-->

13/02/2026

Polresta Sidoarjo Tangkap Tiga Pelaku Penipuan Gondol Motor Modus Minta Tolong


Sidoarjo, (Onenewsjatim)-
Satuan Reserse Kriminal Polresta Sidoarjo Polda Jawa Timur mengamankan tiga tersangka kasus penipuan dengan modus berpura-pura meminta tolong diantar mencari anggota keluarga. Para pelaku diketahui beraksi di dua lokasi berbeda di wilayah Kabupaten Sidoarjo.

Ketiga tersangka berinisial M (32), S.A. (30), dan F.F. (30). Mereka ditangkap tanpa perlawanan di sebuah rumah kos di kawasan Semampir, Surabaya, pada Minggu dini hari, 1 Februari 2026.

Wakapolresta Sidoarjo AKBP M. Zainur Rofik mengatakan, para pelaku menjalankan aksinya dengan menghentikan pengendara sepeda motor di jalan, lalu berpura-pura kebingungan mencari anggota keluarga.

“Pelaku berpura-pura mencari saudaranya yang belum pulang, kemudian meminta diantar ke suatu lokasi. Saat korban lengah, sepeda motor langsung dibawa kabur,” ujar Rofik, Kamis (12/2/2026).

Aksi pertama terjadi pada Senin, 29 Desember 2025, di kawasan Kedungturi, Kecamatan Taman. Korban yang masih berstatus pelajar dihentikan oleh pelaku M dan S.A. dengan alasan mencari saudaranya.

Korban diminta mengantar pelaku M, sementara sepeda motor ditinggal dengan alasan akan dijaga oleh S.A. Namun, setelah korban diturunkan di lokasi sepi, pelaku langsung membawa kabur kendaraan tersebut.

Peristiwa serupa kembali terjadi pada Jumat, 30 Januari 2026, di Jalan Persawahan Desa Gempolklutuk, Kecamatan Tarik. Tiga anak di bawah umur yang berboncengan dihentikan pelaku M dan F.F. dengan modus meminta diantar ke Fly Over Kedinding.

Dalam perjalanan, para korban dipisah dan ditinggalkan di lokasi berbeda, sementara sepeda motor mereka dibawa kabur oleh pelaku.

“Dari dua aksi tersebut, para pelaku memperoleh keuntungan sekitar Rp3 juta dari masing-masing lokasi,” kata Rofik.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, para tersangka mengaku melakukan aksi penipuan karena alasan ekonomi.

Atas perbuatannya, ketiga tersangka dijerat Pasal 492 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP terkait tindak pidana penipuan, dengan ancaman hukuman maksimal empat tahun penjara.

Polisi mengimbau masyarakat agar lebih waspada terhadap modus kejahatan serupa, terutama saat ada orang tidak dikenal yang meminta diantar ke suatu tempat.

Selain itu, orang tua juga diminta untuk mengawasi anak-anaknya agar tidak mengendarai sepeda motor sebelum cukup umur, demi keselamatan bersama. (Red)

Banjir Rendam Delapan Kecamatan di Jember, 3.944 KK Terdampak


Jember (Onenewsjatim) –
Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Jember, Jawa Timur, sejak Kamis (12/2) sore hingga Jumat dini hari menyebabkan banjir di sejumlah kecamatan. Sedikitnya 17 desa di delapan kecamatan terdampak banjir dengan total 3.944 kepala keluarga (KK) menjadi korban.

Banjir terjadi setelah debit air di sejumlah sungai meningkat drastis akibat curah hujan tinggi.

Beberapa sungai yang meluap antara lain Sungai Dinoyo, Kaliputih, Kaliklepuh, Kalijompo, Rembangan, Bedadung, Karangbayat, dan Sungai Gondangdia.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jember, Edi Budi Susilo, mengatakan peningkatan debit air mulai terjadi pada Kamis sekitar pukul 18.00 WIB. Satu jam kemudian, air meluap ke permukiman warga dengan ketinggian bervariasi.

“Air mulai meluap ke rumah warga sekitar pukul 19.00 WIB dengan ketinggian antara 30 sentimeter hingga dua meter. Selain merendam permukiman, banjir juga menggenangi akses jalan, merobohkan jembatan, dan menyebabkan kemacetan lalu lintas,” ujarnya, Jumat.

Delapan kecamatan yang terdampak banjir yakni Kecamatan Panti, Sukorambi, Rambipuji, Kalisat, Kaliwates, Bangsalsari, Ajung, dan Balung.

Selain ribuan warga terdampak, banjir juga merusak sejumlah infrastruktur, termasuk tiga jembatan dan satu pondok pesantren.

Jembatan putus dilaporkan terjadi di Desa Suci, Kecamatan Panti, serta di kawasan perkebunan Kaputren, Kecamatan Sukorambi. Kerusakan tersebut menghambat akses transportasi warga di sejumlah wilayah.

Menurut Edi, banjir terparah terjadi di Kecamatan Rambipuji dengan ketinggian air mencapai lebih dari satu meter. Kondisi itu memaksa ratusan warga mengungsi ke sejumlah titik yang dinilai aman.

“Total ada 299 warga yang mengungsi. Mereka tersebar di beberapa lokasi, seperti rumah warga, masjid, dan balai desa,” katanya.

Rincian lokasi pengungsian antara lain di rumah Ustaz Nurul di Dusun Krajan sebanyak 60 jiwa, rumah Umar di Garuda Kidul Pasar sebanyak 75 jiwa, Masjid Nurul Iman di Curah Ancar sebanyak 150 jiwa, serta Balai Desa Rambipuji sebanyak 14 jiwa.

Saat ini, BPBD Jember bersama tim gabungan masih melakukan penanganan di sejumlah titik terdampak. Pembersihan material banjir dilakukan di Kampung Ledok, Jember Kidul, sementara proses evakuasi dan distribusi bantuan logistik difokuskan di Kecamatan Rambipuji dan Ajung.

“Kami terus melakukan evakuasi warga, pendistribusian logistik, serta pembersihan sisa banjir. Petugas juga masih melakukan pendataan untuk memastikan kebutuhan warga terpenuhi,” kata Edi.

12/02/2026

Babinsa Tukum Dampingi Kegiatan Posyandu Balita dan Lansia di Dusun Pandanwangi


Lumajang, (Onenewsjatim)
– Bintara Pembina Desa (Babinsa) Desa Tukum, Koramil 0821-15/Tekung, Serda Haeruddin melaksanakan pendampingan kegiatan Posyandu Manggis bagi balita dan lansia di Dusun Pandanwangi, Desa Tukum, Kabupaten Lumajang, Kamis (12/6/2026).

Kegiatan posyandu tersebut diikuti oleh puluhan balita dan warga lanjut usia yang datang untuk memeriksakan kondisi kesehatan mereka secara rutin. Petugas kesehatan dibantu para kader posyandu tampak melakukan penimbangan, pengukuran tinggi badan, pemeriksaan tekanan darah, serta pemberian vitamin dan makanan tambahan bagi peserta.

Kehadiran Babinsa dalam kegiatan tersebut merupakan bentuk dukungan TNI terhadap program kesehatan masyarakat, khususnya dalam upaya meningkatkan kualitas kesehatan balita dan lansia di wilayah binaan.

Serda Haeruddin mengatakan, pendampingan yang dilakukan merupakan bagian dari tugas pembinaan teritorial Babinsa untuk selalu hadir dan membantu setiap kegiatan masyarakat, termasuk di bidang kesehatan.

“Kegiatan posyandu ini sangat penting untuk memantau tumbuh kembang balita serta kondisi kesehatan para lansia. Kami sebagai Babinsa selalu siap mendukung dan mendampingi agar kegiatan berjalan tertib, aman, dan lancar,” ujarnya.

Ia menambahkan, posyandu juga berperan besar dalam memberikan edukasi kepada masyarakat terkait pola hidup sehat, gizi seimbang, serta pencegahan penyakit sejak dini.

“Melalui posyandu, para orang tua bisa mengetahui perkembangan anaknya, sementara lansia dapat memeriksakan kesehatannya secara rutin. Ini sangat membantu dalam upaya pencegahan penyakit dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat,” kata Haeruddin.

Selain melakukan pendampingan, Babinsa juga turut berinteraksi dengan warga, memberikan motivasi kepada para orang tua agar rutin membawa anaknya ke posyandu, serta mengajak masyarakat menjaga kebersihan lingkungan.

Sementara itu, salah satu kader posyandu setempat mengapresiasi kehadiran Babinsa yang dinilai selalu aktif mendukung kegiatan di desa.

“Kami merasa terbantu dengan kehadiran Babinsa. Selain membantu kelancaran kegiatan, beliau juga sering memberikan semangat kepada warga untuk aktif datang ke posyandu,” ungkapnya.

Dengan adanya sinergi antara tenaga kesehatan, kader posyandu, aparat desa, dan Babinsa, diharapkan pelayanan kesehatan di tingkat desa dapat berjalan optimal serta mampu menekan angka stunting dan penyakit pada lansia.

Kegiatan berlangsung dengan tertib dan lancar, serta mendapat sambutan positif dari masyarakat yang berharap kegiatan posyandu terus berjalan rutin sebagai sarana pelayanan kesehatan dasar di lingkungan mereka.

Penulis: Imam 

Editor: Redaksi

Kasdim 0821/Lumajang Pimpin Gerakan ASRI di Pasirian, Dorong Budaya Bersih hingga Tingkat RT


Lumajang, (Onenewsjatim)-
Kodim 0821/Lumajang terus menggencarkan Gerakan ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah) sebagai upaya membangun budaya hidup bersih di tengah masyarakat. Kegiatan terbaru digelar di Desa Bades, Kecamatan Pasirian, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Kamis (12/2/2026), dipimpin langsung oleh Kasdim 0821/Lumajang Mayor Inf Tanuri.

Gerakan tersebut melibatkan unsur Forkopimda Kabupaten Lumajang, Forkopimcam Pasirian, instansi terkait, tokoh masyarakat, organisasi kemasyarakatan, relawan, pelajar, hingga warga setempat yang mengikuti kerja bakti secara gotong royong.

Mayor Inf Tanuri mengatakan, Gerakan ASRI merupakan tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto untuk menumbuhkan kepedulian terhadap kebersihan lingkungan dari unit sosial paling kecil.

“Gerakan ASRI ini merupakan implementasi dari perintah Bapak Presiden Prabowo, agar budaya menjaga kebersihan dimulai dari tingkat RT, RW hingga desa, dan dilaksanakan minimal satu kali dalam seminggu,” ujar Tanuri dalam sambutannya.

Ia menegaskan, gerakan tersebut tidak boleh berhenti pada kegiatan seremonial, melainkan harus menjadi agenda rutin dan berkelanjutan. Menurutnya, lingkungan yang bersih bukan hanya mencerminkan kerapian wilayah, tetapi juga berdampak langsung terhadap kesehatan dan kualitas hidup masyarakat.

“Kalau lingkungan bersih, saluran air lancar, tempat umum tertata, maka risiko penyakit bisa ditekan. Ini bukan sekadar soal estetika, tetapi juga soal kesehatan dan kesejahteraan warga,” katanya.

Dalam pelaksanaannya, Gerakan ASRI di Desa Bades difokuskan pada pembersihan area makam di Dusun Purut serta normalisasi saluran air yang sebelumnya tersumbat. Personel TNI-Polri bersama aparatur kecamatan, pemerintah desa, dan masyarakat tampak bahu-membahu menyelesaikan pekerjaan.

Tanuri juga mengungkapkan rencana kolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Lumajang untuk menggelar lomba lingkungan bersih antar desa sebagai bentuk stimulus dan motivasi.

“Kami akan bersinergi dengan TNI/Polri, pemerintah daerah, dan seluruh elemen masyarakat untuk mewujudkan lingkungan yang bersih dan sehat. Ke depan, kami dorong adanya lomba lingkungan bersih agar tumbuh semangat kompetitif yang positif antar desa,” ujarnya.

Menurutnya, kompetisi tersebut diharapkan dapat memacu kreativitas desa dalam menata lingkungan, memperbaiki sanitasi, serta memperkuat partisipasi warga dalam menjaga kebersihan secara mandiri.

Melalui Gerakan ASRI, Kodim 0821/Lumajang menargetkan lahirnya budaya hidup bersih yang mengakar dan berkelanjutan. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat dalam mewujudkan desa yang sehat, asri, dan berdaya saing. (Pendim 0821).


Editor: Imam F

Sinergi TNI dan Komunitas Sakera, 100 Warga Bades Terima Bantuan Sembako


Lumajang , (Onenewsjatim)-
Dalam rangka membantu meringankan beban masyarakat menjelang bulan suci Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri, Kodim 0821/Lumajang bersama Forkopimcam Pasirian dan Komunitas Sakera Lumajang menggelar aksi bakti sosial dengan menyalurkan bantuan sembako kepada 100 warga kurang mampu.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kepala Staf Kodim 0821/Lumajang Mayor Inf Tanuri dan dilaksanakan di Balai Desa Bades, Kecamatan Pasirian, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Kamis (12/2/2026). Turut hadir unsur Forkopimcam Pasirian, perangkat desa, serta perwakilan Komunitas Sakera Lumajang yang bersama-sama menunjukkan kepedulian terhadap masyarakat.

Dalam keterangannya, Mayor Inf Tanuri menyampaikan bahwa kegiatan bakti sosial ini merupakan bentuk nyata kepedulian TNI bersama unsur terkait dan komunitas masyarakat dalam membantu warga yang membutuhkan, terutama di tengah mulai naiknya harga kebutuhan pokok menjelang Ramadhan.

“Menjelang bulan suci Ramadhan dan Lebaran, biasanya harga bahan pokok mulai mengalami kenaikan. Melalui kegiatan ini, kami berharap bantuan sembako yang diberikan dapat sedikit meringankan beban masyarakat dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari,” ujar Mayor Tanuri.

Ia menegaskan bahwa kegiatan tersebut juga menjadi wujud sinergi antara TNI, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, dan komunitas sosial dalam memperkuat kepedulian sosial di tengah masyarakat. Menurutnya, kebersamaan dan gotong royong merupakan kunci dalam menghadapi berbagai tantangan ekonomi.

Penyaluran bantuan berlangsung tertib dan penuh rasa kekeluargaan. Para penerima bantuan tampak bersyukur dan mengapresiasi perhatian yang diberikan oleh Kodim 0821/Lumajang dan seluruh pihak yang terlibat.

“Melalui aksi bansos ini, diharapkan semangat berbagi dan kepedulian sosial semakin tumbuh di tengah masyarakat, sehingga suasana menyambut Ramadhan dapat dirasakan dengan penuh kebahagiaan, kebersamaan, dan rasa saling peduli antar sesama,” pungkasnya. (Pendim0821)

Protes Penanganan OTT Solar, Mahasiswa Tutup Mulut dengan Lakban di Depan Mapolres


Lumajang, (Onenewsjatim)
– Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Lajang Study Gerakan dan Advokasi (LSGA) PMII Cabang Lumajang menggelar aksi bungkam di depan Mapolres Lumajang, Kamis (19/2/2026). 

Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk protes atas penanganan kasus operasi tangkap tangan (OTT) dugaan penyalahgunaan solar bersubsidi yang terjadi pada 3 November 2025 dan hingga kini belum menetapkan tersangka

Aksi berlangsung sekitar 30 menit. Para mahasiswa berdiri berjajar di depan gerbang Mapolres dengan mengenakan pakaian serba hitam. 

Mereka menutup mulut menggunakan lakban sebagai simbol kekecewaan terhadap proses hukum yang dinilai berjalan lambat.

Sejumlah poster turut dibentangkan dalam aksi tersebut. Di antaranya bertuliskan “Polda Bisa 4 Hari, Kenapa Polres Butuh 100 Hari?” dan “03 November 2025: Sudah 3 Bulan Lalu, Tapi Tersangka Masih Hantu”.

Koordinator aksi, Amar Kusairi, menegaskan bahwa aksi bungkam dipilih sebagai simbol atas sikap kepolisian yang dinilai tidak responsif terhadap upaya dialog yang telah dilakukan mahasiswa.

“Para mahasiswa melakukan aksi dengan menutup mulut dengan lakban. Hingga saat ini Polres Lumajang belum menetapkan satu tersangka,” tegas Amar.

Menurutnya, lambatnya penanganan perkara tersebut berbanding terbalik dengan kinerja Polda Jawa Timur dalam kasus serupa.

“Selama tiga bulan Polres Lumajang kesulitan mengungkap tersangka, sedangkan ketika Polda Jatim melakukan OTT pada 7 Februari kemarin, hanya butuh waktu empat hari,” ujarnya.

Amar juga mengungkapkan pihaknya telah menerima Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyelidikan (SP2HP) yang dikirimkan Polres Lumajang pada 10 Februari lalu. Namun, ia menilai surat tersebut terlambat.

“Kami punya surat SP2HP yang dikirimkan tanggal 10 Februari. Menurut kami itu terlambat, padahal kami sudah melayangkan surat audiensi sebelumnya. Mengapa harus menunggu aksi dulu baru ada surat?” katanya.

Ia menambahkan, aksi tersebut merupakan bentuk kekecewaan karena surat audiensi yang diajukan tidak mendapat balasan.

“Kita tidak ujuk-ujuk aksi. Kami sudah melakukan upaya untuk membuka ruang dialog, tetapi tidak ada balasan. Maka kami bungkam sebagai simbol bahwa aspirasi kami juga dibungkam,” tegasnya.

Sementara itu, Kasubsi Pidm Sie Humas Polres Lumajang, Ipda Suprapto, S.H., menyatakan pihaknya telah menerima aspirasi yang disampaikan para mahasiswa.

“Kami sudah menerima aspirasi dari rekan-rekan mahasiswa. Untuk kasus tersebut masih dalam proses penyelidikan dan pendalaman. Nanti hasilnya seperti apa akan kami sampaikan,” pungkasnya. (Imam)

52.773 Peserta BPJS PBI di Lumajang Dinonaktifkan Usai Pemutakhiran Data


Lumajang, (Onenewsjatim)
- Sebanyak 52.773 peserta BPJS Kesehatan dari segmen Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI JK) di Kabupaten Lumajang dinonaktifkan setelah adanya pemutakhiran data yang dilakukan Kementerian Sosial.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Lumajang, Indriono Krishna Murti, mengatakan penonaktifan tersebut merupakan hasil penyesuaian data berdasarkan tingkat kesejahteraan penerima manfaat.

“Dari total 411.546 peserta BPJS Kesehatan segmen PBI di Lumajang, terdapat 52.773 peserta yang dinonaktifkan setelah adanya pemutakhiran data dari Kementerian Sosial,” kata Indriono, Kamis (12/2/2026).

Ia menjelaskan, peserta yang dinonaktifkan merupakan kelompok masyarakat pada desil 6 hingga 10, yakni kelompok dengan tingkat kesejahteraan lebih tinggi dibandingkan sasaran utama program.

Penonaktifan tersebut mengacu pada Surat Keputusan Menteri Sosial Nomor 3/H/U/K/2026 yang ditetapkan pada 19 Januari 2026 dan mulai berlaku pada awal Februari 2026.

“Pemutakhiran ini dilakukan agar program PBI tepat sasaran, yaitu bagi masyarakat yang benar-benar miskin dan tidak mampu, yakni pada desil 1 sampai 5,” ujarnya.

Meski demikian, Indriono menegaskan masyarakat yang dinonaktifkan tetap dapat mengajukan reaktivasi kepesertaan apabila memenuhi kriteria tertentu, terutama bagi yang sedang sakit kronis atau dalam kondisi gawat darurat.

“Masyarakat yang tengah menjalani perawatan intensif atau mengalami penyakit kronis dan kesulitan akses layanan kesehatan karena PBI-nya tidak aktif, dapat mengajukan permohonan reaktivasi ke Dinas Sosial,” jelasnya.

Untuk pengajuan tersebut, warga diminta membawa sejumlah persyaratan, antara lain KTP, kartu keluarga, surat rujukan atau keterangan berobat dari rumah sakit atau puskesmas, serta surat keterangan tidak mampu dari desa.

Menurutnya, reaktivasi dapat dilakukan apabila setelah verifikasi diketahui bahwa yang bersangkutan benar-benar masuk kategori miskin atau rentan miskin serta mengalami kondisi medis yang memerlukan penanganan segera.

“Reaktivasi bisa dilakukan dengan kriteria masyarakat tersebut memang tidak mampu dan mengalami sakit kronis atau kondisi darurat yang mengancam keselamatan jiwa,” kata Indriono.

Program BPJS PBI sendiri merupakan bantuan sosial dari pemerintah pusat yang menanggung iuran BPJS Kesehatan bagi masyarakat miskin dan tidak mampu, sehingga akses layanan kesehatan dapat dijangkau seluruh lapisan masyarakat. (Imam)

© Copyright 2024 Onenewsjatim | All Right Reserved