-->

07/03/2026

Bupati Lumajang Serahkan Perizinan kepada 8 Perusahaan Stockpile, Dorong Tata Kelola Tambang Tertib


Lumajang (Onenewsjatim)
– Indah Amperawati menyerahkan secara simbolis dokumen perizinan kepada delapan perusahaan stockpile yang telah menyelesaikan seluruh proses administrasi. 

Penyerahan tersebut dilakukan saat kegiatan buka puasa bersama Paguyuban Pengusaha Stockpile Kabupaten Lumajang di Desa Dorogowok, Kecamatan Kunir, Kamis (5/3/2026) kemarin 

Bupati Lumajang yang akrab disapa Bunda Indah menyampaikan bahwa penyerahan dokumen perizinan tersebut merupakan bentuk apresiasi pemerintah daerah kepada para pelaku usaha yang telah berkomitmen menjalankan kegiatan usahanya sesuai ketentuan dan aturan yang berlaku.

Menurutnya, kepatuhan terhadap regulasi menjadi fondasi penting dalam menciptakan iklim usaha yang sehat, tertib, dan berkelanjutan, khususnya di sektor pertambangan.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada para pengusaha stockpile di Lumajang yang memiliki komitmen untuk meningkatkan pendapatan daerah serta mendukung tata kelola pertambangan dengan taat administrasi,” ujar Bunda Indah.

Ia menegaskan bahwa aktivitas pertambangan harus dikelola secara tertib, transparan, dan bertanggung jawab agar manfaat ekonominya dapat dirasakan oleh masyarakat luas serta memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah.

“Pertambangan harus dikelola secara tertib, transparan, dan bertanggung jawab agar manfaat ekonominya dapat dirasakan oleh masyarakat serta memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah,” tegasnya.

Bunda Indah juga menekankan bahwa pemerintah daerah akan terus melakukan penataan terhadap aktivitas pertambangan dan distribusi material agar berjalan sesuai dengan aturan yang berlaku, sekaligus tetap memperhatikan kenyamanan masyarakat di sekitar wilayah operasional.

“Penataan ini bertujuan memastikan aktivitas ekonomi berjalan dengan baik sekaligus menjaga ketertiban dan kenyamanan masyarakat,” jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Bunda Indah juga menyinggung keberadaan para penambang manual yang selama ini menggantungkan penghidupan dari aktivitas penambangan pasir. 

Menurutnya, para penambang manual merupakan bagian dari masyarakat yang perlu mendapatkan perhatian serta pendampingan agar aktivitasnya dapat berjalan lebih tertib dan terorganisir.

“Para penambang manual adalah bagian dari masyarakat kita yang mencari nafkah. Karena itu perlu ada pembinaan dan pengelolaan yang lebih baik agar aktivitasnya tetap berjalan secara tertib,” ungkapnya.

Ia berharap para pengusaha stockpile dapat ikut berperan dalam membina serta menaungi para penambang manual sehingga pola kerja di sektor tersebut menjadi lebih tertata dan memberikan manfaat ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat.

“Kami berharap pengusaha stockpile dapat membantu membangun pola kerja yang lebih tertata sehingga aktivitas penambangan dapat memberikan manfaat ekonomi yang lebih luas,” tambahnya.

Selain itu, Pemerintah Kabupaten Lumajang juga terus membuka ruang komunikasi dengan para pelaku usaha guna memastikan aktivitas pertambangan berjalan selaras dengan kepentingan masyarakat dan pembangunan daerah.

Menurut Bunda Indah, sektor pertambangan pasir di Kabupaten Lumajang memiliki potensi besar dalam mendukung perekonomian daerah apabila dikelola secara kolaboratif, tertib, serta berorientasi pada keberlanjutan.

“Kami ingin sektor ini berkembang dengan baik, memberi ruang penghidupan bagi masyarakat, sekaligus memberikan kontribusi bagi pembangunan daerah,” pungkasnya. (Imam)

Sinergi Ulama dan Umara, Kapolres Lumajang Hadiri Pembangunan Asrama Santri di Ponpes Syarifuddin


Lumajang, (Onenewsjatim) -
Kapolres Lumajang AKBP Alex Sandy Siregar menghadiri kegiatan peletakan batu pertama pembangunan Asrama Takhassus di Pondok Pesantren Syarifuddin, Desa Wonorejo, Kecamatan Kedungjajang, Kabupaten Lumajang, Jumat (6/3/2026).

Kegiatan tersebut juga dihadiri Bupati Lumajang Indah Amperawati, pengasuh pondok pesantren, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta sejumlah undangan lainnya. 

Prosesi peletakan batu pertama ini menjadi penanda dimulainya pembangunan fasilitas asrama yang diperuntukkan bagi para santri program pendidikan khusus (takhassus).

Kapolres Lumajang AKBP Alex Sandy Siregar mengatakan, kehadiran Polri dalam kegiatan tersebut merupakan bentuk dukungan terhadap pengembangan pendidikan keagamaan di Kabupaten Lumajang, khususnya di lingkungan pondok pesantren.

Menurutnya, pondok pesantren memiliki peran strategis dalam membentuk karakter generasi muda yang berakhlak, berilmu, dan memiliki nilai-nilai kebangsaan yang kuat.

“Kami dari Polres Lumajang sangat mendukung pembangunan sarana pendidikan, khususnya di pondok pesantren. Pesantren merupakan tempat lahirnya generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki akhlak yang baik,” ujar AKBP Alex Sandy Siregar.

Ia menambahkan, pembangunan Asrama Takhassus ini diharapkan dapat menunjang kegiatan belajar para santri sehingga proses pendidikan dapat berjalan lebih optimal.

Selain itu, AKBP Alex juga menegaskan bahwa Polri akan terus menjalin sinergi dengan para ulama dan pengasuh pesantren dalam menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah Kabupaten Lumajang.

“Sinergi antara ulama, umara, dan aparat keamanan sangat penting dalam menjaga kondusivitas daerah. Kami berharap pesantren terus menjadi pusat pendidikan sekaligus benteng moral bagi generasi muda,” katanya.

Sementara itu, Bupati Lumajang Indah Amperawati menyampaikan apresiasi atas pembangunan asrama tersebut. 

"Saya berharap keberadaan fasilitas baru ini dapat meningkatkan kualitas pendidikan serta memberikan kenyamanan bagi para santri yang menempuh pendidikan di Pondok Pesantren Syarifuddin," terangnya.

Dengan dimulainya pembangunan ini, diharapkan Pondok Pesantren Syarifuddin semakin berkembang sebagai lembaga pendidikan yang melahirkan generasi religius, berwawasan luas, serta mampu memberikan kontribusi positif bagi masyarakat, bangsa, dan negara. (Imam)

06/03/2026

Pererat Gotong Royong, Babinsa Bago dan Warga Bersihkan Lingkungan Dusun Krajan


Lumajang, (Onenewsjatim)-
Dalam upaya menjaga kebersihan lingkungan sekaligus mempererat kebersamaan dengan masyarakat, Babinsa Bago Koramil 0821-08/Pasirian, Serma Mondya Lindo Ifandhana, melaksanakan pendampingan kegiatan kerja bakti bersama warga di Dusun Krajan 2 RT 001 RW 001 Desa Bago, Kecamatan Pasirian, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, pada Jumat (6/3/2026).

Kegiatan kerja bakti tersebut difokuskan pada pembersihan selokan serta bahu jalan yang berada di sekitar lingkungan permukiman warga. Warga secara bersama-sama membersihkan sampah, rumput liar, dan endapan tanah yang menutupi saluran air serta menata kembali bahu jalan agar terlihat rapi dan tidak mengganggu akses masyarakat.

Dalam kesempatan itu, Babinsa Bago Serma Mondya Lindo Ifandhana mengatakan bahwa keterlibatannya dalam kegiatan kerja bakti tersebut merupakan bagian dari tugas pembinaan teritorial guna memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat. Selain itu, kegiatan gotong royong juga menjadi sarana untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan.

“Melalui kerja bakti seperti ini, selain menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat, juga dapat mempererat kebersamaan antara aparat kewilayahan dan masyarakat. Harapannya budaya gotong royong tetap terjaga di tengah masyarakat,” kata dia.

Sementara itu, Kepala Dusun Krajan, Muhammad Fauzan, menyampaikan bahwa pembersihan selokan dan bahu jalan tersebut sangat bermanfaat bagi warga karena dapat memperlancar aliran air serta membuat lingkungan menjadi lebih rapi dan nyaman.

“Kami berterima kasih kepada Babinsa yang hadir dan memberikan motivasi kepada warga. Dengan kerja bakti ini, selokan menjadi bersih, aliran air lancar, dan bahu jalan juga lebih tertata sehingga lingkungan terlihat lebih nyaman,” ungkapnya.

Melalui kegiatan tersebut, diharapkan masyarakat semakin sadar akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan serta terus menumbuhkan semangat gotong royong dalam kehidupan sehari-hari. Sinergi antara Babinsa dan masyarakat juga diharapkan mampu menciptakan lingkungan nyaman. (Pendim0821)

Babinsa Tunjung dan Warga Kerja Bakti Bersihkan Selokan 200 Meter di Dusun Krajan


Lumajang, (Onenewsjatim) -
Wujud kepedulian terhadap kebersihan lingkungan sekaligus mempererat kebersamaan dengan masyarakat, Babinsa Tunjung Koramil 0821-07/Randuagung, Serda Ferik Sasmita, bersama Pemerintah Desa (Pemdes) Tunjung dan warga melaksanakan kegiatan kerja bakti pembersihan selokan di Dusun Krajan RT 004 RW 002 Desa Tunjung, Kecamatan Randuagung, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, pada Jumat (6/3/2026).

Kegiatan kerja bakti tersebut difokuskan pada pembersihan selokan sepanjang kurang lebih 200 meter yang berada di kawasan permukiman warga. 

Pembersihan dilakukan dengan mengangkat endapan tanah, sampah, serta rumput liar yang menutupi aliran air, sehingga diharapkan dapat memperlancar saluran drainase dan mencegah terjadinya genangan air saat musim hujan.

Saat dikonfirmasi Babinsa Tunjung Serda Ferik Sasmita mengatakan bahwa kehadirannya dalam kegiatan kerja bakti tersebut merupakan bagian dari tugas pembinaan teritorial sekaligus bentuk dukungan terhadap upaya masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan.

Menurutnya, kegiatan gotong royong seperti ini tidak hanya memberikan manfaat bagi kebersihan dan kesehatan lingkungan, tetapi juga mampu mempererat hubungan antara TNI, pemerintah desa, dan masyarakat.

“Kerja bakti ini merupakan wujud kebersamaan dan kepedulian kita terhadap lingkungan. Dengan selokan yang bersih dan lancar, diharapkan dapat mencegah banjir serta menciptakan lingkungan yang sehat dan nyaman bagi warga,” ujar dia.

Sementara itu, Kepala Desa Tunjung, Ahmad Nurholis Majid, S.Pd., yang hadir dan didampingi Kepala Dusun Krajan, menyampaikan bahwa kegiatan pembersihan selokan tersebut memberikan banyak manfaat bagi masyarakat. 

Menurutnya, setelah selokan dibersihkan, aliran air menjadi lebih lancar sehingga dapat mencegah terjadinya genangan yang berpotensi menimbulkan banjir kecil di lingkungan permukiman warga.

Ia juga menambahkan bahwa kondisi selokan yang bersih akan membantu menjaga kesehatan lingkungan karena dapat mengurangi potensi berkembangnya sarang nyamuk serta bau tidak sedap akibat sampah yang menumpuk.

“Dengan dibersihkannya selokan ini, aliran air menjadi lancar sehingga risiko genangan dapat diminimalisir. Lingkungan juga menjadi lebih bersih dan sehat, sehingga masyarakat dapat beraktivitas dengan nyaman,” jelasnya.

Melalui kegiatan kerja bakti tersebut, diharapkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan semakin meningkat, sekaligus memperkuat sinergi antara aparat kewilayahan, pemerintah desa, dan warga dalam menciptakan lingkungan yang sehat, aman, dan nyaman. (Pendim0821)

Sumur Bor Warga Diduga Tercemar Limbah Dapur SPPG, Operasional Dihentikan Mulai Senin


Lumajang, (Onenewsjatim)
– Sejumlah warga di sekitar dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) milik Oda Masa Depan Utama yang berada di kawasan Kavling Zam Zam, Rowobujel, Desa Labruk Lor, Kecamatan Lumajang, mengeluhkan kondisi air sumur bor mereka yang diduga tercemar limbah.

Keluhan tersebut disampaikan warga setelah air sumur yang biasa digunakan untuk kebutuhan sehari-hari berubah warna dan mengeluarkan bau tidak sedap sejak dapur SPPG beroperasi di belakang permukiman mereka.

Salah satu warga terdampak, Ivi, mengaku kondisi air sumurnya berubah drastis sejak fasilitas tersebut mulai beroperasi. Air yang sebelumnya jernih kini berubah menjadi hitam dan berbau menyengat sehingga tidak bisa digunakan lagi.

“Limbahnya itu meresap ke sumur bor saya. Airnya jadi tercemar, baunya menyengat dan warnanya juga benar-benar hitam,” ungkap Ivi.

Ia mengatakan, sejak menempati rumahnya pada tahun 2016, tidak pernah mengalami masalah dengan kualitas air sumur. Namun kondisi tersebut berubah setelah dapur SPPG berdiri dan mulai beroperasi di dekat rumahnya.

“Sejak saya tinggal di sini tahun 2016 tidak pernah ada masalah air. Tapi semenjak ada SPPG di belakang rumah saya, air saya tercemar,” katanya.

Menurut Ivi, persoalan tersebut sudah berlangsung lebih dari satu bulan. Ia juga mengaku telah menyampaikan keluhan kepada pihak penanggung jawab SPPG, namun hingga kini belum mendapatkan penanganan yang memadai.

“Sudah lebih dari satu bulan kejadian ini berulang. Saya sudah mengeluhkan ke penanggung jawab SPPG, tapi tidak dihiraukan,” ujarnya.

Akibat kondisi tersebut, Ivi terpaksa meminta bantuan air bersih dari tetangga untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Ia pun berharap pemerintah daerah dapat turun tangan membantu menyelesaikan persoalan tersebut.

“Saya minta tolong Bunda Indah, karena sudah sebulan lebih air di rumah saya tidak bisa digunakan,” tuturnya.

Menanggapi keluhan warga, Bupati Lumajang Indah Amperawati langsung menerjunkan tim untuk melakukan pengecekan di lokasi dapur SPPG tersebut.

Setelah dilakukan pemeriksaan, diketahui bahwa instalasi pengolahan limbah yang ada dinilai belum memenuhi standar Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL). Bahkan perbaikan yang dilakukan sebelumnya dinilai masih belum sesuai standar.

Bupati Lumajang Indah Amperawati menegaskan bahwa operasional dapur SPPG tersebut akan dihentikan sementara hingga pengelola memperbaiki sistem pengolahan limbahnya sesuai ketentuan yang berlaku.

“Ditutup saja SPPG ini, mulai hari Senin (9/3/2026) dilarang beroperasi dulu sampai diperbaiki sesuai standar,” tegas Indah. (Imam)

Kecelakaan Kereta dan Truk di Leces Probolinggo, Masinis Terjepit di Kabin Lokomotif


Probolinggo, (Onenewsjatim)
– Kecelakaan antara kereta api dan kendaraan truk gandeng terjadi di perlintasan sebidang Desa Jorongan, Kecamatan Leces, Kabupaten Probolinggo, Jumat (6/3/2026) dini hari. 

Dalam insiden tersebut, truk bermuatan tepung tertabrak KA Blambangan Ekspres yang melintas dari arah Probolinggo menuju Ketapang.

Akibat kejadian tersebut, masinis dan asisten masinis mengalami luka berat dan harus dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis.

Kasatlantas Polres Probolinggo AKP Safiq Jundhira Zulkarnaen mengatakan, kecelakaan terjadi sekitar pukul 00.40 WIB di perlintasan kereta api JPL 13 yang berada di simpang tiga Desa Jorongan.

“Truk gandeng bernopol P 8793 UG melintas dari arah timur ke barat. Saat bersamaan KA Blambangan Ekspres melaju dari arah berlawanan. Diduga pengemudi truk tidak mengetahui adanya kereta yang melintas sehingga terjadi tabrakan,” ujar Safiq.

Benturan keras tidak dapat dihindari. Bagian belakang truk tersambar lokomotif hingga kendaraan gandeng tersebut terbalik di sisi rel. Dampaknya, perjalanan KA Blambangan Ekspres sempat terhenti

Safiq menjelaskan, akibat kejadian itu masinis dan asisten masinis mengalami luka cukup serius. Bahkan masinis sempat terjepit di dalam kabin lokomotif sebelum akhirnya berhasil dievakuasi oleh warga bersama petugas.

“Keduanya langsung dilarikan ke RSUD dr Mochammad Saleh Kota Probolinggo untuk mendapatkan penanganan medis,” katanya.

Pihak kepolisian hingga saat ini masih melakukan penyelidikan guna memastikan penyebab pasti kecelakaan tersebut. Dugaan sementara, palang pintu perlintasan tidak tertutup saat kereta melintas.

“Diduga palang pintu tidak tertutup sehingga di waktu bersamaan ada truk yang melintas. Pengemudi tidak melihat adanya kereta sehingga bagian belakang truk tertabrak,” tambahnya.

Dampak Operasional dan Evakuasi Penumpang

Sementara itu, Manager Hukum dan Humas PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daop 9 Jember, Cahyo Widiantoro, menjelaskan pihaknya menerima laporan dari kondektur KA 147 Blambangan Ekspres sekitar pukul 00.49 WIB terkait kejadian tersebut.

Menurut Cahyo, kereta yang melayani rute Pasar Senen–Ketapang itu mengalami Berhenti Luar Biasa (BLB) di kilometer 109+2 petak jalan Probolinggo–Leces setelah lokomotif tertemper truk di perlintasan sebidang JPL 13 yang merupakan perlintasan resmi terjaga di Km 109+860.

“Akibat kejadian tersebut, lokomotif CC 201 83 53 yang menarik KA Blambangan Ekspres mengalami kerusakan sehingga perjalanan kereta tidak dapat langsung dilanjutkan,” jelasnya.

Untuk menjaga keselamatan serta kelancaran operasional, rangkaian KA Blambangan Ekspres kemudian ditarik mundur menuju Stasiun Probolinggo menggunakan lokomotif penolong.

Cahyo memastikan seluruh penumpang dalam kondisi selamat. Untuk melanjutkan perjalanan menuju Ketapang, para penumpang kemudian dialihkan menggunakan KA Wijaya Kusuma yang melintas di jalur tersebut.

“Keselamatan pelanggan merupakan prioritas utama KAI. Seluruh penumpang KA Blambangan Ekspres dalam kondisi aman dan perjalanan mereka tetap dilanjutkan menggunakan KA Wijaya Kusuma menuju Ketapang,” ujarnya.

Insiden ini juga menyebabkan sejumlah perjalanan kereta api di wilayah Daop 9 Jember mengalami keterlambatan. Pihak KAI saat ini masih melakukan penanganan di lokasi guna mempercepat normalisasi jalur.

“Sebagai bentuk tanggung jawab pelayanan, KAI juga menyiapkan service recovery bagi pelanggan yang mengalami keterlambatan lebih dari 60 menit akibat kejadian ini,” pungkas Cahyo.

Tengah Konflik Timur Tengah, 9 PMI Asal Lumajang Masih Bertahan di Arab Saudi


Lumajang, (Onenewsjatim) –
Di tengah meningkatnya tensi konflik geopolitik antara Iran dan Amerika Serikat–Israel, sebanyak sembilan Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Kabupaten Lumajang hingga kini masih berada di Arab Saudi.

Berdasarkan data Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kabupaten Lumajang, dari sembilan PMI tersebut, delapan orang bekerja di sektor tenaga kesehatan, sementara satu lainnya bekerja di sektor restoran.

Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Lumajang, Subhan, mengatakan bahwa para PMI tersebut berangkat melalui perusahaan resmi penempatan pekerja migran dalam kurun waktu 2024 hingga 2025.

“Total ada sembilan warga Lumajang yang saat ini bekerja di Arab Saudi. Delapan orang bekerja sebagai tenaga kesehatan dan satu orang bekerja di restoran. Mereka berangkat melalui perusahaan resmi,” kata Subhan saat dikonfirmasi, Jumat (6/3/2026)

Ia menjelaskan bahwa sebagian besar pekerja migran asal Lumajang di Arab Saudi bekerja di sektor informal, mengingat negara tersebut memang masih membuka peluang kerja pada sektor tersebut.

“Rata-rata bekerja di sektor informal, seperti di rumah sakit maupun restoran. Arab Saudi memang masih menerima tenaga kerja pada sektor tersebut,” ujarnya.

Subhan menegaskan bahwa hingga saat ini pemerintah daerah masih terus melakukan pemantauan melalui data penempatan tenaga kerja.

Meski demikian, kewenangan terkait pemulangan PMI dari luar negeri bukan berada di pemerintah daerah.

“Untuk pemulangan TKI atau PMI bukan kewenangan pemerintah daerah, melainkan menjadi kewenangan pemerintah pusat atau negara,” jelasnya.

Meski demikian, pihaknya tetap mengimbau para pekerja migran asal Lumajang agar selalu menjaga keselamatan selama bekerja di luar negeri, terutama di tengah dinamika situasi global saat ini.

Ia juga meminta para PMI untuk segera berkoordinasi dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Arab Saudi apabila mengalami kondisi darurat atau situasi yang mengkhawatirkan.

“Kami mengimbau kepada para pekerja migran agar tetap menjaga keselamatan. Jika terjadi sesuatu yang mengkhawatirkan, segera menghubungi KBRI di Arab Saudi,” ujarnya.

Selain itu, Disnaker Lumajang juga meminta Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (P3MI) yang memberangkatkan para pekerja tersebut agar tetap melakukan pemantauan serta memastikan kondisi para PMI dalam keadaan aman.

“Kami juga menghimbau kepada P3MI yang menyalurkan tenaga kerja tersebut agar tetap memantau dan apabila terjadi hal yang mengkhawatirkan, segera berkoordinasi dengan KBRI,” pungkas Subhan. (Imam)



© Copyright 2024 Onenewsjatim | All Right Reserved