-->

19/01/2026

Pajak Wisata Tumpak Sewu Naik Jadi Rp150 Juta per Bulan


Lumajang, (Onenewsjatim)
– Pendapatan pajak Wisata Air Terjun Tumpak Sewu di Kabupaten Lumajang mengalami peningkatan signifikan dari sekitar Rp100 juta menjadi Rp150 juta per bulan. 

Kenaikan tersebut menunjukkan keberhasilan pemerintah daerah dalam membenahi tata kelola pariwisata yang lebih tertib dan transparan.

Bupati Lumajang Indah Amperawati mengatakan, lonjakan pendapatan pajak tersebut merupakan hasil dari penataan sistem pengelolaan dan penguatan pengawasan di kawasan wisata unggulan tersebut.

“Potensi daerah jika dikelola dengan sistem yang jelas dan diawasi secara konsisten akan memberikan manfaat fiskal yang kembali kepada masyarakat,” kata Bnda Indah, Senin (19/1/2026)

Ia menjelaskan, peningkatan pajak hingga 50 persen ini turut memperkuat Pendapatan Asli Daerah (PAD) serta memperluas kemampuan fiskal daerah dalam mendukung pelayanan publik dan pembangunan.

Bupati juga menegaskan bahwa pengelolaan Wisata Tumpak Sewu diarahkan pada prinsip keberlanjutan dengan menjaga keseimbangan antara kepentingan ekonomi, kelestarian lingkungan, dan kepatuhan terhadap regulasi.

"Pajak yang meningkat menunjukkan adanya kepatuhan dan rasa keadilan dalam pengelolaan. Ini penting agar pariwisata tidak hanya ramai, tetapi juga tertib dan memberikan nilai tambah yang nyata bagi daerah,” tegasnya.

Optimalisasi pajak tersebut diharapkan menjadi model pengelolaan potensi wisata lainnya di Kabupaten Lumajang guna mendorong kemandirian fiskal daerah.(Imam)

27/10/2025

Tumpak Sewu Dilirik Investor Asing, Pemkab Lumajang Rencanakan Pembangunan Lift Wisata


Lumajang, (Onenewsjatim) –
Pesona Air Terjun Tumpak Sewu di Desa Sidomulyo, Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang, terus menjadi daya tarik utama bagi wisatawan mancanegara. 

Bahkan, keindahan air terjun yang dijuluki Niagara-nya Indonesia itu memicu rencana ambisius pembangunan lift wisata menuju dasar air terjun.

Bupati Lumajang, Ir. Indah Amperawati, M.Si, atau yang akrab disapa Bunda Indah, mengungkapkan bahwa akses menuju dasar Tumpak Sewu saat ini masih tergolong ekstrem dan hanya bisa dijangkau oleh pengunjung dengan kondisi fisik tertentu.

“Banyak wisatawan asing yang mengeluhkan sulitnya akses menuju dasar air terjun. Karena itu, ada harapan agar disediakan fasilitas yang lebih memudahkan, salah satunya lift wisata,” ujar Bunda Indah.

Menurutnya, jumlah kunjungan wisatawan asing ke Tumpak Sewu sangat tinggi, terutama di akhir pekan. Tercatat sekitar 400 hingga 500 wisatawan asing berkunjung setiap harinya. Dari jumlah tersebut, sekitar separuhnya berasal dari Tiongkok (China).

“Wisatawan asal Tiongkok ini sangat antusias. Mereka bahkan menyampaikan keinginan agar ada fasilitas yang bisa memanjakan mereka menuju dasar air terjun,” ujarnya.

Menanggapi hal itu, Bunda Indah menyebut sudah berkoordinasi dengan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) serta membuka peluang kerja sama dengan investor asal Tiongkok yang tertarik membangun fasilitas tersebut.

“Saya sudah menyampaikan aspirasi para wisatawan China ini ke Kementerian Pariwisata. Saat ini kami juga sedang menunggu data dan proposal resmi dari pihak investor untuk dilakukan verifikasi oleh kementerian,” ungkapnya.

Namun demikian, Bunda Indah menegaskan bahwa pembangunan fasilitas modern di kawasan wisata harus tetap memperhatikan keseimbangan alam dan karakteristik wisata petualangan yang menjadi daya tarik Tumpak Sewu.

“Wisatawan Eropa justru berbeda pandangan. Mereka lebih menyukai wisata yang alami, tanpa banyak sentuhan teknologi. Jadi kami harus bisa menyesuaikan antara kenyamanan dan kelestarian alam,” jelasnya.

Selain rencana pembangunan lift wisata, investor asal Tiongkok juga dikabarkan berminat membangun hotel berbintang di kawasan Pronojiwo untuk menunjang kebutuhan wisatawan mancanegara yang datang ke Lumajang.

“Rencananya, investor hotel berbintang ini akan datang ke Pronojiwo sekitar bulan November hingga Desember mendatang untuk survei lokasi,” pungkas Bunda Indah. (Imam)


25/10/2025

Taman Bunga Destinasi Baru di Lereng Semeru Daya Tarik Wisata Pronojiwo


Lumajang, (Onenewsjatim)
– Pesona wisata di Kabupaten Lumajang kian berkembang dengan munculnya destinasi baru yang memadukan keindahan alam dan kreativitas masyarakat.

Terbaru, sebuah taman bunga warna-warni yang terletak di kawasan Kali Kebo, Desa Sumberurip, Kecamatan Pronojiwo, resmi diperkenalkan kepada publik dengan nama “Puspa Adi Warna”, yang berarti taman bunga bermacam warna.

Bupati Lumajang Indah Amperawati Masdar yang meresmikan langsung taman bunga tersebut mengapresiasi semangat warga setempat dalam mengelola potensi alam menjadi destinasi wisata yang menarik.

“Taman bunga ini bukan hanya cantik, tetapi juga simbol semangat dan kreativitas warga Pronojiwo dalam mengelola kekayaan alam menjadi daya tarik wisata. Saya juga sudah menyarankan beberapa tambahan seperti lampu-lampu dan dekorasi agar spot selfienya semakin indah dengan latar Gunung Semeru,” ujar Bunda Indah.

Menurutnya, keberadaan taman bunga di lereng Semeru ini sangat cocok dijadikan sebagai tempat rekreasi keluarga.

“Cocok sekali untuk wisata keluarga. Selain udara yang sejuk, pemandangannya juga luar biasa,” imbuhnya.

Sementara itu, Ciko, selaku pengelola sekaligus pemilik taman bunga, mengungkapkan bahwa destinasi miliknya kini mulai dikenal hingga ke mancanegara.

“Sekarang sedang booming di media China, mereka menyebutnya ‘lautan bunga’, apalagi dengan view Gunung Semeru yang jadi latar belakangnya,” ujarnya.

Ciko menjelaskan, harga tiket masuk untuk wisatawan lokal dibanderol Rp10.000, sedangkan wisatawan asing dikenakan Rp20.000. 

Ke depan, pihaknya juga tengah mengembangkan kawasan sekitar taman bunga dengan konsep wisata terpadu yang memadukan spot sunrise, camping ground, dan glamping.

“Kami ingin membuat satu paket wisata lengkap mulai dari Taman Bunga, sunrise Pronojiwo, hingga area glamping dan campervan. Jadi wisatawan bisa bermalam di sini agar bisa menikmati keindahan matahari terbit yang menakjubkan,” ungkapnya.

Selain menjadi daya tarik wisata baru, keberadaan Taman Bunga Puspa Adi Warna juga diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Lumajang.

“Alhamdulillah, taman bunga ini sudah terdaftar di BPRD. Harapannya bisa ikut menaikkan PAD dari sektor pariwisata di wilayah Pronojiwo,” pungkas Ciko.

Dengan konsep wisata alam yang menonjolkan keindahan panorama Gunung Semeru serta potensi sunrise dan sunset yang memukau, Taman Bunga Puspa Adi Warna diyakini akan menjadi magnet baru bagi wisatawan lokal maupun mancanegara yang berkunjung ke Lumajang.


19/08/2025

150 Pemandu Wisata di Lumajang Resmi Bersertifikat, Pemkab Dorong Profesionalisme Pariwisata


Lumajang, (Onenewsjatim)–
Pemerintah Kabupaten Lumajang mencatat kemajuan signifikan dalam pengembangan sumber daya manusia di sektor pariwisata. 

Salah satu langkah strategis yang menonjol adalah program sertifikasi pemandu wisata, yang telah berhasil meluluskan sekitar 150 pemandu dengan sertifikasi resmi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) dalam satu tahun terakhir.

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Lumajang, Yuli Harismawati, menyampaikan bahwa capaian ini menjadi tonggak penting dalam upaya meningkatkan kualitas layanan wisata di berbagai destinasi unggulan di Lumajang.

"Ini capaian yang menggembirakan dan menunjukkan komitmen kuat kami dalam mencetak pemandu wisata profesional yang siap memberikan pelayanan terbaik," ujar Yuli.

Dari jumlah tersebut, sebagian besar pemandu bersertifikat berasal dari kawasan Pronojiwo, salah satu destinasi wisata utama di Lumajang yang dikenal dengan keindahan alam dan tingginya arus kunjungan wisatawan.

"Guide yang bersertifikasi paling banyak berada di Pronojiwo, mengingat tingginya kunjungan wisatawan di sana dan pentingnya pelayanan profesional di kawasan tersebut,” tambahnya.

Yuli menjelaskan bahwa kesuksesan ini tak lepas dari berbagai program pelatihan dan pendampingan terstruktur yang dilakukan pemerintah daerah. Para pemandu wisata tidak hanya dilatih untuk memenuhi standar kompetensi, tetapi juga dibekali pemahaman tentang kearifan lokal dan karakteristik destinasi.

“Sertifikasi bukan sekadar formalitas, melainkan jaminan bahwa pemandu wisata memiliki kemampuan komunikasi, pengetahuan budaya, dan keterampilan pelayanan yang memadai,” jelasnya.

Untuk mendukung keberlanjutan program ini, Pemkab Lumajang secara aktif terus menambah kuota sertifikasi setiap tahun. Upaya ini menyasar para pemandu yang berada di kawasan wisata baru maupun wilayah potensial yang sedang berkembang.

“Kami ingin memastikan seluruh wilayah wisata di Lumajang memiliki pemandu yang profesional dan terstandarisasi,” tegas Yuli.

Yuli Harismawati juga menekankan bahwa peningkatan jumlah pemandu wisata bersertifikat memberikan dampak nyata terhadap kepuasan wisatawan, khususnya wisatawan mancanegara yang menuntut standar pelayanan internasional.

“Kami percaya, pemandu wisata yang kompeten akan mampu menghadirkan pengalaman wisata yang aman, nyaman, dan berkesan,” ujarnya.

Lebih dari itu, program ini juga mendorong pemberdayaan pemandu lokal agar semakin mandiri dan memiliki daya saing di tingkat nasional maupun internasional.

“Kami ingin membangun pemandu wisata yang tidak hanya mengenal destinasi, tapi juga mampu menjadi duta budaya yang mengangkat citra Lumajang,” tutupnya.

Dengan fokus pada peningkatan kapasitas SDM pariwisata, Pemerintah Kabupaten Lumajang optimistis bahwa sektor pariwisata akan berkembang secara berkelanjutan dan mampu memberikan manfaat luas bagi perekonomian serta kesejahteraan masyarakat.


09/08/2025

Keindahan Alam Lumajang Jadi Latar Film Horor "Lastri Kembang Desa", Dibintangi Deretan Aktor Ternama



Lumajang, (Onenewsjatim)
– Kabupaten Lumajang kembali menjadi sorotan nasional dengan hadirnya produksi film berjudul Lastri Kembang Desa, karya sutradara Hendry Tivo yang juga merupakan putra daerah. 

Syuting film ini dilakukan di berbagai lokasi ikonik Lumajang selama 15 hari, terhitung sejak Sabtu, 26 Juli hingga Minggu, 10 Agustus 2025.

Diproduksi bersama Abelle Pictures, film ini dibintangi oleh sejumlah aktor dan aktris papan atas seperti Gary Ishak, Hana Saraswati, Deby Sahertian, Audy Bella, Dodit Mulyanto, Ingrid Widjanarko, Ecy Mlano, dan Ratu Meta.

Syuting dilakukan di sejumlah lokasi yang memiliki nilai estetika dan budaya tinggi, seperti Ranu Bedali, Pabrik Gula Djatiroto, hingga rumah-rumah warga di Kelurahan Jogoyudan. 

Lokasi lain yang menjadi latar film ini antara lain Pesona Cottage Desa Lempeni, Jembatan Lempeni, Kali Mujur Desa Lempeni, Kecamatan Tempeh, Perempatan ST Kota Lumajang, Makam Kebonagung, Kampung Kebonagung Kecamatan Sukodono, Café Telang Kelurahan Jogotrunan, serta rumah Pak Ngateman dan Pak Agung yang berada di Kecamatan Tempeh.

Sutradara Hendry Tivo mengatakan bahwa ide membawa cerita ini ke tanah kelahirannya sudah lama ia impikan. 

Menurutnya, Lumajang memiliki kekayaan budaya dan alam yang luar biasa yang layak untuk diperkenalkan ke masyarakat luas melalui film.

“Lumajang itu kaya potensi, dari budaya, manusia, sampai alamnya. Film ini jadi bentuk cinta saya pada tanah kelahiran,” ujar Hendry saat ditemui di lokasi syuting, Sabtu (9/8/2025).

Lastri Kembang Desa bercerita tentang arwah seorang gadis desa bernama Lastri yang mencari tahu siapa pelaku pemerkosaan terhadap dirinya. 

Dengan pendekatan drama misteri, film ini tidak hanya menyajikan ketegangan cerita, tetapi juga menampilkan keindahan dan kearifan lokal Lumajang.

“Alasan syuting di Lumajang, saya sebagai putra daerah yang lahir dan besar di sini mempunyai keinginan besar agar Lumajang bisa lebih dikenal. Karena Lumajang punya potensi besar, terutama di sektor pariwisata,” lanjutnya.

Hendry berharap kehadiran film ini bisa memberikan lebih dari sekadar hiburan. Ia ingin film ini menjadi sarana untuk memperkuat branding Lumajang sebagai daerah yang punya pesona visual dan nilai budaya yang kuat di mata publik.

“Kami ingin masyarakat Indonesia tahu bahwa Lumajang punya keindahan yang belum banyak dieksplorasi. Lewat film ini, saya ingin mengajak penonton mengenal Lumajang lebih dalam,” pungkas Hendry.

28/07/2025

Wabup Lumajang Resmikan Agrowisata Bukit Cenggolo, Dorong Setiap Desa Miliki Destinasi Wisata Unggulan


Lumajang, (Onenewsjatim)
– Wakil Bupati Lumajang, Yudha Adji Kusuma, secara resmi melauching destinasi wisata baru Agrowisata Bukit Cenggolo yang berlokasi di Desa Wonokerto, Kecamatan Gucialit, Kabupaten Lumajang, Senin (28/7/2025). 

Peluncuran ini menjadi bagian dari upaya strategis pemerintah daerah dalam mendukung pengembangan pariwisata desa berbasis potensi lokal.

Yudha menyampaikan apresiasinya kepada Pemerintah Desa Wonokerto yang telah mampu memanfaatkan tanah kas desa menjadi kawasan wisata produktif.

“Kami mengapresiasi Pemerintah Desa Wonokerto yang sudah mengambil potensi alam yang indah sekali. Ini tanah kas desa dan diperuntukkan untuk wisata desa Bukit Cenggolo,” ujar Yudha.

Ia menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Lumajang mendorong setiap desa untuk mengembangkan sektor wisata sebagai bagian dari strategi pemerataan ekonomi daerah.

“Kami sudah mengimbau di masing-masing desa untuk mempunyai satu desa satu wisata agar supaya perekonomian yang ada di Kabupaten Lumajang ini bisa terus berkelanjutan lebih baik lagi,” tambahnya.

Menurut Yudha, Agrowisata Bukit Cenggolo memiliki potensi besar untuk dikembangkan lebih lanjut, termasuk rencana pembangunan fasilitas glamping (glamour camping) dengan panorama kota Lumajang yang memikat, terutama di malam hari.

“Support dari Pemerintah Kabupaten Lumajang ke wisata Cenggolo ini, ke depan kita ingin punya glamping yang bisa menikmati view kota Lumajang dari sini. Ini kalau malam luar biasa,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Desa Wonokerto, H. Tupin, mengungkapkan bahwa pengembangan kawasan Bukit Cenggolo juga merupakan bagian dari dukungan terhadap program nasional dan prioritas daerah.

“Motivasi kami adalah mendukung astacita Bapak Presiden Republik Indonesia terkait dengan ketahanan pangan dan juga mendukung program prioritas Bupati dan Wakil Bupati Lumajang tentang satu desa satu wisata,” ungkap Tupin.

Agrowisata Bukit Cenggolo sendiri memiliki berbagai fasilitas seperti kolam pemancingan air tawar, kafe Bukit Cenggolo, wahana permainan anak, hingga spot city lake view yang menyajikan pemandangan lampu kota Lumajang di malam hari.

Dalam hal pengelolaan, wisata ini dijalankan oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Wonokerto melalui unit usaha pariwisata yang dikelola oleh Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis).

“Harapan kami ke depan, ada dukungan dari Pemerintah Kabupaten Lumajang terkait master plan secara utuh sehingga pengembangan jangka panjang dapat terlaksana dengan baik,” H. Tupin.

Dengan kehadiran Agrowisata Bukit Cenggolo, diharapkan menjadi magnet baru bagi wisatawan lokal maupun luar daerah, sekaligus mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD) Lumajang melalui sektor pariwisata. (Imam)

© Copyright 2024 Onenewsjatim | All Right Reserved