-->

06/03/2026

Sumur Bor Warga Diduga Tercemar Limbah Dapur SPPG, Operasional Dihentikan Mulai Senin


Lumajang, (Onenewsjatim)
– Sejumlah warga di sekitar dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) milik Oda Masa Depan Utama yang berada di kawasan Kavling Zam Zam, Rowobujel, Desa Labruk Lor, Kecamatan Lumajang, mengeluhkan kondisi air sumur bor mereka yang diduga tercemar limbah.

Keluhan tersebut disampaikan warga setelah air sumur yang biasa digunakan untuk kebutuhan sehari-hari berubah warna dan mengeluarkan bau tidak sedap sejak dapur SPPG beroperasi di belakang permukiman mereka.

Salah satu warga terdampak, Ivi, mengaku kondisi air sumurnya berubah drastis sejak fasilitas tersebut mulai beroperasi. Air yang sebelumnya jernih kini berubah menjadi hitam dan berbau menyengat sehingga tidak bisa digunakan lagi.

“Limbahnya itu meresap ke sumur bor saya. Airnya jadi tercemar, baunya menyengat dan warnanya juga benar-benar hitam,” ungkap Ivi.

Ia mengatakan, sejak menempati rumahnya pada tahun 2016, tidak pernah mengalami masalah dengan kualitas air sumur. Namun kondisi tersebut berubah setelah dapur SPPG berdiri dan mulai beroperasi di dekat rumahnya.

“Sejak saya tinggal di sini tahun 2016 tidak pernah ada masalah air. Tapi semenjak ada SPPG di belakang rumah saya, air saya tercemar,” katanya.

Menurut Ivi, persoalan tersebut sudah berlangsung lebih dari satu bulan. Ia juga mengaku telah menyampaikan keluhan kepada pihak penanggung jawab SPPG, namun hingga kini belum mendapatkan penanganan yang memadai.

“Sudah lebih dari satu bulan kejadian ini berulang. Saya sudah mengeluhkan ke penanggung jawab SPPG, tapi tidak dihiraukan,” ujarnya.

Akibat kondisi tersebut, Ivi terpaksa meminta bantuan air bersih dari tetangga untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Ia pun berharap pemerintah daerah dapat turun tangan membantu menyelesaikan persoalan tersebut.

“Saya minta tolong Bunda Indah, karena sudah sebulan lebih air di rumah saya tidak bisa digunakan,” tuturnya.

Menanggapi keluhan warga, Bupati Lumajang Indah Amperawati langsung menerjunkan tim untuk melakukan pengecekan di lokasi dapur SPPG tersebut.

Setelah dilakukan pemeriksaan, diketahui bahwa instalasi pengolahan limbah yang ada dinilai belum memenuhi standar Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL). Bahkan perbaikan yang dilakukan sebelumnya dinilai masih belum sesuai standar.

Bupati Lumajang Indah Amperawati menegaskan bahwa operasional dapur SPPG tersebut akan dihentikan sementara hingga pengelola memperbaiki sistem pengolahan limbahnya sesuai ketentuan yang berlaku.

“Ditutup saja SPPG ini, mulai hari Senin (9/3/2026) dilarang beroperasi dulu sampai diperbaiki sesuai standar,” tegas Indah. (Imam)

Kecelakaan Kereta dan Truk di Leces Probolinggo, Masinis Terjepit di Kabin Lokomotif


Probolinggo, (Onenewsjatim)
– Kecelakaan antara kereta api dan kendaraan truk gandeng terjadi di perlintasan sebidang Desa Jorongan, Kecamatan Leces, Kabupaten Probolinggo, Jumat (6/3/2026) dini hari. 

Dalam insiden tersebut, truk bermuatan tepung tertabrak KA Blambangan Ekspres yang melintas dari arah Probolinggo menuju Ketapang.

Akibat kejadian tersebut, masinis dan asisten masinis mengalami luka berat dan harus dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis.

Kasatlantas Polres Probolinggo AKP Safiq Jundhira Zulkarnaen mengatakan, kecelakaan terjadi sekitar pukul 00.40 WIB di perlintasan kereta api JPL 13 yang berada di simpang tiga Desa Jorongan.

“Truk gandeng bernopol P 8793 UG melintas dari arah timur ke barat. Saat bersamaan KA Blambangan Ekspres melaju dari arah berlawanan. Diduga pengemudi truk tidak mengetahui adanya kereta yang melintas sehingga terjadi tabrakan,” ujar Safiq.

Benturan keras tidak dapat dihindari. Bagian belakang truk tersambar lokomotif hingga kendaraan gandeng tersebut terbalik di sisi rel. Dampaknya, perjalanan KA Blambangan Ekspres sempat terhenti

Safiq menjelaskan, akibat kejadian itu masinis dan asisten masinis mengalami luka cukup serius. Bahkan masinis sempat terjepit di dalam kabin lokomotif sebelum akhirnya berhasil dievakuasi oleh warga bersama petugas.

“Keduanya langsung dilarikan ke RSUD dr Mochammad Saleh Kota Probolinggo untuk mendapatkan penanganan medis,” katanya.

Pihak kepolisian hingga saat ini masih melakukan penyelidikan guna memastikan penyebab pasti kecelakaan tersebut. Dugaan sementara, palang pintu perlintasan tidak tertutup saat kereta melintas.

“Diduga palang pintu tidak tertutup sehingga di waktu bersamaan ada truk yang melintas. Pengemudi tidak melihat adanya kereta sehingga bagian belakang truk tertabrak,” tambahnya.

Dampak Operasional dan Evakuasi Penumpang

Sementara itu, Manager Hukum dan Humas PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daop 9 Jember, Cahyo Widiantoro, menjelaskan pihaknya menerima laporan dari kondektur KA 147 Blambangan Ekspres sekitar pukul 00.49 WIB terkait kejadian tersebut.

Menurut Cahyo, kereta yang melayani rute Pasar Senen–Ketapang itu mengalami Berhenti Luar Biasa (BLB) di kilometer 109+2 petak jalan Probolinggo–Leces setelah lokomotif tertemper truk di perlintasan sebidang JPL 13 yang merupakan perlintasan resmi terjaga di Km 109+860.

“Akibat kejadian tersebut, lokomotif CC 201 83 53 yang menarik KA Blambangan Ekspres mengalami kerusakan sehingga perjalanan kereta tidak dapat langsung dilanjutkan,” jelasnya.

Untuk menjaga keselamatan serta kelancaran operasional, rangkaian KA Blambangan Ekspres kemudian ditarik mundur menuju Stasiun Probolinggo menggunakan lokomotif penolong.

Cahyo memastikan seluruh penumpang dalam kondisi selamat. Untuk melanjutkan perjalanan menuju Ketapang, para penumpang kemudian dialihkan menggunakan KA Wijaya Kusuma yang melintas di jalur tersebut.

“Keselamatan pelanggan merupakan prioritas utama KAI. Seluruh penumpang KA Blambangan Ekspres dalam kondisi aman dan perjalanan mereka tetap dilanjutkan menggunakan KA Wijaya Kusuma menuju Ketapang,” ujarnya.

Insiden ini juga menyebabkan sejumlah perjalanan kereta api di wilayah Daop 9 Jember mengalami keterlambatan. Pihak KAI saat ini masih melakukan penanganan di lokasi guna mempercepat normalisasi jalur.

“Sebagai bentuk tanggung jawab pelayanan, KAI juga menyiapkan service recovery bagi pelanggan yang mengalami keterlambatan lebih dari 60 menit akibat kejadian ini,” pungkas Cahyo.

Tengah Konflik Timur Tengah, 9 PMI Asal Lumajang Masih Bertahan di Arab Saudi


Lumajang, (Onenewsjatim) –
Di tengah meningkatnya tensi konflik geopolitik antara Iran dan Amerika Serikat–Israel, sebanyak sembilan Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Kabupaten Lumajang hingga kini masih berada di Arab Saudi.

Berdasarkan data Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kabupaten Lumajang, dari sembilan PMI tersebut, delapan orang bekerja di sektor tenaga kesehatan, sementara satu lainnya bekerja di sektor restoran.

Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Lumajang, Subhan, mengatakan bahwa para PMI tersebut berangkat melalui perusahaan resmi penempatan pekerja migran dalam kurun waktu 2024 hingga 2025.

“Total ada sembilan warga Lumajang yang saat ini bekerja di Arab Saudi. Delapan orang bekerja sebagai tenaga kesehatan dan satu orang bekerja di restoran. Mereka berangkat melalui perusahaan resmi,” kata Subhan saat dikonfirmasi, Jumat (6/3/2026)

Ia menjelaskan bahwa sebagian besar pekerja migran asal Lumajang di Arab Saudi bekerja di sektor informal, mengingat negara tersebut memang masih membuka peluang kerja pada sektor tersebut.

“Rata-rata bekerja di sektor informal, seperti di rumah sakit maupun restoran. Arab Saudi memang masih menerima tenaga kerja pada sektor tersebut,” ujarnya.

Subhan menegaskan bahwa hingga saat ini pemerintah daerah masih terus melakukan pemantauan melalui data penempatan tenaga kerja.

Meski demikian, kewenangan terkait pemulangan PMI dari luar negeri bukan berada di pemerintah daerah.

“Untuk pemulangan TKI atau PMI bukan kewenangan pemerintah daerah, melainkan menjadi kewenangan pemerintah pusat atau negara,” jelasnya.

Meski demikian, pihaknya tetap mengimbau para pekerja migran asal Lumajang agar selalu menjaga keselamatan selama bekerja di luar negeri, terutama di tengah dinamika situasi global saat ini.

Ia juga meminta para PMI untuk segera berkoordinasi dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Arab Saudi apabila mengalami kondisi darurat atau situasi yang mengkhawatirkan.

“Kami mengimbau kepada para pekerja migran agar tetap menjaga keselamatan. Jika terjadi sesuatu yang mengkhawatirkan, segera menghubungi KBRI di Arab Saudi,” ujarnya.

Selain itu, Disnaker Lumajang juga meminta Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (P3MI) yang memberangkatkan para pekerja tersebut agar tetap melakukan pemantauan serta memastikan kondisi para PMI dalam keadaan aman.

“Kami juga menghimbau kepada P3MI yang menyalurkan tenaga kerja tersebut agar tetap memantau dan apabila terjadi hal yang mengkhawatirkan, segera berkoordinasi dengan KBRI,” pungkas Subhan. (Imam)



05/03/2026

Babinsa Ranuyoso Perkuat Usaha 1.000 Ekor Itik Pedaging Milik Bumdes Wates Kulon


Lumajang, (Onenewsjatim)-
Dalam upaya mempererat kemanunggalan TNI dengan rakyat sekaligus mendukung pengembangan ekonomi desa, Babinsa Wates Kulon Koramil 0821-06/Ranuyoso Kopka Muhammad Sofyan Hariyanto melaksanakan kegiatan Komunikasi Sosial (Komsos) dengan pengelola peternakan itik pedaging yang dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) di Dusun Krajan, Desa Wates Kulon, Kecamatan Ranuyoso, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Kamis (5/3/2026).

Kegiatan Komsos tersebut dilakukan dengan meninjau langsung lokasi pemeliharaan itik pedaging yang saat ini berjumlah sekitar 1.000 ekor. Peternakan tersebut dikoordinatori oleh Ahmad Rifai bersama warga setempat sebagai bagian dari upaya pemberdayaan ekonomi masyarakat desa melalui pengelolaan usaha peternakan.

Dalam kesempatan tersebut, Kopka Muhammad Sofyan Hariyanto menyampaikan bahwa kegiatan Komsos merupakan sarana untuk mempererat hubungan antara Babinsa dengan masyarakat sekaligus memberikan motivasi kepada para peternak agar terus mengembangkan usaha yang dikelola.

“Melalui komunikasi yang baik dan kebersamaan, kami berharap usaha peternakan itik pedaging yang dikelola Bumdes ini dapat berkembang dengan baik sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa,” ujar dia.

Ia juga menambahkan bahwa keberadaan peternakan tersebut menjadi salah satu potensi ekonomi desa yang perlu dijaga dan dikembangkan secara berkelanjutan. Selain itu, Babinsa juga mendorong agar para pengelola tetap memperhatikan kebersihan kandang, kesehatan ternak, serta manajemen pemeliharaan agar hasil yang diperoleh bisa maksimal.

Koordinator pengelola peternakan itik pedaging Bumdes Desa Wates Kulon, Ahmad Rifai, menjelaskan bahwa dalam mengembangkan usaha ternak itik tidak lepas dari berbagai tantangan yang harus dihadapi para peternak.

 Beberapa di antaranya seperti perubahan cuaca yang dapat mempengaruhi kesehatan ternak, ketersediaan pakan yang stabil, serta menjaga kebersihan dan manajemen kandang agar itik dapat tumbuh dengan baik hingga masa panen.

Ia menuturkan bahwa keberhasilan usaha peternakan tidak hanya bergantung pada pengelola saja, tetapi juga membutuhkan dukungan dan kerja sama dari berbagai pihak. Mulai dari pemerintah desa, Bumdes, pendamping peternakan, hingga peran Babinsa yang selalu hadir memberikan motivasi dan pendampingan kepada masyarakat.

“Dengan adanya dukungan dari semua pihak, kami merasa lebih semangat dalam mengembangkan usaha ternak itik ini. Harapannya ke depan usaha ini bisa terus berkembang, meningkatkan hasil produksi, serta memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat Desa Wates Kulon,” pungkasnya. (Pendim0821)

Momentum Ramadan, Babinsa Sruni Isi Materi Wawasan Kebangsaan untuk 50 Siswa


Lumajang, (Onenewsjatim)
- Semangat kebangsaan terus ditanamkan kepada generasi muda melalui kegiatan Pondok Ramadan di SDN Sruni 02. Babinsa Sruni Koramil 0821-05/Klakah, Serka Muhammad Nimin, melaksanakan kegiatan Wawasan Kebangsaan (Wasbang) kepada para siswa di Dusun Krajan RT 003 RW 002 Desa Sruni Kecamatan Klakah Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Kamis (5/3/2026).

Kegiatan yang diikuti kurang lebih 50 siswa tersebut berlangsung dengan penuh antusias. Di sela rangkaian Pondok Ramadan, para siswa mendapatkan materi tentang pentingnya cinta tanah air, semangat persatuan, serta nilai-nilai Pancasila sebagai dasar kehidupan berbangsa dan bernegara.

Dalam penyampaiannya, Serka Muhammad Nimin menekankan bahwa bulan Ramadan bukan hanya momentum meningkatkan keimanan dan ketakwaan, tetapi juga saat yang tepat untuk memperkuat karakter dan rasa nasionalisme.

“Melalui kegiatan Wasbang ini, kami ingin menanamkan kepada anak-anak sejak dini tentang pentingnya mencintai tanah air, menghormati orang tua dan guru, serta menjaga persatuan dan kesatuan bangsa,” ungkapnya.

Materi yang disampaikan dikemas secara sederhana dan interaktif agar mudah dipahami oleh siswa sekolah dasar. Dengan pendekatan yang komunikatif, para siswa terlihat aktif menjawab pertanyaan dan mengikuti arahan yang diberikan.

Sementara itu, Pj. Kepala Sekolah SDN Sruni 02, Yayan Heri Prabowo, S.Pd., menyampaikan hal senada tentang pentingnya membangun keimanan dan ketakwaan di bulan suci Ramadan. Ia menegaskan bahwa Pondok Ramadan menjadi sarana pembinaan karakter spiritual sekaligus pembentukan sikap disiplin dan tanggung jawab bagi para siswa.

“Di bulan penuh berkah ini, kami ingin anak-anak tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga kuat dalam iman dan takwa. Dengan dukungan Babinsa melalui pembekalan Wasbang, kami berharap terbentuk generasi yang religius sekaligus memiliki rasa cinta tanah air yang tinggi,” tuturnya.

Kegiatan Pondok Ramadan yang dipadukan dengan pembekalan Wasbang tersebut menjadi bukti dalam membentuk generasi muda yang religius, berkarakter, serta memiliki jiwa nasionalisme yang kuat demi masa depan bangsa. (Pendim0821)

Limbah SPPG Polres Lumajang Sempat Dikeluhkan Sekda, Indah Amperawati: IPAL Kini Diperbaiki


Lumajang, (Onenewsjatim)
– Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) milik Polres Lumajang kini telah melakukan perbaikan instalasi pembuangan air limbah (IPAL) menyusul adanya keluhan gangguan lingkungan beberapa waktu lalu.

Hal tersebut disampaikan Bupati Lumajang, Indah Amperawati, saat melakukan pengecekan langsung ke lokasi SPPG bersama jajaran Forkopimda, Kamis (5/3/2026).

Sebelumnya, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Lumajang, Agus Triyono, mengeluhkan adanya bau tak sedap dari limbah cair yang menggenangi halaman rumah dinasnya di kawasan Jalan Alun-Alun Utara. 

Limbah tersebut diduga berasal dari operasional dapur umum Makan Bergizi Gratis (MBG) atau SPPG yang berada di sebelah timur rumah dinasnya.

Fasilitas SPPG tersebut diketahui merupakan mitra kerja sama dengan Yayasan Kemala Bhayangkari.

Bupati yang akrab disapa Bunda Indah itu memastikan, pihak SPPG telah menindaklanjuti rekomendasi teknis yang dikeluarkan pemerintah daerah.

“Polres Lumajang sudah melakukan sebagaimana arahan dari tim teknis kami, dari PU, DKPP, kemudian Dinas Lingkungan Hidup, dan Dinas Kesehatan,” ujar Bunda Indah saat ditemui di SPPG Polres Lumajang.

Ia menjelaskan, saat ini sejumlah perbaikan telah dilakukan, di antaranya pembuatan sumur resapan dan pemasangan alat pemisah lemak (grease trap). Air limbah dari dapur kini sudah dialirkan masuk ke sumur resapan sehingga tidak lagi menggenangi area sekitar.

“Saat ini sedang proses untuk jangka panjang, yaitu masih menunggu IPAL pabrikan yang akan dipasang,” jelasnya.

Menurutnya, distribusi limbah dari dapur kini sudah tertata sesuai saluran masing-masing. Namun, masih diperlukan pemasangan IPAL berkapasitas 9 kubik agar daya tampung limbah lebih optimal dan tidak meluber.

“IPAL dengan kapasitas 9 kubik ini sedang dalam proses pemesanan. Nanti setelah selesai akan dipasang sesuai arahan teknis dari Dinas PU,” tegasnya. (Imam)


Polresta Sidoarjo Bongkar Sindikat Pencurian Brankas Lintas Provinsi, Enam Pelaku Terlibat


Sidoarjo, (Onenewsjatim)
- Polresta Sidoarjo Polda Jawa Timur berhasil mengungkap kasus tindak pidana pencurian dengan pemberatan (curat) berupa pembobolan dan pencurian brankas. 

Pencurian tersebut terjadi di rumah salah seorang warga Perumahan Taman Pinang Indah Sidoarjo,pada 21 Oktober 2025 lalu.

Dalam pengungkapan kasus ini, Polisi menetapkan Enam orang tersangka yang memiliki peran berbeda dalam menjalankan aksinya. 

Dua pelaku telah diamankan oleh Satreskrim Polresta Sidoarjo Polda Jatim yakni T.S (36) asal Simalungun, Sumatera Utara, dan F.P (42) asal Lampung Tengah.

Sementara tiga pelaku lainnya, yakni A.B.R (40), A.W (32), dan M.J.A (28) saat ini menjalani penahanan di Polres Purwakarta Polda Jawa Barat atas perkara serupa. 

Sedangkan satu pelaku berinisial B.P.B (24) masih berstatus daftar pencarian orang (DPO).

"Para pelaku diketahui merupakan sindikat lintas provinsi yang beraksi dari Sumatera hingga Pulau Jawa," ujar Kapolresta Sidoarjo Kombes. Pol. Christian Tobing, Rabu (4/3/2026).

Dalam menjalankan aksinya, para pelaku memiliki modus dengan mengetuk atau menekan bel rumah calon korban. 

Apabila ada penghuni yang keluar, pelaku berpura-pura menanyakan alamat lain. Namun jika rumah dalam keadaan kosong, mereka langsung melakukan aksi pencurian.

"Pada hari kejadian, para pelaku masuk ke Perumahan Taman Pinang Indah dan menyasar beberapa rumah sebelum akhirnya menemukan rumah korban dalam kondisi kosong," lanjutnya.

Salah satu pelaku memotong gembok pagar menggunakan tang pemotong, kemudian masuk ke dalam rumah dan menggeledah setiap ruangan. 

Setelah menemukan brankas, para pelaku secara bersama-sama mengangkatnya ke dalam mobil Toyota Innova warna putih yang telah disiapkan. 

Mereka juga mengambil perangkat perekam CCTV untuk menghilangkan jejak.

Setelah itu, pelaku menutup kembali pintu rumah dan pagar, lalu melarikan diri keluar Sidoarjo melalui jalan tol menuju arah Jakarta dengan mengganti pelat nomor kendaraan menggunakan nomor palsu.

Dari hasil penyelidikan, diketahui sebelum beraksi di Sidoarjo, para pelaku sempat melakukan pencurian di sejumlah daerah lain. 

Salah satu tersangka membeli senjata api rakitan jenis revolver beserta amunisi di wilayah Lampung sebagai alat pendukung aksi kejahatan.

Polisi turut mengamankan barang bukti berupa satu unit mobil Toyota Innova yang digunakan sebagai sarana kejahatan, satu pucuk senjata api rakitan jenis revolver berikut empat butir peluru kaliber 6, satu flashdisk berisi rekaman CCTV, serta dua unit sepeda motor yang diduga hasil kejahatan.

Penangkapan pertama dilakukan pada Senin, 16 Februari 2026, terhadap tersangka T.S di rumah orang tuanya di Kecamatan Tanah Jawa, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara. 

Dari lokasi tersebut, Polisi juga menemukan barang bukti hasil pencurian brankas.

Selanjutnya, pada Kamis, 26 Februari 2026, petugas kembali menangkap tersangka F.P di wilayah Bantar Gebang, Kota Bekasi, Jawa Barat. 

Dari tangan tersangka, Polisi menyita senjata api rakitan serta barang bukti lainnya.

Kedua tersangka kemudian dibawa ke Mapolresta Sidoarjo Polda Jatim untuk menjalani proses penyidikan lebih lanjut.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, para tersangka mengaku melakukan pencurian karena alasan kebutuhan ekonomi. 

Atas perbuatannya, para pelaku dijerat Pasal 477 huruf e KUHP tentang pencurian dengan pemberatan yang dilakukan secara bersama-sama dengan cara merusak atau membongkar, dengan ancaman pidana penjara paling lama tujuh tahun atau pidana denda paling banyak kategori V.

Kapolresta Sidoarjo menegaskan bahwa pihaknya akan terus mengembangkan kasus ini guna menangkap pelaku lain yang masih buron serta mengungkap kemungkinan adanya jaringan kejahatan lain yang terlibat. (Red)

© Copyright 2024 Onenewsjatim | All Right Reserved