukan dan pencatatan sipil, perizinan dan pelayanan terpadu satu pintu (PTSP), serta fasilitas kesehatan juga tetap menjalankan tugas di tempat kerja.

Layanan kesehatan yang dimaksud mencakup rumah sakit daerah, puskesmas, laboratorium kesehatan, dan unit kesehatan lainnya.

Kinerja ASN WFH Tetap Dipantau

Achmad Imam Fauzi menegaskan, penerapan WFH tidak boleh mengganggu jalannya pemerintahan maupun pelayanan kepada masyarakat. Efektivitas, produktivitas, dan akuntabilitas kerja tetap menjadi perhatian selama kebijakan tersebut berlangsung.

Untuk memastikan tanggung jawab pegawai tetap berjalan, setiap atasan perangkat daerah diwajibkan memberikan penugasan sekaligus memantau kinerja ASN yang bekerja dari rumah.

Pemantauan dilakukan melalui laporan aktivitas harian pada aplikasi Prestasi. Atasan langsung juga bertanggung jawab mengevaluasi hasil pekerjaan pegawai selama menjalankan WFH.

ASN yang bekerja dari rumah wajib menyampaikan laporan kegiatan harian dan hasil pekerjaannya kepada atasan masing-masing. Mereka juga harus memastikan alat komunikasi tetap aktif agar dapat dihubungi sewaktu-waktu.

Selain itu, fitur layanan lokasi pada perangkat komunikasi diwajibkan tetap aktif untuk mendukung pemantauan keberadaan pegawai. ASN juga harus bersedia datang ke kantor apabila sewaktu-waktu dibutuhkan atau mendapat penugasan dari pimpinan.

Pemkab Jember turut menegaskan adanya konsekuensi bagi pegawai yang tidak mematuhi ketentuan tersebut.

ASN yang seharusnya bekerja dari rumah tetapi tidak berada di rumah, tidak melaporkan aktivitas kepada atasan, atau tidak menunjukkan kinerja sesuai tugasnya dapat dikenai sanksi berdasarkan peraturan yang berlaku.

Tragis! Pelajar di Lumajang Tewas Tenggelam Saat Memancing di Ranu Bedali

Foto ilustrasi

Lumajang, (Onenewsjatim)
– Seorang pelajar bernama Rendy Adi Pratama meninggal dunia setelah tenggelam di Danau Ranu Bedali, Desa Ranubedali, Kecamatan Ranuyoso, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Senin (19/10/2026).

Korban yang merupakan warga Dusun Kebonan, Desa Ranuyoso, itu dilaporkan tenggelam saat memancing bersama sejumlah temannya. Dugaan sementara, korban tidak bisa berenang ketika tercebur ke bagian danau yang cukup dalam.

Peristiwa tersebut sempat mengundang perhatian warga sekitar. Bahkan, proses evakuasi korban menggunakan rakit terekam dalam video amatir yang kemudian beredar di media sosial.

Sugito, salah seorang warga yang berada di lokasi, mengatakan kejadian itu berlangsung sebelum waktu salat Zuhur. Warga yang mengetahui insiden tersebut langsung berupaya memberikan pertolongan.

“Ketika diangkat ke atas rakit, kondisi korban sudah sangat lemas. Mungkin terlalu lama tenggelam,” kata Sugito saat menceritakan kejadian tersebut.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, insiden bermula ketika korban bersama teman-temannya menghabiskan waktu dengan memancing di kawasan danau. Namun, kegiatan tersebut berubah menjadi kepanikan setelah korban tiba-tiba tercebur ke dalam air.

Warga yang mengetahui kejadian itu bergegas menuju lokasi korban untuk melakukan penyelamatan. Pertolongan darurat sempat diberikan setelah korban berhasil diangkat ke atas rakit.

Namun, upaya tersebut tidak berhasil menyelamatkan nyawa korban. Pelajar itu dinyatakan meninggal dunia sebelum mendapatkan perawatan medis.

Sementara itu, Kapolsek Ranuyoso AKP Sajito belum memberikan keterangan terperinci mengenai kronologi kejadian maupun penyebab pasti korban terjatuh ke danau.

Saat dikonfirmasi, Sajito mengatakan anggotanya masih berada dalam suasana takziah sehingga belum memperoleh laporan lengkap mengenai peristiwa tersebut.

“Anggota masih takziah, jadi belum ada laporan. Saya masih zoom ini,” ujarnya singkat.

Hingga berita ini ditulis, kronologi lengkap kejadian tersebut masih menunggu keterangan resmi dari pihak kepolisian.

Antre Solar Berjam-jam, Sopir Truk Tebu Lumajang Kehilangan Pendapatan Rp 600 Ribu


Lumajang, (Onenewsjatim)
– Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) jenis solar bersubsidi di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, mulai berdampak pada aktivitas pengangkutan tebu. 

Sejumlah sopir truk terpaksa mengantre berjam-jam, bahkan berkeliling ke beberapa stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) untuk mendapatkan solar.

Antrean tersebut bahkan sempat meluber ke tepi jalan dan menyebabkan arus lalu lintas terganggu sekitar satu jam sebelumnya.

Ahmad, salah seorang sopir truk pengangkut tebu asal Desa Bodang, Kecamatan Padang, mengatakan antrean panjang untuk mendapatkan solar telah berlangsung selama dua hari terakhir.

Menurut dia, kondisi di SPBU Sukodono saat itu memang mulai membaik dibandingkan sebelumnya. Namun, antrean kendaraan masih cukup panjang dan waktu tunggu pengisian belum dapat dipastikan.

"Saya sudah antre lebih dari satu jam, tetapi truk baru masuk di pinggir halaman SPBU. Masih harus menunggu giliran untuk mengisi solar," kata Ahmad.

Ia mengaku telah mendatangi tujuh SPBU di sejumlah wilayah Lumajang, mulai dari Kecamatan Tempursari hingga Jatiroto. Namun, upaya tersebut belum membuahkan hasil karena solar tidak tersedia di beberapa SPBU yang didatanginya.

SPBU Sukodono akhirnya menjadi lokasi ketujuh yang didatangi Ahmad sebelum mendapatkan kesempatan mengisi BBM bersubsidi tersebut.

"Antrean panjang seperti ini sudah terjadi selama dua hari. Di beberapa SPBU lain, stok solar tidak ada. Ini SPBU ketujuh yang saya datangi, jadi meskipun harus menunggu lama, tetap saya tunggu," ujarnya.

Kelangkaan solar tidak hanya menyita waktu para sopir, tetapi juga menghambat distribusi tebu menuju pabrik gula di Malang.

Ahmad menjelaskan, keterlambatan memperoleh bahan bakar membuat truk tidak bisa beroperasi sesuai jadwal. Akibatnya, pengiriman tebu yang biasanya dilakukan setiap hari menjadi tertunda.

Ia biasanya mengangkut satu rit tebu ke Malang dalam sehari. Namun, selama mengalami kesulitan mendapatkan solar, jadwal pengiriman menjadi berantakan.

"Biasanya sehari bisa satu rit. Kalau bisa mengisi solar sekitar pukul 12.00 WIB, pengiriman masih bisa dilakukan. Kalau antreannya sampai seperti ini, kemungkinan besok tidak bisa mengirim tebu," tuturnya.

Ahmad mengatakan, dalam tiga hari terakhir, truk yang dikemudikannya hanya mampu melakukan satu kali pengiriman. Padahal, dalam kondisi normal, ia dapat mengangkut tebu setiap hari.

Kondisi tersebut membuat pendapatannya sebagai sopir ikut berkurang. Ia menyebut ongkos yang diterimanya untuk satu kali pengiriman tebu mencapai Rp 300.000.

Karena dua rit pengiriman tidak terlaksana, Ahmad memperkirakan kehilangan pendapatan sekitar Rp 600.000.

"Karena kehilangan dua rit, pendapatan saya berkurang sekitar Rp 600.000," katanya.

Dampak keterlambatan pengiriman juga dirasakan pemilik usaha atau juragan tebu. Menurut Ahmad, nilai kerugian yang ditanggung pemilik usaha jauh lebih besar dibandingkan pendapatan sopir yang hilang.

Setiap satu rit pengiriman tebu ke Malang, nilai uang yang berkaitan dengan hasil pengiriman tersebut diperkirakan mencapai Rp 6 juta hingga Rp 7 juta.

Ketika pengiriman tertunda, tebu tidak segera masuk ke pabrik sehingga proses pembayaran kepada pemilik usaha ikut terhambat.

"Uangnya bisa sekitar Rp 6 juta sampai Rp 7 juta per rit. Itu untuk petani atau juragan tebu," Pungkas Ahmad. (mam) 


HUT Humas Polri ke-75, Polres Lumajang Bantu Warga Gucialit yang Terdampak Kekeringan


Lumajang, (Onenewsjatim)
– Polres Lumajang, Jawa Timur, menyalurkan bantuan 1.200 liter air bersih kepada warga terdampak kekeringan di Desa Gucialit, Kecamatan Gucialit, Kabupaten Lumajang, Senin (19/10/2026).

Kegiatan sosial tersebut digelar dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) Humas Polri ke-75 tahun 2026. 

Bantuan ini diberikan untuk membantu memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat yang mengalami kesulitan akibat musim kemarau.

Dalam kegiatan tersebut, personel Humas Polres Lumajang bersama Satuan Samapta membawa satu tandon berisi 1.200 liter air bersih menggunakan mobil patroli menuju lokasi penyaluran.

Setibanya di lokasi, petugas membantu mendistribusikan air kepada warga dengan menggunakan pipa untuk mengalirkan air ke ember dan jeriken yang telah disiapkan masyarakat.

Kapolres Lumajang AKBP Riki Yariandi melalui Kasubsi PIDM Sihumas Polres Lumajang Ipda Suprapto mengatakan, bantuan air bersih tersebut merupakan bentuk kepedulian Polri terhadap masyarakat yang mengalami kesulitan mendapatkan air bersih.

“Penyaluran bantuan air bersih ini merupakan bentuk kepedulian Polri terhadap masyarakat yang sedang kesulitan akibat musim kemarau,” kata Ipda Suprapto.

Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya bertujuan meringankan beban masyarakat dalam memenuhi kebutuhan air bersih, tetapi juga mempererat hubungan antara kepolisian dan warga.

Ia berharap bantuan yang disalurkan dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, terutama untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari di tengah kondisi kekeringan.

“Kami berharap bantuan ini bisa bermanfaat untuk mengurangi kesulitan warga dalam memenuhi kebutuhan air bersih,” ujarnya.

Penyaluran bantuan tersebut disambut antusias oleh warga Desa Gucialit. Sejumlah warga terlihat mendatangi lokasi dengan membawa ember dan jeriken untuk mendapatkan air bersih yang dibagikan petugas.

Bagi masyarakat yang terdampak kekeringan, bantuan tersebut menjadi salah satu upaya untuk membantu memenuhi kebutuhan air bersih di tengah terbatasnya ketersediaan air.

Salah seorang warga setempat, Ismawati, mengaku senang dan berterima kasih atas bantuan yang diberikan Polres Lumajang.

Ia menilai bantuan air bersih tersebut sangat berarti bagi warga yang sedang mengalami kesulitan mendapatkan air untuk kebutuhan sehari-hari.

“Terima kasih atas kepedulian Polres Lumajang terhadap warga Desa Gucialit yang mengalami kekeringan,” ujar Ismawati. (Mam)

Tiga Bulan Krisis Air, Warga Gucialit Lumajang Andalkan Bantuan Tangki


Lumajang, (Onenewsjatim)
— Warga Desa Gucialit, Kecamatan Gucialit, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, berbondong-bondong mendatangi lokasi penyaluran bantuan air bersih dengan membawa jeriken dan galon. 

Bantuan tersebut menjadi andalan warga untuk memenuhi kebutuhan air sehari-hari di tengah krisis air bersih yang telah berlangsung selama tiga bulan terakhir.

Pantauan d-onenews, di lokasi penyaluran, warga mengantre untuk mendapatkan air bersih yang dialirkan melalui pipa dari mobil polisi yang membawa tandon berkapasitas 1.200 liter. Air kemudian ditampung ke dalam jeriken dan galon milik warga untuk dibawa pulang.

Bantuan air bersih itu disambut antusias oleh warga. Pasalnya, pasokan yang datang hanya satu atau dua kali dalam sepekan, bahkan terkadang warga harus menunggu hampir satu minggu untuk mendapatkan bantuan.

Dalam waktu kurang dari satu jam, air bersih yang disalurkan pun habis.

Salah seorang warga Desa Gucialit, Isma, mengatakan, selama krisis air bersih, warga mengandalkan bantuan dari pemerintah desa dan Pemerintah Kabupaten Lumajang. Bantuan dari kepolisian juga membantu warga memenuhi kebutuhan air di tengah musim kemarau.

“Untuk beberapa hari ini, bantuan air bersih datang seminggu dua kali atau seminggu sekali,” ujar Isma.

Menurut Isma, air bersih yang diperoleh dari bantuan digunakan untuk kebutuhan pokok, seperti minum, memasak, dan mencuci piring.

Sementara itu, untuk kebutuhan mandi dan mencuci pakaian, warga harus mencari sumber air lain karena persediaan air bersih di desa mereka terbatas.

Isma menuturkan, warga terkadang harus pergi ke wilayah lain untuk mendapatkan air. Salah satu lokasi yang dituju adalah Desa Pakel, yang masih memiliki sumber air mengalir.

Jarak dari Desa Gucialit ke Desa Pakel sekitar dua kilometer. Untuk mengambil air, Isma menggunakan sepeda motor dengan membawa tiga hingga empat jeriken dalam sekali perjalanan.

“Kalau tidak ada air bersih, kami mencari air ke Desa Pakel. Di sana masih ada air dari sumber yang mengalir,” kata Isma.

Tak hanya mengambil air dari desa tetangga, warga juga harus menempuh perjalanan sekitar lima kilometer untuk mandi dan mencuci pakaian.

Kondisi tersebut membuat warga harus mengeluarkan tenaga dan waktu lebih banyak demi memenuhi kebutuhan dasar sehari-hari.

Selain itu, ketika bantuan tidak kunjung datang, warga terpaksa membeli air bersih dari tangki air. Pengeluaran tambahan ini menjadi beban tersendiri bagi masyarakat yang tengah menghadapi keterbatasan pasokan air.

Meski demikian, Isma mengaku bersyukur atas bantuan air bersih yang disalurkan oleh Polres Lumajang.

“Alhamdulillah, kami sangat terbantu dengan adanya bantuan air bersih dari polisi,” tuturnya.

Kasi Humas Polres Lumajang, Ipda Suprapto, mengatakan, penyaluran bantuan air bersih tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat yang mengalami kesulitan mendapatkan air selama musim kemarau.

Menurut dia, bantuan tersebut ditujukan untuk membantu memenuhi kebutuhan air bersih warga, terutama untuk keperluan sehari-hari.

“Kami berharap bantuan ini bisa bermanfaat untuk mengurangi kesulitan warga dalam memenuhi kebutuhan air bersih,” pungkasnya. (mam)


Kapolres Lumajang Cek Stok BBM di SPBU Sukodono, Pastikan Pasokan Tetap Aman


Lumajang, (Onenewsjatim)
– Kapolres Lumajang AKBP Riki Yariandi, S.H., S.I.K., M.H., mengecek langsung ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) di SPBU Jalan Soekarno Hatta, Desa Sukodono, Kecamatan Sukodono, Kabupaten Lumajang, Senin (19/10/2026).

Pengecekan tersebut dilakukan untuk memastikan ketersediaan stok BBM sekaligus memantau kelancaran distribusi kepada masyarakat di tengah adanya keterlambatan pengiriman dari sejumlah jalur distribusi.

Dalam peninjauan itu, AKBP Riki memeriksa ketersediaan beberapa jenis BBM, di antaranya Pertalite, Solar, dan Pertamax. Ia juga memantau situasi pelayanan di SPBU untuk memastikan aktivitas pengisian bahan bakar berlangsung tertib.

Berdasarkan hasil pemantauan, stok BBM di sejumlah SPBU di Kabupaten Lumajang masih tersedia. 

Meski demikian, terdapat kendala distribusi, terutama keterlambatan pengiriman dari kapal tanker yang bersandar di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya.

Selain itu, sejumlah truk tangki pengangkut BBM dilaporkan mengalami kerusakan dan masih dalam proses perbaikan.

“Pengecekan ini kami lakukan untuk memastikan pasokan BBM di Kabupaten Lumajang dalam kondisi aman dan tercukupi. Kami juga ingin memastikan proses distribusi dari depot hingga ke masyarakat berjalan lancar tanpa kendala,” ujar AKBP Riki.

Ia mengatakan, meskipun terdapat hambatan dalam pengiriman, situasi di SPBU terpantau relatif kondusif. Aktivitas pengisian BBM berlangsung tertib dengan dukungan pengamanan dan pemantauan dari jajaran Polres Lumajang serta polsek setempat.

Kehadiran personel kepolisian di lapangan juga bertujuan mengantisipasi potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), sekaligus memberikan imbauan kepada masyarakat agar tetap tertib saat mengantre.

Menurut AKBP Riki, koordinasi dan pemantauan akan terus dilakukan untuk menjaga situasi tetap kondusif serta mendukung kelancaran distribusi BBM di wilayah Kabupaten Lumajang.

“Insyaallah, ke depan pasokan BBM tetap bisa terkendali dan tersalurkan dengan baik. Kami akan terus melakukan pemantauan untuk memastikan situasi di SPBU aman dan pelayanan kepada masyarakat berjalan lancar,” katanya. 

Di sela-sela kegiatan, AKBP Riki juga berinteraksi dengan pengelola SPBU. Ia mengingatkan agar pengelola menjalankan penjualan BBM secara transparan dan mematuhi ketentuan yang berlaku.

Ia berharap pengelola SPBU dapat menjaga kualitas pelayanan serta memastikan penyaluran BBM berjalan sesuai regulasi sehingga kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi.

Melalui pengecekan tersebut, Polres Lumajang berupaya memastikan situasi di SPBU tetap aman dan tertib, sekaligus mengantisipasi potensi gangguan kamtibmas yang dapat muncul akibat kendala distribusi BBM. (Imam) 


18/10/2026

Babinsa dan Bhabinkamtibmas Kebonsari Hadiri Pengajian Ahad Pon di Sumbersuko


Lumajang, (Onenewsjatim)-
Upaya mempererat silaturahmi dan menjaga keharmonisan di tengah masyarakat terus dilakukan melalui pendekatan humanis aparat kewilayahan. 

Hal tersebut terlihat saat Babinsa Kebonsari Koramil 0821-19/Sumbersuko, Serda Agus Waskito, bersama Bhabinkamtibmas Kebonsari, Aiptu Mujiono, menghadiri pengajian rutin Ahad Pon yang berlangsung di Kantor Kepala Desa Kebonsari, Kecamatan Sumbersuko, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Minggu (18/10/2026).

Kehadiran kedua aparat tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kedekatan dengan masyarakat sekaligus mendukung terciptanya suasana lingkungan yang aman, damai, dan harmonis. 

Pengajian rutin tidak hanya menjadi sarana meningkatkan keimanan dan ketakwaan, tetapi juga menjadi ruang silaturahmi untuk mempererat persaudaraan serta membangun kepedulian sosial antarwarga.

Serda Agus Waskito mengatakan bahwa kehadiran Babinsa dalam kegiatan keagamaan masyarakat merupakan salah satu bentuk pembinaan teritorial untuk menjaga hubungan baik antara TNI dan warga binaan.

“Melalui kegiatan seperti ini, kami dapat menjalin silaturahmi secara langsung dengan masyarakat sekaligus memperkuat kebersamaan. Kami berharap kegiatan keagamaan yang rutin dilaksanakan dapat terus menjadi sarana mempererat persaudaraan, menjaga kerukunan, dan menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan sekitar,” kata dia.

Menurutnya, kedekatan antara aparat kewilayahan dan masyarakat menjadi salah satu unsur penting dalam menciptakan lingkungan yang kondusif. Dengan komunikasi yang terjalin baik, berbagai persoalan di lingkungan dapat dibicarakan dan diselesaikan melalui musyawarah serta semangat kebersamaan.

Sementara itu, Aiptu Mujiono menyampaikan bahwa kegiatan keagamaan seperti pengajian Ahad Pon memiliki peran penting dalam memperkuat hubungan sosial dan menumbuhkan nilai-nilai positif di tengah masyarakat.

“Kami berharap kegiatan pengajian rutin ini dapat terus menjadi wadah untuk mempererat silaturahmi, menjaga kerukunan antarwarga, serta menumbuhkan kesadaran bersama dalam memelihara keamanan dan ketertiban lingkungan. Dengan kebersamaan dan komunikasi yang baik, suasana desa yang aman dan nyaman dapat terus terjaga,” ungkapnya.

Melalui kehadiran dalam kegiatan tersebut, Babinsa dan Bhabinkamtibmas menunjukkan sinergi dalam mendampingi masyarakat, tidak hanya melalui aspek keamanan dan ketertiban, tetapi juga dengan mendukung kegiatan sosial serta keagamaan yang berkembang di wilayah binaan.

Kebersamaan yang dilakukan diharapkan semakin memperkuat hubungan antara aparat dan masyarakat, sehingga tercipta lingkungan yang rukun, harmonis, serta memiliki semangat gotong royong dalam menjaga ketenteraman desa. (Pendim0821)

TNI dan Warga Gotong Royong Bangun Jembatan Garuda Tahap VII di Lumajang


Lumajang, (Onenewsjatim)
– Semangat gotong royong dan kebersamaan antara TNI dan warga mewarnai pembangunan Jembatan Garuda Tahap VII yang berlokasi di Dusun Wonoasih, Desa Wonokerto, Kecamatan Gucialit, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Minggu (18/10/2026).

Pembangunan infrastruktur jembatan tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan konektivitas wilayah sekaligus mendukung kelancaran aktivitas dan perekonomian masyarakat setempat. Jembatan Garuda diharapkan menjadi akses vital yang mempermudah mobilitas warga, khususnya dalam mengangkut hasil pertanian dan aktivitas sehari-hari.

Pasiter Kodim 0821/Lumajang Kapten Inf Ahmad Ely Supriyadi yang turut memantau langsung di lokasi mengatakan, pembangunan Jembatan Garuda Tahap VII ini merupakan wujud nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat.

"Pembangunan Jembatan Garuda ini bukan hanya sekedar membangun fisik jembatan, tetapi juga membangun kebersamaan dan semangat gotong royong. Kami bersama warga saling bahu-membahu agar pembangunan ini cepat selesai dan segera dapat dimanfaatkan oleh masyarakat," ujar Kapten Inf Ahmad Ely Supriyadi.

Menurutnya, keterlibatan aktif warga Dusun Wonoasih sangat membantu mempercepat proses pembangunan. Sinergi antara personel TNI dan masyarakat terlihat kompak mulai dari pengangkutan material, pengecoran, hingga perakitan konstruksi jembatan.

"Kami sangat mengapresiasi antusiasme warga Desa Wonokerto. Dengan kebersamaan ini, pekerjaan yang berat menjadi ringan. Ini adalah cerminan bahwa TNI selalu hadir dan menjadi bagian dari solusi untuk rakyat," tambahnya.

Sementara itu, warga setempat menyambut baik pembangunan jembatan tersebut. Mereka berharap dengan adanya Jembatan Garuda, akses jalan yang sebelumnya sulit dilalui, terutama saat musim hujan, kini menjadi lebih aman dan lancar.

Pembangunan Jembatan Garuda Tahap VII ini ditargetkan selesai tepat waktu agar segera dapat memberikan manfaat nyata bagi peningkatan kesejahteraan warga di Kecamatan Gucialit dan sekitarnya.(Pendim0821)

Razia Dua Tempat Hiburan Malam di Lumajang, Polisi Temukan 5 Klip Diduga Sabu



Lumajang, (Onenewsjatim)
– Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Lumajang bersama tim gabungan menemukan lima klip plastik yang diduga berisi narkotika jenis sabu dan sebuah alat pengisap sabu atau bong saat menggelar razia di dua tempat hiburan malam di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Sabtu (17/10/2026) malam.

Barang tersebut ditemukan di salah satu ruangan karaoke yang kosong di Cleo Cafe, Jalan Lintas Timur (JLT), Desa Selokgondang, Kecamatan Sukodono.

Sebelum melakukan penyisiran di lokasi tersebut, petugas terlebih dahulu mendatangi Enjoy Cafe di Kelurahan Rogotrunan, Kecamatan Lumajang. Petugas memeriksa pengunjung yang sedang berkaraoke dan melakukan tes urine terhadap delapan orang.

Hasil pemeriksaan menunjukkan seluruh pengunjung yang menjalani tes urine di lokasi pertama tersebut negatif narkoba.

Operasi kemudian dilanjutkan ke Cleo Cafe. Di tempat ini, petugas melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah ruangan karaoke dan tes urine terhadap tiga pengunjung. Hasilnya, ketiganya juga dinyatakan negatif.

Namun, saat menyisir salah satu ruangan yang kosong dan tidak digunakan, petugas menemukan lima klip plastik transparan yang diduga berisi sabu beserta sebuah bong.

Kasat Narkoba Polres Lumajang Iptu Dwi Sugiyanto mengatakan, razia tersebut melibatkan personel Satresnarkoba, Satuan Samapta Polres Lumajang, TNI, dan Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Lumajang.

“Operasi gabungan kami laksanakan di dua titik. Setelah dilakukan pemeriksaan dan tes urine, hasilnya negatif,” kata Dwi Sugiyanto.

Terkait temuan di Cleo Cafe, Dwi mengatakan, pihak pengelola yang dimintai keterangan mengaku tidak mengetahui asal-usul barang tersebut.

Menurut dia, lima klip yang diduga berisi sabu itu kemungkinan merupakan barang lama yang ditinggalkan pengunjung sebelumnya.

“Di room yang kosong dan tidak terpakai ditemukan ada lima klip yang diduga sabu dan satu alat pengisap sabu atau bong,” ujarnya.

Meski demikian, polisi masih berupaya menelusuri asal-usul barang tersebut. Temuan itu menjadi bagian dari upaya petugas untuk mengantisipasi penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika di tempat hiburan malam.

Dwi menegaskan, razia di sejumlah lokasi hiburan malam merupakan bagian dari langkah pencegahan dan pemberantasan narkoba di wilayah Kabupaten Lumajang.

Menurut dia, kegiatan serupa akan terus dilakukan sebagai tindak lanjut arahan pimpinan untuk mewujudkan lingkungan yang bebas dari narkoba.

“Kami berkomitmen memperkuat upaya pencegahan dan pemberantasan narkoba di Lumajang. Razia ini merupakan salah satu langkah untuk mencegah penyalahgunaan narkotika,” pungkasnya. (Imam) 

17/10/2026

Polisi Masih Usut Karhutla Gunung Bromo yang Tewaskan 4 Orang, Belum Ada Tersangka


Probolinggo, (Onenewsjatim)
– Penanganan kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Bromo, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, masih terus bergulir.

Polres Probolinggo bersama Polda Jawa Timur hingga kini masih melakukan penyelidikan mendalam untuk mengusut peristiwa yang merenggut empat korban jiwa dan menyebabkan dua orang lainnya mengalami luka bakar tersebut. 

Kapolres Probolinggo AKBP Asmida Rizky Siregar menegaskan bahwa pihaknya belum menetapkan tersangka dalam insiden ini. 

Penyidik masih mengumpulkan keterangan dari berbagai saksi serta menelusuri penyebab pasti kebakaran guna memastikan ada atau tidaknya unsur pidana.

"Kami mohon waktu untuk melakukan penyelidikan sebaik-baiknya," kata Asmida saat memberikan keterangan kepada wartawan di Probolinggo, Sabtu (17/10/2026).

Asmida menyampaikan bahwa kepolisian memahami betul harapan pihak keluarga korban yang menginginkan kepastian dan kejelasan hukum atas musibah tersebut. 

Namun, ia menekankan pentingnya ketelitian dalam proses penegakan hukum agar perkara memiliki dasar yang kuat.

Oleh karena itu, polisi meminta keluarga korban dan masyarakat untuk memberikan waktu kepada penyidik dalam menuntaskan pengumpulan bukti serta fakta di lapangan.

Mengenai potensi penetapan tersangka, Asmida menyatakan pihaknya belum dapat memastikan siapa sosok yang harus bertanggung jawab secara hukum atas kebakaran tersebut.

"Kita lihat nanti seperti apa arahnya. Kita akan terus bekerja sama dengan pihak Polda Jatim," ujar Asmida. 

Menurut Asmida, koordinasi intensif dengan Polda Jawa Timur menjadi langkah penting dalam mendalami seluruh temuan di lokasi kejadian. 

Hasil pemeriksaan saksi dan bukti fisik nantinya akan menjadi pertimbangan utama untuk menentukan langkah hukum selanjutnya.

Sementara itu, dua korban yang mengalami luka bakar parah saat ini masih menjalani perawatan intensif di RSUD Dr. Soetomo, Surabaya. Sedangkan empat korban meninggal dunia telah dievakuasi sebelumnya.

Hingga Sabtu (17/10/2026), kepolisian belum mengumumkan kesimpulan akhir terkait penyebab pasti karhutla di Bromo maupun status hukum para pihak yang terlibat. Penyelidikan bersama Polda Jatim dipastikan terus berjalan hingga fakta di balik tragedi tersebut terungkap sepenuhnya.

Dukung Infrastruktur Pertanian, Babinsa Karanganom dan Warga Gali Lubang Pondasi Irigasi


Lumajang, (Onenewsjatim)-
Upaya mendukung pembangunan infrastruktur pertanian terus dilakukan Babinsa Desa Karanganom Koramil 0821/17 Pasrujambe, Sertu Bejo Utomo, bersama warga melalui kegiatan Karya Bakti TNI berupa pembuatan lubang pondasi drainase sebagai bagian dari rencana pembangunan saluran irigasi di Dusun Tambak Rejo Wetan RT 004 RW 007, Desa Karanganom, Kecamatan Pasrujambe, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, pada Sabtu (17/10/2026).

Karya bakti tersebut menjadi langkah awal dalam mempersiapkan pembangunan saluran irigasi yang diharapkan dapat mendukung kelancaran pengelolaan air di wilayah setempat. Melalui pembuatan lubang pondasi, proses pembangunan dipersiapkan agar dapat berjalan sesuai tahapan yang telah direncanakan.

Di sela kegiatan, Sertu Bejo Utomo menyampaikan bahwa keterlibatan Babinsa dalam karya bakti merupakan bentuk kepedulian TNI terhadap kebutuhan masyarakat, khususnya dalam mendukung pembangunan fasilitas yang bermanfaat bagi lingkungan dan aktivitas warga.

“Melalui kegiatan gotong royong ini, kami ingin menumbuhkan semangat kebersamaan antara TNI dan masyarakat sekaligus membantu mempersiapkan pembangunan saluran irigasi. Harapannya, pembangunan ini nantinya dapat memberikan manfaat bagi warga, terutama dalam mendukung kebutuhan pengelolaan air di lingkungan sekitar,” ujar Sertu Bejo Utomo.

Sementara itu, Kepala Dusun Tambak Rejo Wetan, Koko Joni Dimasnoto, menyampaikan bahwa keterlibatan warga dalam kerja bakti menjadi bentuk dukungan bersama terhadap rencana pembangunan saluran irigasi di wilayahnya.

“Dengan adanya kerja bakti ini, masyarakat dapat ikut berperan langsung dalam mempersiapkan pembangunan. Kami berharap saluran irigasi yang direncanakan dapat segera terealisasi dan nantinya memberikan manfaat bagi warga, sehingga kebutuhan pengairan dapat lebih terbantu,” ungkapnya.

Kegiatan tersebut mencerminkan sinergi antara Babinsa dan masyarakat dalam mendukung pembangunan desa melalui semangat gotong royong. Selain membantu persiapan pekerjaan fisik, kebersamaan juga memperkuat hubungan sosial serta menumbuhkan kepedulian warga terhadap pembangunan di lingkungannya.

Melalui karya bakti yang dilakukan secara bersama-sama, persiapan pembangunan saluran irigasi di Dusun Tambak Rejo Wetan diharapkan dapat berjalan dengan baik dan menjadi bagian dari upaya meningkatkan kemanfaatan infrastruktur bagi masyarakat. (Pendim0821)

Progres Jembatan Garuda di Lumajang Baru 11,8 Persen, TNI dan Warga Perkuat Akses Antar-Desa


Lumajang, (Onenewsjatim)
— Pembangunan Jembatan Garuda di Dusun Wonoasih, Desa Wonokerto, Kecamatan Gucialit, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, terus berjalan. Memasuki hari ke-14 pengerjaan, pembangunan jembatan yang dirancang menghubungkan Desa Wonokerto dengan Desa Kenongo itu telah mencapai progres 11,8 persen.

Jembatan beton sepanjang 12 meter dan lebar 4 meter tersebut diharapkan menjadi akses penting bagi masyarakat di kedua desa. Selain memperlancar mobilitas warga, keberadaan jembatan ini juga ditujukan untuk mendukung aktivitas sosial dan perekonomian masyarakat.

Berdasarkan laporan pelaksanaan pembangunan pada Sabtu (17/10/2026), pekerjaan melibatkan delapan personel TNI, dua aparat desa, dan 20 warga setempat. Mereka bekerja bersama untuk mendukung pembangunan infrastruktur yang dibutuhkan masyarakat.

Pembangunan Jembatan Garuda dimulai pada 30 September 2026. Hingga hari ke-14, pengerjaan masih dilakukan secara bertahap dengan melibatkan berbagai unsur di lapangan.

Keterlibatan warga dalam pembangunan tersebut menjadi bagian penting dari semangat gotong royong. Kolaborasi antara TNI, pemerintah desa, dan masyarakat diharapkan dapat mendukung kelancaran pekerjaan sekaligus memperkuat kebersamaan dalam membangun wilayah.

Akses Antar-Desa Jadi Perhatian

Jembatan penghubung antara Desa Wonokerto dan Desa Kenongo ini diharapkan mampu memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. Infrastruktur yang memadai menjadi salah satu faktor penting untuk memperlancar pergerakan warga serta menunjang hubungan sosial dan ekonomi antardesa.

Selama pelaksanaan pembangunan, kondisi cuaca dilaporkan cerah sejak pagi hingga sore hari. Situasi di sekitar lokasi juga terpantau aman dan kondusif sehingga mendukung kegiatan pengerjaan.

Meski progres pembangunan baru mencapai 11,8 persen, pekerjaan akan terus dilanjutkan secara bertahap hingga jembatan dapat diselesaikan dan dimanfaatkan masyarakat.

Pembangunan ini sekaligus menunjukkan pentingnya sinergi antara TNI, aparat desa, dan warga dalam mendukung pemerataan infrastruktur di wilayah pedesaan.

Dengan terbangunnya Jembatan Garuda, masyarakat Desa Wonokerto dan Desa Kenongo diharapkan memiliki akses penghubung yang lebih memadai untuk menunjang mobilitas dan meningkatkan aktivitas perekonomian setempat.(Pendim 0821)

Razia Tempat Hiburan Malam di Situbondo, Polisi Temukan Dua Klip Diduga Sabu


Situbondo, (Onenewsjatim)—
Razia narkoba yang digelar Polres Situbondo di sebuah tempat hiburan malam di Desa Kotakan, Kecamatan Situbondo, berujung pada penemuan dua klip plastik berisi kristal putih yang diduga sabu, Kamis (15/10/2026) malam.

Dalam operasi yang dimulai pukul 22.00 WIB itu, petugas turut mengamankan pipet kaca berisi sisa kristal yang diduga sabu, alat isap atau bong, telepon genggam, serta satu unit sepeda motor. Barang-barang tersebut ditemukan saat polisi menggeledah outlet milik seorang pria berinisial JP.

Kapolres Situbondo AKBP Bayu Anuwar Sidiqie mengatakan, razia tersebut merupakan bagian dari upaya kepolisian memperkuat pencegahan dan pemberantasan peredaran narkotika di wilayah hukumnya.

“Kami berkomitmen menindaklanjuti arahan Bapak Kapolri dengan memperkuat upaya pencegahan dan pemberantasan narkoba di wilayah Situbondo,” ujar Bayu.

Polisi sita barang bukti, 14 orang jalani tes urine.

Dari lokasi, petugas menemukan dua klip plastik berisi kristal putih yang diduga sabu dengan berat masing-masing 0,26 gram dan 0,28 gram.

Selain menyita barang bukti, petugas juga melakukan pemeriksaan terhadap pemilik tempat hiburan, pemandu lagu, dan pengunjung. Tim Sidokkes Polres Situbondo kemudian melakukan tes urine secara acak terhadap 14 orang yang diperiksa.

Hasil pemeriksaan urine terhadap seluruh orang tersebut dinyatakan negatif. Meski demikian, polisi tetap menyita barang-barang yang ditemukan untuk kepentingan penyidikan lebih lanjut.

Bayu menegaskan, setiap temuan dalam operasi tersebut akan ditindaklanjuti sesuai prosedur hukum yang berlaku.

“Razia ini merupakan salah satu langkah nyata untuk mencegah penyalahgunaan narkotika sekaligus menindaklanjuti setiap temuan sesuai prosedur hukum yang berlaku,” katanya.

Polisi kedepankan pencegahan

Selain melakukan pemeriksaan dan penggeledahan, Polres Situbondo juga memberikan edukasi kepada pengunjung tempat hiburan malam mengenai bahaya penyalahgunaan narkotika.

Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya preventif untuk meningkatkan kesadaran masyarakat sekaligus mencegah tempat hiburan malam menjadi lokasi penyalahgunaan maupun peredaran gelap narkoba.

Polres Situbondo menyatakan akan terus memperkuat upaya pencegahan dan penindakan terhadap narkotika di wilayah hukumnya.

Hingga informasi ini disusun, belum terdapat keterangan lebih lanjut mengenai penetapan tersangka maupun hasil pengembangan penyidikan atas temuan barang yang diduga sabu tersebut.

15 Orang Positif Narkoba, Polisi Bongkar Temuan Puluhan Alat Isap di Kampung Kunti


Surabaya, (Onenewsjatim) -
 Sebanyak 17 orang akan menjalani rehabilitasi medis dan sosial setelah diamankan dalam operasi pemberantasan peredaran narkoba di Kampung Kunti, Kelurahan Sidotopo, Kecamatan Semampir, Surabaya. Langkah ini diambil setelah kepolisian melakukan pemeriksaan dan tes urine terhadap 19 orang yang diamankan dari kawasan tersebut.

Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak AKBP Irwan Kurniawan mengatakan, keputusan rehabilitasi dilakukan melalui proses asesmen sesuai ketentuan yang berlaku. Sementara itu, dua orang lainnya dipulangkan karena hasil tes urine negatif dan tidak ditemukan barang bukti pada mereka.

Penjelasan tersebut disampaikan Irwan dalam konferensi pers di Surabaya, Rabu (14/10/2026).

“Berdasarkan Surat Edaran Mahkamah Agung (SEMA) Nomor 4 Tahun 2010, sebanyak 17 orang akan dilakukan Tim Asesmen Terpadu (TAT) sesuai prosedur melalui BNNK Surabaya untuk menjalani rehabilitasi,” kata Irwan.

15 Orang Positif Narkoba

Dari hasil pemeriksaan terhadap 19 orang yang diamankan, sebanyak 15 orang dinyatakan positif mengonsumsi narkoba. Adapun empat orang lainnya menunjukkan hasil tes urine negatif.

Namun, dua dari empat orang yang hasil tes urinenya negatif tersebut ditemukan menguasai sabu-sabu seberat 0,35 gram.

Sementara dua orang lainnya dipulangkan karena tidak ditemukan barang bukti dan hasil pemeriksaan urine mereka negatif.

“Dua orang lainnya dikembalikan kepada pihak keluarga karena hasil urine negatif dan tidak ditemukan barang bukti,” ujar Irwan.

Kepolisian menyatakan, penanganan terhadap warga yang diamankan dilakukan berdasarkan hasil pemeriksaan dan temuan petugas di lapangan.

Polisi Sita Puluhan Paket Sabu dan Alat Isap

Dalam operasi di kawasan Kampung Kunti, petugas gabungan turut menyita sejumlah barang yang diduga berkaitan dengan aktivitas penyalahgunaan dan peredaran narkoba.

Barang bukti yang diamankan antara lain 52 poket kecil berisi sabu-sabu, 54 alat isap atau bong, tiga timbangan digital, 26 pipet kaca, dua brankas, satu kotak penyimpanan uang atau cash box, serta dua buku catatan transaksi.

Petugas juga menyita 11 unit telepon seluler, satu mesin pres, 29 skrop plastik, 56 klip plastik bekas pakai, 39 korek api gas, satu karung klip plastik kosong, dan delapan senjata tajam.

Temuan tersebut menjadi bagian dari pengembangan penyelidikan kepolisian untuk mengungkap lebih jauh dugaan jaringan peredaran narkoba di kawasan itu.

Irwan menegaskan, penindakan tersebut tidak akan berhenti pada pengamanan warga dan penyitaan barang bukti.

“Kami tidak berhenti sampai di sini dengan melakukan penindakan dan penegakan hukum saja. Kami berkomitmen akan tetap melakukan pengembangan sampai ke akar-akarnya terkait peredaran dan penyalahgunaan narkoba tersebut,” tutur Irwan.

Dua Pos Pengawasan Didirikan

Untuk mencegah aktivitas peredaran narkoba kembali marak, Polres Pelabuhan Tanjung Perak bersama instansi terkait mendirikan dua pos pengawasan di kawasan Kampung Kunti.

Menurut Irwan, pos tersebut disiapkan sebagai langkah antisipasi sekaligus tindak lanjut dari operasi penindakan. Keberadaan pos masih bersifat situasional, tetapi tidak menutup kemungkinan akan dipermanenkan sesuai kebutuhan di lapangan.

“Kami sudah mendirikan dua pos di lokasi sebagai antisipasi dan tindak lanjut ke depannya. Pos tersebut bersifat situasional dan tidak menutup kemungkinan akan dibuat secara permanen,” jelasnya.

Pos pengawasan itu akan dijaga secara bergiliran oleh personel Polres dan Polsek Pelabuhan Tanjung Perak, Brimob Polda Jawa Timur, serta Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Surabaya.

Pengawasan juga melibatkan tokoh masyarakat dan pengurus RT/RW setempat untuk mendukung upaya menjaga keamanan lingkungan.

Selain penjagaan pos, patroli gabungan akan terus dilakukan dengan melibatkan Pemerintah Kota Surabaya dan Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Surabaya.

Upaya tersebut mencakup langkah preemtif, preventif, dan represif guna menekan penyalahgunaan serta memutus mata rantai peredaran narkoba.

Polisi berharap sinergi lintas instansi dan keterlibatan masyarakat dapat mendukung terwujudnya Kampung Bersinar atau Bersih dari Narkoba di kawasan Kampung Kunti.

18 Desa di Lumajang Dilanda Krisis Air Bersih, 19 Ribu Warga Terdampak


Lumajang, (Onenewsjatim)
— Krisis air bersih akibat kemarau panjang kian membebani warga Kabupaten Lumajang, Jawa Timur. Di Desa Bedayu Talang, Kecamatan Senduro, warga bahkan harus bergerak cepat untuk mendapatkan air dari bantuan pemerintah yang datang ke kampung mereka, Sabtu (17/10/2026).

Begitu armada pengangkut air bersih tiba di lokasi penyaluran, puluhan warga langsung bergegas membawa wadah yang mereka miliki. 

Jeriken, ember, hingga galon digunakan untuk menampung air yang menjadi kebutuhan mendesak setelah sumber air di lingkungan mereka mengering.

Bagi warga, bantuan tersebut bukan sekadar tambahan persediaan, melainkan penopang kebutuhan sehari-hari di tengah kemarau yang telah berlangsung selama berbulan-bulan.

Rifha, salah seorang warga terdampak, mengatakan krisis air bersih mulai dirasakan sejak Juli 2026. Kondisi tersebut semakin sulit setelah saluran air tidak lagi mengalir dan cadangan air hujan yang sebelumnya ditampung warga habis.

“Bersyukur banget dapat bantuan. Biasanya kalau tidak ada air untuk mencuci baju, harus mencari air ke lokasi yang jauh. Sekarang tidak ada hujan sama sekali,” kata Rifha saat ditemui di rumahnya, Sabtu (17/10/2026).

Kesulitan serupa dialami Sulastri. Ia mengaku harus menghemat penggunaan air agar persediaan yang tersedia cukup untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Bantuan dari pemerintah pun menjadi salah satu sumber air yang sangat diharapkan warga.

Menurut Sulastri, sumber air yang biasa digunakan masyarakat sudah mengering. Dalam kondisi tersebut, air bantuan terutama dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi.

“Memang dari pet sudah tidak ada air, sudah kering. Bantuan ini hanya untuk air minum saja. Kalau tidak ada bantuan ini, ya mau ke mana,” ujarnya.

Krisis Air Bersih Meluas ke 18 Desa

Dampak kemarau di Kabupaten Lumajang tidak hanya dirasakan warga Desa Bedayu Talang. Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang, krisis air bersih telah meluas ke 18 desa yang tersebar di enam kecamatan.

Jumlah warga yang terdampak diperkirakan mencapai 19.000 jiwa. Kondisi tersebut mendorong pemerintah daerah bersama sejumlah instansi dan relawan untuk terus menyalurkan bantuan air bersih ke kawasan yang mengalami kekurangan pasokan.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Lumajang, Yudhi Cahyono, mengatakan distribusi air bersih dilakukan secara rutin untuk membantu memenuhi kebutuhan masyarakat di wilayah terdampak.

Setiap hari, sekitar 210.000 liter air bersih disalurkan dengan dukungan armada dan berbagai pihak yang terlibat dalam penanganan krisis tersebut.

“Setiap hari kami mendistribusikan 210 ribu liter air dengan menggunakan tujuh armada berkapasitas 5.000 liter. Memang kondisi kekeringan di Lumajang ini sangat dramatis. Setiap tahun pasti terjadi,” ungkap Yudhi.

Gula 185 Ton dari Jember, Lumajang, dan Kediri Diduga Dialihkan, Polisi Tetapkan 11 Tersangka


Surabaya, (Onenewsjatim)
— Sebanyak 185 ton gula dari tiga pabrik gula di Jawa Timur diduga dialihkan dari tujuan pengiriman semestinya. Dalam perkara yang ditaksir merugikan perusahaan hingga Rp 3 miliar tersebut, Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jawa Timur menetapkan 11 orang sebagai tersangka.

Tiga pabrik gula yang terkait dalam perkara ini yakni Pabrik Gula (PG) Semboro di Kabupaten Jember, PG Jatiroto di Kabupaten Lumajang, dan PG Ngadirejo di Kabupaten Kediri. 

Gula yang seharusnya dikirim kepada penerima sesuai dokumen pengiriman diduga dialihkan ke sejumlah lokasi lain untuk kemudian dijual kembali.

Kabid Humas Polda Jawa Timur Kombes Pol Jules Abraham Abast mengatakan, dugaan penipuan dan penggelapan tersebut terjadi dalam rentang 27 September hingga 2 Oktober 2026.

Hal itu disampaikan Abast saat konferensi pers bersama Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jatim Kombes Pol Roy Hutton Marulamrata Sihombing di Mapolda Jatim, Jumat (16/10/2026).

“Modus yang kami dalami berkaitan dengan pengalihan pengiriman gula yang tidak sesuai dengan alamat tujuan sebagaimana tercantum dalam dokumen pengiriman atau delivery order,” kata Abast.

Menurut Abast, para tersangka diduga memanfaatkan proses pencarian armada angkutan dan komunikasi selama pengiriman untuk mengubah tujuan bongkar muatan.

Muatan yang semestinya diterima pihak sesuai dokumen pengiriman diduga justru dibawa ke lokasi lain. Polisi kemudian menyelidiki pihak-pihak yang terlibat dalam pengalihan hingga penjualan kembali gula tersebut.

Tiga perkara, total 185 ton gula

Dirreskrimum Polda Jatim Kombes Pol Roy Hutton Marulamrata Sihombing menjelaskan, penyidik mengungkap tiga rangkaian kejadian dengan total muatan gula yang diduga dialihkan mencapai 185 ton.

Perkara pertama berkaitan dengan pengiriman 110 ton gula dari PG Semboro, Jember, pada 27–28 September 2026. Muatan yang seharusnya dikirim sesuai tujuan semula diduga dialihkan ke sebuah gudang di wilayah Gunung Putri, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Dalam perkara ini, penyidik menduga tersangka berinisial RK berperan mengendalikan proses pengalihan muatan. Polisi masih mendalami peran pihak lain yang berkaitan dengan pengiriman dan penjualan kembali gula tersebut.

Perkara kedua melibatkan 35 ton gula dari PG Jatiroto, Kabupaten Lumajang, pada 28 September 2026. Gula yang semestinya dikirim ke Bandung diduga dialihkan ke wilayah Candi, Kabupaten Sidoarjo.

Penyidik mendalami dugaan keterlibatan sejumlah tersangka dalam mengalihkan tujuan pengiriman, memindahkan muatan, hingga menjual kembali gula tersebut.

Sementara itu, perkara ketiga berkaitan dengan pengiriman 40 ton gula dari PG Ngadirejo, Kabupaten Kediri, pada 28 September hingga 2 Oktober 2026. Muatan yang seharusnya dikirim ke Sukabumi diduga dialihkan dan dipasarkan di sejumlah wilayah di Jawa Timur.

Dengan demikian, total muatan dari ketiga perkara tersebut mencapai 185 ton gula.

Polisi telusuri aliran dana dan komunikasi

Roy mengatakan, penyidikan belum berhenti pada penetapan 11 tersangka. Polisi masih menelusuri peran masing-masing tersangka, termasuk pihak yang diduga mengatur perubahan tujuan pengiriman serta pihak yang menerima dan menjual kembali gula.

“Penyidik masih mendalami bagaimana muatan yang semestinya sampai kepada penerima dapat dialihkan, siapa yang mengatur perubahan tujuan pengiriman, serta pihak-pihak yang menerima maupun menjual kembali muatan tersebut,” ujar Roy.

Selain memeriksa keterangan para pihak, penyidik menelusuri aliran dana dan komunikasi antarpihak untuk memperjelas rangkaian peristiwa serta konstruksi perkara.

Sejumlah barang bukti turut diamankan, di antaranya telepon seluler, uang yang diduga berkaitan dengan hasil tindak pidana, dan satu unit mobil pikap Daihatsu Gran Max yang diduga digunakan dalam rangkaian pendistribusian muatan.

Polda Jatim menyatakan penyidikan masih dikembangkan. Polisi juga membuka kemungkinan adanya tersangka dan barang bukti tambahan apabila ditemukan bukti yang mendukung.

Dijerat pasal penipuan dan penggelapan

Atas dugaan perbuatannya, para tersangka disangkakan melanggar Pasal 492 KUHP tentang penipuan dan/atau Pasal 486 KUHP tentang penggelapan, sesuai peran serta konstruksi perbuatan masing-masing.

Roy menegaskan, penanganan perkara dilakukan secara profesional berdasarkan alat bukti yang diperoleh penyidik.

“Polda Jawa Timur akan menangani perkara ini secara profesional dan berdasarkan alat bukti. Penyidikan juga terus dikembangkan untuk mengungkap seluruh pihak yang terlibat dalam rangkaian perkara tersebut,” katanya.

Hingga kini, penyidik masih mendalami keterlibatan setiap tersangka serta alur distribusi dan penjualan gula yang diduga dialihkan tersebut.



16/10/2026

Kronologi Karhutla Bromo: Api Membesar Diterjang Angin, 4 Orang Tewas


Probolinggo, (Onenewsjatim) –
Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Bromo, tepatnya di Pusung Lingker, Desa Ngadirejo, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, menewaskan empat orang petugas dan relawan. Dua orang lainnya mengalami luka bakar serius dan dirujuk ke RSUD Dr Soetomo Surabaya.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Probolinggo, Oemar Sjarief, menjelaskan kebakaran terjadi pada Kamis (15/10/2026). Api yang awalnya terpantau di lereng Pusung Lingker sekitar pukul 09.00 WIB membesar akibat tiupan angin kencang hingga menjebak personel gabungan di lokasi.

“Pada pukul 09.00 WIB, titik api terpantau di lereng Pusung Lingker. Kemudian pukul 10.20 WIB, personel gabungan dari Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) bersama karyawan menuju lokasi kebakaran,” kata Oemar saat dikonfirmasi, Jumat (16/10/2026).

Situasi memburuk sekitar pukul 13.30 WIB. Angin kencang membuat api semakin membesar. Sejumlah petugas dan relawan yang berada di lokasi terjebak kobaran api serta kepulan asap pekat. Mereka sempat meminta pertolongan untuk menyelamatkan diri.

Sekitar pukul 14.29 WIB, sejumlah petugas berupaya menerobos api dan asap untuk mencapai lokasi. Saat itu, mereka menemukan enam korban. Tiga orang dinyatakan meninggal dunia, sedangkan tiga lainnya mengalami luka bakar.

“Pukul 14.35 WIB, tiga korban luka bakar dievakuasi menuju Puskesmas Sukapura untuk mendapatkan penanganan medis,” ujarnya.

Tim Inafis Polres Probolinggo tiba di tempat kejadian perkara (TKP) sekitar pukul 16.17 WIB untuk melakukan olah TKP. Selanjutnya, tiga jenazah korban yang meninggal di lokasi dievakuasi melalui Bukit Mentigen, Desa Ngadisari, Kecamatan Sukapura, sebelum dibawa ke RSUD Tongas untuk menjalani autopsi.

Namun, jumlah korban meninggal dunia kembali bertambah. Pada pukul 18.59 WIB, seorang korban yang sebelumnya mengalami luka bakar meninggal dunia saat menjalani perawatan di RSUD Tongas.

Sementara itu, dua korban lainnya yang mengalami luka bakar serius dirujuk ke RSUD Dr Soetomo Surabaya sekitar pukul 19.08 WIB untuk mendapatkan perawatan intensif.

Empat korban meninggal dunia terdiri atas Sefril dan Wisnu yang merupakan relawan dari karyawan hotel setempat, serta Sukaris dan Hendra Roni yang merupakan petugas TNBTS.

Adapun dua korban luka bakar serius yang dirujuk ke Surabaya adalah Munawi, petugas TNBTS, dan Suraji, relawan dari karyawan hotel setempat.

Oemar menyampaikan duka cita atas musibah tersebut. Ia berharap para korban yang meninggal dunia mendapat tempat terbaik dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan.

“Kami sangat berduka atas kejadian karhutla tersebut hingga menimbulkan korban jiwa. Mudah-mudahan husnul khotimah dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan,” tuturnya.

Hingga Jumat (16/10/2026), luas lahan yang terbakar di kawasan Pusung Lingker belum dapat dipastikan. Pendataan luasan kebakaran masih menunggu informasi dari pihak TNBTS. (Mam) 

Kapolres Lumajang AKBP Riki Yariandi Ajak Warga Aktif Cegah Kriminalitas


Lumajang, (Onenewsjatim)
– Kapolres Lumajang AKBP Riki Yariandi mengajak masyarakat berperan aktif menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Ajakan tersebut disampaikan saat melaksanakan Shalat Jumat Keliling di Masjid Asy Syuhada, Jalan Veteran, Desa Karangsari, Kecamatan Sukodono, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Jumat (16/10/2026).

Kegiatan ini menjadi sarana bagi kepolisian untuk mempererat silaturahmi dengan masyarakat sekaligus menyampaikan pesan-pesan keamanan secara langsung kepada para jamaah.

Di hadapan jamaah, Riki menegaskan bahwa terciptanya situasi yang aman dan kondusif membutuhkan kerja sama antara kepolisian dan seluruh elemen masyarakat.

Menurut dia, masyarakat memiliki peran penting dalam mencegah potensi tindak kriminalitas maupun gangguan ketertiban di lingkungan masing-masing.

“Melalui kegiatan Jumat Keliling ini, kami ingin mempererat silaturahmi dengan masyarakat sekaligus mengajak seluruh warga untuk bersama-sama menjaga kamtibmas. Keamanan lingkungan akan terwujud apabila ada kepedulian dan kerja sama antara polisi dan masyarakat,” ujar Riki.

Ia mengatakan, semangat Polisi Bersama Masyarakat menjadi salah satu upaya untuk membangun kedekatan antara aparat kepolisian dan warga.

Dengan komunikasi yang baik, masyarakat diharapkan semakin terbuka dalam menyampaikan informasi terkait potensi gangguan keamanan di lingkungannya.

Riki juga mengimbau masyarakat agar tidak ragu melaporkan kejadian mencurigakan atau permasalahan yang membutuhkan penanganan kepolisian.

“Kami membuka pintu komunikasi seluas-luasnya. Jika ada potensi gangguan keamanan atau masalah yang membutuhkan penanganan aparat, segera laporkan. Penanganan cepat sangat bergantung pada informasi awal dari masyarakat,” katanya.

Kapolres berharap, kegiatan Jumat Keliling dapat memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap kepolisian sekaligus meningkatkan partisipasi warga dalam menjaga keamanan lingkungan.

Melalui sinergi tersebut, Polres Lumajang berupaya mewujudkan situasi kamtibmas yang aman, nyaman, dan kondusif di wilayah Kabupaten Lumajang.

© Copyright 2024 Onenewsjatim | All Right Reserved