-->

21/07/2026

Polres Lumajang Pastikan Penyelidikan Kematian Nisarofatin Terus Berjalan


Lumajang
, (Onenewsjatim) – Polres Lumajang menegaskan penyelidikan kasus kematian tidak wajar Nisarofatin (22), warga Desa Kandangtepus, Kecamatan Senduro, masih terus berjalan.

Polisi memastikan penanganan perkara dilakukan secara profesional dan berbasis pembuktian ilmiah sehingga tidak benar jika disebut mandek atau jalan di tempat.

Kasubsi Pengelolaan Informasi, Dokumentasi, dan Multimedia (PIDM) Sihumas Polres Lumajang, Ipda Suprapto, S.H., mengatakan penyidik tetap bekerja mendalami seluruh fakta yang ada sebelum mengambil kesimpulan hukum.

"Kasus ini tidak berhenti. Penyidik masih terus bekerja secara profesional dan hati-hati. Setiap langkah dilakukan berdasarkan Scientific Crime Investigation agar seluruh proses memiliki dasar hukum dan bukti yang kuat," kata Ipda Suprapto, Selasa (21/7/2026).

Ia menjelaskan laporan polisi diterima pada awal April 2026. Sejak saat itu penyidik Polsek Senduro bersama Satreskrim Polres Lumajang telah melakukan olah tempat kejadian perkara, menyita barang bukti dan memeriksa 10 saksi termasuk suami serta keluarga korban.

Menurut Suprapto, penyidik juga telah mengantongi hasil pemeriksaan Laboratorium Forensik dan hasil otopsi sebagai bagian penting dalam proses penyelidikan.

"Hasil uji toksikologi menyatakan tidak ditemukan kandungan racun seperti sianida, pestisida maupun alkohol pada tubuh korban. Dugaan awal mengenai keracunan tidak terbukti berdasarkan pemeriksaan laboratorium," ujarnya.

Meski demikian hasil Visum et Repertum (VER) dalam menunjukkan korban mengalami kekerasan tumpul pada bagian depan kepala yang menyebabkan gegar otak berat hingga berujung pada kematian.

Suprapto mengatakan temuan tersebut masih memerlukan pendalaman karena penyidik harus memastikan penyebab luka tersebut melalui pembuktian ilmiah.

"Tantangan penyidik saat ini adalah memastikan apakah luka itu terjadi akibat perbuatan orang lain atau karena faktor lain. Proses itu harus dibuktikan dengan alat bukti yang sah karena kondisi TKP saat awal kejadian juga sudah berubah setelah warga memberikan pertolongan," jelasnya.

Ia menambahkan penyidik telah menggelar perkara di Satreskrim Polres Lumajang. Hasilnya belum ditemukan sedikitnya dua alat bukti yang sah untuk menetapkan seseorang sebagai tersangka.

Karena itu penyidik masih melakukan pendalaman dengan memeriksa saksi tambahan, meminta keterangan dokter forensik yang melakukan otopsi serta menjadwalkan pemeriksaan ulang di lokasi kejadian sebelum dilaksanakan gelar perkara khusus.

"Kami juga terus berkoordinasi dengan Satreskrim Polres Lumajang untuk mengevaluasi perkembangan penyelidikan. Semua langkah dilakukan agar perkara ini dapat diungkap secara objektif dan dapat dipertanggungjawabkan," tutur Suprapto.

Polres Lumajang juga memastikan komunikasi dengan keluarga korban dan kuasa hukum tetap dibuka. Penyidik akan menyampaikan perkembangan penyelidikan secara berkala agar proses hukum berjalan transparan.

"Kami memahami harapan keluarga korban. Karena itu kami berkomitmen menuntaskan perkara ini secara objektif tanpa mengabaikan asas kehati-hatian. Kami juga mengimbau masyarakat tidak berspekulasi dan menunggu informasi resmi dari penyidik," pungkas Ipda Suprapto.

20/07/2026

Pemkab Lumajang Siapkan Seragam Sekolah Gratis untuk 10-11 Ribu Siswa Baru SD dan SMP Negeri


Lumajang, (Onenewsjatim) -
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang menyiapkan program seragam sekolah gratis bagi siswa baru jenjang Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) negeri pada tahun ajaran 2026. Program tersebut saat ini masih dalam tahap persiapan menuju proses lelang.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kabupaten Lumajang, Patria Dwi Hastiadi, mengatakan program itu diproyeksikan menjangkau sekitar 10 ribu hingga 11 ribu peserta didik baru di sekolah negeri yang menjadi kewenangan pemerintah daerah.

"Untuk SD dan SMP kira-kira kisaran 10-11 ribu siswa," kata Patria kepada wartawan, Senin (20/7/2026).

Untuk merealisasikan program tersebut, Pemkab Lumajang menyiapkan anggaran sekitar Rp4,9 miliar yang akan digunakan untuk pengadaan seragam bagi siswa baru SD dan SMP negeri.

"Kami siapkan anggaran sekitar Rp4,9 miliar. Nanti akan meng-cover siswa baru di SD maupun SMP negeri yang menjadi kewenangan Dinas Pendidikan," ujarnya.

Patria menjelaskan, jumlah kebutuhan seragam dihitung berdasarkan rata-rata data penerimaan peserta didik baru dalam tiga tahun terakhir. 

Selain itu, Dindikbud juga menyiapkan tambahan stok guna mengantisipasi adanya siswa pindahan selama tahun ajaran berlangsung.

"Kami memakai data tiga tahun terakhir, kemudian dirata-rata. Kami juga mengajukan tambahan stok karena kemungkinan ada siswa baru pindahan dan lain sebagainya," jelasnya.

Meski demikian, bantuan seragam gratis tersebut saat ini hanya diperuntukkan bagi siswa baru di sekolah negeri. 

Menurut Patria, keterbatasan anggaran menjadi alasan utama program tersebut belum dapat menjangkau sekolah swasta.

"Bantuan ini baru meng-cover siswa baru SD dan SMP negeri di bawah kewenangan Pemkab Lumajang. Anggarannya belum mencukupi apabila juga diberikan kepada siswa sekolah swasta," ungkapnya.

Meski begitu, Dindikbud terus berkoordinasi dengan berbagai pihak, termasuk Kementerian Agama, terkait kemungkinan perluasan sasaran penerima bantuan melalui pembahasan Perubahan Anggaran Keuangan (PAK).

"Kami juga berkoordinasi dengan beberapa lembaga. Mungkin Kemenag juga mengusulkan kepada Bupati agar usulannya dapat diakomodasi dalam pembahasan PAK," imbuh Patria.

Saat ini, proses pengadaan seragam masih berada pada tahap perencanaan sebelum memasuki proses lelang. 

"Pemkab Lumajang berharap seluruh tahapan dapat berjalan sesuai jadwal sehingga seragam gratis dapat segera dibagikan kepada siswa baru pada tahun ini, " Pungkasnya

Kodim 0821/Lumajang Perkuat Ketahanan Wilayah Melalui Penyuluhan P4GN


Lumajang, (Onenewsjatim)-
Kodim 0821/Lumajang menggelar kegiatan Penyuluhan Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) bekerja sama dengan Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Lumajang sebagai upaya memperkuat komitmen mewujudkan prajurit yang profesional, berintegritas, dan bebas dari penyalahgunaan narkoba. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Makodim 0821/Lumajang, Senin (20/7/2026).

Kegiatan yang menjadi agenda rutin setiap semester tersebut diikuti oleh prajurit dan PNS Kodim 0821/Lumajang. Selain sebagai sarana edukasi, penyuluhan juga menjadi langkah preventif untuk meningkatkan pemahaman personel terhadap bahaya narkoba, sekaligus memperkuat peran aparat kewilayahan dalam mendukung upaya pemberantasan narkoba di Kabupaten Lumajang.

Kasdim 0821/Lumajang, Mayor Inf Tanuri, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan P4GN merupakan bentuk komitmen nyata TNI AD dalam menciptakan lingkungan kerja yang bersih dari narkoba. Ia mengapresiasi seluruh personel Kodim 0821/Lumajang karena hingga saat ini tidak ditemukan indikasi penyalahgunaan narkoba di lingkungan satuan.

"Penyuluhan P4GN ini merupakan agenda rutin yang kami laksanakan bersama BNNK Lumajang sebagai langkah pencegahan sejak dini. Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh anggota karena sampai saat ini tidak ada indikasi penyalahgunaan narkoba di lingkungan Kodim 0821/Lumajang. Kondisi ini harus terus dipertahankan melalui disiplin, pengawasan, dan kepedulian bersama," ujar Mayor Tanuri.

Ia menegaskan bahwa penyalahgunaan narkoba harus menjadi perhatian serius seluruh prajurit. TNI AD telah menerapkan kebijakan yang tegas terhadap setiap personel yang terbukti terlibat narkoba, termasuk pelaksanaan tes urine secara mendadak sebagai bentuk pengawasan dan deteksi dini.

Dalam kegiatan tersebut, Staf BNNK Kabupaten Lumajang, Devi Oktaviana, menyampaikan materi mengenai bahaya narkoba, dampak penyalahgunaannya terhadap kesehatan, keluarga, dan kehidupan sosial, serta pentingnya peran keluarga dalam mencegah penyalahgunaan narkotika. Ia juga menjelaskan bahwa ancaman narkoba merupakan salah satu bentuk proxy war, yaitu upaya melemahkan bangsa melalui perusakan moral, mental, dan ketahanan generasi muda tanpa menggunakan kekuatan militer secara langsung.

Selain itu, peserta diberikan pemahaman mengenai jenis-jenis narkotika dan psikotropika beserta dampaknya terhadap sistem saraf, organ tubuh, hingga risiko ketergantungan yang dapat menghancurkan masa depan individu maupun keluarga.

Kegiatan penyuluhan ini memberikan manfaat yang besar, tidak hanya bagi prajurit Kodim 0821/Lumajang, tetapi juga bagi masyarakat. Sebagai Aparat Komando Kewilayahan (Apkowil), prajurit diharapkan menjadi pelopor dalam mengedukasi masyarakat tentang bahaya narkoba, sekaligus mampu mendeteksi dan mencegah peredarannya di lingkungan masing-masing. Dengan demikian, tercipta lingkungan yang lebih aman, sehat, dan produktif serta generasi muda yang terlindungi dari ancaman penyalahgunaan narkotika.

Melalui kegiatan P4GN tersebut, Kodim 0821/Lumajang menegaskan komitmennya untuk terus mendukung program nasional pemberantasan narkoba sekaligus memperkuat ketahanan wilayah melalui prajurit yang bersih, profesional, dan menjadi teladan di tengah masyarakat. (Pendim 0821).

Babinsa Tegalbangsri Motivasi Pengrajin Tusuk Sate, Dorong UMKM Terus Berkembang


Lumajang, (Onenewsjatim)–
Sebagai wujud kepedulian terhadap perkembangan usaha masyarakat sekaligus mempererat kemanunggalan TNI dengan rakyat, Babinsa Tegalbangsri Koramil 0821-06/Ranuyoso, Sertu Mujahidin, melaksanakan komunikasi sosial (Komsos) dengan salah satu pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) pembuat tusuk sate di Dusun Krajan, Desa Tegalbangsri, Kecamatan Ranuyoso, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Senin (20/7/2026).

Dalam kegiatan tersebut, Sertu Mujahidin mengunjungi tempat usaha milik Jamsari yang telah lama menekuni produksi tusuk sate sebagai salah satu usaha rumahan yang mampu memberikan nilai ekonomi bagi keluarga serta membuka peluang penghasilan bagi masyarakat sekitar.

Melalui komunikasi yang berlangsung santai dan penuh keakraban, Babinsa mendengarkan secara langsung kondisi usaha, mulai dari proses produksi, ketersediaan bahan baku, hingga pemasaran hasil produksi. Selain itu, ia juga memberikan motivasi agar pelaku UMKM tetap semangat mengembangkan usahanya di tengah dinamika perekonomian.

Sertu Mujahidin mengatakan bahwa pendampingan melalui komunikasi sosial merupakan bagian dari tugas Babinsa dalam membangun kedekatan dengan masyarakat, termasuk memberikan perhatian kepada pelaku UMKM yang berkontribusi terhadap perekonomian desa.

"UMKM memiliki peran penting dalam menggerakkan ekonomi masyarakat. Karena itu, kami hadir untuk memberikan semangat, mendengar berbagai kendala yang dihadapi, serta mendorong para pelaku usaha agar terus berinovasi dan mempertahankan kualitas produknya sehingga mampu bersaing di pasar," kata dia.

Menurutnya, usaha pembuatan tusuk sate yang ditekuni Jamsari menjadi salah satu contoh usaha rumahan yang memiliki prospek baik karena produknya dibutuhkan secara berkelanjutan oleh para pedagang kuliner maupun masyarakat.

Sementara itu, Jamsari mengaku senang atas perhatian yang diberikan Babinsa kepada pelaku UMKM. Menurutnya, kehadiran Babinsa tidak hanya memberikan motivasi, tetapi juga menjadi penyemangat bagi para pelaku usaha untuk terus berkembang.

"Kami merasa diperhatikan. Kehadiran Babinsa memberikan semangat kepada kami agar tetap optimistis menjalankan usaha. Mudah-mudahan usaha kecil seperti ini bisa terus berkembang dan memberikan manfaat bagi keluarga maupun masyarakat sekitar," ungkapnya.

Melalui kegiatan komunikasi sosial tersebut, diharapkan hubungan yang harmonis antara Babinsa dan masyarakat semakin erat, sekaligus mendorong tumbuhnya sektor UMKM sebagai salah satu pilar penguatan ekonomi desa. Pendekatan yang dilakukan Babinsa juga menjadi bukti bahwa pembinaan teritorial tidak hanya berfokus pada aspek keamanan, tetapi turut mendukung pemberdayaan masyarakat dan peningkatan kesejahteraan di wilayah binaan. (Pendim0821)

Bersembunyi di Rumah Teman, Pelaku Curanmor Akhirnya Tak Berkutik Dibekuk Polisi

Pelaku curanmor saat diamankan polisi

Lumajang, (Onenewsjatim) – Satreskrim Polres Lumajang berhasil mengamankan satu pelaku pencurian sepeda motor yang sempat melarikan diri usai beraksi di pusat kota Lumajang, Sabtu (18/7/2026).

Pelaku berinisial IS, 31, warga Kecamatan Kedungjajang, ditangkap petugas Resmob saat bersembunyi di rumah temannya di Desa Grobogan, Kecamatan Kedungjajang, sekitar pukul 16.00 WIB.

Kasi Humas Polres Lumajang Ipda Suprapto mengatakan, penangkapan IS merupakan hasil pengembangan dari penangkapan pelaku lainnya yang lebih dulu diamankan warga.

"Benar, anggota Satreskrim telah mengamankan satu pelaku curanmor berinisial IS. Yang bersangkutan ditangkap di Desa Grobogan saat bersembunyi di rumah temannya," ujar Ipda Suprapto.

Peristiwa pencurian itu terjadi sekitar pukul 11.30 WIB di depan toko kosmetik di Jalan Kyai Ghozali, Kelurahan Rogotrunan, Kecamatan Lumajang. 

Berdasarkan keterangan kepolisian, IS beraksi bersama rekannya berinisial NS, warga Desa Krasak, Kecamatan Kedungjajang. 

Saat itu korban baru saja memarkir sepeda motornya di depan toko dalam keadaan terkunci setang, namun kunci magnet masih terbuka. Korban kemudian masuk ke dalam toko sambil membawa kunci asli.

Melihat kesempatan itu, NS turun dari motor dan mencoba membawa kabur sepeda motor korban menggunakan kunci palsu. Sementara IS menunggu di sekitar lokasi menggunakan sepeda motor Vario 150 warna merah doff.

Aksi tersebut sempat diketahui karyawan toko yang langsung berteriak "maling". Panik, para pelaku berusaha kabur ke arah timur. Namun sekitar 10 meter dari lokasi, NS kehilangan kendali dan terjatuh bersama motor curian.

"Warga yang mendengar teriakan langsung melakukan pengejaran dan berhasil mengamankan NS. Sempat terjadi amukan massa sebelum akhirnya kami amankan," jelas Ipda Suprapto.

Sementara itu IS berhasil melarikan diri ke arah selatan. Tim Resmob kemudian melakukan penyelidikan dan pengejaran hingga akhirnya menemukan keberadaan IS di Desa Grobogan.

"Saat ini kedua pelaku sudah kami amankan di Polres Lumajang untuk proses hukum lebih lanjut. Motor yang digunakan pelaku dan barang bukti lainnya juga sudah diamankan," tambah Ipda Suprapto.

Atas perbuatannya, kedua pelaku dijerat Pasal 477  KUHP tentang pencurian dengan pemberatan dengan ancaman hukuman maksimal 7 tahun penjara.

19/07/2026

Ketua RT di Lumajang Diduga Setubuhi Keponakan Sendiri Sejak Kelas 3 SD

Keluarga korban saat melaporkan ke Polres Lumajang

Lumajang, (Onenewsjatim)
— Seorang gadis berusia 14 tahun di Kecamatan Kedungjajang, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, diduga menjadi korban persetubuhan yang dilakukan oleh pamannya sendiri yang juga menjabat sebagai ketua RT setempat.

Kasus ini kini telah dilaporkan keluarga korban ke Polres Lumajang dengan didampingi kuasa hukum.

Kuasa hukum korban, Shifa Khilwiyatul Muti'ah, mengatakan kasus tersebut terungkap setelah ada informasi yang beredar di lingkungan sekitar terkait kedekatan korban dengan terduga pelaku.

"Awal pertama kali diketahui itu karena ada saudaranya yang datang ke rumah menanyakan terkait isu-isu yang beredar di kampung. Kalau di kampung kan banyak isu-isu, ditanyakan, dikroscek kebenarannya. Dari saudaranya itu ke orang tua. Nah itu akhirnya ketahuan kalau ternyata si anak ini telah menjadi korban," ujar Shifa saat dikonfirmasin

Berdasarkan keterangan korban kepada keluarga dan penyidik, dugaan persetubuhan telah terjadi sebanyak empat kali.

Peristiwa pertama kali terjadi saat korban masih duduk di bangku kelas 3 Sekolah Dasar.

"Ini sebenarnya pencabulan ke korban itu sejak masih kelas 3 SD. Korban disetubuhi oleh pelaku sudah 4 kali," kata Shifa.

Shifa menjelaskan, terduga pelaku berinisial RM (56) masih memiliki hubungan kerabat dengan korban. Selain itu, RM juga diketahui menjabat sebagai ketua RT di lingkungan tempat tinggal mereka.

Menurut keterangan korban, peristiwa itu terjadi di beberapa lokasi berbeda. 

"Tempat kejadiannya di sekitar situ. Yang pertama ada di rumah terduga pelaku. Yang kedua di rumah kosong, yang ketiga di kandang, dan yang keempat di rumah korban sendiri," jelas Shifa.

Korban juga mengaku sempat diberi sejumlah uang oleh terduga pelaku setelah kejadian.

"Korban diiming-imingi dikasih uang," tambahnya.

Shifa menyebut korban baru berani mengungkapkan setelah keluarga mengetahui adanya informasi yang beredar di lingkungan. 

Saat ini seluruh keterangan korban telah disampaikan kepada penyidik Polres Lumajang sebagai bagian dari proses hukum.

Sementara itu, Kasi Humas Polres Lumajang Ipda Suprapto membenarkan pihaknya telah menerima laporan tersebut dan saat ini masih dalam tahap penyelidikan.

"Untuk pelaku masih dalam lidik rekan-rekan kita karena menurut informasi juga sudah meninggalkan kediamannya di Kecamatan Kedungjajang. Jadi, melarikan diri," ungkap Suprapto.

Silaturahmi Jadi Jembatan, Babinsa Jeruk Perkokoh Kemanunggalan TNI dan Rakyat


Lumajang, (Onenewsjatim)-
Dalam rangka mempererat hubungan antara TNI dengan masyarakat sekaligus memperkuat kemanunggalan TNI dan rakyat, Babinsa Desa Jeruk Koramil 0821-04/Gucialit, Serka Bohari Rahman, melaksanakan kegiatan komunikasi sosial (Komsos) melalui silaturahmi bersama warga binaan di Dusun Sidorejo RT 003 RW 001, Desa Jeruk, Kecamatan Gucialit, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Minggu (19/07/2026).

Kegiatan komunikasi sosial tersebut menjadi salah satu sarana bagi Babinsa untuk mengetahui secara langsung kondisi dan perkembangan situasi di wilayah binaannya. Dengan menjalin dialog yang akrab bersama masyarakat, berbagai informasi maupun aspirasi warga dapat tersampaikan dengan baik sehingga setiap potensi permasalahan dapat diantisipasi sejak dini.

Dalam kesempatan itu, Serka Bohari Rahman mengajak masyarakat untuk terus menjaga semangat kebersamaan, mempererat kerukunan antarwarga, serta meningkatkan kepedulian terhadap keamanan dan ketertiban lingkungan. Menurutnya, komunikasi yang terjalin secara rutin merupakan fondasi penting dalam menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, dan kondusif.

"Silaturahmi seperti ini merupakan bagian dari tugas pembinaan teritorial. Selain mempererat hubungan emosional antara Babinsa dan warga, kegiatan ini juga menjadi wadah untuk mendengarkan berbagai masukan maupun perkembangan situasi di desa sehingga apabila terdapat kendala dapat segera dicarikan solusi secara bersama-sama," ujar dia.

Sementara itu, tokoh masyarakat Dusun Sidorejo, Hariadi, mengapresiasi kehadiran Babinsa yang selama ini aktif menjalin komunikasi dengan warga. 

Menurutnya, keberadaan Babinsa di tengah masyarakat memberikan rasa aman sekaligus menjadi motivasi bagi warga untuk terus menjaga persatuan dan semangat gotong royong.

"Kami merasa senang dan terbantu dengan kehadiran Pak Babinsa yang rutin bersilaturahmi serta berdialog dengan masyarakat. Melalui komunikasi yang baik, hubungan antara TNI dan warga semakin erat sehingga berbagai persoalan di lingkungan dapat dibahas bersama dan diselesaikan secara kekeluargaan," pungkasnya.

Melalui kegiatan komunikasi sosial yang dilaksanakan secara berkesinambungan, diharapkan sinergi antara TNI dan masyarakat semakin kuat, sehingga mampu mendukung terciptanya stabilitas keamanan serta mempercepat terwujudnya pembangunan dan kesejahteraan masyarakat di wilayah Kecamatan Gucialit. (Pendim0821)

Tutup MPLS, Danramil Klakah Ajak Pelajar Perkuat Nasionalisme dan Disiplin


Lumajang, (Onenewsjatim)–
Menutup rangkaian kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), Danramil 0821-05/Klakah, Kapten Cba Dwa Wawan Hertanto, memberikan materi Wawasan Kebangsaan (Wasbang) kepada para peserta didik baru di SMAN 1 Klakah, Kecamatan Klakah, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Kamis (16/7/2026).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya TNI AD melalui aparat kewilayahan dalam membentuk karakter generasi muda yang memiliki jiwa nasionalisme, cinta tanah air, serta memahami pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan bangsa sejak dini. Materi yang disampaikan meliputi nilai-nilai Pancasila, semangat Bhinneka Tunggal Ika, bela negara, kedisiplinan, serta pentingnya menjaga etika dan tanggung jawab sebagai pelajar.

Dalam penyampaiannya, Kapten Cba Dwa Wawan Hertanto mengajak seluruh siswa untuk menjadikan masa sekolah sebagai momentum membangun karakter, meningkatkan disiplin, serta mengembangkan prestasi yang dilandasi rasa cinta kepada bangsa dan negara.

"Generasi muda merupakan aset bangsa yang akan menentukan masa depan Indonesia. Karena itu, selain menguasai ilmu pengetahuan, para pelajar juga harus memiliki karakter yang kuat, disiplin, berintegritas, serta mampu menjaga persatuan dalam kehidupan sehari-hari," ujar dia.

Ia juga mengingatkan para siswa agar bijak dalam menggunakan media sosial, menjauhi perundungan (bullying), penyalahgunaan narkoba, maupun berbagai bentuk kenakalan remaja yang dapat menghambat masa depan mereka. Menurutnya, semangat kebangsaan harus diwujudkan melalui sikap saling menghormati, toleransi, dan kepedulian terhadap sesama.

Sementara itu, Kepala SMAN 1 Klakah, Achmad Sulton, S.Pd, menyampaikan apresiasi kepada Danramil 0821-05/Klakah yang telah memberikan materi Wawasan Kebangsaan pada hari terakhir pelaksanaan MPLS. Menurutnya, materi tersebut menjadi bekal penting bagi peserta didik baru untuk membangun karakter, kedisiplinan, serta menumbuhkan rasa cinta tanah air sejak dini.

"Materi Wawasan Kebangsaan yang disampaikan oleh Bapak Danramil memberikan manfaat yang sangat besar bagi para siswa. Selain memperkuat rasa nasionalisme, kegiatan ini juga membentuk karakter disiplin, tanggung jawab, semangat persatuan, serta menanamkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Kami berharap bekal ini mampu menjadi fondasi bagi siswa untuk tumbuh menjadi generasi yang berprestasi, berakhlak mulia, dan memiliki kepedulian terhadap bangsa serta lingkungan sekitarnya," ungkapnya.

Melalui kegiatan tersebut diharapkan para siswa baru tidak hanya mampu beradaptasi dengan lingkungan sekolah, tetapi juga memiliki wawasan kebangsaan yang kuat sebagai landasan dalam belajar, berprestasi, serta berperan aktif menjaga persatuan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. (Pendim0821)

Bhabinkamtibmas Rowokangkung Dampingi Petani Tanam Jagung, Dukung Swasembada Pangan dari Tingkat Desa


Lumajang, (Onenewsjatim
) – Komitmen Polri dalam mendukung program Asta Cita Presiden Republik Indonesia untuk mewujudkan swasembada pangan terus diwujudkan hingga tingkat desa. 

Salah satunya dilakukan Bhabinkamtibmas Polsek Rowokangkung, Bripka Didik Riyadi, yang turun langsung mendampingi warga Desa Dawuhan Wetan, Kecamatan Rowokangkung, Kabupaten Lumajang, dalam kegiatan penanaman jagung dan pemanfaatan lahan pekarangan untuk tanaman pangan bergizi.

Pendampingan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat sektor pertanian sekaligus mendorong masyarakat mengoptimalkan potensi lahan yang dimiliki. 

Selain membantu proses penanaman jagung, Bripka Didik juga mengajak warga memanfaatkan pekarangan rumah sebagai sumber pangan keluarga.

Bripka Didik Riyadi mengatakan, kehadiran Bhabinkamtibmas di tengah masyarakat tidak hanya berfokus pada pemeliharaan keamanan dan ketertiban, tetapi juga mendukung program pemerintah yang berdampak langsung terhadap kesejahteraan warga.

"Kami terus mendorong masyarakat agar memanfaatkan lahan yang ada secara maksimal. Selain jagung, pekarangan rumah juga bisa ditanami berbagai tanaman pangan bergizi yang bermanfaat bagi kebutuhan keluarga. Ini merupakan bentuk sinergi Polri dengan masyarakat dalam mendukung ketahanan pangan nasional yang dimulai dari desa," ujar Bripka Didik.

Menurutnya, ketahanan pangan menjadi tanggung jawab bersama. Karena itu, Polri hadir memberikan motivasi sekaligus pendampingan agar petani semakin semangat meningkatkan hasil produksi pertanian.

Kegiatan tersebut mendapat sambutan positif dari warga Desa Dawuhan Wetan. Mereka mengaku terbantu dengan pendampingan yang diberikan, terutama dalam mendorong semangat mengelola lahan pertanian secara lebih produktif.

Sementara itu, Kapolsek Rowokangkung, AKP Nur Mofit, S.A.P  menegaskan bahwa jajaran Polsek Rowokangkung siap mendukung seluruh program pemerintah, termasuk mewujudkan swasembada pangan melalui penguatan sektor pertanian di wilayah binaan.

"Kami berkomitmen terus mengawal program pemerintah pusat hingga ke tingkat desa. Pendampingan kepada petani merupakan salah satu bentuk nyata kehadiran Polri dalam mendukung ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat," kata Kapolsek.

Melalui sinergi antara Polri, pemerintah desa, dan masyarakat, diharapkan produktivitas pertanian di Kecamatan Rowokangkung terus meningkat sehingga mampu memperkuat ketahanan pangan daerah sekaligus mendukung terwujudnya swasembada pangan nasional.


18/07/2026

Terungkap! Pembunuh Pria yang Jasadnya Ditemukan di Pantai Pilang Ditangkap Polisi


Probolinggo Kota, (Onenewsjatim)
– Misteri penemuan jenazah pria di kawasan Pantai Permata Pilang, Kelurahan Pilang, Kecamatan Kademangan, Kota Probolinggo, akhirnya berhasil diungkap Satreskrim Polres Probolinggo Kota. 

Seorang pria berinisial AN (32), warga Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo, ditetapkan sebagai tersangka pembunuhan terhadap korban SA (36), warga Desa Rebalas, Kecamatan Grati, Kabupaten Pasuruan.

Kapolres Probolinggo Kota AKBP Rico Yumasri mengatakan, pengungkapan kasus tersebut merupakan hasil penyelidikan intensif selama 10 hari sejak jasad korban ditemukan di lahan kosong Jalan Pantai Permata Pilang pada Sabtu (4/7/2026).

"Setelah dilakukan serangkaian penyelidikan, kami berhasil mengidentifikasi korban dan mengamankan seorang tersangka yang diduga kuat sebagai pelaku pembunuhan," ujar AKBP Rico Yumasri dalam konferensi pers, Jumat (17/7/2026).

Menurut Rico, peristiwa bermula pada Jumat (3/7/2026) sekitar pukul 13.00 WIB saat korban menghubungi tersangka untuk bertemu di Terminal Bayuangga. Keduanya kemudian menuju rumah tersangka di Desa Jangur sebelum berkeliling menggunakan sepeda motor milik korban hingga malam hari.

Dalam perjalanan, tersangka mengaku beberapa kali mendapat perlakuan yang tidak diinginkan dari korban, seperti dipeluk, diraba, hingga dicium pada bagian leher saat mengendarai sepeda motor.

Sekitar pukul 00.00 WIB, keduanya berhenti di kawasan Pantai Permata yang disebut sering mereka gunakan untuk melakukan siaran langsung di TikTok.

"Di lokasi tersebut, tersangka mengambil palu dari bagasi sepeda motor korban, kemudian memukul kepala korban berulang kali hingga terjatuh. Setelah itu pelaku mencekik korban dan menyayat mulut serta leher korban menggunakan cutter," jelas AKBP Rico.

Polisi mengungkap, penyayatan dilakukan tersangka untuk mengaburkan motif sebenarnya agar pembunuhan terkesan dipicu dendam.

Usai memastikan korban meninggal dunia, pelaku menyeret jasad korban sekitar 50 meter ke area ladang yang kemudian menjadi lokasi penemuan mayat. Selanjutnya, tersangka membawa kabur sepeda motor, tas, dompet, dan telepon genggam milik korban.

Sepeda motor korban sempat disembunyikan di area parkir Rumah Sakit Wonolangan selama tiga hari sebelum dijual melalui marketplace Facebook kepada seorang pembeli di wilayah Klakah, Kabupaten Lumajang, seharga Rp4 juta. Sementara tas dan telepon genggam korban dibuang di kawasan sungai depan SPBU Klakah.

"Kami masih melakukan pencarian terhadap sepeda motor milik korban yang telah dijual pelaku," kata Rico.

Dalam pengungkapan kasus ini, polisi menyita sejumlah barang bukti berupa kaos merah, sarung hitam bermotif batik, sepasang sandal hitam, potongan cutter, telepon genggam warna biru, satu set joran pancing beserta sarungnya, serta helm merah.

Kapolres menegaskan, hasil penyidikan sementara menunjukkan motif pembunuhan dipicu rasa sakit hati yang dialami tersangka terhadap korban, ditambah motif ekonomi untuk menguasai harta benda milik korban.

"Motif sementara adalah rasa sakit hati yang dialami tersangka terhadap korban serta keinginan menguasai barang-barang milik korban," tegas AKBP Rico Yumasri.

Akibat perbuatannya, tersangka dijerat Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana, yakni Pasal 458 ayat (1) subsider Pasal 466 ayat (3), atau Pasal 479 ayat (3), dengan ancaman hukuman penjara paling lama 15 tahun. (Imam) 





Jaringan Narkoba Aceh Dibongkar di Malang, Dua Kurir Ditangkap dengan 3,2 Kg Sabu


Malang, (Onenewsjatim)
– Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polresta Malang Kota berhasil membongkar jaringan peredaran gelap narkotika lintas provinsi yang diduga dikendalikan dari Aceh. 

Dalam pengungkapan tersebut, polisi menyita barang bukti berupa 3,2 kilogram sabu dan 2.480 butir ekstasi serta menangkap dua kurir yang diduga menjadi bagian dari jaringan tersebut.

Kapolresta Malang Kota, Kombes Pol. Putu Kholis Aryana, mengatakan pengungkapan kasus itu merupakan hasil pengembangan dari penyidikan perkara narkotika yang sebelumnya telah diungkap oleh Satresnarkoba.

"Dari hasil pengembangan, kami berhasil mengamankan dua tersangka berinisial MS (24) dan MR (25). Keduanya berperan sebagai kurir jaringan narkotika lintas provinsi yang dikendalikan oleh seorang tersangka berinisial FI yang saat ini telah masuk Daftar Pencarian Orang (DPO)," kata Kombes Putu Kholis, Kamis (16/7/2026).

Kedua tersangka ditangkap di sebuah rumah kontrakan di Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri, pada Sabtu (11/7/2026) sekitar pukul 16.45 WIB.

Dari lokasi penangkapan, petugas menemukan tiga bungkus kemasan teh hijau dan satu bungkus plastik klip berisi sabu dengan berat kotor mencapai 3.275 gram. 

Polisi juga mengamankan 24 paket ekstasi yang masing-masing berisi 100 butir serta satu paket berisi 80 butir, sehingga total barang bukti mencapai 2.480 butir ekstasi.

Kasat Resnarkoba Polresta Malang Kota, Kompol Hendro Triwahyono, menjelaskan bahwa keberhasilan tersebut bermula dari pengembangan kasus tersangka ANH yang telah lebih dulu diamankan pada akhir Juni 2026.

"Hasil penyelidikan mengarah kepada dua tersangka yang menyimpan narkotika di rumah kontrakan. Saat dilakukan penggeledahan, seluruh barang bukti berhasil diamankan sebelum sempat diedarkan," ujar Kompol Hendro.

Menurutnya, kedua tersangka mengaku memperoleh sabu dan ekstasi dari FI melalui sistem 'ranjau' atau sistem putus, yakni mengambil barang dari lokasi yang telah ditentukan tanpa pernah bertemu langsung dengan pengendali jaringan.

Polisi juga mengungkap bahwa para tersangka dijanjikan upah sebesar Rp10 juta untuk setiap kilogram sabu maupun paket ekstasi yang berhasil diedarkan.

"Hasil pemeriksaan menunjukkan kedua tersangka bukan kali pertama terlibat. Mereka mengaku sudah empat kali menerima kiriman sabu sejak April 2026 dan dua kali menerima pasokan ekstasi dari jaringan yang sama," ungkap Kompol Hendro.

Saat ini penyidik masih memburu FI yang telah ditetapkan sebagai DPO sekaligus mendalami kemungkinan adanya jaringan lain yang terlibat dalam distribusi narkotika tersebut.

Atas perbuatannya, kedua tersangka dijerat Pasal 114 ayat (2) juncto Pasal 132 ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, beserta ketentuan pidana lainnya yang berlaku.

"Ancaman hukuman terhadap para tersangka maksimal 20 tahun penjara disertai pidana denda sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan," tegas Kompol Hendro.

Polresta Malang Kota menegaskan komitmennya untuk terus memberantas peredaran narkotika hingga ke akar jaringannya, termasuk memburu pelaku yang masih buron demi memutus rantai distribusi narkoba di wilayah Jawa Timur.



Babinsa dan Bhabinkamtibmas Kawal Turnamen Mini Soccer Antar-RT di Burno, Semarakkan HUT Ke-81 RI


Lumajang, (Onenewsjatim)
-Semangat menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia mulai terasa di berbagai daerah. Di Desa Burno, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang, turnamen mini soccer antar-RT menjadi salah satu kegiatan yang menyatukan warga sekaligus memperkuat semangat kebersamaan.

Agar kegiatan berlangsung aman dan tertib, Babinsa Desa Burno Koramil 0821-03/Senduro, Sertu Jumali, bersama Bhabinkamtibmas Desa Burno, Aiptu Benni, melakukan pengamanan selama pertandingan yang berlangsung di Lapangan Manunggal, Dusun Krajan II, Sabtu (18/7/2026).

Turnamen tersebut diikuti perwakilan dari sejumlah RT di Desa Burno dan disambut antusias masyarakat. Selain menjadi ajang olahraga, kompetisi ini juga menjadi sarana mempererat silaturahmi, menumbuhkan sportivitas, serta memperkuat persatuan warga dalam menyambut peringatan kemerdekaan.

Sertu Jumali mengatakan kehadiran TNI dan Polri dalam kegiatan masyarakat merupakan bagian dari komitmen untuk menciptakan situasi yang aman dan kondusif selama rangkaian peringatan HUT RI.

"Kami ingin memastikan seluruh pertandingan berjalan aman, tertib, dan kondusif. Momentum peringatan HUT Kemerdekaan hendaknya menjadi sarana mempererat persaudaraan, bukan sekadar ajang kompetisi. Karena itu kami mengajak seluruh peserta maupun penonton menjunjung tinggi sportivitas, saling menghormati, dan bersama-sama menjaga keamanan lingkungan," ujarnya.

Senada dengan itu, Bhabinkamtibmas Desa Burno, Aiptu Benni, menegaskan pengamanan bersama merupakan wujud nyata sinergi TNI-Polri dalam memberikan rasa aman kepada masyarakat.

 "Kami bersama Babinsa berkomitmen terus hadir mengawal setiap kegiatan masyarakat agar berlangsung aman, tertib, dan kondusif. Turnamen ini bukan hanya ajang olahraga, tetapi juga mempererat silaturahmi dan persaudaraan antarwarga. Dengan kebersamaan seluruh elemen masyarakat, kami yakin rangkaian HUT Ke-81 RI di Desa Burno dapat berjalan lancar dan penuh semangat persatuan," katanya.

Sementara itu, Kepala Desa Burno, Sutondo, mengapresiasi keterlibatan Babinsa dan Bhabinkamtibmas yang aktif mendukung setiap kegiatan masyarakat.

Menurutnya, sinergi aparat keamanan memberikan rasa nyaman bagi peserta maupun penonton sehingga masyarakat dapat menikmati seluruh rangkaian kegiatan dengan tertib.

"Turnamen mini soccer ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan menyambut HUT Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Kami mengajak seluruh pemain, ofisial, dan penonton untuk menjunjung tinggi sportivitas, menjaga ketertiban, serta menghindari tindakan yang dapat memicu perselisihan," tuturnya.

Pemerintah Desa Burno berharap semarak peringatan HUT Ke-81 RI tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga memperkuat nilai gotong royong, persatuan, dan nasionalisme di tengah masyarakat.

Dengan pengamanan terpadu dari Babinsa dan Bhabinkamtibmas, seluruh rangkaian kegiatan diharapkan berlangsung aman, lancar, serta menjadi momentum mempererat kebersamaan warga dalam mengisi kemerdekaan.Editor: Redaksi

Babinsa Selokgondang Tanamkan Wawasan Kebangsaan kepada Siswa Baru SMK Ryo Yuwaraja


Lumajang, (Onenewsjatim)-
Dalam rangka membentuk karakter generasi muda yang berjiwa nasionalis sejak dini, Babinsa Selokgondang Koramil 0821-02/Sukodono, Serka Cahyo Pranowo, memberikan materi Wawasan Kebangsaan (Wasbang) kepada peserta Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SMK Ryo Yuwaraja, Kecamatan Sukodono, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Jumat (17/7/2026).

Kegiatan tersebut diikuti oleh 23 siswa mengikuti penyampaian materi. Dalam kesempatan itu, Serka Cahyo Pranowo mengajak para pelajar untuk memahami pentingnya nilai-nilai Pancasila, cinta tanah air, kedisiplinan, semangat persatuan, serta tanggung jawab sebagai generasi penerus bangsa di tengah berbagai tantangan perkembangan zaman.

Menurutnya, pembekalan Wawasan Kebangsaan pada masa MPLS menjadi langkah strategis dalam membangun karakter siswa agar tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga memiliki sikap disiplin, berintegritas, serta mampu menyaring berbagai pengaruh negatif yang dapat mengikis rasa nasionalisme.

"Melalui materi Wawasan Kebangsaan ini, kami ingin menanamkan rasa cinta tanah air, semangat persatuan, dan kepedulian terhadap bangsa sejak para siswa mengawali jenjang pendidikan di sekolah ini. Dengan karakter yang kuat, mereka akan menjadi generasi yang mampu menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia," ujar Cahyo.

Suasana penyampaian materi berlangsung interaktif. Para siswa diberikan pemahaman mengenai pentingnya menjaga persatuan dalam keberagaman, menghormati sesama, serta membangun sikap disiplin sebagai bekal dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan sekolah maupun masyarakat.

Kepala SMK Ryo Yuwaraja, Masduki, S.Si, mengatakan bahwa pemberian materi Wawasan Kebangsaan oleh Babinsa menjadi bekal yang sangat berharga bagi siswa baru dalam membentuk karakter, kedisiplinan, serta rasa cinta tanah air sejak awal memasuki dunia pendidikan di tingkat menengah kejuruan.

"Melalui materi Wawasan Kebangsaan yang disampaikan oleh Babinsa, para siswa mendapatkan pemahaman yang lebih luas tentang pentingnya menjaga persatuan, menghargai keberagaman, serta menumbuhkan rasa cinta kepada bangsa dan negara. Kami meyakini pembekalan ini akan memberikan dampak positif terhadap pembentukan karakter peserta didik, sehingga mereka tidak hanya unggul dalam kompetensi akademik dan keterampilan, tetapi juga memiliki integritas, disiplin, serta tanggung jawab sebagai generasi penerus bangsa. Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut sebagai wujud sinergi antara sekolah dan TNI dalam mencetak generasi muda yang berkarakter Pancasila dan berwawasan kebangsaan," pungkasnya.

Melalui kegiatan tersebut, Koramil turut andil dalam mendukung pembinaan karakter generasi muda melalui edukasi kebangsaan di lingkungan sekolah. Sinergi antara TNI dan dunia pendidikan diharapkan mampu melahirkan generasi yang cerdas, berakhlak mulia, serta memiliki semangat bela negara demi mewujudkan Indonesia yang semakin maju. (Pendim0821)

Lumajang Berpeluang Jadi Pilot Project Pengelolaan Sampah Nasional Lewat Program LSDP


Lumajang (Onenewsjatim)
– Pemerintah Kabupaten Lumajang berpeluang menjadi salah satu daerah percontohan (pilot project) transformasi pengelolaan sampah nasional melalui program Local Service Delivery Improvement Project (LSDP). 

Program tersebut diharapkan mampu mengubah sistem pengelolaan sampah dari pola lama "kumpul-angkut-buang" menjadi pengelolaan terpadu dari hulu hingga hilir.

Hal itu mengemuka saat Deputi Bidang Pembangunan Kewilayahan Kementerian PPN/Bappenas Dr. Ir. Medrilzam bersama Direktur Jenderal Bina Pembangunan Daerah Kementerian Dalam Negeri Dr. Ir. Restuardy Daud melakukan peninjauan ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA), Desa Lempeni, Kecamatan Tempeh, Kabupaten Lumajang, Sabtu (18/7/2026). Kunjungan tersebut didampingi Bupati Lumajang Indah Amperawati.

Dalam kesempatan itu, Medrilzam menyampaikan bahwa Kabupaten Lumajang dinilai memiliki prospek yang baik untuk menjadi lokasi pengembangan pengelolaan sampah melalui program LSDP. 

Menurutnya, pemerintah pusat tengah menyusun skema pengelolaan sampah bagi daerah dengan timbulan sampah di bawah 500 ton per hari, dan Lumajang menjadi salah satu kandidat yang dipertimbangkan.

"Kami melihat prospek pengembangan pengolahan sampah melalui LSDP ini sangat feasible untuk dilakukan. Salah satu calon lokasi yang sedang dipersiapkan adalah Kabupaten Lumajang," kata Medrilzam.

Ia menjelaskan, secara umum kesiapan daerah sudah cukup baik. Namun masih terdapat beberapa aspek yang perlu dimatangkan, terutama terkait penyediaan lahan dan akses menuju lokasi pembangunan fasilitas pengolahan sampah.

Menurutnya, sekitar 240 ton sampah per hari yang hingga kini belum tertangani diharapkan dapat diintervensi melalui program LSDP sehingga pada 2028 seluruh sisa sampah tersebut dapat dikelola dengan sistem yang lebih modern.

"Targetnya, setelah penetapan lokasi dilakukan tahun ini, tahap persiapan akan dilanjutkan dengan penguatan soft infrastructure, seperti penyiapan data, regulasi, kesiapan lahan, hingga pemberdayaan masyarakat. Pada 2028 infrastruktur mulai dibangun, mulai TPS 3R hingga TPST, sehingga yang masuk ke TPA nantinya hanya residu," ujarnya.

Transformasi dari Hulu hingga Hilir

Sementara itu, Dirjen Bina Pembangunan Daerah Kemendagri, Restuardy Daud, menegaskan persoalan sampah telah menjadi tantangan serius hampir di seluruh daerah di Indonesia sehingga membutuhkan perubahan sistem secara menyeluruh.

Ia mengatakan pendekatan lama berupa kumpul, angkut, dan buang sudah tidak lagi relevan. Melalui LSDP, pemerintah mendorong transformasi pengelolaan sampah dengan konsep pilah, olah, produk, dan jual.

"Ini bukan sekadar membangun fasilitas, tetapi mentransformasi tata kelola persampahan. Sampah harus dipandang sebagai sumber daya yang memiliki nilai ekonomi," ujar Restuardy.

Menurutnya, untuk daerah dengan timbulan sampah di bawah 1.000 ton per hari seperti Lumajang, pendekatan yang diterapkan adalah sistem pengelolaan terintegrasi dari hulu hingga hilir.

Dimulai dari pemilahan sampah di tingkat rumah tangga, pengangkutan sampah yang telah dipilah, pengolahan di TPS 3R, hingga pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) di kawasan TPA.

Restuardy menekankan, keberhasilan program tidak hanya ditentukan oleh pembangunan infrastruktur, tetapi juga pembenahan tata kelola, kelembagaan, pembiayaan, hingga sistem retribusi persampahan.

"Infrastruktur saja tidak cukup. Tata kelolanya juga harus berubah. Harus ada pemisahan fungsi regulator dan operator, sistem pembiayaan yang sehat, serta retribusi persampahan yang benar-benar berjalan sehingga operasional fasilitas nantinya bisa berkelanjutan dan tidak terus membebani APBD," tegasnya.

Ia menambahkan, hasil pengolahan sampah nantinya diharapkan menghasilkan nilai ekonomi yang dapat menjadi sumber pendapatan untuk membiayai operasional dan pemeliharaan fasilitas pengolahan sampah.

Pemkab Lumajang Siapkan Lahan dan Edukasi Masyarakat

Bupati Lumajang Indah Amperawati menyambut positif rencana pemerintah pusat menjadikan Lumajang sebagai salah satu lokasi pengembangan LSDP. Menurutnya, pemerintah daerah siap memenuhi seluruh persyaratan yang dibutuhkan.

"Kami tentu menyiapkan masyarakatnya terlebih dahulu, kemudian infrastruktur pendukung termasuk penyediaan lahan. Semua tahapan dan persyaratan dari pemerintah pusat akan kami ikuti," ujar Indah.

Ia menilai transformasi pengelolaan sampah tidak hanya bergantung pada pembangunan fasilitas, tetapi juga perubahan budaya masyarakat dalam mengelola sampah sejak dari rumah.

"Yang paling penting adalah perubahan tata kelola dan budaya masyarakat. Pengelolaan sampah harus dimulai dari hulu, mulai memilah, mengolah menjadi produk yang bernilai, hingga akhirnya memberikan manfaat ekonomi," katanya.

Bupati berharap program tersebut mampu menjadi solusi jangka panjang bagi persoalan sampah di Lumajang. Meski volume timbulan sampah di daerahnya masih di bawah 1.000 ton per hari atau sekitar 500 ton setiap hari, menurutnya persoalan tersebut tidak boleh dianggap sepele.

"Kalau tidak dikelola dengan baik, tetap akan menjadi persoalan besar. Kami berharap program ini mampu menjadikan sampah sebagai sesuatu yang bernilai ekonomi sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat dan menjadi sumber pendapatan daerah," pungkasnya.


Kepergok Curi Motor di Lumajang, Pelaku Terjatuh Saat Kabur lalu Diamuk Massa

Pelaku curanmor saat diamankan warga

Lumajang, (Onenewsjatim)
– Aksi pencurian sepeda motor di depan sebuah toko kosmetik di Jalan Kyai Ghozali, Kelurahan Rogotrunan, Kecamatan Lumajang, Kabupaten Lumajang, Sabtu (18/7/2026) siang, berakhir gagal. 

Seorang pelaku bernisial NS warga Desa Krasak, Kecamatan Kedungjajang, berhasil diamankan warga setelah terjatuh saat membawa kabur motor hasil curiannya

Korban diketahui bernama Niken (25), warga Kelurahan Ditotrunan, Kecamatan Lumajang. Saat itu, sepeda motor Honda Beat miliknya diparkir di depan toko kosmetik.

Berdasarkan informasi di lokasi kejadian, pelaku datang berboncengan dengan seorang rekannya menggunakan sepeda motor Honda Vario. 

Rekannya menunggu di sekitar lokasi, sementara NS turun dan mengambil sepeda motor korban menggunakan kunci palsu.

Namun, aksi tersebut diketahui oleh karyawan toko yang langsung berteriak "maling". Panik karena aksinya terbongkar, pelaku berusaha melarikan diri ke arah timur. Baru sekitar 10 meter dari lokasi, pelaku kehilangan kendali hingga terjatuh dari sepeda motor curiannya.

Warga yang mendengar teriakan langsung mengejar dan mengamankan pelaku. Emosi massa hingga pelaku menjadi sasaran amukan warga sebelum akhirnya diamankan petugas kepolisian yang tiba di lokasi

Sementara itu, rekan pelaku memilih kabur meninggalkan lokasi menggunakan sepeda motor Honda Vario dan kini masih dalam pengejaran polisi.

Saksi: Pelaku Jatuh Sendiri Saat Kabur

Salah seorang saksi mata, Safira, mengatakan peristiwa itu terjadi sekitar pukul 11.30 WIB. Menurutnya, kondisi di depan toko saat itu relatif sepi.

"Pelaku datang berdua naik motor. Yang satu turun lalu langsung mengambil Honda Beat yang terparkir di depan toko. Setelah berhasil membawa motor, pelaku langsung oleng dan jatuh sendiri di dekat toko saat diteriaki maling," ujar Safira.

Ia menegaskan pelaku tidak terjatuh karena didorong ataupun ditendang warga.

"Jadi pelaku itu jatuh sendiri dari sepeda motor, tidak ada yang menendang atau apa di jalan. Karena melihat temannya sudah diamankan warga, pelaku satunya langsung kabur," tambahnya.

Kapolsek Lumajang Kota, Iptu Zainul Abidin, membenarkan bahwa aksi pencurian dilakukan oleh dua orang. Saat ini satu pelaku telah diamankan, sedangkan satu pelaku lainnya masih dalam pengejaran.

"Satu pelaku masih melarikan diri, sedangkan satu pelaku telah diamankan dan saat ini masih didalami oleh penyidik," kata Zainul Abidin.

Menurutnya, kedua pelaku datang menggunakan sepeda motor. Setelah melihat Honda Beat milik korban terparkir, salah satu pelaku turun dan langsung mengeksekusi pencurian menggunakan kunci T.

"Pelaku yang diamankan mengambil sepeda motor menggunakan kunci palsu atau kunci T. Barang bukti yang telah diamankan berupa satu unit sepeda motor milik korban dan kunci T yang digunakan pelaku," jelasnya.

Saat ini, pelaku telah diamankan di Mapolsek Lumajang Kota untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Polisi juga terus memburu pelaku lain yang identitasnya telah dikantongi. (Imam) 

17/07/2026

Pelaku Pembacokan Pemuda Pakai Samurai di Lumajang Kini Terjerat Kasus Dugaan Pemerkosaan Ojol


Lumajang, (Onenewsjatim) –
Seorang pria berinisial MYF (23), warga Desa Jeruk, Kecamatan Gucialit, Kabupaten Lumajang, kembali berhadapan dengan proses hukum.

Setelah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus penganiayaan menggunakan senjata tajam, ia kini juga menjalani penyidikan atas dugaan tindak pidana pemerkosaan terhadap seorang perempuan pengemudi ojek online (ojol).

Kasus tersebut menjadi perhatian karena tersangka yang sama diduga terlibat dalam dua perkara pidana berbeda yang saat ini ditangani secara paralel oleh Polres Lumajang.

Sebelumnya, MYF ditangkap setelah diduga melakukan pembacokan terhadap Rizki Rizal Bimantoro (23), warga Desa Boreng, Kecamatan Lumajang.

Peristiwa yang terjadi di Jalan Kapten Pierre Tendean, Kelurahan Tompokersan, disebut dipicu persoalan asmara yang melibatkan seorang perempuan berinisial N (26).

Di tengah proses penyidikan perkara penganiayaan itu, penyidik Satreskrim Polres Lumajang juga menerima laporan dugaan pemerkosaan yang diduga dilakukan oleh tersangka terhadap perempuan berinisial FP (28), warga Kelurahan Tompokersan.

Kasi Humas Polres Lumajang, Ipda Suprapto, membenarkan bahwa pelaku dalam kasus pembacokan tersebut juga telah dilaporkan dalam perkara dugaan pemerkosaan.

"Pelaku dalam kasus penganiayaan yang sudah diamankan juga dilaporkan dalam perkara lain, yakni dugaan tindak pidana pemerkosaan," ujar Ipda Suprapto saat memberikan keterangan di Mapolres Lumajang, Jumat (17/7/2026).


Menurut Suprapto, dugaan tindak pidana itu bermula saat korban menerima pesanan makanan dari tersangka melalui layanan ojek online pada 10 Juli 2026.

Usai pengantaran selesai, komunikasi antara keduanya terus berlanjut. Tersangka disebut beberapa kali menghubungi korban melalui sambungan telepon dan pesan WhatsApp hingga akhirnya mengajak korban bertemu di kamar kos miliknya di kawasan Jalan Gajah Mada, Kecamatan Lumajang.

"Korban kemudian mendatangi tempat kos tersangka. Setelah korban masuk, tersangka menyusul dan mengunci pintu kamar. Saat itulah dugaan persetubuhan secara paksa terjadi," jelas Suprapto.

Korban selanjutnya melaporkan peristiwa tersebut ke Polres Lumajang pada 11 Juli 2026. Sejak laporan diterima, penyidik Satreskrim melakukan serangkaian pemeriksaan terhadap korban, saksi-saksi, serta mengumpulkan barang bukti untuk mengungkap secara utuh dugaan tindak pidana tersebut.

Polres Lumajang menegaskan bahwa kasus penganiayaan dan dugaan pemerkosaan merupakan dua perkara yang memiliki laporan polisi (LP) berbeda sehingga proses hukumnya masih ditangani secara terpisah.

"Untuk penanganan dua laporan ini nanti penyidik akan menentukan apakah kedua perkara akan digabung atau diproses dalam berkas perkara yang terpisah. Semua masih dalam tahap penyidikan," kata Suprapto.

Wujud Kepedulian TNI kepada Masyarakat, Babinsa Pandansari Dampingi Layanan Posyandu


Lumajang, (Onenewajatim)
-Komitmen TNI AD dalam mendukung peningkatan kualitas kesehatan masyarakat terus diwujudkan melalui berbagai kegiatan pembinaan teritorial. Salah satunya dilakukan Babinsa Pandansari Pos Koramil 0821/05 Kedungjajang, Serka Ambrin, yang melaksanakan pendampingan pelayanan kesehatan balita bersama kader Posyandu dan tenaga kesehatan di Balai Posyandu Anggrek, Dusun Mrutu RT 13 RW 07, Desa Pandansari, Kecamatan Kedungjajang, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Jumat (17/7/2026).


Kegiatan pelayanan kesehatan tersebut diikuti oleh 44 balita yang mendapatkan berbagai layanan, di antaranya penimbangan berat badan, pengukuran tinggi badan, pemantauan tumbuh kembang, imunisasi sesuai jadwal, serta penyuluhan kesehatan kepada para orang tua. Seluruh pelayanan dipimpin oleh Bidan Desa Pandansari, Shinta Putri Rahayu, Amd.Keb., dengan didukung para kader Posyandu.


Dalam kesempatan itu, Serka Ambrin mengatakan bahwa kehadiran Babinsa merupakan bagian dari tugas pembinaan wilayah sekaligus bentuk sinergi dengan pemerintah desa dan tenaga kesehatan dalam menciptakan masyarakat yang sehat, khususnya bagi anak-anak sebagai generasi penerus bangsa.


"Pendampingan ini merupakan bentuk kepedulian kami terhadap kesehatan masyarakat. Kami berharap para orang tua semakin rutin membawa anaknya ke Posyandu agar pertumbuhan dan perkembangan balita dapat dipantau secara berkala sehingga apabila ditemukan kendala kesehatan dapat segera ditangani," ujar dia.


Sementara itu, Bidan Desa Pandansari, Shinta Putri Rahayu, Amd.Keb., menjelaskan bahwa Posyandu memiliki peran penting dalam memantau pertumbuhan dan perkembangan balita sejak dini. Melalui kegiatan rutin setiap bulan, kondisi kesehatan anak dapat dipantau secara menyeluruh, mulai dari berat badan, tinggi badan, status gizi, hingga kelengkapan imunisasi.


"Kesehatan balita merupakan fondasi utama dalam menciptakan generasi yang sehat, cerdas, dan berkualitas. Karena itu kami mengimbau kepada seluruh orang tua agar rutin membawa putra-putrinya ke Posyandu setiap bulan. Dengan pemeriksaan berkala, apabila ditemukan gangguan pertumbuhan atau masalah kesehatan dapat segera ditangani sejak dini, sehingga risiko stunting maupun penyakit lainnya dapat dicegah," jelas Shinta.


Ia juga mengajak para orang tua untuk terus menerapkan pola asuh yang baik dengan memberikan asupan gizi seimbang, melengkapi imunisasi sesuai jadwal, menjaga kebersihan lingkungan, serta membiasakan perilaku hidup bersih dan sehat di lingkungan keluarga. Menurutnya, sinergi antara tenaga kesehatan, kader Posyandu, pemerintah desa, Babinsa, dan masyarakat menjadi kunci keberhasilan dalam meningkatkan derajat kesehatan balita di Desa Pandansari.


Di tempat terpisah, Kepala Desa Pandansari, Pait Hariyanto, menyampaikan bahwa kolaborasi antara pemerintah desa, tenaga kesehatan, kader Posyandu, dan Babinsa menjadi kekuatan penting dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.


"Pelayanan Posyandu merupakan investasi jangka panjang dalam membangun generasi yang sehat, cerdas, dan berkualitas. Kami mengucapkan terima kasih kepada Babinsa yang selalu aktif mendampingi setiap kegiatan kemasyarakatan, termasuk pelayanan kesehatan balita. Sinergi ini diharapkan terus terjaga demi mewujudkan masyarakat Desa Pandansari yang semakin sehat dan sejahtera," tuturnya.


Melalui pendampingan tersebut, diharapkan kesadaran masyarakat untuk memanfaatkan layanan Posyandu semakin meningkat, sehingga upaya pencegahan stunting, pemantauan tumbuh kembang anak, serta peningkatan derajat kesehatan masyarakat dapat berjalan secara optimal melalui kerja sama seluruh elemen di wilayah. (Pendim0821)

MPLS SMAN 3 Lumajang, Danramil Bekali Siswa Wawasan Kebangsaan dan Disiplin


Lumajang, (Onenewsjatim) – Dalam rangka membentuk karakter generasi muda yang berjiwa nasionalis dan cinta tanah air sejak dini, Danramil 0821-01/Lumajang Kapten Inf Ahmad Ely Supriyadi memberikan materi Wawasan Kebangsaan (Wasbang) kepada siswa kelas X dalam kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SMA Negeri 3 Lumajang, Kecamatan Lumajang, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Kamis (16/7/2026).


Kegiatan yang diikuti oleh 350 siswa kelas X tersebut berlangsung dengan penuh antusias. Melalui penyampaian materi yang komunikatif dan interaktif, para peserta diajak memahami pentingnya nilai-nilai Pancasila, semangat persatuan dan kesatuan, cinta tanah air, disiplin, serta tanggung jawab sebagai generasi penerus bangsa di tengah berbagai tantangan perkembangan zaman.


Dalam materinya, Kapten Inf Ahmad Ely Supriyadi menegaskan bahwa pelajar memiliki peran strategis dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Oleh karena itu, wawasan kebangsaan harus ditanamkan sejak dini agar para siswa memiliki karakter yang kuat, berintegritas, serta mampu menyaring berbagai pengaruh negatif yang dapat mengancam persatuan bangsa.


"Sebagai generasi penerus, para pelajar harus memiliki semangat belajar yang tinggi, disiplin, saling menghormati, serta menjunjung nilai-nilai kebangsaan. Kalian adalah calon pemimpin masa depan yang akan menentukan arah kemajuan bangsa, sehingga rasa cinta tanah air harus terus dipupuk melalui sikap dan perilaku positif dalam kehidupan sehari-hari," ungkap dia.


Selain menyampaikan materi kebangsaan, Danramil juga mengajak para siswa untuk menjauhi perundungan (bullying), penyalahgunaan narkoba, serta bijak dalam menggunakan media sosial. Menurutnya, perkembangan teknologi harus dimanfaatkan sebagai sarana untuk meningkatkan prestasi dan memperluas wawasan, bukan menjadi media penyebaran informasi yang dapat memecah persatuan.


Sementara itu, Kepala SMA Negeri 3 Lumajang, Moh. Yatim Khudlori, M.Pd., mengatakan bahwa pemberian materi Wawasan Kebangsaan oleh Danramil 0821-01/Lumajang menjadi bekal penting bagi peserta didik baru dalam membentuk karakter, kedisiplinan, serta rasa cinta tanah air.


"Materi Wawasan Kebangsaan sangat bermanfaat bagi siswa, khususnya di masa MPLS, karena menjadi pondasi awal dalam menanamkan nilai-nilai nasionalisme, persatuan, toleransi, dan tanggung jawab sebagai generasi penerus bangsa. Di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan arus informasi, para pelajar perlu memiliki karakter yang kuat agar mampu menyaring pengaruh negatif tanpa kehilangan jati diri sebagai bangsa Indonesia," ujar Yatim.


Ia menambahkan bahwa sinergi antara sekolah dan TNI memberikan nilai edukatif yang sangat positif. Menurutnya, kehadiran Danramil tidak hanya memberikan wawasan tentang kebangsaan, tetapi juga memotivasi para siswa untuk lebih disiplin, menghormati perbedaan, menjunjung tinggi nilai-nilai Pancasila, serta memiliki semangat belajar dan berprestasi.


"Kami berharap ilmu yang diperoleh hari ini dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan sekolah, keluarga, maupun masyarakat. Dengan demikian, para siswa tidak hanya tumbuh menjadi pelajar yang berprestasi, tetapi juga menjadi generasi yang berkarakter, berintegritas, dan memiliki kepedulian terhadap bangsa dan negara," pungkasnya.


Kegiatan pemberian materi Wawasan Kebangsaan tersebut merupakan salah satu bentuk sinergi antara TNI dan dunia pendidikan dalam membangun sumber daya manusia yang unggul, berkarakter, serta memiliki semangat bela negara. Diharapkan, melalui pembinaan sejak masa MPLS, para siswa mampu tumbuh menjadi generasi yang cerdas, disiplin, berintegritas, dan siap berkontribusi bagi kemajuan bangsa dan negara. (Pendim0821)

Polisi Ungkap Peredaran Kosmetik Ilegal di Malang, Sita 1,4 Ton Bahan Baku


Malang Kota (DOC)
– Polresta Malang Kota Polda Jawa Timur membongkar praktik produksi dan peredaran kosmetik ilegal yang tidak memenuhi standar keamanan, khasiat, dan mutu serta tidak memiliki izin edar dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Dalam kasus ini, polisi menetapkan dua orang sebagai tersangka dengan omzet penjualan yang diperkirakan mencapai lebih dari Rp100 juta per bulan.

Kapolresta Malang Kota, Kombes Pol. Putu Kholis Aryana, mengatakan pengungkapan kasus tersebut merupakan bentuk komitmen kepolisian dalam melindungi masyarakat dari produk kosmetik berbahaya yang beredar di pasaran.

"Hari ini kami mengungkap kasus peredaran kosmetik ilegal yang diproduksi tanpa memenuhi standar keamanan, khasiat, mutu, serta tidak dilengkapi izin resmi BPOM. Kejahatan seperti ini tidak hanya merugikan konsumen secara ekonomi, tetapi juga dapat membahayakan kesehatan masyarakat," ujar Kombes Putu Kholis saat konferensi pers, Kamis (16/7/2026).

Ia menegaskan, pihaknya akan menindak tegas setiap pelaku yang memproduksi maupun mengedarkan produk yang membahayakan keselamatan konsumen.

"Kami ingin memastikan masyarakat memperoleh produk kosmetik yang aman dan sesuai ketentuan. Penegakan hukum ini merupakan bentuk perlindungan terhadap hak-hak konsumen," tegasnya.

Sementara itu, Kasat Resnarkoba Polresta Malang Kota, Kompol Hendro Triwahyono, menjelaskan pengungkapan kasus tersebut berawal dari dua laporan polisi yang ditindaklanjuti dengan penyelidikan intensif.

Lokasi pertama berada di sebuah rumah kontrakan di Kecamatan Sukun, Kota Malang, yang diungkap pada 9 Juli 2026. Selanjutnya, pada 12 Juli 2026, petugas melakukan penggerebekan di sebuah rumah di Kecamatan Ngadiluwih, Kabupaten Kediri.

"Dari dua lokasi tersebut kami mengamankan dua tersangka, yakni RW (34), warga Kecamatan Sukun, Kota Malang, dan SHS (43), warga Kecamatan Ngadiluwih, Kabupaten Kediri, beserta seluruh barang bukti yang digunakan dalam proses produksi dan distribusi kosmetik ilegal," terang Kompol Hendro.

Dalam penggerebekan itu, polisi menyita sekitar 1,4 ton bahan dasar (base cream), 154 botol base cream siap edar, 19 botol base gel, sampel gel, berbagai bahan baku kimia, mixer, alat pengisian (refill), timbangan digital, gelas ukur, galon bahan dasar, dua panci produksi, hingga satu unit mobil Daihatsu Gran Max yang digunakan untuk mendukung aktivitas produksi dan distribusi.

Menurut Kompol Hendro, tersangka SHS memasok bahan dasar kosmetik kepada RW selama kurang lebih dua tahun.

Selanjutnya, RW mengemas ulang bahan tersebut menjadi handbody lotion dalam botol plastik ukuran 100 mililiter dan memasarkannya melalui berbagai platform belanja daring dengan harga sekitar Rp10.000 per botol.

Selain handbody lotion, tersangka juga memproduksi face tonic dengan mencampurkan air mineral ke dalam produk sebelum dipasarkan. Sebagian kosmetik tersebut bahkan dijual menggunakan kemasan polos tanpa merek.

"Dari hasil penyidikan, tersangka RW diperkirakan memperoleh keuntungan sekitar Rp85,4 juta per bulan dari penjualan handbody lotion dan sekitar Rp20 juta per bulan dari penjualan face tonic. Sementara SHS memperoleh keuntungan sekitar Rp25 juta per bulan dari penjualan bahan baku," jelasnya.

Polisi juga menemukan sejumlah bahan kimia yang digunakan dalam proses produksi, seperti Cetyl Alcohol, Stearic Acid, White Oil, Triethanolamine (TEA) dan bahan lainnya yang berpotensi membahayakan apabila digunakan tanpa proses sesuai standar.

Paparan bahan-bahan tersebut dapat menimbulkan berbagai risiko kesehatan, mulai dari iritasi kulit, alergi, rasa terbakar, penyumbatan pori-pori, gangguan pada mata, mual, hingga potensi paparan zat yang bersifat karsinogenik.

Berdasarkan hasil penyelidikan, penyidik memperkirakan sedikitnya 15.000 masyarakat berhasil terlindungi dari potensi penggunaan kosmetik yang tidak memenuhi standar keamanan dan mutu.

Atas perbuatannya, kedua tersangka dijerat dengan Pasal 435 dan/atau Pasal 436 Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan, serta Pasal 62 ayat (1) Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen, dengan ancaman hukuman maksimal 12 tahun penjara dan/atau denda paling banyak Rp5 miliar.

Polresta Malang Kota menegaskan penyidikan masih terus dikembangkan untuk mengungkap kemungkinan adanya jaringan produksi maupun distribusi kosmetik ilegal lainnya yang beroperasi di berbagai daerah. (Red)

Perahu Dihantam Ombak Besar, Seorang Nelayan Asal Jember Meninggal Dunia di Perairan Lumajang


Lumajang (Onenewsjatim) – Seorang nelayan asal Kabupaten Jember, Jawa Timur, ditemukan meninggal dunia setelah terjatuh ke laut akibat diterjang gelombang tinggi di perairan selatan Kabupaten Lumajang. Korban dievakuasi oleh tim gabungan pada Jumat (17/7/2026) sekitar pukul 08.30 WIB.


Korban diketahui bernama Sugi (50), warga Desa Lohjejer, Kecamatan Wuluhan, Kabupaten Jember. Jenazah ditemukan di kawasan pesisir Pantai Padang Savana setelah sebelumnya dilaporkan hilang saat melaut.


Proses evakuasi berlangsung cukup sulit. Tim gabungan harus berjalan kaki menyusuri pesisir dan menyeberangi sungai untuk mencapai lokasi penemuan korban.


Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kabupaten Lumajang, Isnugroho, menjelaskan korban berangkat melaut bersama dua rekannya dari Puger, Jember, pada Kamis (16/7/2026). 


Mereka mencari ikan di perairan selatan dan bermalam di sekitar timur Pantai Watu Pecak, Lumajang.


"Berdasarkan informasi yang kami terima, korban bersama dua rekannya berangkat melaut dari Puger pada Kamis (16/7). Saat malam hari terjadi gelombang tinggi yang menyebabkan perahu mereka kemasukan air dan oleng. Korban diduga terpental ke laut, sementara dua rekannya berhasil selamat," ujar Isnugroho, Jumat (17/7/2026).


Menurut Isnugroho, insiden terjadi sekitar pukul 23.00 WIB ketika gelombang tinggi menerjang perairan selatan Lumajang. 


Meski dihantam ombak, perahu yang digunakan para nelayan tidak tenggelam maupun mengalami kerusakan berat.


"Informasinya ada tiga orang di dalam perahu. Satu orang berhasil menepi, sementara korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Perahunya tidak tenggelam, hanya kemasukan air akibat gelombang tinggi," jelasnya.

© Copyright 2024 Onenewsjatim | All Right Reserved