
pelaku saat diamankan polisi dan warga
Lumajang (Onenewsjatim) – Seorang pria berinisial MU diamankan aparat kepolisian setelah diduga melakukan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) terhadap anak tirinya yang masih duduk di bangku Taman Kanak-Kanak (TK).
Peristiwa penganiayaan itu terjadi pada Kamis (2/4/2026) sekitar pukul 12.00 WIB di rumah pelaku yang berada di Desa Sidorejo, Kecamatan Rowokangkung, Kabupaten Lumajang.
Informasi yang dihimpun, kasus ini terungkap setelah adanya laporan masyarakat terkait dugaan penganiayaan terhadap anak.
Menindaklanjuti laporan tersebut, petugas dari Polres Lumajang langsung mendatangi lokasi dan mengamankan terduga pelaku di kediamannya.
Kasubsi Pidm Si Humas Polres Lumajang, Suprapto, membenarkan adanya peristiwa tersebut.
Ia menjelaskan, kejadian bermula saat pelaku mencari korban yang diketahui tidak berada di rumah.
“Korban saat itu berada di rumah tetangga. Kemudian disuruh pulang, namun sesampainya di rumah korban justru dimarahi oleh pelaku,” ujar Suprapto.
Tak hanya itu, pelaku diduga melakukan tindakan kekerasan fisik terhadap korban. Korban disebut didorong hingga terluka, kemudian diseret ke kamar mandi dan disiram air.
“Bahkan jari tangan korban sempat dimasukkan ke dalam mulut korban. Selain itu, korban juga dipukul menggunakan cambuk yang mengenai punggung hingga mengalami memar,” jelasnya.
Saat ini, kasus tersebut tengah ditangani oleh Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Lumajang. Polisi masih melakukan penyelidikan lebih lanjut, termasuk mendalami motif pelaku melakukan tindakan kekerasan terhadap anak tirinya tersebut.
“Kami masih melakukan pendalaman terkait motif pelaku,” pungkasnya.(Imam)
04/04/2026
03/04/2026
Dua Tiang Listrik Roboh Diterjang Angin, Sejumlah Wilayah Lumajang Padam
Lumajang, (Onenewsjatim) – Hujan deras disertai angin kencang yang melanda Kabupaten Lumajang pada Jumat (3/4/2026) sore menyebabkan dua tiang listrik roboh di dua titik berbeda. Akibatnya, sejumlah wilayah mengalami pemadaman listrik.
Dua tiang listrik tersebut dilaporkan roboh di Desa Purwosono, Kecamatan Sumbersuko, serta Desa Banjarwaru, Kecamatan Lumajang. Peristiwa terjadi sekitar pukul 15.30 WIB saat cuaca ekstrem melanda kawasan tersebut.
Manager PLN ULP Lumajang, Drian Friska Nugraha, mengatakan pihaknya langsung bergerak cepat melakukan penanganan di lokasi kejadian. Tim PLN segera melakukan investigasi guna memastikan kebutuhan material yang diperlukan untuk perbaikan.
“Setelah dilakukan pengecekan di lapangan, kami langsung mengirim material yang dibutuhkan, termasuk tiang dan perlengkapan konstruksi pendukung,” ujarnya.
Ia menjelaskan, saat ini proses perbaikan difokuskan pada pendirian kembali dua tiang listrik yang roboh serta penggantian material yang rusak. Untuk mempercepat penanganan, PLN mendatangkan peralatan dan tiang pengganti dari Kabupaten Jember.
“Peralatan pengganti dan tiang baru kami datangkan dari Jember. Ada sekitar 10 tim yang kami kerahkan di lapangan,” katanya.
Drian menambahkan, pihaknya menargetkan proses perbaikan dapat selesai sebelum subuh agar aliran listrik segera kembali normal. Namun demikian, PLN tetap mengutamakan keselamatan dalam setiap tahapan pekerjaan.
Pemadaman listrik sendiri berdampak pada sejumlah wilayah, di antaranya Kecamatan Ranuyoso, Tempursari, Sumbermujur, Kloposawit, Penanggal, Candipuro, Srebet, Purwosono, hingga Pasirian.
Menurut Drian, pada awal kejadian, aliran listrik sebenarnya belum langsung padam meski tiang telah roboh. Namun, PLN sengaja melakukan pemadaman untuk menghindari potensi bahaya bagi masyarakat.
“Pemadaman dilakukan sebagai langkah pengamanan. Setelah itu kami melakukan manuver beban untuk mempersempit wilayah terdampak,” jelasnya.
Ia juga mengungkapkan, terdapat empat penyulang listrik yang terdampak dari robohnya tiang tersebut. Tiga penyulang menyuplai wilayah Tempeh, sementara satu lainnya mengaliri kawasan Senduro.
Dalam proses perbaikan, PLN menghadapi kendala karena lokasi tiang yang roboh berada di dekat permukiman warga. Hal ini membuat penggunaan alat berat harus disesuaikan dengan kondisi di lapangan.
“Lokasi cukup padat karena berada di sekitar rumah warga, sehingga pengerjaan harus ekstra hati-hati. Namun sejauh ini proses masih berjalan aman,” katanya.
Lebih lanjut, material dari tiang yang roboh yang masih layak pakai telah diamankan dan akan digunakan kembali pada konstruksi baru.
PLN memastikan terus berupaya mempercepat proses normalisasi listrik di wilayah terdampak. Dengan material yang telah tersedia, pekerjaan kini difokuskan pada pemasangan dan penguatan jaringan agar pasokan listrik dapat kembali stabil.
“Kami optimistis penormalan bisa selesai sebelum subuh. Saat ini seluruh tim masih bekerja di lapangan,” pungkas Drian. ((Imam)
Motor Pemudik Raib di Masjid Probolinggo, Hilang Saat Ditinggal Istirahat
Probolinggo (Probolinggo) – Nasib nahas dialami seorang pemudik asal Banyuwangi yang kehilangan sepeda motor saat beristirahat di sebuah masjid di wilayah Kota Probolinggo, Rabu dini hari (1/4/2026).
Korban diketahui bernama Trio Agung Pamungkas (26). Saat kejadian, ia tengah melakukan perjalanan dari Gresik menuju Banyuwangi bersama calon istrinya untuk mengurus keperluan administrasi pernikahan.
Keduanya memutuskan singgah sejenak untuk beristirahat di sebuah masjid yang berada di Jalan Prof. Hamka, Kelurahan Kareng Lor, Kecamatan Kedopok, sekitar pukul 01.30 WIB. Namun, saat terbangun, sepeda motor yang diparkir di area masjid sudah tidak berada di tempat.
Adik korban, Reva Selina, mengaku pihak keluarga sangat terkejut atas kejadian tersebut. Ia menyebut, motor hilang dalam waktu singkat saat korban beristirahat.
“Kami benar-benar tidak menyangka. Baru sebentar istirahat, motor sudah hilang,” ujar Reva saat dikonfirmasi, Kamis (2/4/2026).
Motor yang raib tersebut merupakan Honda Vario dengan nomor polisi P 2117 QAZ. Menurut Reva, kendaraan itu sudah menggunakan sistem keyless, sementara remote masih dipegang oleh korban saat kejadian berlangsung.
Hal itu, lanjutnya, menimbulkan pertanyaan terkait bagaimana pelaku bisa membawa kabur kendaraan tersebut.
Usai menyadari kehilangan, korban segera meminta bantuan warga sekitar. Salah satu warga kemudian membantu mengantarkan korban ke kantor polisi terdekat untuk melaporkan kejadian tersebut.
Sementara itu, warga setempat bernama Sovia mengungkapkan, korban sempat datang meminta pertolongan pada dini hari. Namun, saat itu dirinya tidak langsung menyadari karena sedang berada di bagian belakang rumah.
“Setelah pintu dibuka, ternyata ada yang minta tolong karena motornya hilang. Kami lalu membantu mengantarkan ke Polsek,” katanya.
Polisi pun langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) beberapa jam setelah laporan diterima.
Di tengah proses pencarian, sempat muncul informasi dari warga lain yang menyebut kendaraan tersebut terlihat berada di pinggir jalan tidak jauh dari lokasi masjid. Namun, saat korban mendatangi lokasi tersebut, motor sudah tidak ditemukan.
“Katanya sempat terlihat di pinggir jalan, tapi saat dicek sudah tidak ada. Di lokasi itu juga tercium bau bensin cukup menyengat,” ungkap Reva.
Upaya penelusuran melalui rekaman kamera pengawas (CCTV) masjid juga belum membuahkan hasil. Pihak takmir menyebut perangkat CCTV dalam kondisi tidak berfungsi saat kejadian.
Hingga saat ini, kasus pencurian tersebut masih dalam penyelidikan pihak kepolisian. Keluarga korban berharap ada itikad baik dari pihak yang mengetahui keberadaan kendaraan tersebut.
“Kami tidak ingin memperpanjang masalah. Harapan kami, kalau ada yang mengetahui atau menemukan, motor itu bisa dikembalikan,” pungkas Reva.
01/04/2026
Swafoto di Bibir Tebing Papuma, Pemuda 22 Tahun Hilang Disapu Ombak
Jember, (Onenewsjatim) – Seorang pemuda asal Cianjur, Jawa Barat, dilaporkan hilang setelah terseret ombak saat berkunjung ke Pantai Papuma, Desa Lojejer, Kecamatan Wuluhan, Kabupaten Jember, Jawa Timur.
Peristiwa nahas tersebut terjadi pada Sabtu, 28 Maret 2026, sekitar pukul 06.47 WIB. Korban diketahui bernama Muhammad Sheva Yusuf (22), warga Desa Cipendawa, Kecamatan Pacet, Kabupaten Cianjur.
Kepala Pelaksana BPBD Jember, Dr. Drs. Edy Budi Susilo, menjelaskan bahwa insiden bermula saat korban bersama dua rekannya bermain air di kawasan pantai. Ketiganya kemudian menuju area bibir pantai di bawah tebing Siti Hinggil, yang merupakan zona terlarang bagi pengunjung.
“Korban bersama temannya sedang melakukan swafoto di area tersebut. Tiba-tiba datang ombak besar yang menyapu mereka. Dua rekannya berhasil menyelamatkan diri, sementara korban terseret dan hilang,” ujar Edy.
Menurutnya, korban saat itu mengenakan baju hitam dan celana pendek abu-abu. Diduga korban terpeleset sebelum akhirnya terseret arus laut yang cukup kuat.
Upaya pencarian telah dilakukan oleh tim SAR gabungan selama lima hari dengan membagi area pencarian menjadi tiga Search and Rescue Unit (SRU).
SRU 1 melakukan pencarian di laut menggunakan perahu karet milik Basarnas, SRU 2 melakukan penyisiran darat di sepanjang pesisir Pantai Papuma, sementara SRU 3 melakukan pemantauan udara menggunakan drone milik Senkom.
Namun hingga hari kelima, korban belum juga ditemukan. Berdasarkan hasil koordinasi Basarnas bersama tim SAR gabungan, operasi pencarian resmi dihentikan sementara.
“Operasi pencarian dihentikan dan akan dilanjutkan dengan pemantauan selama dua hari ke depan,” kata Edy.
Pihak BPBD Jember mengimbau kepada seluruh wisatawan agar selalu mematuhi rambu-rambu keselamatan dan tidak memasuki area terlarang, terutama di kawasan pantai yang memiliki potensi gelombang tinggi. (Imam)
30/03/2026
Akses ke Air Terjun Madakaripura Ditutup, Jembatan Ambruk Diterjang Hujan
Probolinggo, (Onenewsjatim) – Akses menuju ditutup sementara setelah sebuah jembatan di jalur wisata tersebut ambruk akibat hujan deras. Peristiwa terjadi di Desa Negororejo, Kecamatan Lumbang, Kabupaten Probolinggo, pada Sabtu (28/3/2026) sekitar pukul 02.00 WIB.
Kapolres Probolinggo, , mengatakan jembatan mengalami kerusakan parah sehingga tidak dapat dilalui baik oleh kendaraan maupun pejalan kaki.
“Untuk sementara akses menuju Air Terjun Madakaripura kami tutup demi keselamatan masyarakat,” kata Latif kepada wartawan, Minggu (29/3/2026).
Menurut Latif, ambruknya jembatan diduga dipicu tingginya intensitas hujan yang mengguyur wilayah tersebut sejak Jumat malam. Debit air yang meningkat menyebabkan struktur jembatan tidak mampu menahan beban.
Polres Probolinggo telah memasang garis polisi (police line) dan rambu peringatan di sekitar lokasi untuk mencegah masyarakat mendekat. Petugas juga disiagakan guna melakukan pengawasan bersama instansi terkait.
Latif mengimbau masyarakat tidak memaksakan diri melintas di area tersebut karena kondisi jembatan sangat membahayakan.
“Kami minta masyarakat untuk tidak mencoba melewati jalur ini. Keselamatan adalah yang utama,” tegasnya.
Selain itu, pihak kepolisian juga mengingatkan warga untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi, seperti banjir dan tanah longsor, mengingat curah hujan masih tinggi di wilayah Probolinggo.
“Bagi masyarakat yang berada di daerah rawan, segera laporkan jika terjadi kondisi darurat kepada pihak berwenang,” imbuhnya.
Hingga saat ini, situasi di lokasi dilaporkan aman dan terkendali. Namun akses menuju kawasan wisata Air Terjun Madakaripura masih ditutup hingga ada perbaikan lebih lanjut dari pihak terkait. (Ton)
29/03/2026
Sidak Door to Door, LPG 3 Kg di Lumajang Kosong dan Dijual di Atas HET
Lumajang, (Onenewsjatim) – Kelangkaan gas elpiji 3 kilogram di Kabupaten Lumajang masih terjadi. Menyikapi kondisi tersebut, Bupati Lumajang Indah Amperawati bersama jajaran Forkopimda turun langsung melakukan inspeksi mendadak (sidak) secara door to door, Minggu (29/3/2026).
Sidak dilakukan dengan mengendarai sepeda motor menyasar agen, pangkalan hingga pengecer di sejumlah titik.
Turut mendampingi dalam kegiatan tersebut Kapolres Lumajang Alex Sandy Siregar, Dandim 0821 Lumajang Letkol Arh Anton Subhandi dan ketua DPRD Lumajang Oktaviani
Dari hasil sidak di lapangan, rombongan menemukan banyak tabung gas elpiji 3 kg dalam kondisi kosong, baik di tingkat pangkalan maupun pengecer. Selain itu, stok yang tersedia juga mengalami penurunan dibanding hari biasanya.
“Biasanya kami dapat 100 tabung, sekarang hanya sekitar 80 tabung,” ujar salah satu pemilik pangkalan kepada Bupati Lumajang.
Tak hanya langka, Bunda Indah juga menemukan fakta adanya lonjakan harga yang jauh melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET). Di tingkat pengecer, gas melon yang seharusnya disubsidi tersebut dijual seharga Rp 22.000.
Bahkan muncul laporan warga mengenai harga yang menembus Rp 25.000 hingga Rp 30.000 per tabung.
"Saya bersama Forkopimda turun langsung untuk membuktikan apakah benar-benar langka. Hari ini beberapa toko dan pangkalan yang kami datangi memang stoknya habis," ujar Bunda Indah di sela-sela sidak.
Terkait laporan harga yang mencapai Rp 30.000, Bunda Indah menegaskan pentingnya kroscek lapangan agar tidak ada pihak yang merasa terzalimi.
"Kita harus buktikan kebenaran itu di lapangan, jangan sampai ada yang mendolimi atau didolimi. Data-data sudah kami kantongi," tegasnya.
Bupati Lumajang yang akrab disapa Bunda Indah mengatakan, sidak ini dilakukan untuk memastikan langsung kondisi di lapangan sekaligus menindaklanjuti keluhan masyarakat.
“Banyak informasi bahwa masyarakat kesulitan mendapatkan LPG. Tidak semua, tapi cukup banyak yang mengeluhkan hal tersebut. Maka kami bersama Forkopimda turun langsung untuk membuktikan kondisi sebenarnya,” ujar Bunda Indah.
Ia menegaskan, dari hasil pengecekan sementara memang ditemukan sejumlah pangkalan dan toko yang kehabisan stok. Namun demikian, pihaknya belum dapat menyimpulkan penyebab pasti kelangkaan tersebut.
“Kami belum bisa menyimpulkan karena harus dilakukan cross-check antara pangkalan, agen, hingga SPBE. Apakah distribusinya yang bermasalah atau ada faktor lain,” jelasnya.
Menurutnya, secara data distribusi dari pusat tidak mengalami perubahan. Namun, peningkatan kebutuhan masyarakat menjelang Lebaran diduga menjadi salah satu faktor penyebab.
“Ada peningkatan kebutuhan karena aktivitas memasak meningkat, ditambah adanya panic buying dari masyarakat. Ini juga mempengaruhi ketersediaan di lapangan,” tambahnya.
Untuk mencari solusi, Pemkab Lumajang bersama Forkopimda akan menggelar rapat koordinasi dengan pihak SPBE, Hiswana Migas, agen dan pangkalan dalam waktu dekat.
Sementara itu, Kapolres Lumajang AKBP Alex Sandy Siregar menyampaikan bahwa pihaknya hingga saat ini belum menemukan adanya pelanggaran hukum secara langsung terkait distribusi LPG 3 kg.
“Sejauh ini kami belum menerima laporan resmi maupun menemukan bukti pelanggaran di lapangan. Namun pengawasan tetap kami lakukan bersama TNI dan pemerintah daerah,” ujarnya.
Meski demikian, pihak kepolisian tidak akan segan melakukan penindakan apabila ditemukan adanya pelanggaran, termasuk praktik penjualan di atas HET.
“Jika nanti ditemukan adanya unsur pidana atau pelanggaran aturan distribusi, tentu akan kami tindak sesuai ketentuan yang berlaku,” tegasnya.
Alex menambahkan, pihaknya juga akan melakukan penelusuran lebih lanjut terkait perbedaan harga di lapangan serta dugaan penyimpangan distribusi.
“Ini masih dalam tahap penyelidikan. Kami akan dalami apakah kenaikan harga ini murni karena kelangkaan atau ada oknum yang bermain,” pungkasnya.
28/03/2026
Petir Sambar Wisatawan di Pantai Bambang Lumajang, 1 Tewas dan 9 Luka-luka
![]() |
| Polisi melakukan olah TKP di pantai Bambang |
Lumajang, (Onenewsjatim) – Libur Lebaran dan perayaan Hari Raya Ketupat di Kabupaten Lumajang diwarnai insiden tragis. Seorang wisatawan tewas tersambar petir di kawasan Pantai Bambang, Desa Bago, Kecamatan Pasirian, Sabtu (28/3/2026) sore.
Korban meninggal dunia diketahui bernama Alvin (23), warga Dusun Kebonarang, Desa Candipuro, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang.
Peristiwa nahas tersebut terjadi sekitar pukul 17.30 WIB saat hujan deras disertai petir mengguyur kawasan pesisir selatan Lumajang, tepatnya di dua lokasi wisata yakni Pantai Bambang dan Pantai Watu Pecak, Desa Selok Awar-Awar.
Kasubsi Pidm Sihumas Polres Lumajang, Ipda Suprapto, mengatakan total terdapat 10 korban dalam kejadian tersebut, dengan satu orang meninggal dunia dan sembilan lainnya mengalami luka-luka.
“Total korban sebanyak 10 orang, satu meninggal dunia dan lainnya mengalami luka-luka,” ujar Suprapto saat dikonfirmasi.
Ia menjelaskan, di Pantai Bambang terdapat delapan korban, di mana satu orang meninggal dunia, satu korban dalam kondisi koma, dan enam lainnya mengalami luka ringan.
Seluruh korban telah dievakuasi ke Puskesmas Pasirian dan RSUD Pasirian untuk mendapatkan penanganan medis.
Sementara itu, di Pantai Watu Pecak terdapat dua korban yang mengalami luka ringan dan saat ini menjalani perawatan di RSUD Pasirian.
Berdasarkan kronologi, insiden bermula saat delapan wisatawan di Pantai Bambang tengah menikmati liburan. Ketika hujan deras disertai petir turun, mereka berteduh di sebuah pondok terpal yang didirikan secara mandiri di sisi barat pantai.
“Tidak lama kemudian, petir menyambar tepat di sekitar tenda tersebut sehingga para korban mengalami luka dan sebagian tidak sadarkan diri,” jelas Suprapto.
Petugas keamanan bersama panitia setempat kemudian mengevakuasi para korban ke fasilitas kesehatan terdekat.
Kejadian serupa juga terjadi di Pantai Watu Pecak. Dua korban yang merupakan kakek dan cucu dilaporkan sempat pingsan setelah petir menyambar di sekitar pondok tempat mereka berteduh.
“Keduanya mengalami luka ringan dan sempat merasakan panas pada bagian kaki, lalu segera dilarikan ke RSUD Pasirian,” tambahnya.
Diketahui, hujan deras disertai petir melanda kawasan tersebut sejak pukul 16.30 hingga 18.15 WIB. Saat kejadian, sebagian besar pengunjung sebenarnya telah beranjak pulang, namun beberapa di antaranya memilih berteduh karena hujan yang cukup deras.
Saat ini, para korban luka masih menjalani perawatan intensif di Puskesmas Pasirian dan RSUD Pasirian.
Pihak kepolisian mengimbau masyarakat agar lebih waspada terhadap potensi cuaca ekstrem, terutama saat beraktivitas di area terbuka seperti pantai.. (imam)
Nekat Mandi di Laut, Pria 54 Tahun Tewas Tergulung Ombak di Paseban
Jember, (Onenewsjatim) – Seorang wisatawan dilaporkan meninggal dunia setelah terseret ombak saat mandi di Pantai Paseban, Kecamatan Kencong, Kabupaten Jember, Sabtu (28/3/2026).
Korban diketahui bernama Giman (54), warga Desa Kraton, Kecamatan Kencong. Ia terseret gelombang laut selatan saat berenang di sekitar bibir pantai sekitar pukul 10.30 WIB.
Berdasarkan keterangan saksi di lokasi, korban saat itu tengah berwisata bersama keluarganya. Namun, saat sedang mandi di tepi pantai, tiba-tiba datang ombak besar yang langsung menggulung tubuh korban hingga terseret ke tengah laut.
“Korban bersama keluarganya mandi di bibir pantai. Padahal sudah ada imbauan larangan untuk mandi di laut. Korban kemudian tergulung ombak besar, karena cuaca saat itu cukup ekstrem,” ujar Irul, warga Desa Paseban.
Irul menambahkan, korban sempat hilang dari pengawasan keluarga setelah terseret arus yang cukup kuat. Upaya penyelamatan pun langsung dilakukan oleh warga sekitar dan tim gabungan yang berada di lokasi.
Petugas gabungan yang terdiri dari unsur kepolisian, TNI, relawan, serta masyarakat setempat segera melakukan pencarian dengan menyisir area perairan. Setelah beberapa waktu, korban akhirnya ditemukan.
“Tim SAR dan warga lokal sempat berusaha menyelamatkan korban. Namun korban ditemukan dalam keadaan sudah meninggal dunia,” imbuhnya.
Selanjutnya, jenazah korban dievakuasi oleh petugas gabungan dan dibawa ke Puskesmas Cakru untuk penanganan lebih lanjut.
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat, khususnya wisatawan, untuk selalu meningkatkan kewaspadaan saat berkunjung ke kawasan wisata alam, terutama pantai selatan yang dikenal memiliki karakter ombak besar dan arus kuat.
Momentum libur Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah yang dimanfaatkan untuk berwisata diharapkan tetap diimbangi dengan kepatuhan terhadap imbauan keselamatan, termasuk larangan mandi di laut saat kondisi cuaca tidak bersahabat.
Kewaspadaan terhadap tinggi ombak, menjaga jarak aman, serta mematuhi rambu dan peringatan petugas menjadi faktor penting guna mencegah terjadinya insiden serupa.
Akses Wisata Madakaripura Lumpuh, Jembatan di Desa Negororejo Ambruk
Probolinggo, (Onenewsjatim) – Akses jalan menuju objek wisata Air Terjun Madakaripura yang berada di Desa Negororejo, Kecamatan Lumbang, terputus akibat jembatan ambruk diterjang hujan deras disertai petir, Sabtu (28/3/2026) dini hari.
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 02.00 WIB. Selain memutus jalur utama menuju lokasi wisata dan sejumlah desa di kawasan tersebut, kejadian ini juga mengakibatkan dua orang mengalami luka-luka.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Probolinggo, Oemar Sjarief, membenarkan adanya kejadian tersebut. Ia menjelaskan bahwa hujan dengan intensitas tinggi menjadi penyebab utama runtuhnya jembatan.
“Kejadian sekitar pukul 02.00 WIB, terjadi hujan lebat disertai petir yang mengakibatkan jembatan ambruk di Desa Negororejo, Kecamatan Lumbang,” ujarnya.
Akibat kejadian itu, dua warga dilaporkan mengalami luka di bagian kepala serta lecet pada tangan dan kaki setelah terperosok saat melintas di lokasi kejadian.
“Kedua korban sudah langsung dibawa ke Puskesmas Lumbang untuk mendapatkan perawatan medis,” tambahnya.
Saat ini, lokasi kejadian telah dipasangi garis polisi guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.
Sementara itu, BPBD bersama instansi terkait dan pemerintah desa setempat terus melakukan koordinasi untuk penanganan lebih lanjut.
Putusnya jembatan tersebut menyebabkan akses jalan tidak dapat dilalui baik kendaraan roda dua maupun roda empat, sehingga aktivitas masyarakat dan kunjungan wisata ke kawasan Air Terjun Madakaripura untuk sementara terganggu.
17/03/2026
Ledakan di Masjid Raya Pesona Jember, Kapolda Jatim: Penyelidikan Masih Berjalan
Jember, (Onenewsjatim) – Kepolisian Daerah Jawa Timur terus melakukan penyelidikan mendalam terkait peristiwa ledakan yang terjadi di Masjid Raya Pesona, Perumahan Pesona Raya Regency, Kelurahan Patrang, Kabupaten Jember.
Kapolda Jawa Timur, Irjen Pol Nanang Avianto, menegaskan bahwa tim gabungan telah diterjunkan untuk mengungkap penyebab ledakan yang terjadi saat pelaksanaan salat tarawih tersebut.
“Sejak kejadian, anggota Polres Jember bersama tim dari Polda Jatim langsung turun ke lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara,” ujar Nanang.
Tim gabungan yang dikerahkan terdiri dari Indonesia Automatic Fingerprint Identification System (INAFIS), Penjinak Bom (Jibom), Laboratorium Forensik (Labfor), serta tim investigasi dari Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jatim.
Peristiwa ledakan dilaporkan terjadi sekitar pukul 20.00 WIB saat jamaah tengah melaksanakan ibadah salat tarawih. Meski demikian, Kapolda memastikan tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.
“Dalam peristiwa ini tidak ada korban jiwa. Namun kami tetap melakukan pendalaman untuk memastikan penyebab ledakan,” tegasnya.
Pihak kepolisian telah mengambil sejumlah langkah penanganan, mulai dari pengamanan dan sterilisasi lokasi, olah TKP, hingga pengumpulan barang bukti. Selain itu, pemeriksaan terhadap saksi-saksi di sekitar lokasi juga terus dilakukan.
Nanang juga menyampaikan bahwa pihaknya tengah menganalisis barang bukti yang ditemukan di lokasi, termasuk rekaman CCTV yang diharapkan dapat memberikan petunjuk penting dalam proses penyelidikan.
“Seluruh barang bukti saat ini masih dalam proses pemeriksaan di laboratorium forensik. Kami juga mengumpulkan rekaman CCTV untuk memperkuat proses investigasi,” jelasnya.
Terkait dugaan adanya cairan tertentu maupun sumber ledakan, Nanang menegaskan bahwa semuanya masih dalam tahap penyelidikan dan belum dapat disimpulkan.
Ia pun mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap menjalankan aktivitas seperti biasa. Situasi sudah kami kendalikan dan kepolisian akan terus hadir untuk menjamin keamanan,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Nanang memastikan bahwa perkembangan hasil penyelidikan akan disampaikan secara berkala kepada publik.
“Kami masih terus bekerja mendalami peristiwa ini. Nanti setiap perkembangan akan kami sampaikan,” pungkasnya. (Imam)
Tim Jibom dan Labfor Polda Jatim Olah TKP Ledakan Masjid Raya Pesona Jember Saat Tarawih
Jember, (Onenewsjatim) – Tim penjinak bom (Jibom) bersama Tim Laboratorium Forensik (Labfor) dari Polda Jawa Timur melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) terkait ledakan misterius yang terjadi di Masjid Raya Pesona, Perumahan Pesona Raya Regency, Kelurahan Patrang, Kabupaten Jember, Senin (16/3/2026) malam.
Petugas melakukan pemeriksaan secara detail di titik yang diduga menjadi sumber ledakan, yakni di sekitar area tempat wudhu laki-laki. Sejumlah sudut lokasi diperiksa secara seksama, termasuk barang-barang yang berada di sekitar titik ledakan.
Selain itu, petugas juga memeriksa kerusakan yang ditimbulkan akibat ledakan, seperti plafon masjid yang jebol, rooster yang rusak, serta lemari yang berada di area sekitar lokasi kejadian.
Di depan masjid, sejumlah personel dari Korps Brimob Polri terlihat melakukan penjagaan ketat untuk mengamankan lokasi selama proses penyelidikan berlangsung.
Bahkan Kapolda Jatim Nanang Avianto turut memantau langsung proses olah TKP yang dilakukan oleh tim gabungan di lokasi kejadian.
Diketahui, ledakan tersebut terjadi sekitar pukul 19.30 WIB saat jamaah tengah melaksanakan shalat tarawih. Suara ledakan sempat membuat jamaah panik dan berhamburan keluar dari dalam masjid.
Meski demikian, peristiwa tersebut tidak menimbulkan korban jiwa. Namun ledakan menyebabkan kerusakan pada beberapa bagian bangunan masjid, seperti atap dan plafon.
Kasat Reskrim Polres Jember, Angga Riatma, mengatakan pihak kepolisian saat ini masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab pasti ledakan tersebut.
“Dugaan sementara kita belum bisa menyimpulkan karena masih awal. Saat ini kami masih melakukan olah TKP lanjutan,” ujar Angga.
Ia menjelaskan bahwa polisi telah melakukan sterilisasi lokasi dan memasang perimeter di sekitar area masjid untuk menjaga keamanan selama proses penyelidikan berlangsung.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak mendekat ke lokasi karena kami sedang melakukan sterilisasi,” jelasnya.
Menurutnya, dari pengamatan awal di lokasi terdapat papan besi yang diduga berkaitan dengan sumber ledakan. Namun pihak kepolisian masih belum dapat memastikan penyebabnya karena proses analisa masih berlangsung.
“Untuk yang terlihat dari jauh tadi masih seperti ada papan besi yang mengalami ledakan, tetapi kami belum bisa melakukan analisa lebih lanjut,” tambahnya.
Untuk sementara waktu, aktivitas ibadah di Masjid Raya Pesona dihentikan demi menjaga keselamatan jamaah serta memudahkan proses penyelidikan oleh pihak kepolisian.
“Untuk sementara kegiatan di masjid kita hentikan dulu demi keselamatan bersama,” pungkasnya.(Imam)
Ledakan Misterius Saat Tarawih di Masjid Patrang Jember, Polisi Sterilisasi Lokasi
Jember, (Onenewsjatim) – Sebuah ledakan misterius terjadi di sebuah masjid di kawasan Perumahan Pesona Regency, Kecamatan Patrang, Kabupaten Jember, Senin (16/3/2026) malam. Peristiwa tersebut terjadi saat jamaah sedang melaksanakan shalat tarawih.
Ledakan yang terjadi sekitar pukul 19.30 WIB itu membuat jamaah panik dan berhamburan keluar dari masjid. Meski tidak menimbulkan korban jiwa, insiden tersebut menyebabkan kerusakan pada bagian atap masjid serta merusak plafon dan etalase lemari buku di dalam area masjid.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, sumber ledakan diduga berasal dari area dekat tempat wudhu laki-laki. Warga sekitar yang mendengar suara ledakan langsung berdatangan ke lokasi.
Kasat Reskrim Polres Jember, Angga Riatma, mengatakan pihak kepolisian segera melakukan sterilisasi lokasi kejadian untuk memastikan situasi tetap aman.
“Dugaan sementara kita belum bisa menyimpulkan karena masih awal. Saat ini kami masih melakukan olah TKP lanjutan,” ujar Angga.
Ia menjelaskan, polisi telah menetapkan perimeter di sekitar masjid dan mengimbau masyarakat untuk tidak mendekati lokasi kejadian. Langkah tersebut dilakukan karena tim penjinak bom akan didatangkan untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak mendekat ke lokasi karena kami sedang melakukan sterilisasi. Besok siang kami juga akan berkoordinasi dengan tim Jibom untuk penanganan lebih lanjut,” jelasnya.
Menurut Angga, dari pengamatan awal di lokasi terlihat adanya papan besi yang diduga terkait dengan sumber ledakan. Namun pihak kepolisian masih belum dapat memastikan penyebab pasti insiden tersebut.
“Untuk yang terlihat dari jauh tadi masih seperti ada papan besi yang mengalami ledakan, tetapi kami belum bisa melakukan analisa lebih lanjut,” tambahnya.
Meski demikian, Angga memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun terdapat kerusakan pada bagian atap masjid dan beberapa fasilitas di sekitar area tempat wudhu.
“Alhamdulillah tidak ada korban. Namun ada kerusakan pada bagian atap dan papan besi yang berada di area dekat tempat wudhu,” katanya.
Untuk sementara waktu, aktivitas ibadah di masjid tersebut dihentikan guna menjaga keselamatan jamaah dan memudahkan proses penyelidikan oleh pihak kepolisian.
“Untuk sementara kegiatan di masjid kita hentikan dulu demi keselamatan bersama,” pungkasnya.
16/03/2026
Ramp Check Mudik Lebaran 2026, Dua Bus AKAP di Terminal Menak Koncar Lumajang Tak Laik Jalan
Lumajang, (Onenewsjatim) – Menjelang arus mudik Lebaran 2026, petugas gabungan melakukan pemeriksaan kelaikan kendaraan atau ramp check terhadap bus antar kota antar provinsi (AKAP) di Terminal Menak Koncar, Desa Wonorejo, Kecamatan Kedungjajang, Kabupaten Lumajang, Senin (16/3/2026).
Pemeriksaan dilakukan oleh Satlantas Polres Lumajang bersama UPT P3 LLAJ wilayah Jember-Lumajang dan tim penguji kendaraan dari Dinas Perhubungan Kabupaten Lumajang. Kegiatan ini bertujuan memastikan kendaraan angkutan penumpang yang akan digunakan selama arus mudik dalam kondisi aman dan layak jalan.
Selain pengecekan kondisi kendaraan, para sopir bus yang tiba di terminal juga diminta turun untuk menjalani pemeriksaan kesehatan serta tes urine yang dilakukan oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Lumajang.
Kanit Gakkum Satlantas Polres Lumajang, Ipda Dendy Cucu, mengatakan bahwa dari total bus yang diperiksa, terdapat dua unit yang dinyatakan tidak memenuhi standar keselamatan operasional.
“Dari 14 unit bus yang menjalani pemeriksaan ramp check, terdapat dua bus yang dinyatakan tidak laik jalan,” ujar Ipda Dendy Cucu di lokasi kegiatan.
Ia menjelaskan, dua bus tersebut masing-masing Bus Burobudur Indah dan Bus Ladju dengan trayek Jember–Surabaya.
Menurutnya, bus tersebut dinyatakan tidak laik jalan karena ditemukan sejumlah kerusakan yang berpotensi membahayakan keselamatan penumpang.
“Bus tidak laik jalan karena handrem tidak berfungsi dengan baik, lampu sein depan dan belakang tidak berfungsi normal, serta kaca depan mengalami kerusakan,” jelasnya.
Petugas kemudian meminta kepada pihak sopir maupun perusahaan otobus agar segera melakukan perbaikan di bengkel terdekat sebelum kendaraan kembali dioperasikan.
“Kami mengimbau agar segera dilakukan perbaikan. Ramp check ini dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia menjelang Operasi Ketupat untuk memastikan keselamatan penumpang,” tegas Ipda Dendy.
Sementara itu, hasil pemeriksaan kesehatan dan tes urine terhadap para awak bus menunjukkan hasil yang menggembirakan. Seluruh sopir dan kru bus dinyatakan dalam kondisi sehat serta tidak terindikasi menggunakan narkoba.
“Sebanyak 14 sopir dan kru bus yang menjalani tes urine dinyatakan negatif narkoba,” tambahnya.
15/03/2026
Diduga Rem Blong, Truk Box Tabrak Tiga Kendaraan di Klakah Lumajang, Satu Tewas
![]() |
| Unit Laka satlantas Polres Lumajang melakukan olah TKP |
Lumajang, (Onenewsjatim) – Kecelakaan lalu lintas terjadi di Jalan Raya Nasional Desa Mlawang, Kecamatan Klakah, Kabupaten Lumajang, Sabtu (20/3/2026) sekitar pukul 20.00 WIB.
Sebuah truk box Toyota Dyna diduga mengalami rem blong hingga menabrak sepeda motor Yamaha NMax, pikap Isuzu Traga, dan minibus Isuzu Panther.
Akibat peristiwa tersebut, seorang perempuan bernama Nurul Laili (30), warga Desa Meninjo, Kecamatan Ranuyoso, Kabupaten Lumajang, meninggal dunia usai mengalami luka di kepala.
Korban sempat dilarikan ke RSUD dr Haryoto Lumajang, namun nyawanya tidak tertolong.
Kanit Gakkum Satlantas Polres Lumajang Ipda Dendy Cucu mengatakan, kecelakaan bermula saat truk box Toyota Dyna bernomor polisi W 8987 UV yang dikemudikan Mashuri Anam (39), warga Pasuruan, melaju dari arah Probolinggo menuju Lumajang.
“Truk box berjalan dari arah utara atau Probolinggo menuju selatan atau Lumajang. Saat itu kendaraan mendahului kendaraan lain yang melaju searah di depannya,” ujar Ipda Dendy Cucu, Minggu (21/3/2026).
Saat berada di lokasi kejadian, truk box diduga kehilangan kendali dan masuk ke jalur berlawanan. Nahas, dari arah selatan ke utara melaju sepeda motor Yamaha NMax bernomor polisi L 5433 AW yang dikendarai Ahmad Safon (35), berboncengan dengan istrinya Nurul Laili (30) dan anak mereka Diana El Ramadhani (6).
Usai menghantam sepeda motor, truk box tersebut kembali menabrak pikap Isuzu Traga bernomor polisi N 9543 YI yang dikemudikan M Andi Wafa (27), warga Desa Kalibendo, Kecamatan Pasirian, serta minibus Isuzu Panther bernomor polisi N 1207 MC Y yang dikemudikan Saiful Rizal, warga Probolinggo.
“Sepeda motor, pikap Isuzu Traga, dan minibus Isuzu Panther melaju dari arah selatan menuju utara,” kata Dendy.
Akibat kecelakaan itu, Ahmad Safon mengalami patah kaki, sedangkan putrinya Diana El Ramadhani juga mengalami patah kaki. Keduanya kini menjalani perawatan intensif di RSUD dr Haryoto Lumajang.
“Korban Ahmad Safon dan anaknya, Diana El Ramadhani, saat ini masih menjalani perawatan di RSUD dr Haryoto Lumajang,” ujarnya.
Sementara itu, petugas Satlantas Polres Lumajang telah melakukan olah tempat kejadian perkara dan meminta keterangan sejumlah saksi untuk mendalami penyebab pasti kecelakaan.
"Dugaan sementara, truk box mengalami gangguan pada sistem pengereman saat melaju di jalur nasional tersebut," Pungkasnya. (Imam)
14/03/2026
Polres Jember Segel SPBU di Sumbersari, Diduga Terlibat Transaksi Ilegal Solar Subsidi
Jember, (Onenewsjatim) – Aparat Kepolisian Resor (Polres) Jember memasang garis polisi di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) 54.681.11 di Jalan Teuku Umar, Kecamatan Sumbersari, Kabupaten Jember, Jawa Timur, Sabtu (14/3/2026).
Penyegelan dilakukan menyusul dugaan adanya transaksi ilegal bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis bio solar.
Langkah penyegelan dilakukan setelah polisi menemukan indikasi penyimpangan dalam penyaluran solar bersubsidi di SPBU tersebut.
Wakil Kepala Polres Jember, Kompol Ferry Dharmawan mengatakan penyegelan dilakukan untuk mempermudah proses penyelidikan yang sedang berlangsung.
“Untuk sementara SPBU ini kami segel guna kepentingan penyelidikan lebih lanjut. Dari hasil pemeriksaan sementara memang ditemukan sejumlah kejanggalan dalam penyaluran BBM subsidi jenis solar,” ujar Ferry saat ditemui di lokasi.
Menurutnya, pihak kepolisian masih melakukan pendalaman dengan mengumpulkan sejumlah barang bukti guna memastikan ada tidaknya pelanggaran dalam distribusi BBM bersubsidi tersebut.
Ferry menegaskan bahwa solar subsidi seharusnya disalurkan kepada masyarakat yang memang berhak menerima sesuai ketentuan yang berlaku.
“BBM subsidi harus sampai kepada masyarakat yang memang berhak menerimanya. Kami akan mengusut tuntas dugaan penyimpangan ini,” tegasnya.
Polres Jember juga memastikan akan menindak tegas pihak-pihak yang terbukti terlibat dalam praktik penyalahgunaan BBM bersubsidi, termasuk jika ditemukan keterlibatan oknum aparat maupun instansi tertentu.
Sementara itu, anggota DPR RI Bambang Haryadi meminta agar operasional SPBU tersebut dihentikan sementara hingga proses penyelidikan selesai. Ia menilai dugaan penyalahgunaan BBM subsidi merupakan pelanggaran serius yang merugikan masyarakat.
“Ini tindakan yang sangat merugikan masyarakat. Kami meminta agar SPBU tersebut ditutup sementara dan kuota BBM-nya dialihkan ke SPBU lain di sekitarnya agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi,” ujarnya.
Bambang juga menyebut praktik penyelewengan BBM subsidi umumnya melibatkan beberapa pihak. Berdasarkan temuan awal, dugaan penyimpangan dapat melibatkan pemilik SPBU sebagai sumber distribusi, pihak yang diduga memberikan perlindungan, hingga penadah.
Selain itu, hasil pengecekan awal di lokasi juga menemukan adanya ketidaksesuaian pada administrasi serta sistem pengawasan, termasuk kamera pengawas (CCTV) yang tidak berfungsi.
Padahal, pembelian solar subsidi seharusnya menggunakan barcode serta dilengkapi surat rekomendasi sesuai aturan yang berlaku.
Namun, diduga ada pihak yang memanfaatkan surat rekomendasi tersebut untuk membeli solar dalam jumlah tertentu di SPBU tersebut.
Hingga kini, Polres Jember masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengungkap pihak-pihak yang bertanggung jawab atas dugaan penyimpangan penyaluran BBM subsidi tersebut.
06/03/2026
Sumur Bor Warga Diduga Tercemar Limbah Dapur SPPG, Operasional Dihentikan Mulai Senin
Lumajang, (Onenewsjatim) – Sejumlah warga di sekitar dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) milik Oda Masa Depan Utama yang berada di kawasan Kavling Zam Zam, Rowobujel, Desa Labruk Lor, Kecamatan Lumajang, mengeluhkan kondisi air sumur bor mereka yang diduga tercemar limbah.
Keluhan tersebut disampaikan warga setelah air sumur yang biasa digunakan untuk kebutuhan sehari-hari berubah warna dan mengeluarkan bau tidak sedap sejak dapur SPPG beroperasi di belakang permukiman mereka.
Salah satu warga terdampak, Ivi, mengaku kondisi air sumurnya berubah drastis sejak fasilitas tersebut mulai beroperasi. Air yang sebelumnya jernih kini berubah menjadi hitam dan berbau menyengat sehingga tidak bisa digunakan lagi.
“Limbahnya itu meresap ke sumur bor saya. Airnya jadi tercemar, baunya menyengat dan warnanya juga benar-benar hitam,” ungkap Ivi.
Ia mengatakan, sejak menempati rumahnya pada tahun 2016, tidak pernah mengalami masalah dengan kualitas air sumur. Namun kondisi tersebut berubah setelah dapur SPPG berdiri dan mulai beroperasi di dekat rumahnya.
“Sejak saya tinggal di sini tahun 2016 tidak pernah ada masalah air. Tapi semenjak ada SPPG di belakang rumah saya, air saya tercemar,” katanya.
Menurut Ivi, persoalan tersebut sudah berlangsung lebih dari satu bulan. Ia juga mengaku telah menyampaikan keluhan kepada pihak penanggung jawab SPPG, namun hingga kini belum mendapatkan penanganan yang memadai.
“Sudah lebih dari satu bulan kejadian ini berulang. Saya sudah mengeluhkan ke penanggung jawab SPPG, tapi tidak dihiraukan,” ujarnya.
Akibat kondisi tersebut, Ivi terpaksa meminta bantuan air bersih dari tetangga untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Ia pun berharap pemerintah daerah dapat turun tangan membantu menyelesaikan persoalan tersebut.
“Saya minta tolong Bunda Indah, karena sudah sebulan lebih air di rumah saya tidak bisa digunakan,” tuturnya.
Menanggapi keluhan warga, Bupati Lumajang Indah Amperawati langsung menerjunkan tim untuk melakukan pengecekan di lokasi dapur SPPG tersebut.
Setelah dilakukan pemeriksaan, diketahui bahwa instalasi pengolahan limbah yang ada dinilai belum memenuhi standar Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL). Bahkan perbaikan yang dilakukan sebelumnya dinilai masih belum sesuai standar.
Bupati Lumajang Indah Amperawati menegaskan bahwa operasional dapur SPPG tersebut akan dihentikan sementara hingga pengelola memperbaiki sistem pengolahan limbahnya sesuai ketentuan yang berlaku.
“Ditutup saja SPPG ini, mulai hari Senin (9/3/2026) dilarang beroperasi dulu sampai diperbaiki sesuai standar,” tegas Indah. (Imam)
Kecelakaan Kereta dan Truk di Leces Probolinggo, Masinis Terjepit di Kabin Lokomotif
Probolinggo, (Onenewsjatim) – Kecelakaan antara kereta api dan kendaraan truk gandeng terjadi di perlintasan sebidang Desa Jorongan, Kecamatan Leces, Kabupaten Probolinggo, Jumat (6/3/2026) dini hari.
Dalam insiden tersebut, truk bermuatan tepung tertabrak KA Blambangan Ekspres yang melintas dari arah Probolinggo menuju Ketapang.
Akibat kejadian tersebut, masinis dan asisten masinis mengalami luka berat dan harus dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis.
Kasatlantas Polres Probolinggo AKP Safiq Jundhira Zulkarnaen mengatakan, kecelakaan terjadi sekitar pukul 00.40 WIB di perlintasan kereta api JPL 13 yang berada di simpang tiga Desa Jorongan.
“Truk gandeng bernopol P 8793 UG melintas dari arah timur ke barat. Saat bersamaan KA Blambangan Ekspres melaju dari arah berlawanan. Diduga pengemudi truk tidak mengetahui adanya kereta yang melintas sehingga terjadi tabrakan,” ujar Safiq.
Benturan keras tidak dapat dihindari. Bagian belakang truk tersambar lokomotif hingga kendaraan gandeng tersebut terbalik di sisi rel. Dampaknya, perjalanan KA Blambangan Ekspres sempat terhenti
Safiq menjelaskan, akibat kejadian itu masinis dan asisten masinis mengalami luka cukup serius. Bahkan masinis sempat terjepit di dalam kabin lokomotif sebelum akhirnya berhasil dievakuasi oleh warga bersama petugas.
“Keduanya langsung dilarikan ke RSUD dr Mochammad Saleh Kota Probolinggo untuk mendapatkan penanganan medis,” katanya.
Pihak kepolisian hingga saat ini masih melakukan penyelidikan guna memastikan penyebab pasti kecelakaan tersebut. Dugaan sementara, palang pintu perlintasan tidak tertutup saat kereta melintas.
“Diduga palang pintu tidak tertutup sehingga di waktu bersamaan ada truk yang melintas. Pengemudi tidak melihat adanya kereta sehingga bagian belakang truk tertabrak,” tambahnya.
Dampak Operasional dan Evakuasi Penumpang
Sementara itu, Manager Hukum dan Humas PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daop 9 Jember, Cahyo Widiantoro, menjelaskan pihaknya menerima laporan dari kondektur KA 147 Blambangan Ekspres sekitar pukul 00.49 WIB terkait kejadian tersebut.
Menurut Cahyo, kereta yang melayani rute Pasar Senen–Ketapang itu mengalami Berhenti Luar Biasa (BLB) di kilometer 109+2 petak jalan Probolinggo–Leces setelah lokomotif tertemper truk di perlintasan sebidang JPL 13 yang merupakan perlintasan resmi terjaga di Km 109+860.
“Akibat kejadian tersebut, lokomotif CC 201 83 53 yang menarik KA Blambangan Ekspres mengalami kerusakan sehingga perjalanan kereta tidak dapat langsung dilanjutkan,” jelasnya.
Untuk menjaga keselamatan serta kelancaran operasional, rangkaian KA Blambangan Ekspres kemudian ditarik mundur menuju Stasiun Probolinggo menggunakan lokomotif penolong.
Cahyo memastikan seluruh penumpang dalam kondisi selamat. Untuk melanjutkan perjalanan menuju Ketapang, para penumpang kemudian dialihkan menggunakan KA Wijaya Kusuma yang melintas di jalur tersebut.
“Keselamatan pelanggan merupakan prioritas utama KAI. Seluruh penumpang KA Blambangan Ekspres dalam kondisi aman dan perjalanan mereka tetap dilanjutkan menggunakan KA Wijaya Kusuma menuju Ketapang,” ujarnya.
Insiden ini juga menyebabkan sejumlah perjalanan kereta api di wilayah Daop 9 Jember mengalami keterlambatan. Pihak KAI saat ini masih melakukan penanganan di lokasi guna mempercepat normalisasi jalur.
“Sebagai bentuk tanggung jawab pelayanan, KAI juga menyiapkan service recovery bagi pelanggan yang mengalami keterlambatan lebih dari 60 menit akibat kejadian ini,” pungkas Cahyo.
03/03/2026
Akses Pronojiwo–Tempursari Longsor, BPBD Lumajang Berlakukan Sistem Buka Tutup
Lumajang, (Onenewsjatim) – Akses jalan penghubung Pronojiwo–Tempursari di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, terdampak longsor setelah diguyur hujan deras pada Minggu (1/3/2026) sore.
Longsor tersebut mengikis sebagian badan jalan dan mengganggu arus lalu lintas warga.
Peristiwa longsor terjadi sekitar pukul 18.30 WIB, tepatnya di Desa Pundungsari, perbatasan Desa Kaliwuling, Kecamatan Tempursari. Akibatnya, badan jalan ambles dan kini hanya dapat dilalui secara terbatas.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Lumajang, Yudi Cahyono, mengatakan bahwa tanda-tanda kerusakan sebenarnya sudah terlihat sejak Sabtu (29/2/2026).
“Mulai Sabtu pekan lalu sudah ada retakan. Sebagai langkah antisipasi awal, perangkat desa bersama warga telah memasang pembatas di lokasi,” ujar Yudi saat dikonfirmasi, Selasa (3/3/2026).
Namun, hujan deras yang kembali mengguyur wilayah tersebut pada Minggu sore memperparah kondisi tanah hingga akhirnya longsor tidak dapat dihindari.
Berdasarkan hasil asesmen sementara, longsor memiliki kedalaman sekitar 8 meter, dengan panjang 6 meter dan lebar sekitar 2 meter.
Hingga Selasa (3/3/2026), jalur Pronojiwo–Tempursari masih diberlakukan sistem buka tutup secara bergantian. Kendaraan roda empat masih dapat melintas, namun harus bergantian dan dengan kewaspadaan tinggi.
“Roda empat masih bisa dilalui secara bergantian. Namun jika longsor meluas, tidak menutup kemungkinan akses jalan Pronojiwo–Tempursari bisa terputus total,” tegas Yudi.
Dampak longsor ini sangat dirasakan warga, khususnya para petani di Kecamatan Tempursari. Kondisi jalan yang menyempit dan rawan membuat distribusi hasil pertanian ke luar wilayah kecamatan menjadi terhambat.
“Dampaknya sangat terasa bagi warga yang hendak mengangkut hasil pertanian keluar kecamatan,” tambahnya.
Selain menghambat mobilitas warga, BPBD juga mengingatkan adanya potensi longsor susulan apabila curah hujan masih tinggi dalam beberapa hari ke depan.
Masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan dan menghindari melintas di lokasi rawan saat hujan deras.
Sebagai langkah penanganan darurat sementara, BPBD Kabupaten Lumajang telah melakukan pemasangan sekitar 500 karung pasir di area longsoran yang kemudian ditutup terpal untuk mencegah pergerakan tanah lebih lanjut.
“Penanganan darurat sementara dilakukan dengan pemasangan 500 sak, dan di atasnya diberi terpal,” pungkas Yudi.(Imam)
24/02/2026
Polisi Gendong Pelajar Seberangi Lahar Dingin Semeru di Sungai Regoyo
Lumajang – Kepedulian aparat kepolisian kembali terlihat di tengah kondisi alam yang ekstrem. Anggota Kepolisian Sektor (Polsek) Candipuro turun langsung membantu para pelajar dan warga menyeberangi derasnya aliran lahar dingin Gunung Semeru di Sungai Regoyo, Desa Jugosari, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang, Selasa (24/2/2026) pagi.
Pantauan di lokasi, tiga anggota tampak bergantian menggendong siswa SD Negeri 03 Jugosari yang berasal dari Dusun Sumberlangsep.
Anak-anak tersebut harus melintasi Sungai Regoyo untuk menuju sekolah, sementara arus lahar dingin masih cukup deras akibat hujan di kawasan .
Aksi kemanusiaan ini dilakukan sebagai langkah antisipasi pascakejadian seorang siswi yang terseret banjir lahar hujan Semeru saat hendak berangkat sekolah pada Senin (23/2/2026).
Peristiwa tersebut menjadi perhatian serius aparat kepolisian demi mencegah kejadian serupa terulang kembali.
Tidak hanya membantu para pelajar, anggota polisi juga sigap menolong warga yang hendak beraktivitas melintasi .
Warga yang berjalan kaki dituntun satu per satu agar tetap seimbang saat menyeberang. Sementara itu, pengendara sepeda motor dibantu dengan cara didorong bersama-sama agar tidak tergelincir dan terseret arus lahar dingin.
Kasubsi PIDM Si Humas , Ipda Suprapto, mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk pelayanan dan kepedulian Polri terhadap keselamatan masyarakat, khususnya anak-anak sekolah.
“Melihat kondisi arus Sungai Regoyo yang cukup deras dan berbahaya bagi anak-anak, anggota Polsek Candipuro langsung turun membantu. Alhamdulillah, anak-anak yang mau sekolah sudah bisa menyeberang dengan aman,” ujar Ipda Suprapto di lokasi.
Ia menambahkan, kehadiran polisi di tengah masyarakat diharapkan dapat memberikan rasa aman serta membantu aktivitas warga yang terdampak bencana alam, terutama di wilayah rawan lahar dingin Gunung Semeru.
“Kami mengimbau masyarakat agar tetap waspada, terutama saat curah hujan tinggi. Keselamatan adalah yang utama,” pungkasnya.
Aksi Truk Oleng di Jalur Lumajang–Probolinggo Viral, Sopir Mengaku Demi Konten
Lumajang, (Onenewsjatim) – Satuan Lalu Lintas Polres Lumajang mengamankan sebuah truk bernomor polisi N 8801 YF beserta sopirnya setelah melakukan aksi berbahaya berupa truk oleng di jalan raya Lumajang–Probolinggo. Aksi tersebut dinilai sangat membahayakan keselamatan pengguna jalan lainnya.
Sopir truk diketahui bernama Andre Maulana (20), warga Desa Wates Wetan, Kecamatan Ranuyoso.
Andre mengakui bahwa aksi truk oleng tersebut sengaja dilakukan untuk keperluan konten media sosial.
“Aksi truk oleng itu saya lakukan mulai dari Jalan Raya Klakah sampai Malasan Probolinggo. Saya tahu itu sangat membahayakan, tapi waktu itu tujuannya buat konten,” ujar Andre Maulana kepada sejumlah awak media, Selasa (24/2/2026).
Andre juga mengaku tidak mengenal orang yang merekam aksinya dari kendaraan di belakang. Ia menyebut, setiap kali ada kode lampu flash dari belakang, dirinya langsung melakukan aksi oleng.
“Saya tidak tahu siapa yang memvideo. Kalau ada kode flash, ya langsung oleng,” ungkapnya.
Ia menambahkan, aksi tersebut sudah dilakukan sebanyak dua kali dan menyadari sepenuhnya perbuatannya sangat berisiko.
“Saya sudah melakukan oleng dua kali. Saya menyesal dan berjanji tidak akan mengulangi lagi,” terangnya.
Sementara itu, Kanit Turjagwali Satlantas Polres Lumajang, Ipda Aulia Dheta Astarika, menjelaskan bahwa pihaknya bergerak cepat setelah menerima laporan masyarakat disertai rekaman video yang viral.
“Setelah menerima laporan dan video dari masyarakat, kami langsung melakukan penelusuran dan mengamankan truk beserta sopirnya di rumah yang bersangkutan,” kata Dheta
Dalam rekaman video tersebut, terlihat truk melakukan aksi oleng sambil mengangkut kayu dari wilayah Klakah hingga Malasan, Probolinggo.
“Dalam video, truk oleng sambil mengangkut muatan kayu, dan itu sangat membahayakan,” tegasnya.
Meski tidak dilakukan penahanan terhadap sopir, pihak kepolisian tetap memberikan tindakan tegas berupa tilang serta penahanan kendaraan selama satu bulan sebagai efek jera.
“Pengemudi kami tilang dan truk N 8801 YF kami tahan selama satu bulan. Ini sebagai pelajaran dan peringatan bagi sopir lain agar tidak melakukan hal serupa,” ujarnya.
Selain itu, Andre Maulana juga diminta membuat surat pernyataan agar tidak mengulangi perbuatannya. Polisi bahkan akan mengambil langkah lebih tegas jika pelanggaran tersebut terulang.
“Jika mengulangi lagi, SIM akan kami blacklist,” tegas Aulia.
Dari hasil pemeriksaan kelengkapan berkendara, diketahui bahwa sopir hanya memiliki SIM A, sementara STNK kendaraan dinyatakan hilang.
“STNK kendaraan hilang dan sopir hanya memiliki SIM A,” pungkasnya.





















FOLLOW THE Onenewsjatim AT TWITTER TO GET THE LATEST INFORMATION OR UPDATE
Follow Onenewsjatim on Instagram to get the latest information or updates
Follow our Instagram