-->

10/03/2026

Babinsa Mangunsari Dampingi Distribusi Pupuk Petani, Dukung Ketahanan Pangan di Tekung


Lumajang, (Onenewsjatim) 
– Dalam upaya mendukung kelancaran distribusi sarana produksi pertanian serta memastikan penyalurannya tepat sasaran, Babinsa Mangunsari Koramil 0821-15/Tekung Kopka Suwardi melaksanakan kegiatan pendampingan pendistribusian pupuk di kios pupuk “Tani Makmur” milik H. Mukhlis yang berada di Dusun Kampung Baru RT 001 RW 001 Desa Mangunsari, Kecamatan Tekung, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Selasa (10/3/2026).

Kegiatan pendampingan tersebut dilakukan sebagai bentuk peran aktif Babinsa dalam membantu pemerintah mengawasi penyaluran pupuk kepada para petani agar berjalan tertib, lancar, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Kopka Suwardi mengatakan bahwa kehadiran Babinsa dalam kegiatan pendistribusian pupuk bertujuan untuk memastikan pupuk yang tersedia dapat diterima oleh petani yang berhak, sehingga dapat mendukung kelancaran kegiatan pertanian di wilayah binaannya.

“Kami hadir untuk melakukan pendampingan sekaligus memastikan proses penyaluran pupuk berjalan dengan tertib dan tepat sasaran, sehingga para petani dapat memperoleh pupuk sesuai kebutuhan untuk mendukung produktivitas pertanian,” kata dia.

Sementara itu, pemilik kios pupuk “Tani Makmur”, H. Mukhlis, menyampaikan bahwa kelancaran pasokan pupuk bagi petani tidak terlepas dari peran serta berbagai pihak, mulai dari pemerintah, distributor, hingga pengawasan di tingkat lapangan.

“Kelancaran pasokan pupuk untuk kebutuhan petani dapat tercukupi karena adanya kerja sama dan peran semua pihak, baik dari pemerintah, distributor, maupun pendampingan dari Babinsa di lapangan. Dengan sinergi tersebut, penyaluran pupuk dapat berjalan lancar sehingga para petani bisa memperoleh pupuk sesuai kebutuhan,” pungkasnya.

Melalui kegiatan pendampingan tersebut diharapkan distribusi pupuk kepada para petani di Desa Mangunsari dapat berjalan dengan baik, sehingga mampu mendukung peningkatan hasil pertanian serta memperkuat ketahanan pangan di wilayah Kecamatan Tekung. (Pendim0821)

Kemhan RI Survei Hutan BKPH Senduro untuk Pembangunan Yonif TP Tahap III dan IV


Lumajang, (Onenewsjatim)
– Komandan Kodim 0821/Lumajang, Letkol Arh Anton Subhandi, S.A.P., M.I.P., mendampingi Tim Kementerian Pertahanan Republik Indonesia dalam kegiatan survei rencana pembangunan Batalyon Infanteri (Yonif) TP tahap III dan IV, yang dilaksanakan di kawasan hutan BKPH Senduro, administrasi Dusun Karanganyar, Desa Burno, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang, Selasa (10/3/2026).

Tim dari Kementerian Pertahanan Republik Indonesia tersebut dipimpin oleh Kolonel Czi Asril Arifin, yang melakukan peninjauan langsung terhadap lokasi yang direncanakan menjadi kawasan pembangunan satuan baru TNI AD tersebut.

Dalam penyampaiannya, Kolonel Asril Arifin menjelaskan bahwa pembangunan Yonif TP tahap III dan IV merupakan bagian dari program strategis pemerintah pusat dalam penguatan pertahanan wilayah, khususnya di Pulau Jawa.

“Di wilayah Jawa sesuai rencana dari pusat akan dibangun Yonif TP tahap III dan IV, termasuk di kawasan kehutanan yang berada di Desa Burno Kecamatan Senduro Kabupaten Lumajang,” ungkapnya.

Ia menambahkan, kehadiran satuan Yonif TP tersebut tidak hanya berdampak pada aspek pertahanan negara, tetapi juga membawa manfaat bagi masyarakat sekitar, terutama dalam peningkatan dan perputaran perekonomian daerah.

“Dengan adanya satuan ini tentu akan memberikan banyak keuntungan bagi masyarakat sekitar, khususnya dalam mendorong pertumbuhan ekonomi lokal,” jelasnya.

Lebih lanjut ia menyebutkan bahwa rencana kekuatan personel Yonif TP yang akan dibangun diperkirakan mencapai sekitar 1.000 prajurit.

Selain itu, lokasi di kawasan hutan BKPH Senduro dinilai memiliki sejumlah keunggulan, di antaranya kondisi tanah yang relatif rata serta letaknya yang strategis. Bahkan, menurutnya, banyak wilayah lain yang juga mengajukan diri untuk menjadi lokasi pembangunan satuan tersebut.

“Banyak daerah lain yang juga menginginkan pembangunan Yonif TP ini. Namun setelah dilakukan peninjauan, lokasi di wilayah Burno Senduro memiliki kondisi lahan yang cukup baik dan strategis,” tambahnya.

Sementara itu, Dandim 0821/Lumajang Letkol Arh Anton Subhandi menegaskan bahwa pihaknya siap mendukung proses survei dan tahapan perencanaan pembangunan tersebut agar dapat berjalan lancar sesuai dengan rencana pemerintah pusat.

Kegiatan survei tersebut juga menjadi bagian dari langkah awal dalam memastikan kesiapan lahan serta berbagai aspek pendukung lainnya sebelum pembangunan Yonif TP tahap III dan IV direalisasikan di wilayah Kabupaten Lumajang. (Pendim 0821).

Jelang Idul Fitri dan Nyepi, 537 Warga Binaan Lapas Lumajang Diusulkan Dapat Remisi


Lumajang, (Onenewsjatim)
– Sebanyak 537 warga binaan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Lumajang, Jawa Timur, diusulkan untuk mendapatkan remisi atau pengurangan masa pidana dalam rangka perayaan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah dan Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka.

Dari jumlah tersebut, 530 warga binaan diusulkan menerima remisi Idul Fitri, sementara 7 warga binaan lainnya diusulkan memperoleh remisi khusus Nyepi.

Kasubsi Registrasi Lapas Kelas IIB Lumajang, Endra Suwartono, mengatakan hingga 10 Maret 2026 jumlah Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) di Lapas Lumajang tercatat sebanyak 708 orang.

“Dari total tersebut, sebanyak 537 warga binaan diusulkan untuk menerima remisi pada perayaan Idul Fitri dan Nyepi tahun ini,” kata Endra, Selasa (10/3/2026).

Namun demikian, tidak semua warga binaan dapat diusulkan mendapatkan pengurangan masa pidana. Tercatat 58 warga binaan tidak memenuhi syarat untuk diusulkan remisi karena belum menjalani masa pidana minimal enam bulan serta memiliki catatan pelanggaran selama menjalani masa pembinaan.

Endra menjelaskan, terdapat beberapa kendala dalam proses pengusulan remisi, salah satunya warga binaan yang tergolong register F, yakni sedang menjalani hukuman disiplin di dalam lapas.

“Ada beberapa kendala seperti adanya WBP yang register F. Ada juga residivis yang masih memiliki pencabutan pembebasan bersyarat (PB). Selain itu ada warga binaan yang belum memenuhi syarat enam bulan berkelakuan baik, karena tergolong narapidana baru maupun masih menjalani pidana subsidair,” jelasnya.

Selain itu, terdapat 27 warga binaan yang telah menjalani Bimbingan Tahap III (BIII) sebagai bagian dari proses pembinaan di dalam lapas.

Menurut Endra, mayoritas warga binaan yang diusulkan mendapatkan remisi berasal dari perkara narkotika, disusul kasus kriminalitas lainnya.

“Perkara narkoba yang paling banyak, kemudian disusul kriminalitas lainnya,” ujarnya.

Untuk besaran remisi yang diusulkan, warga binaan penerima remisi Idul Fitri akan memperoleh pengurangan masa pidana 15 hari hingga dua bulan. Sementara bagi penerima remisi Nyepi, rata-rata akan mendapatkan pengurangan masa pidana sekitar satu bulan.

Dari total usulan tersebut, terdapat dua warga binaan yang berpotensi langsung bebas apabila remisi yang diusulkan telah disahkan.

Endra berharap pemberian remisi pada momentum hari besar keagamaan dapat menjadi motivasi bagi para warga binaan untuk terus memperbaiki diri selama menjalani masa pembinaan.

“Kami berharap momentum Idul Fitri ini dapat menjadi kesempatan bagi warga binaan untuk memperbaiki diri, meningkatkan keimanan, serta mempersiapkan diri kembali ke tengah masyarakat dengan menjadi pribadi yang lebih baik,” pungkasnya.(Imam)

35 Truk Pasir Diperiksa Polisi di Lumajang, 17 Tak Layak Jalan dan 1 Sopir Positif Narkoba


Lumajang, (Onenewsjatim)
-Menjelang pelaksanaan Operasi Ketupat Semeru 2026, Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Lumajang melakukan ramp check terhadap truk pengangkut pasir di wilayah selatan Kabupaten Lumajang. Selain memeriksa kondisi kendaraan, polisi juga melakukan tes urine terhadap para sopir.

Kegiatan tersebut dilaksanakan di Check Point Mineral Bukan Logam dan Batuan (MBLB) Desa Madurejo, Kecamatan Pasirian, Kabupaten Lumajang, Senin (9/3/2026).

Ramp check dilakukan sebagai langkah preventif untuk memastikan kendaraan angkutan barang yang beroperasi di jalan raya dalam kondisi layak jalan sekaligus memastikan pengemudinya bebas dari penyalahgunaan narkotika.

Kasat Lantas Polres Lumajang AKP Yulian Putra Prasviawan melalui Kasubsi Pidm Sihumas Ipda Suprapto mengatakan, kegiatan ini merupakan bagian dari upaya meningkatkan keselamatan berlalu lintas menjelang arus mudik dan balik Lebaran.

“Ramp check ini kami lakukan untuk memastikan kendaraan yang beroperasi di jalan raya dalam kondisi layak jalan serta pengemudinya memenuhi persyaratan administrasi dan tidak terpengaruh narkoba,” kata Suprapto.

Dalam pemeriksaan tersebut, petugas melakukan pengecekan kondisi teknis kendaraan yang meliputi sistem pengereman, kondisi ban, lampu penerangan, wiper hingga klakson.

Selain itu, petugas juga memeriksa kelengkapan administrasi kendaraan seperti Surat Izin Mengemudi (SIM), Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK), serta kelayakan uji kendaraan atau KIR.

Dari hasil pemeriksaan, sebanyak 35 kendaraan truk dilakukan ramp check. Hasilnya, petugas menemukan 17 kendaraan yang dinyatakan tidak layak uji karena masa berlaku KIR telah habis serta pengemudi yang menggunakan SIM tidak sesuai peruntukannya.

Tak hanya itu, petugas juga melakukan tes urine terhadap para sopir truk untuk memastikan tidak ada pengemudi yang mengonsumsi narkoba saat berkendara.

“Hasil tes urine menunjukkan satu sopir terindikasi positif mengandung zat amfetamin dan metamfetamin,” ujar Suprapto.

Sopir tersebut diketahui berinisial RY, warga Desa Gondoruso, Kecamatan Pasirian. Yang bersangkutan selanjutnya diserahkan ke Satresnarkoba Polres Lumajang untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Selain penindakan, petugas juga memberikan sosialisasi tertib berlalu lintas kepada para sopir truk yang melintas di lokasi pemeriksaan. Polisi juga menempelkan stiker imbauan keselamatan berkendara sebagai pengingat bagi para pengemudi agar selalu mematuhi aturan lalu lintas.

Suprapto menambahkan, sopir yang hasil tes urine-nya positif narkoba akan menjalani proses rehabilitasi.

“Karena yang bersangkutan merupakan pengguna, maka akan dilakukan rehabilitasi,” pungkasnya.

Ia berharap kegiatan tersebut dapat meningkatkan kesadaran pengemudi untuk mematuhi aturan lalu lintas serta menekan angka pelanggaran dan kecelakaan di jalan raya.

“Dengan kegiatan ini kami berharap dapat meminimalisir fatalitas korban kecelakaan serta mewujudkan kamseltibcarlantas yang aman dan kondusif di wilayah Kabupaten Lumajang,” tutupnya.

09/03/2026

Babinsa Pronojiwo Bersama Warga Gotong Royong Bersihkan Akses Jalan Dusun Krajan


Lumajang, (Onenewsjatim)
-Wujud kepedulian terhadap kebersihan lingkungan sekaligus mempererat kebersamaan dengan masyarakat, Babinsa Sidomulyo Koramil 0821-14/Pronojiwo Serma Ikhwanurudin bersama warga melaksanakan kegiatan kerja bakti pembersihan jalan di Dusun Krajan RT 001 RW 009 Desa Sidomulyo, Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Senin (9/3/2026).

Kegiatan kerja bakti tersebut dilakukan dengan membersihkan rumput liar, sampah, serta material yang menutup sebagian badan jalan. Warga secara gotong royong bersama Babinsa bahu membahu menggunakan peralatan sederhana untuk memastikan akses jalan tetap bersih, rapi, dan nyaman dilalui masyarakat.

Serma Ikhwanurudin mengatakan bahwa kegiatan kerja bakti merupakan salah satu bentuk kepedulian bersama dalam menjaga kebersihan lingkungan sekaligus mempererat hubungan antara TNI dan masyarakat di wilayah binaan.

“Melalui kegiatan kerja bakti seperti ini, kami ingin menumbuhkan kembali semangat gotong royong di tengah masyarakat. Selain lingkungan menjadi bersih, kebersamaan dan kekompakan warga juga semakin terjalin dengan baik,” kata dia.

Sementara itu, Kepala Dusun Krajan, Nur Ja’i, menyampaikan apresiasi atas keterlibatan masyarakat dalam berbagai kegiatan di lingkungan desa. Ia juga menekankan bahwa peran serta warga sangat penting dalam menjaga kebersihan dan kenyamanan lingkungan.

“Kerja bakti ini bisa terlaksana dengan baik karena adanya kebersamaan dan partisipasi aktif warga. Dengan semangat gotong royong, masyarakat bersama Babinsa bahu membahu membersihkan jalan sehingga lingkungan menjadi lebih rapi dan nyaman bagi semua,” ungkapnya.

Melalui kegiatan kerja bakti tersebut diharapkan kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan semakin meningkat, sekaligus memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat di wilayah Desa Sidomulyo. (Pendim0821)

Perkuat Ekonomi Desa, Kasdim 0821 Lumajang Hadiri Peresmian Koperasi Merah Putih di Bodang


Lumajang, (Onenewsjatim)
- Upaya memperkuat perekonomian masyarakat desa terus dilakukan melalui kolaborasi antara TNI dan pemerintah desa. Hal tersebut diwujudkan dalam kegiatan tasyakuran peresmian Koperasi Desa Merah Putih di Desa Bodang, Kecamatan Padang, Kabupaten Lumajang. Minggu(8/3/2026)

Dalam kegiatan tersebut, Kasdim 0821/Lumajang Mayor Inf Tanuri hadir untuk memberikan dukungan terhadap program pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui koperasi desa.

Kegiatan berlangsung penuh kebersamaan dengan berbagai rangkaian kegiatan sosial yang melibatkan masyarakat setempat. Di antaranya pembagian santunan berupa 100 paket beras kepada kaum duafa, sebagai bentuk kepedulian terhadap warga yang membutuhkan, khususnya di bulan suci Ramadan.

Selain itu, kegiatan juga dimeriahkan dengan bazar UMKM lokal yang memberikan kesempatan bagi pelaku usaha desa untuk mempromosikan dan menjual produk mereka kepada masyarakat. Untuk membantu meringankan kebutuhan bahan pokok, panitia juga menyediakan penjualan beras murah dari Bulog yang dapat dibeli warga dengan harga terjangkau.

Tak hanya berfokus pada aspek ekonomi, kegiatan ini juga menghadirkan layanan pemeriksaan kesehatan gratis bagi masyarakat. Warga tampak antusias memanfaatkan kesempatan tersebut untuk mengetahui kondisi kesehatannya secara langsung.

Dalam kesempatan tersebut, Kasdim 0821/Lumajang Mayor Inf Tanuri menyampaikan bahwa keberadaan Koperasi Desa Merah Putih diharapkan dapat menjadi wadah bagi masyarakat dalam mengembangkan usaha, meningkatkan kesejahteraan, serta memperkuat perekonomian desa.

“Melalui koperasi ini diharapkan dapat mendorong kemandirian ekonomi masyarakat desa. TNI melalui Kodim 0821/Lumajang akan terus mendukung program-program yang berdampak positif bagi kesejahteraan masyarakat,” ungkapnya.

Menjelang waktu berbuka puasa, kegiatan dilanjutkan dengan pembagian takjil kepada masyarakat serta buka puasa bersama, yang semakin mempererat kebersamaan antara TNI, pemerintah desa, pelaku UMKM, dan warga setempat.

Dengan adanya peresmian Koperasi Desa Merah Putih Desa Bodang, diharapkan koperasi tersebut dapat berkembang menjadi motor penggerak ekonomi desa sekaligus menjadi contoh nyata sinergi antara TNI, pemerintah, dan masyarakat dalam membangun kemandirian serta kesejahteraan bersama.(Pendim0821)

5 Terduga Pencuri Hewan Diamankan Polisi di Lumajang, Mobil Pick Up Digeledah Ditemukan 5 Clurit

BB mobil diamankan polisi 

Lumajang (Onenewsjatim)
– Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Lumajang mengamankan lima orang yang diduga hendak melakukan pencurian hewan di wilayah Kecamatan Jatiroto. 

Kelima terduga pelaku ditangkap di Jalan Raya Wonorejo, Kecamatan Kedungjajang, Kabupaten Lumajang, Sabtu (7/3/2026) dinihari 

Kelima orang yang diamankan masing-masing berinisial NH (46) dan B (37) warga Desa Wates Wetan, Kecamatan Ranuyoso, Lumajang S (37) warga Desa Gununggeno, Kecamatan Banyuanyar, Kabupaten Probolinggo serta MW (43) dan N (37) warga Desa Alun-Alun, Kecamatan Ranuyoso, Lumajang.

Kasubsi Pidm Si Humas Polres Lumajang, Ipda Suprapto, mengatakan penangkapan berawal dari informasi masyarakat mengenai adanya kendaraan mencurigakan yang diduga akan melakukan pencurian hewan.

“Petugas menerima laporan masyarakat terkait adanya mobil pick up Grand Max warna hitam yang mencurigakan dan diduga akan melakukan tindak pidana pencurian hewan di wilayah Kecamatan Jatiroto,” ujar Suprapto.

Menindaklanjuti laporan tersebut, anggota Satreskrim Polres Lumajang segera melakukan patroli dan penyelidikan di sejumlah titik yang dicurigai.

Tak lama kemudian, petugas menemukan kendaraan yang dimaksud dan langsung melakukan penghentian di Jalan Raya Wonorejo, Kecamatan Kedungjajang.

“Setelah dihentikan, petugas melakukan pemeriksaan terhadap kendaraan tersebut dan mendapati lima orang berada di bak belakang mobil pick up Grand Max,” jelasnya.

Saat dilakukan penggeledahan, petugas juga menemukan 5  senjata tajam jenis celurit yang dibawa oleh para terduga pelaku.

Kelima orang tersebut beserta barang bukti kemudian diamankan ke Mapolres Lumajang guna menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

“Untuk saat ini kelima orang tersebut masih diamankan di Polres Lumajang dan prosesnya masih dalam tahap penyelidikan,” kata Suprapto.

Menurutnya, dugaan rencana pencurian hewan tersebut masih didalami oleh penyidik. Pasalnya, hingga kini para terduga pelaku belum mengakui rencana aksi tersebut.

“Kami masih melakukan pendalaman dan pemeriksaan terhadap para terduga pelaku, termasuk terkait maksud dan tujuan mereka berada di lokasi tersebut,” tambahnya.

Selain itu, polisi juga masih menelusuri informasi yang menyebutkan bahwa salah satu terduga pelaku memiliki hubungan keluarga dengan seorang kepala desa.

“Informasi tersebut juga masih kami dalami dan saat ini masih dalam proses penyelidikan,” pungkas Suprapto 

© Copyright 2024 Onenewsjatim | All Right Reserved