-->

14/01/2026

Dua Pelaku Curanmor Dibekuk Polres Kediri Kota, Polisi Amankan Lima Unit Motor


Kediri, (Onenewsjatim)
- Satreskrim Polres Kediri Kota Polda Jatim berhasil mengungkap kasus pencurian sepeda motor (curanmor).

Dari pengungkapan tersebut, Polisi berhasil mengamankan 2 orang tersangka berinisial berinisial WN (29) warga Prambon Kabupaten Nganjuk dan SN (33) warga Kabupaten Sidoarjo.

Selain Dua tersangka, Polisi juga mengamankan 4 unit motor yang diduga hasil kejahatan dan 1 unit motor yang dipakai untuk melakukan aksinya.

Hal itu disampaikan langsung Kasat Reskrim Polres Kediri Kota AKP Cipto Dwi Leksana, S.Tr.K., S.I.K., M.H. saat konferensi pers di Mapolres Kediri Kota, Rabu (14/1). 

"Kami berhasil mengamankan barang bukti 4 unit sepeda motor dan 1 unit motor yang digunakan sebagai sarana dalam melakukan aksi curanmor," ujar AKP Cipto.

Ia mengatakan, aksi pencurian itu bermula ketika pelapor yang merupakan warga Desa/Kecamatan Tarokan berangkat dari rumah untuk memupuk tanaman jagung di persawahan. Kemudian, sepeda motor tersebut diparkir di pinggir sawah. 

"Setelah selesai beraktivitas di sawah, sepeda motornya Honda Supra X 125 ternyata sudah raib," jelasnya.

Setelah korban melapor, Unit Resmob Satreskrim Polres Kediri Kota dan Unit Reskrim Polsek Tarokan melakukan pengecekkan tempat kejadian perkara (TKP) dengan melaksanakan penyisiran yang tercover CCTV.  

Petugas kemudian mendapatkan petunjuk dan arah dimana tersangka pergi dan melakukan penangkapan.

"Hasil pemeriksaan, tersangka diketahui sudah melakukan aksinya lebih dari satu kali," kata AKP Cipto.

Saat ini petugas masih melakukan pendalaman terindikasi ada beberapa TKP yang dilakukan tersangka. 

"Mohon doanya agar bisa dilakukan pengungkapan lebih lanjut," ungkapnya. (*)

DPRD Lumajang Temukan Dua Buldoser dan Delapan Truk Sampah Rusak di TPA Lempeni


Lumajang, (Onenewsjatim)–
DPRD Kabupaten Lumajang mengambil langkah cepat menyikapi kondisi sarana pengelolaan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Lempeni, Desa Lempeni, Kecamatan Tempeh. 

Dalam monitoring lapangan, DPRD menemukan sejumlah alat operasional dalam kondisi rusak dan tidak layak pakai.

Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Lumajang, Deddy Firmansyah, mengatakan pihaknya turun langsung ke lokasi TPA Lempeni untuk memastikan kondisi riil fasilitas pengelolaan sampah. Dari hasil pengecekan, ditemukan dua unit alat berat jenis buldoser mengalami kerusakan.

“Buldoser memiliki fungsi utama untuk meratakan tumpukan sampah. Ketika alat ini tidak berfungsi, proses pengelolaan sampah di TPA jelas tidak berjalan optimal,” ujar Deddy saat dikonfirmasi, Rabu (14/1/2025).

Tak hanya alat berat, Komisi B DPRD Lumajang juga mendapati armada dump truk pengangkut sampah dalam kondisi memprihatinkan. 

Berdasarkan data di lapangan, tujuh unit dump truk mengalami kerusakan ringan, sementara satu unit mengalami kerusakan berat.

Menurut Deddy, kondisi sarana yang rusak tersebut berpotensi menghambat efektivitas pengelolaan sampah dan berdampak langsung terhadap kebersihan lingkungan di Kabupaten Lumajang. Karena itu, ia menilai persoalan ini harus menjadi perhatian serius pemerintah daerah.

“Pemerintah daerah bersama Dinas Lingkungan Hidup perlu memberi perhatian lebih terhadap persoalan persampahan, terutama melalui dukungan anggaran untuk perbaikan maupun penambahan sarana dan prasarana,” tegasnya.

Deddy mengungkapkan, hingga saat ini Komisi B DPRD Lumajang belum menerima usulan dari DLH terkait peremajaan kendaraan operasional sampah. Di sisi lain, keterbatasan anggaran daerah menjadi kendala utama dalam pengadaan alat baru.

“Dengan kondisi APBD yang terbatas dan adanya pemotongan dana transfer, pengadaan alat operasional baru dari daerah cukup berat. Karena itu kami mendorong DLH untuk mengajukan bantuan ke pemerintah pusat melalui kementerian terkait,” jelas politisi Fraksi Gerindra tersebut.

Ia menambahkan, DPRD Lumajang juga berencana menyampaikan kondisi pengelolaan sampah di daerah saat melakukan kunjungan ke pemerintah pusat, dengan harapan pengadaan alat operasional dapat memperoleh dukungan dari pusat.

Lebih lanjut, Deddy menekankan bahwa pengawasan pengelolaan sampah tidak boleh hanya terfokus di wilayah perkotaan. Menurutnya, layanan persampahan harus menjangkau seluruh wilayah Kabupaten Lumajang.

“Pengelolaan sampah harus menyentuh 198 desa, 7 kelurahan, dan 21 kecamatan. Ini penting demi menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan secara menyeluruh,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Lumajang, Hertutik, hingga berita ini diterbitkan belum memberikan tanggapan terkait kondisi kerusakan alat operasional pengelolaan sampah di TPA Lempeni. (Ed)


Outing Class Edukatif, Kodim 0821/Lumajang Kenalkan Lingkungan TNI kepada Siswa RA


Lumajang, (Onenewsjatim)-
Kodim 0821/Lumajang menerima kunjungan Outing Class dari RA Muslimat NU 02 Selokbesuki, Kecamatan Sukodono, di Makodim 0821/Lumajang, Rabu (14/1/2026). Kegiatan edukatif ini diikuti puluhan siswa dan pendamping guru sebagai upaya memberikan pengalaman belajar langsung mengenai kedisiplinan, wawasan kebangsaan, serta pengenalan lingkungan TNI.

Kedatangan rombongan disambut oleh Bati Ops Kodim 0821/Lumajang, Serma Bahrul Rozi, yang secara langsung memberikan pengarahan dan pendampingan selama kegiatan berlangsung. Suasana ceria terlihat saat para siswa antusias mengikuti rangkaian agenda, termasuk pengenalan satuan, pengenalan seragam TNI, serta peninjauan beberapa fasilitas yang ada di Makodim.

Dalam keterangannya, Serma Bahrul Rozi mengatakan bahwa kegiatan outing class seperti ini sangat penting untuk menanamkan karakter sejak dini.

“Anak-anak perlu diberikan pengalaman langsung tentang kedisiplinan, kebersamaan, dan rasa cinta tanah air. Di Kodim, kami mengenalkan itu semua dengan cara yang menyenangkan, sesuai usia mereka, agar mereka tumbuh menjadi generasi yang berkarakter kuat,” ujarnya.

Serma Bahrul juga menambahkan bahwa Kodim 0821/Lumajang selalu membuka diri untuk kegiatan edukasi PAUD, TK, RA, MI, maupun sekolah lainnya yang ingin belajar tentang lingkungan TNI.

“Kami siap memfasilitasi kegiatan positif seperti ini. Semakin dini karakter ditanamkan, semakin kuat fondasi moral dan nasionalisme anak-anak ke depannya,” tambahnya.

Para guru pendamping RA Muslimat NU 02 Selokbesuki menyampaikan apresiasi atas penerimaan dan pembinaan yang diberikan Kodim 0821. Mereka menilai pendekatan TNI mampu memberikan suasana belajar berbeda dan pengalaman berharga bagi siswa.

Anak-anak tampak antusias saat diajak praktik baris-berbaris ringan, mengenal kendaraan operasional, serta mendengarkan cerita tentang tugas prajurit TNI dalam menjaga keamanan dan persatuan bangsa.

Kegiatan ini sekaligus menjadi bentuk komitmen Kodim 0821/Lumajang dalam mendukung pendidikan karakter serta penguatan wawasan kebangsaan melalui pendekatan yang sederhana, komunikatif, dan ramah anak. (Pendim 0821).

Gerakan Penghijauan 2026, Kodim 0821/Lumajang Perkuat Mitigasi Bencana di Desa Jugosari


Lumajang, (Onenewsjatim)-
Sebagai bentuk komitmen nyata dalam rangka mitigasi bencana di wilayah rawan terdampak Semeru, Kodim 0821/Lumajang melaksanakan Gerakan Penghijauan Tahun 2026 yang dipusatkan di Desa Jugosari, Kecamatan Candipuro, Rabu (14/1/2026). 

Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam memulihkan daya dukung lingkungan sekaligus menekan risiko banjir lahar dingin dan tanah longsor yang kerap mengancam masyarakat setempat.

Danramil 0821-09/Candipuro, Kapten Inf Sumarno, menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar simbolis, melainkan aksi berkelanjutan untuk mengembalikan stabilitas ekosistem di kawasan rawan bencana.

“Saya ucapkan terima kasih kepada seluruh unsur yang hadir. Penghijauan ini adalah upaya kolektif untuk memperkuat mitigasi bencana. Penanaman pohon merupakan investasi jangka panjang yang akan melindungi masyarakat dari banjir dan longsor,” tegas Danramil.

Lebih dari 500 bibit pohon ditanam, terdiri dari Mahoni, Alpukat, Pete, dan Durian, yang memiliki fungsi ekologis dan ekonomis. Tanaman keras seperti mahoni berperan menahan erosi dan memperkuat struktur tanah, sementara tanaman produktif memberi potensi nilai tambah bagi ekonomi masyarakat di masa mendatang.

“Semoga apa yang kita lakukan hari ini tidak berhenti pada penanaman saja, tetapi benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat Jugosari. Tugas kita berikutnya adalah merawat dan memastikan pohon ini tumbuh dengan baik,” imbuh Kapten Sumarno.

Setelah itu, Danramil 0821/09 Candipuro memimpin pembagian sektor penanaman berdasarkan tingkat kerawanan, memastikan setiap titik yang ditanam memiliki dampak mitigasi maksimal.

Ratusan peserta langsung bergerak menanam bibit di area yang telah disiapkan. Personel TNI-Polri, relawan bencana, perangkat desa, dan masyarakat bekerja bersama untuk menggali, menata media tanam, dan menancapkan bibit sesuai standar penanaman untuk memastikan tingkat keberhasilan tumbuh lebih tinggi.

Kegiatan penghijauan ini merupakan bagian dari tugas TNI AD dalam memperkuat ketahanan wilayah melalui pendekatan pembinaan teritorial. Lingkungan yang pulih dan stabil merupakan pondasi keamanan jangka panjang bagi masyarakat.

Kodim 0821/Lumajang menegaskan bahwa penghijauan tidak berhenti sampai penanaman, namun akan dilanjutkan dengan pemantauan, penyiraman berkala, dan pelaporan perkembangan pertumbuhan bibit oleh Koramil dan jajaran Babinsa setempat.

Program ini sekaligus menjadi contoh sinergi antara TNI dan masyarakat dalam menjaga kelestarian alam, mengurangi risiko bencana, dan mewujudkan wilayah Lumajang yang lebih aman dan berketahanan. (Pendim 0821).

Nilai Indeks SDI Lumajang 2025 Tembus 59,84 Poin


Lumajang, (Onenewsjatim) –
Tata kelola data di lingkungan Pemerintah Kabupaten Lumajang terus menunjukkan kemajuan. Hal ini tercermin dari peningkatan Nilai Indeks Satu Data Indonesia (SDI) Kabupaten Lumajang Tahun 2025 yang mencapai 59,84 poin, naik signifikan dibandingkan capaian sebelumnya sebesar 47,11 poin.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Lumajang, Mustaqim, mengatakan bahwa kenaikan indeks tersebut merupakan hasil dari upaya berkelanjutan seluruh perangkat daerah dalam memperbaiki sistem pengelolaan data agar selaras dengan prinsip Satu Data Indonesia.

“Peningkatan ini menunjukkan bahwa pengelolaan data di Lumajang semakin tertib dan terintegrasi. Bukan sekadar angka, tetapi gambaran keseriusan pemerintah daerah dalam membangun budaya kerja berbasis data,” ujar Mustaqim saat dikonfirmasi, Rabu (14/12/2025).

Ia menjelaskan, evaluasi penyelenggaraan Satu Data Indonesia merupakan bagian dari implementasi kebijakan nasional sebagaimana diamanatkan dalam Peraturan Presiden Nomor 12 Tahun 2025 tentang RPJMN 2025–2029. 

Dalam kebijakan tersebut, Indeks SDI menjadi salah satu indikator pada Prioritas Nasional 7 yang menitikberatkan penguatan tata kelola pembangunan.

Sejalan dengan itu, Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas melalui Sekretariat Satu Data Indonesia Tingkat Pusat melaksanakan evaluasi SDI Tahun 2024, baik di tingkat pusat maupun daerah. 

Hasil penilaian tersebut kemudian ditetapkan dalam Surat Menteri PPN/Bappenas Nomor 25406/D.03/PP.08/12/2025 tertanggal 31 Desember 2025.

Mustaqim menilai, evaluasi tersebut tidak hanya berfungsi sebagai penilaian, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran bagi pemerintah daerah. 

“Rekomendasi yang diberikan menjadi panduan penting untuk terus meningkatkan kualitas tata kelola data ke depan,” jelasnya.

Berdasarkan hasil evaluasi, Kabupaten Lumajang mengalami peningkatan pada beberapa aspek strategis, antara lain kebijakan dan penyelenggaraan data, penguatan kelembagaan, serta aspek kepemimpinan. 

Pada indikator kepemimpinan, Lumajang mencatatkan nilai 84,55 yang menunjukkan adanya dukungan kuat dari pimpinan daerah terhadap pengembangan sistem Satu Data.

Menurut Mustaqim, peran kepemimpinan sangat menentukan keberlangsungan tata kelola data. “Komitmen pimpinan menjadi kunci agar integrasi dan pemanfaatan data dapat berjalan konsisten dan berkelanjutan,” ujarnya.

Dalam penyelenggaraan Satu Data di daerah, Bappeda Kabupaten Lumajang berperan sebagai koordinator, dengan dukungan Diskominfo sebagai walidata, pembina data statistik, serta operator data di masing-masing perangkat daerah.

“Kami mengapresiasi kontribusi seluruh pihak yang terlibat, mulai dari pembina data, koordinator satu data, hingga operator data di perangkat daerah. Capaian ini merupakan hasil kerja kolektif,” kata Mustaqim.

Ia menambahkan, peningkatan Indeks SDI diharapkan dapat mendorong pemanfaatan data secara optimal dalam perencanaan pembangunan maupun peningkatan kualitas pelayanan publik. 

“Data yang valid dan terstandar akan membantu pemerintah merumuskan kebijakan yang lebih tepat sasaran,” pungkasnya.


13/01/2026

Sinergi Babinsa dan Warga Nguter Bangun Plengsengan 600 Meter Penahan Tanah


Lumajang, (Onenewsjatim)
– Wujud nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat kembali terlihat melalui kegiatan pendampingan yang dilakukan Babinsa Nguter Koramil 0821-08/Pasirian. Sertu Faisol Akhmadi bersama warga melaksanakan kerja bakti pembangunan plengsengan penahan tanah di Dusun Umengan Utara RT 007 RW 002, Desa Nguter, Kecamatan Pasirian, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Selasa (13/1/2026).

Kegiatan tersebut dilakukan sebagai upaya preventif untuk mencegah terjadinya longsor, sekaligus memperkuat struktur tanah di wilayah yang rawan tergerus air, terutama saat musim hujan. Plengsengan yang dibangun memiliki panjang mencapai 600 meter dan dikerjakan secara gotong royong oleh Babinsa bersama masyarakat setempat.

Dalam kesempatan itu, Sertu Faisol Akhmadi mengatakan bahwa pendampingan yang dilakukan merupakan bagian dari tugas Babinsa dalam membantu percepatan pembangunan desa serta meningkatkan kepedulian warga terhadap lingkungan. 

Menurutnya, keterlibatan langsung TNI dalam kegiatan kemasyarakatan diharapkan mampu menumbuhkan semangat kebersamaan dan kepedulian sosial.

“Kerja bakti ini tidak hanya bertujuan membangun plengsengan, tetapi juga memperkuat rasa kebersamaan dan kepedulian warga dalam menjaga lingkungan. Dengan plengsengan yang kokoh, risiko longsor dapat diminimalisir dan keselamatan warga lebih terjamin,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dusun Umengan Utara, Bawon, menyampaikan apresiasi atas peran aktif Babinsa yang selalu hadir mendampingi warga dalam berbagai kegiatan pembangunan desa. Ia menjelaskan bahwa pembangunan plengsengan tersebut sangat dibutuhkan mengingat kondisi kontur tanah yang rawan longsor.

“Pembangunan plengsengan sepanjang 600 meter ini merupakan kebutuhan mendesak bagi warga. Kami sangat terbantu dengan kehadiran Babinsa yang turut mendampingi dan memberi motivasi kepada masyarakat. Semangat gotong royong warga semakin kuat,” ungkapnya.

Melalui pembangunan infrastruktur desa semakin kuat dan mampu mendukung kenyamanan serta keamanan warga. Sinergi antara Babinsa dan masyarakat menjadi bukti bahwa pembangunan desa akan berjalan optimal apabila dilaksanakan secara bersama-sama dengan semangat kebersamaan dan kepedulian. (Pendim0821)

Sinergi TNI, Pemdes, dan Warga Wujudkan Jalan Rabat Beton di Desa Sumberwuluh


Lumajang, (Onenewsjatim)-
Semangat kebersamaan dan gotong royong, Babinsa Sumberwuluh Koramil 0821-09/Candipuro, Sertu Nurhadi, yang bersama pemerintah desa dan masyarakat melaksanakan pembangunan jalan rabat beton sepanjang 750 meter di Dusun Krajan RT 004 RW 002, Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Selasa (13/1/2026).

Kegiatan tersebut merupakan bentuk nyata sinergi antara TNI, pemerintah desa, dan warga dalam mendukung pembangunan infrastruktur desa yang berkelanjutan. Kehadiran Babinsa di tengah masyarakat tidak hanya sebagai aparat teritorial, tetapi juga sebagai penggerak kebersamaan yang mampu menumbuhkan semangat gotong royong dalam setiap kegiatan pembangunan.

Pembangunan jalan rabat beton ini melibatkan warga setempat. Mereka bahu-membahu sejak tahap persiapan hingga proses pengecoran, menunjukkan kuatnya rasa memiliki dan tanggung jawab bersama terhadap fasilitas umum desa.

Sertu Nurhadi menegaskan bahwa keterlibatan Babinsa dalam kegiatan pembangunan desa merupakan bagian dari tugas pembinaan teritorial. Menurutnya, pembangunan jalan rabat beton ini sangat penting untuk menunjang kelancaran mobilitas warga, baik untuk aktivitas ekonomi, pendidikan, maupun sosial kemasyarakatan.

“Dengan jalan yang lebih kuat dan tahan lama, diharapkan aktivitas warga menjadi lebih lancar dan aman, terutama saat musim hujan. Kami hadir untuk membantu dan memastikan kebersamaan ini terus terjaga,” ujar Sertu Nurhadi di sela kegiatan.

Kepala Dusun Krajan, Sugiyanto, menjelaskan bahwa pembangunan infrastruktur jalan rabat beton merupakan salah satu prioritas desa dalam meningkatkan kualitas pelayanan dan kesejahteraan masyarakat. 

Menurutnya, kondisi jalan yang sebelumnya kurang memadai sering kali menghambat aktivitas warga, terutama saat musim hujan karena licin dan mudah rusak.

“Pembangunan jalan rabat beton ini kami laksanakan sebagai upaya jangka panjang agar akses antarwilayah dusun menjadi lebih lancar, kuat, dan tahan lama. Jalan ini sangat vital bagi mobilitas warga, baik untuk kegiatan ekonomi, pertanian, pendidikan, maupun keperluan sosial lainnya,” pungkasnya.

Melalui kegiatan pembangunan jalan rabat beton, diharapkan tercipta akses transportasi yang lebih baik serta memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat, sekaligus menjadi bukti bahwa pembangunan desa akan berjalan optimal apabila dilandasi kebersamaan dan kepedulian bersama. (Pendim0821)

12/01/2026

Babinsa Ranuyoso Jalin Silaturahmi dengan Ketua RT, Perkuat Komsos di Wilayah Binaan


Lumajang , (Onenewsjatim)-
Dalam upaya memperkuat kemitraan serta menjaga kondusivitas wilayah binaan, Babinsa Ranuyoso Koramil 0821-06/Ranuyoso Kopka Suleman melaksanakan kegiatan silaturahmi ke rumah Ketua RT di Dusun Krajan RT 001 RW 002 Desa Ranuyoso, Kecamatan Ranuyoso, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, pada Senin (12/1/2026).

Kunjungan tersebut merupakan bagian dari komunikasi sosial (Komsos) yang rutin dilakukan Babinsa sebagai ujung tombak TNI di wilayah. Melalui silaturahmi ini, Babinsa tidak hanya menjalin kedekatan emosional dengan perangkat lingkungan, tetapi juga menggali informasi serta menyerap aspirasi masyarakat secara langsung.

Dalam pertemuan yang berlangsung penuh keakraban tersebut, Kopka Suleman berdialog dengan Ketua RT 01 RW 02, Imam Hanafi, membahas berbagai hal terkait kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), dinamika sosial warga, serta upaya menjaga kerukunan dan kebersamaan di lingkungan setempat. 

Babinsa menekankan pentingnya peran Ketua RT sebagai garda terdepan dalam membangun komunikasi antara warga dan aparat kewilayahan.

“Silaturahmi seperti ini sangat penting untuk memperkuat sinergi. Dengan komunikasi yang baik, setiap permasalahan di lingkungan dapat dideteksi dan diselesaikan sejak dini,” ujar Kopka Suleman di sela kegiatan.

Sementara itu, Ketua RT 01 RW 02 Imam Hanafi menyambut baik kunjungan Babinsa dan mengapresiasi perhatian serta kepedulian TNI terhadap masyarakat di tingkat paling bawah. Menurutnya, kehadiran Babinsa memberikan rasa aman dan menjadi motivasi bagi warga untuk terus menjaga kebersamaan serta keamanan lingkungan.

Kegiatan silaturahmi tersebut diharapkan dapat semakin memperkokoh hubungan antara TNI dan masyarakat, sekaligus menjadi sarana efektif dalam menciptakan wilayah Desa Ranuyoso yang aman, harmonis, dan kondusif. Dengan kebersamaan dan komunikasi yang intensif, stabilitas wilayah dapat terjaga secara berkelanjutan demi mendukung pembangunan dan kesejahteraan masyarakat. (Pendim0821)

Babinsa Buwek Dampingi Posyandu Arjuna, Dorong Kesadaran Orang Tua Jaga Kesehatan Balita


Lumajang, (Onenewsjatim)
-Wujud nyata kepedulian TNI terhadap peningkatan kualitas kesehatan masyarakat kembali ditunjukkan oleh Babinsa Desa Buwek, Koramil 0821-07/Randuagung. Sertu Hendry Pranajaya melaksanakan pendampingan pelayanan kesehatan bersama tenaga medis dalam kegiatan Posyandu Arjuna yang bertempat di Dusun Krajan RT 004 RW 007, Desa Buwek, Kecamatan Randuagung, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Senin (12/1/2026).

Kegiatan Posyandu tersebut merupakan bagian dari upaya berkelanjutan dalam mendukung program pemerintah di bidang kesehatan, khususnya pemantauan tumbuh kembang balita dan baduta (bayi di bawah dua tahun). Pada kesempatan tersebut, pelayanan kesehatan dipimpin langsung oleh Bidan Desa Buwek, Wisma Cahaya, A.Md.Keb., didampingi perawat Aprilia Puspita, A.Md.Kep.

Tercatat sebanyak 15 balita dan 18 baduta mengikuti rangkaian pelayanan yang meliputi penimbangan berat badan, pengukuran tinggi badan, pemantauan status gizi, serta pemberian edukasi kesehatan kepada para orang tua. Kehadiran Babinsa di tengah kegiatan Posyandu tidak hanya memberikan rasa aman, tetapi juga menjadi motivasi tersendiri bagi masyarakat untuk aktif mengikuti layanan kesehatan.

Dalam kesempatan itu, Sertu Hendry Pranajaya menyampaikan bahwa pendampingan yang dilakukan merupakan bagian dari tugas pembinaan teritorial Babinsa dalam mendukung kesejahteraan masyarakat di wilayah binaan. 

“Kesehatan ibu dan anak merupakan fondasi penting dalam menciptakan generasi yang sehat dan berkualitas. Babinsa siap bersinergi dengan tenaga kesehatan dan aparat desa demi mendukung program tersebut,” ujar dia.

Sementara itu Bidan Desa Buwek, Wisma Cahaya, A.Md.Keb., dalam keterangannya menyampaikan bahwa pemantauan kesehatan balita secara rutin melalui kegiatan Posyandu memiliki peran yang sangat penting dalam mendukung tumbuh kembang anak secara optimal. Menurutnya, masa balita merupakan periode emas (golden period) yang menentukan kualitas kesehatan anak di masa depan.

“Melalui Posyandu, kami dapat memantau pertumbuhan balita sejak dini, mulai dari berat badan, tinggi badan, hingga status gizinya. Jika ditemukan adanya gangguan pertumbuhan, penanganan dapat segera dilakukan agar tidak berdampak jangka panjang,” jelas Wisma Cahaya.

Melalui sinergi antara TNI, tenaga kesehatan, dan masyarakat, diharapkan kegiatan Posyandu dapat terus berjalan optimal sebagai garda terdepan dalam menjaga dan meningkatkan derajat kesehatan ibu dan anak di Desa Buwek. Pendampingan yang dilakukan Babinsa menjadi bukti nyata bahwa TNI selalu hadir dan peduli terhadap kebutuhan dasar masyarakat, khususnya di bidang kesehatan. (Pendim0821)

Kapolda Jatim Pimpin Sertijab Pejabat Utama dan Kapolres Jajaran


Surabaya, (Onenewsjatim)
– Kepolisian Daerah Jawa Timur menggelar upacara serah terima jabatan (sertijab) sejumlah Pejabat Utama (PJU) serta Kapolres di lingkungan Polda Jatim. Prosesi tersebut dilaksanakan di Gedung Mahameru Mapolda Jawa Timur, Jalan Ahmad Yani, Surabaya, pada Senin (12/1/2026).

Upacara sertijab dipimpin langsung oleh Kapolda Jawa Timur, Irjen Pol Drs. Nanang Avianto, M.Si. Dalam amanatnya, Kapolda menyampaikan penghargaan dan terima kasih kepada para pejabat lama atas dedikasi, loyalitas, serta kontribusi yang telah diberikan selama menjalankan tugas di Polda Jatim.

Kapolda Jatim juga memberikan arahan kepada para pejabat yang baru dilantik agar segera menyesuaikan diri dengan lingkungan kerja yang baru. 

Ia menekankan pentingnya melanjutkan program-program yang telah berjalan dengan baik, sekaligus mendorong adanya inovasi guna meningkatkan kualitas pelayanan kepolisian kepada masyarakat.

“Saya berharap para pejabat yang baru segera beradaptasi, melanjutkan kebijakan yang telah berjalan, serta menghadirkan terobosan-terobosan positif dalam pelaksanaan tugas,” ujar Irjen Pol Nanang Avianto.

Menurutnya, rotasi dan mutasi jabatan merupakan hal yang wajar dalam tubuh organisasi Polri sebagai bagian dari proses pembinaan karier serta penyegaran organisasi. 

Kapolda optimistis para pejabat yang mendapatkan amanah baru mampu melaksanakan tugas secara profesional dan bertanggung jawab.

“Saya yakin seluruh pejabat yang dilantik hari ini mampu menjalankan amanah dengan profesionalisme, loyalitas, dan integritas yang tinggi,” tegasnya.

Dalam upacara tersebut, sejumlah pejabat utama dan Kapolres di jajaran Polda Jawa Timur resmi mengalami pergantian maupun pengukuhan jabatan, baik yang bergeser ke posisi baru maupun yang masuk menggantikan pejabat sebelumnya.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Jawa Timur, Kombes Pol Jules Abraham Abast, menyampaikan bahwa rotasi jabatan ini diharapkan mampu membawa semangat baru dalam menghadapi dinamika dan tantangan keamanan serta ketertiban masyarakat di wilayah Jawa Timur.

“Pergantian jabatan ini merupakan bagian dari penyegaran organisasi sekaligus wujud komitmen Polri dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik dan menjaga stabilitas kamtibmas di wilayah hukum Polda Jawa Timur,” pungkasnya. (Red)


Babinsa Desa Tukum Dampingi Panen Padi, Hasil Panen Capai 20 Ton


Lumajang, (Onenewsjatim)
– Babinsa Desa Tukum, Koramil 0821-15/Tekung, Serda Haeruddin, terlihat aktif mendampingi petani dalam kegiatan panen padi di Dusun Tukum Kidul, Desa Tukum, Kecamatan Tekung, Kabupaten Lumajang, Senin (12/1/2025).

Kegiatan panen dilakukan di wilayah kelompok tani Makmur dengan luas lahan sekitar 2.500 hektar. Padi yang dipanen merupakan milik H. Fakida, Ketua Poktan Subur Makmur, dengan hasil panen mencapai 20 ton.

Dalam kesempatan tersebut, Serda Haeruddin menjelaskan bahwa pendampingan Babinsa terhadap petani dilakukan secara rutin untuk memastikan proses panen berjalan lancar dan hasil produksi maksimal.

“Sebagai Babinsa, kami terus mendampingi para petani di wilayah binaan. Pendampingan ini penting agar panen bisa berjalan lancar, petani mendapatkan hasil maksimal, dan tetap menerapkan teknik bercocok tanam yang baik,” ujar Serda Haeruddin.

Selain itu, Serda Haeruddin menambahkan bahwa sinergi antara aparat kewilayahan dan petani juga bertujuan meningkatkan produktivitas pertanian di Desa Tukum sehingga dapat mendukung ketahanan pangan lokal.

Para petani berharap kegiatan pendampingan ini bisa terus dilakukan, sehingga kualitas dan kuantitas hasil panen bisa meningkat dari tahun ke tahun.


Viral di TikTok, Warga Lumajang Minta “Pindahkan” Gunung Semeru


Lumajang, (Onenewsjatim)
– Sebuah video menampilkan celoteh seorang perempuan paruh baya asal Kabupaten Lumajang mendadak ramai diperbincangkan di media sosial. Perempuan bernama Gimah itu terekam menyampaikan permintaan jenaka kepada anggota TNI agar “memindahkan” Gunung Semeru demi keselamatan warga.

Hingga Senin (12/1), video yang diunggah akun TikTok @tni_in_action tersebut telah menembus 1,7 juta penayangan. Dalam video itu, Gimah mencurahkan keluh kesahnya menghadapi erupsi yang terjadi berulang kali dalam beberapa tahun terakhir.

Dalam video tersebut, Gimah mengungkapkan kegelisahannya karena harus berhadapan dengan ancaman erupsi Gunung Semeru yang kerap terjadi dalam beberapa tahun terakhir.

“Coba dipindah sama bapak itu gunung, dipindahkan ke mana gitu, biar saya aman. Masak empat tahun sekali erupsi,” ucap Gimah dalam video yang beredar.

Seorang pria yang berada di lokasi turut menimpali dengan bercanda, bahwa sempat ada rencana menutup kawah Semeru menggunakan semen, namun urung dilakukan karena lubangnya terlalu besar.

"Kemarin sudah bawah semen sebenarnya mau di tutup, tapi lubangnya besarnya, jadi tidak di tutup ibu" tawa pria dalam video 

Bupati Lumajang, Indah Amperawati, sambil bercanda menanyakan apakah Gunung Semeru bisa ditutup.

“Coba tanya Bu Indah, bisa apa tidak gunungnya ditutup. Kalau semen dari seluruh Indonesia dibawa ke sini, mungkin masih tidak cukup separuhnya untuk menutup lubang itu,” katanya sambil tertawa.

Meski disampaikan dengan gaya humor, Gimah mengaku pengalaman menghadapi bencana erupsi merupakan peristiwa yang membekas dalam ingatannya. Ia menceritakan detik-detik saat lahar dan abu vulkanik menerjang wilayah tempat tinggalnya.

“Awalnya saya kira lahar biasa, jadi tidak langsung pergi. Tapi lama-lama makin besar. Waktu ke Supiturang, debunya tebal dan panas. Saya tinggal di sana,” kenangnya saat diwawancarai.

Gimah sehari-hari tinggal bersama suaminya di Dusun Gemukmas, Desa Supiturang, Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang. Wilayah tersebut termasuk kawasan terdampak erupsi Gunung Semeru yang terjadi pada Rabu, 19 November 2025.

Ia bersyukur rumahnya tidak mengalami kerusakan berat. Namun, bagian depan rumah sempat terdampak material erupsi.

“Alhamdulillah rumah aman, cuma bagian depan yang rusak. Kejadiannya cepat, cuaca mendung dan hujan, jadi benar-benar tidak menyangka,” tuturnya.

Sementara itu, upaya mitigasi bencana terus dilakukan oleh aparat TNI di kawasan terdampak. Personel Korem 083/Baladhika Jaya sebelumnya telah melaksanakan kegiatan revitalisasi di jalur aliran lahar Gunung Semeru, khususnya di Desa Supiturang.

Personel Penerangan Korem 083/Baladhika Jaya, Peltu Suwandi, menjelaskan bahwa pihaknya melakukan pembangunan tanggul sebagai langkah antisipasi apabila terjadi erupsi susulan.

“Kami berada di lokasi aliran erupsi Semeru. Alat berat yang ada di belakang kami digunakan untuk membuat tanggul. Harapannya, jika terjadi erupsi lanjutan, material tidak meluber ke permukiman warga Desa Supiturang,” jelas Peltu Suwandi.

Upaya tersebut merupakan bagian dari komitmen TNI dalam membantu masyarakat mengurangi risiko bencana, sekaligus memberikan rasa aman bagi warga yang tinggal di sekitar kawasan rawan erupsi Gunung Semeru. (Imam)


Tiga Penerima Bansos PKH di Lumajang Terbukti Terlibat Judi Online


Lumajang, (Onenewsjatim) –
Sebanyak tiga Keluarga Penerima Manfaat (KPM) bantuan sosial Program Keluarga Harapan (PKH) di Kabupaten Lumajang terbukti terlibat aktivitas judi online (judol). Temuan tersebut diperoleh setelah dilakukan verifikasi faktual oleh pendamping PKH di lapangan.

Koordinator Pendamping PKH Kabupaten Lumajang, Akbar Alamin, mengatakan bahwa verifikasi dilakukan terhadap 45 penerima manfaat yang sebelumnya dilaporkan oleh Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) karena terindikasi melakukan transaksi judi online.

“Dari hasil verifikasi faktual yang sudah kami lakukan, hanya tiga KPM yang terbukti benar-benar terlibat judi online,” kata Akbar saat dikonfirmasi, Senin (12/1/2025).

Sementara itu, sebanyak 42 penerima manfaat lainnya dipastikan tidak terlibat langsung dalam praktik judi online. Namun, identitas mereka diketahui digunakan oleh pihak lain untuk melakukan aktivitas tersebut.

“Mayoritas dari 42 penerima ini sudah lanjut usia dan tidak bisa mengoperasikan handphone. Setelah kami cek langsung ke lapangan, mereka memang tidak bermain judi online, tetapi KTP dan rekening mereka dipakai oleh orang lain,” jelasnya.

Akbar menambahkan, pihaknya telah melakukan klarifikasi dan pembelaan melalui Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial Next Generation (SIKS-NG), yang merupakan sistem data terpadu milik Kementerian Sosial (Kemensos).

Langkah tersebut dilakukan agar bantuan sosial PKH terhadap 42 penerima manfaat tersebut tidak dicabut karena kesalahan yang tidak mereka lakukan.

“Kami sudah menyampaikan klarifikasi di SIKS-NG bahwa 42 KPM ini tidak terlibat judi online. Jadi yang benar-benar terlibat hanya tiga orang, sedangkan yang lain hanya dimanfaatkan identitasnya oleh pihak lain,” tegas Akbar.

Saat ini, lanjut Akbar, pihaknya masih menunggu tindak lanjut dari Kementerian Sosial Republik Indonesia terkait nasib tiga penerima bansos yang terbukti terlibat judi online. Besar kemungkinan bantuan sosial mereka akan dicabut.

“Untuk yang tiga ini sudah kami laporkan ke pusat. Keputusan akhirnya masih menunggu dari Kemensos. Informasi dari menteri memang mengarah pada pencabutan bansos, tapi kami masih menunggu pengumuman resminya,” ujarnya.

Sebagai langkah pencegahan, Akbar mengimbau seluruh penerima bantuan sosial PKH agar tidak mudah memberikan identitas pribadi seperti KTP dan buku rekening kepada pihak manapun.

Selain itu, ia juga menyarankan agar rekening bantuan sosial hanya digunakan untuk keperluan bansos dan tidak dipakai untuk transaksi lain guna menghindari penyalahgunaan.

“Kami mengingatkan agar penerima bansos lebih berhati-hati, jangan sampai identitas dan rekening disalahgunakan yang akhirnya justru merugikan penerima sendiri,” pungkasnya.(Imam)


Prestasi Nasional, Anggota Polres Lumajang Sabet Juara di East Karate Championship 2026


Lumajang, (Onenewsjatim) –
Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh jajaran Polres Lumajang. Salah satu personelnya, Bripda Yoga Ananda Aditya Wahyu, sukses mencatatkan capaian gemilang dalam ajang East Karate Championship AKF Open Soejagat BAP Cup 3 Tahun 2026.

Dalam kejuaraan yang berlangsung pada 10–11 Januari 2026 di GOR Ken Arok, Kota Malang, Bripda Yoga Ananda berhasil meraih Juara 1 Kumite Beregu Putra TNI–Polri serta Juara 2 Kumite Perorangan kelas 75 kilogram kategori TNI–Polri.

Kompetisi tersebut diikuti atlet-atlet karate terbaik dari unsur TNI, Polri, serta berbagai perguruan karate dari sejumlah daerah di Indonesia.

Kapolres Lumajang AKBP Alex Sandy Siregar, melalui Kasubsi PIDM Sie Humas Ipda Untoro, menyampaikan apresiasi tinggi atas pencapaian tersebut. Ia menilai keberhasilan ini menjadi bukti nyata bahwa anggota Polri mampu menunjukkan prestasi tidak hanya dalam pelaksanaan tugas kepolisian, tetapi juga di bidang olahraga prestasi.

“Capaian yang diraih Bripda Yoga Ananda merupakan kebanggaan bagi Polres Lumajang. Ini mencerminkan dedikasi, disiplin, dan semangat juang yang tinggi, sekaligus membawa nama baik institusi di tingkat nasional,” ungkap Ipda Untoro, Senin (12/1/2026).

Ia menambahkan, prestasi tersebut merupakan hasil dari latihan yang konsisten serta komitmen kuat dalam mengembangkan kemampuan diri. Pihaknya berharap keberhasilan ini dapat menjadi pemacu semangat bagi personel Polres Lumajang lainnya untuk terus berprestasi, baik di bidang kedinasan maupun nonkedinasan.

“Kapolres berharap prestasi ini dapat dipertahankan bahkan ditingkatkan, serta menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk terus berusaha dan berprestasi,” tambahnya.

Ajang East Karate Championship AKF Open Soejagat BAP Cup 3 dikenal sebagai salah satu turnamen karate bergengsi yang berperan penting dalam pembinaan atlet nasional, termasuk dari lingkungan TNI dan Polri.

Melalui capaian tersebut, Polres Lumajang kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung pengembangan sumber daya manusia yang unggul, berprestasi, dan mampu bersaing di berbagai bidang.


11/01/2026

Babinsa Wonokerto Dampingi Pembangunan Jalan Rabat Beton di Dusun Wonoayu


Lumajang, (Onenewsjatim)-
Wujud nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat kembali ditunjukkan melalui keterlibatan langsung aparat kewilayahan dalam pembangunan infrastruktur desa. Babinsa Wonokerto Koramil 0821-04/Gucialit, Serma Sugianto, melaksanakan kegiatan membantu warga dalam karya bakti pembangunan jalan rabat beton sepanjang 50 meter di Dusun Wonoayu RT 005 RW 006, Desa Wonokerto, Kecamatan Gucialit, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, pada Minggu (11/1/2026).

Kegiatan kerja bakti tersebut dilakukan bersama warga setempat sebagai upaya meningkatkan akses transportasi dan memperlancar aktivitas masyarakat, khususnya dalam mendukung mobilitas sehari-hari serta perekonomian desa. Jalan rabat beton yang dibangun diharapkan dapat memberikan kenyamanan dan keamanan bagi pengguna jalan, terutama saat musim hujan.

Serma Sugianto mengatakan bahwa keterlibatan Babinsa dalam kerja bakti merupakan bagian dari tugas pembinaan teritorial guna memperkuat hubungan antara TNI dan masyarakat. Menurutnya, pembangunan infrastruktur desa tidak hanya membutuhkan dukungan material, tetapi juga semangat kebersamaan dan gotong royong.

“Kegiatan karya bakti ini menjadi sarana untuk menumbuhkan kembali budaya gotong royong sekaligus membantu percepatan pembangunan di wilayah binaan,” katanya di sela kegiatan.

Sementara itu, Kepala Dusun Wonoayu, Abdul Ghofur, dalam keterangannya menjelaskan bahwa pembangunan jalan rabat beton merupakan solusi jangka panjang untuk mengatasi kerusakan jalan yang kerap terjadi, terutama saat musim hujan. 

Menurutnya, dibandingkan jalan tanah atau makadam, rabat beton lebih kuat, tahan lama, dan meminimalisir biaya perbaikan berulang.

“Dengan jalan rabat beton, manfaatnya bisa dirasakan dalam jangka panjang. Akses warga menjadi lebih lancar, aman, dan tidak mudah rusak. Namun demikian, perawatan tetap diperlukan, seperti menjaga kebersihan saluran air dan menghindari beban berlebih agar usia jalan bisa lebih panjang,” jelasnya.

Melalui kegiatan kerja bakti tersebut, diharapkan akses jalan di Dusun Wonoayu semakin baik dan dapat menunjang kelancaran aktivitas warga. Sinergi antara TNI dan masyarakat, menjadi bukti nyata bahwa kebersamaan dan gotong royong masih menjadi kekuatan utama dalam pembangunan di tingkat desa. (Pendim0821)

Babinsa Papringan Dampingi Tenaga Kesehatan Tangani ODGJ di Desa Papringan


Lumajang, (Onenewsjatim)-
Kepedulian terhadap kesehatan masyarakat terus ditunjukkan oleh aparat kewilayahan bersama tenaga kesehatan. Babinsa Papringan Koramil 0821-05/Klakah, Sertu Muhtaryono, melaksanakan kegiatan pendampingan pemantauan kondisi dan pemberian obat kepada pasien Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) di Dusun Godean RT 005 RW 002, Desa Papringan, Kecamatan Klakah, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, pada Sabtu (10/1/2026).

Kegiatan tersebut dilakukan bersama Perawat Puskesmas Klakah, M. Fendik Nazarudin, A.Md. Kep., sebagai bentuk sinergi antara TNI dan tenaga kesehatan dalam memastikan pasien ODGJ mendapatkan perawatan yang berkelanjutan, aman, dan sesuai prosedur medis. Pasien yang didampingi dalam kegiatan ini adalah Sagi (63 tahun), warga setempat yang rutin menjalani pemantauan kesehatan.

Saat dikonfirmasi, Sertu Muhtaryono mengatakan bahwa pendampingan ini merupakan bagian dari tugas Babinsa dalam membantu mengatasi kesulitan masyarakat di wilayah binaannya, termasuk dalam aspek kesehatan. 

Kehadiran Babinsa diharapkan dapat memberikan rasa aman bagi pasien, keluarga, maupun tenaga kesehatan saat proses pemeriksaan dan pemberian obat berlangsung.

“Pendampingan ini tidak hanya soal pengamanan, tetapi juga bentuk kepedulian dan dukungan moral agar pasien merasa diperhatikan dan keluarga tidak merasa sendiri dalam menghadapi kondisi ini,” kata dia.

Sementara itu, Dalam keterangannya, M. Fendik Nazarudin menjelaskan bahwa penanganan ODGJ dilakukan secara berkelanjutan melalui pemantauan rutin, pemberian obat sesuai anjuran medis, serta pendekatan persuasif kepada pasien dan keluarga. Menurutnya, kepatuhan minum obat dan dukungan lingkungan sekitar sangat berpengaruh terhadap stabilitas kondisi pasien.

“Upaya penanganan ODGJ tidak bisa dilakukan sekali saja. Diperlukan pemantauan berkala, evaluasi perkembangan kondisi pasien, serta edukasi kepada keluarga agar pasien dapat menjalani pengobatan secara teratur,” jelasnya.

Melalui kegiatan tersebut, diharapkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya perhatian dan perawatan bagi ODGJ semakin meningkat. Sinergi antara TNI, tenaga kesehatan, dan masyarakat menjadi kunci dalam mewujudkan pelayanan kesehatan yang humanis serta berkelanjutan, khususnya bagi kelompok rentan di wilayah pedesaan. (Pendim0821)

10/01/2026

Sekitar 30 Balita Ikuti Posyandu Pelangi, Babinsa Beri Pendampingan Penuh


Lumajang, (Onenewsjatim)-
Wujud nyata kepedulian TNI terhadap peningkatan kualitas kesehatan masyarakat, Babinsa Kutorenon Koramil 0821-02/Sukodono, Serda Muhammad Yani, yang melaksanakan pendampingan pelayanan kesehatan di Posyandu Pelangi, Dusun Kepuh RT 001 RW 003, Desa Kutorenon, Kecamatan Sukodono, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Sabtu (10/1/2026).

Kegiatan Posyandu yang rutin digelar tersebut menjadi garda terdepan dalam upaya pemantauan tumbuh kembang balita serta pencegahan dini berbagai permasalahan kesehatan. Kehadiran Babinsa tidak hanya memberikan rasa aman, tetapi juga menjadi motivasi bagi masyarakat untuk aktif mengikuti layanan kesehatan, khususnya bagi ibu dan anak.

Pendampingan dilakukan sejak awal kegiatan hingga selesai, mulai dari penimbangan balita, pencatatan perkembangan berat dan tinggi badan, hingga pemberian vitamin dan imunisasi sesuai jadwal. Tercatat sekitar 30 balita mengikuti pelayanan kesehatan yang dilaksanakan dengan penuh antusias oleh para orang tua.

Serda Muhammad Yani menegaskan bahwa pendampingan Posyandu merupakan bagian dari tugas Babinsa dalam mendukung program pemerintah di bidang kesehatan masyarakat. Menurutnya, kesehatan balita merupakan investasi jangka panjang bagi bangsa. 

“Kami siap bersinergi dengan tenaga kesehatan dan pemerintah desa untuk memastikan pelayanan kesehatan berjalan lancar dan tepat sasaran,” ujar dia.

Bidan Desa Kutorenon, Desie Lilavati Vijaganita, S.ST, menjelaskan bahwa Posyandu memiliki peran strategis dalam menjaga kualitas kesehatan generasi muda sejak dini. 

“Melalui Posyandu, kami dapat memantau pertumbuhan balita secara berkala, mendeteksi dini stunting, serta memberikan edukasi kesehatan dan tentunya partisipasi orang tua untuk terus melakukan pemantauan tumbuh kembang Balitanya," pungkasnya. (Pendim0821)

Keris Go To Campus Resmi Digulirkan, TNI Dukung Pelestarian Budaya Perkerisan di Lumajang


Lumajang, (Onenewsjatim)-
Bertempat di Markas Yayasan Pati Nambi, Dusun Sarirejo I RT 002 RW 001 Desa Kebonsari Kecamatan Sumbersuko, telah dilaksanakan kegiatan Penandatanganan MoU “Keris Go To Campus” antara Yayasan Pati Nambi dengan Universitas Lumajang (UNILU), disertai Sosialisasi Budaya Perkerisan kepada perwakilan pondok pesantren se-Kabupaten Lumajang, Sabtu (10/1/2026). 

Kegiatan yang dilaksanakan sebagai upaya pelestarian budaya Nusantara tersebut dihadiri tokoh budaya, akademisi, dan unsur pesantren. Program MoU ini bertujuan membawa edukasi perkerisan ke lingkungan kampus serta memperluas pemahaman sejarah dan filosofi keris kepada generasi muda.

Kasdim 0821/Lumajang, Mayor Inf Tanuri, yang turut hadir, menyampaikan bahwa TNI mendukung penuh langkah pelestarian budaya lokal yang memiliki nilai sejarah dan jati diri bangsa.

“Keris bukan sekadar pusaka, tetapi simbol karakter, kearifan, dan jati diri Nusantara. Kami di Kodim 0821 mendukung penuh upaya edukasi budaya kepada generasi muda, termasuk melalui kerjasama kampus dan pesantren,” tegas Kasdim.

Selain MoU, kegiatan juga diisi dengan paparan sejarah keris, filosofi pamor, hingga nilai moral yang terkandung dalam budaya tosan aji. Para peserta dari berbagai pondok pesantren diberikan pemahaman tentang pentingnya menjaga kelestarian budaya di tengah perkembangan modern.

Kasdim menambahkan bahwa sinergi antara akademisi, budayawan, dan pesantren sangat strategis.

“Pelestarian budaya tidak bisa berjalan sendiri. Perlu sinergi semua komponen bangsa agar warisan leluhur tetap hidup, dipahami, dan diwariskan,” tambahnya.

Kegiatan berlangsung dengan tertib dan penuh antusias, menandai langkah awal kerjasama budaya antara Yayasan Pati Nambi dan Universitas Lumajang untuk memperluas wawasan budaya perkerisan di wilayah Lumajang. (Pendim 0821).

09/01/2026

Dandim 0821/Lumajang Kunker ke Koramil Tekung, Tekankan Disiplin dan Marwah Satuan


Lumajang, (Onenewsjatim)-
Dandim 0821/Lumajang, Letkol Arh Anton Subhandi, S.A.P., M.I.P., melaksanakan Kunjungan Kerja (Kunker) ke Koramil 0821-15/Tekung, Jumat (9/1/2026). Kunjungan ini dilakukan dalam rangka pengecekan kesiapan satuan, pembinaan personel, serta memperkuat komunikasi langsung dengan prajurit di jajaran.

Dalam arahannya, Dandim menyampaikan penekanan penting terkait disiplin, tanggung jawab, dan kehormatan sebagai seorang prajurit TNI AD. Ia menegaskan bahwa setiap anggota harus mampu menjaga perilaku dan profesionalisme dalam melaksanakan tugas maupun dalam kehidupan sehari-hari.

“Saya tekankan kepada seluruh anggota: jaga diri, jaga keluarga, serta jaga nama satuan dan nama TNI AD. Karena setiap tindakan kita membawa nama institusi dan kehormatan bendera yang kita emban,” tegas Dandim

Letkol Arh Anton Subhandi juga mengingatkan bahwa tantangan tugas ke depan semakin kompleks. Oleh sebab itu, setiap prajurit harus menjaga kesehatan, kesiapan mental, serta meningkatkan kualitas pengabdian sesuai tugas pokok masing-masing.

Ia juga menegaskan pentingnya soliditas antaranggota dan sinergi dengan masyarakat di wilayah teritorial Koramil Tekung. 

“TNI tidak bisa bekerja sendiri. Kehadiran kita harus memberikan manfaat dan rasa aman bagi masyarakat. Maka jaga hubungan baik dengan warga dan aparat lain di wilayah,” tambahnya.

Pada kesempatan tersebut, Dandim menyempatkan melihat kondisi pangkalan, mengecek administrasi staf, serta berdialog langsung dengan anggota yang sedang bertugas di lapangan. Kunjungan berjalan hangat dan penuh motivasi, diakhiri dengan pengarahan singkat dan sesi tanya jawab antara prajurit dan komandan.

Dengan adanya kunker ini, diharapkan kinerja Koramil 0821-15/Tekung semakin optimal dalam menjalankan fungsi pembinaan teritorial, serta mewujudkan prajurit yang profesional, disiplin, dan berintegritas tinggi dalam setiap pelaksanaan tugas. (Pendim 0821).

Dandim 0821 Lumajang: Pelestarian Pusaka Perkuat Ketahanan Budaya Bangsa


Lumajang, (Onenewsjatim)-
Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Lumajang menggelar Pameran Pusaka dan Edukasi bertajuk “Melestarikan Pusaka Nusantara” di Pendopo Arya Wiraraja, Jumat (9/1/2026). 

Kegiatan ini menjadi upaya nyata dalam memperkenalkan sekaligus menjaga warisan budaya bangsa sebagai bagian penting dari penguatan jati diri nasional.

Beragam pusaka tradisional ditampilkan dalam pameran tersebut, mulai dari keris, tombak, pedang, hingga sejumlah artefak bersejarah lainnya yang sarat dengan nilai filosofi, seni, dan perjalanan sejarah Nusantara. 

Selain pameran, pengunjung juga mendapatkan edukasi mengenai makna pusaka serta relevansinya dalam kehidupan masyarakat modern.

Komandan Kodim 0821/Lumajang, Letkol Arh Anton Subhandi, S.A.P., M.I.P., menegaskan bahwa pelestarian pusaka tidak dapat dipisahkan dari upaya menjaga ketahanan budaya bangsa. 

Menurutnya, kekuatan budaya merupakan salah satu pilar penting dalam menopang ketahanan nasional secara menyeluruh.

“Pusaka merupakan saksi perjalanan panjang bangsa Indonesia. Di dalamnya terkandung nilai keberanian, kehormatan, keteguhan, dan semangat patriotisme para leluhur. Melestarikan pusaka berarti menjaga identitas bangsa agar tidak terkikis oleh arus perubahan zaman,” ujar Dandim kepada awak media.

Ia menambahkan, TNI melalui Kodim 0821 Lumajang berkomitmen untuk terus bersinergi dengan pemerintah daerah serta komunitas budaya dalam menjaga dan merawat warisan leluhur. Nilai-nilai luhur yang terkandung dalam pusaka, kata dia, sejalan dengan jati diri TNI sebagai tentara rakyat yang lahir dari dan untuk bangsa Indonesia.

“Tugas TNI bukan hanya menjaga keutuhan wilayah dan kedaulatan negara, tetapi juga memastikan semangat perjuangan para pendahulu tetap hidup. Nilai tersebut tercermin dalam artefak budaya yang harus dikenalkan kepada generasi muda,” tambahnya.

Lebih lanjut, Dandim mengingatkan bahwa tantangan bangsa di era modern tidak semata bersifat fisik, tetapi juga berupa pergeseran nilai, melemahnya karakter kebangsaan, serta menurunnya pemahaman sejarah. Oleh karena itu, pameran pusaka dinilai sebagai media strategis untuk menanamkan nilai-nilai perjuangan kepada generasi penerus.

“Pusaka bukan sekadar benda yang dikaitkan dengan hal mistis, melainkan simbol identitas dan sejarah bangsa. Upaya pelestarian budaya merupakan investasi jangka panjang untuk membangun karakter dan kepribadian bangsa,” pungkasnya. (Pendim 0821)


© Copyright 2024 Onenewsjatim | All Right Reserved