-->

08/03/2026

Babinsa Kebonsari Dampingi Warga Kerja Bakti Bersihkan Selokan dan Bahu Jalan


Lumajang, (Onenewsjatim)-
Dalam upaya menjaga kebersihan lingkungan sekaligus mempererat kebersamaan dengan masyarakat, Babinsa Kebonsari Koramil 0821-11/Yosowilangun, Serka Sriyono melaksanakan pendampingan kegiatan kerja bakti bersama warga di Dusun Krajan RT 001 RW 002 Desa Kebonsari Kecamatan Yosowilangun Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, pada Sabtu (7/3/2026).

Kegiatan kerja bakti tersebut difokuskan pada pembersihan selokan serta bahu jalan yang berada di sekitar lingkungan permukiman warga. Warga secara bersama-sama membersihkan sampah, rumput liar, dan endapan tanah yang menutupi saluran air serta menata kembali bahu jalan agar terlihat rapi dan tidak mengganggu akses masyarakat.

Dalam kesempatan itu, Serka Sriyono mengatakan bahwa keterlibatannya dalam kegiatan kerja bakti tersebut merupakan bagian dari tugas pembinaan teritorial guna memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat. 

Selain itu, kegiatan gotong royong juga menjadi sarana untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan.

“Melalui kerja bakti seperti ini, selain menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat, juga dapat mempererat kebersamaan antara aparat kewilayahan dan masyarakat. Harapannya budaya gotong royong tetap terjaga di tengah masyarakat,” kata dia.

Ia juga menyampaikan bahwa pembersihan selokan dan bahu jalan tersebut sangat bermanfaat bagi warga karena dapat memperlancar aliran air serta membuat lingkungan menjadi lebih rapi dan nyaman.

Melalui kegiatan tersebut, diharapkan masyarakat semakin sadar akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan serta terus menumbuhkan semangat gotong royong dalam kehidupan sehari-hari. Sinergi antara Babinsa dan masyarakat juga diharapkan mampu menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat. (Pendim0821)

Dandim 0821/Lumajang Hadiri Bakti Sosial IOF, Bagikan Sembako hingga Tanam Bibit Buah


Lumajang, (Onenewsjatim) -
Dandim 0821/Lumajang Letkol Arh Anton Subhandi, S.A.P., M.I.P. menghadiri kegiatan bakti sosial yang digelar oleh komunitas Indonesia Off-Road Federation (IOF) Lumajang, bertempat di Pendopo Arya Wiraraja Kabupaten Lumajang, Kamis (8/3/2026).

Kegiatan tersebut secara resmi dibuka oleh Bupati Lumajang Ir. Hj. Indah Amperawati, M.Si., dengan rangkaian acara pemberangkatan bakti sosial berupa pembagian 100 paket sembako, penanaman bibit buah, kegiatan ngabubu Jeep, serta dilanjutkan dengan buka puasa bersama.

Dalam kesempatan tersebut, Dandim 0821/Lumajang Letkol Arh Anton Subhandi menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan sosial yang diinisiasi oleh komunitas IOF Lumajang. 

Menurutnya, kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi antaranggota komunitas, tetapi juga menunjukkan kepedulian terhadap masyarakat dan lingkungan.

“Melalui kegiatan bakti sosial seperti ini, kita dapat mempererat kebersamaan sekaligus membantu masyarakat yang membutuhkan, terutama di bulan suci Ramadan. Selain itu, penanaman bibit buah juga merupakan langkah positif dalam menjaga kelestarian lingkungan dan ketahanan pangan,” ujarnya.

Sementara itu, Bupati Lumajang Ir. Hj. Indah Amperawati dalam sambutannya mengapresiasi kontribusi komunitas IOF Lumajang yang telah aktif berperan dalam kegiatan sosial kemasyarakatan. Ia berharap kegiatan tersebut dapat terus berlanjut dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat Lumajang.

Kegiatan yang berlangsung penuh keakraban tersebut juga diikuti oleh anggota komunitas IOF Lumajang, unsur Forkopimda, serta berbagai elemen masyarakat. 

Momentum tersebut menjadi wujud sinergi antara pemerintah daerah, TNI, komunitas, dan masyarakat dalam memperkuat kepedulian sosial serta kebersamaan di tengah masyarakat.(Pendim0821)

Polres Bondowoso Libatkan Tim Gegana Musnahkan 25 Kg Bubuk Mercon Ilegal


Bondowoso, (Onenewsjatim)
- Kepolisian Resor Bondowoso memusnahkan sebanyak 25 kilogram bubuk bahan pembuat petasan atau mercon ilegal hasil pengungkapan kasus selama Februari 2026. 

Pemusnahan dilakukan dengan melibatkan Tim Gegana Brimob Polda Jawa Timur untuk memastikan proses disposal berjalan aman.

Kegiatan pemusnahan barang bukti tersebut dilaksanakan di Desa Kemuningan, Kecamatan Taman Krocok, Kabupaten Bondowoso, pada 3 Maret 2026, dan disaksikan oleh pihak Kejaksaan.

Kapolres Bondowoso AKBP Dr. Aryo Dwi Wibowo mengatakan, pemusnahan tersebut merupakan bagian dari komitmen kepolisian dalam menindak tegas peredaran bahan peledak ilegal yang berpotensi membahayakan masyarakat.

Menurutnya, ancaman dari petasan tidak hanya sekadar suara ledakan, tetapi juga dapat menimbulkan risiko luka berat hingga korban jiwa jika tidak digunakan secara benar.

“Ini adalah bentuk komitmen kami dalam menjaga keselamatan masyarakat. Kami tidak akan memberi ruang bagi peredaran maupun produksi petasan ilegal di wilayah hukum Polres Bondowoso,” kata Aryo dalam keterangannya.

Ia menjelaskan, barang bukti yang dimusnahkan merupakan hasil penindakan jajaran Polres Bondowoso terhadap aktivitas peredaran bahan peledak ilegal yang ditemukan di sejumlah wilayah selama Februari 2026.

Pemusnahan dilakukan oleh Tim Gegana Brimob Polda Jawa Timur untuk memastikan bahan berbahaya tersebut tidak lagi berpotensi menimbulkan risiko bagi masyarakat.

Aryo juga mengimbau masyarakat agar tidak memproduksi, menyimpan, maupun memperjualbelikan bahan petasan secara ilegal karena selain melanggar hukum, juga dapat mengancam keselamatan diri sendiri dan orang lain.

Sementara itu, sebelumnya Kabid Humas Polda Jawa Timur Kombes Pol Jules Abraham Abast menegaskan bahwa penjualan bahan peledak ilegal termasuk dalam kategori tindak pidana.

Ia menyatakan kepolisian tidak akan mentolerir peredaran bahan peledak tanpa izin karena berpotensi menimbulkan bahaya serius bagi masyarakat.

“Peredaran bahan peledak ilegal merupakan pelanggaran hukum dan dapat membahayakan keselamatan banyak orang,” ujarnya.

Polisi pun mengajak masyarakat untuk segera melaporkan kepada pihak berwenang apabila mengetahui adanya aktivitas produksi maupun peredaran petasan ilegal di lingkungan sekitar. (Imam)

Perusahaan di Lumajang Wajib Bayar THR Paling Lambat H-7 Lebaran, Disnaker Buka Posko Pengaduan


Lumajang (Onenewsjatim)
– Perusahaan di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, diwajibkan membayarkan Tunjangan Hari Raya (THR) kepada para karyawannya menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah.

Kepala Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kabupaten Lumajang, Subechan, mengatakan pencairan THR idealnya sudah diberikan kepada pekerja mulai H-14 sebelum Lebaran. Namun batas maksimal pembayaran adalah H-7 sebelum hari raya.

“Kalau maksimalnya nanti H-7 Lebaran, sudah wajib dibayarkan THR-nya,” kata Subechan saat dikonfirmasi, Minggu (8/3/2026).

Ia menjelaskan, kewajiban pemberian THR telah diatur secara jelas oleh pemerintah melalui Surat Edaran (SE) Menteri Ketenagakerjaan yang mengatur pelaksanaan pembayaran THR keagamaan bagi pekerja.

Menurutnya, pekerja yang telah bekerja minimal satu bulan sudah berhak menerima THR. Sementara pekerja yang masa kerjanya sudah mencapai satu tahun atau lebih berhak menerima THR sebesar satu bulan gaji penuh.

“Kalau mereka bekerja di perusahaan sudah satu tahun lebih, minimal satu bulan gaji penuh. Kalau kurang dari satu tahun, misalnya tiga bulan, maka dihitung proporsional, yakni tiga per dua belas dikalikan besaran gaji,” jelasnya.

Subechan menegaskan seluruh pekerja berhak menerima THR sesuai ketentuan yang berlaku. Sementara untuk pekerja dengan sistem borongan, pemberian THR biasanya menyesuaikan kebijakan perusahaan.

Disnaker Lumajang juga mengingatkan perusahaan agar mematuhi aturan tersebut. Jika perusahaan tidak membayarkan THR kepada pekerjanya, maka ada sanksi yang dapat dikenakan.

“Yang pertama akan diberikan teguran tertulis. Teguran ini sifatnya berjenjang. Jika masih tidak dipatuhi, bisa dilakukan penghentian sementara terhadap salah satu kegiatan usaha,” ujarnya.

Bahkan, apabila perusahaan tetap tidak memenuhi kewajiban tersebut, pemerintah dapat mengambil langkah lebih tegas hingga pencabutan izin usaha.

“Kalau tetap tidak dibayarkan, bisa berlanjut sampai pencabutan izin usaha,” tegasnya.

Untuk memastikan hak pekerja terpenuhi, Disnaker Lumajang juga membuka layanan pengaduan bagi karyawan yang tidak menerima THR dari perusahaan tempat mereka bekerja.

Para pekerja dapat melaporkan secara langsung dengan mendatangi Kantor Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Lumajang di Jalan Veteran, Kecamatan Lumajang. Selain itu, pengaduan juga dapat disampaikan secara daring melalui WhatsApp di nomor 0811-3581-207, 0852-3686-5354, atau 0877-6550-3518.

“Kami ingin memastikan hak-hak pekerja tetap terlindungi, terutama menjelang Idul Fitri, agar semua karyawan dapat merayakan hari raya dengan layak dan penuh keberkahan,” ujar Subechan.

Ia pun mengimbau para pengusaha di Lumajang agar tertib dalam membayarkan THR kepada pekerja sebagai bentuk penghargaan atas kinerja mereka.

“Semoga semua perusahaan tertib memberikan THR kepada pekerja. Kami juga mengimbau masyarakat untuk aktif melaporkan jika mengetahui ada perusahaan yang tidak membayarkan THR tepat waktu,” pungkasnya.

07/03/2026

Di Bulan Ramadan, Babinsa Sumberjati Aktif Dampingi Pelayanan Posyandu Mawar


Lumajang, (Onenewsjatim)
– Semangat kepedulian di bulan suci Ramadan terus ditunjukkan oleh aparat kewilayahan bersama tenaga kesehatan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Hal tersebut tampak saat Babinsa Sumberjati Koramil 0821-10/Tempeh, Koptu Nyono Winardi, melaksanakan pendampingan kegiatan pelayanan kesehatan warga di Posyandu Mawar, Dusun Krajan Tengah RT 012 RW 002, Desa Sumberjati, Kecamatan Tempeh, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Sabtu (7/3/2026).

Kegiatan Posyandu tersebut dipimpin oleh Bidan Desa Sumberjati, Fita Dwi Wahyuni, A.Md., yang didampingi perawat desa Ajeng Yuni Puspitasari, S.Kep., dengan memberikan berbagai pelayanan kesehatan bagi masyarakat, khususnya kelompok balita dan lanjut usia (lansia).

Dalam kegiatan tersebut tercatat sebanyak 35 warga lansia mengikuti pemeriksaan kesehatan rutin, sementara 27 balita mendapatkan pelayanan berupa penimbangan berat badan, pemantauan tumbuh kembang, serta pemberian vitamin guna menjaga kesehatan mereka.

Babinsa Sumberjati Koptu Nyono Winardi mengatakan bahwa kehadirannya dalam kegiatan Posyandu merupakan bagian dari tugas pembinaan teritorial untuk mendukung program kesehatan masyarakat di wilayah binaan.

“Pendampingan ini bertujuan untuk memberikan motivasi kepada warga agar tetap aktif memanfaatkan layanan kesehatan, terutama di bulan Ramadan, sehingga kondisi kesehatan balita maupun lansia tetap terpantau dengan baik,” ujarnya.

Sementara itu, Bidan Desa Sumberjati, Fita Dwi Wahyuni, A.Md., menjelaskan bahwa kegiatan Posyandu menjadi sarana penting dalam memantau kesehatan masyarakat, khususnya bagi balita dan lansia yang membutuhkan perhatian lebih.

“Melalui kegiatan Posyandu ini kami bisa memantau tumbuh kembang balita sekaligus memeriksa kondisi kesehatan lansia. Dengan adanya pendampingan dari Babinsa, masyarakat menjadi lebih antusias untuk datang dan mengikuti pelayanan kesehatan,” ungkapnya.

Dengan adanya kegiatan tersebut diharapkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kesehatan semakin meningkat, sehingga kualitas kesehatan warga tetap terjaga, terlebih di tengah suasana bulan suci Ramadan yang penuh berkah. (Pendim0821)

Tebar Berkah Ramadan, Koramil Candipuro Berbagi Takjil kepada Pengguna Jalan


Lumajang, (Onenewsjatim)
- Dalam rangka menebar berkah di bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, Danramil 0821-09/Candipuro Kapten Inf Sumarno bersama anggota Koramil dan Persit Kartika Chandra Kirana Ranting 10 melaksanakan kegiatan berbagi takjil kepada masyarakat di depan Makoramil Candipuro, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Jumat (6/3/2026).

Kegiatan sosial tersebut dilakukan menjelang waktu berbuka puasa dengan membagikan ratusan paket takjil kepada para pengguna jalan dan warga yang melintas di sekitar Makoramil. Aksi berbagi ini disambut antusias oleh masyarakat, mulai dari pengendara sepeda motor, pengemudi kendaraan, hingga warga sekitar yang sedang dalam perjalanan menjelang berbuka.

Danramil 0821-09/Candipuro Kapten Inf Sumarno mengatakan bahwa kegiatan berbagi takjil tersebut merupakan bentuk kepedulian dan kebersamaan TNI dengan masyarakat, khususnya di momen penuh berkah seperti bulan Ramadan.

Menurutnya, bulan Ramadan menjadi waktu yang tepat untuk mempererat silaturahmi serta meningkatkan rasa kepedulian terhadap sesama, terutama bagi warga yang sedang menjalankan ibadah puasa.

“Melalui kegiatan ini kami ingin berbagi kebahagiaan dengan masyarakat. Semoga apa yang kami lakukan dapat memberikan manfaat serta menambah keberkahan bagi kita semua di bulan Ramadan ini,” ujar Kapten Sumarno di sela kegiatan.

Ia juga menambahkan bahwa kegiatan berbagi takjil tersebut melibatkan anggota Koramil bersama Persit KCK Ranting 10 sebagai bentuk kekompakan dan sinergi dalam kegiatan sosial kemasyarakatan. Selain membantu masyarakat yang sedang berpuasa, kegiatan tersebut juga menjadi sarana untuk mempererat hubungan antara TNI dan warga di wilayah binaan.

Sementara itu, sejumlah warga yang menerima takjil mengaku sangat terbantu dengan adanya kegiatan tersebut. Mereka menyampaikan rasa terima kasih kepada Danramil beserta anggota dan Persit yang telah berbagi rezeki di bulan yang penuh berkah.

Dengan penuh semangat kebersamaan, kegiatan berbagi takjil berlangsung dengan tertib dan lancar hingga menjelang waktu berbuka puasa. Melalui aksi sederhana tersebut, diharapkan dapat semakin mempererat hubungan harmonis antara aparat teritorial dengan masyarakat, sekaligus menumbuhkan semangat saling berbagi di tengah kehidupan bermasyarakat. (Pendim0821)

Isu Kelangkaan BBM Picu Antrean Panjang di SPBU Lumajang, Bupati Pastikan Stok Aman


Lumajang, (Onenewsjatim
) – Antrean panjang kendaraan terjadi di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Sabtu (7/3/2026).

Antrean tersebut diduga dipicu beredarnya isu kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) yang dikaitkan dengan konflik di kawasan Timur Tengah.

Salah satu antrean terlihat di SPBU Bagusari yang berada di Jalan Mahakam, Kelurahan Jogotrunan, Kecamatan Lumajang.

Sejak siang hari, kendaraan roda dua maupun roda empat tampak mengular di jalur pengisian BBM jenis Pertalite dan Pertamax.

Banyak pengendara memilih mengisi bahan bakar lebih awal karena khawatir stok BBM akan menipis. Kondisi ini membuat antrean kendaraan memanjang hingga ke luar area SPBU.

Salah satu warga, Sumanjaya, mengaku harus mengantre sekitar 20 menit untuk bisa mengisi bahan bakar kendaraannya.

Menurutnya, antrean mulai ramai setelah beredar kabar di masyarakat terkait kemungkinan kelangkaan BBM.

“Antrean panjang ini setelah beredar kabar kelangkaan BBM akibat konflik yang terjadi di negara kawasan Timur Tengah,” ujar Sumanjaya.

Hal serupa disampaikan Ardi, warga lainnya yang juga mengantre untuk mengisi BBM. Ia mengaku sengaja membeli bahan bakar lebih cepat karena khawatir stok akan habis.

“Saya isi BBM karena takut nanti stok habis akibat perang Iran dengan Israel dan Amerika,” katanya.

Meski demikian, Pemerintah Kabupaten Lumajang memastikan ketersediaan BBM di wilayah tersebut masih aman.

Bupati Lumajang, Indah Amperawati, mengatakan pihaknya telah melakukan pengecekan langsung terkait stok BBM.

“Stok BBM sudah saya cek di Lumajang masih aman,” ujarnya.

Bupati yang akrab disapa Bunda Indah itu juga mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembelian secara berlebihan atau panic buying karena dapat memicu antrean panjang di SPBU.

Ia menegaskan bahwa distribusi BBM di Lumajang masih berjalan normal sehingga masyarakat tidak perlu khawatir.

“Stok BBM di Lumajang saya pastikan aman. Masyarakat tidak perlu panic buying, cukup membeli sesuai kebutuhan,” pungkasnya. (Imam)

© Copyright 2024 Onenewsjatim | All Right Reserved