-->

28/08/2026

Karhutla Gunung Semeru: Helikopter Water Bombing Diterjunkan Jangkau Medan Sulit


Lumajang, (DOC) -
Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Semeru, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, masih berlangsung. Upaya pemadaman dilakukan melalui darat dan udara untuk menjangkau titik api yang berada di kawasan sulit diakses.

Dua helikopter milik BPBD Jawa Timur dikerahkan untuk melakukan operasi water bombing pada Jumat (28/8/2026). Helikopter mengambil air dari Danau Ranupani, Kecamatan Senduro, untuk kemudian dijatuhkan ke lokasi kebakaran.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Lumajang, Yudi Cahyono, mengatakan operasi water bombing dilakukan untuk menyasar titik api yang cukup masif, terutama di Blok Ayak-Ayak dan Blok Bangunan Cilik, Desa Ranu Pani, Kecamatan Senduro.

"Hari ini sempat dilakukan pemadaman melalui udara. Water bombing dilakukan sampai lima kali," kata Yudi saat dikonfirmasi, Jumat (28/8/2026).

Menurutnya, setelah melakukan beberapa kali penerbangan, helikopter kembali ke Lanud Abdulrachman Saleh, Malang. Keputusan tersebut diambil karena kondisi angin di kawasan Gunung Semeru cukup kencang sehingga menyulitkan operasi pemadaman dari udara.

"Karena kondisi angin kencang, helikopter kembali ke Abdulrachman Saleh Malang," ujarnya.

Helikopter water bombing tersebut memiliki kapasitas sekitar 1.000 liter air dalam sekali angkut. Penggunaan helikopter dinilai penting untuk menjangkau wilayah yang sulit dicapai petugas melalui jalur darat.

Setelah operasi pemadaman udara dihentikan, petugas gabungan kembali melakukan pemadaman secara manual. Tim bergerak menuju kawasan Ranupani, termasuk jalur Blok Ayak-Ayak, Tanjakan Cinta dan Watu Renggang.

"Karena helikopter water bombing sudah kembali, proses pemadaman menggunakan manual. Akses ke sana memang sulit, harus berjalan kaki. Kalau memungkinkan, kami menggunakan kendaraan roda dua," jelas Yudi.

Saat ini, tim gabungan juga memfokuskan penanganan di sejumlah lokasi, termasuk kawasan Ranu Kembang dan Ledok Bedor. Namun, kondisi medan membuat pemadaman manual tidak bisa dilakukan di seluruh titik.

"Untuk Ranu Kembang memang tidak memungkinkan dilakukan secara manual karena aksesnya kurang memadai. Jadi fokus kami di Ledok Bedor," katanya.

Yudi menyebut medan yang curam menjadi salah satu kendala utama dalam proses pemadaman. Selain itu, ketersediaan air serta kondisi angin yang kencang juga menjadi tantangan bagi petugas.

"Kendalanya salah satunya persediaan air. Kemudian angin kencang juga menjadi kendala. Medannya juga agak curam sehingga memengaruhi proses pemadaman," ungkapnya.

Untuk mendukung operasi water bombing, pengambilan air dilakukan dari Danau Ranupani karena lokasinya merupakan sumber air terdekat dari kawasan kebakaran.

Meski kondisi Danau Ranupani mengalami pendangkalan, menurut Yudi, kapasitas sekitar 1.000 liter air dalam sekali pengambilan masih dapat dimanfaatkan untuk mendukung pemadaman dari udara.

"Danau Ranupani memang terjadi pendangkalan. Tapi untuk bucket water bombing sekitar 1.000 liter, kemungkinan masih bisa memadai. Salah satunya karena lokasi pengambilan air yang paling dekat memang di Danau Ranupani," pungkasnya.

Kebakaran Hutan di Lereng Semeru Belum Padam, 167 Hektare Lahan Terbakar


Lumajang, (Onenewsjatim) -
Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan jalur pendakian Gunung Semeru, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, hingga Jumat (28/8/2026) masih belum sepenuhnya padam. 

Petugas gabungan masih berjibaku memadamkan kobaran api yang muncul di sejumlah blok kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS).

Pantauan di lapangan, asap tebal masih membumbung dari kawasan Blok Ayak-ayak dan Pangonan Cilik di wilayah Desa Ranupani, Kecamatan Senduro. Sejumlah titik api juga masih terlihat membara akibat kondisi angin yang cukup kencang.

Hembusan angin membuat api berpotensi bergerak dan meluas ke area hutan lainnya. Kondisi medan yang terjal juga menjadi salah satu kendala petugas dalam melakukan pemadaman secara langsung.

Kepala Bagian Tata Usaha Balai Besar TNBTS, Bambang Suriyono, mengatakan saat ini terdapat dua titik kebakaran yang menjadi perhatian utama, yakni Ranu Kembang dan Pangonan Cilik.

"Sementara perhitungan luas area terbakar 167 hektare. Sedangkan di Ledok Bedor, Desa Argosari ada dua titik, untuk luasan belum kami update," ujar Bambang.

Menurut dia, petugas gabungan terus melakukan berbagai upaya untuk mengendalikan kobaran api. Metode yang digunakan antara lain membuat sekat bakar, melakukan pemadaman manual menggunakan gebyok, serta menyiram menggunakan air di lokasi yang memungkinkan dijangkau.

"Hari ini juga dilakukan water bombing helikopter bantuan dari Pemprov Jatim," katanya.

Sementara itu, Kepala Seksi PTN Wilayah III TNBTS, Agus Kusuma Negara, mengatakan kondisi medan menjadi salah satu tantangan terbesar bagi petugas. Kawasan yang terbakar berada di lereng dengan kontur cukup terjal sehingga tidak semua titik dapat dijangkau dengan mudah.

"Saat ini seperti yang terlihat asap di wilayah Ayak-ayak. Secara landscape ada dua titik api, di Ayak-ayak dan Pangonan Cilik. Nah, dua itu yang menjadi titik pemadaman saat ini," ujar Agus.

Selain di Ayak-ayak dan Pangonan Cilik, kobaran api juga sempat muncul di Blok Ranu Kembang yang berada di atas kawasan Ranu Kumbolo. Pergerakan api di wilayah tersebut masih terus dipantau oleh tim gabungan.

Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Lumajang, Yudhi, mengatakan material yang terbakar meliputi sejumlah vegetasi khas kawasan hutan pegunungan.

"Kerugian material, terbakarnya pohon stigi hutan, cemara gunung, rumput dan ranting serta pohon hutan lainnya," ungkap Yudhi.

Yudhi menambahkan, kebakaran yang terjadi di Blok Jantur dan Ledok Bedor, Desa Argosari, Kecamatan Senduro, sebelumnya telah berhasil dikendalikan. Luas area yang terbakar di lokasi tersebut diperkirakan mencapai sekitar 10 hektare.

Sebelumnya, kebakaran juga terjadi di tiga titik kawasan TNBTS, yakni Blok Jantur dan Ledok Bedor di Desa Argosari serta Blok Ranu Agung di Desa Ranupani. Untuk Blok Ranu Agung, api dilaporkan telah padam.

Petugas gabungan hingga kini masih melakukan pemantauan dan penanganan di sejumlah titik untuk mencegah api kembali membesar. Kondisi angin yang kencang dan medan terjal membuat proses pemadaman membutuhkan kewaspadaan serta penanganan berkelanjutan.

26/08/2026

Kebakaran Hutan, Jalur Pendakian Gunung Semeru Ditutup Total Mulai Hari Ini


Lumajang, (Onenewsjatim) –
Jalur pendakian Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, ditutup total mulai Rabu (26/8/2026). Penutupan dilakukan menyusul kebakaran hutan yang terjadi di kawasan Blok Ranu Kembang, jalur pendakian menuju puncak Mahameru.

Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB TNBTS) memastikan penutupan berlaku mulai 26 Agustus 2026 hingga batas waktu yang belum ditentukan.

Keputusan tersebut diambil sebagai langkah antisipasi untuk menjamin keselamatan pendaki sekaligus memberikan ruang bagi petugas melakukan penanganan kebakaran di kawasan konservasi.

Kepala BB TNBTS Rudijanta Tjahja Nugraha mengatakan, penutupan jalur pendakian dilakukan untuk mendukung proses pengendalian dan pemadaman kebakaran.

"Penutupan dilakukan untuk mendukung kelancaran proses pengendalian, pemadaman kebakaran, serta evakuasi pengunjung yang masih berada di dalam kawasan dengan mengutamakan keamanan dan keselamatan," ujar Rudijanta dalam keterangan resminya, Rabu (26/8/2026).

Rudijanta menegaskan penutupan berlaku total. Dengan demikian, seluruh aktivitas pendakian menuju Gunung Semeru untuk sementara dihentikan hingga kondisi kawasan dinyatakan aman dan jalur kembali dibuka.

Pendaki Bisa Refund atau Reschedule Tiket

BB TNBTS juga menyiapkan kebijakan bagi calon pendaki yang sebelumnya telah melakukan pemesanan tiket melalui sistem booking online.

Calon pendaki diberikan dua pilihan, yakni mengajukan pengembalian dana atau refund maupun melakukan penjadwalan ulang atau reschedule.

Untuk pilihan reschedule, pelaksanaannya dapat dilakukan setelah jalur pendakian Gunung Semeru dinyatakan aman dan secara resmi dibuka kembali oleh pengelola.

Kebijakan tersebut diberikan sebagai bentuk pelayanan kepada calon pendaki yang telah memiliki tiket sebelum adanya keputusan penutupan jalur.

Akses Malang-Lumajang Tetap Dibuka

Meski jalur pendakian Gunung Semeru ditutup total, penutupan tersebut tidak berlaku terhadap seluruh aktivitas masyarakat di sekitar kawasan.

Akses jalan penghubung Malang-Lumajang melalui Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang, menuju Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang, masih dapat dilintasi kendaraan.

Destinasi wisata Ranu Regulo juga tetap beroperasi dan menerima kunjungan wisatawan sesuai ketentuan serta regulasi yang berlaku.

BB TNBTS mengimbau masyarakat, wisatawan, pendaki, dan pelaku jasa wisata untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran vegetasi yang dapat meluas.

Pengelola juga mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran di kawasan konservasi.

Beberapa aktivitas yang dilarang antara lain menyalakan api unggun, membakar sampah, serta menggunakan petasan maupun flare di dalam kawasan TNBTS.

Masyarakat dan seluruh pengunjung diminta mematuhi ketentuan tersebut untuk mencegah munculnya titik api baru.

Penutupan jalur pendakian Gunung Semeru akan berlangsung sampai batas waktu yang belum ditentukan. Pembukaan kembali jalur akan dilakukan setelah kondisi kawasan dinyatakan aman oleh pihak berwenang. (Imam) 



13/08/2026

Serdik Sespimmen Polri Dikreg ke-67 Dalami Peran Polri Dukung Kedaulatan Pangan di Tasikmalaya


Tasikmalaya, (Onenewsjatim) –
Peserta Didik (Serdik) Sespimmen Polri Dikreg ke-67 Tahun Anggaran 2026 turun langsung ke wilayah hukum Polres Tasikmalaya. Mereka mendalami peran kepolisian dalam mendukung kedaulatan pangan sekaligus menjaga stabilitas ekonomi masyarakat.

Kegiatan Studi Lingkungan OHA dan ES Pelatihan Management Training Course (MC) Level III tersebut digelar pada Kamis (13/8/2026).

Pengawas sekaligus Ketua Tim Poklat 20 Sespimmen Polri Dikreg ke-67, Brigjen Pol R. Deden Garnada, S.I.K., M.Han., mengatakan kegiatan ini menjadi bagian dari proses pembelajaran para Serdik untuk melihat langsung pelaksanaan tugas Polri di lapangan.

"Studi lingkungan ini merupakan bagian penting dalam proses pembelajaran para Serdik untuk melihat secara langsung bagaimana tugas pokok Polri dilaksanakan di tengah masyarakat," kata Deden.

Menurut dia, persoalan ketersediaan dan distribusi bahan kebutuhan pokok memiliki hubungan erat dengan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

Karena itu, calon pemimpin Polri dinilai perlu memiliki pemahaman mengenai dinamika pangan dan ekonomi masyarakat.

"Para Serdik perlu memahami bahwa persoalan ketersediaan dan distribusi barang kebutuhan pokok bukan hanya persoalan ekonomi, tetapi juga memiliki dampak terhadap situasi kamtibmas dan kesejahteraan masyarakat," ujarnya.

Dalam studi tersebut, para Serdik menggali informasi melalui wawancara dan pendalaman dengan sejumlah pejabat di lingkungan Polres Tasikmalaya.

Mereka di antaranya berdiskusi dengan Kapolres, Kabagops, Kabag SDM, Binmas, Kasat Intelkam, Kasat Lantas, Kasat Reskrim, Kasat Samapta, Kasi Propam, Kasi Humas hingga Kapolsek.

Pendalaman juga dilakukan dengan sejumlah pihak eksternal. Di antaranya Dinas Koprindag, Bulog, pelaku usaha, Satgas Pangan dan LSM.

Dari kegiatan itu, para Serdik mempelajari pola pengawasan, distribusi hingga peredaran barang kebutuhan pokok di wilayah Kabupaten Tasikmalaya.

Deden menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menjaga kelancaran distribusi dan stabilitas harga kebutuhan pokok.

"Polri tidak dapat bekerja sendiri. Dibutuhkan sinergi dengan pemerintah daerah, Bulog, pelaku usaha, Satgas Pangan dan seluruh stakeholder untuk memastikan distribusi barang kebutuhan pokok berjalan dengan baik," tegasnya.

Dia berharap hasil studi lingkungan tersebut tidak berhenti sebagai materi akademik. Para Serdik diharapkan mampu mengolah temuan di lapangan menjadi gagasan dan strategi ketika kembali bertugas di satuannya masing-masing.

"Yang paling penting, para Serdik mampu menerjemahkan hasil studi ini menjadi pemikiran dan langkah strategis ketika nantinya kembali melaksanakan tugas di satuan masing-masing," ungkap Deden.

Selain kegiatan akademik, para Serdik Sespimmen Polri Dikreg ke-67 juga melaksanakan bakti sosial kepada masyarakat penerima manfaat di sekitar wilayah Singaparna, Kabupaten Tasikmalaya.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian pembelajaran sekaligus bentuk kepedulian sosial para peserta didik kepada masyarakat. (Imam) 

08/08/2026

Karhutla Gunung Bromo Meluas, Api Melompati JLKT dan Mengarah ke Lembah Watangan


Lumajang, (Onenewsjatim) –
Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) semakin meluas, Sabtu (8/8/2026).

Kobaran api di Blok Jantur dilaporkan telah melompati Jalur Lingkar Kaldera Tengger (JLKT) dan bergerak menuju kawasan Lembah Watangan.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Probolinggo, Oemar Sjarief, mengatakan meluasnya kebakaran dipicu hembusan angin yang cukup kencang.

“Barusan api dapat melompati JLKT di arah Blok Jantur dengan kuatnya angin. Diperkirakan tidak lama lagi akan sampai ke Lembah Watangan,” kata Oemar dalam laporan perkembangan penanganan karhutla, Sabtu sore.

Api juga membesar di Argowulan

Selain di Blok Jantur, kebakaran juga terjadi di kawasan Argowulan. Api yang muncul sejak siang hari dilaporkan terus membesar hingga Sabtu sore.

Petugas gabungan masih berupaya melakukan pemadaman di sejumlah titik.

Namun, kondisi medan yang sulit dijangkau serta angin kencang menjadi kendala dalam proses pemadaman.

Oemar mengatakan, kondisi tersebut membuat pergerakan api sulit diprediksi karena dapat berubah mengikuti arah dan kekuatan angin.

“Angin cukup kuat sehingga pergerakan api cepat,” ujarnya.

Seluruh pintu kunjungan TNBTS ditutup

Meningkatnya risiko kebakaran membuat BPBD Kabupaten Probolinggo mengambil langkah antisipasi dengan menutup seluruh pintu kunjungan menuju kawasan TNBTS.

Penutupan dilakukan mulai Sabtu malam hingga kondisi kebakaran dinilai aman dan operasi pengendalian dapat dilakukan secara optimal.

“Demi keselamatan dan kelancaran pengendalian, malam ini kami menutup semua pintu kunjungan sampai situasi dapat dikendalikan,” kata Oemar.

Dengan kebijakan tersebut, wisatawan untuk sementara tidak diperkenankan melakukan aktivitas kunjungan ke kawasan Gunung Bromo.

Petugas masih berjibaku memadamkan api

Sementara itu, tim gabungan masih berjibaku melakukan pemadaman di sejumlah titik kebakaran.

Selain pemadaman, petugas juga melakukan pemantauan terhadap arah pergerakan api untuk mencegah kobaran menjalar ke kawasan lainnya.

Kondisi angin kencang menjadi salah satu faktor utama yang menyulitkan proses pengendalian.

Terlebih, api di Blok Jantur telah melompati JLKT dan berpotensi bergerak menuju Lembah Watangan.

Hingga Sabtu malam, karhutla di kawasan Gunung Bromo masih dalam penanganan petugas gabungan.

Penutupan sementara kawasan wisata dilakukan sebagai langkah keselamatan bagi wisatawan sekaligus memberikan ruang bagi petugas untuk fokus melakukan pengendalian kebakaran.

06/08/2026

Api Masih Berkobar di Bromo, Kemenhut Kerahkan Tim Gabungan Kendalikan Karhutla


Probolinggo, (Onenewsjatim) –
Kementerian Kehutanan (Kemenhut) terus mengintensifkan operasi terpadu untuk menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih terjadi di kawasan . 

Hingga Rabu (5/8/2026) pukul 18.00 WIB, api di kawasan Blok Watu Gede dilaporkan masih belum sepenuhnya berhasil dipadamkan.

Tim gabungan yang terdiri dari personel Manggala Agni, Balai Besar TNBTS, TNI, Polri, BPBD, Masyarakat Peduli Api (MPA), hingga relawan terus berupaya membatasi penyebaran api agar tidak meluas ke kawasan konservasi lainnya.

Kebakaran diketahui menghanguskan vegetasi savana, cemara gunung, pakis, serta semak belukar. Upaya pemadaman menghadapi berbagai kendala, mulai dari kondisi lereng yang curam, medan berbukit yang sulit dijangkau, vegetasi yang mudah terbakar, hingga keterbatasan sumber air.

Untuk mendukung proses pemadaman, distribusi air dilakukan secara bertahap menggunakan truk tangki menuju lokasi yang masih dapat dijangkau personel.

Direktur Jenderal Penegakan Hukum Kehutanan,Dwi Januanto Nugroho , menegaskan bahwa kebakaran di kawasan konservasi tidak hanya berdampak terhadap ekosistem, tetapi juga mengancam kehidupan masyarakat yang bergantung pada fungsi ekologis hutan.

"Bromo bukan hanya destinasi wisata, tetapi kawasan konservasi yang menopang kehidupan masyarakat dan menjadi ruang hidup berbagai jenis tumbuhan serta satwa. Api harus segera dikendalikan, penyebabnya diungkap, dan kawasan dipulihkan. Masyarakat juga harus menjadi bagian dari pencegahan dengan menjaga aktivitas di sekitar kawasan dan segera melaporkan setiap tanda kebakaran," ujar Dwi.

Deteksi Dini Melalui SiPongi+

Kemenhut menjelaskan, indikasi awal kebakaran diperoleh melalui Sistem Pemantauan Kebakaran Hutan dan Lahan (SiPongi+) yang mengolah data titik panas (hotspot) dari berbagai satelit, termasuk NASA-MODIS.

Pada Selasa (4/8/2026), sistem mendeteksi titik panas dengan tingkat kepercayaan sedang (medium confidence). Informasi tersebut kemudian diverifikasi melalui pemeriksaan langsung di lapangan sehingga operasi pemadaman dapat segera dilakukan untuk melokalisasi penyebaran api.

Sebagai pengelola kawasan konservasi, Balai Besar TNBTS bertanggung jawab dalam pengamanan kawasan, pemetaan area terdampak, pengaturan akses menuju lokasi kebakaran, perlindungan keanekaragaman hayati, serta koordinasi penanganan di dalam kawasan.

Sementara itu, Manggala Agni memimpin upaya teknis pemadaman dengan fokus mengendalikan titik-titik api aktif agar tidak merambat ke wilayah lain.

Sebagian Jalur Wisata Ditutup

Demi menjamin keselamatan pengunjung sekaligus mendukung kelancaran operasi pemadaman, Balai Besar TNBTS menutup sementara akses wisata melalui pintu Jemplang dan Coban Trisula di Kabupaten Malang serta pintu Senduro di Kabupaten Lumajang sejak 3 Agustus 2026 pukul 22.00 WIB hingga waktu yang belum ditentukan.

Sementara itu, akses melalui Cemoro Lawang, Kabupaten Probolinggo, dan Wonokitri, Kabupaten Pasuruan, masih dibuka secara terbatas hanya sampai kawasan Lautan Pasir. Adapun kawasan Savana ditutup sepenuhnya bagi wisatawan.

Kepala Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru,Rudijanta Tjahja Nugraha , mengatakan langkah penutupan sebagian jalur wisata dilakukan untuk memberikan ruang bagi petugas dalam melaksanakan operasi pemadaman sekaligus melindungi keselamatan masyarakat.

"Keselamatan pengunjung menjadi prioritas kami. Penutupan sebagian akses dilakukan agar operasi pemadaman dapat berlangsung optimal sekaligus melindungi masyarakat dari potensi bahaya. Setelah kondisi dinyatakan aman, kami akan melakukan penilaian menyeluruh terhadap dampak kebakaran sebagai dasar penyusunan langkah pemulihan kawasan," kata Rudijanta.

Fokus Cegah Api Meluas

Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Wilayah Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara, Bambang Setyo Antoko, menjelaskan bahwa strategi pemadaman terus disesuaikan dengan perkembangan kondisi di lapangan.

"Api masih aktif dan kondisi di lapangan terus berubah. Personel kami fokus pada sektor-sektor yang memiliki potensi rambatan tertinggi agar penyebaran api dapat ditekan secepat mungkin, dengan tetap mengutamakan keselamatan seluruh personel yang bertugas," ujarnya.

Kementerian Kehutanan memastikan perlindungan kawasan konservasi dari ancaman kebakaran hutan menjadi salah satu prioritas utama. 

Upaya tersebut dilakukan melalui penguatan sistem deteksi dini SiPongi+, patroli rutin, kesiapsiagaan personel, operasi terpadu lintas instansi, penyelidikan penyebab kebakaran, hingga peningkatan partisipasi masyarakat dalam pencegahan kebakaran.

Dengan langkah tersebut, pemerintah berharap setiap potensi kebakaran dapat dideteksi lebih cepat, ditangani secara efektif, serta dicegah agar tidak berkembang menjadi kerusakan ekologis yang lebih luas.

04/08/2026

Wamenhub Serahkan Santunan Korban KM Mutiara Sentosa II, Puji Sinergi Polda Jatim


Surabaya, (Onenewsjatim) –
Wakil Menteri Perhubungan (Wamenhub) Komjen Pol. (Purn.) Drs. Suntana, M.Si., melakukan kunjungan ke Surabaya, Selasa (4/8/2026), untuk memastikan penanganan korban insiden terbakarnya KM Mutiara Sentosa II berjalan optimal.

Dalam kunjungan tersebut, Wamenhub mendatangi RS PHC Pelabuhan Tanjung Perak guna menjenguk para korban yang masih menjalani perawatan medis. 

Selain memantau kondisi kesehatan korban, rombongan juga memberikan dukungan moril kepada para keluarga yang masih menunggu proses pemulihan.

Usai mengunjungi rumah sakit, Wamenhub menyerahkan santunan secara simbolis kepada keluarga korban meninggal dunia yang proses identifikasinya dilakukan di RS Bhayangkara H.S. Samsoeri Mertojoso Surabaya.

Santunan yang diberikan terdiri atas uang tunai sebesar Rp50 juta dari PT Jasa Raharja (Persero) dan Rp75 juta dari PT Jasaraharja Putera untuk masing-masing korban meninggal dunia. 

Bantuan tersebut merupakan bentuk tanggung jawab negara dalam memberikan perlindungan dan kepedulian kepada masyarakat yang terdampak musibah.

Dalam kesempatan itu, Wamenhub Suntana menyampaikan apresiasi kepada jajaran Polda Jawa Timur yang dinilai berperan aktif sejak awal penanganan insiden, mulai dari proses evakuasi hingga pendampingan terhadap para korban dan keluarganya.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada Polda Jawa Timur. Tanpa bantuan Polda Jatim, kami merasa seperti kaki yang pincang," ujar Wakil Menteri Perhubungan Komjen Pol. (Purn.) Drs. Suntana, M.Si.

Menurut Suntana, keberhasilan penanganan musibah tersebut tidak lepas dari sinergi berbagai instansi pemerintah, baik di tingkat pusat maupun daerah. Ia menilai koordinasi lintas sektor menjadi kunci dalam mempercepat proses evakuasi, pelayanan kesehatan, hingga pemberian bantuan kepada korban.

"Sinergitas yang dibangun seluruh pihak menunjukkan negara hadir untuk masyarakat. Kolaborasi seperti ini harus terus dipertahankan dalam setiap penanganan bencana maupun kecelakaan transportasi," katanya.

Sementara itu, Kapolda Jawa Timur Irjen Pol. Drs. Nanang Avianto, M.Si., menegaskan bahwa Polda Jatim akan terus memberikan dukungan penuh hingga seluruh proses penanganan korban selesai.

Menurut Nanang, sejak insiden terjadi, Polda Jatim telah mengerahkan personel beserta seluruh sumber daya yang dimiliki untuk membantu proses evakuasi, pengamanan lokasi, identifikasi korban, hingga koordinasi dengan berbagai instansi terkait.

"Sejak insiden terjadi, Polda Jatim telah mengerahkan seluruh sumber daya untuk mendukung proses penanganan korban bersama Kementerian Perhubungan, Basarnas, tenaga kesehatan, dan seluruh pemangku kepentingan," kata Irjen Pol. Drs. Nanang Avianto, M.Si.

Ia menambahkan, kepolisian juga memastikan pendampingan kepada keluarga korban akan terus dilakukan, termasuk dalam proses identifikasi, penyerahan jenazah, hingga pengamanan selama tahapan penanganan berlangsung.

Polda Jatim berkomitmen terus bersinergi dengan Kementerian Perhubungan, Basarnas, rumah sakit, serta instansi terkait lainnya agar seluruh korban memperoleh pelayanan terbaik dan keluarga mendapatkan kepastian serta pendampingan selama proses penanganan musibah. (Red(





03/08/2026

Polda Jatim Percepat Operasi Kemanusiaan, 30 Personel SAR Sisir Lokasi KMP Mutiara Sentosa II


Surabaya, (Onenewsjatim) –
Kepolisian Daerah Jawa Timur (Polda Jatim) bergerak cepat menangani insiden kecelakaan laut yang menimpa Kapal Motor Penumpang (KMP) Mutiara Sentosa II di perairan utara Kabupaten Sumenep, Madura. 

Sebanyak 30 personel Search and Rescue (SAR) Direktorat Kepolisian Perairan dan Udara (Ditpolairud) diterjunkan untuk mempercepat proses pencarian dan evakuasi korban.

Selain mengerahkan personel yang memiliki kemampuan khusus dalam operasi penyelamatan di laut, Polda Jatim juga menyiagakan berbagai alat material khusus (Almatsus) guna mendukung proses evakuasi di lokasi kejadian.

Kepala Bidang Humas Polda Jatim, Kombes Pol. Jules Abraham Abast, mengatakan langkah tersebut dilakukan sesaat setelah pihaknya menerima laporan mengenai insiden yang melibatkan KMP Mutiara Sentosa II.

"Begitu menerima laporan, Polda Jatim langsung menginstruksikan tim SAR Ditpolairud menuju lokasi kejadian dengan membawa personel yang terlatih dalam operasi penyelamatan di perairan," kata Kombes Abast dalam keterangannya, Senin (3/8/2026).

Menurutnya, Polda Jatim juga mengerahkan kapal patroli cepat serta berbagai perlengkapan penyelamatan untuk mempercepat penyisiran di sekitar lokasi kapal.

"Langkah taktis ini diambil guna memastikan seluruh penumpang dan kru kapal dapat diselamatkan dengan cepat dan aman dari lokasi kejadian," ujarnya.

Dalam operasi tersebut, Ditpolairud membawa sejumlah Almatsus, di antaranya perahu karet bermesin untuk menjangkau titik evakuasi yang sulit diakses, perlengkapan medis darurat, kantong jenazah, alat penerangan bawah air, perangkat deteksi sonar, hingga peralatan selam lengkap bagi personel yang melakukan pencarian di sekitar badan kapal.

Peralatan tersebut disiapkan untuk mendukung proses pencarian, terutama apabila kondisi cuaca maupun jarak pandang di bawah permukaan laut mengalami penurunan.

Kombes Abast menjelaskan, fokus utama tim SAR Ditpolairud saat ini adalah menyisir area sekitar lokasi tenggelamnya kapal, mengevakuasi korban yang ditemukan, serta menyelamatkan penumpang yang masih bertahan.

Seluruh korban yang berhasil dievakuasi selanjutnya akan dibawa ke posko kesehatan untuk mendapatkan penanganan medis maupun proses identifikasi.

Dalam pelaksanaan operasi kemanusiaan tersebut, Polda Jatim juga terus berkoordinasi dengan berbagai instansi terkait, mulai dari Basarnas, TNI Angkatan Laut, KSOP, hingga otoritas pelabuhan agar proses pencarian berjalan efektif.

"Kami terus bersinergi dengan seluruh unsur yang terlibat agar proses pencarian dan evakuasi dapat berlangsung secara maksimal," tutur Abast.

Ia juga mengimbau keluarga penumpang agar tetap tenang dan mengikuti perkembangan informasi melalui posko resmi yang telah dibentuk pemerintah bersama tim gabungan.

"Saat ini kami fokus pada evakuasi korban. Kami mengimbau keluarga korban untuk tetap tenang dan memantau perkembangan informasi melalui posko resmi yang telah disediakan di pelabuhan terdekat," pungkasnya. (Red) 



© Copyright 2024 Onenewsjatim | All Right Reserved