-->

02/06/2026

Dandim Lumajang Tinjau Pembangunan Yonif TP, Siap Dorong Ekonomi dan Ketahanan Wilayah


Lumajang, (Onenewsjatim) - 
Komandan Kodim (Dandim) 0821/Lumajang, Letkol Arh Anton Subhandi, S.A.P., M.I.P., bersama Kepala Staf Korem (Kasrem) 083/Baladhika Jaya, Letkol Inf Rahmat Cahyo Dinarso, S.Hub.Int., M.M., meninjau langsung lokasi pembangunan Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP) di Dusun Karanganyar, Desa Burno, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang, Selasa (2/6/2026).

Peninjauan tersebut dilakukan untuk memastikan kesiapan lahan dan sarana pendukung pembangunan Yonif TP yang menjadi salah satu program strategis TNI Angkatan Darat dalam memperkuat sistem pertahanan wilayah sekaligus mendukung percepatan pembangunan nasional berbasis teritorial.

Berada di kawasan strategis perbukitan Senduro, pembangunan Yonif TP diproyeksikan tidak hanya memperkuat aspek pertahanan negara, tetapi juga menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru yang mampu memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitar.

Dandim 0821/Lumajang Letkol Arh Anton Subhandi mengatakan, keberadaan Yonif TP nantinya diharapkan mampu menciptakan efek berganda (multiplier effect) bagi pembangunan daerah dan kesejahteraan masyarakat.

“Pembangunan Yonif Teritorial Pembangunan ini bukan hanya memperkuat pertahanan wilayah, tetapi juga diharapkan mampu membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat sekitar melalui peningkatan aktivitas pembangunan dan perputaran ekonomi,” ujar Anton saat meninjau lokasi pembangunan.

Menurutnya, kehadiran satuan baru tersebut akan mendorong tumbuhnya berbagai sektor ekonomi, mulai dari perdagangan, jasa, pertanian hingga usaha mikro yang dapat menopang kebutuhan personel maupun aktivitas satuan di masa mendatang.

“Program ini menjadi bentuk nyata kehadiran negara melalui TNI AD untuk membantu mempercepat pembangunan wilayah. Kami berharap keberadaan Yonif TP nantinya dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat Lumajang,” tambahnya.

Sementara itu, Kasrem 083/Baladhika Jaya Letkol Inf Rahmat Cahyo Dinarso menegaskan pentingnya sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam mendukung kelancaran pembangunan satuan tersebut.

Menurutnya, kolaborasi seluruh elemen menjadi faktor utama agar pembangunan Yonif TP dapat berjalan sesuai target dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.

Dalam kegiatan tersebut, rombongan juga melakukan pengecekan kondisi lahan serta fasilitas pendukung lainnya guna memastikan seluruh tahapan pembangunan berjalan sesuai rencana yang telah ditetapkan.

Pembangunan Yonif Teritorial Pembangunan di Kabupaten Lumajang merupakan bagian dari upaya TNI AD dalam memperkuat ketahanan wilayah berbasis teritorial. Selain menjalankan fungsi pertahanan, satuan ini nantinya juga diharapkan mampu berkontribusi terhadap penguatan ketahanan pangan, percepatan pembangunan kawasan, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Dengan hadirnya Yonif TP di Kecamatan Senduro, kawasan tersebut diproyeksikan berkembang menjadi pusat aktivitas ekonomi baru yang mampu mendukung pertumbuhan daerah sekaligus memperkuat ketahanan nasional dari tingkat wilayah.

Editor: Redaksi
Sumber: Pendim 0821/Lumajang

Ketahanan Pangan di Lapas Lumajang, Warga Binaan Kelola Ayam Petelur dan Lele


Lumajang, (Onenewsjatim)
– Di balik dinding pembatas yang dingin dan protokol ketat Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Lumajang, Jawa Timur, sebuah transformasi sosial tengah berlangsung. 

Sebanyak 50 warga binaan asimilasi kini memiliki kesibukan baru yang jauh dari kesan monoton: mereka menjadi garda depan dalam program ketahanan pangan mandiri.

Lahan seluas 250 meter persegi di area lapas telah disulap menjadi pusat produktivitas. 

Mulai dari budidaya ikan lele, peternakan ayam petelur, hingga ladang sayur-mayur menjadi "ruang kelas" bagi para narapidana untuk belajar tentang ketekunan dan kemandirian.

Kepala Lapas Kelas IIB Lumajang, Agus Salim mengatakan saat ini sekitar 50 warga binaan asimilasi dilibatkan dalam berbagai sektor ketahanan pangan setelah memenuhi syarat dan mengikuti proses pembinaan.

“Mereka kami libatkan langsung sesuai bidangnya masing-masing. Ada yang menangani peternakan ayam petelur, budidaya ikan lele, hingga perkebunan sayuran. Harapannya ketika kembali ke masyarakat mereka sudah memiliki keterampilan yang bisa dimanfaatkan untuk bekerja maupun berwirausaha,” kata Agus Salim, Selasa (2/6/2026).

Menurutnya, pembinaan berbasis kemandirian menjadi salah satu fokus utama dalam sistem pemasyarakatan modern. 

Warga binaan tidak hanya menjalani masa pidana, tetapi juga dibekali kemampuan yang dapat membantu mereka membangun kehidupan baru setelah bebas.

Saat ini, peternakan ayam petelur yang dikelola Lapas Lumajang memiliki sekitar 100 ekor ayam produktif. Dari jumlah tersebut dihasilkan rata-rata sekitar 5 kilogram telur per hari atau setara dengan 100 butir telur.

“Produksi telur saat ini masih kami manfaatkan untuk memenuhi kebutuhan dapur Lapas Lumajang. Dalam satu minggu hasilnya bisa mencapai sekitar 45 kilogram,” jelas Agus.

Selain peternakan ayam, sektor perikanan juga menjadi andalan. Setiap siklus budidaya diawali dengan penebaran sekitar 13 ribu bibit lele yang dirawat bersama oleh petugas dan warga binaan hingga masa panen.

Sementara itu, lahan perkebunan dimanfaatkan untuk menanam berbagai jenis sayuran seperti kangkung dan bayam yang hasilnya turut mendukung kebutuhan konsumsi warga binaan.

Agus menilai program tersebut memberikan manfaat ganda. Di satu sisi membantu mewujudkan ketahanan pangan di lingkungan lapas, sementara di sisi lain menjadi media pembelajaran yang memberikan pengalaman kerja nyata bagi warga binaan.

“Yang paling penting bukan hanya hasil panennya, tetapi ilmu dan pengalaman yang mereka dapatkan selama mengikuti kegiatan ini. Itu yang nantinya menjadi bekal saat mereka kembali ke masyarakat,” ujarnya.

Meski berjalan di lahan yang relatif terbatas, Lapas Lumajang berupaya terus mengembangkan program tersebut. Agus berharap ke depan tersedia lahan yang lebih luas sehingga berbagai kegiatan produktif dapat diperluas dan menjangkau lebih banyak warga binaan.

“Kalau memiliki lahan yang lebih memadai, program ketahanan pangan bisa berkembang lebih besar. Selain meningkatkan produksi, tentu juga membuka kesempatan lebih banyak bagi warga binaan untuk mengikuti program kemandirian,” ungkapnya. (Imam)

Korban Kedua Pantai Payangan Jember Ditemukan Meninggal, Operasi SAR Ditutup


Jember, (Onenewsjatim) –
Tim SAR Gabungan akhirnya berhasil menemukan korban kedua yang sebelumnya dilaporkan terseret arus di Pantai Seruni Payangan, Desa Sumberejo, Kecamatan Ambulu, Kabupaten Jember, Senin (1/6/2026) malam.

Korban diketahui bernama Rifki (22), warga Dusun Karang Kebon, Desa Suci, Kecamatan Panti, Kabupaten Jember. 

Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia sekitar pukul 21.35 WIB setelah sebelumnya tim SAR menerima informasi dari warga terkait adanya sesosok tubuh yang mengapung di sekitar perairan Pantai Payangan.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banyuwangi, I Made Oka Astawa, mengatakan pihaknya langsung menindaklanjuti laporan masyarakat dengan mengerahkan tim menuju lokasi penemuan.

“Sekitar pukul 21.00 WIB kami menerima informasi dari masyarakat terkait adanya tubuh korban yang terlihat mengapung di sekitar perairan Pantai Payangan. Tim SAR Gabungan kemudian bergerak cepat melakukan pengecekan dan evakuasi,” ujarnya.

Ia menjelaskan, korban ditemukan pada posisi radial 160,13 derajat dengan jarak kurang lebih 1,24 kilometer dari lokasi kejadian awal. 

Setelah berhasil dievakuasi, jenazah korban langsung dibawa ke Puskesmas Ambulu untuk penanganan lebih lanjut sebelum diserahkan kepada pihak keluarga.

Sebelumnya, korban pertama bernama Barokatul Hidayat (27), warga Dusun Karang Kebon, Desa Suci, Kecamatan Panti, juga ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Senin pagi sekitar pukul 05.30 WIB.

Dengan ditemukannya Rifki, seluruh korban dalam insiden terseret arus di Pantai Payangan telah ditemukan.

“Atas nama Basarnas, kami menyampaikan duka cita yang mendalam kepada keluarga korban. Pada malam hari ini korban kedua atas nama Rifki berhasil ditemukan dan dievakuasi oleh Tim SAR Gabungan,” kata I Made Oka Astawa.

Ia menambahkan, operasi pencarian yang telah berlangsung selama tiga hari resmi diusulkan untuk ditutup dan seluruh unsur SAR yang terlibat dikembalikan ke kesatuan masing-masing.

“Dengan ditemukannya seluruh korban, Operasi SAR yang telah berlangsung selama tiga hari ditutup. Kami mengucapkan terima kasih atas sinergi, kerja sama, dan dedikasi seluruh unsur SAR Gabungan serta masyarakat yang telah membantu selama pelaksanaan operasi,” pungkasnya. (Imam)

Viral Ancam Sopir Truk di Perak Barat, Pria Asal Semampir Diamankan Polisi


Surabaya , (Onenewsjatim)–
Satreskrim Polres Pelabuhan Tanjungperak bergerak cepat menindaklanjuti kasus dugaan pemerasan dan pengancaman terhadap seorang sopir truk yang viral di media sosial. Seorang pria berinisial S, warga Semampir, Surabaya, berhasil diamankan untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Kasatreskrim Polres Pelabuhan Tanjungperak, AKP M. Prasetyo, mengatakan penangkapan dilakukan setelah pihaknya menerima informasi terkait video yang memperlihatkan aksi pemerasan terhadap seorang sopir truk di kawasan Jalan Perak Barat, Surabaya.

“Setelah mendapatkan informasi dan video yang beredar di media sosial, kami langsung melakukan penyelidikan melalui Patroli Siber Unit Reaksi Cepat Satreskrim. Terduga pelaku telah berhasil kami amankan dan saat ini masih menjalani pemeriksaan,” ujar AKP M. Prasetyo, Minggu (31/5).

Peristiwa tersebut diketahui terjadi pada Sabtu (30/5) di Jalan Perak Barat, Surabaya. Korban berinisial AI, seorang sopir truk asal Lombok, saat itu sedang menunggu antrean untuk masuk ke kapal.

Saat berada di lokasi, korban didatangi oleh terduga pelaku yang meminta sejumlah uang dengan alasan untuk membeli minuman keras. Namun permintaan tersebut ditolak oleh korban.

Diduga karena tidak mendapatkan uang yang diminta, pelaku kemudian melakukan pengancaman terhadap korban. Aksi tersebut sempat direkam dan videonya beredar luas di media sosial hingga menuai perhatian masyarakat.

Menindaklanjuti viralnya video tersebut, jajaran Satreskrim Polres Pelabuhan Tanjungperak melakukan serangkaian penyelidikan hingga berhasil mengidentifikasi pelaku.

Petugas kemudian melakukan penangkapan di kediaman terduga pelaku pada Minggu siang. Saat diamankan, pelaku ditemukan berada di dalam kamar rumahnya dan masih mengenakan pakaian yang sama seperti yang terlihat dalam video viral.

“Kami bergerak cepat setelah memperoleh informasi dan melakukan identifikasi. Terduga pelaku berhasil diamankan di rumahnya untuk kepentingan penyidikan lebih lanjut,” kata AKP Prasetyo.

Saat ini penyidik masih mendalami motif pelaku serta menelusuri kemungkinan adanya tindakan serupa yang pernah dilakukan sebelumnya. Polisi juga mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi guna melengkapi proses penyidikan.

Polres Pelabuhan Tanjungperak mengimbau masyarakat untuk segera melaporkan apabila mengalami atau mengetahui tindakan premanisme, pemerasan, maupun bentuk gangguan keamanan lainnya agar dapat segera ditindaklanjuti oleh pihak kepolisian.

Kasus tersebut kini masih dalam penanganan Satreskrim Polres Pelabuhan Tanjungperak dan perkembangan hasil penyidikan akan disampaikan setelah proses pemeriksaan selesai dilakukan.

Dua Tersangka Curanmor Lintas Daerah Dibekuk, Polisi Sita Lima Sepeda Motor


Ponorogo, (Onenewsjatim)
– Aksi dua pelaku pencurian kendaraan bermotor (curanmor) lintas kota akhirnya terhenti di tangan Unit Reaksi Cepat (URC) Satreskrim Polres Ponorogo. 

Dua pelaku asal Brebes, Jawa Tengah, dibekuk usai beraksi di wilayah Kecamatan Slahung.

Dari pengungkapan kasus tersebut, Polisi berhasil mengamankan sedikitnya Lima unit sepeda motor hasil curian yang sebagian besar dijual secara online melalui sistem cash on delivery (COD) di wilayah Brebes.

Kasat Reskrim Polres Ponorogo, AKP Imam Mujali mengatakan, kasus itu terungkap setelah korban kehilangan sepeda motor Honda Beat saat diparkir di depan Bengkel Mitra Remaja Motor, Jalan Raya Ponorogo–Pacitan, Dukuh Karang, Desa Tugurejo, Kecamatan Slahung.

“Saat korban sedang beristirahat di dalam bengkel, tiba-tiba mendengar suara mesin motornya menyala. Ketika keluar, korban melihat motornya sudah dibawa kabur pelaku,” ujar AKP Imam Mujali, Senin (1/6/2026).

Korban sempat melakukan pengejaran dan berhasil menghentikan salah satu pelaku. Namun satu pelaku lainnya melarikan diri ke area semak-semak.

Berbekal laporan cepat warga dan hasil pengembangan Tim URC Satreskrim Polres Ponorogo, akhirnya berhasil menangkap pelaku lain berikut sejumlah barang bukti.

Kedua pelaku diketahui berinisial A.R.A (33) dan M.A (37). Meski berasal dari Brebes, Jawa Tengah, keduanya diketahui tinggal di wilayah Ponorogo dan Pacitan mengikuti domisili istrinya.

Hasil pemeriksaan mengungkap, komplotan ini telah beraksi di sedikitnya delapan tempat kejadian perkara (TKP) di wilayah Ponorogo sejak Januari hingga Mei 2026.

Rinciannya, lima kali beraksi di Kecamatan Slahung, serta masing-masing satu kali di Kecamatan Sambit, Balong, dan Jetis.

“Pelaku juga diduga terlibat kasus pencurian sepeda motor di wilayah Kebumen, Jawa Tengah,” imbuh AKP Imam Mujali.

Dalam menjalankan aksinya, pelaku berkeliling mencari sepeda motor yang diparkir di luar rumah maupun tempat terbuka dengan kondisi kunci masih menempel.

Setelah berhasil membawa kabur kendaraan, motor curian langsung dijual secara online dan transaksi dilakukan melalui sistem COD.

“Motor hasil curian rata-rata dijual sekitar Rp. 4 juta. Uangnya dibagi berdua dan digunakan untuk kebutuhan sehari-hari,” jelasnya.

Atas perbuatannya, kedua tersangka dijerat Pasal 363 ayat (1) huruf g KUHP tentang pencurian dengan pemberatan dengan ancaman hukuman maksimal tujuh tahun penjara.

Sementara itu, Kapolres Ponorogo AKBP Andin Wisnu Sudibyo mengimbau masyarakat agar lebih waspada dan tidak meninggalkan kendaraan dalam kondisi kunci masih menempel. 

“ Kepolisian telah menyediakan kontak 110, bagi warga yang membutuhkan bantuan. Bahkan tim URC satreskrim Polres Ponorogo siap melaksanakan tugasnya setiap saat, termasuk untuk kejahatan begal dan lain lain,” pungkas Kapolres AKBP Andin. (*)

Korban Disekap di Blora dan Hotel Semarang, Dua Pelaku Baru Berhasil Diamankan


Surabaya, (Onenewsjatim) –
Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polrestabes Surabaya kembali mengembangkan kasus dugaan penculikan, penyekapan, dan perampasan yang sebelumnya telah diungkap. 

Dari hasil penyidikan lanjutan, polisi berhasil mengamankan dua tersangka baru yang diduga berperan dalam menyembunyikan serta mengawasi korban selama masa penyekapan.

Kedua tersangka tersebut masing-masing berinisial A.J.S. (31) dan U.M.T.S. (38), warga Kecamatan Kedungtuban, Kabupaten Blora, Jawa Tengah.

Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Edy Herwiyanto, mengatakan penangkapan kedua tersangka merupakan hasil pengembangan dari kasus yang sebelumnya menjerat tersangka utama berinisial L.A. dan N.

“Pengungkapan ini merupakan pengembangan dari penyidikan yang telah kami lakukan sebelumnya. Dari hasil pemeriksaan dan alat bukti yang diperoleh, ditemukan keterlibatan dua tersangka baru yang membantu pelaku utama dalam menyembunyikan korban,” ujar AKBP Edy Herwiyanto kepada wartawan, Selasa (2/6/2026).

Menurut AKBP Edy, korban berinisial K.C., warga Tambaksari, Surabaya, sempat disekap di sebuah rumah kontrakan di wilayah Blora, Jawa Tengah. Selama berada di lokasi tersebut, korban tidak memiliki akses komunikasi dengan pihak luar dan aktivitasnya dibatasi secara ketat.

“Korban tidak diperbolehkan keluar rumah secara bebas. Bahkan pintu rumah kontrakan dalam kondisi terkunci dari luar sehingga korban tidak dapat meninggalkan lokasi,” jelasnya.

Polisi mengungkap, aksi penyekapan tersebut dilakukan atas arahan tersangka utama L.A. dengan melibatkan A.J.S. dan U.M.T.S. yang bertugas mengawasi korban serta memenuhi kebutuhan sehari-hari selama masa penyembunyian.

Selain itu, penyidik juga menemukan fakta bahwa kedua tersangka diduga ikut membantu menjalankan skenario yang dirancang oleh pelaku utama untuk menekan keluarga korban.

“Tidak hanya membantu menyembunyikan korban, keduanya juga diduga turut berperan dalam menjalankan skenario yang telah disusun pelaku utama untuk memperoleh keuntungan dari keluarga korban,” kata AKBP Edy.

Dalam skenario tersebut, L.A. berpura-pura menjadi penagih utang yang mengklaim anak korban memiliki kewajiban finansial yang harus segera dibayarkan. Modus itu digunakan untuk memberikan tekanan psikologis kepada keluarga korban agar menyerahkan sejumlah uang.

Polisi juga mengungkap bahwa korban sempat dipindahkan dan disekap di sebuah hotel di Kota Semarang sebagai bagian dari upaya memperkuat skenario yang telah dirancang.

“Korban sempat dibawa ke sebuah hotel di Semarang. Hal itu dilakukan untuk mendukung skenario yang telah disusun oleh para pelaku,” ungkap AKBP Edy.

Dalam proses penangkapan, penyidik mengamankan sejumlah barang bukti berupa perangkat komunikasi yang diduga digunakan para tersangka selama menjalankan aksinya. Barang bukti tersebut meliputi satu unit telepon seluler Realme C35 warna hijau metalik milik U.M.T.S. dan satu unit telepon seluler Infinix Smart 20 warna oranye milik A.J.S.

Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, kedua tersangka diketahui bekerja atas perintah L.A. yang diduga memiliki peran sentral sebagai pengendali sekaligus perancang utama rangkaian tindak pidana tersebut.

“Kami masih terus melakukan pendalaman terhadap kemungkinan keterlibatan pihak lain serta mengungkap seluruh rangkaian peristiwa secara utuh dan menyeluruh,” tegas AKBP Edy.

Saat ini kedua tersangka telah diamankan di Polrestabes Surabaya untuk menjalani proses hukum lebih lanjut. Penyidik juga terus mengembangkan kasus tersebut guna memastikan seluruh pihak yang terlibat dapat dimintai pertanggungjawaban sesuai ketentuan hukum yang berlaku. (Red)

01/06/2026

Tim SAR Temukan Korban Terseret Arus di Pantai Seruni Payangan Jember


Jember (Onenewsjatim)
– Tim SAR Gabungan berhasil menemukan satu dari dua korban yang terseret arus di Pantai Seruni Payangan, Desa Sumberejo, Kecamatan Ambulu, Kabupaten Jember, pada hari ketiga pelaksanaan operasi pencarian dan pertolongan, Senin (1/6/2026).

Korban yang ditemukan diketahui bernama Barokatul Hidayat (27), warga Dusun Karang Kebon, Desa Suci, Kecamatan Panti, Kabupaten Jember. Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada pukul 05.30 WIB.

Penemuan korban berawal dari laporan nelayan setempat yang melihat objek mencurigakan mengapung di sekitar perairan Payangan. Informasi tersebut segera ditindaklanjuti oleh Tim SAR Gabungan yang kemudian melakukan pengecekan dan proses evakuasi.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banyuwangi, I Made Oka Astawa, S.H., M.Si., mengatakan korban berhasil ditemukan sekitar 1,21 kilometer dari lokasi kejadian ke arah 161 derajat.

"Pada hari ketiga operasi, satu korban atas nama Barokatul Hidayat berhasil ditemukan dan dievakuasi setelah adanya informasi dari nelayan setempat yang melihat objek mencurigakan di sekitar perairan Payangan," ujar I Made Oka Astawa.

Setelah berhasil dievakuasi, jenazah korban selanjutnya diserahkan kepada pihak keluarga untuk proses pemulasaraan dan pemakaman.

I Made Oka Astawa juga menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban atas musibah yang terjadi. Menurutnya, seluruh unsur SAR akan terus mengoptimalkan upaya pencarian terhadap satu korban lainnya yang hingga kini masih belum ditemukan.

"Kami menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada keluarga korban atas musibah ini. Saat ini pencarian terhadap satu korban lainnya atas nama Rifki masih terus dilanjutkan dengan mengoptimalkan seluruh sumber daya yang ada," katanya.

Hingga saat ini, Tim SAR Gabungan masih melaksanakan pencarian terhadap korban kedua dengan memperhatikan kondisi cuaca dan keselamatan personel yang bertugas di lapangan.

Operasi pencarian didukung berbagai peralatan, di antaranya perahu karet, perlengkapan water rescue, peralatan medis, alat komunikasi, serta armada pendukung lainnya untuk memperluas area pencarian.

Adapun unsur yang terlibat dalam operasi SAR gabungan meliputi Pos SAR Jember, BPBD Kabupaten Jember, Polsek Ambulu, Koramil Ambulu, Polairud Polres Jember, Pos TNI AL Puger, SAR Rimba Laut Payangan, Destana Panti, Baret Rescue, Siluman Rescue, Senkom Jember, serta masyarakat sekitar.


© Copyright 2024 Onenewsjatim | All Right Reserved